. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Laurent » Sat Jan 30, 2010 5:15 pm

Sultan Kurang Berkenan Konsep Serambi Madinah Dikaitkan Islam
Saturday, 30 January 2010 08:42 Nasional
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengaku tidak akan mengeluarkan peraturan daerah (Perda) untuk menjuluki Yogyakarta Serambi Madinah



Hidayatullah.com-- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X tak akan mengeluarkan peraturan daerah (Perda) Serambi Madinah untuk menjuluki wilayahnya. Sebab menurutnya, julukan itu hanya inisiatif masyarakat, bukan pemerintah.

"Julukan itu inisiatif masyarakat. Silakan saja disebut begitu, itu bukan inisiatif pemerintah. Pemprov DIY tidak mengeluarkan perda tentang julukan tersebut," katanya dikutip Antara.


Namun demikian, Sultan berharap konsep Yogyakarta Serambi Madinah yang direkomendasikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY itu, tidak diartikan masyarakat hanya dalam konteks agama Islam.

"Konsep ini perlu dimaknai juga dari sisi budaya, masyarakat harus memahami bahwa Serambi Madinah itu adalah dari konteks budayanya, bukan agama," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Ia mengatakan konsep tersebut di dalamnya menghargai semua etnik dan perbedaan agama. Konsep itu bukan dalam pengertian Arab atau Islam saja, karena Yogyakarta merupakan kota yang menghargai pluralitas.

Oleh karena itu, konsep Yogyakarta Serambi Madinah jangan sampai disalahartikan dan bertentangan dengan dinamisasi masyarakat yang sangat beragam.

"Yogyakarta kota yang menghargai keberagaman. Jika konsepnya menjadi meng-Islam-kan, kami akan mundur, karena tidak sesuai dengan kondisi pluralitas kebangsaan yang sudah ada," katanya.


MUI


Sebagaimana diketahui, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat siap memproklamirkan diri sebagai Ngayogyakarta Serambi Madinah yang digadang-gadang akan mendukung keistimewaan DIY. Konsep yang terinspirasi dari Piagam Madinah ini tengah digodok dan ditargetkan selesai Maret tahun ini. Namun menurut Keraton, konsep Serambi Madinah bukan hanya milik umat Islam, melainkan milik seluruh masyarakat Jogja.


“Saat ini kami bersama berbagai elemen sedang membahas secara periodik mengenai konsep Serambi Madinah,” jelas Penghageng Kewedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Joyokusumo.


“Pada prinsipnya, ‘Serambi Madinah’ akan menjadi produk budaya, bukan produk agama. Sehingga serambi merupakan milik mereka yang merasa warga Yogya,” tambahnya.


Konsep Nagyogyakarta Serambi Madinah pertamakali diusulkan MUI pada 19 Agustus 2006, dan saat itu proses pembahasan RUUK tengah panas. Konsep ini lantas dibahas oleh tiga pihak, yakni keraton, Kanwil Depag, dan MUI. Setiap tahun, konsep ini terus disosialisasikan sehingga dikenal masyarakat. Puncaknya, pada 28 September 2009, ketiga pihak menandatangani MoU di Masjid Rejodani [Keraton], isinya sama-sama bertekat menjadikan Jogja sebagai Serambi Madinah.


Konsep Ngayogyakarta sebagai Serambi Madinah bahkan telah dideklarasikan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, beberapa hari sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan tahun lalu.Provinsi tersebut dinilai layak menjadi Serambi Madinah, karena faktor sejarah


Menurut Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, Muhammad Jazir, konsep untuk menjadikan DIY sebagai Serambi Madinah, semata-mata ditujukan untuk mengembalikan jati diri Yogyakarta sesuai dengan konsep awal pembangunan wilayah tersebut.

"Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi I dengan konsep pesantren besardan bukan mengatasnamakan kekuasaan tetapi berbasis pada kekhalifahan," paparnya.


Menurut Jazir, perwujudan DIY sebagai Serambi Madinah tak harus dimaknai dengan pelaksanaan syariat Islam yang saklek, tetapi lebih kepada pengertian aplikatif bukan dalam arti formalistik tetapi berbasis peradaban. Melalui perwujudan DIY sebagai Serambi Madinah tersebut, papar dia, masyarakat Yogyakarta diharapkan dapat memiliki peluang lebih besar untuk mengaplikasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pihaknya optimistis, perwujudan DIY sebagai Serambi Madinah tersebut tidak akan menimbulkan konflik baru di masyarakat, mengingat masyarakat Yogyakarta yang plural.


"Saya yakin, umat lain akan paham dan menerima, karena di dalam masyarakat dengan kaum Muslim sebagai mayoritas, maka umat minoritas akan terlindungi," tutur Jazir menegaskan.Salah satu cara untuk mewujudkan DIY sebagai Serambi Madinah adalah penguatan fungsi masjid di masyarakat, khususnya dalam penyampaian dakwah.


Menurut sosiolog UGM Ari Sujito, konsep Ngayogyakarta Serambi Madinah adalah sebuah terobosan baru untuk mendukung keistimewaan DIY. Apalagi spirit dari konsep tersebut adalah menghargai pluralisme.


“Keraton harus mengclearkan konsep ini ke publik serta pemerintah pusat dan lantas diperdebatkan. Dengan harapan bisa dimasukkan dalam draft RUUK,” tambah Ari. Sementara itu, Budayawan Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun Serambi Madinah Yogyakarta secara administratif, namun Yoyakarta secara kultural, yang sudah didirikan sejak jaman Kerajaan Mataram.

“Dua hari yang lalu saya diundang oleh pihak kraton, oleh Gusti Joyo (GBPH Joyokusumo) untuk membicarakan hal ini. Sebenarnya saya tidak punya hak untuk mengekspos. Intinya, dari dulu Ngayogyakarta ini sudah kaya’ Madinah, cuma perlu dikasih label saja, yaitu Serambi Madinah, untuk mengingatkan pluralisme model Madinah. Launchingnya kapan juga belum tahu, namun mungkin akan dilakukan di Serambi Masjid Gedhe” ujar Cak Nun di Yogyakarta, November lalu.


Menurut cak Nun, hal ini wajar, lantaran kondisi pluralisme model Kota Madinah di jaman lahirnya Islam, memiliki kesamaan dengan tingkat toleransi yang ada di Yogyakarta. Menurutnya, dari sinilah bentuk keistimewaan Yogyakarta terlihat nyata, dimana Yogyakarta didatangi oleh berbagai kelompok pendatang, dengan aneka ragam budaya dan kepercayaan.


Kedepan, menurutnya, hal yang diutamakan dalam pembangunan Yogyakarta seperti konsep ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni pengukuhan kedaulatan pangan dan multikulturalisme. “Yogyakarta secara kultural akan menjadi masyarakat Madaniah atau masyarakat madani, dimana yang utama adalah kedaulatan pangan, multikultural, baru unsur-unsur lainnya,” terangnya.


Untuk mewujudkannya, terang Cak Nun, perlu ada toleransi yang tinggi antar umat beragama. Dirinya juag mengimbau, para TNI agar tidak menilai orang berdasarkan agama dan menolong siapapun berdasarkan kemanusiaan tanpa melihat agama. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

foto: nurdayat.wordpress.com


http://www.hidayatullah.com/berita/loka ... 33-59.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5802
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Netralikum » Sat Jan 30, 2010 9:19 pm

Mickey Keyboard wrote:Ogud usulkan

1. Bali sebagai Serambi New Delhi.

2. Menado sebagai Serambi Yerusalem.

3. Pontianak sebagai Serambi Indiana Jones.


dst...

USUL TIDAK DITERMA !!!
User avatar
Netralikum
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1023
Joined: Mon Sep 15, 2008 2:09 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby wongjowo » Sat Jan 30, 2010 10:01 pm

Laurent wrote:
"Konsep ini perlu dimaknai juga dari sisi budaya, masyarakat harus memahami bahwa Serambi Madinah itu adalah dari konteks budayanya, bukan agama," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Ia mengatakan konsep tersebut di dalamnya menghargai semua etnik dan perbedaan agama. Konsep itu bukan dalam pengertian Arab atau Islam saja, karena Yogyakarta merupakan kota yang menghargai pluralitas.

Oleh karena itu, konsep Yogyakarta Serambi Madinah jangan sampai disalahartikan dan bertentangan dengan dinamisasi masyarakat yang sangat beragam.

"Yogyakarta kota yang menghargai keberagaman. Jika konsepnya menjadi meng-Islam-kan, kami akan mundur, karena tidak sesuai dengan kondisi pluralitas kebangsaan yang sudah ada," katanya.



SEHARUSNYA ORANG-ORANG ARAB ITULAH YANG HARUS BELAJAR MENGHARGAI KEBERAGAMAN DARI BUDAYA ASLI INDONESIA
User avatar
wongjowo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1477
Joined: Sun Sep 06, 2009 7:43 am
Location: Apa Liat-Liat ?!?

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby DHS » Sun Jan 31, 2010 5:00 am

wongjowo wrote:SEHARUSNYA ORANG-ORANG ARAB ITULAH YANG HARUS BELAJAR MENGHARGAI KEBERAGAMAN DARI BUDAYA ASLI INDONESIA


Mickey Keyboard wrote:Tidak bisa! Arab adalah bangsa pilihan Allah !


Harus bisa! Allah adalah bapaknya dewi2 Allat, Uzza dan Manah. Tokoh fiktif karangan Muhammad.

MENGHARGAI BUDAYA ASLI INDONESIA ADALAH TUGAS SELURUH RAKYAT INDONESIA. NAMUN SAYANG, MUI BERUSAHA MELACURKAN BUDAYA KITA KEPADA TUAN ARAB!
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4377
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Teritorial » Sun Feb 07, 2010 8:06 pm

Slimer edan poool,wong pemda yogyakarta gak mau di paksa..
manokwari jelas2 minta dijadikan kota Injil sampai sekarang gak ada realisasinya..
MUI belum tahu 1/3 Pendapatan perkapita indonesia dari tanah papua
tunggu sampai ribut di papua, baru pemerintah dijakarta kebakaran jenggot,akhirnya DEPAG baru memberi realisasi..
MUI gigit jari...
User avatar
Teritorial
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 163
Joined: Thu Sep 25, 2008 6:52 pm
Location: Di negeri yang pingin damai

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby LaskarJihad » Sun Feb 07, 2010 9:33 pm

ck ck ck ck KENAPA HARUS ARAB?? BUDAYA KITA LEBIH KAYA DARI PADA BUDAYA ARAB
LaskarJihad
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Wed Feb 03, 2010 4:04 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Bang Haji » Sun Feb 07, 2010 11:00 pm

blangkon ganti sorban....kebaya ganti burqa.....itulah nanti suasana budaya kota Yogya...wkwkwkwkwk :lol: :lol:
User avatar
Bang Haji
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby kutukupret » Mon Feb 08, 2010 1:23 pm

Nanti semua Tarian kebudayaang Jawa di haruskan memakai JILBAB :lol: kagak ada lagi yang namanya KEMBEN :lol:
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Mligisih » Mon Feb 08, 2010 1:51 pm

Apa sih ISI Piagam Madinah? Bagaimana sih masyarakat MADANI yang dihasilkan dari Piagam Madinah? (Perhatikan kata Madinah dan Madani yang memiliki akar kata yang SAMA). Piagam Madinah menyatakan bahwa pemegang kekuasaan adalah Moslem. Dan tentu saja, masyarakat Madani adalah masyarakat yang dipimpin Moslem, warga masyarakat yg beragama lain sekedar numpang hidup. Jelas, alih-alih menghargai KEBERAGAMAN, jargon Serambi Madinah dan masyarakat Madani hanya mengarah kepada DISKRIMINASI dan DISINTEGRASI. [-X [-X
Maka, waspada-lah wahai warga kota Yogyakarta. Hormat untuk Sampeyan Dalem yang sudah berwaspada. =D> =D>
Mligisih
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 21
Joined: Wed Oct 21, 2009 9:43 am

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby dearry » Mon Feb 08, 2010 9:46 pm

ternyata warga Jogja banyak yang menolak usulan jogja sebagai serambi medinah dari para kacung arab ini...lihat saja komentar2 mereka di http://www.facebook.com/group.php?gid=317192786368&v=info
dearry
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Mon Feb 08, 2010 9:36 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Edenbridge » Sat Feb 13, 2010 12:33 am

TAK DONGAKNE WONG-WONG NGARAB IKU KUALAT MARANG LELUHURE, WONG JOWO WIS ORA NJAWANI!!!
Edenbridge
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 38
Joined: Thu Jun 25, 2009 5:35 am
Location: Austria

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby duren » Sat Feb 13, 2010 10:43 am

Menurut cak Nun, hal ini wajar, lantaran kondisi pluralisme model Kota Madinah di jaman lahirnya Islam, memiliki kesamaan dengan tingkat toleransi yang ada di Yogyakarta. Menurutnya, dari sinilah bentuk keistimewaan Yogyakarta terlihat nyata, dimana Yogyakarta didatangi oleh berbagai kelompok pendatang, dengan aneka ragam budaya dan kepercayaan.

Betul 100x ... Jadi adalah bohong kalau ada muslim yang berkata orang madinah memerangi si momed
Kedepan, menurutnya, hal yang diutamakan dalam pembangunan Yogyakarta seperti konsep ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni pengukuhan kedaulatan pangan dan multikulturalisme. “Yogyakarta secara kultural akan menjadi masyarakat Madaniah atau masyarakat madani, dimana yang utama adalah kedaulatan pangan, multikultural, baru unsur-unsur lainnya,” terangnya.

Nah cak Nun membutakan mata tentang sang imigran yang yang membantai penduduk lokal yang sudah mapan. Ibarat nya muhammad pindah ke Jogja lalu lalu membunuh Sri Sultan Hamengku Buwono X LALU ......... bla bla terulang kembali kisah Safiya :vom:
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11007
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby Jeleme_Lengeh » Sun Feb 14, 2010 9:18 pm

Serambi Madinah? yang benar saja! Ngapain mesti ngikutin bangsa lain, toh bangsa kita sudah punya ciri khasnya sendiri.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Re: YOGYAKARTA : Sultan Tolak Konsep Serambi Madinah !!!

Postby love_peaceful2 » Sun Feb 14, 2010 10:20 pm


Namun demikian, Sultan berharap konsep Yogyakarta Serambi Madinah yang direkomendasikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY itu, tidak diartikan masyarakat hanya dalam konteks agama Islam.

"Konsep ini perlu dimaknai juga dari sisi budaya, masyarakat harus memahami bahwa Serambi Madinah itu adalah dari konteks budayanya, bukan agama," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Tipu murahan.
Jika dari sisi budaya, apa budaya serambi madinah itu lebih unggul dari budaya hindu-mataram yogya? apa lebih unggul dari budaya jawa? apa lebih tinggi dari budaya kristen? apa lebih tinggi dari budaya buddha? apa lebih tinggi dari budaya batak? apa lebih tinggi dari budaya cina?
Buang jauh2 budaya serambi medinah mu itu. Sampai detik inipun medinah tak lebih baik dari yogya.
Camkan itu penjilat2 pantat arab!!!

Ia mengatakan konsep tersebut di dalamnya menghargai semua etnik dan perbedaan agama. Konsep itu bukan dalam pengertian Arab atau Islam saja, karena Yogyakarta merupakan kota yang menghargai pluralitas.
Oleh karena itu, konsep Yogyakarta Serambi Madinah jangan sampai disalahartikan dan bertentangan dengan dinamisasi masyarakat yang sangat beragam.

"Yogyakarta kota yang menghargai keberagaman. Jika konsepnya menjadi meng-Islam-kan, kami akan mundur, karena tidak sesuai dengan kondisi pluralitas kebangsaan yang sudah ada," katanya.

Tipu murahan.
Apa budaya tepo seliro, bhineka tungal ika dan pancasila lebih rendah dari budaya plurarisme medinah yg dipraktekkan muslim?
Ke mana sekarang keturunan2 yahudi2 di jaman mamat yg mendiami medinah?
Kenapa kalian penjilat2 pantat arab menutup2i sejarah pembantaian yahudi, perbudakan dan pemerkosaan wanita2 yahudi di medinah, yatrib dan kota2 yahudi lainnya oleh ban*sat muhammad dan koncon2nya?


