.

MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Aku-Suka-Hujan » Sat Aug 11, 2012 7:49 am

Asalnya dari: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/topic49704/


KingdomOfHeaven wrote:Bangsa-bangsa Islam di abad pertengahan ternyata sudah punya "komputer ajaib" yang bisa membantu mengetahui waktu dan posisi benda-benda di angkasa, membantu dalam pelayaran, mempertahakan keakuratan kalender, memperkirakan gerhana, bahkan mengukur bumi.

Komputer ini umumnya tidak besar, bentuknya bundar seperti jam saku dengan diameter 15 cm saja (ada beberapa yang dibuat dalam skala besar). Astrolab, demikian namanya.

Image


Astrolab merupakan peranti astronomi yang paling penting sebelum era teleskop muncul. Ilmuwan abad pertengahan di Timur Tengah, khususnya bangsa Islam telah menggunakan alat ini untuk berbagai hal, seperti tertulis di awal artikel.

Astrolab secara prinsip sebenarnya sudah ada sejak sekitar 150 SM. Namun, bentuk fisiknya baru muncul kira-kira 400 M. Alat ini menjadi bagian penting di periode Islam sejak tahun 800 M.

Astrolab terdiri dari sebuah model langit yang tertera pada lempeng logam melingkar. Di sekliling lingkar luar lempeng logam itu terukir skala derajat, atau kadang penanda waktu. Jarum penunjuk yang bisa diputar (alidad) digunakan untuk menentukan ketinggian suatu bintang ketika peranti ini diangkat setinggi lengan yang teracung. Hasilnya kemudian terbaca pada ukuran berskala.

Dengan astrolab ini, penggunannya juga bisa mengenali bintang-bintang, memprediksi kapan matahari terbit dan tenggelam setiap hari, menentukan jarak ke Mekah, menyurvei tanah, menghitung tinggi objek, hingga.... berlayar!

Tak heran, bangsa-bangsa Islam masa itu menjadi petualang tangguh baik di darat atau laut. Lewat merekalah, akhirnya astrolab diperkenalkan kepada bangsa Eropa melalui Spanyol (Moor).

Meskipun bangsa Yunani dulu sudah meyakini bentuk bumi adalah bulat, entah mengapa pada perkembangannya bangsa-bangsa di Eropa lebih menerima pendapat soal bumi yang datar. Mata mereka mulai terbuka setelah Copernicus dan Galileo-Galilei memberi pembuktian soal bumi bulat.

Padahal dalam Perjanjian Lama, kitab suci umat Kristen sendiri sudah menulis tentang bumi itu bulat. Demikian juga Quran meyakini bentuk bumi pun bulat.

Ilmuwan-ilmuwan muslim membukitkan iman mereka dengan penyelidikan lanjut, diantaranya melalui astrolab ini.

Sekitar abad 9 M, saat bangsa Islam menguasai separuh dunia, naskah-naskah ilmiah seperti karya astronom Yunani Ptolemeus diterjemahkan ke bahasa Arab. Dinasti Abbasiyah juga mendapatkan naskah-naskah Sansekerta yang kaya akan informasi tentang matematika, astronomi, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Observatorium juga banyak dibangun di kota-kota tempat peradaban Islam berada. Di tempat ini, para ilmuwan memiliki berbagai alat paling canggih masa itu seperti astrolab, kuadran, sekstan, dan jam matahari.

Penetapan Mekah sebagai kiblat mendorong cendikiawan Muslim mempelajari ilmu falak. Sejak abad 13, banyak masjid dibangun memperkerjakan seorang astronom profesional (muwaqqit) sehingga bisa menentukan arah kiblat secara tepat. Lagi-lagi, komputer saku astrolab jadi panduan utama.

Tidak itu saja, ilmuwan Muslim bisa menentukan tanggal dan hari-hari raya untuk ibadah berdasar pengamatan pada peredaran bulan dan matahari, dan mereka juga bisa membantu orang yang akan naik haji merencanakan rute perjalanan paling efisien ke Mekah.
Ini satu contoh ilmu mutakhir yang hingga kini diakui kebenarannya:

Tahun 1031, Abu Raihan al-Biruni sudah menyebutkan kemungkinan bahwa planet-planet berotasi mengikuti orbit yang elips, bukan bulat.

Mengukur Bumi

Ekspansi Islam ke berbagai belahan bumi menciptakan pembuatan peta bumi ini, termasuk pembuatan globe. Para pembuat peta berupaya keras melakukan pengukuran yang akurat.

