.

Ancaman Pengkhianatan nan Islami

Ancaman Pengkhianatan nan Islami

Postby anne » Sun Mar 31, 2013 10:14 pm

http://frontpagemag.com/2013/raymond-ib ... -betrayal/

Ancaman Pengkhianatan nan Islami
March 29, 2013 By Raymond Ibrahim

Percobaan pembunuhan baru-baru ini di Turki memberikan pelajaran berharga bagi Barat ttg kebencian Islamist serta besarnya penipuan dan penghianatan yg lahir dari kebencian tsb terhadap ‘kafir’ non-muslim.

Januari lalu, rencana pembunuhan thp seorang pendeta Kristen di Turki digagalkan. Polisi menahan 14 tersangka. Dua diantaranya, yg telah menjadi bagian dari jemaat yg dilayani Pendeta selama lebih dari satu tahun, berpura-pura tertarik pada ajaran Kristen. Salah satu malah bertindak lebih jauh dengan dibaptis. Tiga dari tersangka, muslimah. “Orang-orang ini telah menyusup gereja kami dan mengumpulkan informasi mengenai saya, keluarga saya dan gereja, sambil mempersiapkan serangan pada kami,” kata Pendeta, Emre Karaali, warga asli Turki: “Dua diantaranya mengikuti kebaktian selama lebih dari satu tahun dan mereka seperti keluarga.”

Image Image
Pdt. Emre Karaali dan jemaatnya

Dan taktik subversive mereka berhasil: “Ke-14 [tersangka] telah mengumpulkan informasi pribadi, membuat salinan dokumen-dokumen pribadi, membuat peta gereja dan rumah pendeta, serta memiliki foto-foto mereka yang datang ke Izmit [gereja] untuk berkhotbah.

Melihat begitu jauhnya para Islamist melibatkan diri untuk membunuh Pendeta Kristen ini: kebohongan menyeluruh, masuk dan mengikuti ibadah non-Islam hingga ke tahap “mereka seperti keluarga” bagi umat Kristen yang hendak mereka khianati dan bunuh. Walau sementara orang ada yang menganggap perilaku tsb tidak islami, namun nyatanya tindakan mereka diperbolehkan doktrin Islam, dan merupakan fakta dalam sejarah Islam.

Ajaran Islam memperbolehkan dusta, tipu-muslihat dan dispensasi. Untuk kajian lebih lanjut, bacalah ttg doktrin taqiyya , tawriya , and taysir . Selanjutnya, ada gagasan menyeluruh ttg niyya (atau ‘niat’), yang dijabarkan dengan baik dalam aksioma terkenal Muslim: “kebutuhan menghalalkan segalanya.” Menurut ajaran ini, niat dibalik tindakan Muslim-lah yang menentukan halal tidaknya suatu tindakan.

Dari sini dapat dimengerti banyaknya keganjilan Islam: berdusta dilarang—kecuali niatnya untuk memperkuat Islam; membunuh perempuan dan anak-anak dilarang—namun diperbolehkan saat jihad; bunuh diri dilarang—kecuali niatnya untuk membunuh kafir, yang dalam hal ini ‘berjihad di jalan Allah’

Dengan demikian, berpura-pura tertarik pada ajaran Kristen, mengikuti ibadah selama lebih dari satu tahun, dibaptis, dan menjadi “bagian dari keluarga” kafir—segala yang dilarang dalam hukum syariah—menjadi halal dalam rangka jihad terhadap Kristen.

Sejarah Islam memperlihatkan contoh-contoh bagaimana muslim berpura-pura berteman dan bersikap loyal pada non-muslim, hanya untuk menghancurkannya pada saat yang tepat, dimulai dari si pendiri Islam, Muhammad. Ketika penyair kafir Ka‘b ibn Ashraf, menyinggung perasaannya, si nabi mengatakan, “Siapa yang akan membunuh orang ini, yang telah menyakiti Allah dan nabinya?” Seorang pemuda muslim, Ibn Maslama, menawarkan diri dengan syarat, agar bisa berada cukup dekat dengan Ka’b untuk membunuhnya, ia diperbolehkan menipu sang penyair. Si nabi setuju . Ibn Maslama lantas berpura-pura bersahabat dengan Ka’b; sang penyair percaya pada ketulusannya dan menaruh kepercayaan padanya. Segera setelahnya, si pemuda muslim kembali dengan temannya, dan saat sang penyair lengah mereka membantainya.

Sama juga, Muhammad memerintahkan seorang mualaf dari suku lawan untuk menyembunyikan ke-islamannya, dan kembali ke sukunya—yang ia rayu dengan licik. “Kalian adalah harta dan keluargaku, orang yang paling kusayangi”---hanya untuk dikhianati bagi Islam.

Sedemikian jauhnya muslim-muslim--di masa lalu dan sekarang—melangkah untuk mendapatkan kepercayaan para kafir yang hendak mereka khianati. Contohnya, di bulan Oktober 2012 di Somalia, negara yang sama sekali berbeda dengan Turki dalam hal ras, bahasa dan budaya—hanya Islam kesamaannya—kisah penghianatan serupa baru-baru ini terjadi. Ketika seorang sheikh muslim curiga salah seorang wanita di desanya telah memeluk Kristen. Ia menyuruh istrinya menemui wanita tsb, berpura-pura tertarik pada ajaran Kristen. Wanita Kristen yang percaya ini begitu bahagianya berbagi Kabar Baik dengan muslimah yang berpura-pura ini. Setelah mendapat kepastian wanita tsb memeluk Kristen, sheik dan muslim-muslim lain pergi ke rumahnya dan menembak mati sang wanita.

Pengkhianatan semacam itu hanya dapat dimengerti dalam konteks kebencian yang tumbuh terhadap kafir: Kristen berada di puncak daftar. Di Turki sendiri—negara muslim yang relatif ‘moderat’ dibanding negara muslim lain seperti Afghanistan, Pakistan, Saudi Arabia dan Mesir—anekdot kebencian terbaru, termasuk diantaranya pembunuhan atas seorang wanita Kristen Armenia berusia 85 tahun, yang ditikam berulangkali sampai mati di aparemennya. Sebuah tanda salib disayat di tubuhnya . Ini adalah serangan kelima dalam dua bulan terakhir pada wanita-wanita Kristen lansia (salah satu kehilangan matanya), walau umat Kristen hanya kurang dari 1% penduduk Turki.

Pendeta Turki yang menjadi target pembunuhan juga menjelaskan besarnya rasa permusuhan terhadap umat Kristen: “Ada kebencian, dan kebencian ini terus diperlihatkan penduduk disini.” Anak-anak muslim sering mengutuk dan melempar batu ke gereja dan jemaat—yang hanya berjumlah 20 orang.
Dan tentu saja, pembantaian Malatya. Di bulan April 2007, beberapa teroris menyerang sebuah penerbitan di Malatya, Turki, karena mendistribusikan Bible. Selama beberapa jam muslim-muslim ini mengikat, menyiksa, dan menikam tiga karyawan Kristen, sebelum menggorok lehernya. Bukti-bukti di kemudian hari menunjukkan bahwa pembunuhan tsb merupakan bagian dari operasi yang lebih besar , yang melibatkan elemen-elemen militer Turki. Salah satu tersangka mengatakan, “Kami tidak melakukan ini untuk diri kami sendiri, melainkan demi agama kami [Islam]…Biar ini menjadi pelajaran bagi musuh-musuh agama kami.”

Image
Christian victims of the 2007 Malatya massacre, from left, Necati Aydın, Uğur Yüksel, and Tilmann Ekkehart Geske.

Sudah tentu, ‘pelajaran’ sesungguhnya diwakili oleh pertanyaan berikut: Jika muslim-muslim ini, termasuk perempuan/muslimah, bersedia masuk lebih jauh untuk menghabisi minoritas non-muslim yang sudah dikucilkan dan ditindas—dengan mengikuti ibadah gereja dan menjadi “bagian dari anggota keluarga” kafir yang hendak mereka bunuh—maka sudah seberapa jauh penipuan dan pengkhianatan aktivis-aktivis muslim Amerika yg murah senyum , terutama mereka yang memiliki posisi dan pengaruh, dalam usahanya menumbangkan dan menghabisi kafir yang paling berbahaya dari semua kafir, sang Setan Besar Amerika?

Image

Namun, menurut pemerintahan Obama, muslim yang menjadi ancaman thp Amerika yg perlu dikhawatirkan hanyalah al-Qaeda—teroris berjenggot yang bertriak lantang “matilah Amerika” seraya menenteng Kalashnikovs---yang bahkan oleh pemerintahan saja dianggap tidak ada kaitannya dengan Islamis radikal, apalagi para muslim berwajah sopan.

Ancaman Pengkhianatan nan Islami


Ancaman Pengkhianatan nan Islami Alternative
Alternative Rss Feed
Faithfreedompedia
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Ancaman Pengkhianatan nan Islami

Postby keeamad » Mon Apr 01, 2013 1:30 am

Useful idiot di negara2x kafir, harus diberi tahu bahwa muslim sedang menjalankan takti perang 'Art of War' Tzun Su,
yg salah satu filosofinya adalah:
"Musuh yang paling lemah adalah musuh yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang kita serang (perangi)"

Terbukti dengan taktik alah srigala berbulu domba ini - mengaku damai tapi pembunuh berdarah dingin,
maka mereka akan mudah mencapai tujuannya di negara kafir tsb, (seperti pembunuhan di gereja di atas),
kemudian menjadi penguasa dan menerapkan syariah di sana ....

WASPADALAH, WASPADALAH .....
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm


Return to Resource Centre KEBOHONGAN2/MITOS2 ciptaan Islam/Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users