Sebagaimana diketahui, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat siap memproklamirkan diri sebagai Ngayogyakarta Serambi Madinah yang digadang-gadang akan mendukung keistimewaan DIY. Konsep yang terinspirasi dari Piagam Madinah ini tengah digodok dan ditargetkan selesai Maret tahun ini. Namun menurut Keraton, konsep Serambi Madinah bukan hanya milik umat Islam, melainkan milik seluruh masyarakat Jogja.

Tipu murahan.
Piagam Medinah adalah piagam dimn Muhammad masih lemah. Setelah si ban*sat itu kuat, ia sendiri yg melanggar, menelan ludahnya.
Mamat berkedok piagam utk memperkuat dirinya dan ini pasti akan dilakukan oleh penjilat2 pantat arab di Jogja.
Piagam yg menunjukkan bhw mamat sendiri baru belajar pluralisme yg pada akhirnya ia langgar sendiri.

Kita tak perlu piagam2an di bumi pertiwi ini. Kehidupan pluralisme sudah dijiwai anak negeri selama ribuan tahun.
Mengidolakan piagam sontoloyo itu menempatkan kita pada kondisi seolah2 baru mengenal pluralisme.
Wahai penjilat2 pantat arab, buang jauh2 piagammu itu, kami tak butuh!

“Saat ini kami bersama berbagai elemen sedang membahas secara periodik mengenai konsep Serambi Madinah,” jelas Penghageng Kewedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Joyokusumo.

“Pada prinsipnya, ‘Serambi Madinah’ akan menjadi produk budaya, bukan produk agama. Sehingga serambi merupakan milik mereka yang merasa warga Yogya,” tambahnya.

Berkhayallah kalian, wahai calon penjilat2 pantat arab!

Konsep Nagyogyakarta Serambi Madinah pertamakali diusulkan MUI pada 19 Agustus 2006, dan saat itu proses pembahasan RUUK tengah panas. Konsep ini lantas dibahas oleh tiga pihak, yakni keraton, Kanwil Depag, dan MUI. Setiap tahun, konsep ini terus disosialisasikan sehingga dikenal masyarakat. Puncaknya, pada 28 September 2009, ketiga pihak menandatangani MoU di Masjid Rejodani [Keraton], isinya sama-sama bertekat menjadikan Jogja sebagai Serambi Madinah.

Berkhayallah kalian, wahai calon penjilat2 pantat arab!
Kalian pikir negeri ini milik arab? Teganya kalian memelintir nama rakyat demi ego seorg nabi sundal itu?

Konsep Ngayogyakarta sebagai Serambi Madinah bahkan telah dideklarasikan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, beberapa hari sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan tahun lalu.Provinsi tersebut dinilai layak menjadi Serambi Madinah, karena faktor sejarah

Faktor sejarah apa? Tunjukkan di forum ini.
Buang jauh2 konsep serambi madinahmu itu yg tak lebih dari sampah. Kami anak negeri sudah hidup lebih baik daripada bangsa2 arab muslim sana.
Hanya muslim2 kaffah lah yg berulah di negeri ini, mereka itulah yg berapi2 mewujudkan serambi medinah.
Mau kalian tunjukkan sejarah mana yg mendukung piagam sampah itu?

Menurut Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, Muhammad Jazir, konsep untuk menjadikan DIY sebagai Serambi Madinah, semata-mata ditujukan untuk mengembalikan jati diri Yogyakarta sesuai dengan konsep awal pembangunan wilayah tersebut.

"Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi I dengan konsep pesantren besar dan bukan mengatasnamakan kekuasaan tetapi berbasis pada kekhalifahan," paparnya.

Nah, ujung2nya kalian mengarahkan pada bau bau busuk islam, malah memelintir sejarah! Parah sekali!!
Sejak kapan pangeran mangkubumi I berbasis kekalifahan? Tega kalian mempelintir sejarah bangsa kalian sendiri demi kemuliaan nabi sinting itu.
Sehebat apapun kalian bertaqiyya, tetaplah ketahuan wahai penjilat2 pantat arab!


LP2
Be It unto Me (Maria - 2.000 thn yg lalu)
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users