.

Kapitan Pattimura adalah muslim

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby terro » Thu Aug 12, 2010 10:28 pm

DHS wrote:sudah terbantah di sini: para-mujahid-dlm-menggapai-kemerdekaan-t34395/page80.html?hilit=Thomas%20matulessy#p513133

Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut. Namun beliau akhirnya tertangkap. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

-------
Cerita sedikit:

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menanyakan kepada sahabat muslimku: "mengapa kamu begitu yakin kalau Pattimura bernama Achmad Lessy dan seorang muslim? Apakah hal itu kau pelajari di bangku sekolah?"

Sahabatku itu menjawab: "Tidak, bukan di sekolah. Aku diberitau oleh teman muslimku".

Kejujuran ini membuat hatiku iba. Kasihan sebenarnya muslimin yang begitu polos, begitu semangatnya membela islam sampai berita hoaxpun dibela-bela.

Dari kejadian ini semakin besar kasihku terhadap para muslimin. Semangatku tambah besar untuk berjuang melepaskan mereka dari jerat racun islam.

Semoga sahabat yang kumaksud di atas rajin-rajin maen di IFF .... O:)



Ini postingan yg bagus nih...


Agak kecewa aja, saat ada thread tentang klaim muslim semua mendukung...
saat ada thread deislamisasi, semua bilang hoax...
tapi mostly, tanpa argumen....

Nah ini yg ane suka....
Counternya langsung ke titik sasaran....
Plus argumen,, jadi imbang....
User avatar
terro
 
Posts: 17
Joined: Fri Jul 16, 2010 11:55 am
Location: Roket Kapal Selam

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby brewclaw » Sun Aug 22, 2010 3:40 am

Abad DjiIt wrote:Muslim is the best.
Kalau ga ada muslim akan tetap terjajah.
Berterimakasihlah kepada muslim.


gw ingin menanggapi pernyataan diatas,
Cuma sekedar sharing aja yah, setau gw dulu sebelum era kolonialisasi bangsa2 eropa mendapatkan barang2 yg berharga & bernilai tinggi di negeri mereka seperti rempah2, kain sutra, keramik, dll melalui perdagangan Jalur Sutra, namun semenjak perang salib berkecamuk dan bangsa eropa dipaksa menyerah oleh islam di asia tengah Jalur Sutra yg menghubungkan asia timur dengan eropa terputus & segala kegiatan perdagangan yg menggunakan jalur sutra terhenti, saat itu kendali atas jalur sutra dipegang oleh bangsa mongolia yg telah dimualafkan menjadi penganut islam, sedangkan bangsa eropa yg tetap memerlukan barang2 bernilai tinggi tersebut tidak bisa lagi menggunakan jalur sutra untuk memperolehnya karena telah dikuasai dan diambil kendali oleh penguasa2 islam, sebagai gantinya bangsa eropa mulai mengembangkan jalur baru untuk mencapai asia timur yakni melalui jalur laut, dari sinilah dimulai zaman penjelajahan ( Discovery Age ) yg pada akhirnya menuntun bangsa eropa untuk menemukan nusantara kita yg tercinta ini & memulai kolonialisme dst....

untuk cerita selebihnya gw yakin rekan2 FFI udh pd tau kan :)

dan bagi yg ingin tau tentang penyebab terjadinya perang salib silahkan digoogling sendiri atau cari di wiki :)

Referensi :
- http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_Discovery
- http://en.wikipedia.org/wiki/Crusades
- http://en.wikipedia.org/wiki/Silk_Road

Nb : Kesimpulannya bisa diambil sendiri oleh rekan2 FFI, tapi kalau menurut saya apabila perang salib tidak pernah terjadi & jalur sutra tidak pernah diblok/diputus oleh penguasa islam mungkin indonesia tidak akan dijajah oleh bangsa eropa

:supz: :rock: :supz:
brewclaw
 
Posts: 1
Joined: Fri Jul 30, 2010 3:55 am

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby dompoerbz » Mon Aug 23, 2010 8:19 pm

Haduh..dasar pengikut memed.. \:D/ \:D/ \:D/

preet.. :stun:
User avatar
dompoerbz
 
Posts: 19
Joined: Mon Aug 23, 2010 7:17 pm

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby Anunnaki » Sat Aug 28, 2010 12:52 pm

Ibrahim dan ishak adalah muslim? Ah.. basii...

Yesus adalah muslim? Uh.. kuno..

Pattimura adalah muslim? Ah ada-ada saja..

Jin dan Malaikat adalah muslim? Apa kata dunia..?

Mana nih yang baru..?




TAPI.... SODHARA SODHARA... APAKAH KALIAN TAHU?

OUWLOH WTS ADALAH SEORANG MUSLIM?


