Kekonyolan Asal usul kabah

Ttg shahadat, solat, zakat, puasa, haji, termasuk ttg KABAH, Hajar Aswad, Zamzam dan segala ritual spt Isra-Miraj, Idul Fitri dsb
Post Reply
User avatar
fayhem_1
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Kekonyolan Asal usul kabah

Post by fayhem_1 »

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawa ... ka-bah.htm

Asal Usul Pendirian Ka’bah

http://img.eramuslim.com/media/2013/07/sigit-.jpeg

Assalamu’alaikum wr wb,

Apakah benar pada jaman dahulu ka’bah atau baitullah didirikan / dibangun karena adanya ular melingkar diwilayah tersebut ?? mohon penjelasan mengenai hal ini terimakasih wassalam

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Saudara Abdul Hakim ang dimuliakan Allah swt

Ka’bah adalah kiblat seluruh kaum muslimin dunia yang menjadi simbol kesatuan mereka dibawah ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah swt. Ka’bah adalah bangunan pertama di bumi, sebagaimana firman Allah swt :

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al Imron : 96)

Pembangunan ka’bah hingga seperti yang sekarang ini telah melalui beberapa tahapan :

1. Dibangun oleh para malaikat.

Kaum muslimin meyakini bahwa pembangunan ka’bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu adh Dhiya bahwa telah diriwayatkan dari Ali bin al Husein bahwa dia telah ditanya tentang awal mula thawaf mengelilingi baitullah beliau menjawab Sesungguhnya Allah swt telah berfirman :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء

Artinya :: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al Baqoro : 30)

Para malaikat berkata,”Wahai Allah bukankah khalifah itu dari selain kami adalah yang selalu membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah.’ Maka Allah pun marah terhadap mereka lalu mereka pun melarikan diri ke arsy, mengangkat kepala, jari jemari mereka mengisyaratkan ketundukan dan menangis karena takut akan kemurkaan-Nya. Mereka mengeilingi arsy sebanyak tiga kali.” Di dalam riwayat : “tujuh kali” mengaharapkan kridhoan Tuhan mereka dan Allah pun meredhoi mereka. Kemudian Allah berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian di bumi sebuah rumah yang menjadi tempat kembali setiap orang yang Aku murka terhadapnya dari makhluk-Ku dan dia mengelilinginya (thawaf) sebagaimana kalian lakukan terhadap arsy-Ku maka Aku akan mengampuninya sebagaimana Aku telah mengampuni kalian.” Lalu mereka pun membangun ka’bah.

Terdapat riwayat pula yang menyebutkan bahwa Allah swt telah mengutus malaikat dan berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian sebuah rumah seperti al baitul ma’mur lalu mereka pun melakukannya. Allah swt memerintahkan agar rumah itu dikelilingi (thawaf) sebagaimana al baitul ma’mur. Ini terjadi sebelum penciptaan Adam as serta 2000 tahun sebelum penciptaan bumi. Dan sesungguhnya bumi dibentangkan dibawahnya karena itulah Mekah disebut dengan Ummul Quro yaitu asal negeri (bumi, pen).

Terdapat pula riwayat yang menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum diturunkannya Adam as ke bumi… (Tarikh Makkah al Musyarrafah hal 4)

2. Wasiat Nabi Adam kepada anaknya Nabi Sys

Sys adalah penerus dari Nabi Adam as yang diberikan wasiat oleh ayahnya untuk senantiasa beribadah siang dan malam. Ibnul Atsir menyebutkan bahwa Sys senantiasa melakukan haji dan umroh hingga ajal menjemputnya dan dia juga mengumpulkan lembaran-lembaran yang diturunkan kepadanya dan kepada ayahnya lalu mengamalkan isinya. Sys telah membangun ka’bah dengan batu dan tanah. (Al Kamil Fii at Tarikh juz I hal 17)

3. Pada masa Ibrahim dan Ismail as.

As Suddiy mengatakan bahwa tatkala Allah swt memerintahkan Ibrahim dan Ismail agar membangun sebuah rumah lalu mereka berdua tidak mengetahui dimana tempat akan dibangunnya hingga Allah mengirimkan angin, ada yang menyebutkan angin itu adalah al khajuj yang memiliki dua sayap sementara kepalanya berbentuk ular. Lalu ular itu membersihkan daerah sekitar ka’bah sebagai tempat dibangunnya rumah pertama. Keduanya pu mengikutinya dengan membawa alat penggali dan melakukan penggalian sehingga mereka berdua berhasil meletakkan pondasinya, sebagaimana firman Allah swt

