Download
Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Faithfreedompedia.zip
Link Utama
FFI | Portal | Forum

Sejarah: Pemerkosaan terhadap wanita tahanan perang

Dari Faithfreedompedia
Langsung ke: navigasi, cari
Sebelum kita melihat kasus-kasus abad 21, mari kita tinjau dulu SEJARAH PEMERKOSAAN sesuai dgn SUNNAH nabi MUHAMMAD. 

Sumber:

NABI MENYUKAI TIGA HAL DUNIAWI - PARFUM, WANITA DAN MAKANAN

Quran & Sex dgn budak/wanita tahanan perang


Daftar isi

PEMERKOSAAN SELAMA 3 HARI TERADAP WANITA BANI UMAMAH DI KHAT'AM


Referensi dari The Book of Idols ditulis oleh Hisham Ibn Al-Kalbi, sekitar tahun 819 M, diterjemahkan oleh Nabih Amin Faris. Juga dari The Concise Encyclopaedia of Islam (1999).

Twilight in the Kingdom.jpg

Ini peristiwa yg dicatat secara luas, misalnya oleh buku diatas. Selain itu, di buku al-Kabali berjudul "The Book of Idols" Princeton Univ. Pr., hal. 31 ditulis bahwa Muslim membunuhi ratusan Bani UMAMAH dalam usaha menghancurkan patung berhala dhu-al-Khalasah yang terletak dekat San'a. Setelah Muslim berhasil mengalahkan kafir dan menghancurkan patung berhala, maka apa yang lalu mereka lakukan? Apa lagi jika bukan MEMPERKOSA PARA WANITA KAFIR!!

Sajak Tangisan Para Wanita Kafir yang Diperkosa para Jihadi Muslim


The banu-Umamah, each wielding his spear,
Were SLAUGHTERED at al-Waliyah, their abode;
They came to defend their shrine only to find
Lions with brandished swords clamouring for blood.
The women of Khath'am were then HUMILIATED
by the men of Ahmas and DEBASED.

terjemahan:


Masyarakat Umamah, tiap orang menggenggam tombaknya,
DIBANTAI di al-Waliyah, tempat tinggal mereka;
Mereka datang untuk membela tempat ibadahnya tapi menemukan
Singa2 dengan pedang2 terayun berlumuran darah.
Para wanita Khath'am lalu DIHINA
oleh orang2 Ahmas dan DIPERKOSA.

Berapa lamakah perkosaan berlangsung

Biasanya setelah menaklukkan korbannya di Jihad perampokan, Muhammad tinggal di daerah tersebut selama TIGA HARI. Dalam jangka waktu itu, para Jihadi memuaskan nafsu berahinya terhadap para wanita kafir. Tiga hari berpesta-pora seks dan perkosaan dalam nama Islam.

FOTO: lampiran halaman salah sebuah biografi nabi yg ditulis Muslim

The Noble Life of the Prophet.jpg

terjemahan kalimat yang digarisi:
Sang Nabi tinggal di Badr selama TIGA hari, kebiasaan yang tidak hanya dilakukan di perampokan Badr, karena Anas ibn Maalik menyampaikan bahwa Abu Talhah berkata, "Memang benar, ketika Nabi Allah berhasil menaklukkan orang2 (kafir), dia akan tinggal di tempat (medan perang) selama TIGA malam."

Ada banyak alasan mengapa sang Nabi tinggal di medan perang selama TIGA hari setelah perang selesai. Pertama, sang Nabi mungkin ingin merasa yakin bahwa perang telah benar2 berakhir; ini mungkin termasuk mengejar musuh yang melarikan diri, untuk meyakinkan mereka kembali pulang, dan mengumpulkan para tawanan. Kedua, sang Nabi dan sahabat2nya tentu saja harus mengubur yang mati, karena Muslim mati syahid akan dikubur di medan perang; dalam hal ini, tiada Muslim mati syahid yang dikubur di luar Badr.

