sepenggal cerita masa lalu

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.
User avatar
Pan Kobar
Posts: 370
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by Pan Kobar »

sunggh mnghrukn kish"Sepenggal Cerita masa lalu. Skian lm Suku Dayak dlakukn tdk adil dn dtindas oleh mouse'slim madura. Kasus Sampit dan pnolakan FPI ke Kalteng mmbuka mta hti kita bgmana Suku Dayak mngjari kita brsikap Ksatria. Smg jiwa ksatria Suku Dayak mnurn kpd kta jg.
Ini memang "Sepenggal Cerita Masa Lalu" yg prnh trjd sjk abad 6 silam(1400) dan akn trus brlangsung hngga kini dan nanti slma mouse'slim2 kafah mngikuti AYAT2 PEDANG/KBNCIAN/PENGKAFIRAN thd non-mouse'slim.
Smg Ksatria2 Dayak bnyk brmnculan dimana2, jg di FFI. Trma ksh sy ucpkn kpd Dayaknese dan Umpu Kakah yg sudi angkt bicra...

Note:
Seingt sy Umpu Kakah prnh mmakai Avatr Ksatria Dayak dgn Mandau &tameng, nth knp dhpus....
User avatar
umpu kakah
Posts: 1130
Joined: Sun Apr 12, 2009 11:58 pm

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by umpu kakah »

Pan Kobar wrote:
Note:
Seingt sy Umpu Kakah prnh mmakai Avatr Ksatria Dayak dgn Mandau &tameng, nth knp dhpus....
bukan dihapus om,cuman ga mau muncul.kayaknya kekecilan ato kebesaran deh ukurannya. :green:
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by keeamad »

umpu kakah wrote:ane bukannya mo ngungkit2 masa lalu,tp ane jadi teringat bagaimana Munaroh :green: (Front Pembela Iblis) dlm dialog di salah satu tv swasta mendiskreditkan orng dayak setelah kejadian beberapa waktu yg lalu. apalagi melihat komentar2 yg dilontarkan oleh habib berisik sangat bertolak belakang alias taqiyanya sangat luar biasanya, heran pemerintah kok diam aja terhadap provokator yg begini.untung kami masih sabar terhadap orng2 seperti ini dan jangan sampai kesabaran kami diusik atau dimafaatin.
Ada indikasi FPI memang dimanfaatkan pemerintah untuk mengalihkan isu2x nasional.
Persis sperti belanda dengan devide et imperanya,
atau Marsosenya .....
User avatar
Jengkol
Posts: 166
Joined: Fri Jan 20, 2012 10:52 pm
Location: ya diatas pohon jengkollah...moso jengkol nongkrongye di pohon korma??? ntar mamad kejengkolan

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by Jengkol »

pengen jg sic share cerita pengusiran dr kampung halamanku (sambas) mungkin nanti kalo ya soalnya pake hp bs kapalan neh jempol gw hehe, emank madura rese' dan gk tau diri tp gk semua lo, yah gara2 nila rusak susu sebelanga, sedikit bahasa sambas buat arogansi orang madura "ngape tang geeye jiku be...jiku be" hehehe peace all!!!
User avatar
Pan Kobar
Posts: 370
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by Pan Kobar »

Umpu Kakah wrote:bukan dihapus om,cuman ga mau muncul.kayaknya kekecilan ato kebesaran deh ukurannya
Never mind bro........yg pnting smgt Dayaknya msh ttp trjaga
keeamad wrote:Ada indikasi FPI memang dimanfaatkan pemerintah untuk mengalihkan isu2x nasional.
Persis sperti belanda dengan devide et imperanya,
atau Marsosenya .....
Apapun alasannya yg jlas FPI ikut andil dlm mnyengsarakan masyarakat
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by keeamad »

@ pan kobar
Bukan ikut andil lagi bang,
FPI BIANG KEROK NYA ....
IGIT
Posts: 24
Joined: Thu Jul 27, 2006 11:09 am

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by IGIT »

Ane ikut sharing ya, kebetulan asal dari KalBar juga. Suku satu ini sebenarnya bersinggungan dengan banyak suku laennya di Kalimantan.

