. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

YAYASAN AMALLILAH

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

YAYASAN AMALLILAH

Postby daniel-ntl » Fri May 30, 2008 9:28 am

link: http://melayubertuah.wordpress.com/2008 ... 008-nanti/

YAYASAN AMALLILLAH” berwujud cairnya dana Rp 480 Triliun pada Mei 2008 nanti

Ditulis pada 21 April, 2008 oleh melayubertuah

Sejak tahun 2003 lalu Yayasan Amalillah sudah tidak ada karena sudah dilarang oleh pemerintah, namun

belakangan kembali muncul dan meresahkan masyarakat tentang pencairan dananya. Namun Tipu baru belakangan kembali muncul dengan menganngkat nama Suatu Yayasan lain.

Pembuktiannya banyak sekali yang habis-habisan dengan Yayasan Amalillah sampai-sampai menjual tanah dan rumah, sampai sekarang dana yang di maksud belum cair, sedangkan efeknya ada yang Stress,kehilangan pekerjaan dan lain-lain, malah sampai ada yang meninggal dunia sehabis pulang dari Jakarta guna keperluannya mengurus pencairan dana Amillillah yang katanya bakal cair pada Mei 2008 nanti

Adalagi di kampung Baseh salah satu kepala desanya nya sangat resah dengan kembali bangkitnya yayasan Amalillah sekarang ini, mari kita kutip pernyatan kepala desa baseh itu

“ saya sangat perihatin Cuma penyelesaian nya saya kurang dapat dan saya akan memanggil semua pengurusnya di desa saya, baiknya bagaimana penyelesaiannya ini karena ini sudah meresahkan masyarakat”

“pengamatan saya ya; suatu organisasi yang tak masuk akal hanya bermodal KTP dan uang saku untuk mendapatkan uang yang berlipat ganda

Masyarakat kampung Baseh adalah adalah ma`mum yang aktif , namun masyarakatnya percaya dana harta karun Soekarno akan segera cair.

Kini ratusan ma`mum yayasan amallillah mimpinya jadi kenyataan , meskipun untuk itu mereka dipastikan harus kecewa lantaran pencairan dana 480 triliun hanya isapan jempol belaka

City Bank sebuah bank ternama membantah lembrab resi yang di bawa PT BSMI menyoal pencairan dana ratusan Triliun tersebut

SUMBER BERITA TVONE siaran siang telusur tanggal 14 April 2008


saya liat semalam di TVone, hebat banget tuh si pendirinya amallilah cuma modal karisma, beragama islam, bisa nepu banyak orang,sekarang dia dengan antek2nya mendekam di penjara.
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1646
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Pengantin Pria Bermalam di Mapolres Sering Kesurupan

Postby daniel-ntl » Fri May 30, 2008 9:32 am

kelanjutan berita amallilah

link: http://www.suaramerdeka.com/harian/0308/02/slo21.htm

Pengantin Pria Bermalam di Mapolres Sering Kesurupan

WONOGIRI--Soal suka menikah, mampu nyabda orang jadi kerikil, dan tak kunjung cairnya dana Yayasan Amalillah yang dijanjikan, memicu gegeran (kekacauan) pada kasus nikah siri. Kekacauan itu mengakibatkan seorang warga terluka terkena pantulan tembakan peringatan.

Seperti pernah diberitakan (SM, 1/8), perhelatan nikah siri pasangan pengantin Tatik Wahyu Maryuni (18) dan pria beristri Wagino Daru Restuningrat (48) di Dusun Kedungringin Desa Talunombo Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri, berubah jadi kekacauan karena pengantin pria digeruduk massa.

Kapolres AKBP Drs Subandi, Jumat (1/8), membantah ada korban yang terkena pantulan peluru tembakan polisi. ''Yang benar, korban terkena cuilan seng yang terkena tembakan peringatan ke atas. Cuilan seng itu kemudian mengenai leher. Jadi bukan terluka karena proyektil yang mantul. Walau demikian, kami atas nama kepolisian meminta maaf,'' tegasnya.

Korban Nur Sadimin (25) warga Dusun Sumberagung Desa Talunombo yang terluka di leher telah pulang, setelah mendapatkan pengobatan rawat jalan dari rumah sakit Solo. ''Kemarin (Kamis, 31/7) sepulang dari rumah sakit, dia telah menemui saya,'' kata Kapolres.

Pengantin pria Wagino, sejak terjadi amuk massa diselamatkan ke Polres, hingga Jumat (1/8) masih berada di Mapolres. ''Dia tidak ditahan, tapi merasa lebih aman di Polres,'' tegas Kapolres. Dia mengungkapkan, ada warga yang mengadu karena merasa tertipu berkenaan dengan penyetoran uang kepada Wagino dalam kapasitasnya sebagai pengurus Yayasan Amallilah. Polisi akan menindaklanjuti aduan itu dengan melakukan pengusutan.