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” (QS. Al Hajj : 26)

Setelah mereka berdua meletakkan dasar-dasarnya maka dibangunlah rukun-rukunnya. Dan Ibrahim mengatakan kepada Ismail,”Wahai anakku, carikanlah untukku batu hitam dari daerah India, dahulunya ia adalah batu yakut yang paling putih. Dahulu batu itu dibawa oleh Adam as tatkala diturunkan ke bumi dari surga namun kemudian berubah warnanya menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Ismail pun membawa sebuah batu namun ia mendapatkan batu hitam itu sudah berada disalah satu sudut. Ia pun bertanya kepada ayahnya,”Wahai ayahku siapa yang mendatangkan batu itu kepadamu?’ Ibarahim menjawab,”Dia adalah yang lebih rajin darimu.” Maka mereka berdua membangunnya dan sambil berdoa,”

Artinya : “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqoroh : 127)

4. Dibangun oleh orang-orang Quraisy.

Pada usia Rasulullah saw mencapai tiga puluh lima tahun, orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi ka’bah. Ka’bah adalah susunan batu-batu yang lebih tinggi dari badan manusia, sekitar sembilan hasta yang dibangun sejak masa Ismail tanpa memiliki atap sehingga banyak pencuri yang mengambil barang-barang berharga yang disimpan didalamnya.

Lima tahun sebelum tahun kenabian, Mekah dilanda banjir besar sehingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan ka’bah. Orang-orang Quraisy merasa bimbang antara merenovasi atau membiarkannya seperti apa adanya.

Akhirnya al Walid bin al Mughirah al Makhzumiy mengawali perobohan bangunan ka’bah lalu diikuti oleh orang-orang setelah mereka mengetahui tidak terjadi sesuatupun menimpa al Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan ka’bah hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.

Tatkala pembangunan sampai di bagian Hajar Aswad, mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkan Hajar Aswad itu ditempatnya semula. Perselisihan ini terus berlangsung selama empat atau lima hari, tanpa ada keputusan. Bahkan perselisihan itu semakin meruncing dan hampir saja menjurus kepada pertumpahan darah di tanah suci.

Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumiy datang dan menawarkan solusi dengan menyerahkan urusan ini kepada siapa pun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Mereka menerima cara ini. Allah menghendaki orang yang berhak atasnya adalah Rasulullah saw. Tatkala mengetahui hal itu, mereka berbisik-bisik,”Inilah al Amin. Kami ridho kepadanya, inilah dia Muhammad.”

Orang-orang Qiraisy kehabisan dana dari penghasilan mereka, maka mereka menyisakan di bagian utara, kira-kira enam hasta, yang kemudian disebut al Hijr atau al Hathim. Mereka membuat pintunya lebih tinggi dari permukaan tanah, agar tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang yang memang ingin melewatinya. Setelah bangunan ka’bah mencapai ketinggian lima belas hasta, mereka memasang atap dengan disangga enam sendi.

Setelah jadi, ka’bah itu berbentuk segi empat, yang keinggiannya kira-kira mencapai lima belas hasta, panjang sisinya di tempat Hajar Aswad dan sebaliknya adalah sepuluh meter. Hajar Aswad itu sendiri diletakkan dengan ketinggian satu setengah meter dari permukaan pelataran untuk thawaf. Sisi yang ada pintunya dan sebaliknya setinggi dua belas meter. Adapun pintunya setinggi dua meter dari permukaan tanah, di sekeliling luar ka’bah ada pagar dari bagian bawah ruas-ruas bangunan, di bagian tengahnya dengan ketinggian seperempat meter dan lebarnya kira-kira sepertiga meter. Pagar ini dinamakan Asy Syadzarawan. Namun kemudian orang-orang Quraisy meninggalkannya. (ar Rakhiqul Makhtum hal 84 – 85)

5. Pada masa Abdullah bin Zubeir.

Abdullah bin Zubeir memutuskan perenovasian ka’bah seperti yang diinginkan Rasulullah saw ketika beliau masih hidup. Dia pun merobohkannya dan membangun kembali serta menambahkan bagian yang masih kurang ketika orang-orang Quraisy kehabisan dana dari enam hasta menjadi sepuluh hasta. Dia juga menjadikan ka’bah memiliki dua pintu, satu di sebelah timur dan lainnya di sebelah barat sehigga orang yang memasukinya dari satu pintu dan keluar di pintu yang lainnya. Dia menjadikannya dalam bentuk yang paling baik dan megah sehingga seperti yang disifatkan Nabi saw sebagaimana diberitakan oleh Aisyah ra ibu orang-orang beriman yang juga bibinya.