Aneh cerita sisi baeknya dulu, mengenang tukang becak ane yang setia & baek itu :
Pas dulu ane pernah langganan ama 1 tukang becak Madura, ini orang baek banget & bertanggung jawab walo kita non muslim, sayangnya orang seperti dia sangat langka di dalam sukunya itu. Tukang becak Madura di sana umumnya temperamen, kasar2 n mau menang sendiri, ane sendiri pernah dipukul & mau ditimpuk tiba2, padahal hanya jalan kaki melewati belakang becaknya aja :stun:

Ini sisi gak baeknya :
Pas setelah kerusuhan Sambas, para pengungsi Madura dari pedalaman KalBar menumpang di GOR Pangsuma, Pontianak. Sejak ditempatin mereka, suasana di sekitarnya jadi parah. WC umumnya mampet karena mereka BAB gak pernah disiram, ampe kotorannya mengeras kyk batu gitu. Kabarnya mereka mau direlokasi ama pemerintah buat balik/ ditempatin ke 1 daerah baru(masih di KalBar) tapi mereka pada gak mau.

Rumah ane pernah didatengin 1 orang M, n mereka mau minta TV di rumah ane (untungnya pintu masih dikunci & dia lihat tuh TV dari Jendela), untungnya adik ane gak bukain tuh pintu.

Ulah mereka semakin menjadi-jadi n mau enak sendiri, sampe di suatu malam, mereka mau ngerampok sebuah motor yg ditumpangi 1 keluarga Melayu, mereka pake balok kayu gitu mau mukul ke si bapak, tapi karena ada 1 anaknya yg duduk di depan, si anak yang jadi korban. Setelah sampe di rumah, anak itu dah meninggal. Walhasil jadinya malam itu, orang2 Melayu pada ngumpul semua n nyerang ke GOR itu. GOR itu dibakar n pengungsinya tercerai berai entah kemana.

Untungnya GOR itu dibangun lagi & sekarang orang2 Madura di sana dah ciut nyalinya :rofl: kota Khatulistiwa jadi tenang kembali dah =D>

Walau sekarang menurut ane orang2 islam di sana jg semakin menjadi-jadi, sengaja nyari2 isu buat ngacauin ketenangan di sana karena Walikota & wakilnya sekarang adalah orang Dayak & keturunan.
User avatar
nt_slemong
Posts: 132
Joined: Fri Sep 03, 2010 1:57 am
Location: forest temple

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by nt_slemong »

para pendatang dari luar wilayah kalimantan terutama para muslim seharusnya diberi aturan yang tegas oleh pemerintah agar gak lagi meneruskan kelakuan mereka di pulau asal mereka yang mengakibatkan mereka sampe harus ikut program transmigrasi yaitu beranak pinak sangat banyak gak pake mikir mau dikasih makan / kerja apa kelak, kalo pemerintah tegas dan emang care sama orang2 asli di daerah supaya pada akhirnya nanti ga ke overrun sama para pendatang dari daerah lain..
walet
Posts: 5858
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am
Contact:

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by walet »

Orang yang dari Jawa Timur seperti Surabaya dan sekitarnya pasti dah tahu sifat2 orang Madura.
Banyak kisah mereka pinjam lahan kosong untuk usaha, dikit demi sedikit menjadi permanen, akhirnya kalau mau dipakai tuan rumah mereka gak mau pergi.
swatantre
Posts: 4049
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by swatantre »

IGIT wrote: Walau sekarang menurut ane orang2 islam di sana jg semakin menjadi-jadi, sengaja nyari2 isu buat ngacauin ketenangan di sana karena Walikota & wakilnya sekarang adalah orang Dayak & keturunan.
Manusia kayak gini sudah bukan manusia lagi. Otaknya beku, nuraninya ilang, budinya rendah (nista).... Sudah tahu penyebab mereka jadi pengungsi di sana karena ulah mereka sendiri juga. Sekarang masih aja mau cari2 perkara. Mau kena mandau terbang jilid kedua?
walet
Posts: 5858
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am
Contact:

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by walet »

Ini contoh kisah orang Madura dengan pedangnya:

http://regional.kompas.com/read/2012/02 ... s.Dipedang

Pergoki Suami Selingkuh, Istri Nyaris Dipedang
Taufiqurrahman | Laksono Hari W | Selasa, 28 Februari 2012 | 00:23 WIB

Image
Anggota Polres Bangkalan menunjukkan sebilah pedang yang digunakan oleh M untuk memukul istrinya, IL (kanan).

BANGKALAN, KOMPAS.com - Sungguh keterlaluan perbuatan yang dilakukan M (45), warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Pejagalan, Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Sudah kepergok selingkuh, M juga tega memukuli istrinya sendiri dengan sebilah pedang.

Peristiwa itu bermula ketika IL (31), istri M, beranjak ke sebuah warung untuk membeli kebutuhan dapur di Bangkalan, Senin (27/02/2012). Tak diduga, ia memergoki suaminya sedang bersama seorang perempuan lain di warung itu. M yang sehari-hari menjadi seniman olah vokal dangdut di Bangkalan itu tampak mesra bernama wanita berinisial S, yang diketahui menjadi salah satu karyawan SPBU di Bangkalan.

"Perasaan saya tidak tega melihat suami saya di depan umum bersama perempuan lain yang bukan muhrimnya. Akhirnya saya langsung pulang tidak jadi membeli barang," kata IL.

IL tidak merasa perjalanannya pulang telah dibuntuti suaminya dari belakang. Begitu tiba di kediaman mereka, M mendamprat istrinya. "Dia bukan justru minta maaf atas kejadian di warung, tetapi dia justru memukul saya dengan pedang sampai saya pingsan. Untung pedang tersebut sarungnya tidak dilepas," tambah IL.

Pemukulan yang dilakukan Muhammad itu, diketahui oleh anak mereka, E. Karena tidak terima atas perlakuan ayahnya, E membela ibunya, tetapi dia juga menjadi korban pemukulan ayahnya. "Suami saya itu benar-benar sudah gila otaknya. Istri dan anaknya sendiri yang dipukul, sementara perempuan selingkuhannya yang dibela," kata IL sambil terisak.

Merasa tak terima diperlakukan kasar seperti itu, IL kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Polisi langsung menangkap M di rumahnya dan menahannya.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah dasar di Bangkalan itu kini merasa rumah tangganya tak dapat lagi dipertahankan. Meskipun sudah dikaruniai dua anak, ia bertekad untuk menggugat cerai suaminya. "Saya sudah tidak kuat menjalani hidup bersama suami saya dan saya memilih untuk cerai saja," ujarnya.

Sementara ini, Polisi sudah menangkap tersangka dengan barang bukti sebilah pedang berwarna kuning dilengkapi dengan sarungnya. Tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres Bangkalan.
swatantre
Posts: 4049
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by swatantre »

ISLAM memang agama yang tepat sebagai penyaluran sifat temperamental MAdura..... Coba kalo islam ajarannya justru teduh, membuat penganutnya menghargai wanita dan orang lain, tidak memandang rendah orang lain dengan menganggap sebagai kafir dst, lambat laun justru sifat buruk temperamental itulah yang terkikis... Saya gak anti madura sebagai suku sesama saudara sebangsa. Tapi saya anti madura yang sudah terjerumus dalam ajaran sesat arab yan membuat dia congkak dan merendahkan rekannya sesama saudara sebangsa. Saya anti islam...
User avatar
spaceman
Posts: 2031
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by spaceman »

Sebenarnya kalo muslim sdh mengamalkan islam secara kaffah, mereka ga beda dengan tingkah laku orang2 madura di kalimantan yang berakibat terjadinya perang suku.
Kita bisa liat dalam ormas2 islam spt FPI, FBR, HTI, MMI, FUI dan lain2. Liat lah bagaimana mereka 'play god' berlagak sebagai tuhan bagi orang lain..

Sebenarnya kasian juga, otak nya koq ga dipakai ya. Kalo keadaan berbalik, apakah mereka mau dan bersedia jadi korban ? Seperti mereka mengorbankan orang lain ??
Tapi itulah muslim, kalo islam sdh merasuk bikin kaffah, jadilah mereka pasukan zombie : THE WALKING DEAD ](*,)
User avatar
duren
Posts: 11117
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by duren »

Islam + Madura Ibarat Quran + Hadist

Islam + Jawa Ibarat Quran + Babi Panggang :green:
User avatar
dayaknesse
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by dayaknesse »

spaceman wrote:Sebenarnya kalo muslim sdh mengamalkan islam secara kaffah, mereka ga beda dengan tingkah laku orang2 madura di kalimantan yang berakibat terjadinya perang suku.
Kita bisa liat dalam ormas2 islam spt FPI, FBR, HTI, MMI, FUI dan lain2. Liat lah bagaimana mereka 'play god' berlagak sebagai tuhan bagi orang lain..

Sebenarnya kasian juga, otak nya koq ga dipakai ya. Kalo keadaan berbalik, apakah mereka mau dan bersedia jadi korban ? Seperti mereka mengorbankan orang lain ??
Tapi itulah muslim, kalo islam sdh merasuk bikin kaffah, jadilah mereka pasukan zombie : THE WALKING DEAD ](*,)
aku ragu kalo mereka msh punya otak...

salam damai
it's me
User avatar
dayaknesse
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by dayaknesse »

http://dayakunmul.wordpress.com/2012/01 ... ma-burung/
Panglima Perang Suku Dayak, Pangkalima Burung

Dalam masyarakat Dayak, dipercaya ada ada suatu makhluk yang disebut-sebut sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang diagungkan. Ialah panglima perang Dayak, Panglima Burung, yang disebut Pangkalima oleh orang Dayak pedalaman.

Ada banyak sekali versi cerita mengenai sosok ini, terutama setelah namanya mencuat saat kerusuhan Sambas dan Sampit. Ada yang menyebutkan ia telah hidup selama beratus-ratus tahun dan tinggal di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Ada pula kabar tentang Panglima Burung yang berwujud gaib dan bisa berbentuk laki-laki atau perempuan tergantung situasi. Juga mengenai sosok Panglima Burung yang merupakan tokoh masyarakat Dayak yang telah tiada, namun dapat rohnya dapat diajak berkomunikasi lewat suatu ritual. Hingga cerita yang menyebutkan ia adalah penjelmaan dari Burung Enggang, burung yang dianggap keramat dan suci di Kalimantan.

Selain banyaknya versi cerita, di penjuru Kalimantan juga ada banyak orang yang mengaku sebagai Panglima Burung, entah di Tarakan, Sampit, atau pun Pontianak. Namun setiap pengakuan itu hanya diyakini dengan tiga cara yang berbeda; ada yang percaya, ada yang tidak percaya, dan ada yang ragu-ragu. Belum ada bukti otentik yang memastikan salah satunya adalah benar-benar Panglima Burung yang sejati.

Banyak sekali isu dan cerita yang beredar, namun ada satu versi yang menurut saya sangat pas menggambarkan apa dan siapa itu Penglima Burung. Ia adalah sosok yang menggambarkan orang Dayak secara umum. Panglima Burung adalah perlambang orang Dayak. Baik itu sifatnya, tindak-tanduknya, dan segala sesuatu tentang dirinya.

Lalu bagaimanakah seorang Panglima Burung itu, bagaimana ia bisa melambangkan orang Dayak? Selain sakti dan kebal, Panglima Burung juga adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Cukup sulit untuk membujuk orang Dayak pedalaman agar mau difoto, kadang harus menyuguhkan imbalan berupa rokok kretek.

Dan kenyataan di lapangan membuyarkan semua stereotipe terhadap orang Dayak sebagai orang yang kejam, ganas, dan beringas. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. Seperti Penglima Burung yang bersabar dan tetap tenang mendiami pedalaman, masyarakat Dayak pun banyak yang mengalah ketika penebang kayu dan penambang emas memasuki daerah mereka. Meskipun tetap kukuh memegang ajaran leluhur, tak pernah ada konflik ketika ada anggota masyarakatnya yang beralih ke agama-agama yang dibawa oleh para pendatang. Riuh rendah tak berubah menjadi ketegangan di ruang yang lingkup–yang oleh orang Dayak Ngaju disebut Danum Kaharingan Belum.

Kesederhanaan pun identik dengan sosok Panglima Burung. Walaupun sosok yang diagungkan, ia tidak bertempat tinggal di istana atau bangunan yang mewah. Ia bersembunyi dan bertapa di gunung dan menyatu dengan alam. Masyarakat Dayak pedalaman pun tidak pernah peduli dengan nilai nominal uang. Para pendatang bisa dengan mudah berbarter barang seperti kopi, garam, atau rokok dengan mereka.

Panglima Burung diceritakan jarang menampakkan dirinya, karena sifatnya yang tidak suka pamer kekuatan. Begitupun orang Dayak, yang tidak sembarangan masuk ke kota sambil membawa mandau, sumpit, atau panah. Senjata-senjata tersebut pada umumnya digunakan untuk berburu di hutan, dan mandau tidak dilepaskan dari kumpang (sarung) jika tak ada perihal yang penting atau mendesak.

Lantas di manakah budaya kekerasan dan keberingasan orang Dayak yang santer dibicarakan dan ditakuti itu? Ada satu perkara Panglima Burung turun gunung, yaitu ketika setelah terus-menerus bersabar dan kesabarannya itu habis. Panglima burung memang sosok yang sangat penyabar, namun jika batas kesabaran sudah melewati batas, perkara akan menjadi lain. Ia akan berubah menjadi seorang pemurka. Ini benar-benar menjadi penggambaran sempurna mengenai orang Dayak yang ramah, pemalu, dan penyabar, namun akan berubah menjadi sangat ganas dan kejam jika sudah kesabarannya sudah habis.
Panglima Burung yang murka akan segera turun gunung dan mengumpulkan pasukannya. Ritual–yang di Kalimankan Barat dinamakan Mangkuk Merah–dilakukan untuk mengumpulkan prajurit Dayak dari saentero Kalimantan. Tarian-tarian perang bersahut-sahutan, mandau melekat erat di pinggang. Mereka yang tadinya orang-orang yang sangat baik akan terlihat menyeramkan. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan tatapan mata ganas yang seperti terhipnotis. Mereka siap berperang, mengayau–memenggal dan membawa kepala musuh. Inilah yang terjadi di kota Sampit beberapa tahun silam, ketika pemenggalan kepala terjadi di mana-mana hampir di tiap sudut kota.

Meskipun kejam dan beringas dalam keadaan marah, Penglima Burung sebagaimana halnya orang Dayak tetap berpegang teguh pada norma dan aturan yang mereka yakini. Antara lain tidak mengotori kesucian tempat ibadah–agama manapun–dengan merusaknya atau membunuh di dalamnya. Karena kekerasan dalam masyarakat Dayak ditempatkan sebagai opsi terakhir, saat kesabaran sudah habis dan jalan damai tak bisa lagi ditempuh, itu dalam sudut pandang mereka. Pembunuhan, dan kegiatan mengayau, dalam hati kecil mereka itu tak boleh dilakukan, tetapi karena didesak ke pilihan terakhir dan untuk mengubah apa yang menurut mereka salah, itu memang harus dilakukan. Inilah budaya kekerasan yang sebenarnya patut ditakuti itu.

Kemisteriusan memang sangat identik dengan orang Dayak. Stereotipe ganas dan kejam pun masih melekat. Memang tidak semuanya baik, karena ada banyak juga kekurangannya dan kesalahannya. Terlebih lagi kekerasan, yang apapun bentuk dan alasannya–entah itu balas dendam, ekonomi, kesenjangan sosial, dan lain-lain–tetap saja tidak dapat dibenarkan. Mata dibalas mata hanya akan berujung pada kebutaan bagi semuanya. Terlepas dari segala macam legenda dan mitos, atau nyata tidaknya tokoh tersebut, Panglima Burung bagi saya merupakan sosok perlambang sejati orang Dayak.
salam damai
it's me
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Posts: 4292
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by MaNuSiA_bLeGuG »

@dayaknese

sis punya cerita lain soal panglima burung ga ? selain dari kerusuhan dayak-madura waktu lalu.
User avatar
dayaknesse
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by dayaknesse »

MaNuSiA_bLeGuG wrote:@dayaknese

sis punya cerita lain soal panglima burung ga ? selain dari kerusuhan dayak-madura waktu lalu.
sambil nyari ya...mudah2an nemu ;)

salam damai
it's me
User avatar
mohammadiot
Posts: 197
Joined: Thu Oct 27, 2011 8:02 pm
Contact:

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by mohammadiot »

@dayaknesse or @umpu kakah
mohon di konfirmasi kawan-kawan . . .

owe pernah denger versi cerita tragedi sampit itu akhirnya meletus dikarenakan para moeslem madura tesebut memaksakan kehendahnya untuk membangun sebuah masjid di lahan perkuburan para leluhur suku dayak, . . . apakan ini bener kiranya kawan . . . ?

thank's . . . .

salam kenal
mihammadiot -
User avatar
umpu kakah
Posts: 1130
Joined: Sun Apr 12, 2009 11:58 pm

Re: sepenggal cerita masa lalu

Post by umpu kakah »

mohammadiot wrote:
@dayaknesse or @umpu kakah
mohon di konfirmasi kawan-kawan . . .

owe pernah denger versi cerita tragedi sampit itu akhirnya meletus dikarenakan para moeslem madura tesebut memaksakan kehendahnya untuk membangun sebuah masjid di lahan perkuburan para leluhur suku dayak, . . . apakan ini bener kiranya kawan . . . ?

thank's . . . .

salam kenal
mihammadiot -
klo yg ini saya belum dengar om, peristiwa itu terjadi bukan semata-mata karena kejadian 1 x aja,tetapi akumulasi dari kejadian2 yg pernah terjadi. seperti yg pernah di post kan oleh dayaknesse. diperistiwa sampit itu aja, bnyak oknum2 provokator biar jadi komflik agama. kaya si kompas tuh contohnya....
Post Reply