Download
Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Faithfreedompedia.zip
Link Utama
FFI | Portal | Forum

Kejadian-Kejadian Setelah Taubat dan Pidato Ancaman dari Muhammad bagi Muslim Arab Baduy

Sebarkan halaman ini dengan:
Share/Bookmark

Dari Faithfreedompedia

Langsung ke: navigasi, cari

Bab 14

Dari Buku:

Sebelum Sura Taubah, suku Thakif membunuh utusan Muhammad, yang dikirim pada mereka untuk melarang ibadah agama dan naik haji dan untuk menghancurkan kuil Al-Lat. Suku Thakif lalu ingin memperbaharui perjanjian untuk terus memuja Al-Lat dengan Muhammad selama tiga tahun lagi.

Muhammad menolak tawaran mereka karena mereka telah membunuh utusannya. Akibat penolakan ini dan karena suku Thakif sadar akan bahaya yang datang dari Muhammad dan suku Quraish, maka suku Thakif menerima persyaratan yang diajukan Muhammad dan Abu Sufyan. Abu Sufyan, yang saat ini telah kehilangan satu matanya dalam pengepungan Al-Taf, datang menemui suku Thakif bersama Almogirah untuk menghancurkan kuil² dan patung² Al-Lat dan Minah.

Khaled bin Walid lalu menghancurkan kuil dan patung² Al-Uzza. Saat itu, Muhammad dan Abu Sufyan telah menghancurkan semua patung dan kuil dan hanya menyisakan Ka’bah di Mekah sebagai satu²nya tempat untuk beribadah haji.

Sura Taubah mengandung ayat² ancaman Muhammad dan suku Thakif menurut pada kemauan Muhammad dan suku Quraish dengan membiarkan berhala Al-Lat dihancurkan dan mengakui Ka’bah sebagai satu²nya tempat ibadah haji. Suku Thakif adalah satu²nya suku yang tidak bisa ditundukkan oleh gabungan tentara Muhammad dan suku Quraish.

Setelah suku Thakif menuruti kemauan Muhammad, suku² Baduy lainnya takut akan hukuman Muhammad dan mulai mengadakan perdamaian dengannya, dengan setuju membayar zakat dan juga sedekah baginya. Tahun ini disebut sebagai tahun delegasi (utusan). Muhammad juga mulai melaksanakan hukuman²nya yang dulu diancamkannya terhadap para Muslim.

Muhammad menyebut nama² Muslim yang diragukan kesetiannya pada Muhammad [67] dan mengusir mereka dari mesjid di muka umum, terutama dengan cara menyebut nama² dan mengatakan pada mereka, ‘Kalian munafik, pergi keluar dari sini!’ [67] Ibn Kathir, hal. 904.

Cara Muhammad ini ditiru dan diterapkan oleh semua raja² dan presiden² Arab jika mereka merasa ada bawahannya yang tidak menunjukkan kesetiaan dan semangat berbakti pada mereka. Mereka melakukan sikap diktator yang sama, dengan mempermalukan bawahan mereka di muka umum dan mengusir mereka dari pertemuan², dan mengatakan kata² yang persis sama, ‘Kalian munafik, pergi keluar dari sini!’

Bab 15

Menghapus Ayat-Ayat Setan

Bookmark halaman ini dengan:
Share/Bookmark
Peralatan pribadi