.

Salut bagi Mesir: Muslim KTP vs. Ikhwanul Muslimun

Mencatat pendapat Muslim yg saling bentrok, berlawanan, Muslim 'moderat/reformis' vs Muslim 'radikal/fundamentalis' dan bgm Muslim memberlakukan sesama Muslim

Salut bagi Mesir: Muslim KTP vs. Ikhwanul Muslimun

Postby Adadeh » Fri Aug 23, 2013 12:43 am

Salut bagi Masyarakat Mesir
Oleh Mumin Salih
20 Agustus, 2013

Masyarakat Mesir mengumandangkan suara mereka dengan jelas dan lantang

Lagi² Mesir mencatat sejarah. Kejadian² yang terjadi di negeri itu sangatlah penting, apalagi karena peranan Mesir sendiri, yang merupakan jantung Timur Tengah. Dengan masyarakat berjumlah 84 juta orang, Mesir merupakan negara Arab terbesar. Mesir juga merupakan pusat budaya dunia Arab. Di abad akhir, Mesir menyumbangkan lebih banyak pengaruh pada budaya Arab dibandingkan seluruh gabungan negara² Arab. Selain itu, Mesir juga merupakan pemimpin dunia Islam karena memiliki universitas Al Azhar yang dianggap sebagai pusat pendidikan Islam yang paling terkemuka. Mesir juga merupakan pusat kekuatan Muslim Brotherhood (MB), yang merupakan biangnya semua organisasi teroris Islam.

Setelah kejadian ‘Arab Spring’ di tahun 2011, MB yang mendapat dukungan duit dan politik oleh Obama, menang pemilu. Kandidet nominasi mereka, Mohammed Morsi, lalu diangkat jadi Presiden. Tak lama kemudian, masyarakat Mesir semakin menyadari bahwa sang presiden baru ini lebih tertarik untuk memperbesar kekuasaannya dan bukannya menangani berbagai masalah domestik negara itu. Masyarakat Mesir semakin tahu bahwa Morsi dan antek²nya tidak sanggup menjalankan pemerintahan dan mereka lalu menyesal telah memilih Morsi dkk. Setahun setelah MB berkuasa, keadaan ekonomi negara jadi bertambah berantakan dan kengerian mulai terbayang jika MB terus berkuasa tanpa batas waktu yang jelas. Masyarakat Mesir tahu bahwa menunggu Morsi turun jabatan akan mengakibatkan kesengsaraan yang hebat.

Maka di tanggal 30 Juni 2013, masyarakat Mesir menunjukkan persatuan mereka dan meminta Morsi untuk lengser. Sekitar 18 juta orang (1) turun jalan dan menunjukkan pada dunia dan juga pada Morsi bahwa mereka tidak mau lagi dipimpin Morsi. Muslim Brotherhood menjawab protes ini dengan menggalang demonstrator lain yang berjumlah puluhan ribu orang di jalalan. Pertikaian kelompok² anti dan pro Morsi ini memakan banyak jiwa. Maka diselenggarakan pertemuan oleh berbagai kelompok, termasuk kelompok Gereja Koptik Mesir dan pihak Islam Al Azhar, untuk memecahkan masalah nasional ini. Mereka semua setuju bahwa pihak militer harus turun tangan untuk mencegah pertumpahan darah yang lebih besar. Jendral Sissy, komandan militer, memberi waktu Morsi dua hari untuk membuat persetujuan. Tapi Sissy lalu menyadari bahwa Morsi tidak berminat mundur atas permintaan masyarakat, sehingga Morsi dicopot jabatan secara paksa dan pemerintahan darurat didirikan. Jendral Sissy menyatakan bahwa pihak militer bertindak atas permintaan masyarakat dan tidak berminat untuk campur tangan dalam politik atau untuk berkuasa menjalankan Pemerintahan.

Ketika mendengar berita bahwa Morsi bukanlah Presiden lagi, masyarakat Mesir bersorak-sorai di jalanan dan ini seakan belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan penyampai berita berbagai stasiun TV Mesir juga tidak bisa mengontrol kegembiraan mereka.


Mengapa hal ini penting?

Di masa lalu, masyarakat Arab yang simpati terhadap Muslim Brotherhood mengatakan bahwa sebaiknya jangan dulu menghakimi organisasi Islam sebelum melihat tindak-tanduknya. MB sudah berkuasa di Sudan dan Jalur Gaza dan kedua negara ini sarat korupsi. Akan tetapi, tidaklah mudah bagi MB untuk bisa berkuasa di Mesir. Saat MB berkuasa di Mesir, masyarakat Mesir justru mengalami keadaan yang sangat membuat mereka menderita.