6. Pada masa Abdul Malik bin Marwan

Pada masa Abdul Malik bin Marwan ini al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofiy menulis surat kepadanya atas apa yang diperbuat Abdullah bin Zubeir dengan ka’bah, tentang perenovasian dan penambahan bagian ka’bah, dia mengira bahwa hal itu adalah hasil fikiran dan ijtihadnya.

Lalu Abdullah bin Malik membalas suratnya agar mengembalikan ka’bah seperti sedia kala. Al Hajjaj pun merobohkan bagian utaranya dan mengeluarkan al Hijr sebagaimana yang telah dibangun orang-orang Quraisy serta menjadikan ka’bah memiliki satu pintu saja yang lebih ditinggikan serta menutup pintu yang lainnya.
Tatkala Abdul Malik bin Marwan mendapatkan hadits Aisyah maka ia pun menyesali perbuatannya sehingga mengatakan,”Kami sangat berkeinginan mengembalikan seperti orang yang membangun sebelumnya.” Maksudnya Abdullah bin Zubeir. Lalu ia pun bermusyawarah dengan Imam Malik dalam permasalahan ini dan beliau pun mencegahnya agar kemuliaan ka’bah tidak lenyap. Dan dikahwatatirkan setiap raja akan melakukan perobohan sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelumnya sehingga dapat menodai kehormatan ka’bah.

7. Pada masa Kekhilafahan Utsmani tahun 1040 H.

Tatkala Mekah dilanda banjir besar yang menenggalamkan Masjidil Haram maka Muhammad Ali Pasya—Gubernur Mesir saat itu—memerintahkan para arsiteknya yang ahli dan para pekerjanya agar merobohkan ka’bah dan merenovasi kembali. Pembangunan itu memakan waktu setengah tahun penuh dan memakan biaya yang sangat mahal hingga rampung pembangunannya. (www.islamweb.net)

Demikianlah awal mula pembangunan ka’bah hingga hari ini yang tetap kokoh dan menggetarkan setiap orang yang melihatnya dan mengembalikan kebesarannya kepada Allah swt Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.

Dan apa yang anda tanyakan tentang adanya seekor ular di tempat awal mulanya akan dibangun ka’bah maka telah disinggug di atas yaitu terjadi pada masa Ibrahim dan Ismail as, sebagaimana yang dikatakan Imam As Suddiy.

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo Lc

----------------------------------------------------------
Jadi kesimpulannya
1. Malaikat pernah jadi kuli, membangun sebuah kubus sebagai rumah, emang mereka tidak tahu bagaimana membangun rumah yg indah ?

2. Penciptaan pertama adalah sebuah kubus yang dianggap rumah, kemudian menyusul penciptaan bumi , adam dll

3. Penempatan bumi tidak digarap serius sehingga melenceng, kabah tidak tepat berada di kutub bumi, kabah juga tidak tepat pada garis khatulistiwa

4. Kubus tersebut tidak cocok dengan adam sekeluarga. Coba bayangkan. Ukuran kabah tidak berubah signifikan sampai sekarang, artinya adalah pada jaman adam, itu seperti kalian mengitari sebuah printer HP laserjet yg berbentuk kubus juga.

5. Selain desain buruk, hasil kreasi malaikat tidaklah abadi, karena terbukti kabah mengalami renovasi

dan masih banyak lagi
Mirror: Kekonyolan Asal usul kabah
Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
Joe Andmie
Posts: 1761
Joined: Mon Jul 04, 2011 6:48 pm
Location: DIBAWAH POHON KELAPA SAWIT

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by Joe Andmie »

1. Dibangun oleh para malaikat........................Setuju

2. Wasiat Nabi Adam kepada anaknya Nabi Sys.......Setuju

3. Pada masa Ibrahim dan Ismail as.....................Setuju.

4. Dibangun oleh orang-orang Quraisy...................Setuju.

5. Pada masa Abdullah bin Zubeir........................Setuju.

6. Pada masa Abdul Malik bin Marwan...................Setuju.

7. Pada masa Kekhilafahan Utsmani tahun 1040H......Setuju.

Jangan tanya saya kenapa setuju, tengok sajalah muslim mesti nungging 5x sehari menhadap kekabah, kualat kalau salah arah. Bisa celaka tujuh turunan. :rolleyes:
Mirror 1: Kekonyolan Asal usul kabah
Follow Twitter: @ZwaraKafir
12345678901
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by 12345678901 »

namanya juga muslim ... kalo engga doyan dibegoin ustadznya ya bukan muslim namanya
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by keeamad »

12345678901 wrote:namanya juga muslim ... kalo engga doyan dibegoin ustadznya ya bukan muslim namanya
Gw punya sodara yg sejak kecil puluhan tahun lamanya memelihara anjing tanpa ada masalah ....

