.

REKAYASA Hadis: berbohong demi Allah !

REKAYASA Hadis: berbohong demi Allah !

Postby pod-rock » Thu Jan 17, 2008 5:53 pm

Kebutuhan Pangkal Penyontekan: Melindungi keajaiban Quran
Oleh: M. Rafiqul-Haqq dan P. Newton
http://www.answering-islam.org/Authors/ ... tions.html

"Need is the mother of invention" artinya kurang lebih ; "kebutuhan adalah pangkal penemuan”. Peribahasa ini sungguh benar. Khususnya jika menyangkut apa yang disebut keajaiban Quran, terjemahannya jadi berubah: "Kebutuhan Pangkal Penyontekan".

Jika Muslim merasa mereka perlu melindungi apa yang mereka percayai sebagai sifat ajaib dari Quran, mereka mengarang/merekayasa :

1. Sejumlah besar hadis
2. Puisi Pra Islam
3. Non-Hijazi dan kata2 asing
4. Aturan2 tata bahasa

Kita mulai dengan yang nomor 1. Pembuatan hadis2, karena ini menjelaskan motif terselubung akan ‘penemuan’ yang dikarang muslim dibidang2 lainnya yang disebut diatas.

1. HADIS2 REKAYASA

Berikut ini kami kutip perkataan akademisi Muslim, Mahmood Abu Rayyah, dalam bukunya Adwa' 'Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya. Dalam bab The Godly Fabricators (Pencontek2 Auloh), ia menulis:

Mengarang2 hadis tidak terbatas pada musuh islam saja tapi para mukmininPUN mengarang hadis dengan alasan bahwa yang mereka lakukan ini adalah sebuah perbuatan baik. Dan ketika mereka ditanya, “Bagaimana bisa anda berbohong pada Rasulullah”, mereka menjawab, “Kami tidak berbohong padanya tapi untuknya.”

Karena berbohong hanya dianggap ‘bohong’ jika sudah ditakdirkan demikian. Muslim meriwayatkan atas otoritas Yahya Ibn Said al-Qattan dan dari ayahnya, yang berkata, Belum pernah kulihat mukminin mengucapkan banyak kebohongan spt yg mereka lakukan dgn hadis.”

Persis seperti kata Muslim: kebohongan mengalir dari lidah mereka tanpa sengaja.

Muslim meriwayatkan Abi Zinad yang berkata, “Kulihat di Madina ada 100 muslim yg bisa dipercaya tapi aku tidak akan mempercayai mereka dlm soal Hadis.” Alhafez Ibn Hagar berkata “Ada orang **** yang dipuja2 karena mengarang hadis2 yg mengancam dan memuji”.

Utk membela itu mereka berkata, “Kami tidak berbohong terhadap Rasul, kami melakukan apa yang harus dilakukan agar mendukung tradisi ini.”

Abdallah Annahawandi bilang pada salah seorang pengikutnya, Ahmad, “Dari mana kau dapat hadis yang kau ucapkan agar membuat hati orang2 jadi lunak (Raqa’q)?” Dia menjawab, “Kami mengarangnya agar membuat hati massa itu jadi lunak.”

Ibn Al-Gozi bilang mengenai pengikut Ahmad ini bahwa dia seorang yang disiplin yang menolak segala bentuk materi & hidup hanya dari tumbuh2an dan pada hari kematiannya, pasar2 di Bagdad ditutup.

Ahmad bin Muhammad al-Marouzi, salah seorang tradisionalis jaman itu yang paling setia, dan seorang pembela Sunnah terkuat yang biasa mendekatkan siapapun yang menyimpang dari Sunnah, tapi meski begitu dia suka mengarang2 dan merubah2 hadis.

Bukhari melaporkan dalam bukunya at-Tarikh al-Awsat, riwayat dari Omar bin Sobeyh bin ‘Omran at-Tamimi yang berkata: "Aku mengarang/membuat-buat pidato terakhirnya Nabi."

Dan al-Hakem dalam Madkhal, riwayat Abi ‘Ammar al-Marouzi katanya bilang pada Abi ‘Esmah: Dari mana kau dapat riwayat Akramah dan riwayat Ibn Abbas mengenai kebaikan Quran bab demi bab, sedang pengikut Akramah tidak punya satupun tentang itu?
Jawabnya: “Aku lihat orang2 mulai mengabaikan Quran dan lebih tertarik pada pekerjaannya Abu Hanifa dan Ibn Ishaq, jadi aku karang saja hadis2 ini.”
[Mahmood Abu Rayyah, Adwa' 'Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya, Dar al-Ma'aref, Cairo, 1980, pp. 111-112.]

Kita disini bukan mendiskusikan hadis2 karangan yang direkayasa musuh2 Islam. Dan kita tidak mendiskusikan beberapa ‘hadis’ yang kenyataannya berasal dari sumber2 buku kristen.

Kita disini membicarakan materi Islam yang murni yang berasal dari otak para pemimpin muslim yang saleh dan suci. Hadis2 karangan ini bukan hanya perubahan kecil disana-sini, tapi seluruhnya berupa karangan. Dan paling penting, karangan ini dilakukan bukan utk menjelekkan Islam dan berbohong ttg Muhammad, tapi utk menyebarkan Islam lewat kebohongan demi Muhammad.

Dalam buku yang disebut diatas, Mahmood Abu Rayyah juga menulis dalam bab How did they justify fabricating the Hadith (Cara mereka membenarkan rekayasa hadis) :

"Para pengarang Hadis tidak mengarang tanpa tulisan2 yg mendukung akan karangan mereka. Tahawi menulis dalam al-Moshkel, riwayat Abu Huraira:

'Jika kau mendengar sebuah hadis yang kau suka dan tidak kau benci, percaya saja, terlepas dari apakah hadis itu kusebutkan atau tidak! Karena yang kukatakan adalah yang disukai, bukan yang tidak disukai. Khalid bin Yazid berkata: Kudengar Muhammad bin Sa’eed ad-Demeshqi berkata: Jika kutemukan tulisan yang baik, saya tidak melihat alasan mengapa saya tidak perlu mencakupkannya sbg isnad (rantai riwayat hadis).' "
[Mahmood Abu Rayyah, p. 110].

Jadi dengan ‘niat baik dan ijin terbit ini’ diconteklah ‘kisah2 Kristus’ kedlm hadis2 Sahih Bukhari, vol 9, buku 93, no.559, yang mirip dengan Matius 20:1-16:

Volume 009, Bk 093, No.559:
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar: Kudengar Rasul Allah ketika dia berdiri di mimbar, berkata, “Sisa waktu kalian tinggal (dibumi) sama seperti bangsa2 sebelum kalian, sama seperti waktu antara sholat asar dan magrib. Orang2 (yg diberi) Taurat diberikan Taurat dan mereka bekerja hingga tengah hari dan lalu mereka lelah dan diberi upah mereka, masing2 satu Qirat...

Lalu orang2 yang diberi Injil diberikan Injil dan mereka bekerja sampai waktu sholat ashar, lelah dan berhenti, mereka diberi masing2 satu Qirat.

Lalu kalian muslimin yang diberi Quran, dan kalian bekerja hingga matahari terbenam hinga diberi masing2 dua Qirat (dua kali hadiah dari bangsa2 sebelumnya).”

Lalu orang2 yang diberi Taurat berkata, ‘O Tuhan! Orang2 ini hanya bekerja sebentar saja tapi mendapat hadiah yang lebih besar.” Allah berkata, ‘Apa aku menahan hadiahmu?” Mereka bilang, ‘Tidak.” Lalu Allah berkata, ‘Itu adalah kehendakKu yang aku limpahkan pada siapa Aku mau.'”


Matius 20:1-16:
1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.
5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."


Doa Tuhan ditujukan pada Muhammad, lihat Sunan Abu Dawud, no.3883; mirip dengan Matius 6:9-13:

Buku 022, Nomor Hadits 3883:
Diriwayatkan oleh AbudDarda: Kudengar Rasul Allah (pbuh) berkata: Jika salah satu darimu menderita apapun atau saudaranya menderita, dia harus berdoa: Tuhan Allahku yang ada disurga, disucikanlah namaMu, Berkuasalah perintahmu disurga dan dibumi, seperti pengampunanmu disurga jadikan pengampunanmu dibumi; ampuni dosa2 kami dan kesalahan2 kami; Kau adalah Tuhan orang2 baik; turunkan pengampunanMu dan tolong kami, lepaskanlah pertolonganMu atas penderitaan ini agar disembuhkan.


Matius 6:9-13 :
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]


Bahkan kata2 Rasul Paulus sekarang juga 'keluar' dari mulut Muhammad, Sahih Bukhari, vol.4, buku 54, no.467, sama dengan 1 Korintus 2:9:

Volume 004, Buku 054, Nomor Hadits 467:
Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Rasul berkata, “Allah berkata, ‘Aku disiapkan bagi budak2 salehku hal2 yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak tidak pernah didengar oleh telinga, atau tidak pernah dibayangkan oleh seorang manusiapun.” Jika kau mau, kau bisa melantunkan ayat dari Quran ini: “Tak ada jiwa tahu apa yang disembunyikan bagi mereka, akan kenikmatan pahala utk apa yang mereka sudah lakukan.”


1 Korintus 2:9:
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."


Tidak mengherankan kalau muslim suatu hari akan merekayasa Hukum Newton, Gaya = Massa x Percepatan kedalam sebuah hadis dan diriwayatkan seakan berasal dari mulut Muhammad sendiri.

Niat menyimpang tapi “tujuannya baik” ini adalah prinsip dasar mukminin. Jika Quran menghadapi masalah serius, yang diperlukan hanyalah mukminin dengan “tujuan baik” dan berniat mengangkat dan membela kepercayaan mereka, bahkan kalau sampai kedengaran tidak logis sekalipun.

[Note dari translator: Coba anda bayangkan, jika hadis2 yang “baik2” bisa saja dikarang sedemikian mudah, apakah hadis2 yang mengandung hal2 yg tidak sedap atau kelakuan2 “jahat” Muhammad juga bisa dicantumkan dlm hadis ? Jika hadis2 “Jahat” itu hanyalah isapan jempol belaka, pastilah hadis2 tsb sudah dibabat habis oleh para pembela Muhammad. Kemungkinan besar, hadis2 “Jahat” itu memang benar2 terjadi dan diucapkan oleh Muhammad, maka para pengikutnya takut kualat jika melenyapkan hadis2 tersebut. Lagipula hadis2 “Jahat” tersebut banyak yang berstatus mutawatir (periwayatnya ada lebih dari 1 orang), jadi mustahil bagi mukminin utk melenyapkan hadis2 “Jahat” tsb.

2. PUISI2 REKAYASA

Muslimin dalam membela kesalahan tata bahasa Quran memakai apa yang disebut puisi2 pra-islam sebagai gugus pertama pertahanan mereka. Dalam puisi2 ini, penyimpangan tata bahasa yang ditemukan dalam Quran dicocok-cocokkan dengan penyimpangan yang ada dalam puisi2, yg kata mereka sih, berasal dari masa pra-islam.

Beberapa akademisi menyimpulkan bahwa apa yang disebut puisi masa pra islam ini ternyata hanyalah karangan muslim belaka. Disini kita akan merangkum secara singkat penemuan2 seorang akademisi muslim Mesir yang bernama Taha Hussein.

Taha Hussein dalam bukunya Fi al-Adab al-Jaheli berpendapat bahwa:

Sejumlah besar puisi yang disebut pra-islam ternyata tidak ada hubungannya dengan literatur2 masa pra-islam, tapi hanya karangan setelah masa islam. Jadi riset kita akan berujung pada sebuah kesimpulan yang sangat aneh; bahwa puisi ini tidak lah bisa dipakai utk menafsirkan Quran. [Fil-Adab al-Jaheli, Taha Hussein, Dar al-Ma'aref, 16th edition, p. 65, 67.]

Dengan membanding-bandingkan isi dari puisi ‘pra-islam’ dengan Quran, Taha Hussein telah menunjukkan bahwa apa yang disebut sebagai literatur masa pra-islam tidaklah mewakili kehidupan ekonomi, politis, intelektual ataupun religiusitas perioda2 masa pra-islam. [ibid., pp. 70-80]

Taha Hussein telah memakai beberapa riset yang mendokumentasikan bahwa bahasa, yg katanya dipakai pada puisi pra-islam, sangat jauh berbeda dari puisi2 masa pra-islam yang ada dlm dokumentasinya.

Penulis puisi2 ‘pra-islam’ ini tidak bicara atau menulis dengan bahasa Arabnya Quran tapi bahasa Hameereyin karena penulis2 itu berasal dari suku2 Qahatny. [ibid., pp. 80-92]

Dia juga menetapkan bahwa yg katanya 'puisi2 pra-islam' ini adalah karya suku2 yang berbeda karena memakai dialek2 yang berbeda pula. Perbedaan dialek ini tidak bisa dideteksi dalam puisi ‘pra islam’ yang mendukung tata bahasa islam. Orang pastinya berharap puisi2 demikian harus mewakili dialek2 sukunya masing2, jadi puisi yang katanya memakai bahasanya Quran, harusnya juga memakai bahasa dialek Quraish. [ibid., pp. 92-105]

Taha Hussain juga mencatat bahwa para akademisi muslim yang mengutip 'puisi pra islam' utk membuktikan pandangan2 mereka tidak menemukan kesulitan apapun dalam menemukan bagian2 puisi yang mendukung kasus2 mereka; sedemikian, sehingga Taha Hussain merasa bahwa ‘puisi pra-islam’ ini telah direkayasa agar cocok dengan Quran dan Hadis; tidak kurang dan tidak lebih. [ibid., p. 108]

Taha Hussain, mengutip Ibn Sallam yang mengritik Ibn Ishaq dll yang memakai puisi karya Aad dan Thamoud, mengatakan bahwa puisi ini direkayasa. Bukti kuat utk ini ditemukan dalam Quran yang menyatakan bahwa Allah menghancurkan kaum Aad dan Thamoud tanpa seorangpun yang selamat, yg mampu melantunkan puisi mereka bagi generasi berikutnya. [ibid., p. 131].

Perekayasa puisi pra-islam ini bahkan berani bertindak keterlaluan hingga mereka bilang ada puisi2 pra-islam yang dikarang oleh Jin. :lol: Taha Hussein mengutip sebuah contoh puisi buatan jin, sebuah syari pujian dari si Kalif, Umar Ibn el-Khatab, setelah kematiannya. [ibid., p. 134]

Para perekayasa ternyata tidak hanya puas dgn mengarang puisi pra-islam, mereka bahkan merekayasa puisi2 'pra-sejarah,' sebuah syair pujian bagi Habil yang terbunuh oleh Kain, dan dianggap diucapkan oleh Adam, dalam bahasa Arab pula !

Orang bertanya-tanya bgm mungkin kata2 Adam yg begitu puitis sama sekali tidak diketahui (tidak disinggung ataupun dikutip) oleh nabi2 sebelumnya, bahkan Muhammad sendiri tidak mengetahuinya. Baik Yahudi maupun Kristen ataupun kelompok2 lain tidak ada yang tahu tentang keberadaan syair ini. Pengarangnya pastilah menerima wahyu hebat yang bisa menempatkan dia sekelas dengan para nabi. :wink:

Dalam Itqan oleh Suyuti kita melihat adanya sebuah insiden mustahil dimana seseorang datang bertanya pada Ibn Abbas mengenai perkataan aneh dalam Quran dan Ibn Abbas melantunkan sebuah ayat puisi bagi setiap kata2 sulit dalam Quran tersebut, kecuali empat buah kata. [Itqan, chapter 36]

Seakan2 Ibn Abbas adalah orang yg mirip ensiklopedi berjalan ttg perihal puisi, sampai dia dikatakan 'tahu semua puisi yang pernah diucapkan sebelum jamannya mulai dari Yaman hingga Siria.'

Dalam bukunya, Ulum al-Hadits, Dr. Sobhy as-Saleh
bertanya kenapa para muslim awal memakai puisi ‘pra-islam’ dan bukannya memakai Hadis. Ia lalu setuju dengan pernyataan Ustadz Sa’eed al-Afghani, yang menyatakan, “..mereka [para muslim awal] seharusnya tidak perlu memakai puisi2 demikian, puisi yang segera akan diragukan jika diselidiki oleh sains modern sekarang ini.” ['Ulum al-Hadith, Dr Sobhy as-Saleh, Dar al-'Elm lel-Malayeen, Lebanon, p. 333.]

Jadi bukan hanya Taha Hussein saja yang percaya bahwa puisi2 ‘pra islam’ ini hanyalah rekayasa belaka, bahkan para ulama sejamanpun mencurigakan puisi2 ‘pra-islam’ ini.

Bahkanpun jika Taha Hussein salah dalam klaimnya bahwa kebanyakan puisi2 pra-islam hanya karangan jaman pasca islam, paling tidak dari dulu sebagian hadis memang sudah dicurigai sbg isapan jempol.

Jika muslim saja berani merekayasa ratusan dan ribuan baris kumpulan perkataan nabi mereka, bayangkan saja berapa banyak yang akan mereka karang mengenai puisi2 yang katanya dikarang oleh orang2 biasa saja.

-----------------------

Catatan dari translator :

Untuk dua topik berikutnya, yaitu 3. Non-Hijazi dan kata2 asing
4. Aturan2 tata bahasa, tidak akan saya terjemahkan. Saya tidak punya kemampuan utk menerjemahkannya, kayaknya Hillman atau Murtad Mama lebih berkompeten utk itu. [/i]
Last edited by pod-rock on Sat Jan 19, 2008 5:45 pm, edited 1 time in total.
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Thu Jan 17, 2008 5:56 pm

Pencontekan berlanjut

Contekan Islam: Puisi Masa Pra Islam, Hanifian, Ritual Sabian

Oleh : Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Kutipan dari Puisi2 masa Pra Islam

Islam mengutip puisi2 karya Emrie’ Al-Q’ies yang hidup 30 tahun sebelum Muhammad:

Dalam salah satu puisinya Emrie’ Al-Q’ies menulis:

The Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder
For a spinner that captured my heart I found myself unable to describe it
With a sleepy charming look and wonderful eyes
The feast passed by me in his adornment he took a sword and killed me
With the swards of a destructive look turned me into a dry stubble of fold-builder
If he left me for an hour the hour will be a bitter decade
The beauty was written on his face with the perfume of Misk
The moons kept going in the darkness I saw the night with its moon
By "Ad-Duha" and by the night when it is still in its ways


"Ad-Duha" artinya sesaat setelah matahari terbit (pagi hari).

Kalimat2 puitis diatas secara literal dicontek dalam ayat2 berikut :

Surat Al-Qamar
54:1:
the Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder

54:29:
he took a sword and killed her

54:31:
they became like the dry stubble of a fold-builder.

Surat Ad-Duha
93:1, 2:
By "Ad-Doha" And by the night, when it is still

Puisi lain dari Emrie’ Al-Q’ies adalah:

He came and the lovers behind him as if they swiftly swarm from every mound
It came in the day of feast in its adornment for like this let the workers work


Kata2 puitis diatas secara literal dicontek dalam ayat2 berikut:

Surat Al-Anbiya'
21:96:
Until, when ya'jûj and Ma'jûj (Gog and Magog), and they swiftly swarm from every mound.

Surat As-Saffaat
37.61:
For like this let the workers work

Apakah Muhammad juga dipengaruhi oleh orang2 lain selain Emrie’ Al-Q’ies?

Ada banyak penyair2 dijaman Muhammad, diantaranya adalah:

Omi’ah Ibn Ab-Alsalat yang punya pengaruh besar pada Muhammad, karena dia sangat suka sekali dengan syair2nya:

Sahih Muslim, Buku 28 Poetry, Hadis no.5602, 5603 dan 5605 adalah mengenai seorang lelaki yang duduk bersama sang nabi lalu dia bertanya apa kau punya syair2 karya Omi’ah Ibn Abu-Alsalat?, orang itu menjawab: Ya, “kalau begitu lantunkan beberapa untukku,” kata sang Nabi. Orang itu melantunkannya satu baris, lalu nabi bilang, teruskan lagi, orang itu melantunkan lagi satu baris, nabi terus berkata agar dia meneruskan, orang itu melantunkan hingga selesai seratus baris puisi. Sang nabi sangat menyukainya.

Book 028, Hadith Number 5602:
'Amr b. Sharid reported his father as saying: One day when I rode behind Allah's Messenger (may peace be upon him), he said (to me): Do you remember any Poetry of Umayya b. Abu Salt. I said: Yes. He said: Then go on. I recited a couplet, and he said: Go on. Then I again recited a couplet and he said: Go on. I recited one hundred couplets (of his poetry). This hadith has been reported on the authority of Sharid through another chain of transmitters but with a slight variation of wording.

Book 028, Hadith Number 5603:
'Amr b. Sharid reported on the authority of his father that Allah's Messenger (may peace be upon him) asked him to recite poetry, the rest of the hadith is the same, out with this addition: "He (that is Umayya b. Abu Sharid was about to become a Muslim and in the hadith transmitted on the authority, of Ibn Mahdi (the words are) "He was almost a Muslim in his poetry."

Book 028, Hadith Number 5604:
Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: The truest word spoken by an Arab (pre-Islamic) in poetry is this verse of Labid: "Behold! apart from Allah everything is vain."

Book 028, Hadith Number 5605:
Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: The truest word uttered by a poet is this verse of Labid: "Behold ! apart from Allah everything is vain," and Umayya b. Abu Salt was almost a Muslim.


Dalam Quran ada banyak kutipan2 dari puisi2 karya lelaki ini:

Omi’ah Ibn Abe-Alsalat menulis dalam puisinya:

The God of All that exist and every land the lord of the firm mountains
He built of them seven strong skies without any pillars that you see
He formed it and decorated it with a light of the shining sun and the moon
And of meteors that are glowing in it


Dan kalimat2 itu persis ada dalam Quran:

Surah Luqman
31.10:
He has created the heavens without any pillars that you see and has set on the earth firm mountains, lest it should shake with you

Dalam buku puisinya “The Poet of Nazarenes” halaman 227, Omi’ah Ibn Abe-Alsalat juga menulis dalam puisinya:

To you the thanks and grace and kingdom, our lord
Nothing greater than you in glory
You ruled over the throne of heaven dominating over all
For his glory faces bow down and prostrate
He has a veil of light and the light is around him
Glowing rivers of light are surrounding him
And the angels with their feet under his throne
If without God ' palms they would be tired


Kalimat2 ini juga ada dalam Quran:

Surat Ash-Shura
42.51:
It is not given to any human being that Allah should speak to him unless by Inspiration, or from behind a veil,"

Surat Al-Hashr
59.24:
He is Allah, the Creator the dominator over His creatures … All that is in the heavens and the earths glorify Him

Surat Ghafir
40.7:
Those angels who bear the Throne"

Apa ada agama lain selain Yudaisme dan Nazarenisme?

Ada Hanifian yang menjadi agamanya Ibrahim.

Apa arti dari Hanifian? Hanifa adalah agamanya Ibrahim; artinya mereka yang menolak menyembah berhala. Waraqa bin Nofal adalah seorang Hanifian sebelum dia berubah menjadi seorang Nazarenisme dan juga Zaid Ibn Omer, dia menyembah di Ghar Hera, dan Muhammad mengunjungi dia disana dan dia belajar darinya tulisan dan bacaan Arab dan mengambil dari dia sebagian2 puisi2 yang dia dapatkan.

Hanifa ini berbeda dari Hanifa sekte islam.

Agama ini disebut beberapa kali dalam ayat2 Quran:

Surat Al-Baqarah
2.135:
Nay we follow only the religion of Ibrahim Hanifa

[2.135] Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik"

Surat Aal-'Imran
3.95:
Follow the religion of Ibrahim Hanifa

[3.95] Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

Surat An-Nisa'
4.125:
follows the religion of Ibrahim Hanifa"

[4.125] Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Jadi adalah agama Ibrahimlah yang disebut dalam Quran

Dalam Surat Aal-'Imran 3.19:"the religion with Allah is Islam" (Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam), ayat ini aslinya adalah “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Hanifa (Agama Ibrahim)” Tapi ketika Usman membakar Quran dengan menyisakan hanya satu versi saja, dia menggantinya dengan Islam dalam Quran versi barunya.

Tapi diayat2 lain dalam Quran seperti yang ditaati oleh Obey Ibn Ka’b dan Abdullah Ibn Masoud adalah “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Hanifa”.

Apakah yang menjadi dasar dari Hanifa?

Dalam buku “The Prophetical Life Story” oleh Ibn Hisham, halaman 219:

Dasar dari Hanifa dijelaskan oleh Zaid Ibn Amre dalam puisinya:

Is it one God or thousand gods I worship?
If they divide things I secluded Alat and Elouza all of them
I worship neither Al-'Uzza nor her two daughters
Nor the two idols of Bane Amre, neither Hobble who was a god
But I worship my lord the most gracious, the most forgiver
You should Keep the piety of your God if you keep it, you will never loose
The pious people will have the paradise as a home
While the disbelievers will have the glowing fire as a recompense


Dalam puisi ini ditunjukan prinsip2 dari Agama Hanifa, yaitu:

Ketuhanan yang Maha Esa
Janji surga bagi mereka yang saleh dan neraka bagi yang tidak percaya
Tuhan maha penyayang dan pengampun.


Muhammad sangat sangat terpengaruh oleh Zaid Ibn Omer selama dia belajar 20 tahun darinya.

Bagaimana dengan agama Sabian?

Siapakah mereka? Dan apa pengaruh mereka pada Muhammad?

Agama sabian adalah salah satu diantara banyak agama di semenanjung Arab.

Surat Al-Ma'idah' 5.69:
“those who are the Jews and the Sabians and the Christians, whosoever believed in Allah and the Last Day, and worked righteousness, on them shall be no fear, nor shall they grieve."

[5.69] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.


Mengenai Sabian, Mohammed Shukry Al-Boghdady menulis dalam bukunya “Reaching the goals in the Arabs conditions" (belogh Al-Erab fi-ahwal al-Arab):

Sabian adalah mereka yang:

- Berdoa lima kali sehari
- Berdoa pada orang mati tanpa bersujud
- Puasa dibulan Ramadhan dan puasa mereka berkaitan dengan bulan
- Memuja Al-Kabah
.

Semua ritual2 ini persis sama dengan yang ada dalam islam, karena memang mereka menconteknya dari ritual2 Agama Sabian.

Berlanjut ke:
Contekan dari Israel
Contekan dari Kristen
Contekan dari Persia dan Zerdeshtian
Contekan dari Pagan
Contekan Batu Hitam

Sabaaarrr.
Orang sabar jauh dari kubur, orang ga sabar dikubur menghadap timur.
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sat Jan 19, 2008 5:53 pm

Contekan Islam : Sumber2 dari Israel

Oleh : Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Surat Al-A’laa 87.18-19:
[87.18] Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu
[87.19] (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Kitab-kitab yang dahulu ini maksudnya kitab yang diturunkan sebelum Quran:

Surat An-Najm 53.36-37:
[53.36] Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?,
[53.37] dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,

Yang dicontek adalah :

1. Penciptaan
Disebutkan dalam Kitab Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Al-An’am [6.73]
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.

2. Penciptaan Dunia dalam enam hari

Terdapat dalam Kitab Kejadian Pasal 1

Juga terdapat dalam Surat Al-Hadid
[57.4] Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa;

3. Adam dan Hawa

Dalam Kitab Kejadian pasal 1:26, 2:18

Surat Al-Baqarah 2:30 dan ayat berikutnya

4. Kisah Kain dan Habil

Kitab Kejadian pasal 4
Juga disebutkan dalam Quran tapi menyebut Kain sebagai Kabil, padahal Kain adalah nama asli dalam bahasa Ibraninya.

5. Nuh dan Air Bah

Disebutkan dalam Quran tapi dikatakan bahwa anak2nya Nuh lenyap, yang mana tidak disebutkan dalam Bible, karena dalam Bible semua anak2 Nuh selamat.

6. Lain-lain:

- Ibrahim disebut dalam Surat Al-Baqarah (surat no.2).
- Kisah Lot dalam surat Hud (surat no.11)
- Kisah Yakub/Israel dalam Surat As-Safaat (surat no.37).
- Kisah Musa dan Firaun, tiang awan, manna, burung puyuh dan batu serta kisah sapi emas dalam surat Al-Baqarah (surat no.2).
- Wahyu Tuhan pada Musa disebutkan dalam surat Al-Baqarah (surat no.2) dan narasinya dalam surat Al-Qasas (surat no.28).

Perkiraan ada sekitar 170 contekan dari Bible ada dalam Quran.

Bagaimana sang nabi bisa tahu kisah2 tsb diatas?

Nabi tahu kisah2 itu dari orang2 Yahudi yang sejaman dengannya, dia banyak berhubungan dengan orang2 kristen di Mekah.

Sheikh Khalil Abdul-Kareem menulis dalam bukunya “The Genesis Period in the Life of the Honest and Truthful”, halaman 95:

"Miss Khadija allowed the prophet Muhammad to be in contact with the priest Waraqa Ibn Nofal , addas and Bohyra , he spent long nights with Ibn Nofal discussing with him and he mixed with all rites , denominations and religions present at that time”

“Khadija mengijinkan Muhammad melakukan kontak dengan pendeta Waraqa Ibn Nofal, Addas dan Bohyra, dia menghabiskan banyak malam bersama Ibn Nofal, berdiskusi dengan nya dan mencampur adukkan semua ritual, denominasi dan agama yang ada saat itu”

Dari Legenda2 dan Dongeng2 Populer

Ini dicontek dari Talmud Yahudi yang dinamakan The Babylian Talmud

Ada 9 surah Quran yang mencontek dari legenda2 kuno; yaitu Surat Al-Mu’minun (23), Surat Al-Furqan (25) dan Surat An-Naml (27).

Abdullah Yousef Ali menulis dalam tafsirannya, halaman 1382:
“Quran telah mengutip banyak hal dari buku2 dongeng Simian. Ada sebuah buku dalam bahasa Yunani dan diterbitkan di London, dalam buku itu dikatakan bahwa kelihatannya buku ini bersumber dari kisah2 Yahudi.”

Dia juga menunjuk pada sebuah buku “Jewish Madras” dihalaman 1638.

Contoh dari contekan2 itu adalah:

1. Kabil belajar dari burung gagak bagaimana mengubur saudaranya:

Ini ada dalam surat Al-Maidah (5), dicontek dari buku Yahudi berjudul Arke Rabae Ali Azar bab 21.

2. Legenda Nimrod dan dilemparkannya Ibrahim kedalam Api tapi tidak terbakar

Dari buku Yahudi berjudul Madras Rabani

3. Pertemuan Salomon dengan jin, iblis, burung dan hoopoe dan dibawanya duri Ratu Saab

Legenda ini ada dalam Jewish Torjoum (Torjoum Shame) dan Kitab Ester.

4. Birahinya dua malaikat, Harut dan Marut dan minum arak, berzinah, membunuh dan mendakwahkan sihir pada orang2.

Dicontek dari buku Yahudi berjudul Madras Yalkout.

5. Naiknya pegunungan melebihi kepala orang yahudi

Dicontek dari buku yahudi berjudul Aboudah Zarah Bab2, halaman 45.

6. Merubah yahudi jadi monyet

Dalam tafsir Abdullah Yousef Ali halaman 34, dikatakan ini dicontek dari legenda yahudi.

7. Tujuh Lapis Langit

Legenda ini ada dalam buku Yahudi berjudul Hethika, bab 9 halaman 2.

8. Tujuh gerbang neraka

Dari buku Yahudi berjudul Zouhar

9. Air Bah Nuh yang berkaitan dengan air bah mendidih

Buku Yahudi berjudul Rashi.

10. Tablet/Buku abadi di Surga

Dicontek dari buku Yahudi berjudul Flaky Abroud, bab 5, hal.6.

Kisah2 ini dan legenda2 ini tidak disebutkan dalam Bible. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Tuhan menaruh cerita2 legenda dalam bukunya?
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sat Jan 19, 2008 5:56 pm

Contekan Islam : Sumber2 dari Kristen

Oleh : Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Sumber2 kristen dalam islam bisa dibagi dalam dua bagian:

1. Contekan dari Bible
2. Contekan dari legenda2 populer dan kitab2 para penghujat

1. Contekan dari Bible

Contoh utk ini adalah:

1. Penampakan malaikat pada Zakaria:
Disebutkan dalam Injil Lukas dan surat Maryam (19).

2. Penampakan malaikat pada Perawan Maria:
Disebutkan dalam injil Lukas dan Surat Al-Imran (3).

3. Sulitnya orang kaya masuk surga:
Dalam alkitab disebutkan di Injil Lukas 18:25:
“Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Dalam Quran ada di Surat Al-A’raf 7.40:
[7.40] Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

4. Pahala bagi orang saleh, orang saleh masuk surga:

Dalam Bible disebutkan di 1 Korintus 2:9:
2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Pada Hadis Mishkat Almasabih, halaman 487, dan Sahih Bukhari vol.4,Buku 54, No.467:
Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Rasul berkata, “Allah berkata, ‘Aku disiapkan bagi budak2 salehku hal2 yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak tidak pernah didengar oleh telinga, atau tidak pernah dibayangkan oleh seorang manusiapun.” Jika kau mau, kau bisa melantunkan ayat dari Quran ini: “Tak ada jiwa tahu apa yang disembunyikan bagi mereka, akan kenikmatan pahala utk apa yang mereka sudah lakukan.”

5. Keajaiban2 Kristus:

Penciptaan, menyembuhkan orang buta, menyembuhkan orang lepra dan membangkitkan orang mati.

Dalam Quran Surat Al-Imran 3.49:
[3.49] Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."

6. Penyangkalan Yahudi akan Kristus

Dalam injil Matius 26:4:
26:4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.

Dalam Quran Surat al-Imran 3.54:
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”

Dengan perbedaanya bahwa dalam bible tidak disebutkan bahwa Tuhanlah yang melakukan tipu muslihat, karena memang tidaklah mungkin demikian.

7. Kenaikan Kristus kesurga:

Dalam Quran di Surat An-Nisa 4.158:
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

2. Contekan dari legenda2 populer dan kitab2 para penghujat

Diantara sumber2 yang dicontek islam adalah dari legenda2 populer dan dari buku2 yang dibuat bukan dari sumber kristen tapi dianggap sebagai kebenaran oleh pihak islam:

1. Maria saudara perempuan Harun

Dalam bible disebutkan bahwa Maria adalah anak dari Yoakum.

Tapi dalam Quran disebut bahwa Maria adalah anak dari Imran, saudaranya Musa dan Harun, meski ada perbedaan jaman diantara keduanya, sekitar 15 abad perbedaannya.

Maria anak Imran terdapat dalam buku populer yang menyebutkan kemiripan antara keduanya (Maria anak Imran dan Maria anak Yoakum), sebuah kemiripan yang hanya kiasan belaka, tapi Quran menganggap bahwa ini adalah fakta dan mengutipnya mentah2, jadi Maria (ibu Yesus) menjadi anaknya Imran, saudara perempuan dari Harun yang ada di jaman Musa.

Tuhan tidak mungkin berbuat kesalahan fatal demikian dalam perkataannya.

2. Malaikat membawakan makanan pada Maria ketika Maria dalam Al-Mihrab (Pengasingan)

Dalam Quran, Surat Al-Imran 3.37:
“Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.”

Ini tidak ada dalam bible, tapi kisah ini sungguh2 ada dalam sebuah buku legenda populer berjudul “The Birth of Mary and the Childhood of the Saviour”, bab 20.

3. Isa berbicara ketika masih dalam Ayunan

Quran menyebutkan bahwa Isa berbicara ketika masih bayi (dalam ayunan), dalam surat Maryam 19.29-30:
[19.29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
[19.30] Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab
(Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.


Kisah ini tidak ada dalam bible, tapi ada dalam sebuah buku legenda populer berjudul “The Birth of Mary and the Childhood of the Saviour”, bab 20. dan Quran menconteknya mentah2 dari buku tsb.

Kisah ini aslinya berasal dari India, legenda tentang kelahiran Sang Buddha, 559 tahun sebelum Kristus dan sampai sekarang ada dalam buku India berjudul “Midana Kataha” Bab 1, halaman 5, ini diambil oleh orang2 jaman dulu yang ingin memuji-muji dan membesarkan nama Kristus, hingga menceritakan bahwa Kristus telah bisa bicara ketika dalam ayunan, lalu Muhammad mendengar cerita itu, dan diconteknya mentah2 kedalam Quran.

4. Penciptaan Burung dari Tanah oleh Isa:

Ini tidak ada dalam bible, tapi ada dalam buku legenda berjudul “Narration about the childhood of the Christ”, bab 36.

5. Hidangan diturunkan dari langit

Diceritakan dalam surat Al Maidah 5.112-115:
112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman".
113. Mereka berkata; "kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".
114. Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama".
115. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia".


Ini diambil dari buku populer yang sama.

6. Kisah Orang2 Gua (Seven Sleeper)

Disebutkan dalam Al-Kahf 18.22:
(ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.

Herannya Tuhan tidak tahu jumlah sebenarnya, dan berkata: (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya. Tuhanku lebih mengetahui

Jadi kenapa bilang itu semua adalah terkaan sementara kita ingin yang sebenarnya padahal dia sudah mengatakan pada orang2 agar “jangan berdebat”.

Kisah orang2 gua ini dikutip dari “The Life Story of the Christian Saints and Martyrs” yang berjudul “Al-Sineksar”.

Pada buku itu, dalam bab yang berjudul “under the readings of the 20 Th of Mesra":

Decius (249 – 251) datang ke Efesus untuk menegakkan hukumnya terhadap orang-orang Kristen… disini dia menemukan tujuh pemuda dari kalangan terhormat yang bernama Maximillian, Jamblichos, Martin, John, Dionysios, Exakostodianos, and Antoninos (menurut Gregory dari Tours : Achillides, Diomedes, Diogenus, Probatus, Stephanus, Sambatus, and Quiriacus) yang beragama Kristen. Kaisar mengancam dan memberi mereka waktu untuk mempertimbangkan, hingga dia kembali lagi ke Efesus. Mereka kemudian memberikan harta benda mereka kepada orang-orang miskin, membawa hanya sedikit uang dan pergi ke sebuah gua di Gunung Anchilos untuk berdoa dan menanti kematian. Decius kembali setelah melakukan satu perjalanan dan meminta keterangan tentang ketujuh pemuda tersebut. Mereka mendengar kedatangannya dan saat mereka mengucapkan doa terakhir, mereka jatuh tertidur. Kaisar memerintahkan prajuritnya untuk mencari mereka, dan saat menemukan mereka tertidur dalam gua, kaisar memerintahkan untuk menutup mulut gua dengan batu besar, sehingga mereka terkubur hidup-hidup. Namun seorang Kristen datang dan menuliskan nama-nama mereka dan kisah mereka. Tahun berlalu, kekaisaran menjadi Kristen, dan Theodosius (apakah Theodosius Agung (379 – 395) atau Theodosium Muda (408 – 450)) berkuasa. Dalam masanya beberapa bidah menentang kebangkitan tubuh. Saat kontroversi ini berlangsung, seorang tuan tanah yang kaya bernama Adolios, membuka gua “Seven Sleepers” untuk dijadikan kandang ternak. Kemudian para pemuda terbangun, berfikir bahwa mereka hanya tidur satu malam, dan menyuruh seorang dari mereka (diomedes) ke kota dan membeli makanan, sebelum mereka menyerahkan nyawa mereka. Diomedes tiba di Efesus dan terheran-heran melihat gereja-gereja dengan symbol salib dan penduduk tidak dapat mengerti bagaimana dia memiliki uang dari era Decius … akhirnya uskup dan pimpinan kota pergi kegua dengannya dimana mereka menemukan keenam orang lainnya. Theodosius kemudian dipanggil, dan ketujuh pemuda menceritakan kisah mereka. Setiap orang bergembira karena inilah bukti kebangkitan tubuh. Para pemuda setelah menuturkan segala sesuatunya dengan panjang lebar kemudian meninggal sambil memuji Tuhan.

Kisah ini dicontek oleh Muhammad dan dituliskan dalam Quran.

Banyak orang2 kristen hadir disemenanjung Arab saat itu, kisah ini mencapai daerah Arab tsb dan sedikit berubah.

Ibn Hisham berkata dalam bukunya ‘The Prophetical Life Story”, bagian Pertama halaman 217:
“Kekristenan telah menyebar luas di Najran sebelah Utara Yaman dan selatan dari Hijaz, raja Yaman adalah seorang kristen, juga Waraqa Ibn Nofal menjadi seorang kristen di Mekah dan banyak lagi kristen2 lain.”

Jadi kisah2 kekristenan yang populer ini sampai pada orang2 Arab dan karenanya dicontek oleh Muhammad dan masuk dalam Quran.
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sun Jan 20, 2008 6:22 pm

Contekan Islam : Sumber2 dari Persian and Zerdeshtian

Oleh: Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Lewat riset sains dan logika, ditemukan bahwa budaya2 Persia dan Zerdeshtian adalah salah satu sumber dari pencontekan Quran.

1. Kisah Isra Miraj

Sumber dari kisah ini ada pada kisah legenda rakyat Persia dan dituliskan dalam buku berjudul “Arta Wiraf Namak”.

Ini sebuah kisah legenda yang menceritakan bahwa ketika agama Zerdeshtian mengalami kemunduran, ada seorang bernama Arta Wirah bermaksud menemui Tuhannya Zerdeshtian, malaikat bernama Sardis menemui dia dan mengenalkan dia pada Tuhan bernama Urmest, Arta Wirah mencapai tempat tinggal Urmest, menemuiNya dan mencapai Mi’raj, Tuhan Urmest memberkatinya dan mengirimnya kembali utk memperkuat iman kaum Zerdeshtian.

Kisah ini ada dalam budaya Persia Kuno 400 tahun sebelum Islam.

Dalam buku itu, bab 6, paragraf 1-4, Arta Wiraf berkata:
Aku langkahkan kakiku mencapai lapisan bintang2, kulihat jiwa2 orang suci memancarkan cahaya seperti planet2 kemilau, ada singgasana, kutanya malaikat Azar, malaikat api, tentang tempat dan orang2 itu, akhirnya Sang Malaikat berdiri disinggasananya yang bertahtakan emas dan menggenggam tanganku dan membawaku kekehadiran Zuricht yg nomor dua, perasaan dan pengenalan, lalu Behmen bilang inilah Armontz, aku ingin bersalaman dengannya, dia berkata Damai besertamu Arta Wiraf, selamat datang, lalu dia memerintahkan sang Suci Arouf dan malaikat : Bawa Arta Wiraf utk menemui tempat pengampun dan penghukum, ini sama dengan dalam Quran, surga dan neraka.

Kisah yang mirip dengan Isra Miraj juga ditemukan dalam agama2 Pagan India. Sebuah buku india berjudul “Aprolophitum”, artinya Perjalanan kedunia Andra. Dalam kisah itu adalah Andra yang menjadi Dewa langit, ada seorang yang berhasil mencapai langit dan mendatangi tempat Dewa Andra, disana ada taman dan mata air abadi yang mengairi tanaman2 hijau dan ditengah2nya ada pohon yang dinamakan Gizia.

Kisah Isra Miraj bukan hanya kisah yang mempengaruhi Muhammad, tapi juga terdapat banyak kisah2 lain yang dia gabungkan menjadi kisah Isra Miraj versinya.

2. Bidadari (Houri Al-Ein)

Bidadari berdada montok ini tidak ada dikitab suci manapun. Bidadari berasal dari budaya India dan Zerdeshtian, kesamaan bidadari pada dua budaya itu sangatlah mirip dengan yang disebutkan dalam Quran dan Hadis.

Kata “Houri” sendiri berasal dari bahasa Behloian (Persia Kuno), artinya sama persis dengan arti yang disebutkan dalam islam.

Para wanita cantik dan transparan ini, dalam budaya India dan Zerdeshtian, diperuntukkan bagi kenikmatan para martir yang mati syahid akibat perang dibumi, persis seperti yang dikatakan Quran, juga dikatakan bahwa utk setiap martir disediakan masing2 72 Houri Al-Ein di Surga. Pada Islam, juga disebutkan hadiah 72 bidadari (Houri) disyurganya.

3) Jin:

Kata Jin berasal dari bahasa Behloian (Persia Kuno). Ini disebutkan dalam sebuah buku berjudul “Fiesta”, buku ini dianggap buku suci Zerdeshtian dan menjadi hukum bagi mereka.

Kata Jinni itu sendiri artinya (dalam bahasa Behloian) adalah Iblis jahat (evil demon).

Dalam buku itu juga disebutkan tentang malaikat yang diusir dari surga, namanya Azaziel.

Diceritakan bahwa Tuhan menciptakan Azaziel dan dia menyembah Tuhan selama 1000 tahun dalam sebuah penjara, Azaziel lalu dibebaskan dari penjara,
ketika dia dilepas ke bumi dia harus menyembah Tuhan setiap “lapisan bumi” masing2 1000 tahun lamanya hingga dia mencapai bagian inti didalam bumi itu sendiri.