Khalifah al-Makmun pernah mengutus dua tim survei ke Gurun Siria dilengkapi astrolab serta tongkat dan tali pengukur. Dua tim tersebut berjalan berlawan arah hingga mereka mengamati satu derajat perubahan ketinggian Bintang Utara. Hasil perhitungan mereka menunjukkan bahwa jarak yang mereka tempuh sama dengan satu derajat garis Lintang, atau 1/360 keliling bumi.

Jadi, setelah dikalkulasi, keliling bumi dari kutub ke kutub adalah 37,369 kiometer. Perhitungan ini sangat mendekati dengan hasil teknologi modern jaman sekarang, yakni 40,008 kilometer!

Maka kesimpulannya, tak menutup kemungkinan bila peradaban bangsa Islam saat jaya dulu menyebar hingga ke ujung-ujung bumi, dan bahkan (boleh jadi) sampai ke Amerika.

Sumber:
Awake! Magazine
astrolabes

sumber :http://www.apakabardunia.com/2012/08/komputer-saku-bangsa-islam-di-abad.html


Jawaban oleh Fayhem
fayhem wrote:http://en.wikipedia.org/wiki/Astrolabe

An early astrolabe was invented in the Hellenistic world in 150 BC and is often attributed to Hipparchus. A marriage of the planisphere and dioptra, the astrolabe was effectively an analog calculator capable of working out several different kinds of problems in spherical astronomy. Theon of Alexandria wrote a detailed treatise on the astrolabe, and Lewis (2001) argues that Ptolemy used an astrolabe to make the astronomical observations recorded in the Tetrabiblos.[6]


Jawaban oleh Walet
KingdomOfHeaven wrote:Padahal dalam Perjanjian Lama, kitab suci umat Kristen sendiri sudah menulis tentang bumi itu bulat. Demikian juga Quran meyakini bentuk bumi pun bulat.

walet wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum/allah-menciptakan-bumi-datar-t33260/

Kalau yang itu sih taqiyah.

Surah 71:19 Nooh

(18) kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًۭا ﴿٨١﴾
(19) Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ بِسَاطًۭا ﴿٩١﴾
(20) supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu". لِّتَسْلُكُوا۟ مِنْهَا سُبُلًۭا فِجَاجًۭا ﴿۰٢﴾

Itu sebenarnya seperti hamparan karpet kaya terjemahan Yusuf Ali dibawah ini

(18) "'And in the End He will return you into the (earth), and raise you forth (again at the Resurrection)? ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًۭا ﴿٨١﴾
(19) "'And Allah has made the earth for you as a carpet (spread out), وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ بِسَاطًۭا ﴿٩١﴾
(20) "'That ye may go about therein, in spacious roads.'" لِّتَسْلُكُوا۟ مِنْهَا سُبُلًۭا فِجَاجًۭا ﴿۰٢﴾


Jawaban dari saya:
Astrolab itu termasuk kalkulator analog (alat untuk membantu menghitung secara cepat secara analog) yang merupakan perkawinan antara planisphere (kalkulator analog posisi bintang) dan dioptra (alat survei yang diperlengkapi busur untuk mengukur sudut). Konon diciptakan oleh astronomer legendaris, Bapak dari segala Astronom pencatat bintang Hipparchus. Astrolab dapat dipergunakan untuk melacak posisi bintang dan menentukan waktu pada saat malam.

Theon dari Alexandria menulis mengenai pendahulu semua Astrolabe dalam treatise-nya “On the Little Astrolabe” pada tahun 375 M, yang mencantumkan segala hal mulai dari dasar-dasar pembuatan hingga pemakaian Astrolabe.

Astrolabe, setelah masa Romawi memang tidak terlalu populer di Eropa Barat-Utara (negara2 yang diambil alih suku2 germanic) namun populer di Eropa Selatan (terutama yang masih Hellenis seperti Byzantin). Bahkan seorang Byzantin John Philoponus menulis Traktat "On the Use and Construction of the Astrolabe" yang mengembangkan ide astrolabenya Theon dalam bahasa Yunani pada abad ke-6 yang kemudian menjadi cikal-bakal astrolabe yang dipakai pada abad2 selanjutnya, Orang Arab sepertinya terpengaruh tulisan seorang Byzantin-Siriak bernama Severus Sebokht, seorang bishop pada pertengahan abad ke-7 yang menulis mengenai deskripsi dan pemakaian Astrolabe dalam bahasa Siriak yang isinya kurang lebih menggambarkan astrolabe dalam bukunya Philoponus (silahkan kunjungi http://www.tertullian.org/fathers/severus_sebokht_astrolabe_01_trans.htm untuk melihat terjemahan isi bukunya)