Beredar berita, banyak warga menyetor uang Rp 6.000-Rp 20.000, karena tergiur akan diberikan kredit modal Rp 15 juta oleh Yayasan Amallilah. Namun, janji tersebut hingga setahun terakhir ini tak kunjung cair. Meski demikian, pada awalnya banyak korban Yayasan Amallilah enggan mengurusnya, karena takut ancaman disabda Wagino menjadi batu kerikil.

Kapolres mengatakan, Wagino disebutkan sering kesurupan roh halus Daru Restuningrat, dan suka menantang penduduk serta menakut-nakuti dengan mengatakan jika tak sujud dan menyembah dirinya, warga akan disabda jadi kerikil. Namun, ancaman tersebut tak digubris warga lagi setelah dia ingkar janji dan diketahui suka menikah dengan alasan tak logis. Nikah yang keenam kali dengan Tatik itu, dikatakan sebagai syarat gaib melancarkan agar dana Yayasan Amalillah segera cair. Karena itu, sekitar 300 warga kemudian menggeruduk upacara nikah siri Wagino itu. Polisi pun segera mengamankannya dari kemungkinan amukan warga.

Wagino yang ditunggui istri mudanya di Mapolres Wonogiri menyatakan, dia ingin pulang dan akan segera pergi ke Jakarta untuk melancarkan urusan Yayasan Amallilah.(P27-34e)
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1646
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby daniel-ntl » Fri May 30, 2008 9:33 am

link: http://www.pontianakpost.com/berita/ind ... u&id=11596

Tagih Janji
Makmum Kembali Datangi Kantor Amalillah

SANGGAU,- Janji Yayasan Amallillah yang akan mengucurkan dana bantuan sosial akhir Desember 2002 belum juga terwujud. Bahkan kepastian tersebut belum juga nyata adanya. Sehingga membuat makmunnya kembali mendatangi Kantor Amallillah di Jalan Jenderal Sudirman untuk kesekian kali.

Akhir pekan ini, mereka (makmum, Red) kembali mendatangi Kantor Amalillah Cabang Sanggau.

Kedatangan makmun yang berasal dari kecamatan yang berlainan ini, tak juga mendapat kepastian kapan dana yang telah lama diidam-idamkan akan terealisasi. Meski hal ini telah ditanyakan langsung oleh makmum ke pengurus Amallillah Kantor Cabang Sanggau. Namun lagi-lagi, mereka kembali pulang dengan tangan hampa.

Usman Abu Bakar, salah satu pengurus Yayasan Amallillah Kantor Cabang Sanggau saat dikonfirmasi Pontianak Post berkaitan dengan kedatangan sejumlah warga mengatakan, belum dapat memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. "Sebaiknya Anda (wartawan, Red) menanyakan langsung ke pimpinan di Pontianak, karena kami tidak berhak untuk berkomentar soal ini lebih jauh, yang pasti dana tersebut positif akan disalurkan, " katanya singkat.

Dari edaran surat yang dikeluarkan Yayasan Amallillah DPC Sanggau dengan Nomor 060/DPC-YA/SG/KG/XII/2002 perihal perkembangan Yayasan Amallillah (pemberitahuan), yang ditujukan kepada Bapak Bupati Sanggau dan tembusan kepada ketua DPRD Sanggau, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dandim 1204, Kapolres, Camat se Kabupaten Sanggau, Kapolsek se Kabupaten Sanggau, Danramil se Kabupaten Sanggau, Lurah atau Kepala Desa se Kabupaten Sanggau, Tumenggung dan Tokoh Adat se Kabupaten Sanggau. Surat ini ditandatangani oleh Ketua DPC C-09 Sanggau Rachmad Thajeb BA dan wakil ketua DPC A-27 Sanggau Abang Sofyan.

Isi dari surat tersebut, DPC Sanggau menyampaikan surat dari DPKP Yayasan Amalillah Wilayah 03 Kepulauan Kalimantan perihal pemberitahuan Nomor 035/DPKP.YA/Wil.03/KK/XII-02 tanggal 29 Desember 2002. Dalam surat tersebut tertulis, diberitahukan kepada semua pengurus/koordinator/kolektor/makmum Yayasan Amallillah, bahwa Yayasan Amallillah positif akan menyalurkan dana bantuan sosial kepada seluruh makmum, anak yatim piatu, dan jompo. Dana tersebut telah ada di DPKP pada tanggal 27 Desember 2002, selanjutnya akan disalurkan melalui DPP dan DPC.

Sehubungan pencairan dana tersebut melalui proses bank, maka hal tersebut diperlukan waktu dan tidak mungkin dalam waktu sesingkat ini dapat disalurkan kepada makmum. Oleh karena itu diharpkan agar makmum sabar menunggu serta memahami bahwa proes penyaluran dana bantuan tersebut dari DPC/koordinator/kolektor mulai bulan Januari 2003. Surat ini ditandatangani oleh Wakil Ketua DPKP Soeparlan di Pontianak. Tembusan disampaikan kepada Ketua Umum BPP Ya-diBekasi dan Ketua DPP Ya-Wilayah III Kepulauan Kalimantan.

Sementara itu, beberapa makmum yang ditemui Pontianak Post mengatakan kalau mereka telah lama menunggu kepastian, dan telah pula berulangkali menanyakan kucuran dana Amallilah seperti yang telah dijanjikan.

"Kami sebenarnya tidak minta muluk-muluk, kalau memang tidak pasti juga tidak apa-apa, yang pasti uang yang telah kami bayar untuk masuk menjadi makmum dapat dikembalikan," ujar Cok (30) warga Desa Penyeladi Hulu Dusun Kapuk.

"Masa kami harus menunggu lagi padahal sudah setahun lebih kami menjadi anggota, mana lagi untuk masuk menjadi makmum saya terpaksa menjual ayam saya dan kemudian saya mendaftar menjadi makmum dengan membayar Rp 18.000 dan bagi yang tidak punya KTP bayar pendaftaran lebih besar lagi atau sebesar Rp 20.500, " tambah Dany (21) dengan sedikit rada kecewa. Lalu kapan kepastian dana itu akan benar-benar cair, kita tunggu saja!!(as)
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1646
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby daniel-ntl » Fri May 30, 2008 9:35 am

link :http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Sanggau&id=16415

Sabtu, 18 Januari 2003
Makmum Menagih, Amallillah Obral Janji Lagi

Sanggau,- Makmum Amallillah kembali menagih janji. Mereka yang berjumlah puluhan orang ini mendatangi Kantor Cabang Yayasan Amallilah Sanggau, menanyakan kepastian pengucuran dana tersebut. Yang katanya sih, akan dikucurkan pada Kamis (16/1) kemarin. Ternyata, sampai tanggal tersebut dan entah kapan lagi, Amallillah kembali obral janji. Hingga kini bantuan sosial yang hendak disalurkan pada makmum, tak kunjung sampai ke tangan makmum. Bahkan sejauh ini belum ada kepastian mengenai pengucuran dana tersebut.

Pantauan Kapuas Post, makmum yang datang ke kantor cabang tersebut sekitar puluhan orang. Mereka pada umumnya dari masyarakat menengah kebawah dan sebagian besar berprofesi sebagai petani karet dan kelapa sawit. Tak ada tujuan lain bagi mereka, kedatangannya ke Sanggau hanya untuk menagih janji tersebut.

Sehingga demi perjuangan mendapat kucuran dana tersebut, mereka rela meninggalkan pekerjaan mereka untuk sementara.

Terlihat di raut wajah mereka tampak lesu sambil menjinjing tas perbekalan makan. Terbesit dihati mereka, kedatangannya menemui pengurus Yayasan Amallilah Cabang Sanggau diberi kepastian mengenai dana tersebut. Bahkan kalau bisa pada hari itu juga dana yang telah dinanti-nanti mereka dapat diterimanya. Namun, apa yang diharapkan, pengurus belum juga memberikan kepastian cairnya dana tersebut.

"Kami ini orang miskin Pak, buat apa kami menanyakan terus dana tersebut. Kalau memang dana tersebut tidak ada, beri kepastian, jangan obral melulu yang membuat kami terus berharap sehingga konsentrasi kerja kami juga pada akhirnya ikut menurun, " ungkap Antonius Bowo, warga Desa Penyeladi Hulu Dusun Kapuk yang ditemui Kapuas Post, mengungkap keresahannya.

Padahal, menurut mereka, bukan sekali ini saja mereka menagih janji tersebut, agar dana yang telah dijanjikan segera dikucurkan. Namun apa yang dijanjikan tidak menjadi kenyataan untuk merubah kehidupan mereka.

"Telah berulang kali Pak kami kesini, apa mereka terus membodohi kami. Tidak susah bah buat masyarakat kalau memang tidak ada juga tidak apa-apa masyarakat tidak akan menuntut terus, " ujar Bongo, yang mengaku warga Jangkang.

Kendati sempat bersitegang dengan salahsatu pengurus yang bersedia mendengar aspirasi mereka. Namun mereka tetap saja belum puas, karena kepastian dikucurkan dana tersebut belum ada.

"Ya, mau apa lagi kalau memang sudah demikian, yang pasti kami tidak akan mau menyerah kalau memang dana tersebut tidak pasti juga dikucurkan, kami tetap menuntut uang yang telah kami setorkan untuk mendaftar segera dikembalikan. Itu saja permintaan masyarakat, " ujar warga lainnya.

Untung saja, kedatangan mereka tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati dari sebagian mereka tidak dapat menyembunyikan kekecewaan dan kemarahan. Namun tuntutan yuang mereka sampaikan ke pengurus Yayasan Amallilah berjalan aman dan tidak sedikitpun terjadi pengerusakan. Namun apa boleh buat, kenyataan tersebut mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada dan pulang dengan tangan kosong sampai benar-benar-benar dana tersebut cair dan segera disalurkan. Karena berlum mendapatkan kucuran dana tersebut, mereka pada akhirnya satu persatu kembali ke desa dengan harapan duit yang dijanjikan akan segera diterima.(as)
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1646
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby daniel-ntl » Fri May 30, 2008 9:37 am

http://www.radarlamsel.com/mod.php?mod= ... artid=4947

Rabu, 09 April 2008 03:02:57
Komisi D : Panggil Pengelola Yayasan Amalillah
KALIANDA – Komisi D DPRD Lampung Selatan meminta Camat Bakauheni mengusut tentang maraknya warga Desa Bakauheni yang telah menjadi pengikut Yayasan Amallilah di kecamatan. Dari temuan DPRD Lamsel dalam pelaksanaan reses di Daerah pemilihan II tepatnya di Kecamatan Bakauheni terdapat hampir 2.000 warga desa tersebut telah mempercayai adanya pemberian bantuan harta Soekarno yang dikeluarkan yayasan tersebut pada 24 Mei mendatang.

“Hal ini perlu diselidiki ulang oleh camat, karena modus dugaan penipuan seperti ini pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Dan kami berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh iming-iming yang dijanjikan oleh pengurus yayasan tersebut,” kata Ketua Komisi D DPRD Lamsel, H. Z. Arifin Tiang Negara, S.H., kepada koran ini, kemarin.

Dikatakan Arifin, hendaknya kecamatan dan aparatur desa bisa langsung meninjau persoalan di lapangan dan memanggil para pengurus Yayasan Amalillah. ”Untuk Desa Bakauheni saja informasi yang kami temukan ada 2.000 lebih warga yang telah yakin dengan iming-iming ini. Untuk itu agar mereka tidak resah, sebaiknya harus diantisipasi sejak dini,” kata Arifin.

Modus yang dipakai para pengurus yayasan Amalillah ini masih menggunakan pola lama yaitu dengan meminta sejumlah uang kepada warga seraya meminta KTP mereka. Bagi warga yang memberikan uang akan digantikan hingga beberapa lipat ganda setelah dana yang dijanjikan dari harta mantan Presiden Soekarno itu telah cair.

“Kami tidak ingin, masyarakat mudah percaya dengan modus yang dilakukan. Karena bila harta itu benar-benar ada. Warga yang sempat memberikan dana tahun-tahun sebelumnya telah memperoleh harta yang dijanjikan. Tapi nyatanya kan nggak pernah terbukti,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Urusan Pembangunan Desa Bakauheni, Mulyono mengatakan, membenarkan mayoritas warganya ikut menjadi anggota yayasan Amalillah tersebut. Karena mereka tergiur dengan uang yang dijanjikan.

”Kita telah menyampikan laporan tersebut kepada kepala desa dan camat. Dan rencananya kecamatan akan memanggil pengelola yayasan Amalillah yang tinggal di Bakauheni,” paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut Mulyono, pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada warga di desanya untuk tidak mempercayai dengan iming-iming yang telah dijanjikan.” Kita juga tegaskan warga untuk tidak terlalu berharap dengan iming-iming yang dijanjikan,” pungkasnya.

Secara terpisah Camat Bakauheni, Drs. Harja Kesuma mengatakan, soal masukan yang diberikan Komisi D DPRD Lamsel telah ia terima. Hanya dalam hal ini pihak masih harus mencari bukti-bukti dengan jaringan kerja yang mereka lakukan terhadap warga desa Bakauheni.

Kita telah dapat masukan dari DPRD, hanya saja persoalan tersebut harus kita pastikan terlebih dahulu kebenarannya. Sehingga langkah yang kita ambil tidak salah dan tidak merugikan pengelola yayasan, katanya. (Beny Candra )
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1646
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users