Apakah perkataan saya ini tidak berdasar atau ngawur..?
Wah tidak sodhara-sodhara... Dulu Ouwloh WTS adalah pemeluk agama Yahudi.. lalu dia MUALAF menjadi MUSLIM ...PLUS MENGGANTI BAHASA NASIONAL SURGA MENJADI BAHASA ARAB..DAN BAHKAN OUWLOH MENJADI BUDAK DAN ANJING2 ARAB DENGAN MEMBUAT BIDADARI2 (MASING-MASING ORANG DAPET JATAH 72 BIDADARI) UNTUK MELAMPIASKAN NAFSU MEREKA....
User avatar
Anunnaki
 
Posts: 60
Joined: Sun Jul 18, 2010 3:59 pm
Location: Nibiru

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby Ogud » Sun Sep 19, 2010 2:18 am

Sesungguhnya Muhammad itu adalah Kristen (belajar dari Siti Khadijah) tapi karena kelakuannya "brengsek" dan tidak sejalan dengan Injil maka dibuatlah Quran yang disesuaikan dengan kelakuannya. :turban:
Ogud
 
Posts: 2
Joined: Sun Sep 19, 2010 12:36 am

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby JFBG » Sun Dec 12, 2010 5:20 pm

Om Girang wrote:I. Dari Adam-Daud sampe ISA jg orang Islam. Bill Gates jg. Trus Thomas Alfa Edison, semua ilmuan2+penemu2 penting juga Islam! Pasti!!! Pokoknya pasti!!!

II. Tapi kalau Osama Bin Laden, Amrozy CS, Abu Bakar Baasyir+orang2 yg sudah membuat wajah Islam rusak dimata dunia adalah antek2nya orang bule, agen rahasianya Yahudi, Nasrani & Amerika. Harusss!!! Pokoknya harusss!!!

Allahu Akbarrrrr..........!!!!!!!!!! ----- 10x

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 85&t=30262" onclick="window.open(this.href);return false;
](*,) ](*,) ](*,)

Bang
daud aka David muslim???
Jadi kok mengikuti taurat dan percaya akan mesias?
di koran ada mesias kah?
JFBG
 
Posts: 1
Joined: Sun Dec 12, 2010 5:06 pm

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby DHS » Sat Jan 08, 2011 5:33 am

terro wrote:Ini postingan yg bagus nih...

Agak kecewa aja, saat ada thread tentang klaim muslim semua mendukung...
saat ada thread deislamisasi, semua bilang hoax...
tapi mostly, tanpa argumen....

Nah ini yg ane suka....
Counternya langsung ke titik sasaran....
Plus argumen,, jadi imbang....

Terro..... where are you??????

Kami masih menantikan kehadiranmu di sini dengan membawa kesaksian kemenanganmu dalam pertarungan batin melepaskan racun islam dari pikiranmu. Semoga kau cukup kuat melawan racun itu dengan hati nurani yang jernih. Kami sekeluarga besar FFI siap mendukungmu setiap saat. Sering2 main2 ke mari ya...

Salam hangat. O:)
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby friend » Fri Mar 11, 2011 6:42 am

sekalian aja nenek gw lo klaim jadi muslim =D>
friend
 
Posts: 14
Joined: Tue Apr 20, 2010 8:34 am

Re: Kapitan Pattimura adalah muslim

Postby muhamad haram » Sun Mar 20, 2011 7:01 pm

saint_crusader wrote:Sumber : http://swaramuslim.net/more.php?id=535_0_1_18_M" onclick="window.open(this.href);return false;

Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura' Lussy

Katagori : Sejarah
Oleh : Redaksi 08 Jun 2004 - 9:00 am

imageTokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenal dengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen.
Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atas sejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.


Nunu oli
Nunu seli
Nunu karipatu
Patue karinunu

(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya (demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan menggantinya).

Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Kapitan Ahmad Lussy atau dikenal dengan sebutan Pattimura, pahlawan dari Maluku. Saat itu, 16 Desember 1817, tali hukuman gantung telah terlilit di lehernya. Dari ucapan-ucapannya, tampak bahwa Ahmad Lussy seorang patriot yang berjiwa besar. Dia tidak takut ancaman maut. Wataknya teguh, memiliki kepribadian dan harga diri di hadapan musuh. Ahmad Lussy juga tampak optimis.

Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisan sejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis buku tentang Pattimura, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan "Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimura muda akan bangkit". Namun menurut M Nour Tawainella, juga seorang sejarawan, penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianya terlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya zaman itu.

Di bagian lain, Sapija menafsirkan, "Selamat tinggal saudara-saudara", atau "Selamat tinggal tuang-tuang". Inipun disanggah Tawainella. Sebab, ucapan seperti itu bukanlah tipikal Pattimura yang patriotik dan optimis.

Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan Ahmad Lussy dengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim menjadi seorang Kristen. Hebatnya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu, karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen.

Muslim Taat

Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Maluku adalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.

Bandingkan dengan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit. M Sapija menulis, "Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuah negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan".

Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau itu adalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga Pattimura Mattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atau Mattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalah Sultan Abdurrahman.

Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dari Sapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu Ahmad Lussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.

Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itu marga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.

Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.

Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kini diidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadi best seller) ini mengatakan, "Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen, lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja. Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja."

Sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, dari sudut pandang antropologi juga kurang meyakinkan. Misalnya dalam melukiskan proses terjadi atau timbulnya seorang kapitan. Menurut Sapija, gelar kapitan adalah pemberian Belanda. Padahal tidak.

Leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo religiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikan kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.

Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian khusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagai sesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, maka orang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yang dianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berproses turun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya sebutan "kapitan" yang melekat pada diri Pattimura itu bermula.

Perjuangan Kapitan Ahmad Lussy

Perlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Hindia Belanda disebabkan beberapa hal. Pertama, adanya kekhawatiran dan kecemasan rakyat akan timbulnya kembali kekejaman pemerintah seperti yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Kedua, Belanda menjalankan praktik-praktik lama yang dijalankan VOC, yaitu monopoli perdagangan dan pelayaran Hongi. Pelayaran Hongi adalah polisi laut yang membabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Ketiga, rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja, penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi.

Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Pada tahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyat berhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yang bernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dan tempat-tempat lainnya.

Perlawanan rakyat di bawah komando Kapitan Ahmad Lussy itu terekam dalam tradisi lisan Maluku yang dikenal dengan petatah-petitih. Tradisi lisan ini justru lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada data tertulis dari Belanda yang cenderung menyudutkan pahlawan Indonesia. Di antara petatah-petitih itu adalah sebagai berikut:
Yami Patasiwa
Yami Patalima
Yami Yama'a Kapitan Mat Lussy
Matulu lalau hato Sapambuine
Ma Parang kua Kompania
Yami yama'a Kapitan Mat Lussy
Isa Nusa messe
Hario,
Hario,
Manu rusi'a yare uleu uleu `o
Manu yasamma yare uleu-uleu `o
Talano utala yare uleu-uleu `o
Melano lette tuttua murine
Yami malawan sua mena miyo
Yami malawan sua muri neyo
(Kami Patasiwa
Kami Patalima
Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy
Semua turun ke kota Saparua
Berperang dengan Kompeni Belanda
Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy
Menjaga dan mempertahankan
Semua pulau-pulau ini
Tapi pemimpin sudah dibawa ditangkap
Mari pulang semua
Ke kampung halaman masing-masing
Burung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)
Sudah pulang-sudah pulang
Burung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)
Sudah pulang-sudah pulang
Ke kampung halaman mereka
Di balik Nunusaku
Kami sudah perang dengan Belanda
Mengepung mereka dari depan
Mengepung mereka dari belakang
Kami sudah perang dengan Belanda
Memukul mereka dari depan
Memukul mereka dari belakang)


Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyat Maluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena itu Belanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadi berbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak. Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.

Nama Pattimura sampai saat ini tetap harum. Namun nama Thomas Mattulessy lebih dikenal daripada Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Menurut Mansyur Suryanegara, memang ada upaya-upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah. Ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Wong Fei Hung di Cina. Pemerintah nasionalis-komunis Cina berusaha menutupi keislaman Wong Fei Hung, seorang Muslim yang penuh izzah (harga diri) sehingga tidak menerima hinaan dari orang Barat. Dalam film Once Upon A Time in China, tokoh kharismatik ini diperankan aktor ternama Jet Li.

Dalam sejarah Indonesia, Sisingamangaraja yang orang Batak, sebenarnya juga seorang Muslim karena selalu mengibarkan bendera merah putih. Begitu pula Pattimura.

Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ tertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaq bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu'adz bin Hisyam bercerita kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah, dari Abu Asma' Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih".


LUAR BIASA ISLAM MENGHALALKAN TAQIYA DEMI MEREBUT HATI ORG AMBON BAHKAN TAQIYANYA TERANG2AN NGK CUMAN ITU WONG FEI HUNG di CHINA JUGA DIAKUI MUSLIM AGAR DAPAT MEREBUT HATI2 ORG CHINA DAN AMBON :turban: :turban: :supz: :supz:

LEBIH BURUKNYA LAGI ISLAM MENGKAMBINGHITAMKAN KAUM MINORITAS SEBAGAI PENGKHIANAT :shock: :shock:

BENER2 SUARA MUSLIM =D> =D>

Demikianlah pelurusan sejarah Pattimura yang sebenarnya bernama Kapitan Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Wallahu A'lam Bish Shawab.* (dari berbagai sumber)


:stun: :stun: :stun: PADAHAL GW PUNYA TEMEN ORG AMBON DIA AHLI SEJARAH AMBON YG KHATAM SOAL SEJARAH PAHLAWAN AMBON GW TANYA KE BELIAU SOAL INI....SUMPAH DIA KETAWA NGAKAK..... :rolling: :rolling: :rolling: SAMBIL GULING2AN KAYA GINI............ :rolling: :rolling: :rolling: GW JG JADI KETAWA NGAKAK.....DIA BILANG SAMA GW KOQ ADA MANUSIA IDIOT YG BERANI TAMPIL IDIOT MEMAMERKAN KE IDIOTANNYA??? DIA NGOMONG GITU SAMBIL SOK SERIUS BINGUNG KAYA GINI....-----> :-k :-k
muhamad haram
 
Posts: 547
Images: 0
Joined: Mon Feb 21, 2011 5:38 pm
Location: CIBITUNG

Previous

Return to Resource Centre KEBOHONGAN2/MITOS2 ciptaan Islam/Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron