.

Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Abad 19

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby je_prince97 » Tue Dec 06, 2011 7:05 pm

muslim rocker wrote:gk usah sensi krn saya membawa Yusuf dan Maria..
:green:

Gak usah sensi? Wah..waah. Jadi ini toh tujuan utama ente membuat thread ini. Selain MEMAKSAKAN khayalan ngawur bin jadul bin jayus ente, sekalian menghaina bawa2 nama Yusuf dan Maria. Oh Yusuf dan Maria, kalian gak ngapa2in, gak berbuat dosa, kok enak banget yak mereka tinggal musclaim ente2 kawin pedofilia? Untung kalian udah di surga sana. Haiiishh.
User avatar
je_prince97
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby GoodSniper » Tue Dec 06, 2011 7:13 pm

GoodSniper » Tue Dec 06, 2011 11:25 am
Sepertinya ente belum mampu membedakan kedua jenis pernikahan tsb, timbul pertanyaan apakah ente masih waras..?


Mus_Rok wrote: saya tidak hanya membuktikan antara Yusuf dan Maria SAJA...tp secara Kolektif masyarakat pada saat itu tidak memandang cela pernikahan berbeda usia yg jauh..


1. Mana bukti literatur yang otoritatif tentang usia persis Yusuf dan Maria ketika menikah..?

2. Wahai Mus_Rok bukankan sudah dikonfirmasi berkali-kali di hadapanmu bahwa tidak ada yang salah dengan pernikahan berbeda usia yang jauh selama dalam konteks yang menikah sama-sama dewasa (muda atau tua). Jadi kenapa ente selalu merasa perlu bukti bahwa hal itu tidak dicela manusia jaman dahulu kala..? Apakah cara kamu menilai moralitas perbuatan/perilaku masyarakat adalah dengan apakah hal itu dilarang atau tidak (diundang-undangkan) oleh manusia pada jaman itu? kamu selalu menafikan tingkat kecerdasan..ke -melek - moralitas-an masyarakat jahilyah..nampaknya..!

3. Apakah ente sudah bisa membedakan pernikahan sesama orang dewasa (muda ataupun tua-- berapapun selisih usianya) versus pernikahan seorang dewasa dengan anak-anak (pernikahan di bawah umur)? Kenapa pertanyaan ini selalu harus diulang dihadapan penglihatan (mata) ente..? :shock:


Mus_rok wrote: Bukan masalah Waras atau tidaknya..tp pembuktiannya tidak ada larangan pada saat itu..Faktanya dibenarkan dan terbukti tidak ada larangan dalam satupun agama Samawi..


Tentu masalah ke-warasan pikiran anda sudah harus dipertanyakan, disebabkan ketidak-mampuan ente membedakan/menarik garis diantara kedua jenis pernikahan tsb.. :lol: dari kaca mata kewarasan/ke -normal-an, menggunakan nalar dan akal sehat sebagai manusia (kecuali ente sudah tidak memilikinya).

Further -- Apakah kamu masih menuntut ada bukti literatur tertulis yang melarang pernikahan seorang kakek dan anak-anak pada masa itu, supaya dapat membenarkan asumsi km bahwa hal itu adalah ber-moral (dapat diterima akal sehat dan nurani sehat)..pada saat itu SEBAB tidak ada bukti larangan tsb?

Kamu tahu bukan kebiasaan masyarakat arab jahilyah yang menguburkan hidup-hidup bayi perempuan mereka? apakah hal itu dilarang pada masa itu..?
Kamu tahu tidak bahwa dulu kebiasaan manusia purbakala yang sering mengorbankan putra-putri mereka sebagai persembahan bagi sesembahan mereka?

Apakah ente akan tetap mengatakan hal-hal itu sebagai perbuatan yang ber-moral..-- karena tidak ada bukti tertulis bahwa hal itu dicela/dilarang..?? Jangankan dicela/dilarang.., justru kebiasaan2 seperti itu adalah budaya yang diterima secara umum pada saat itu -- TETAPI apakah menurut ente kebiasaan (hal yang umum terjadi) dapat digunakan untuk menentukan MORALITAS manusia yang sifatnya lintas jaman..?
atau bahasa sederhanya: Apakah sesuatu yang biasa dilakukan pada jaman itu adalah pasti ber-moral..?


Mus_rok wrote : gk usah sensi krn saya membawa Yusuf dan Maria.. :green:


Wahai Mus.., tidak ada yang sensi..makanya di post saya sebelumnya saya minta anda menyebutkan nama mereka berdua secara gamblang/jelas/terbuka tidak perlu sembunyi-sembunyi..! ibarat pengecut, lempar batu sembunyi tangan..to??

Namun untuk menawar rasa penasaran yang kamu timbulkan..timbullah tantangan dari para Kafirun yang budiman di sini:

Bawa Kemari Bukti dari Literatur Kristen Yang Paling OTORITATIF (berasal dari kata OTORITAS) yang menyebutkan usia Yusuf dan Maria ketika menikah..

Dengan kamu bisa menunjukkan BUKU dan AYAT nya..perkara akan terang benderang.., tidak akan ada ban dari Moderator.., karena kamu dan kami tidak sedang promosi atau demosi ke-Kristenan, hanya menunjukkan fakta..that's it, BERANI..?


Mus_rok wrote: tp saya juga membawa bukti masyarakat secara luas selain mereka berdua tidak memandang cela


Sekali lagi apakah kamu akan menilai Moralitas dari sudut pandang ini..? Jawab..!!

Further -- kamu tidak membawa bukti yang aktif, hanya karena masyarakat luas diam - no comment/no opinion - kamu menyimpulkannya sebagai perbuatan tidak tercela..? how shallow... :lol:

Mus_rok wrote: justru pandangan kolektiflah yg harusnya kalian kritisi..
kenapa agama samawi tidak ada satupun yg melarang pernikahan berbeda usia secara jauh dalam umur?


Justru ya, kami manusia yang sudah mengerti moralitas ini (terserah mau dibilang somse)..mengkritisi bahkan mencela semua perbuatan yang melawan Akal Sehat dan Nurani yang sehat.., TERMASUK --muhammad's case (menikahi anak kecil 6 thn dan menyetubuhinya usia 9 thn pada saat ia sudah berusia 50 an tahun)..!!
Sekali lagi supay 'ngelotok di otak ente: tidak dilarang secara explisit (tertulis) -- bukan berarti dibolehkan/dibenarkan -- setuju atau tidak..?


Mus_rok wrote: Postingan netter suseno sepertinya menjawab..


Ente jawab menurut pandangan ente sendiri dengan menggunakan akal sehat dan nurani yang sehat (kalau ente masih memilikinya)..tidak usah buat rumit..!!
GoodSniper
 
Posts: 724
Joined: Wed Apr 20, 2011 4:38 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby kokokbeluk » Wed Dec 07, 2011 12:16 am

Click ====> gallery/album.php?album_id=9

Image

Image

Image

Image

@muslim rocker....
Banyak contoh di zaman sekarang akibat ajaran nabi islam, muhammad swt bin auloh saw........

Coba perhatikan entu photo², zaman doele ape zaman sekarang?
User avatar
kokokbeluk
 
Posts: 2540
Joined: Tue Apr 26, 2011 12:43 am
Location: Bukan TUHAN yang ngomong ame muhammad saw di gua hira! TAPI hantu!

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby je_prince97 » Wed Dec 07, 2011 7:49 am

Mana bisa dia jawab? Paling omongan sampahnya diulang2 lagi. Jayus. Bikin thread cuma buat bangga2in keIDIOTannya. :-({|=

Coba lihat apa berani dia jawab: "Zaman itu kan perkawinan dengan anak kecil itu normal, jadi tidak hina."
Atau gak, dia ngeles sambil ngeludah: "Kan di Taurat juga sama diijinin, Kristen pun membenarkannya, tuh buktinya Yusuf dan Maria juga sama kaya mamad tercintaku. Aku punya referensinya, meskipun cuma karangan bebas." :rofl: :rolling: :rofl:
User avatar
je_prince97
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby CrimsonJack » Wed Dec 07, 2011 10:00 am

Dan ga berani jawab 6 tahun itu remaja apa bukan, mungkin lg nyari referensi yang bisa mendukung tp belum nemu2.
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby fanaticus » Thu Dec 08, 2011 11:13 pm

muslim rocker wrote:@fanaticus sang Kaskuser
saya hanya ingin katakan..

tuduhan anda kl buku itu hanya berisi dua orang muda yg menikah sudah patah
tuduhan anda kl buku itu cuman dr blog..tidak bisa anda buktikan
anda jelas berkata kl khatolik berkata yusuf 40th
tiba2 anda berkata itu bukan referensi anda


dan lucunya lagi..anda minta bukti ini itu dr buku itu..
namun anda ternyata tidak percaya sumber khatolik...


padahal buku saya adalah buku khatolik
jelas....sudah...apa yg menjadi tujuan anda dalam thread ini

maaf ..saya hanya ingin berdebat dengan netter yg cerdas ..trims sudah singgah di thread saya

trims


Satu, anda sendiri yang menambahkan bukti ditengah-tengah diskusi :-"
Ngapain nyalahin gw yg ngotot kalo pernikahan muda itu ya soal muda-mudi? \:D/

Dua, jgn campur adukkan dong debat bagian yang ini dengan yang itu.
Saya bahas literatur katolik soal analogi anda 1+1 :-"
Bukan soal referensi anda :-"

Saya tidak percaya sumber katolik, tidak ada hubungannya dengan posisi debat dan referensi anda :green:

Terserah lah kalo cara anda untuk tidak menjawab pertanyaan gw emang cuma begitu :-"
User avatar
fanaticus
 
Posts: 575
Joined: Fri Oct 29, 2010 11:37 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby muslim rocker » Fri Dec 09, 2011 2:47 pm

CrimsonJack » Tue Dec 06, 2011 5:16 pm

Aisha sudah remaja? umur 6 tahun?

saya sebut 9th
Standar apa yang dipakai?

sudah saya katakan..tidak ada keterangan hadits pernyataan asiyah sendiri bahwa beliau Haid umur 9 th..

gk heran kl wanita malu membicarakan secara terbuka mengenai hal tsb..memang sulit mencari bukti omongan aisyah sendiri..

tp pada iklim panas seperti di daerah timur tengah..tidak aneh mengalami haid pada usia 9 th (baca sumber saya di post2 sebelumnya)
User avatar
muslim rocker
 
Posts: 472
Joined: Mon Oct 11, 2010 9:18 am

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby CrimsonJack » Fri Dec 09, 2011 4:05 pm

Mari kita coba lagi.

Aisha menikah pada umur 6 tahun.

Dikawini pada umur 9 tahun.

Hadis Sahih Bukhari Jilid 5, Buku 58, Nombor 234:

"Diriwayatkan oleh Aisha: Rasul mengahwiniku apabila saya berumur enam tahun. Kami pergi ke Madinah dan menetap dirumah Harith Kharzraj. Lalu saya jatuh sakit dan rambut keguguran. Kemudian rambut saya tumbuh (kembali) dan ibuku, Um Ruman, datang kepadaku ketika saya sedang bermain ayunan bersama rakan perempuanku. Beliau (ibu) memanggilku, dan saya mahu kepadanya, tidak mengetahui apa yang dia mahu buat pada saya. Beliau menangkap saya dengan tangannya dan membuat saya berdiri di hadapan pintu rumah. Saya menjadi sesak nafas, dan apabila pernafasan saya menjadi baik, beliau mengambil air dan menyapu pada wajah dan kepala saya dengannya (air). Lalu membawa saya masuk ke dalam rumah. Dalam rumah saya melihat beberapa wanita Ansar dan berkata, "Harapan terbaik dan Allah memberkati dan selamat berjaya." Lalu dia (ibu) mempertanggungjawabkan saya kepada mereka dan menyiapkanku (untuk perkahwinan). Tidak dijangka Rasulullah datang kepadaku pada petangnya dan ibuku membawaku kepadanya (baginda Rasul), dan pada masa itu saya perempuan berumur sembilan tahun."

btw ini versi melayu

Kemudian rambut saya tumbuh (kembali)
Menunjukkan ada waktu yang berlalu.
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby suseno » Fri Dec 09, 2011 10:08 pm

muslim rocker wrote:sudah saya katakan..tidak ada keterangan hadits pernyataan asiyah sendiri bahwa beliau Haid umur 9 th..

gk heran kl wanita malu membicarakan secara terbuka mengenai hal tsb..memang sulit mencari bukti omongan aisyah sendiri..

tp pada iklim panas seperti di daerah timur tengah..tidak aneh mengalami haid pada usia 9 th (baca sumber saya di post2 sebelumnya)


Apa hubungannya antara usia menstruasi pertama (menarche) dengan iklim panas di daerah timur tengah? usia menarche rata-rata anak perempuan di timur tengah sekarang pun juga tidak sampai 9 tahun. Malah menurut literatur medis (referensi disini), usia menarche anak-anak perempuan pada zaman dulu lebih tinggi dibanding sekarang yang sekitar 12—13 tahun. Justru yang berpendapat bahwa pada saat Aisyah berusia 13—14 tahun yah kalo ga salah (pas perang bardar atau apa gitu) dia bahkan belum haid itu cocok sekali dengan kesimpulan medis zaman sekarang.

Lalu kalau memang bener dia udah Haid, apa lantas boleh dikawinin? Koq jadi kek anjing gue aja :-s
User avatar
suseno
 
Posts: 675
Joined: Tue May 03, 2011 2:19 am
Location: Mossad

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby Kre-setan » Sat Dec 10, 2011 3:33 pm

suseno wrote:Keknya mas Kre-setan ini nggak ngerti akibat-akibat yang ditimbulkan dari kawin dengan anak kecil. Yang jadi masalah itu bukan perbedaan umurnya, tapi dibawah umurnya (anak-anaknya) itu loh! Kakek-kakek 90 tahun juga nggak masalah menikahi gadis 25 tahun. Kedua-duanya sudah dewasa. Tapi pemuda 25 tahun menikah dengan anak 6 tahun itu jadi masalah...
Kre-setan wrote:yang anda khawatirkan dari perkawinan anak anak 6 tahun itu opo coba ?
suseno wrote:
Okay, saya jelaskan yah mas kenapa menikah dengan anak umur 6 tahun itu dikawatirkan. Anak umur 6 tahun belum dewasa secara fisik & mental. Mereka masih membutuhkan pemeliharaan, perawatan, pendidikan dan nafkah dari orang tua. Mereka seharusnya bersekolah, bermain dengan teman-teman sebayanya. Bukan malah menikah.

Pernikahan dengan anak-anak dibawah umur itu cuma pelampiasan nafsu para pedofil macam Syekh Puji. Saya nggak bisa bayangin gimana malam pertama Aisyah dengan Muhammad. Mungkin si Aisyah teriak kesakitan gara-gara anunya ditusuk sama otong Arab yang gede :rolling: ini apa nggak namanya penyiksaan?

Juga jangan mas Kre-setan ini berpikir seperti anjing saya: "Kalau udah haid artinya siap dikawinkan, siap diternak"
Kita ini manusia mas, sama-sama binatang tapi bedanya kita punya akal budi. Bisa bedain mana yang baik & engga. Kehamilan dengan usia ibu telalu muda ini beresiko membahayakan ibu & janinnya. Sekarang coba mas pikir, menikah berarti siap menjadi ibu/ayah. Anak 6 tahun bisa menjadi ibu/ayah? Dirinya sendiri aja masih butuh dirawat, dinafkahi dan dididik. Apa bisa mereka menafkahi, memelihara dan mendidik anak-anaknya? Kalau anjing saya sih bodo amat, mati bisa beli lagi. Induknya belum bisa piara, saya masih bisa piara anak-anaknya.

Beda kalau yang kawin adalah orang yang sudah dewasa. Mereka bisa mencari nafkah untuk dirinya sendiri & anak-anaknya. Bisa memelihara dirinya sendiri & anak-anaknya. Bisa mendidik anak-anaknya dengan benar. Kalau salah satu pasangannya mati atau minggat masih bisa jadi single parent.

Sudah jelas pernikahan dengan anak dibawah umur itu tidak ada baiknya. Perkawinan dengan anak dibawah umur sama dengan pemerkosaan.

Silahkan dibantah argumen saya ini. Buktikan kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pernikahan anak dibawah umur. Jangan membenarkan diri dengan bilang: "Agama itu aja juga membolehkan" atau "Dulu aja nggak apa-apa, kenapa sekarang nggak boleh?"


nah tu, liat yang saya merahin

inti dari yang mau anda bilang kan anak umur 6 tahun belum dewasa secara fisik dan mental alias BELUM SEMPURNA AKALANYA,

ya atau tidak ? islam melarang hal ini nggak ?
Kre-setan wrote:karna hina atau bukanya bukan di nilai dari perbedaan umurnya tapi hina nggak hinanya dinilai dari sejauh mana kualitas pernikahanya...

lebih bagus pernikahan dengan perbedaan umur yang mencolok tapi kualitas rumah tangganya sakinah, dari pada pernikahan sebaya tapi rumah tangganya macam neraka.
suseno wrote:Kalau mas Kre-setan berpendapat begitu. Berarti boleh donk saya berpendapat kalau perkawinan pria dengan pria (perkawinan gay) dan perkawinan wanita dengan wanita (perkawinan lesbian) juga sah-sah aja. Yang penting nanti kualitas rumah tangganya sakinah kan?
Kre-setan wrote:inti masalahnya yang saya mau bilang disini islam nggak melihat dari sudut formalitasnya, tapi melihat dari sudut esensinya....yang dilarang islam itu pernikahan yang dilakoni oleh orang orang yang belum sempurna akalnya ITU ESENSINYA yang dilarang , jadi nggak secara khusus membatasi teeeet umur sekian ampe sekian baru boleh menikah kayak UU.

jadi secara umum orang belum sempurna akalnya ya nggak harus berumur 6 tahun, ada juga kok umur 15 tahun belum sempurna akalnya, nah biarpun secara umur dia udah dewasa tafi secara esensi akalnya belum sempurna ya tetap pernikahan seperti ini yang dilarang. ada juga yang umur 6 tahun mungkin dah sempurna akalnya, ya kalau rasa rasanya dah cukup sempurna akalnya ya monggo wae, jadi melihat ajaran islam itu nggak kaku mas suseno, :green:
Kre-setan wrote:
Anak umur 6 tahun itu tidak cuma belum sempurna akalnya tapi fisiknya juga belum sempurna. Kalau ada anak umur 6 tahun yang udah sempurna akalnya & fisiknya itu justru kelainan. Lalu islam malah memanfaatkan orang yang kelainan?

Saya pikir Aisyah juga bukanlah seorang anak yang sudah sempurna akalnya & fisiknya. Dia sama seperti anak-anak pada umumnya.

Undang-undang pembatasan umur untuk menikah itu dibuat berdasarkan pemikiran yang sama dengan saya. Bukan untuk sekadar formalitas mas!

Atau sebenernya mas Kre-setan ini mau bilang kalau homoseks adalah orang yang belum sempurna akalnya atau gimana? Ini keliru mas, menurut penelitian medis & psikologis homoseks adalah kelainan bawaan dari lahir. Sama seperti orang yang lahir buta, lahir tidak punya tangan atau lahir mengalami keterbelakangan mental. Mas bisa cari sumbernya di internet.


simpel saja toh,

kalau belum sempurna akalnya ya berarti jangan dinikahkan dong, kan dilarang ? :lol: anda ini muter muter ngecap ndak karuan...

inga inga, yang dijadikan parameter itu belum sempurna atau udah sempurananya akalnya bukan umurnya udah nyampe 6 tahun atau enggak :lol:
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby je_prince97 » Sat Dec 10, 2011 4:47 pm

Setan, ente ndableg ya? Kenyataannya kan si Aisha memang belum sempurna akalnya sehingga layak dikatakan dewasa, kamu baca gak komeng2 yang lain? Kamu sendiri yang bilang kalo belum dewasa berarti gak boleh, tapi kenapa si mamad pedo tetap menggarap Aisha??? Kamu bisa jawab ga?
User avatar
je_prince97
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby Kre-setan » Sat Dec 10, 2011 5:13 pm

je_prince97 wrote:Setan, ente ndableg ya? Kenyataannya kan si Aisha memang belum sempurna akalnya sehingga layak dikatakan dewasa, kamu baca gak komeng2 yang lain? Kamu sendiri yang bilang kalo belum dewasa berarti gak boleh, tapi kenapa si mamad pedo tetap menggarap Aisha??? Kamu bisa jawab ga?



yang harus membuktikan itu kamu karna kamu yang menuduh...

buktikan dunkz kalau Aisyah ketika dinikahi muhammad belum sempurna akalanya [-(
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby je_prince97 » Sat Dec 10, 2011 6:46 pm

Kre-setan wrote:yang harus membuktikan itu kamu karna kamu yang menuduh...

