.

Dotkrin MURUNA: Melanggar Syariah utk memperdaya Kafir

Dotkrin MURUNA: Melanggar Syariah utk memperdaya Kafir

Postby ali5196 » Tue Jul 17, 2012 5:49 am

http://pjmedia.com/blog/muruna-violatin ... epage=true
Muruna: Violating Sharia to Fool the West. The Sunni doctrine of muruna takes taqiyya a step further.
by Walid Shoebat and Ben Barrack
February 18, 2012 - 12:00 am

Terjemahan oleh Anne dibawah! =D> =D> :prayer: :prayer: :prayer:
Last edited by ali5196 on Thu Jul 19, 2012 3:22 am, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jul 17, 2012 5:50 am



Walid Shoebat:''Arab Spring (Mesir, Libya, Tunisia) hanyalah taktik Muslim Brotherhood mengelabui Barat. Seluruh dunia menyangka bahwa TImur Tengah akan menjadi semakin sekuler. Eehhhhh tahunya ...

Ingat bahwa Muslim Brotherhood/Al Ikhwan yang menembak mati Presiden Anwar Sadat dr Mesir di thn 70-an, oleh karena itu mereka dilarang di Mesir dan seluruh Timur Tengah. Pada VIctory Day di Lapangan Tahrir, pemimpin spiritual Ikhwan, Syeikh Yusuf Qaradawi berdiri dipanggung dan mengobarkan semangat 2 juta massa dan berbarengan berteriak: Al Quds rahin, Syuhada bin Malayin (Ke Yerusalem kita Berbaris, Jutaan Martir). Siapa di Barat yang nonton ini? Tidak ada satupun yg sadar apa sebenarnya yg terjadi dibelakang Arab Spring ini.

Penipuan ini semuanya dimulai di thn 1998 oleh Qaradawi di AS, yg mengumpulkan semua akademisi Islam dan menghidupkan konsep lama: memfleksibelkan Syariah demi dominasi Islam. Fleksibilitas ini menghalalkan penipuan dan kebohongan. Ini yg dinamakan dgn Muruna. Kalau taqiya mengajarkan Muslim untuk tersenyum didi.epan kafir sambil mengazab musuh/kafir didalam hati. Nah, Muruna ini lebih parah lagi. Muruna ini menghalalkan kejahatan/kebathilan demi memajukan Islam. Muruna juga disebut Doktrin Keseimbangan/Doctrine of Balance.

Kata Qaradawi:' ... untuk mencari keseimbangan antara yang bathil dan yang baik dan kalau mereka berkonflik maka yang bathilpun bisa dipraktekkan demi tujuan akhir. Jadi Muslim boleh berdosa, asalkan Islam maju, syariah maju, kalifat bisa terbentuk lagi. Dan kita lihat sekarang ini, Mesir, Libya, Tunisia semakin Islami, menjadikan syariah sbg bagian dari Konstitusi masing2. Muruna oleh karena itu adalah bagian dari jihad terselubung/stealth jihad.'''
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby anne » Wed Jul 18, 2012 12:20 pm

Doktrin Muruna: Melanggar Syariah untuk memperdaya Kafir

Doktrin Muruna Sunni membawa taqiyya selangkah lebih maju
oleh Walidn Shoebat and Ben Barracke
February 18, 2012 - 12:00 am

Kita mengenal doktrin taqiyya[/i/taqiyah] sebagai taktik berbohong Muslim demi memajukan ugama. Tapi apakah anda mengenal konsep [i]Muruna?

Bahkan kebanyakan Muslim sendiri tidak terlalu paham ttg doktrin ini yang dibangkitkan lagi oleh kelompok Al Ikhwan/Muslim Brotherhood. Secara literal muruna berarti, ‘siluman’ atau ‘fleksibilitas’. Ini jauh lebih buruk dari taqiyya, karena menghalalkan segala yang diharamkan demi kepentingan Islam, bahkan termasuk dosa penghujatan.

