Janji Allah dalam konteks Islam

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

keeamad wrote:
Sama, gw juga kurang lebih begitu,
jadi cuma anggapan ente aja kan kalo aulo ngunci ana ???
umpu kakah wrote: pokoknya klo ga mau mengimani awloh,maka awloh akan mengunci hati ente hai para kafirun... :lol: :lol: (benar ga pas?)
Si ouloh bolehnya sirikan begitu, tapi dibilang bersifat iblis gak mau, dasar iblis tukang tepu ya begitu deh ....
User avatar
umpu kakah
Posts: 1130
Joined: Sun Apr 12, 2009 11:58 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by umpu kakah »

keeamad wrote:
Si ouloh bolehnya sirikan begitu, tapi dibilang bersifat iblis gak mau, dasar iblis tukang tepu ya begitu deh ....
seharusnya manusia sadar sendiri, bagaimana mungkin tuhan asli memberi surga kepada umat yg percaya ama dia untuk orgy dengan 72 bidadari, sangat duniawi sekali tawaran tuhan yg ini.
User avatar
kompas
Posts: 7277
Joined: Sun Jun 22, 2008 12:42 pm
Location: bandung

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by kompas »

keeamad wrote:
Si ouloh bolehnya sirikan begitu, tapi dibilang bersifat iblis gak mau, dasar iblis tukang tepu ya begitu deh ....
umpu kakah wrote:seharusnya manusia sadar sendiri, bagaimana mungkin tuhan asli memberi surga kepada umat yg percaya ama dia untuk orgy dengan 72 bidadari, sangat duniawi sekali tawaran tuhan yg ini.
gw sangat heran sekali dengan perkataan kapir ffi, selalu mengatakan "72 bidadari"
dari mana sumber berita adanya "72 bidadari" itu ???

tolong kalian kapir tunjukkan sumber ente...

yaaa.... paling juga sumbernya dengar sini, dengar sana.... ngga beda dengan burung BEO... :finga:
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

keeamad wrote:
Si ouloh bolehnya sirikan begitu, tapi dibilang bersifat iblis gak mau, dasar iblis tukang tepu ya begitu deh ....
umpu kakah wrote: seharusnya manusia sadar sendiri, bagaimana mungkin tuhan asli memberi surga kepada umat yg percaya ama dia untuk orgy dengan 72 bidadari, sangat duniawi sekali tawaran tuhan yg ini.
Setuju, spakat, spandangan bangat .....
Udah gitu akhirat islam adalah MEMANG DIMENSI FISIK, dimana manusia yang hidup di sana adalah TUBUH JASMANIAH :
Makanya ada keterangan, "Manusia yang bangkit di hari akhir setinggi Adam (60 hasta), setampan MUSA, Seusia ISA (33 thn) dan SEHORNY MOMAD (PENIS DENGAN 100X POWER ONTA ARAB) ....."
User avatar
kompas
Posts: 7277
Joined: Sun Jun 22, 2008 12:42 pm
Location: bandung

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by kompas »

umpu kakah wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... an-t10481/

:finga: :finga: :finga:

TIRMZI, vol. 2 halaman 138:

Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
@umpu kakah

coba ente copas hadits itu dalam bahasa aslinya bahasa Arab.

gw minta yang aslinya bahasa Arab, karena sudah tikipal kapir ffi, menebar fitnah.

[-X
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

umpu kakah wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... an-t10481/

:finga: :finga: :finga:

TIRMZI, vol. 2 halaman 138:

Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
kompas wrote: @umpu kakah

coba ente copas hadits itu dalam bahasa aslinya bahasa Arab.

gw minta yang aslinya bahasa Arab, karena sudah tikipal kapir ffi, menebar fitnah.

[-X
Kenapa minta yang asli bahasa arab ? emang hadis itu al qutang ?
Lagipula kalo mo nunjukin di mana salahnya terjemahan itu, adalah tugas ente .....
User avatar
umpu kakah
Posts: 1130
Joined: Sun Apr 12, 2009 11:58 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by umpu kakah »

umpu kakah wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... an-t10481/

:finga: :finga: :finga:

TIRMZI, vol. 2 halaman 138:

Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
kompas wrote: @umpu kakah

coba ente copas hadits itu dalam bahasa aslinya bahasa Arab.

gw minta yang aslinya bahasa Arab, karena sudah tikipal kapir ffi, menebar fitnah.