Nah karena Eropa Katolik dan Eropa Byzantin (Ortodok) tidak terlalu bersahabat, hubungan antara keduanya terutama transfer ilmu agak kurang. Walaupun Eropa Katolik sudah mengenal astrolabe modern setidaknya sejak abad ke-11, Eropa Katolik tidak memerlukannya dan penggunaannya terbatas pada kalanagan tertentu saja. Namun pada abad ke -13 dan 14 permintaan akan astrolabe semakin meningkat pesat (karena ketertarikan astronomi dan astrologi), sehingga Eropa Katolik mengimpor astrolabe dari dunia Muslim (kenapa tidak dari Eropa Byzantin? ga tahu juga? ga ada hubungan dagang? Atau Byzantin malas hadapin Eropa Katolik pasca Perang Salib?).
Eropa Katolik (dan Prostestan) kemudian memproduksi astrolabe sendiri yang berpusat di Jerman, Prancis dan Belgium sepanjang abad 15-16. Dan orang Eropa mendasarkannya bukan lewat muslim saja, namun lewat manual2 Byzantin, terutama tulisan Nikephoros Gregoras (abad-14) yang menulis manual pembuatan-dan pemakaian Astrolabe.
Lucunya: Byzantin menulis banyak buku mengenai astolabe tapi hanya sedikit astrolabe buatan Byzantin yang ditemukan. Muslim sedikit menulis buku mengenai astrolabe tapi banyak astrolabe buatan muslim yang ditemukan. Kesimpulan: Dari dahulu muslim sudah bermental buruh pabrik?
Lalu pada jaman Great Sailing Ages (alias abad ke-17) astrolabe ditinggakan karena orang Eropa (Katolik dan Protestan) sekarang sudah menemukan teleskop, planetarium dan jam pendulum yang kesemuanya dapat dipergunakan untuk menentukan dan memetakan posisi bintang jauh dan waktu lebih akurat dari astrolabe. Astrolabe kemudian hanya digunakan di dunia musim sebagai penentu kibla dan waktu sholat dan dunia Eropa sebagai alat buat astrologi.

SO, BERTERIMA KASIHLAH Kepada orang YUNANI dan BYZANTIN dasar kumpulan orang tidak tahu terima kasih dan suka MUSCLAIM!

Referensi:
http://www.pachs.net/blogs/comments/an_introductory_history_of_astrolabes/
http://www.astrolabes.org/history.htm
User avatar
Aku-Suka-Hujan
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Utbahbinabuwaqqash » Sat Aug 11, 2012 11:41 am

Bangsa Romawi, Persia, Israel, Yunani, Amerika, Indonesia aku tahu...
Tapi kalo bangsa islam itu bangsa apa seh? di mana? yg mana? kapan berdirinya...??? Hi..hi..hi..
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby crayon-sinchan » Sat Aug 11, 2012 12:15 pm

dan belasan abad setelah astrolabe...
Image
:rolling:

kafir melakukan penemuan2 baru

sedangkan muslim...
Image

gak bosen slim kerjanya musclaim & rusuh2 terus.. :-k
User avatar
crayon-sinchan
 
Posts: 962
Joined: Sat Jun 05, 2010 7:14 pm
Location: surga ada di dalam hati masing-masing

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby JibrilxMomed » Sat Aug 11, 2012 11:00 pm

@atas

sotoshopx makin canggih yaa.. efek sephia bisa jadi sharp.... kafir g bisa tuh..... Image deh buat muslim...
User avatar
JibrilxMomed
 
Posts: 35
Joined: Thu Jul 26, 2012 12:53 pm

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby jemplank » Sat Aug 11, 2012 11:25 pm

crayon-sinchan wrote:dan belasan abad setelah astrolabe...
Image
Teropongnya buatan mana tuh ... ?
Kalo ada Teropong yg mereknya Zafaron, ane pesan satu dah ...
jemplank
 
Posts: 763
Joined: Tue May 15, 2012 2:43 am

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby KingdomOfHeaven » Sun Aug 12, 2012 2:14 am

ne kan thread ane . . ane cari kemana2 , ternyata dipindahkan :rolling:
maap kemaren salah tempat ..
User avatar
KingdomOfHeaven
 
Posts: 45
Joined: Fri Jul 29, 2011 10:10 am

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby nap.bon » Sun Aug 12, 2012 6:31 am

Aku-Suka-Hujan wrote:Jawaban dari saya:
Astrolab itu termasuk kalkulator analog (alat untuk membantu menghitung secara cepat secara analog) yang merupakan perkawinan antara planisphere (kalkulator analog posisi bintang) dan dioptra (alat survei yang diperlengkapi busur untuk mengukur sudut). Konon diciptakan oleh astronomer legendaris, Bapak dari segala Astronom pencatat bintang Hipparchus. Astrolab dapat dipergunakan untuk melacak posisi bintang dan menentukan waktu pada saat malam.