Dalam buku “Ara’es Al-Majals”, halaman 73, Azaziel tinggal dipintu gerbang surga selama 3000 tahun, maksudnya utk menyakiti Adam dan Hawa, karena dia sakit hati dan iri pada dua makhluk itu.

Kisah yang sama juga terdapat dalam buku Zerdeshtian berjudul “Bundahashina” bab 1 dan 2. Disebutkan bahwa “Ahrment” (yaitu Setan) berada dalam kegelapan dan tetap tinggal disana, dia tidak sadar akan segala sesuatu sampai terjadinya, dalam kegelapan dia berharap bisa menyakiti makhluk lain, akhirnya dia bisa keluar dari kegelapan, dia melihat Cahaya Arnos, dia bermaksud menyakitinya.

Jadi ada kemiripan antara Azaziel yang berupa “Ahrment” dalam Zerdeshtian dan Setan di Islam, yang sama2 dipenjara dan mencoba keras menyakiti makhluk Tuhan.

Mungkinkah Tuhan Sejati terilhami oleh hal2 yang ada dalam kisah2 legenda manusia? Legenda2 itu tidak ada dalam Taurat dan Bible, tapi ada dalam Quran dan Hadis.

4) Cahaya Muhammad

Disebutkan dalam islam mengenai kisah2 sang nabi, bahwa yang pertama-tama diciptakan oleh Tuhan adalah Cahaya Muhammad.

Di taman Rawdat Al-Ahbab ketika Auloh menciptakan Adam, dia menempelkan cahaya pada dahinya dan berkata: O Adam, cahaya ini adalah cahaya anak (keturunan) terbaikmu, nabi Kepala yang akan dikirim nanti, lalu cahaya itu berpindah tempat kepada keturunan2 Adam hingga mencapai Abdullah Bin Abdul Mutalib, dan darinya kepada Am’na yang melahirkan Muhammad.

Sumber asli dari kisah ini terdapat pada buku Zerdeshtian “Fares Yousel”, dikatakan: sang pencipta, menciptakan jagat raya dan isinya, malaikat kepala, isi2 surga semua dari cahayanya sendiri, legendanya adalah bahwa cahaya yang menciptakan tsb berpindah2 mulai dari manusia pertama (Adam) hingga ke orang2 lain dan sampai pada manusia terakhir.

Kisah ini persis sama dengan kisah Cahaya Muhammad.

5) Jembatan Al-Surat Al-Mustakim

Katanya jembatan ini sangat sempit, lebih sempit dari rambut dan lebih tajam dari pedang, dijembatan ini kelak orang akan menyeberang, orang yang kafir akan jatuh keneraka tapi para muslim akan masuk surga karena berhasil menyeberangi jembatan ini.

Kata “Surat” itu sendiri bukanlah kata asli Arab, dalam bahasa arab tidak ada sama sekali kata “surat”, ini adalah kata bahasa Persia yang artinya jembatan.

Zerdeshtian percaya bahwa Jembatan ini menghubungkan bumi dengan surga, konsep yang persis sama dengan yang dipakai Muhammad.

Dalam buku Persia berjudul “Zikart”, Part 2, Chapter 81, halaman 5 dan 6. Zirdash berkata : Aku mempertahankan kemurnian dan kesucianku, dengan menyembahmu, tidak untuk mendapat hukuman mengerikanmu, tapi utk menyeberangi “Surat” utk mencapai tempat yang kau berkahi, yang penuh dengan parfum dan kenikmatan.

Al-Surat” tidak ada dalam agama apapun, selain islam, tidak ada Surat/Jembatan yang setipis rambut dan berujung ke Surga.

Bagaimana kepercayaan2 tsb mencapai semenanjung Arab? Dan Bagaimana Muhammad mengetahui kebudayaan2 tsb?

Dalam buku Rawdat Al-Ahbab dikatakan bahwa: “Muhammad biasa berbicara dan berdebat dengan siapapun yang ditemuinya, dari semua ritual dan denominasi dan dia biasa berbicara dengan mereka dalam bahasa mereka.”

Kisah2 dalam Quran ini adalah kisah2 terkenal yang banyak diceritakan oleh orang Arab Al-Kanady dalam bukunya (The Arabs) “Kisah tentang kaum Aad dan Thamoud, Onta yang berdakwah dan saleh, dan Bangsa gajah banyak diceritakan dalam pertemuan2, dia bilang itu semua adalah kisah2 usang dan dongeng2 kuno yang sering kali diceritakan ketika berkumpul2 mengelilingi api ungun pada malam2 hari.”

Dalam buku “The Prophetical Story” oleh Ibnu Hisham, diceritakan: Seorang Persia bernama Selman menyarankan agar Muhammad menggali lorong gua dan membuat Majaniq dalam penyerangan terhadap Bani Safik di Al-Taif.

Selman orang persia ini menolong Muhammad menulis Quran dan bahwa Muhammad menyebutkan dia dalam Surah An-Nahl 16.103:

[16.103] Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa Ajam, sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Bagaimana bisa Muhammad bicara dengan Selman mengenai lorong dan “Majaniq” dalam bahasa Persia? Jawabannya: Dia tinggal disemenanjung Arab dan belajar dari orang2 Persia sejaman dengan dia dan mengambil banyak dari budaya mereka.
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Mon Jan 21, 2008 11:42 am

Contekan Islam : Sumber2 dari Pagan

Oleh: Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Pengaruh terbesar dalam islam adalah lingkungan Pagan yang melingkupinya ketika Islam tumbuh dan besar; Pagan punya pengaruh yang sangat kuat khususnya ketika para muslim mencoba berdamai dengan kaumpagan dan orang2 Quraish.

Dalam Encyclopedia Britannica, Bagian 1, halaman 1047, tertulis : periset mempertimbangkan/menganggap agama pagan Arab adalah sumber dari agama Islam.

Sheikh Abdul Galil Abdul-Karim menyebutkan dalam bukunya “The Historic Roots of the Islamic Legislation”, Halaman 1208:

Orang Arab pada jaman Paganisme sebelum Islam menjadi sumber banyak aturan, ritual, perundangan dan hukum yang dituliskan dalam Islam, jadi kita bisa bilang dengan penuh kepastian bahwa Islam mewarisi semua itu dari Paganisme, mewarisi banyak perihal penyembahan dan aspek2 ritualistiknya.

Ada satu bidang dimana para Pendakwah Islam sangat takut utk disebarkan atau diketahui orang banyak, yaitu bidang religius dan ritual, karena mereka yang mengetahui tentang itu akan terheran-heran jika mereka tahu bahwa Islam banyak mengambil dari Paganisme mengenai bidang religius dan ritual2nya.


Sheikh Abdul Galil Abdul-Karim (Sheikh Islam, salah satu lulusan Al-Azhar dan penulis banyak buku2 yang menjadi referensi didunia islam) menyebut dalam bukunya “The Historic Roots of the Islamic Legislation”, ritual2 penyembahan itu adalah:

1) Menyembah Kabah, halaman 15.
2) Ritual Haji, halaman 16
3) Bulan Ramadhan, halaman 18
4) Larangan2 dibulan Suci, halaman 18
5) Mengagungkan Ibrahim dan Ismail, halaman 18
6) Sholat Jamaah dihari Jum’at

Pada halaman 15 ditambahkan: Meski ada 21 Kabah sebelum jaman islam di semenanjung Arab, semua ritual Arab setuju utk menyucikan Kabah yang ada di Mekkah dan mengadakan ziarah Haji ke Kabah di Mekah ini, pada Paganisme ini sudah ada sebelum Islam.

Islam datang dan mempertahankan pensucian Al-Ka’bah dan Quran malah memberinya nama2 terkenal dan terhormat:

Surat Al-Ma'idah' 5.97:
[5.97] Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia.

Dalam ensiklopedi “The Simplified Arabic”, halaman 1465:
Ka’bah dianggap sebagai kuil terbesar di Quraish, dan didalamnya ditempatkan patung2 sesembahan mereka, patung terbesar adalah Allah (Dewa Bulan), seruan orang Islam “Allahu Akbar” ini berasal dari Allah Maha Besar diantara patung2 lainnya.

Ibrahim dan Al- Ka'bah

Dalam Quran, Surat Al-Baqarah 2.127:
[2.127] Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui".

Benarkah Ibrahim yang membangun Kabah?

Sebenarnya hal ini sangatlah aneh dan tidak masuk akal, karena bertentangan dengan sejarah yang ada, baik itu berdasarkan arkeologi maupun berdasarkan catatan2 kitab suci.

Bible tidak pernah menyebutkan Ibrahim pergi ke semenanjung Arab dalam kehidupannya, dia tinggal di Palestina, dan dia pergi ke Mesir lalu kembali ke Palestina, liwat gurun Sinai dan dia tidak pernah pergi ke Arab dalam perjalanannya ini.

Dalam buku2 sejarah dan Penemuan Arkeologi di Timur Jauh dan Semenanjung Arab tak ada satu buktipun yang mengisyaratkan bahwa Ibrahim pergi ke semenanjung Arab.

Dalam buku “Who Built the Ka’bah, the Muslim’s most Holy Place” Oleh W.L. Cathe, yang mana buku ini penuh dengan peta2 terperinci yang berkata: Penulis menyimpulkan bahwa Ibrahim tidak pernah pergi ke semenanjung Arab.

Ensiklopedia Islamic, Part 1, halaman 77 menyebutkan bahwa : “Tidak pernah disebutkan bahwa Ibrahim membangun fondasi dari Kabah dan dia bukanlah muslim yang pertama”.

Dalam surat2 Mekah (surat2 dalam Quran yang ‘turun’ ketika Muhammad di Mekah) tidak ada satupun disebutkan tentang Ibrahim. Tapi dalam Surat2 Madiniyah (surat2 dalam Quran yang ‘turun’ ketika Muhammad di Medinah), situasinya berbeda, karena Ibrahim disebut sebagai “Muslim Hanifah” dan pendiri dari agama Ibrahim dan dia membangun fondasi dari Kabah bersama Ismail, ini ada dalam Surat Al-Baqarah 2.127.

Rahasia dibelakang perbedaan antara surat Mekah dan Surat Medinah ini ada pada kenyataan bahwa Muhammad membuat persekutuan dengan orang2 Yahudi di Mekah pada awalnya, tapi mereka tidak menerima Muhammad sebagai Nabi, jadi dia harus berkompromi untuk itu, dia pikir bahwa Bapak Moyang semua orang Arab adalah Ibrahim, jadi agar dia bisa sekaligus menyingkirkan Yudaisme saat itu dan juga menciptakan hubungan antara Yudaisme-nya Ibrahim dengan Islam, lalu dia membuat cerita tsb, jadilah Ibrahim pendiri Rumah Allah, Kabah.

Ritual Haji

Haji adalah salah satu pilar dari Islam; ritual haji ini berasal dari Paganisme sebelum islam.

Kata “Haji” itu sendiri berasal dari kata “Hack” yang artinya dalam bahasa Arab ‘friksi/gosok/gesek”, karena ada sebuah ritual pagan yang dilakukan ketika melakukan ibadah Haji ini yang mana para wanita menggesekkan bagian vital mereka ke “Batu Hitam” agar bisa lebih subur. (Dr.jawad Ali dalam bukunya "The History of Arab before Islam", part 5, hal. 223)

Dalam buku “Ka'bah through the history”, oleh Dr. Ali Hassen Al-Kharboutly dia menulis:
Orang arab sebelum Islam bepergian ke Mekkah pada musim Haji setiap tahun utk melakukan ibadah Kewajiban Haji.

Apa tujuan dari Ibadah Haji ini bagi Paganisme?

Dalam Islamic encyclopaedia, part 11, hal 3465:
“Ada dua pasar komersil setiap tahun yang buka selama bulan Dhu-al-Qa’dah, yang satu di Okaz dan yang kedua di Mekkah, pembukaan pasar ini diawali oleh beberapa hari pertama Dhu-al-Hijjah oleh pasar yang dinamai Dhu-almjaz, pasar2 itu mengikuti musim pengumpulan buah kurma yang lalu terkait dengan ibadah Haji, musim ini disebut “Mousem al-Hajj” atau Musim Haji.

Kata “Mousem” dalam bahasa mereka artinya adalah festival kesuburan atau “wasm”, kata ini disebutkan dalam buku “The Legendary and The Heritage” oleh Sayed Al-Kemny, hal. 165:
Wasm” atau “Mousem” adalah kata yg berasal dari “Mousem al-Hajj”, artinya “Moumes” dalam bahasa Arab berarti “Prostitute/Pelacur”, ini karena begitu banyaknya pelacur yang melakukan ibadah ini sebelum islam masuk.

Dalam bukunya, Sayed Al-Kemny berkata, hal. 160:
Didalam Al-Kabah, ada juga dewa Hobble, dewa kesuburan, itu sebabnya ada ritual2 sek, menyebar luas didaerah ini. Ada beberapa kelompok yang melakukan seks mencari kesuburan sebagai bagian dari ritual pagan mereka, dan mereka mengelilingi Kabah dengan telanjang.

Sekarang ini mereka juga mengelilingi Kabah setengah telanjang, mengikuti sumber ritual jaman Paganisme dulu.

Ritual Haji di jaman Paganisme

Arab dijaman paganisme melakukan ritual yang sama dengan yang dilakukan muslim jaman ini. Ritual yang persis sama, hampir tidak ada yang berubah dari jaman paganisme dulu.

Dalam buku “The Historic Roots for the Islamic Legislation” oleh Dr. Khalil Abdul-Karim, hal 16, dia merangkumnya sbb:

1) Al-Talbi’h, sambil mengelilingi Kabah mengucapkan “Labbaik Al-Lahomma Labbaik”.
2) Al-Ihram; pakaian khusus yang digunakan ketika beribadah haji.
3) Al-Hade: pasar yang buka ketika musim Haji
4) Berhenti di Arafat
5) Melempar batu di Jamarat
6) Memotong kurban
7) Berjalan/berlari kecil diantara Safa dan Marwa
8.) Mencium Hajar Aswat, batu hitam
9) Mengelilingi Kabah tujuh kali.

Islam menjiplak persis plek ritual2 ziarah haji dari Paganisme Arab sebelum islam.
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Mon Jan 21, 2008 6:25 pm

Contekan Islam : Batu Hitam

Oleh: Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Apa itu Batu Hitam? Apakah batu suci?

Disitusnya Al-Azhar dibawah judul “Islamic Concepts”, disebutkan tentang Batu Hitam:
Sebuah Batu, hitam warnanya dengan sedikit kemerahan, ada titik2 merah, panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm, dipasang didinding Al-Kabah disudut Tenggara, punya penutup dan rangka perak.

Darimana Batu Hitam ini berasal?

Dalam Hadis Al-Tirmizy, Bab The Pilgrimage, nomor 886:
Diriwayatkan oleh Ibn Abu Abbas: Batu hitam berasal dari surga, asalnya berwarna putih, lebih putih dari air susu.

Diceritakan bahwa Malaikat Jibril membawanya turun dari Surga, juga dikatakan bahwa batu ini muncul setelah air bah jaman Nuh dan Ibrahim menempatkannya disitu sebagai pertanda utk memulai ritual keliling Kabah.

Beberapa orang punya penjelasan Sains bagi batu tsb, mereka bilang: Itu adalah meteroid yang datang dari angkasa dan terbakar sebelum mencapai bumi.

Di Semenanjung Arab banyak meteroid demikian, juga dikatakan meteroid2 itu berasal dari angkasa dan berkilau sebelum terbakar, jadi mereka menganggapnya sebagai batu suci karena terjadi fenomena aneh tsb.

Menurut sejarah, ada banyak Kabah dan semua Kabah punya batu meteor demikian didalamnya, dan Al-Kabah di Mekah adalah salah satunya yang punya batu hitam.

Apakah batu itu merupakan batu suci di jaman Paganisme?

Ya. Batu itu dianggap suci sampai-sampai Al-Kabah mendapatkan kesuciannya karena adanya batu tsb.

Dalam buku “The Methodological Way for Arabs” oleh Mahmoud Al-Hoot, hal.59:
Kabah di Mekah sebenarnya adalah rangka/rumah bagi batu hitam, dan kabah2 lainnya juga punya fungsi yang sama, karena semua kabah itu dianggap sebagai rumah Tuhan, ditiap kabah itu ada batu spesial, kepunyaan Tuhan, yang datang dari Angkasa.

Disucikannya batu tersebut karena batu tsb berasal dari dunia yang tidak diketahui, seperti meteorid yang datang dari angkasa dengan gegap gempita seakan berasal dari surga.

Hal itu juga dibenarkan dalam buku “The Simplified Arabic Encyclopedia” hal 1097:
Meteor adalah sepotong kecil materi jagat yang masuk ke atmosfir bumi dengan kecepatan sangat tinggi hingga membakar dan kelihatan seperti garis kemilau yg mengagumkan. Demikian hingga orang Bedouin menyucikan batu ajaib itu di jaman Paganisme.

Tapi jika Bedouin membuat batu itu jadi suci dijaman Pagan, kenapa Muslim juga melakukan hal yang sama?

Apa ada ritual2 penyucian batu tsb dijaman Pagan?

Ya, karena itulah tempat sesembahan mereka.

Dalam buku “The Islamic Encyclopedia” Part 22, hal.6960, dikatakan:
Batu hitam berumur tua hingga jaman pagan kuno; batu itu punya peran sangat keramat dalam ritual2 religius bagi orang2 Arab kuno.
Mereka memutari Al-Kabah yang berisi Batu Hitam, batu yang telah dianggap suci sejak jaman kuno.


Muhammad mengikuti tradisi kuno itu ketika dia menetapkan ritual2 agama ciptaannya dan dia menganggap Al-Kabah sebagai pusat dari ritual2 tsb.

Bagaimana dengan ritual memutari Kabah?

Dalam buku “The Islamic Encyclopedia” Part 22, hal.6960, dikatakan:
Mereka memutari Al-Kabah yang berisi Batu Hitam, batu yang telah dianggap suci sejak jaman kuno.

Kita akan memfokuskan pada beberapa ritual aneh dan menarik sebagai cara penyucian/pemujaan dari Batu Hitam tsb.

