.

Mengapa Muslim sedunia TIDAK MARAH pada teroris Islam ?

Mencatat pendapat Muslim yg saling bentrok, berlawanan, Muslim 'moderat/reformis' vs Muslim 'radikal/fundamentalis' dan bgm Muslim memberlakukan sesama Muslim

Postby Logic » Mon Jan 15, 2007 4:44 pm

http://www.suntimes.com/output/laney/cs ... ney18.html
Muslim yg damai seharusnya mengarahkan kemarahan mereka kepada Islamofacist
18 September 2006
oleh Mary Laney

Ada yang tidak beres. Pada waktu saya membolak-balik halaman2 koran2 dan majalah2 dan mendengarkan berbagai siaran berita di radio dan televisi, rasanya ada sesuatu yang sangat tidak beres.

Walaupun sebagian besar muslim di Amerika adalah warganegara yang damai, suara mereka sama sekali terdengar.

Kita sedang dalam perang. Islamofacist telah menyatakan perang kepada Amerika Serikat dan menyatakan bahwa mereka berniat untuk membunuh semua orang Amerika. Dan mereka telah menunjukkannya kepada kita semua bahwa mereka ternyata memang benar-benar serius.

Kita baru saja melewati satu tahun peringatan serangan terburuk dalam sejarah Amerika, 9/11, pada waktu teroris muslim membunuh hampir 3000 laki-laki, wanita dan anak-anak tak bersalah dengan menjadikan pesawat penumpang menjadi rudal. Tetapi berita dipenuhi dengan cerita tentang muslim -- bukan dengan lantang mengutuk muslim pembunuh -- melainkan mengeluh mengenai perlakuan yang mereka terima disini dan menuntut orang Amerika mengubah sikap mereka.

Kami orang Amerika harus mengubah sikap kami? Kelompok-kelompok teroris telah ditemukan disini. Rencana jahat untuk meledakan jembatan2 dan Sears Tower (menara Sears) telah berhasil diungkapkan. Pasokan bahan-bahan untuk membuat bom yang dibawa oleh teroris muslim telah dihentikan diperbatasan kita. Rencana jahat untuk membom 10 pesawat penumpang tujuan Amerika Serikat telah berhasil digagalkan. Dengan adanya semua kejadian ini kami harus mengubah sikap kami?

Amerika telah membuka pintu dan universitasnya untuk muslim dari negara-negara asing -- mungkin cara terbaik bagi para pelajar ini untuk melihat kebebasan kami dan mulai mengembangkan rasa hormat pada negara kami. Tetapi, saya tanya, apakah bantuan kami tersebut dihargai?

Paus Benedict berseru pada muslim moderat untuk berbicara menentang Islam jenis ganas, menyebut jihad sebuah gerakan yang bertentang dengan sifat Tuhan. Tetapi dimanakah suara muslim moderat disini? Mengapa mereka tidak berbicara untuk menentang penculikan, bom bunuh diri, dan pemenggalan yang dilakukan oleh islamofacist?

Dalam mencari jawaban saya mengunjungi web site dari Council on American-Islamic Relations (Dewan Hubungan Amerika-Islam), CAIR. Tapi situs CAIR menyoroti sebuah lokakarya mengenai bagaimana untuk "Mengetahui Hak2 Anda"; satu bagian tentang "Pembangunan Kuasa Politik"; sebuah tuntutan untuk mencantumkan hari raya muslim di semua kalender sekolah.

Musim semi yang lalu, para pelajar muslim di Michigan State University (Universitas Negara Bagian Michigan) menggelar sebuah protes -- bukan untuk mencela teroris islam -- tapi untuk berteriak2 dengan lantang terhadap kartun Denmark yang menggambarkan muhammad sebagai teroris. Apa yang lebih parah dari ini adalah: Pada waktu seorang berjabatan profesor, I.S. Wichman, mengirim e-mail kepada seorang siswa, Asosiasi Pelajar Muslim sekolah tersebut membuat surat terbuka dan menuntut supaya sang profesor secara resmi ditegur keras.

Apa yang telah ditulis oleh Wichman? Ia menulis bahwa lebih daripada tersinggung karena kartun, ia tersinggung "oleh pemenggalan orang sipil, serangan secara pengecut pada gedung-gedung publik, bom bunuh diri, pembunuhan-pembunuhan pastor-pastor Katholik (yg terakhir di Turki), pembakaran gereja-gereja Kristen, penindasan terus menerus pada Kristen Koptik di Mesir, pemberlakuan hukum Sharia pada non muslim, pemerkosaan gadis-gadis dan wanita-wanita Skandinavia, pembunuhan sutradara film di Belanda, serta kerusuhan dan penjarahan di Perancis."

Ia selanjutnya menulis, "Jika kalian tidak menyukai nilai2 dari Barat -- lihatlah First Amendment -- kalian bebas untuk pergi."

Kelihatannya para siswa yakin bahwa mereka mempunyai hak untuk memprotes kartun, tapi para profesor tidak mempunyai hak untuk berbicara menentang pembunuhan2 yg kejam. Ada sesuatu yang tidak beres.

Negara bagian Michigan melakukan satu hal yang terpuji yaitu sang profesor tidak akan ditegur karena ia sedang melaksanakan haknya untuk bebas mengemukakan pendapatnya.

Kita sedang dalam perang. Serdadu kita mematuhi aturan dalam berperang -- tapi lawan mereka tidak.

Perwira2 antiteroris CIA membeli asuransi untuk berjaga-jaga supaya ada dana untuk membiayai kuasa hukum seandainya mereka dituntut melakukan kejahatan, seperti yang telah diisyaratkan oleh beberapa anggota kongres yang merasa teknik interogasi mereka mungkin terlalu "keras".

Di Irak, orang Amerika telah diculik, disiksa, dipenggal, dibakar, digantung dari jembatan, diseret sepanjang jalan. Tapi cara CIA dalam menanyai seorang teroris dalam ruangan yang sejuk sambil memutar musik adalah terlalu "keras"?

Kita sedang berperang bagi peradaban melawan musuh yang bermaksud menghancurkannya dan membuat sebuah dunia islam yang didasarkan pada pandangan yang salah dari islam yang sebenarnya -- tapi dimanakah suara muslim Amerika mengutuk musuh ini? (catatan penterjemah: rupanya penulis artikel ini belum mengetahui bahwa musuh ini melakukan semua itu TIDAK berdasarkan pandangan yang salah dari islam yang sebenarnya melainkan musuh melakukan semua itu memang sesuai dengan islam yang sebenarnya)

Ada sesuatu yg tidak beres.
User avatar
Logic
 
Posts: 551
Joined: Wed May 17, 2006 2:06 pm
Location: NOT in moslem brain...

Postby hiu » Thu Aug 16, 2007 8:48 pm

Logic wrote:http://www.suntimes.com/output/laney/cst-edt-laney18.html
Muslim yg damai seharusnya mengarahkan kemarahan mereka kepada Islamofacist
18 September 2006
oleh Mary Laney

Ada yang tidak beres. Pada waktu saya membolak-balik halaman2 koran2 dan majalah2 dan mendengarkan berbagai siaran berita di radio dan televisi, rasanya ada sesuatu yang sangat tidak beres.

Walaupun sebagian besar muslim di Amerika adalah warganegara yang damai, suara mereka sama sekali terdengar.

Kita sedang dalam perang. Islamofacist telah menyatakan perang kepada Amerika Serikat dan menyatakan bahwa mereka berniat untuk membunuh semua orang Amerika. Dan mereka telah menunjukkannya kepada kita semua bahwa mereka ternyata memang benar-benar serius.

Kita baru saja melewati satu tahun peringatan serangan terburuk dalam sejarah Amerika, 9/11, pada waktu teroris muslim membunuh hampir 3000 laki-laki, wanita dan anak-anak tak bersalah dengan menjadikan pesawat penumpang menjadi rudal. Tetapi berita dipenuhi dengan cerita tentang muslim -- bukan dengan lantang mengutuk muslim pembunuh -- melainkan mengeluh mengenai perlakuan yang mereka terima disini dan menuntut orang Amerika mengubah sikap mereka.

Kami orang Amerika harus mengubah sikap kami? Kelompok-kelompok teroris telah ditemukan disini. Rencana jahat untuk meledakan jembatan2 dan Sears Tower (menara Sears) telah berhasil diungkapkan. Pasokan bahan-bahan untuk membuat bom yang dibawa oleh teroris muslim telah dihentikan diperbatasan kita. Rencana jahat untuk membom 10 pesawat penumpang tujuan Amerika Serikat telah berhasil digagalkan. Dengan adanya semua kejadian ini kami harus mengubah sikap kami?

Amerika telah membuka pintu dan universitasnya untuk muslim dari negara-negara asing -- mungkin cara terbaik bagi para pelajar ini untuk melihat kebebasan kami dan mulai mengembangkan rasa hormat pada negara kami. Tetapi, saya tanya, apakah bantuan kami tersebut dihargai?

Paus Benedict berseru pada muslim moderat untuk berbicara menentang Islam jenis ganas, menyebut jihad sebuah gerakan yang bertentang dengan sifat Tuhan. Tetapi dimanakah suara muslim moderat disini? Mengapa mereka tidak berbicara untuk menentang penculikan, bom bunuh diri, dan pemenggalan yang dilakukan oleh islamofacist?

Dalam mencari jawaban saya mengunjungi web site dari Council on American-Islamic Relations (Dewan Hubungan Amerika-Islam), CAIR. Tapi situs CAIR menyoroti sebuah lokakarya mengenai bagaimana untuk "Mengetahui Hak2 Anda"; satu bagian tentang "Pembangunan Kuasa Politik"; sebuah tuntutan untuk mencantumkan hari raya muslim di semua kalender sekolah.

Musim semi yang lalu, para pelajar muslim di Michigan State University (Universitas Negara Bagian Michigan) menggelar sebuah protes -- bukan untuk mencela teroris islam -- tapi untuk berteriak2 dengan lantang terhadap kartun Denmark yang menggambarkan muhammad sebagai teroris. Apa yang lebih parah dari ini adalah: Pada waktu seorang berjabatan profesor, I.S. Wichman, mengirim e-mail kepada seorang siswa, Asosiasi Pelajar Muslim sekolah tersebut membuat surat terbuka dan menuntut supaya sang profesor secara resmi ditegur keras.

Apa yang telah ditulis oleh Wichman? Ia menulis bahwa lebih daripada tersinggung karena kartun, ia tersinggung "oleh pemenggalan orang sipil, serangan secara pengecut pada gedung-gedung publik, bom bunuh diri, pembunuhan-pembunuhan pastor-pastor Katholik (yg terakhir di Turki), pembakaran gereja-gereja Kristen, penindasan terus menerus pada Kristen Koptik di Mesir, pemberlakuan hukum Sharia pada non muslim, pemerkosaan gadis-gadis dan wanita-wanita Skandinavia, pembunuhan sutradara film di Belanda, serta kerusuhan dan penjarahan di Perancis."

Ia selanjutnya menulis, "Jika kalian tidak menyukai nilai2 dari Barat -- lihatlah First Amendment -- kalian bebas untuk pergi."

Kelihatannya para siswa yakin bahwa mereka mempunyai hak untuk memprotes kartun, tapi para profesor tidak mempunyai hak untuk berbicara menentang pembunuhan2 yg kejam. Ada sesuatu yang tidak beres.

Negara bagian Michigan melakukan satu hal yang terpuji yaitu sang profesor tidak akan ditegur karena ia sedang melaksanakan haknya untuk bebas mengemukakan pendapatnya.

Kita sedang dalam perang. Serdadu kita mematuhi aturan dalam berperang -- tapi lawan mereka tidak.

Perwira2 antiteroris CIA membeli asuransi untuk berjaga-jaga supaya ada dana untuk membiayai kuasa hukum seandainya mereka dituntut melakukan kejahatan, seperti yang telah diisyaratkan oleh beberapa anggota kongres yang merasa teknik interogasi mereka mungkin terlalu "keras".

Di Irak, orang Amerika telah diculik, disiksa, dipenggal, dibakar, digantung dari jembatan, diseret sepanjang jalan. Tapi cara CIA dalam menanyai seorang teroris dalam ruangan yang sejuk sambil memutar musik adalah terlalu "keras"?

Kita sedang berperang bagi peradaban melawan musuh yang bermaksud menghancurkannya dan membuat sebuah dunia islam yang didasarkan pada pandangan yang salah dari islam yang sebenarnya -- tapi dimanakah suara muslim Amerika mengutuk musuh ini? (catatan penterjemah: rupanya penulis artikel ini belum mengetahui bahwa musuh ini melakukan semua itu TIDAK berdasarkan pandangan yang salah dari islam yang sebenarnya melainkan musuh melakukan semua itu memang sesuai dengan islam yang sebenarnya)

Ada sesuatu yg tidak beres.



Hmmm saya ga heran kok dengan Islam, Penuh dengan Kekejaman buktinya saling bunuh saudara sendiri pake bilang allah huakbar segala....

Apakah islam seperti itu ??? pantas aja islam di namakan Teroris

Bagus lah semakin lama semakin banyak islam saling bunuh good lah
hiu
 
Posts: 9
Joined: Thu Aug 16, 2007 7:48 pm
Location: Indonesia

Postby hiu » Thu Aug 16, 2007 8:51 pm

Logic wrote:http://www.suntimes.com/output/laney/cst-edt-laney18.html
Muslim yg damai seharusnya mengarahkan kemarahan mereka kepada Islamofacist
18 September 2006
oleh Mary Laney

Ada yang tidak beres. Pada waktu saya membolak-balik halaman2 koran2 dan majalah2 dan mendengarkan berbagai siaran berita di radio dan televisi, rasanya ada sesuatu yang sangat tidak beres.

Walaupun sebagian besar muslim di Amerika adalah warganegara yang damai, suara mereka sama sekali terdengar.

Kita sedang dalam perang. Islamofacist telah menyatakan perang kepada Amerika Serikat dan menyatakan bahwa mereka berniat untuk membunuh semua orang Amerika. Dan mereka telah menunjukkannya kepada kita semua bahwa mereka ternyata memang benar-benar serius.

Kita baru saja melewati satu tahun peringatan serangan terburuk dalam sejarah Amerika, 9/11, pada waktu teroris muslim membunuh hampir 3000 laki-laki, wanita dan anak-anak tak bersalah dengan menjadikan pesawat penumpang menjadi rudal. Tetapi berita dipenuhi dengan cerita tentang muslim -- bukan dengan lantang mengutuk muslim pembunuh -- melainkan mengeluh mengenai perlakuan yang mereka terima disini dan menuntut orang Amerika mengubah sikap mereka.

Kami orang Amerika harus mengubah sikap kami? Kelompok-kelompok teroris telah ditemukan disini. Rencana jahat untuk meledakan jembatan2 dan Sears Tower (menara Sears) telah berhasil diungkapkan. Pasokan bahan-bahan untuk membuat bom yang dibawa oleh teroris muslim telah dihentikan diperbatasan kita. Rencana jahat untuk membom 10 pesawat penumpang tujuan Amerika Serikat telah berhasil digagalkan. Dengan adanya semua kejadian ini kami harus mengubah sikap kami?

Amerika telah membuka pintu dan universitasnya untuk muslim dari negara-negara asing -- mungkin cara terbaik bagi para pelajar ini untuk melihat kebebasan kami dan mulai mengembangkan rasa hormat pada negara kami. Tetapi, saya tanya, apakah bantuan kami tersebut dihargai?

Paus Benedict berseru pada muslim moderat untuk berbicara menentang Islam jenis ganas, menyebut jihad sebuah gerakan yang bertentang dengan sifat Tuhan. Tetapi dimanakah suara muslim moderat disini? Mengapa mereka tidak berbicara untuk menentang penculikan, bom bunuh diri, dan pemenggalan yang dilakukan oleh islamofacist?

Dalam mencari jawaban saya mengunjungi web site dari Council on American-Islamic Relations (Dewan Hubungan Amerika-Islam), CAIR. Tapi situs CAIR menyoroti sebuah lokakarya mengenai bagaimana untuk "Mengetahui Hak2 Anda"; satu bagian tentang "Pembangunan Kuasa Politik"; sebuah tuntutan untuk mencantumkan hari raya muslim di semua kalender sekolah.

Musim semi yang lalu, para pelajar muslim di Michigan State University (Universitas Negara Bagian Michigan) menggelar sebuah protes -- bukan untuk mencela teroris islam -- tapi untuk berteriak2 dengan lantang terhadap kartun Denmark yang menggambarkan muhammad sebagai teroris. Apa yang lebih parah dari ini adalah: Pada waktu seorang berjabatan profesor, I.S. Wichman, mengirim e-mail kepada seorang siswa, Asosiasi Pelajar Muslim sekolah tersebut membuat surat terbuka dan menuntut supaya sang profesor secara resmi ditegur keras.

Apa yang telah ditulis oleh Wichman? Ia menulis bahwa lebih daripada tersinggung karena kartun, ia tersinggung "oleh pemenggalan orang sipil, serangan secara pengecut pada gedung-gedung publik, bom bunuh diri, pembunuhan-pembunuhan pastor-pastor Katholik (yg terakhir di Turki), pembakaran gereja-gereja Kristen, penindasan terus menerus pada Kristen Koptik di Mesir, pemberlakuan hukum Sharia pada non muslim, pemerkosaan gadis-gadis dan wanita-wanita Skandinavia, pembunuhan sutradara film di Belanda, serta kerusuhan dan penjarahan di Perancis."

Ia selanjutnya menulis, "Jika kalian tidak menyukai nilai2 dari Barat -- lihatlah First Amendment -- kalian bebas untuk pergi."

Kelihatannya para siswa yakin bahwa mereka mempunyai hak untuk memprotes kartun, tapi para profesor tidak mempunyai hak untuk berbicara menentang pembunuhan2 yg kejam. Ada sesuatu yang tidak beres.

Negara bagian Michigan melakukan satu hal yang terpuji yaitu sang profesor tidak akan ditegur karena ia sedang melaksanakan haknya untuk bebas mengemukakan pendapatnya.

Kita sedang dalam perang. Serdadu kita mematuhi aturan dalam berperang -- tapi lawan mereka tidak.

Perwira2 antiteroris CIA membeli asuransi untuk berjaga-jaga supaya ada dana untuk membiayai kuasa hukum seandainya mereka dituntut melakukan kejahatan, seperti yang telah diisyaratkan oleh beberapa anggota kongres yang merasa teknik interogasi mereka mungkin terlalu "keras".

Di Irak, orang Amerika telah diculik, disiksa, dipenggal, dibakar, digantung dari jembatan, diseret sepanjang jalan. Tapi cara CIA dalam menanyai seorang teroris dalam ruangan yang sejuk sambil memutar musik adalah terlalu "keras"?

Kita sedang berperang bagi peradaban melawan musuh yang bermaksud menghancurkannya dan membuat sebuah dunia islam yang didasarkan pada pandangan yang salah dari islam yang sebenarnya -- tapi dimanakah suara muslim Amerika mengutuk musuh ini? (catatan penterjemah: rupanya penulis artikel ini belum mengetahui bahwa musuh ini melakukan semua itu TIDAK berdasarkan pandangan yang salah dari islam yang sebenarnya melainkan musuh melakukan semua itu memang sesuai dengan islam yang sebenarnya)

Ada sesuatu yg tidak beres.



Hmmm saya ga heran kok dengan Islam, Penuh dengan Kekejaman buktinya saling bunuh saudara sendiri pake bilang allah huakbar segala....

Apakah islam seperti itu ??? pantas aja islam di namakan Teroris

Bagus lah semakin lama semakin banyak islam saling bunuh good lah
hiu
 
Posts: 9
Joined: Thu Aug 16, 2007 7:48 pm
Location: Indonesia

Postby ali5196 » Tue Dec 04, 2007 7:41 pm

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Mengapa Muslim sedunia TIDAK MARAH pada teroris Islam ?

Postby fauzan azima » Thu Mar 07, 2013 7:28 am

Ajaran Muhammad adalah ajaran TERORRR baik secara fisik atau rohani. :rolleyes: :axe: :finga: :snakeman:
User avatar
fauzan azima
 
Posts: 143
Images: 0
Joined: Wed Feb 20, 2013 11:22 am

Re: Mengapa Muslim sedunia TIDAK MARAH pada teroris Islam ?

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Thu Mar 07, 2013 11:28 am

fauzan azima wrote:Ajaran Muhammad adalah ajaran TERORRR baik secara fisik atau rohani. :rolleyes: :axe: :finga: :snakeman:


Sahih Muslim 4:1058
'The Apostle of God said, 'I have been given five (qualities) which were not given to any before me. I have been given victory thru fear (inspired by me) ...: and plunder has been made lawful for me, and it was not made lawful for anyone before me..."

(Rasulullah mengatakan, "Saya memiliki LIMA kualitas yg TIDAK DIBERIKAN KPD SIAPAPUN SEBELUM SAYA. Saya diberikan kemenangan lewat KETAKUTAN (yg diinspirasi oleh saya) ...: dan PENJARAHAN dibuat SAH bagi saya, dan tidak disahkan bagi siapa saja sebelum saya ...")

Bukhari 4.1066:
... The Messenger of Allah (may peace be upon him) said: I have been helped by terror (in the heart of the enemy) ...


(Rasulullah saw mengatakan: Saya dibantu oleh TEROR ...")

teror-dari-mulut-muhamad-sendiri-t2691/
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Mengapa Muslim sedunia TIDAK MARAH pada teroris Islam ?

Postby keeamad » Thu Mar 07, 2013 11:43 am

Tolong disebarkan secara luas ... :
Tidak ada muslim moderat, YANG ADA muslim (yg) PENAKUT - menjalankan perintah agamanya,
dan/atau Muslim yang SECARA KONSEKUEN dan Berani Menjalankan PERINTAH agamanya ....


Bagaimana muslim sedunia yang PENAKUT (Moderat) itu bisa MARAH PADA Muslim yag KONSEKUEN menjalankan perintah agamanya (baca : TERORIS) .. ?!
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Mengapa Muslim sedunia TIDAK MARAH pada teroris Islam ?

Postby 1234567890 » Thu Mar 07, 2013 2:46 pm

keeamad wrote:Tolong disebarkan secara luas ... :
Tidak ada muslim moderat, YANG ADA muslim (yg) PENAKUT - menjalankan perintah agamanya,
dan/atau Muslim yang SECARA KONSEKUEN dan Berani Menjalankan PERINTAH agamanya ....


Bagaimana muslim sedunia yang PENAKUT (Moderat) itu bisa MARAH PADA Muslim yag KONSEKUEN menjalankan perintah agamanya (baca : TERORIS) .. ?!


muslim "moderat" itu adalah muslim yang penakut atau merasa belum kuat

begitu muslim jadi kuat, para muslim "moderat" itu akan berubah menjadi beringas

lihat saja banyak kejadian dimana muslim berkumpul dan menjadi beringas ....
contoh, kasus kerusuhan etnis di indonesia
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am


Return to Resource Centre MUSLIM vs MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users