TAPI SETELAH DIA MENDALAMI islam dan DIDOKTRIN OLEH USTAD2X,
dia menjauhi anjing hanya karena alasan larangan agama ....

PADAHAL PENGALAMANNYA SELAMA PULUHAN TAHUN BERGAUL/MEMELIHARA ANJING,
Telah Membuktikan Bahwa Anjing tidak pernah menimbulkan efek negatif yg signifikan ... (kalo dibanding kucing dan binatang lain yg bisa menimbulkan tokso .... )

Bisa dibayangkan bod0hnya sodara2x gw yg muslim tsb,
Punya BUKTI dan PENGALAMAN PULUHAN TAHUN - Berhubungan dengan anjing,
BISA KALAH HANYA DENGAN KATA-KATANYA SI ustad2x onta arab ... ???
Mirror 1: Kekonyolan Asal usul kabah
Follow Twitter: @ZwaraKafir
Mhd61l4
Posts: 703
Joined: Sun Jun 29, 2014 10:33 pm

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by Mhd61l4 »

fayhem_1 wrote: 4. Kubus tersebut tidak cocok dengan adam sekeluarga. Coba bayangkan. Ukuran kabah tidak berubah signifikan sampai sekarang, artinya adalah pada jaman adam, itu seperti kalian mengitari sebuah printer HP laserjet yg berbentuk kubus juga.
Tinggi Adam = 60 Hasta = 27 M = Setara gedung 9 Tingkat
Sahih Muslim 5075
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Allah telah menjadikan Nabi Adam setinggi enam puluh hasta.

Dimensi struktur bangunan kahbah :
Tinggi 13,10 m
Lebar 11,03 m
Panjang 12,62 m.
------------------------------------------------------------------------------
Kayanya lebih cocok seukuran kulkas mini atau mesin cuci, kalau printer kekecilan lah... kasihan si Adam, ngga bisa masuk. :rofl: :turban:
Mirror 1: Kekonyolan Asal usul kabah
Follow Twitter: @ZwaraKafir
Utbahbinabuwaqqash
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by Utbahbinabuwaqqash »

Namanya juga agama agama pagan
Jd ya pasti punya cerita2 kayak gitu demi melanggengkan benda mati yg dijadikan pusat penyembahannya hi..hi..
Mhd61l4
Posts: 703
Joined: Sun Jun 29, 2014 10:33 pm

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by Mhd61l4 »

fayhem_1 wrote:As Suddiy mengatakan bahwa tatkala Allah swt memerintahkan Ibrahim dan Ismail agar membangun sebuah rumah lalu mereka berdua tidak mengetahui dimana tempat akan dibangunnya hingga Allah mengirimkan angin, ada yang menyebutkan angin itu adalah al khajuj yang memiliki dua sayap sementara kepalanya berbentuk ular. Lalu ular itu membersihkan daerah sekitar ka’bah sebagai tempat dibangunnya rumah pertama.
Subḥānahu Wa Ta'Ala...... ada angin berwujud ular!!!!!!
Saya pikir selama ini IBLIS lah yang mengambil wujud ular.

Jangan jangan....................??????

PUSAT KERAJAAN IBLIS DI BUMI adalah APA YANG DIBANGUN ULAR TERSEBUT.
Mirror 1: Kekonyolan Asal usul kabah
Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Kekonyolan Asal usul kabah

Post by keeamad »

Subḥānahu Wa Ta'Ala...... ada angin berwujud ular!!!!!!
Saya pikir selama ini IBLIS lah yang mengambil wujud ular.

Jangan jangan....................??????

PUSAT KERAJAAN IBLIS DI BUMI adalah APA YANG DIBANGUN ULAR TERSEBUT.
Model bentuk hajar aswad - khususnya setelah dibingkai dengan frame oval mirip vegie wanita,
adalah LIANG TEMPAT si ular iblis BERSEMAYAM .....

Mirror 1: Model bentuk hajar aswad - khususnya setelah dibingkai dengan frame oval mirip v
Follow Twitter: @ZwaraKafir
Post Reply