Dalam buku “The Methodological Way for Arabs” oleh Mahmoud Al-Hoot, hal.123:
Salah satu ritual2 peziarah Pagan ada sebuah ritual yang menarik dan menakjubkan, yaitu lelaki dan wanita memutari Al-Kabah sambil bertelanjang bulat.

Apa alasan ketelanjangan tsb?

Dalam buku “The Legendary in Quran”, hal 16 dan 17 dikatakan:
Ketelanjangan itu karena satu alasan, karena pernah ada ritual penyembahan secara seksual terjadi didalam Rumah Dewa orang Mekkah tersebut dijaman kuno.

Dalam buku “The Father of Prophets Ibrahim”, oleh Muhammad Hosny Abdul-Hammid, diterbitkan di Kairo, halaman 92, dikatakan:
Ada sebuah ritual Pagan yang dilakukan oleh wanita, ketika mereka menyentuh batu hitam itu dengan darah mens mereka, karena darah mes bagi pagan kuno adalah rahasia kelahiran, mereka percaya bahwa wanita yang memberikan darah dan lelaki yang memberikan air maninya akan dianugerahi roh oleh Tuhan.

Mereka meniru tindakan yang dilakukan oleh Allah (Dewa Bulan) ketika meniduri Dewa Matahari (Allat).

Jadi mereka menyelenggarakan perayaan itu semirip seperti yang dilakukan oleh dewa2 (matahari dan bulan) lakukan sebelumnya.

(lihat juga “The Legendary and the Heritage” oleh Sayed al-Kemny, halaman 160, 162)

Hal ini juga disebutkan dalam Buku “Rites and Denominations (Al-Melal Wal-Nahl)" oleh Abe Al-Kasim Al-Shahrestany, halaman 247, dikatakan:
Ada sebuah ritual yang mendominasi saat itu, yaitu menggesekan alat vital ke batu hitam, ini dilakukan karena bentuk dari batu hitam tsb.

Dan kata “Hajj” itu sendiri berasal dari kata “Hack” (dalam bahasa arab artinya menggesekkan).

(Ini juga disebutkan dalam buku “The Legendary in Quran”, halaman 17, 19)

Karena semenanjung Arab itu sangat luas, dan sedikit orang yang menempati tanah begitu luas, jadi mereka sangat memperhatikan tentang hal kelahiran, hingga para wanita yang tidak subur membentuk kelompok2 saat itu, dan mereka akan bertelanjang bulat ketika saatnya musim Haji dan menggesek-gesekkan bagian vital mereka, dengan darah mens yang mereka sengaja simpan, ke batu hitam, agar mendapat karunia dan bisa hamil, ini melambangkan Dewa telah memberi mereka roh.

Apa Muhammad menganggap suci Batu Hitam?

Muhammad mempertahankan ritual2 memutari kabah dan menengok ke arah Kabah persis seperti ritual dijaman Pagan.

The Islamic Encyclopedia mengatakan:
Kita bisa memastikan dari apa yang para muslim lakukan saat ini bahwa ritual2 tsb juga dilakukan pada masa Pagan sebelum islam.

Muhammad mencium Batu Hitam sebagai pertanda ia menganggapnya suci.

Pada hadis Sunan AL-Behigy, Buku Pilgrimage, no.9503:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Rasul Allah ketika mendekati batu Hitam, dia menciumnya, menempelkan pipi kanannya. (Mereka tidak sadar bahwa di jaman pagan kuno, orang2 saat itu menempelkan dan menggesekkan bagian vital mereka yang berlumuran darah mens ke batu hitam.) Dia mengelilinginya tujuh kali, tiga putaran sambil melompat-lompat kecil, empat kali sambil menengok batu hitam ketika melewatinya sebagai tanda penghormatan.

Dalam Mosnad Ahmed, Mosnad Abdullah Ibn Al-Abbas, no.283:
Rasul Allah datang ke mesjid dan dia mengambil batu hitam, orang2 Quraish bilang mereka tidak berjalan tapi melompat seperti kijang, jadi dia melakukan hal tersebut tiga kali.

Apakah sikap dari Kalifah Umar Ibn Al-Khatab terhadap Batu Hitam?

Dalam Sahih Bukhari, Pilgrimage, no.667:
Umar melihat Muhammad mencium batu hitam, dia berkata ketika mencium batu hitam tsb: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya.

Umar juga melihat Muhammad meloncat2 ketika memutari Kabah dan berkata: Apa kita lakukan kemunafikan dari kaum pagan? (Sahih Bukhari, Pilgrimage, no.1605.)
Diriwayatkan Zoubir Ibn Salem: Umar berkata pada batu hitam: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukanny, kami melakukan kemunafikan seperti kaum pagan, sekarang mereka telah dimusnahkan oleh Allah, tapi karena nabi melakukannya maka kita harus melakukan hal itu juga.

Kita tahu apa alasannya batu itu disucikan oleh kaum pagan, tapi kenapa Muhammad juga mensucikannya? Ini butuh pemikiran lebih lanjut:

Apa ada satu alasan suci utk itu? Dan jika cara Muhammad menghormati batu hitam adalah semacam kemunafikan utk memenangkan hati kaum Pagan seperti yang Umar katakan, apakah pantas bagi seorang nabi utk melakukan hal2 demikian, menyembah patung2 kaum pagan, hanya utk memenangkan hati mereka? Sebenarnya ada ratusan pertanyaan tentang hal ini.

Muhammad berkata dalam salah satu hadis bahwa batu itu datang dari langit dan Quran bilang bahwa batu itu berasal dari langit sebagai hukuman:

Dalam Surat Al-Fiil:
105.1-4 Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak
terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia?, Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,


Batu ini dianggap dari setan seperti banyak ayat dalam surat Al-Hajj, Al Anfal dan Adh-Dhariyat.

Jadi batu hitam yang sekarang disembah oleh para muslim adalah patung/sesembahan orang2 kaum pagan jaman sebelum islam.

Ada sebuah artikel dalam koran Al-Ahram tanggal 15 Agustus 2004 oleh Dr. Ahmed Showky Ibrahim, yang mengatakan:
Kita tidak mencium batu hitam sebagai sebuah ritual tradisi, tapi sebagai kepatuhan pada perintah Allah yang Maha Kuasa.

Mungkinkah Tuhan yang Sejati memerintahkan melakukan ritual2 kaum pagan? Apa ada perintah dari Tuhan utk melakukan itu (agar melakukan ritual2 kaum pagan)?

Ini Cuma sebuah perjanjian antara sang nabi dengan orang2 Mekah utk mempertahankan tradisi Haji dengan segala ritual2 nya, dengan dipertahankannya ritual ini bukan saja Muhammad bisa menjadi kaya dari kedatangan para peziarah tapi juga memenangkan hati orang2 Mekah (yang ternyata tidak bisa dia dapatkan kecuali dengan peperangan).
Mengenai lemparan batu (Ramy Al-Jamarat) Dr. Ahmed berkata:
Itu dilakukan ditempat dimana Setan mencoba mencegah Ibrahim mengorbankan anaknya!!

Apa mungkin mengusir Setan dengan melemparnya memakai batu?

Dr. Ahmed menambahkan: Batu Hitam waktu ada di surga, punya mata, mulut dan bibir. Tuhan berkata buka mulut dan makanlah kertas2.

Kertas2 apa itu?

Dikatakan: Ketika Tuhan menciptakan Adam, dia ambil/keluarkan dari punggungnya setiap manusia yang akan diciptakannya kelak, lalu dia berkata pada manusia2 itu: Bukankah aku Tuhanmu? Mereka menjawab, Ya, Dia katakan pada mereka utk bersaksi tentang itu, dan dia keluarkan perjanjian dari kesaksian itu dan memerintahkan para malaikat utk menuliskannya dan menaruh kertas2 itu pada mulut Batu Hitam.

Apakah batu itu hidup atau mati?

Tidakkah batu itu punya mulut, mata dan bibir? Bukankah dia disuapi dengan kertas2 perjanjian?

Apakah tiap muslim yang pergi ke Mekkah melihat mata dan mulut dari Batu hitam?

Mana kebenaran legendaris dari hal tsb?

Jutaan bepergian tiap tahun ke Mekkah, memutari sebuah batu dan kata mereka Muhammad telah memusnahkan agama2 Pagan, sementara mereka sendiri melakukan penyembahan2 yang dilakukan agama2 Pagan dulu itu, sampai detik ini juga.

Ironis sekali!!
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re:

Postby pat_rusak » Sat Sep 12, 2009 10:33 am

@ pod-rock...

=D>
teruskan-teruskan... :axe:
pat_rusak
 
Posts: 220
Joined: Tue Jul 14, 2009 8:27 am

Re: REKAYASA Hadis: berbohong demi Allah !

Postby Aku-Suka-Hujan » Wed May 02, 2012 2:22 am

SUNDUL!!!

Baru tahu nih kalau ada hadis niru kitab sebelah...

Kalau begini bagaimana bisa tahu sahih tidaknya sebuah hadis???
User avatar
Aku-Suka-Hujan
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: REKAYASA Hadis: berbohong demi Allah !

Postby spaceman » Sat Mar 30, 2013 8:37 pm

Wowwwww : SUPER TAQQIYA :green:
User avatar
spaceman
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet


Return to Resource Centre KEBOHONGAN2/MITOS2 ciptaan Islam/Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron