Nama saya Felix Y. Siauw

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.
User avatar
muslim_netral
Posts: 1705
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Nama saya Felix Y. Siauw

Post by muslim_netral »

Nama saya Felix Y. Siauw, kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan setidaknya dalam jangka waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah merasakan banyak sekali kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4 momen paling bahagia bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan untuk mengganti keyakinan dengan mengakui Allah swt, sebagai satu-satunya Tuhan dan sesembahan.

Tahun 2006 ketika saya menikahi seorang muslimah yang kelak memberikan saya 2 momen bahagia lagi; kelahiran Alila Shaffiya asy-Syarifah pada tahun 2008 dan Shifr Muhammad al-Fatih 1453 pada tahun 2010.

Dari nama yang saya publish, sebagian besar pasti memahami bahwasanya saya tergolong etnis Cina. Dan inilah salah satu sebab kenapa saya menulis tulisan ini, disamping alasan utamanya adalah karena kewajiban mendakwahkan Islam dan pemikiran-pemikirannya ke seluruh dunia.

Ini adalah sebuah curahan hati dan aduan serta penjelasan dari seorang Ayah, Muslim-“Cina”. Walaupun banyak kasus lain yang saya alami berkaitan dengan ide bid’ah nasionalisme yang diwariskan Belanda dan Barat, saya akan sedikit memfokuskan pada satu kisah yang baru saja saya alami.

Berawal ketika Istri saya yang melahirkan anak keduanya di RS. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat, setelah itu seperti biasa, atas nama pribadi ada beberapa karyawan yang menawarkan jasa pembuatan akte kelahiran putra saya. Dan kami pun menyambut baik tawaran yang dibandrol dengan harga Rp. 100.000. Tak berapa lama, setelah karyawan tadi melihat fisik saya, lalu dia bertanya pada istri:

“Bu, bapaknya muslim bukan? keturunan ya?”

“Muslim kok, emang kenapa mbak?” Jawab istri saya santai,

“Nikahnya pake cara Islam kan?, karena kalo nikahnya beda agama susah ngurusnya bu, dan beda juga biayanya..”

“Ya Islam lah, bedanya apa mbak”, sedikit terintimidasi, Istri saya tetap berusaha santai

“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”

Setelah memberitahu saya perihal percakapan ini, dengan agak kesal saya pun mencoba membuktikan perkataan istri saya tadi. Ternyata benar, ada diskriminasi kepengurusan akte kelahiran, dan dokumen yang diperlukan pun lebih daripada yang biasanya.

Walau saya desak dengan berbagai dalil, termasuk dengan dalil bahwa penghapusan istilah WNI Keturunan sudah dilakukan, tetap saja tidak ada penjelasan yang memadai kepada saya. Bertambah kekesalan saya, maka saya memutuskan untuk mengurus sendiri akte kelahiran anak kedua saya. Bukan masalah uang, ini masalah ide kufur yang tidak perlu diberikan ruang toleransi.

Langkah pertama adalah melakukan browsing ke Internet ke alamat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil; www.kependudukancapil.go.id, dan di situ saya mendapatkan informasi bahwa pembuatan akte kelahiran biayanya gratis s/d Rp. 5000.

Dan syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua, dan Surat Pengantar RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah saya datang pada hari Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte kelahiran untuk dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan sekali lagi saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua yang dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI.

Dan setelah itu akhirnya saya tetap diminta membayar Rp. 70.000, sebelum membayar saya menanyakan bukti pembayarannya, sedikit gagap petugas menyatakan bahwa lembar bukti penyerahan dokumen sudah dianggap menjadi bukti pembayaran (nanti coba kita liat ya). Dan yang paling menyakitkan, ditulis lagi dalam keterangan permintaan akte kelahiran bahwa anak saya termasuk Stbld. 1917.

Lalu dengan serius saya tanyakan: “Masih berlaku tuh stbld?”

“Oh masih pak, semuanya harus ditulis begitu”

“Oh gitu, kirain jaman belanda aja pake stbld!” sindiran dari saya yang tampaknya tidak dipahami petugas bersangkutan.

Ok, cukup cerita pendahuluan saya, sekarang kita masuk ke pokok pembahasan.

1. Inilah budaya pegawai negeri Indonesia yang jauh dari kesan profesional dan korup, birokrasi yang terbiasa tidak jujur dan selalu mencari kesempatan atas minimnya data yang mereka beri kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Sehingga seolah-olah masyarakat yang harus membayar mereka karena pelayanan itu, padahal pelayanan mereka sudah dibayar oleh negara.

Sampai setelah saya membayar Rp. 70.000 itu, saya tidak mengetahui kemana uang ini dialokasikan, dan parahnya yang menerima uang ini adalah muslim. Saya terima kalau yang melakukan korupsi ini bila bukan muslim, tapi pelakunya sekali lagi adalah muslim, yang seharusnya menjadi pekerja yang paling jujur karena aqidahnya memerintahkan begitu

2. Budaya rasialis dan nasionalisme kampungan rupanya masih menjadi mental ummat Islam saat ini. Mereka membedakan antara pribumi dan keturunan. Tanpa mereka ketahui bahwa cara ini adalah strategi utama belanda dalam melakukan politik divide et impera dan menghancurkan sendi ekonomi dan masyarakat.

Politik rasialis ini dimulai ketika VOC dan Pemerintah Belanda membagi kelompok masyarakat menjadi Inlander (pribumi) dan Vreemde Oosterlinge (Orang Timur Asing, termasuk Cina, Arab dan India), lalu memberikan akses ekonomi kepada Vreemde Oosterlinge terutama orang Cina sehingga pecahlah permusuhan dan kebencian antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge (lihat Buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara).

Politik rasialis ini bahkan dimulai semenjak awal pencatatan akta kelahiran dengan membedakan antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge, antara agama penjajah Belanda Kristen dan Katolik serta Islam. Lihat saja akte kelahiran Anda yang muslim pribumi akan mendapatkan kode Stbld. 1920, sedangakan yang nasrani pribumi mendapatkan kode Stbld. 1933, warga keturunan dari timur (Cina, Arab, India, dan lainnya) dengan Stbld. 1917. Akta kelahiran inilah yang menjadi dasar dalam perbedaan perilaku penjajah Belanda dalam masalah pendidikan, pekerjaan dan status sosial.

Sayangnya (baca: bodohnya), pemerintah Indonesia justru mengadopsi Stbld. (Staatsblad, artinya Peraturan Pemerintah Belanda) menjadi aturan dalam pencatatan kelahiran yang otomatis dari awal sudah membedakan membuat rasial penduduknya berdasarkan cara penjajah Belanda membedakannya.

Jadi ketahuan sekali bahwa negara kita secara hukum dan ekonomi masih terjajah dan samasekali belum merdeka. Nah, wajar kan kalau kita liat konflik horizontal maupun vertikal atas nama etnis masih terjadi di negeri ini? karena memang dari awal pemerintah Indonesia sudah meniatkannya. Membebek penjajah Belanda. Dan hampir sebagian besar hukum kita adalah adopsi Belanda.

Belum puas rupanya dijajah 350 tahun?!

Inilah ikatan-ikatan yang merusak dan terbukti menimbulkan perpecahan dan konflik yang tak berkesudahan. Ikatan yang muncul dari pemikiran yang dangkal dan sempit. Ikatan etnisitas, kekauman dan juga termasuk ikatan nasionalisme kampungan. Ikatan inilah yang menyebabkan muslim Indonesia tidak memperdulikan muslim Palestina hanya karena dibatasi oleh garis-garis khayal batas negara.

Ikatan ini juga yang memenangkan penjajah Belanda ketika membelah ummat Islam Indonesia atas nama etnis. Dan ikatan ini pula yang menyebabkan Arab Saudi, Yordan, Turki, Mesir, Irak, Iran dan semua negara muslim saat ini terpecah belah padahal dahulunya mereka adalah satu kekuatan. Inilah sebuah ikatan palsu yang harus dimusnahkan: fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang kita kenal dengan kata ashabiyah.

Padahal Rasulullah dengan sangat jelas telah mewanti-wanti agar kita jangan membedakan diri berdasarkan sesuatu yang tidak pernah dipilih manusia atau bagian dari qadar Allah.

Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kalian dan tidak pula kepada bentuk tubuh kalian, akan tetapi Allah melihat qalbu (akal dan hati) kalian dan perbuatan kalian (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurrairah)

Maka benarlah dalam aturan kewarganegaraan Daulah Madinah ketika Rasulullah saw. menjadi kepala negara, beliau saw. hanya membedakan 2 jenis penduduk; muslim dan kafir. Begitu pula yang dilaksanakan Khulafaur Rasyidin setelah beliau dan Khalifah-khalifah setelah mereka sampai runtuhnya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah tahun 1924. Artinya pembedaan kewarganegraan adalah berdasarkan pengakuannya atas Islam, bukan yang lain seperti fanatisme golongan atau bangsa.

Juga larangan sempurna dari Rasulullah atas sikap fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang dirangkum dalam larangan ashabiyah.

Siapa saja yang berperang di bawah panji kebodohan marah karena suku, atau menyeru kepada suku atau membela suku lalu terbunuh maka ia terbunuh secara jahiliyah (HR Muslim)

Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah (HR Abu Dawud)

Tidak ada keistimewaan khusus karena warna kulit, karena jenis dan karena tanah air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’ashub) karena warna kulitnya melebihi kulit orang lain, karena golongannya melebihi golongan lain dan karena daerahnya melebihi daerah orang lain. Pribumi ataupun keturunan. Bahkan Islam menaruh ikatan semacam ini dalam posisi yang paling rendah karena pemikiran semacam ini adalah batil.

Tapi inilah kondisi masyarakat dan ummat, mereka mempunyai cap tertentu bagi etnis tertentu, dan akhirnya bukan melihat karena ketakwaannya tetapi karena bentuk wajahnya. Hanya karena seseorang berwajah Arab lantas setiap bertemu tangannya dicium, karena persangkaan bahwa arab identik dengan Islam (ironis).

Hanya karena seseorang berwajah Cina lantas diidentikkan dengan kafir? (lebih ironis), lebih aneh lagi kalau ketemu bule semuanya serba senang, sumringah dan berjalan menunduk (kacau).

Inilah mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga kepada negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu, ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid dalam segala bidang.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (QS ali Imraan [3]: 103)

Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru ashabiyah.

Tapi mereka telah tiada, namun bukan tanpa warisan. Rasulullah menyiapkan sebuah sistem buat ummatnya agar ummatnya dapat bersatu padu dan kuat dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia. Insya Allah saat Khilafah Islam tegak satu saat nanti, Khalifah lah yang akan mengomando kaum muslim membunuh ashabiyah.
User avatar
duren
Posts: 11117
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by duren »

muslim_netral wrote:Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru ashabiyah.
D
A
N
muhammad akan membuat diskriminasi dan rasialisme kepada kapir

Kaseh pantat dulu deh untuk nabi si Netral :butthead: :butthead: :green:
User avatar
muslim_netral
Posts: 1705
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by muslim_netral »

duren wrote: A
N
muhammad akan membuat diskriminasi dan rasialisme kepada kapir

Kaseh pantat dulu deh untuk nabi si Netral :butthead: :butthead: :green:
Ketahuan sekarang, ternyata sinisme terhadap orang Cina itu warisan penjajah Belanda Godverdomme!
User avatar
Hansip
Posts: 110
Joined: Sat Nov 05, 2011 12:28 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by Hansip »

Apakah Felix Y. Siauw yg dimaksud adlah ini?
http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... af-t46954/
User avatar
duren
Posts: 11117
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by duren »

muslim_netral wrote:Ketahuan sekarang, ternyata sinisme terhadap orang Cina itu warisan penjajah Belanda Godverdomme!
Yang rasis kepada cina adalah muslim .

Saat imlek , dari jauh temanku kuteriakin " hoiii cina " ... malah ngajak aku minum bir :lol:
User avatar
papierkorb
Posts: 552
Joined: Wed Mar 30, 2011 6:24 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by papierkorb »

muslim_netral wrote:
Ketahuan sekarang, ternyata sinisme terhadap orang Cina itu warisan penjajah Belanda Godverdomme!
peristiwa mei 1998 yg bantai,merampok dan perkosa cw2 china sambil teriak olllohhkuu barbar sapa ya ? :green: :green:
mirip nabi idolamukan ? :rolling:
Ahmadibejad
Posts: 1325
Joined: Sun Sep 06, 2009 9:16 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by Ahmadibejad »

papierkorb wrote:
peristiwa mei 1998 yg bantai,merampok dan perkosa cw2 china sambil teriak olllohhkuu barbar sapa ya ? :green: :green:
mirip nabi idolamukan ? :rolling:
Yoi bro..bener bgt bro...tereak2 Ollohakbuaarr smbil perkosa cewek chines Smpe dilupain Sista 1 ini..Mngkin bagi muslim netral, perkosaan sangat HALAL, krna perkosaan trhadap kapir..Ato klo gk pasti ngelesnya itu krna oknum..Oknum yg mengatasnamakan Ollohakbuuaarr..prreett...

MN : Buka mata buka hati buka telinga sblm buat trit klo cmn mo mojokin kapir..Flash back dlu apa slimer2 di sini gk ngelakuin diskriminasi trhadap china? Sya yakin jwaban ente pasti menyalahkan pihak belanda yg sudah lebih dlu membuat cap rasis trhadap china. Bukan bgtu?

Klo Tindakan belanda salah knapa juga slimer2 ikut2an salah..g0bl0k kok turunan.. :lol:
walet
Posts: 5858
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am
Contact:

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by walet »

muslim_netral wrote: Ketahuan sekarang, ternyata sinisme terhadap orang Cina itu warisan penjajah Belanda Godverdomme!
Silakan tanya orang2 Cina yang sudah tua2.
Belanda memanjakan mereka dan pribumi cemburu.
Mereka biasa dikasih roti dan susu sama Belanda.

Silakan lihat komentar2 mantan muslim disini yang dulu diajarkan kalau orang Cina itu najis karena makan babi dll.
User avatar
Momad Narsis
Posts: 3461
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by Momad Narsis »

Tak usah kau tebarkan fitnah di sini hai MusNet..
istifar..
sudah terbukti quran mu..menggolongkan kaum nonmuslim sebagai dhimmi yakni warga kelas dua..
kalau islam ngomong rasis sama aja muslim menjadikan dirinya badut..! pelajarilah anti china di negri ini siapakah yg mempeloporinya..
siapa sih yg menyunat hak2 china dlm kemasyarakatan..? siapa sih yg koar2 kalau china PKI..? jgn kau bawa sifat buruk nabi kau yg suka tebar fitna..! puncaknya
kenanglah tahun 1998..!
User avatar
Momad Narsis
Posts: 3461
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by Momad Narsis »

Sy ingat sekali ketika toko2 mulai di bakar dan dijarah..(ingat fa'i)
wanita2 china diperkosa tanpa ampun,mayat2 mereka di seret di jalan & orang2 mulai mengumandangkan takbir sambil membakar mobil dan pusat perbelanjaan.
MusNet mungkin masih kecil saat itu,jd gak merasakan kegetiran dari etnis china yg tdk tau menahu kemudian dianiaya org2 biadab atas nama anti china..!
taukah kau apa yg terjadi di DARFUR & MESIR saat ini..? taukah kau apa itu anti JAHUDI..? taukah kau apa itu anti BARAT..?
Salam Damai
User avatar
abbadul
Posts: 1098
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by abbadul »

muslim_netral wrote:Nama saya Felix Y. Siauw
...
“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”
....
Dan syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua, dan Surat Pengantar RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah saya datang pada hari Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte kelahiran untuk dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan sekali lagi saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua yang dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI.

Dan setelah itu akhirnya saya tetap diminta membayar Rp. 70.000,...

... berdasarkan cara penjajah Belanda membedakannya.

Jadi ketahuan sekali .... Membebek penjajah Belanda....