..dan tentu ini akan berguna di pelayaran....

Aku-Suka-Hujan wrote:Theon dari Alexandria menulis mengenai pendahulu semua Astrolabe dalam treatise-nya “On the Little Astrolabe” pada tahun 375 M, yang mencantumkan segala hal mulai dari dasar-dasar pembuatan hingga pemakaian Astrolabe.

Astrolabe, setelah masa Romawi memang tidak terlalu populer di Eropa Barat-Utara (negara2 yang diambil alih suku2 germanic) namun populer di Eropa Selatan (terutama yang masih Hellenis seperti Byzantin). Bahkan seorang Byzantin John Philoponus menulis Traktat "On the Use and Construction of the Astrolabe" yang mengembangkan ide astrolabenya Theon dalam bahasa Yunani pada abad ke-6 yang kemudian menjadi cikal-bakal astrolabe yang dipakai pada abad2 selanjutnya, Orang Arab sepertinya terpengaruh tulisan seorang Byzantin-Siriak bernama Severus Sebokht, seorang bishop pada pertengahan abad ke-7 yang menulis mengenai deskripsi dan pemakaian Astrolabe dalam bahasa Siriak yang isinya kurang lebih menggambarkan astrolabe dalam bukunya Philoponus (silahkan kunjungi http://www.tertullian.org/fathers/severus_sebokht_astrolabe_01_trans.htm untuk melihat terjemahan isi bukunya)

....yang jelas bukan muslim....

Aku-Suka-Hujan wrote:Nah karena Eropa Katolik dan Eropa Byzantin (Ortodok) tidak terlalu bersahabat, hubungan antara keduanya terutama transfer ilmu agak kurang. Walaupun Eropa Katolik sudah mengenal astrolabe modern setidaknya sejak abad ke-11, Eropa Katolik tidak memerlukannya dan penggunaannya terbatas pada kalanagan tertentu saja.

Negara-negara Eropa Katolik masih sibuk mengurusi urusan dalam negeri sehingga Astrolabe belum berfungsi penting....

Aku-Suka-Hujan wrote:Namun pada abad ke -13 dan 14 permintaan akan astrolabe semakin meningkat pesat (karena ketertarikan astronomi dan astrologi), sehingga Eropa Katolik mengimpor astrolabe dari dunia Muslim (kenapa tidak dari Eropa Byzantin? ga tahu juga? ga ada hubungan dagang? Atau Byzantin malas hadapin Eropa Katolik pasca Perang Salib?).

Abad 13 dan 14 adalah abad suram Byzantine, karena serangan dan kekalahan bertubi-tubi dari Turki (Muslim) yang mengakibatkan kejatuhannya pada 1453. Byzantine kehilangan lebih dari separuh penduduknya (termasuk pembuat Astrolabe).

Aku-Suka-Hujan wrote:Eropa Katolik (dan Prostestan) kemudian memproduksi astrolabe sendiri yang berpusat di Jerman, Prancis dan Belgium sepanjang abad 15-16. Dan orang Eropa mendasarkannya bukan lewat muslim saja, namun lewat manual2 Byzantin, terutama tulisan Nikephoros Gregoras (abad-14) yang menulis manual pembuatan-dan pemakaian Astrolabe.
Lucunya: Byzantin menulis banyak buku mengenai astolabe tapi hanya sedikit astrolabe buatan Byzantin yang ditemukan. Muslim sedikit menulis buku mengenai astrolabe tapi banyak astrolabe buatan muslim yang ditemukan.

Astrolabe tidak terlalu diperlukan pada masa tersebut. Sedikitnya astrolab Byzantine yang ditemukan dibandingkan muslim mungkin disebabkan oleh ini:
1) Kebutuhan muslim yang besar (hampir setiap mesjid) dibandingkan gereja (cuma gereja utama, hasil hitungannya disebar pake lectionary). Sehingga produksinya jumlahnya pasti berbeda (muslim lebih banyak).
2) Ada kemungkinan, ketika invasi Arab dan Turki ke Byzantine, terjadi penjarahan (dan pengerusakan) sehingga astrolabe byzantine banyak yang rusak dan dibuang.

Aku-Suka-Hujan wrote:Kesimpulan: Dari dahulu muslim sudah bermental buruh pabrik?

Mungkin pula....

Aku-Suka-Hujan wrote:Lalu pada jaman Great Sailing Ages (alias abad ke-17) astrolabe ditinggakan karena orang Eropa (Katolik dan Protestan) sekarang sudah menemukan teleskop, planetarium dan jam pendulum yang kesemuanya dapat dipergunakan untuk menentukan dan memetakan posisi bintang jauh dan waktu lebih akurat dari astrolabe. Astrolabe kemudian hanya digunakan di dunia musim sebagai penentu kibla dan waktu sholat dan dunia Eropa sebagai alat buat astrologi.

Alasan inilah yang sepertinya mendasari, mengapa astrolabe byzantine jarang ditemukan dan astrolab muslim banyak ditemukan.

Aku-Suka-Hujan wrote:SO, BERTERIMA KASIHLAH Kepada orang YUNANI dan BYZANTIN dasar kumpulan orang tidak tahu terima kasih dan suka MUSCLAIM!

Klo ga musclaim namanya bukan muslim.

nap.bon
 
Posts: 1011
Joined: Wed Jun 27, 2012 8:04 pm
Location: United States of Indonesia

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Silent Cry » Mon Sep 03, 2012 9:40 pm

ooo ... jadi itu benda yang ketinggalan jaman ya?
User avatar
Silent Cry
 
Posts: 21
Joined: Fri Nov 12, 2010 8:56 pm

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby HILLMAN » Mon Sep 03, 2012 9:48 pm

crayon-sinchan wrote:
kafir melakukan penemuan2 baru

sedangkan muslim...
Image



Gambar ini membuat saya terenyuh, terpikirkan dalam benak saya bagaimana sebuah ajaran sungguh dashyat meng-kerdil-kan otak dan hati manusia.

Kita doakan dan upayakan jalan keluar bagi saudara kita yang terpedaya oleh ajaran ini.

Salam.
User avatar
HILLMAN
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Abu Riziek » Thu Sep 06, 2012 1:10 am

@ash
Muslim suda lebih dulu mengerti astronomi sebelum orang2x eropa.
Mural sextants are a special case of a mural instrument. Many were made that were quadrants rather than sextants. They were a kind of speciality of medieval Muslim astronomers to whom the credit of building the first mural sextants is attributed.
User avatar
Abu Riziek
 
Posts: 523
Joined: Wed Aug 29, 2012 9:41 pm

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby sundamurtat » Thu Sep 06, 2012 9:29 am

Abu Riziek wrote:Muslim suda lebih dulu mengerti astronomi sebelum orang2x eropa.


Dan bangsa kafir Persia, kafir Maya, kafir Mesir, kafir Cina, juga sudah mengerti astronomi sebelum muslim si pengikut muhammad.. :goodman:
User avatar
sundamurtat
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Aku-Suka-Hujan » Thu Sep 06, 2012 9:37 am

@abu...

Ah? Masa?
Perasaan tidak demikian deh...
Jauh sebelum muslim, peradaban Eropa dan peradaban lain sudah mengenal astronomi kok...
Inilah jejak para astronomi dunia:
Orang Sumeria dan Babilonia 2000 tahun sebelum masehi sudah membuat peta bintang, mereka bisa memprediksi kapan bintang 'akan terbit' dari horizon dan bahkan mereka dapat menghitung dan memprediksikan pergerakan planet-planet.
Coba Baca buku text Astronomy mereka: Mul.Apin.
Imu astronomi Babilonia inilah yang menjadi dasar semua imu astronomi di Eropa, India, dan Persia.
Orang Mesir Kuno juga terkenal, mereka membangun Piramid tepat menghadap arah terbitnya matahari pada winter equinox. Orang Mesir juga mngkatologikan bintang dan mempergunakan pergerakan bintang untuk memperkirakan musim. Munculnya Sirius misalnya dianggap sebagai penanda awal musim menanam karena bertepatan dengan banjir Sungai Nil. Semua kuil-kuil di Mesir tepat menghadap 4 penjuru langit arena dibangun dengan mempergunakan astrnomi sebagai penunjuk arah.
Lalu apakah saya perlu menjelaskan lebih lagi mengenai kontribusi para Astronomi Yunani dan Roma terhadap imu astronomi kita sekarang, bagaimana Astronomi India dan Persia yang menjadi dasar astronomi Arab, bagaimana China dan Orang MesoAmerika mengembangkan imu astronomi mereka yang independen.