Yang 'lupa' dijelaskan penulis Muslim adalah selama tiga hari itu, para Jihadis juga sibuk ber-AZL ria. Kegiatan ber-azl ria ini banyak dijelaskan di berbagai hadis sahih. Dari sinilah kita mengetahui bahwa biasanya para Jihadis diberi waktu tiga hari tiga malam untuk pesta seks memperkosa tawanan2 kafir.

Al-Azl atau Coitus Interruptus atau Mengeluarkan Sperma di Luar Tubuh Wanita

Sumber:


Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 459:
Juga Hadis Sahih Bukhari Vol. 5-#459
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:

Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya
tentang coitus interruptus (Al-Azl). Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa
(penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang
dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami
suka melakukan coitus interruptus. Maka ketika kami bermaksud melakukan azl/coitus interruptus
kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah
yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian
tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan)
memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’” 


Malik’s Muwatta: Book 29, Number 29.32.99:
Yahya mengisahkan padaku dari Malik dari Damra ibn Said al-Mazini dari al-Hajjaj ibn Amr ibn Ghaziya ketika dia sedang duduk dengan Zayd ibn Thabit, ketika Ibn Fahd datang padanya. Dia berasal dari Yemen. Dia berkata, “Abu Said! Aku punya budak2 wanita. Tidak ada istri2ku yang bisa menyenangkanku seperti budak2ku, dan tidak ada budak2ku yang begitu menyenangkanku sehingga aku sampai ingin punya anak dari mereka, jadi haruskah aku melakukan azl/coitus interruptus?” ....



Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 135:
Dikisahkan oleh Jabir:

Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus semasa hidup Rasul Allah. 


Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506:
Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:

Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan-tawanan
wanita dan ingin menyebuhi wanita2 itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim)
tanya pada Nabi tentang azl/coitus interruptus...


Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 136:
Dikisahkan oleh Jabir:

Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus ketika Qur’an diwahyukan. Jabir menambahkan:
Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus semasa hidup Rasul Allah ketika Qur’an sedang diwahyukan. 

Azl dan wahyu Illahi!!! Pasangan serasi!!



Sahih Muslim Book 008, Number 3371:
Abu Sirma berkata kepada Abu Sa'id al Khadri:

Wahai Abu Sa'id, apakah kau mendengar Rasul Allah berkata tentang al-azl/coitus interruptus?
Dia berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasul Allah dalam perjalanan ke Bi'l-Mustaliq
dan mengambil tawanan2 wanita Arab yang cantik2; kami terangsang melihat mereka, karena kami
jauh dari istri2 kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin menggunakan mereka sebagai sandra
untuk ditebus (dengan uang). Karena itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka
tapi dengan melakukan azl/coitus interruptus.... 


Sahih Muslim Book 008, Number 3373:

Abu Sa'id al-Khudri melaporkan: Kami menangkap tawanan2 wanita dan kami ingin melakukan
azl/coitus interruptus dengan mereka … 


Malik's Muwatta Book 29, Number 29.32.96:

Yahya mengisahkan padaku dari Malik dari Abu ‘n-Nadr, maulah Umar ibn Ubaydullah dari
Amir ibn Sad ibn Abi Waqqas dari ayahnya bahwa dia biasa melakukan azl/coitus interruptus. 


Sunan Abu Dawud Book 11, Number 2166:
Dikisahkan oleh AbuSa'id al-Khudri:

Seorang pria berkata: Rasul Allah, aku punya seorang budak wanita dan aku mengeluarkan penisku
dari tubuhnya (ketika sedang berhubungan seks), dan aku tidak mau dia menjadi hamil. Aku melakukan
itu karenanya. Orang2 Yahudi berkata bahwa mengeluarkan penis (azl) adalah sama seperti mengubur
hidup2 anak2 perempuan dalam skala kecil. Dia (sang Nabi) berkata: Orang Yahudi itu berbohong.
Jika Allah memang mau menciptakan (bayi), maka kau tidak dapat mencegahnya.
Akun
Ruang nama
Varian
Tindakan
Navigasi
faithfreedompedia
Peralatan