Inilah mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga kepada negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu, ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid dalam segala bidang.
...
duren wrote: D
A
N
muhammad akan membuat diskriminasi dan rasialisme kepada kapir

Kaseh pantat dulu deh untuk nabi si Netral :butthead: :butthead: :green:
Ahmadibejad wrote: ...
Klo Tindakan belanda salah knapa juga slimer2 ikut2an salah..g0bl0k kok turunan.. :lol:
KHAS Muslim SELALU mencari kesalahan di pihak orang lain
Ga pengikutnya ga dedengkotnya (Muhammad), selalu melibatkan pihak lain untuk membenarkan ajarannya
Ga nyadar dia, bahwa ajarannyalah yg banyak membuat perbedaan antara muslim dan kafir

Memang ada dinegara lain, yg bekas terjajah, penduduknya sekarang mengikuti kebiasaan para penjajah ??
muslim_netral wrote: Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru ashabiyah.
Seandainya Soekarno / Soeharto masih ada, tentulah muslim ga sebuas seperti sekarang !
dilibas man ...
User avatar
muslim_netral
Posts: 1705
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by muslim_netral »

Hah...
kagak ada yang baru,
bosen muter-muter mulu, diulang lagi diulang lagi...
User avatar
abbadul
Posts: 1098
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by abbadul »

muslim_netral wrote:Hah...
kagak ada yang baru,
bosen muter-muter mulu, diulang lagi diulang lagi...
Nyadar man .... cepet-cepet deh murtad
Balik lagi ke agama terdahulu .... atau yg lain
Walau eloe ngaku muslim, jangan berharap orang-orang dipemerintahan memberi eloe kemudahan untuk mencapai bisnis eloe (muka loe nyata banget cinanya)
swatantre
Posts: 4049
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by swatantre »

muslim_netral wrote:Hah...
kagak ada yang baru,
bosen muter-muter mulu, diulang lagi diulang lagi...
Betul. Itu karena tulisanmu gak mutu. Gak ada yang baru. Sudah tahu basi masih dipostingkan. Sudah kehabisan otak buat membela agama hinamu ya?

Eh..eh...eh.... Tanya dong sama rekan2 kafir.... Kalo tionghoa jadi mualaf, itu perlakuan diskriminasinya jadi ilang ato malah tetep (jawaban saya simpan, tapi jelas saya tidak akan bertanya pada MN. Otaknya mampet... Maklum kualitas muslimah - muslim perempuan :lol: :green: :lol: :green: )
User avatar
papierkorb
Posts: 552
Joined: Wed Mar 30, 2011 6:24 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by papierkorb »

muslim_netral wrote:Hah...
kagak ada yang baru,
bosen muter-muter mulu, diulang lagi diulang lagi...
emang otak lo dogol kaya onta :green:
User avatar
papierkorb
Posts: 552
Joined: Wed Mar 30, 2011 6:24 pm

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by papierkorb »

muslim_netral wrote:Hah...
kagak ada yang baru,
bosen muter-muter mulu, diulang lagi diulang lagi...
emang otak lo dogol kaya onta :green:
1234567890
Posts: 3862
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by 1234567890 »

jongos onta arab mau ngadu onta .... china vs belanda ....

tapi sayangnya ... al koran para onta sendiri juga ngajarin hal yang sama ...
dan di indonesia ... yang paling suka diskriminasi ya para jongos onta lagi

belanda udah ke mana ... ini jongos onta masih berkutat soal hukum belanda

nungging lebih banyak, jedotin kepala lebih keras ... siapa tau bisa kesurupan ... seperti nabi keturunan babu
User avatar
bagonk
Posts: 214
Joined: Sun Jul 31, 2011 10:44 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by bagonk »

AH SAMPAH...
Ahmadibejad
Posts: 1325
Joined: Sun Sep 06, 2009 9:16 am

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by Ahmadibejad »

muslim_netral wrote:Hah...
kagak ada yang baru,
bosen muter-muter mulu, diulang lagi diulang lagi...
emang trit ente baru??
Klo cmn mo nyudutin etnis china harusnya ngaca diri dulu buat kaum ente itu? Udh toleraran gk ama etnis china?
Mojokin Belanda tpi gk mau liat kelakuan kaumnya sndiri sama aja prreettt...!!! :vom:
walet
Posts: 5858
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am
Contact:

Re: Nama saya Felix Y. Siauw

Post by walet »

1998, Alllllahhhh huak bar sambil perkosa dan bunuh orang Cina.

- Kok gak ada bule2nya
- Kok gak ada yang yang teriak Halleluia, Hon Santi2 Om
Post Reply