Cuma Mural Sextant aja kontribusinya?
Hmmm... Non-Muslim Eropa nemukan keberadaan bulan di Yupiter, sistem Heliosentris, nemukan matahari itu terdiri dari Helium dan Hidrogen, keberadaan pulsar, keberadaan BlackHole, Siklus Bintang, keberadaan Galaxy lain, keberadaan Exoplanet, mendaratkan manusia di bulan dan berhasil mngirimkan probe ke Mars.
Pertanyaan yang ada di benak saya, kalau Astronom Eropa dan Astronom Arab punya dasar ilmu astronomi yang dapat dikatakan hampir serupa pada tahun 1600an KEMANA AJA ASTRONOM MUSLIM 400 TAHUN TERAKHIR? Kenapa malah Astronom Eropa ayng menemukan terobosan astronomi baru tapi astronomi Arab ga kedengaran? Hayoooooooo kenapa?
User avatar
Aku-Suka-Hujan
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby swatantre » Thu Sep 06, 2012 12:55 pm

alley_kenthir mode:
Ooo..itu ilmu islam nya dicuri kafir... jadi muslim gak bisa bikin lagi.... muslim jadi gak bisa berkembang lagi...
------
Ini namanya miyak wadi, mbuka rahasia. Yaitu justru bahwa ilmu islam itu CURIAN. Jadi, ketika contekannya ilang/diambil kembali, dia gak bisa ngapa2in... Apa sih dari islam yang bukan contekan dan curian? Ya gak Ziek?
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby gateway » Thu Sep 06, 2012 1:47 pm

ayo..manusia abu
jgn mau digamparin terus oleh kafirun FFI dong
keluarin semua jurus islam ente yg ada..
:green:
User avatar
gateway
 
Posts: 1031
Joined: Sun Aug 21, 2011 8:59 am

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Thu Sep 06, 2012 2:01 pm

coba itu ditanya ama si abu, muslim philosopher nya dari daerah mana itu ? arab ato persia ? :lol:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Abu Riziek » Sat Sep 08, 2012 12:37 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:coba itu ditanya ama si abu, muslim philosopher nya dari daerah mana itu ? arab ato persia ? :lol:
Anda lumayan juga sejarahnya. Ya jelas dari asalhnya si Avicena dong. Anda tahukan siapa dia?
User avatar
Abu Riziek
 
Posts: 523
Joined: Wed Aug 29, 2012 9:41 pm

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby swatantre » Sat Sep 08, 2012 11:57 am

Ditanya nama daerah, yang didapat malah nama orang..... Gak berani jawab terus terang yah...?
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Abu Riziek » Sat Sep 08, 2012 12:03 pm

swatantre wrote:Ditanya nama daerah, yang didapat malah nama orang..... Gak berani jawab terus terang yah...?
Gak terlalu penting daerahnya, yang penting nama2x itu adalah orang muslim, di manapun dia berada.
User avatar
Abu Riziek
 
Posts: 523
Joined: Wed Aug 29, 2012 9:41 pm

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Mohmed Bin Atang » Sat Sep 08, 2012 12:30 pm

MaNuSiA_bLeGuG wrote:coba itu ditanya ama si abu, muslim philosopher nya dari daerah mana itu ? arab ato persia ? :lol:


Abu Riziek wrote:Anda lumayan juga sejarahnya. Ya jelas dari asalhnya si Avicena dong. Anda tahukan siapa dia?


ah, kalo ditanya ilmuwan islam, muslim pasti bisanya ibnu sina melulu..
Ibnu Sina itu pintar gara2 hasil didikan persia, bukan ajaran nabi muhammad yang buat dia pintar!
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: MUSCLAIM: Komputer Saku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Postby Abu Riziek » Sat Sep 08, 2012 12:35 pm

@atas
Saya pertegas ya, dia memang pintar dan karena dari kepintarannya itu dia mau mengakui kebenaran islam.
Buktinya dia mau masuk islam secara suka rela kan?
User avatar
Abu Riziek
 
Posts: 523
Joined: Wed Aug 29, 2012 9:41 pm

Next

Return to Resource Centre KEBOHONGAN2/MITOS2 ciptaan Islam/Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users