Waaaah. Maruk banget niiiii. :lol:

Kre-setan wrote:buktikan dunkz kalau Aisyah ketika dinikahi muhammad belum sempurna akalanya [-(

Buktinya, mmmm, dia masih main boneka. Jadi kalau soal pernikahan, dia belum dalam kapasitas yang cukup. Udah tahu, kok masih minta bukti. Udah ratusan kali itu dipaparkan di sini, kok masih minta, payah niiii. ](*,)
User avatar
je_prince97
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby suseno » Sat Dec 10, 2011 8:32 pm

je_prince97 wrote:Setan, ente ndableg ya? Kenyataannya kan si Aisha memang belum sempurna akalnya sehingga layak dikatakan dewasa, kamu baca gak komeng2 yang lain? Kamu sendiri yang bilang kalo belum dewasa berarti gak boleh, tapi kenapa si mamad pedo tetap menggarap Aisha??? Kamu bisa jawab ga?
Kre-setan wrote:yang harus membuktikan itu kamu karna kamu yang menuduh...

buktikan dunkz kalau Aisyah ketika dinikahi muhammad belum sempurna akalanya [-(


Gini aja, kamu yang buktikan kalau Aisyah sudah sempurna fisik & akalnya ketika dinikahi Muhammad.

Soalnya statistik menunjukan kalau hampir semua anak umur 6 tahun itu belum sempurna fisik & akalnya. Jadi berdasar statistik kita berasumsi Aisyah belum sempurna akal & fisiknya.
User avatar
suseno
 
Posts: 675
Joined: Tue May 03, 2011 2:19 am
Location: Mossad

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby CrimsonJack » Mon Dec 12, 2011 10:50 am

Sampai hari ini belum ada yang bisa memberikan keuntungan pernikahan terlalu muda (6-12 tahun) :rolleyes:
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby CrimsonJack » Tue Dec 13, 2011 1:29 pm

Karena tidak ada yang mencari, kucari sendri
Early Marriage Benefits

Emotional support – Often teenagers are forced to leave their homes or are neglected at the home front. They find a partner with whom they can share their woes and difficulties. Their emotional needs are met when they live together.
Financial support – Both the young adults are often earning members and they can help themselves in case they are forced to leave their homes. They start working at an early marriage to sustain themselves and together they have ample income to run their household.
More independence – Away from home, the youngsters are able to lead a life of their own. They make their own decisions about what is good for them. They become self sufficient financially and emotionally.
Learn to shoulder responsibilities at an early age – Many teenagers at home may perhaps not be so responsible as their parents may take care of everything. On the other hand, those who set up their own homes need to be responsible as they have to manage their affairs.
An escape from poor parenting skills – Some teenagers may face a lot of problems at home, as their parents may not be understanding and caring. In fact, they may be emotionally and physically abused by their parents. By living on their own, they escape from this hostile environment.
Easy to adjust – Youngsters are able to adjust with each other very easily. In many Asian countries, girls are married off early as parents feel they will be able to adjust quickly with the other family.

sumber : http://www.instah.com/

Tanggapan? :-k
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby suseno » Wed Dec 14, 2011 12:48 am

CrimsonJack wrote:Karena tidak ada yang mencari, kucari sendri
Early Marriage Benefits
Emotional support – Often teenagers are forced to leave their homes or are neglected at the home front. They find a partner with whom they can share their woes and difficulties. Their emotional needs are met when they live together.
Financial support – Both the young adults are often earning members and they can help themselves in case they are forced to leave their homes. They start working at an early marriage to sustain themselves and together they have ample income to run their household.
More independence – Away from home, the youngsters are able to lead a life of their own. They make their own decisions about what is good for them. They become self sufficient financially and emotionally.
Learn to shoulder responsibilities at an early age – Many teenagers at home may perhaps not be so responsible as their parents may take care of everything. On the other hand, those who set up their own homes need to be responsible as they have to manage their affairs.
An escape from poor parenting skills – Some teenagers may face a lot of problems at home, as their parents may not be understanding and caring. In fact, they may be emotionally and physically abused by their parents. By living on their own, they escape from this hostile environment.
Easy to adjust – Youngsters are able to adjust with each other very easily. In many Asian countries, girls are married off early as parents feel they will be able to adjust quickly with the other family.
CrimsonJack wrote:sumber : http://www.instah.com/

Tanggapan? :-k


That's early marriage (it's young adult or late teenager). Not CHILD marriage [-X :-"
User avatar
suseno
 
Posts: 675
Joined: Tue May 03, 2011 2:19 am
Location: Mossad

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby CrimsonJack » Wed Dec 14, 2011 11:21 am

Masalahnya semua muslim pasti tidak mau mengakui kalau perniakahan Aisha dikatakan sebagai child marriage, jadi kita coba ikutin dulu maunya mereka.

Analisa 1 1 yuk.

Emotional support – Often teenagers are forced to leave their homes or are neglected at the home front. They find a partner with whom they can share their woes and difficulties. Their emotional needs are met when they live together.

terjemahan
Dukungan Emosional - Para remaja sering dipaksa meninggalkan rumah mereka atau ditelantarkan. Mereka mencari pasangan yang dapat dapat berbagi duka dan kesulitan. Kebutuhan emosional mereka terpenuhi ketika mereka tinggal bersama.


Sekilas dibaca, pernyataan diatas berpendapat pada umumnya orang tua menelantarkan anak mereka. Dan pernikahan muda hanya memiliki nilai tambah pada orang-orang yang memiliki masalah dalam keluarga mereka.


Setelah sedikit menganalisa, apa yang menyebabkan orang tua tidak dapat berperan semestinya sebagai pelindung dan panutan bagi anak mereka?

Ketidak siapan secara mental ketika memutuskan untuk memiliki anak merupakan salah satu penyebabnya yang merupakan akibat tidak langsung dari pernikahan muda, di mana salah satu pasangan secara mental belum siap menjadi orang tua.
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby je_prince97 » Wed Dec 14, 2011 1:55 pm

CrimsonJack wrote: Financial support – Both the young adults are often earning members and they can help themselves in case they are forced to leave their homes. They start working at an early marriage to sustain themselves and together they have ample income to run their household.

Terjemahan:
Dukungan finansial - Kedua orang dewasa muda seingkali merupakan anggota yang menghasilkan dalam keluarga dan mereka bisa menolong diri mereka sendiri kalau mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka mulai bekerja di awal pernikahan untuk menopang diri mereka dan bersama mereka memiliki pemasukan cukup banyak untuk menjalani rumah tangga mereka.

Aisha termasuk "dewasa muda" gak ya?? :rofl:
User avatar
je_prince97
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Joseph.F.Kelly:Wajarnya Pernikahan Muda Usia sebelum Aba

Postby CrimsonJack » Wed Dec 14, 2011 2:06 pm

Anggap saja dulu begitu bro, biar lebih mudah dimengerti orang-orang yang dengan yakin bilang bahwa Aisha umur 6 tahun sudah dewasa secara mentalitas.

Hasil kesimpulan poin pertama membuatku berpikir, anak-anak yang menderita adalah hasil ketidak mampuan orang tua menjalankan perannya.
Ketidak mampuan tersebut rata-rata dikarenakan ketidak siapan mereka untuk menjadi orang tua ketika berencana/terjadi kecelakaan untuk mempunyain anak.

Jadi :
1. Orang tua menikah muda
2. Beranak
3. Anaknya tidak mendapat dukungan emosional karena orang tuanya yang masih kekanak-kanakan sifatnya atau karena ketidak harmonisan keluarga
4. Anak menikah muda

o_O lingkaran setan

Poin ke-2 terjemahan sdr. je_prince97
Dukungan finansial - Kedua orang dewasa muda seingkali merupakan anggota yang menghasilkan dalam keluarga dan mereka bisa menolong diri mereka sendiri kalau mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka mulai bekerja di awal pernikahan untuk menopang diri mereka dan bersama mereka memiliki pemasukan cukup banyak untuk menjalani rumah tangga mereka.


Lagi-lagi terdapat kalimat yang mengindikasikan ketidak betahan di dalam rumah / keluarga (orang tua & saudara).
Tanya kenapa?
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

PreviousNext

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users