[-X
berarti terjemahan hadist itu salah ya kompas?ato mungkin udh dirobah artinya??? :rolleyes: :rolleyes: :rolleyes:
User avatar
kompas
Posts: 7277
Joined: Sun Jun 22, 2008 12:42 pm
Location: bandung

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by kompas »

umpu kakah wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... an-t10481/

:finga: :finga: :finga:

TIRMZI, vol. 2 halaman 138:

Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
kompas wrote: @umpu kakah

coba ente copas hadits itu dalam bahasa aslinya bahasa Arab.

gw minta yang aslinya bahasa Arab, karena sudah tikipal kapir ffi, menebar fitnah.

[-X
umpu kakah wrote:berarti terjemahan hadist itu salah ya kompas?ato mungkin udh dirobah artinya??? :rolleyes: :rolleyes: :rolleyes:
ente copas dulu aslinya, kemudian barulah dapat dilihat mana salahnya.

:turban:
User avatar
kompas
Posts: 7277
Joined: Sun Jun 22, 2008 12:42 pm
Location: bandung

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by kompas »

umpu kakah wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... an-t10481/

:finga: :finga: :finga:

TIRMZI, vol. 2 halaman 138:

Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
kompas wrote: @umpu kakah

coba ente copas hadits itu dalam bahasa aslinya bahasa Arab.

gw minta yang aslinya bahasa Arab, karena sudah tikipal kapir ffi, menebar fitnah.

[-X
keeamad wrote:Kenapa minta yang asli bahasa arab ? emang hadis itu al qutang ?
Lagipula kalo mo nunjukin di mana salahnya terjemahan itu, adalah tugas ente .....
Tidak ada hadits aslinya bahasa Indonesia, aslinya hadits pastilah bahasa Arab.
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

@ kompas,
ya udah, kalo lo sanggup buktiin terjamahan itu hadis salah, bawa aja kemari yang asli terus lo terjamahin sendiri .....
User avatar
kompas
Posts: 7277
Joined: Sun Jun 22, 2008 12:42 pm
Location: bandung

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by kompas »

keeamad wrote:@ kompas,
ya udah, kalo lo sanggup buktiin terjamahan itu hadis salah, bawa aja kemari yang asli terus lo terjamahin sendiri .....
kalian kapir yang membawa hadits itu disini, kenapa dilempar ke gw ???

itulah yang selalu gw katakan, tipikal kapir ffi, selalu menebar fitnah.
tentunya kalian kapir ffi orang beragama juga, bukan ?

kalo kalian beragama, apakah agama kalian mengajarkan umatnya untuk menebar fitnah kesana kemari ???

kalian kapir, selalu menuduh Islam adalah agama dari iblis, tapi kalian tidak melihat diri kalian sendiri, menebar fitnah kesana kemari.

agama macam apa yang kalian anut itu, hah ???
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

keeamad wrote:@ kompas,
ya udah, kalo lo sanggup buktiin terjamahan itu hadis salah, bawa aja kemari yang asli terus lo terjamahin sendiri .....
kompas wrote: kalian kapir yang membawa hadits itu disini, kenapa dilempar ke gw ???

itulah yang selalu gw katakan, tipikal kapir ffi, selalu menebar fitnah.
tentunya kalian kapir ffi orang beragama juga, bukan ?

kalo kalian beragama, apakah agama kalian mengajarkan umatnya untuk menebar fitnah kesana kemari ???

kalian kapir, selalu menuduh Islam adalah agama dari iblis, tapi kalian tidak melihat diri kalian sendiri, menebar fitnah kesana kemari.

agama macam apa yang kalian anut itu, hah ???
Gw cuma copas, kenapa lo bilang fitna ?
Yang fitna yang terjemahin dong, kalo memang terjemahannya salah ....

Kalo lo anggap salah, tinggal buktikan itu salah, janga lo anggap fitna,
gitu aja ko repot ....
User avatar
kompas
Posts: 7277
Joined: Sun Jun 22, 2008 12:42 pm
Location: bandung

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by kompas »

keeamad wrote:@ kompas,
ya udah, kalo lo sanggup buktiin terjamahan itu hadis salah, bawa aja kemari yang asli terus lo terjamahin sendiri .....
kompas wrote: kalian kapir yang membawa hadits itu disini, kenapa dilempar ke gw ???

itulah yang selalu gw katakan, tipikal kapir ffi, selalu menebar fitnah.
tentunya kalian kapir ffi orang beragama juga, bukan ?

kalo kalian beragama, apakah agama kalian mengajarkan umatnya untuk menebar fitnah kesana kemari ???

kalian kapir, selalu menuduh Islam adalah agama dari iblis, tapi kalian tidak melihat diri kalian sendiri, menebar fitnah kesana kemari.

agama macam apa yang kalian anut itu, hah ???
keeamad wrote:Gw cuma copas, kenapa lo bilang fitna ?
Yang fitna yang terjemahin dong, kalo memang terjemahannya salah ....

Kalo lo anggap salah, tinggal buktikan itu salah, janga lo anggap fitna,
gitu aja ko repot ....
hmmmm... gw sangka ente manusia yang berakal....
ente mengetahui bahwa Muhammad bukan orang Indonesia, bukan ???
kenapa ente tampilkan hadits dalam bahasa Indonesia ???

jika ente manusia yang cerdas dan berakal sehat, pasti ente akan telusuri, mana aslinya bahasa Arab.
kenapa tetap kalian tampilkan ???? karena ada fitnah dibalik itu.. !!!!

jika ente mengusung kebenaran, tidak seperti ini perbuatan ente.

[-X
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

keeamad wrote:@ kompas,
ya udah, kalo lo sanggup buktiin terjamahan itu hadis salah, bawa aja kemari yang asli terus lo terjamahin sendiri .....
kompas wrote: kalian kapir yang membawa hadits itu disini, kenapa dilempar ke gw ???

itulah yang selalu gw katakan, tipikal kapir ffi, selalu menebar fitnah.
tentunya kalian kapir ffi orang beragama juga, bukan ?

kalo kalian beragama, apakah agama kalian mengajarkan umatnya untuk menebar fitnah kesana kemari ???

kalian kapir, selalu menuduh Islam adalah agama dari iblis, tapi kalian tidak melihat diri kalian sendiri, menebar fitnah kesana kemari.

agama macam apa yang kalian anut itu, hah ???
keeamad wrote:Gw cuma copas, kenapa lo bilang fitna ?
Yang fitna yang terjemahin dong, kalo memang terjemahannya salah ....

Kalo lo anggap salah, tinggal buktikan itu salah, janga lo anggap fitna,
gitu aja ko repot ....
kompas wrote: hmmmm... gw sangka ente manusia yang berakal....
ente mengetahui bahwa Muhammad bukan orang Indonesia, bukan ???
kenapa ente tampilkan hadits dalam bahasa Indonesia ???

jika ente manusia yang cerdas dan berakal sehat, pasti ente akan telusuri, mana aslinya bahasa Arab.
kenapa tetap kalian tampilkan ???? karena ada fitnah dibalik itu.. !!!!

jika ente mengusung kebenaran, tidak seperti ini perbuatan ente.

[-X
Orang berakal makanya diterjemahin balul ....
Al qutang ente aja diterjamahin bisa, kenapa hadits gak bisa ???
ente aja yang kekurangan akal tapi ngerasanya bener sendiri .....
Udah deh, tunjukin aja di mana salahnya kalo emang menurut lo salah .....
Jangan oot dan ngeles ke mana - mana .....
User avatar
umpu kakah
Posts: 1130
Joined: Sun Apr 12, 2009 11:58 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by umpu kakah »

cari digoogle pas,bnyak tuh udh terjemahan hadist itu.gitu aja kok repot!kecuali bnr hadist itu udh dirobah... :rolling: :rolling:
ato jgn2 alasanya hadist itu ga sahih lg
User avatar
duren
Posts: 11117
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by duren »

kompas wrote:Tidak ada hadits aslinya bahasa Indonesia, aslinya hadits pastilah bahasa Arab.
Welehhh .. tanding ilmu hadis sama si JZ langsung lipat ekor loe , padahal hadis si JZ pake bahasa Indonesia :lol:
User avatar
Cratos.RR
Posts: 98
Joined: Sat Nov 19, 2011 2:22 pm
Location: Di Lembah Kidron

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by Cratos.RR »

dayaknesse wrote: ayo wal...dijawab dulu tuh pertanyaannya TS...janji Allah yg mana yg digenapi dlm ayat itu...???
aku juga jd pengen tau...sebenarnya Allah janjiin apa sih???
salam damai
it's me
Salam nona dayaknesse,

Anda jeli sekali dalam membaca ulasan dari awal dan mengangkat nya kembali untuk dipertanyakan.
Sebenarnya bung Duren telah memberikan jawaban atas hal tersebut. Namun teman teman muslim berusaha untuk tidak memahami hal tersebut.

Saya memang sengaja untu tidak mencecar bung Kompas di awal dengan pertanyaan itu karena saya ingin bung Kompas dan para pembaca mempunyai kerangka berpikir yang jelas terlebih dahulu.

Silahkan teman teman muslim menanggapinya,

Salam anak bangsa
User avatar
Cratos.RR
Posts: 98
Joined: Sat Nov 19, 2011 2:22 pm
Location: Di Lembah Kidron

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by Cratos.RR »

Salam bung Kompas,

Ini kedua kalinya bung menanggapi komentar saya dan anda tetap berada pada jalur pembahasan kita, Terima kasih bung.
kompas wrote: dalam hal ini saya tidak akan mendebatkan apa persamaan dan perbedaan antara suni dan shiah, karena pengetahuan agama saya sangat terbatas.
Baik, saya setuju untuk tidak mendebatkan persamaan dan perbedaan antara sunni dan shiah dan anda memberikan alasan yang tegas untuk hal itu, saya hargai sikap anda itu.

Bagian pertanyaan:

Cratos.RR wrote:
Dari pernyataan anda diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
1. Penambahan tafsir dalam kurung dapat merubah makna
kompas wrote: betul..
Cratos.RR wrote:
2. Berdasarkan sumber ayat yg saya tulis dan anda tulis berbeda, terdapat ketidakseragaman pemahaman dalam kalangan umat Islam itu sendiri.
kompas wrote: betul... terutama perbedaan terjadi dari kelompok suni dan shiah.
supaya anda ketahui, perbedaan dalam Islam adalah rakhmat, selama tidak menyentuh masalah Aqidah, dan tidak merubah tulisan bahasa Qur'an aslinya.
Bung Kompas, saya tidak setuju pendapat anda bahwa ketidak seragaman atau perbedaan dalam Islam adalah rahmat, selama tidak menyentuh masalah aqidah dan tidak merubah tulisan. Ketidak setujuan saya dikarenakan anda berusaha mengambangkan makna dari perbedaan itu sendiri. Jika anda tetap mempertahankan bahwa perbedaan itu rahmat, silahkan dijelaskan lebih lanjut berdasarkan pertanyaan dibawah ini:

1. Apakah tanggapan yang anda tulis merupakan pemikiran anda sendiri? Ataukah pemikiran muslim pada umumnya?

2. Dapatkah anda memberikan bukti ayat dalam Al-Quran yang menyatakan perbedaan adalah rahmat dalam Islam?

3. Saya yakin anda mengetahui konflik yang terjadi antara sunni dan shia (ini sebagai contoh perbandingan).Dan jangan bertanya konflik seperti apa, sekali lagi karena saya yakin anda mengerti hal itu dan anda pasti tidak ingin berkutat dan berputar putar untuk membahas masalah konflik apa.

Menurut anda konflik terbuka antar sunni dan shia, apakah dianggap rahmat bagi kedua pengikut golongan itu?
Bila iya, silahkan diberikan dasar untuk menguatkan pernyataan iya tersebut.

Bila tidak, ada dua hal yang dapat anda lakukan
- silahkan anda mengganti alasan anda mengenai ketidak seragaman dalam umat Islam.
- silahkan anda dan para pembaca berpikir mengapa hal itu terjadi.
Mengapa Allah SWT tidak becus dalam mempersatukan umatnya?
Mengapa Allah SWT tidak menampilkan sisi ke Maha an nya malah menunjukan salah satu sifat manusia yakni tidak mampu bersikap tegas?

Cratos.RR wrote:
3. Apabila setiap orang atau golongan mempunyai penafsiran berbeda dan menambahkan pada ayat Al-Quran, dapat terlihat jelas bahwa
hal itu menandakan Al-Quran tidak dapat dimengerti oleh manusia.
Hal ini menegaskan bahwa Al-Quran tidak berasal dari Tuhan yang sejati dan Allah SWT bukan merupakan Tuhan yang sejati.
Segala sesuatu yang berasal dari Tuhan dengan ke Maha annya, haruslah dapat diterima dan dimengerti dalam logika pikiran manusia dan sesuai dengan akal sehat dan hati nurani.

kompas wrote: lihat yang saya besarin, perbedaan penafsiran boleh berbeda, tapi tidak dibenarkan siapapun orangnya untuk menambah, mengurangi dan merubah ayat aslinya, dalam bahasa Arab Al Qur'an. !!!!!

contohnya kata JIHAD.
banyak perbedaan pendapat dan penafsiran untuk kata itu.

seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa perbedaan pendapat dan penafsiran dalam Islam tidak dilarang, asal saja tidak merubah ayat Qur'an dalam bahasa aslinya, bahasa Arab Al Qur'an.
Bung Kompas, agar anda mengerti maksud ulasan saya yang nomor tiga, saya akan copas tanggapan anda sebelumnya.
kompas wrote: Yang saya katakan adalah TERJEMAHAN yang anda copas tidak sama dengan terjemahan yang saya copas.
Lihat terjemahan anda yang dalam kurung 152. Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu (untuk menganugerahkan kemenangan pada perang Uhud)

Lihat yang anda tulis dalam kurung, sehingga merubah makna dari tujuan ayat QS.3.152.
Seolah-olah janji Allah berkaitan dengan kemenangan dalam perang Uhud.
Padahal, janji Allah berkaitan dengan sambungan terjemahan selanjutnya yaitu :

QS.3.152. Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya

kalimat tafsir dalam kurung pada terjemahan anda, menyesatkan, tidak sesuai dengan tujuan ayat sebenarnya.
Anda dapat melihat dengan perbedaan tafsir antar sunni dan shiah, pengertian apa yang merupakan janji Allah SWT juga berbeda.
Anda mengatakan janji tersebut berkaitan dengan terjemahan selanjutnya, sedangkan terjemahan selanjutnya adalah
yaitu ketika kamu membunuh para musuh dengan izin-Nya

Untuk pihak shia sebelum ayat diatas ada kalimat (untuk menganugerahkan kemenangan pada perang Uhud),
dan sesudah ayat tersebut ada kalimat (di permulaan perang)
Hal ini bermakna bahwa shia menganggap janji Allah adalah untuk menganugerahkan kemenangan pada perang Uhud,
sedangkan mengenai izin membunuh mempunyai pengertian yang sama dengan etimologinya yakni memberikan izin untuk membunuh.

Untuk anda tidak ada kalimat yang menjelaskan.
Dan ayat ini anda artikan bahwa janji Allah itu adalah janji untuk memberikan izin membunuh.
Bung, kalau seperti itu ayat tersebut menjadi tidak istimewa dan tidak bermakna. Allah selalu memberikan izin membunuh kepada umat Islam. Banyak ayat Al-Quran yang menegaskan hal ini. Saya yakin anda tau ayat ayat yang saya maksudkan.

Dapatkah sekarang bung memahami pernyataan saya bahwa
Apabila setiap orang atau golongan mempunyai penafsiran berbeda dan menambahkan pada ayat Al-Quran, dapat terlihat jelas bahwa
hal itu menandakan Al-Quran tidak dapat dimengerti oleh manusia.


Apakah penambahan makna tersebut tidak membuat bingung? Shia dan anda sudah berbeda pendapat mengenai satu ayat, barangkali para pembaca juga mempunyai pendapat yang berbeda.
Tuhan yang sejati tidak akan membuat bingung umatnya akan perkataan Nya,

Jadi untuk apa Allah SWT menurunkan ayat bila semua orang dapat mempunyai pendapat yang berbeda akan maknanya.
Secara logika berpikir manusia, manusia menganggap Tuhan yang sejati mempunyai kuasa akan segala sifat ke Maha an nya.
Dimana letak kuasa ke Maha an nya bila untuk menurunkan satu ayat saja Allah SWT tidak mampu memberikan ayat yang jelas kepada umatnya, mudah dimengerti dan mempunyai pengertian tunggal bagi yang membacanya.
Hal ini membuktikan bahwa Allah SWT bukanlah Tuhan yang sejati.

Cratos.RR wrote:
4. Islam bukanlah suatu agama yang universal dan mengikuti tata aturan /kaidah secara universal juga.
Bila anda katakan sempurna dalam tulisan bahasa aslinya, ini berarti anda telah merendahkan keberadaan Allah SWT dan anda mengakui bahwa Allah SWT hanya mampu berbicara dalam bahasa Arab.
Hal ini kembali menegaskan bahwa Al-Quran tidak berasal dari Tuhan yang sejati dan Allah SWT bukan merupakan Tuhan yang sejati.
Tuhan yang sejati harus dapat berbicara dengan semua bahasa ciptaannya. Tuhan yang sejati tidak boleh terkendala dengan bahasa dan penulisan. Tuhan yang sejati tidak boleh terkendala ruang dan waktu dan tempat.

kompas wrote: AL QUR'AN ditujukan untuk seluruh umat manusia, tidak pandang suku bangsa, ras dan warna kulit.
sungguh tidak masuk akal, jika Tuhan menurunkan firmannya dalam banyak bahasa, sesuai dengan banyaknya suku bangsa didunia ini.
taroh kata, suku bangsa dan beragam bahasa manusia didunia ini berjumlah 100.000 bahasa, apakah Tuhan harus menurunkan firmannya dalam 100.000 bahasa pula ?????
Al Qur'an diturunkan dan ditulis dalam bahasa Arab, tentulah Tuhan Maha Mengetahui, bahasa Arab ada kelebihan dari bahasa lainnya didunia ini.
Bung Kompas, bung lagi lagi menyepelekan Allah SWT. Kalau Allah SWT memang Tuhan yang sejati, Allah SWT pasti sanggup melakukan apa saja termasuk menurunkan dalam 100.000 bahasa bukan hanya bahasa Arab. Mengenai hal ini, bung berusaha menyembunyikan fakta bahwa setiap orang dapat membaca dan memahami AL-Quran dengan cepat dan jelas bila ditulis dalam bahasa ibunya.
Kenapa menurut bung Kompas , bila diterjemahkan diartikan dengan tidak asli lagi?
Bung, anda lagi lagi mengebiri ke Maha an Allah SWT bila memang Allah SWT memang Tuhan yang sejati.

Bila diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, tidak akan menjadi masalah bukan? Justru hal itu akan menjadikannya bersifat universal, menyeluruh menyentuh semua komponen masyarakat di belahan dunia manapun.

Bila anda mengatakan Al-Quran tidak boleh dibaca dengan bahasa lain selain bahasa Arab.
Hal itu mengandung dua pengertian:
- Pengkultusan terhadap bahasa Arab dan budaya Arab.
Apa bedanya bahasa Arab dengan bahasa lainnya, jika memang bahasa Arab istimewa ,
Mengapa Allah SWT tidak mengatakannya langsung?
Mengapa Allah SWT tidak menciptakan satu bahasa saja yakni bahasa Arab?
Mengapa Allah tidak menyukai ciptaannya lainnya yaitu tata bahasa yang lain?
Jika Allah SWT pilih kasih kalau seperti itu, akan gugurlah pendapat yang mengatakan Allah SWT adalah Tuhan yang sejati.
Tuhan sejati

- Allah SWT tidak mampu menyiapkan Al-Quran yang diturunkan nya untuk bersifat universal. Allah SWT hanya mampu mendengar
umatnya dalam bahasa Arab saja.
Anda lagi lagi mengebiri ke Maha an Allah SWT bila memang Allah SWT memang Tuhan yang sejati.


Bagian pernyataan:

Cratos.RR wrote:
1.Kenapa kitab yang sempurna membutuhkan buku lain untuk menafsirkannya?
kompas wrote: Tidak ada paksaan untuk menggunakan TAFSIR dalam memahami pesan Qur'an sepanjang anda mampu untuk memahami maknanya dan mengamalkannya.
Tafsir diperlukan oleh mereka yang tidak mampu memahami pesan Al Qur'an.

saya akan ambil contoh gampangnya, dalam pengamalan PANCASILA, yang hanya 5 sila.
apakah menurut anda, 5 sila itu belum sempurna ?
jika sudah sempurna, untuk apalagi diperlukan penataran dan pengamalan Pancasila yang memakan waktu berbulan-bulan ?

apalah lagi dengan Qur'an, sebagai pedoman dalam kehidupan didunia ini, hanya sedikit orang yang mampu memahami Qur'an tanpa adanya bantuan Tafsir, dan itupun harus pula didampingi dan dibimbing ahlinya.
"hanya sedikit orang yang mampu memahami Qur'an tanpa adanya bantuan Tafsir"
Bukankah ini merupakan pendapat pribadi anda.Bila bukan pendapat pribadi, silahkan dicantumkan referensinya.

Bung, mengapa Allah SWT bila memang Allah SWT memang Tuhan yang sejati, sepertinya mempersulit umatnya untuk mengerti ucapannya?
Jika Allah SWT memang Tuhan yang sejati, tentu dia gak kesulitan dalam memberikan pengertian kepada siapapun mengenai ucapannya, karena tulisan perkataannya mudah dipahamu.

Disini anda lagi lagi mengebiri ke Maha an Allah SWT bila memang Allah SWT memang Tuhan yang sejati.
Dan anda lihat, dengan tafsir setiap orang mempunyai pengertian yang berbeda beda akan ayat ayat Al-Quran. Hal ini membuktikan Al-Quran bukanlah kitab yang sempurna dan penyempurna.

Cratos.RR wrote:
2.Mengapa Allah teledor dan tidak becus dalam "menurunkan" kitab, sehingga manusia membutuhkan buku tafsir untuk memahaminya?
kompas wrote: sudah saya jelaskan diatas.
Bung Kompas, tafsiran dapat kita katakan sebagai revisi. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Dikarenakan, bila suatu hal sudah sempurna, dia tidak akan memerlukan revisi yang berupa tafsiran sehingga ayat ayat tersebut bermakna.

Cratos.RR wrote:
3.Benarkah Allah SWT itu Tuhan yang sejati kalau perbuatannya seperti itu?
kompas wrote: apakah menurut anda Tuhan sejati seharusnya menurunkan kitab suci untuk membimbing manusia sesuai dengan banyaknya suku bangsa, dan beragam bahasa yang digunakan manusia ?
agar supaya manusia dapat memahami dan tidak memerlukan penafsiran lagi ???

jika didunia ini terdapat 100.000 suku bangsa dan beragam bahasa yang berbeda, maka Tuhan yang sejati harus menurunkan 100.000 kitab suci dan para nabi sesuai suku bangsa itu ???
Bung kompas, anda lagi lagi mengebiri ke Maha an Allah SWT bila memang Allah SWT memang Tuhan yang sejati.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sejati, diberikan akal pikiran. Manusia bisa menterjemahkan kedalam berbagai bahasa sesuai kemampuannya dalam bahasa yang dipilih untuk diterjemahin. Inilah yang dipakai oleh Tuhan yang sejati untuk menyebarkan ucapannya secara luas. Untuk apa Tuhan yang sejati mesti menurunkan 100.000 kitab suci bila manusia sebagi umatNya mampu menterjemahkannya?


Cratos.RR wrote:
4.Apakah benar Al-Quran berasal dari Tuhan yang sejati?
kompas wrote: sangat-sangat benar !!!!!
Tuhan yang sejati pastilah Maha Mengetahui, dan Al Qur'an yang ditulis dalam bahasa Arab Al Qur'an yang ada sekarang ini adalah sangat-sangat tepat !!!!
Bung Kompas, bila anda sudah melihat dan memahami ulasan saya diatas. Tentu anda dapat mengerti kesimpulannya bahwa Allah SWT bukan Tuhan yang sejati. Hal ini membuktikan asal susul Al-Quran yang tidak berasal dari Tuhan yang sejati.

Salam anak bangsa,
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Janji Allah dalam konteks Islam

Post by keeamad »

@Cratos
Menurut kesimpulan saya, Kompas (seharusnya) mengatakan, "allohh (termasuk frimannya) itu tidak untuk dimengeri, tapi diAMINI dan diIMANI saja .... "
Pada kenyataannya, Memahaami quran harus dengan bimbingan orang yang memahami, padahal apa jaminannya orang tsb pasti lebih memahami isi quran dibanding orang yg dibimbingnya ?

Karena esensi dari suatu "Perintah yang tidak jelas" adalah : "Tidak Untuk Dipahami Dengan Jelas Secara Seragam" .....
Jadi sah2x saja orang mau memahami ayat2x quran versinya sendiri, tanpa ada orang lain yang boleh mengklaim bahwa pemahaman dia yang paling benar ...

Karena pemahaman yang paling benar (yg paling mengerti) dari ayat quran adalah cuma dimiiliki oleh SI PEMBERI PERINTAH, alloh swt sendiri ....

Salam
Post Reply