Muruna memungkinkan umat Islam menabur benih perpecahan dan kebingungan di dunia Barat. Dalam khotbah baru-baru ini, doktrin muruna disampaikan oleh pemimpin ke 8 Muslim Brotherhood (Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin) Muhammad Badie. Ia memaparkan visinya mengenai era pasca-revolusioner seraya mengungkap strategi yang harus digunakan pengikutnya untuk menangani sekularisme:

Image
Muhammad Badei/Badie

‘Jangan menentang cara-cara duniawi/Barat karena mereka sangat kuat, tapi cobalah untuk mengatasi dan memanfaatkannya, mengubah arahnya, serta mengadu domba mereka.

Dengan kata lain, ia menginstruksikan umat Islam diseluruh dunia tentang bagaimana cara mengatasi sekularisme Barat. Inilah tepatnya tujuan sesungguhnya muruna menurut konsep Sheikh Yusuf al-Qadarawi, pemimpin spiritual Muslim Brotherhood, yang mencetuskannya di Amerika, Desember 1988, selama konfrensi tahunan Association of Muslim Youth Forums. Ia bersama Mohammed Hamadi, pemberontak utama Libya yang berperan besar dalam ‘Arab Spring.’ Hamadi juga pemimpin Muslim Brotherhood di Mauritania.

Doktrin ini beserta rencana jangka panjangnya harus menjadi perhatian utama Barat. Dalam tesis “Prioritas Gerakan Islam dalam Tiga Dekade Selanjutnya” (1990-2020), mereka berencana meraih “tujuan Gerakan Islam.” Rencana tsb mengkonfirmasi cita-cita utopis Badei bagi “berdirinya negara Islam yang diatur syariah – pertama di Mesir, dan akhirnya diseluruh dunia.” Dengan demikian, muruna memerintahkan untuk melakukan “usaha terorganisir dan populer untuk mengembalikan Islam sebagai pemimpin dunia—mengembalikan kekalifahan—untuk mengumumkan Jihad baik dengan senjata, pena atau hati.”

Muruna dirancang untuk memajukan syariah menggunakan cara Barat. Muruna secara harfiah berarti dengan menghalalkan perilaku yang biasanya diharamkan (yg dianggap dosa) dalam syariah, sehingga ketika larangan-larangan tersebut diperbolehklan, maka Barat secara logis akan menganggapnya sebagai versi Islam yang lebih moderat. Kenyataannya, mata Barat telah menipu diri mereka sendiri. Muruna adalah upaya keras meraih apa yang diinginkan melalui tingkat kebohongan yang jauh lebih dalam guna menurunkan kewaspadaan kafir serta memperoleh dukungan mereka.

Simak kutipan berikut, yang diambil dari terbitan berseri Preparing the Atmosphere, di bawah judul The Workings of Al-Si’a and Muruna:

Kemampuan syariah untuk menjadi fleksibel dan inklusif adalah untuk memenuhi kebutuhan (Islam) seraya memaafkan beban yang harus ditanggung umat Islam. Demi tujuan akhir, yaitu penerapan syariah secara global, maka hukum syariah bisa dikecualikan/dikesampingkan.

Dengan mengesampingkan syariah, muruna melahirkan doktrin dahsyat yang mengizinkan segala bentuk larangan. Para ahli fiqih juga sudah memutuskan bhw Muslim bisa memilih antara pelanggaran yang paling minim terhdp syariah, spt penghujatan misalnya, kalau ini demi kepentingan Islam. Kejahatan juga bisa diterima, bahkan jika itu kejahatan ekstrim yang secara normal dianggap tercela.

Image
http://www.people.com/people/article/0, ... 78,00.html
Contohnya: Huma Abedin, muslimah kaffah anggota Al Ikhwan yg menjadi staf penasehat Menlu Hillary Clinton, menikahi mantan anggota Kongress Yahudi, Anthony Weiner. Qadarawi mendukung pernikahan tsb dgn alasan muruna.

Hubungan Huma dengan Al Ikhwan: http://www.shoebat.com/documents/secretConnections.htm.

Apa yang tadinya dilarang syariah – dari kejahatan besar seperti Muslim bunuh Muslim, hingga ke masalah bunga perbankan yang melibatkan kerjasama dengan kafir – dibuat halal ‘sementara’ oleh muruna.

Selanjutnya, apakah boleh bekerjasama dengan kekuatan non-Muslim? Dapatkah Muslim bekerja di bank yang menerapkan riba? – Bagi anak-anak muda Islam, mereka tidak harus meninggalkan pekerjaan mereka di bank dan agen-agen asuransi, walau pekerjaan mereka dianggap bathil oleh Islam. Mengapa? Karena pengalaman mereka di badan-badan ini akan menguntungkan bagi perdagangan Islam.

Qadarawi secara tegas tanpa basa basi, menyatakan bahwa ‘kepentingan menghalalkan segala larangan,” dan “keadaan terpaksa” bersisian dengan “posisi lemah Muslim'' adalah alasan untuk melanggar hukum syariah (secara sementara). Ini adalah maneuver taktis untuk menipu Barat agar berpikir bahwa Muslim Brotherhood telah belajar modernitas Barat. Pada kenyataannya, modernitas yang dirasakan adalah kain kafan yang membantu Muslim Brotherhood membangun narasi bahwa ‘Arab Spring’ hanyalah persoalan hak asasi manusia untuk menjatuhkan para diktator.

Muruna bahkan memungkinkan berlakunya hukum adat yang jelas bertentangan dengan syariah. Bahkan ulama Sufi, imam Mesjid Ground Zero, Abdul Rauf dari Kordoba, menyatakan dalam bahasa Arab:

“Jika syariah tidak berlaku, maka kita pakai hukum adat”

Bagaimanapun, usaha muruna untuk menghapus larangan-larangan syariah datang langsung dari Quran sendiri. Sebab itulah Qadarawi mengangkat konsep ‘al-Nasekh wal-Mansookh,’ atau ‘abrogasi’ dalam Islam. Qadarawi mengadakan pendekatan berbeda dari yang dipahami sebelumnya:

Tidak ada ayat-ayat yang diabrogasi/dibatalkan ataupun ayat-ayat yang mengabrogasi ayat-ayat lain, namun untuk setiap ayat ada kondisi dan waktu tertentu untuk menggunakannya…..ada ayat untuk saat lemah dan ayat-ayat lain di saat kuat, dstnya.

Singkatnya, apapun diperbolehkan selama engkau menjalankan kewajiban yang lebih tinggi.

Ayat-ayat yang menyerukan perdamaian, pengampunan, toleran, dsbnya menurut para penafsir telah diabrogasi oleh ayat-ayat pedang. Tapi sejujurnya kukatakan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki waktu dan tempatnya sendiri; Ayat Pedang memiliki waktu dan tempatnya sendiri.

Qadarawi menyebutkan definisi lain yang disebut ‘Al-Munsa’ (ayat-ayat yang dilupakan) yang ia kutip dari Quran:

Q 2:106 Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Istilah “lupa” tidak dimaksudkan untuk dibatalkan; melainkan dimaksudkan untuk benar-benar dilupakan, keluar sementara dari memori hingga saat yang tepat. Qadarawi memperkuat pandangannya dengan mengutip Al-Suyuti, salah satu sumber hukum Islam terbesar:

Abrogasi terjadi pada level yang berbeda. Ada level pertama, kedua dan ketiga; sebuah ayat memiliki tujuan, bila tujuan tersebut tercapai, maka posisi Muslim yang lemah dan dlm jumlah sedikit yang mengharuskan damai dan mengampuni musuh, selanjutnya diabrogasi dengan perintah perang. Ini bukan abrogasi, namun ditaruh di bagian ayat-ayat yang dilupakan, sebagaimana Allah katakan kami jadikan lupa.’ Yang dilupakan disini adalah perintah perang, sampai umat Islam kuat, saat mereka lemah, perintahnya adalah bersabar.

Bahkan hak hidup individu dapat dihilangkan di bawah muruna. Di bawah bagian berjudul, The Necessities of the Group (Keperluan Kelompok), Qadarawi menjelaskan:

Sebagaimana syariah mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan individu, ia mengizinkan banyak larangan dengan mempertimbangkan kepentingan umat.

Qadarawi mengemukakan contoh-contoh, dan bahkan memerintahkan, “bunuhlah Muslim yang digunakan kafir sebagai perisai”

Membiarkan orang-orang kafir ini adalah bahaya bagi umat Islam, maka diperbolehkan membunuh mereka, bahkan jika dalam prosesnya Muslim ikut terbunuh. Kematian, kekacauan dan prostitusi; itulah sanksi dari semua larangan di dalam nama Allah

------------------------

Komentar pembaca:

Islam melakukan moralitas selektif. Misalnya, 1) tidak ada ikatan finansial dalam pernikahan Urfi atau ‘pernikahan musim panas’ ala turis2 kaya dari Saudi.

2) Tahun 2002, ada sebuah rumah bordil pemerintah di Istabnul, dan puluhan ribu perempuan dari Thailand, Indonesia, dan Eropa Timur terjerumus dalam perbudakan sex di berbagai tempat di timur tengah. Rumah bordil bukan hal langka di timur tengah, juga alcohol dan obat-obatan. Kau bisa mendapatkan hasish (narkoba) dengan gampang di Kairo, karena barang ini populer di kalangan pria, juga mendapatkan alcohol diantar ke kamar hotelmu tanpa masalah, atau membelinya di setiap jalan yang ramai.

3) Hampir setiap kali aku menggunakan warnet di Mesir, aku memeriksa History-nya yang berisikan konten porno paling kotor. Saluran kabel seluruh timur tengah, yang ironisnya berasal dari negara-negara teluk, memiliki puluhan saluran yang ditujukan untuk memanggil wanita berbikini di tempat tidur.

Di Afghanistan, ratusan petani opium tanpa rasa malu memproduksi heroin untuk pasar Barat, seraya sholat menghadap Mekah lima kali sehari. Mereka tahu itu haram, dilarang oleh Islam.

Islam senang menggambarkan 'kemerosotan moral' Barat, namun justru Islam-lah yang usang, terhuyung-huyung dan hancur, dan tidak memberikan sumbangan berarti bagi dunia. Kalaupun benar disiplin moral menurun di Barat, ini tidak bisa dibandingkan dengan kemerosotan yg dibawa Islam.

Kebanyakan budaya Islam di timur tengah tampaknya menuju kpd kegagalan spektakuler, baik secara ekonomi maupun sosial, karena kemunafikan menjadi semacam fitur berat dari kebudayaan mereka yang hampir mati, yang menggerogoti mereka dari dalam.

Kemunafikan terdapat di semua budaya—itu adalah bagian dari sifat manusia. Namun ada perbedaan antara kemunafikan dalam level normal tertentu dengan kemunafikan yang mendefinisikan suatu budaya. Tidak mengherankan bila Muslim berdusta se-enteng mereka bernafas.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby ali5196 » Mon Sep 10, 2012 4:18 pm

ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Dotkrin MURUNA: Melanggar Syariah utk memperdaya Kafir

Postby momed_xxx3 » Mon Sep 10, 2012 7:08 pm

Doktrin muruna ini benar2 memperlihatkan kebobrokan m0ral umat muslim, menghalalkan sgala cra demi mncapai tujuan, tujuan utamanya tetap pd kekuasaan dan kekuatan. Namun karena keb0d0han otak2 para pemeluknya maka tetap saja angan2 akan kekuasaan itu tetap terus menjadi mimpi, kafir2 tetap brkuasa dan slimer2 tetap setia dgn keb0d0hannya
User avatar
momed_xxx3
 
Posts: 608
Images: 2
Joined: Fri Aug 31, 2012 11:15 am
Location: di Surga bersama anak2 kecil perawan


Return to Resource Centre KEBOHONGAN2/MITOS2 ciptaan Islam/Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users