sepenggal cerita masa lalu

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.
User avatar
dayaknesse
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by dayaknesse »

@mohammadiot
bisa dibaca postinganku di page 1
yang pasti suku Madura sebagai tamu pd saat itu tdk menghargai tuan rumah
tanah kosong asal main dicaplok gitu aja
tanah pinjaman asal main diklaim gitu aja
mudah2an cerita dayak-madura ini bisa jd pelajaran buat kita semua
jd pelajaran untuk suku madura utk tdk sewenang2 di tanah orang
dan jd pelajaran untuk suku dayak utk tdk sembarangan lg nerima tamu
justru krn itu kmrn rombongan FPI ditolak mentah2 disini hehehehe

salam damai
it's me
User avatar
harahap
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by harahap »

ini tentang sahabat dan tetangga saya orang madura

menurut dia (madura itu) saya adalah orang pertama yang dia anggap sebagai saudara dan non muslim, selama hidupnya dia membatasi diri / gak bisa dekat sama non muslim sampai bertemu saya

menurut saya, dia orang baik, walaupun ada komunitas madura tapi dia gak ikut2, di kampung dia madura single fighter, dia muslim taat pol tapi gak jijik sama saya, minum kopi satu gelas rokok sebatang berdua, begitu juga istrinya yang madura juga sangat terbuka, gak pernah ada masalah,

kesimpulan sementara saya, madura selama dia single fighter ya gak ada masalah, kalo mulai ada beberapa dan mulai membentuk komunitas, nah ... itu koreng / borok yang harus di obati
User avatar
dayaknesse
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by dayaknesse »

Ritual Adat Manajah Antang
MANAJAH Antang dalam bahasa Dayak, berarti pemanggilan terhadap antang. Antang sendiri merupakan binatang sejenis elang yang diyakini sebagai penjelmaan roh nenek moyang.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak Ngaju Kalteng, Manajah Antang merupakan suatu upacara ritual adat yang dilaksanakan untuk menyampaikan permohonan dari si pemilik hajat kepada sang pencipta.

Manajah Antang merupakan cara suku Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit di temukan dari arwah para leluhur dengan media burung Antang, dimanapun musuh yang di cari pasti akan ditemukan.

Upacara ini dilakukan dengan mempersembahkan sejumlah sesajen, sesuai dengan jenis elang yang diminta untuk hadir memberikan tanda permohonan diterima.

Dalam prosesi upacara, sajen umumnya terdiri dari ayam dan daging babi yang telah dimasak, ketan, kue cucur, kopi manis-pahit, rokok, minuman, dan lainnya yang ditempatkan di sebuah lapangan terbuka dalam sebuah wadah menyerupai miniatur rumah Betang, lengkap dengan tangganya yang dibuat dari sebatang tebu kuning.

Tak ketinggalan, tujuh butir beras yang dibungkus dalam secarik kain putih ditempatkan pada setiap sudut dan bagian tengah rumah-rumahan tersebut. Semuanya menjadi lima bungkus.

Dipimpin seorang tokoh atau pemuka agama, seperti damang kepala adat, upacara pemanggilan dilakukan dengan bahasa Dayak yang berisi puji-pujian kepada Sang Antang selama proses ritual berlangsung sambil menaburkan beras.

Uniknya, beberapa saat kemudian elang berdatangan dan mengitari langit di atas tempat upacara, seperti yang terjadi saat upacara Manajah Antang dilaksanakan Bataliyon Infanteri 631/Antang
User avatar
dayaknesse
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by dayaknesse »

RITUAL MAMAPAS LEWU


A. MAKNA TUJUAN MAMAPAS LEWU
Dalam bahasa Dayak Kapuas Ngaju, mamapas artinya menyapu, dan Lewu berarti Kampung atau kota tempat tinggal manusia. Mamapas lewu diartikan sebagai upacara membersihkan kampung desa atau kota tempat tinggal, dengan kata lain mamapas lewu hampir sama pengertiannya dengan upacara Tolak Bala.
Mamapas lewu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan atau kejadian ditimpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk kampung atau kota, bisa juga sebagai pembayaran hajat (niat hajat jika tercapai keinginan), hal ini dilakukan karena adanya kepercayaan dan keyakinan bahwa penduduk setempat dapat terhindar dari berbagai gangguan, ancaman, malapetaka, penyakit dan sebagainya.

Sejak pada zaman dulu, pelaksanaan atau upacara ritual dilaksanakan oleh para Basir/ Balian yaitu orang yang tertentu yang mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan Roh-Roh Gaib penjaga alam, yang menurut keyakinan mereka adalah sebagai pelindung. Dalam berkomunikasi dengan Roh-Roh Gaib dengan menggunakan bahasa Sangiang atau bahasa khusus seperti contoh dibawah ini sebagai berikut :
“Tuh imapasku lewu Kapuas, mahapan kakawang papas uka hatalapas bara dahiang baya sampar saribu sasabutan biti uluh pantai danum kalunen.
“Tuh ayung-ayungku dawen sawangkak, maengkak rutas je hakang kulut bara peteh liau matei akan ketun pantai danum kalunen.
“Tuh hajamban kayu sawang gagar, manggagar kare ganan penyakit, dahiang rutas sampar saribu gangguan are balaku dengan danum karak mangarak sial kahawe bara lewu Kapuas.

Dan ini hanya bisa dilakukan oleh para Basir. Yang melaksanakan kegiatan Ritual adat suku Dayak bisa berpariasi jumlah orangnya, boleh lima orang atau tujuh orang dan tergantung dengan keinginan si pelaksana, sebab upacara ini tidak dilakukan oleh orang perorang tapi seluruh masyarakat dikampung atau dikota tersebut, juga pembiayaan ditanggung secara bersama-sama, bahasa Dayaknya “Hapakat” dan waktu kegiatan ini bisa mencapai selama tiga hari.

B. JENIS-JENIS SESAJIAN YANG DISEDIAKAN
Sesajian babi hutan, babi putih, ayam bulu putih, bulu ayam warna hitam, bulu ayam tiga macam warna, dan empat puluh macam kue sesajian yang harus dipersembahkan yaitu untuk Roh-roh gaib penjaga kampung/kota.
Jadi Balian mamapas lewu ini kepentingannya untuk umum, seperti membersihkan beberapa kota yang pernah terjadi konflik (etnis)agar bisa menjadi tentram dan damai kembali sama artinya dengan upacara tolak bala.

C. ACARA BALIAN
Pelaksana balian memulai acara ( duduk di tempat menurut porsinya masing-masing sebanyak 7 orang dan dipimpin oleh 1 orang upu / pimpinan.
Pelaksana Balian adalah orang yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan khusus, khususnya dalam melaksanakan acara balian ini.
Acara Balian ini merupakan acara dasar yang harus dilaksanakan sebelum acara mamapas lewu dilaksanakan, dan biasanya acara ini dilaksanakan selama tiga hari tiga malam yang diakhiri dengan acara mamapas lewu.
salam damai
it's me
User avatar
awlohwts
Posts: 62
Joined: Mon Aug 06, 2012 12:10 pm
Location: Sorga Momed dan Awloh WTS

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by awlohwts »

Sekedar menambah dan meluruskan. Pangkalima Burung itu pertama kali disebut oleh orang-orang madura karena mereka mendengar cerita tentang tokoh tersebut dari saudara mereka yang di Kalbar(Pangkalima Burung berasal dari Kalbar). Tidak benar adanya kehadiran Pangkalima Burung pada saat kejadian sampit. Tapi memang tokoh itu memang benar adanya ratusan tahun yang lalu.
Akan pahari Umpu Kakah & Dayaknesse, Selamat hasupa hung grup jituh. Mudahan itah kana tenga abas karigas bara Hatalla akan itah tau hakasene hung lewu.
User avatar
tukang ojek
Posts: 1527
Joined: Sun Sep 18, 2011 2:39 am
Location: Di hati kaum muslimin dan muslimah :)

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by tukang ojek »

Borneo..
Salam hangat dari saya si tukang ojek...
Semoga gadis-gadis dayak sadar akan Islam yang bersiap-sedia mengurung dan menempatkan mereka pada penindasan sehingga gadis-gadis dayak tidak mau menjadi Mualaf.

Borneo...aku rindu Borneo...kapankah bisa melihat dayak menari tarian yang indah dan gagah ??
User avatar
umpu kakah
Posts: 1130
Joined: Sun Apr 12, 2009 11:58 pm

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by umpu kakah »

wuihhhhh...udh lama ane ga buka ni trit
Post Reply