Inilah untuk pertama kalinya sebuah negara Islam menolak MB mentah². Masyarakat Mesir adalah masyarakat yang relijius, tapi mereka menganggap bahwa MG menggunakan Islam untuk berkuasa dan menggunakan demokrasi untuk meneguhkan kekuasaan diktator mereka. Mereka juga curiga dengan dukungan Pemerintah Amerika di bawah Obama atas MB. Di jaman dulu, MB dilarang oleh Pemerintah² sekuler, dan ini membuat para anggota MB memainkan peranan sebagai pihak tertindas sejak tahun 1928. Sekarang malahan bukan Pemerintah yang menentang MB, tapi justru masyarakat Muslim sendiri yang meminta MB dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris dan harus dilarang.
Setelah Morsi dan antek²nya dipaksa turun dan perayaan terjadi, masyarakat Mesir pulang kembali ke rumah mereka untuk menjalani kehidupan normal. Akan tetapi, para anggota MB tidak mau meninggalkan jalanan dan mesjid², sampai Morsi kembali jadi Presiden. Operasi duduk protes di jalanan itu berlangsung selama berminggu-minggu dan mengganggu kehidupan normal. Lama-kelamaan, para wanita dan anak² mereka juga bergabung dari berbagai tempat. Mereka lalu menggalang suplai makanan dan minuman. Beberapa tenda mereka merupakan dapur besar untuk mengolah makanan bagi puluhan ribu anggota MB. Mereka menjadikan kamp tenda itu seperti khilafa Islamiah dalam ukuran kecil. Sebagian orang bahkan melalukan Nikah Al Jihad alias kontrak nikah singkat untuk ngesex doank demi memuaskan nafsu berahi, dan setelah itu cerai. Semua negosiasi yang ditawarkan Pemerintah darurat ditolak MB. Para anggota MB memang bertekad siap mati dan banyak diantara mereka yang bersenjata. Para anggota MB ini juga membakari gedung² Pemerintah dan masyarakt di Kairo dan berbagai kota, termasuk bangunan² gereja. Sudahlah jelas bahwa mereka tidak ragu untuk membakar seluruh negara untuk bisa kembali berkuasa.

Meskipun banyak orang Mesir yang mengatakan bahwa mereka sanggup untuk memaafkan dan melupakan, tapi realitas kerusakan yang dilakukan MB sangatlah besar, dengan skala nasional. Citra dan reputasi MB sudah ternoda untuk waktu yang lama sekali.
Muslim Brotherhood punya banyak cabang di berbagai negara² Arab seperti Yordania, Syria, dan negara² teluk Arab. Akan tetapi Mesir merupakan pusat kekuatan MB. Apa yang terjadi di Mesir merupakan pukulan hebat bagi organisasi teroris Islam ini.


Obama tidak suka

Pengertian masyarakat Mesir akan demokrasi sangat sederhana: masyarakat memimpin diri mereka sendiri. Masyarakatlah yang memilih pemimpin atau menjatuhkannya. Masyarakat Mesir turun ke jalan dalam jumlah puluhan juta untuk menunjukkan pada MB dan dunia bahwa masyarakat Mesirlah yang menentukan pemerintahan. Orang² yang tak turun ke jalan saat itu adalah orang² jompo, anak² kecil, atau yang sakit. Revolusi ini merupakan pernyataan masyarakat dalam makna seluruhnnya. Inilah sebabnya mengapa masyarakat Mesir tersinggung dengan pernyataan kaum Barat yang menyebut lengsernya Morsi merupakan kudeta militer. Jutaan masyarakatlah yang memberi mandat pada pihak militer untuk beraksi.

Obama dan pemerintahannya kaget sekali atas kejadian di Mesir. Tanpa rasa hormat pada jutaan masyarakat Mesir, Obama cs minta Morsi diangkat kembali dan anggota² MB dijaga keamanannya. AS juga tidak menganggap kejadian ini sebagai revolusi, dan ini membuat masyarakat Mesir tersinggung. Tiada negara lain yang pernah mengalami demonstrasi masyarakat dalam skala begitu besar. Masyarakat Mesir sadar bahwa konsep demokrasi Amerika adalah Amerikalah yang perlu dihormati, bukannya keinginan masyarakat. Mereka juga curiga kenapa AS bersekutu erat dengan MB? Mereka tidak percaya lagi dengan slogan AS tentang perang terhadap terorisme, karena faktanya AS bukannya memerangi teror MB tapi malah mendukung MB dengan duit segala.

Mungkin orang² non-Arab tidak mengerti, tapi masyarakat Arab menganggap bahwa dukungan AS terhadap suatu rezim Arab merupakan ijazah kematian bagi rezim tersebut. Masyarakat Arab melihat bahwa dukungan AS terhadap rezim Arab berarti rezim itu berfungsi untuk menyenangkan AS dan bukannya menyenangkan masyarakatnya sendiri. Ketika Jendral Sissy bertemu dengan Morsi, dia menunjukkan pada Morsi beberapa video demonstrasi yang direkam dari udara, yang menunjukkan puluhan juta orang turun ke jalan. Sissy meminta Morsi menghormati permintaan masyarakat dan turun jabatan demi kepentingan Mesir. Tapi Morsi ogah dan berkata bahwa Amerika tidak akan membiarkan dia dilengserkan secara paksa. Dialog antara Morsi dan Sissy ini terekam dan ditayangkan pada masyarakat luas. Dialog ini membuktikan kebenaran kecurigaan masyarakat Mesir bahwa Morsi hanyalah boneka AS saja.


Nostalgia Mesir

Di abad 19, Khedewi Ismael dari Mesir berkata bahwa negaranya dimiliki orang Eropa meskipun lokasinya berada di Afrika. Dia benar. Kairo saat itu sangat mirip dengan negara² Eropa. Kairo memiliki sistem transport terkemuka, bioskop² modern, sistem pelayanan pos mutakhir, gedung opera gaya Eropa. Ini terjadi di tahun 1860-an saat dunia Arab sedang berada dalam jaman kegelapan yang sangat pekat, akibat penjajahan Ottoman. Perkembangan Mesir sebagai negara maju berlangsung sampai abad ke-20. Di tahun 1960-an, terdapat jauh lebih banyak mahasiswa di universitas² Mesir dibandingkan jumlah mahasiswa seluruh dunia Arab digabung jadi satu. Mesir menghasilkan para penulis dan ilmuwan dalam jumlah besar. Seorang Mesir menjelaskan hal itu padaku, “sewaktu masuk ke abad 20, Mesir dan Jepang setaraf perkembangannya. Tapi Jepang lalu dihancur-leburkan di Perang Dunia II dan dihajar dua bom atom. Di pihak lain, Mesir juga dihajar oleh radikalisme Islam. Sekarang lihat keadaan kedua negara ini.” Ini merupakan bukti nyata bahwa Islam menghasilkan kerusakan yang lebih parah daripada serangan bom atom.

Tentu saja, MB tidak menganggap kejayaan Mesir jaman dulu sebagai hal yang baik. Mereka percaya bahwa gedung opera, bioskop, film, musik, seni, semuanya merupakan bagian dari Jahiliyah dan masyarakat Mesir seharusnya merasa malu akan semua itu. Memang begitulah tujuan pembentukan MB: untuk menghentikan semua perkembangan modern dan mengembalikan negara Mesir, bahkan seluruh dunia, pada jalur Islamiah yang benar, di mana hanya ritual ibadah Islam saja yang boleh dijalankan!

Akan tetapi, kebanyakan masyarakat Mesir senang akan kejayaan mereka di masa lalu. Mereka ingin negara mereka bisa bersaing dengan negara² Eropa lagi dan menjadi pemimpin dunia Arab. Mereka yakin bahwa Mesir, dan bukan negara² teluk Arab, adalah pemimpin sejati negara Arab. Mesir tidak lagi memimpin dunia Arab setelah kematian pemimpin mereka Gamal Abdul Nasser. Politik keras Nasser mungkin tak berkenan bagi banyak orang, tapi dia tahu bagaimana menangani MB. Sewaktu demonstasi di jalanan, banyak orang Mesir yang mengangkat foto Nasser untuk menyampaikan pesan bahwa, sama seperti Nasser, mereka pun menolak MB.


Apakah Syria juga bisa mengalami hal yang sama dengan Mesir?

Tampaknya tidak. Orang² Mesir lebih bersatu dibandingkan orang² Syria dalam menolak MB. Selain itu, secara teori, para pemberontak Syria dianggap memerangi rezim tirani. Di Mesir, tiada rezim atau diktator. Akan tetapi anggota² MB sekarang sudah mengancam bahwa hidup damai akan sirna di Mesir, karena mereka akan mulai melakukan aktivitas teror di Sinai dan berbagai kota Mesir. Para pemimpin MB mengancam akan terjadi lebih banyak lagi bom bunuh diri atau bom mobil, dan hal ini merupakan senjata lumrah pihak teroris. Jikalau sekalipun hal itu terjadi, maka usaha teror itu tak akan berlangsung lama. Mesir memiliki kekuatan militer yang kuat, yang berdiri di belakang masyarakat Mesir.
———————————————

Ref.
1. Diperkirakan jumlah demonstran di tanggal 30 June and 26 of July berkisar antara 18 sampai 30 juta.

Salut bagi Mesir: Muslim KTP vs. Ikhwanul Muslimun


FFI Alternative
Faithfreedompedia
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Return to Resource Centre MUSLIM vs MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users