.

Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal

Mencatat pendapat Muslim yg saling bentrok, berlawanan, Muslim 'moderat/reformis' vs Muslim 'radikal/fundamentalis' dan bgm Muslim memberlakukan sesama Muslim

Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal

Postby anne » Wed Mar 28, 2012 10:34 pm

Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Kita telah Mencoba Pemerintahan Islam selama 1400 Tahun dan …Gagal!

9:19 pm | Posted by FFI Editor

Berikut kutipan wawancara dengan penulis Mesir Sayyid Al-Qimni, yang ditayangkan di TV Al-Arabiya 23 February, 2012.



Muslim Brotherhood/Ihkwanul Muslimin dan Al-Qaeda “Berbeda Dalam Derajat Kepekatan, Namun Sejiwa ”

Interviewer: “Banyak orang sepakat bahwa orang-orang yang Anda bicarakan itu, yakni orang-orang yang menduduki parlemen Mesir – Muslim Brotherhood dan kaum Salafi— BERBEDA dengan organisasi jihad dan Al-Qaeda, yang diwakili Al-Qaeda di Iraq, serta menolak tindakan-tindakan mereka. Mengapa Anda menyamaratakan mereka?”

Sayyid Al-Qimni: “Mereka berbeda dalam hal derajat kepekatan, namun jiwa mereka serupa. Selain itu, kalau ada kelompok2 yang mengatakan mereka sedang melakukan aktivitas politik tapi disaat bersamaan menyatakan mereka menolak demokrasi, dan bahwa manusia tidak dapat membuat hukum bagi dirinya sendiri, karena hanya Allah yang berhak membuat hukum—itulah persisnya yang telah dikatakan Al-Qaeda dan kelompok-kelompok semacamnya. Sebab itulah, perbedaan bukan terletak pada sifat, namun timing-nya -–suatu ketika mereka mengatakan sesuatu, dan di waktu lain mereka menyangkalinya…”

Interviewer: “Tapi anda menganggap mereka satu kelompok tunggal.”

Sayyid Al-Qimni
: “Dibawah satu atap. Mereka berdiri di dasar yang sama, karena pada akhirnya, sumber otoritas mereka satu dan sama [….]

Mesir Seharusnya Tidak Mengutamakan Islam di atas Agama-agama lain.

Interviewer: “Siapa yang mengatakan bahwa amandemen artikel kedua [konstitusi Mesir] akan menyebabkan pertumpahan darah di Mesir?”

Sayyid Al-Qimni: “Merekalah yang mengatakannya. Salah seorang anggota parlemen mereka, Mamdouh Ismail – yang menyerukan sholat di tengan sesi parlemen…. Ia bukan satu-satunya. Mereka semua mengatakan bahwa setiap upaya campur tangan terhadap artikel kedua konstitusi akan berakibat tumpahnya darah di jalanan Mesir. Artikel kedua mengatakan bahwa Islam adalah agama negara dan syariah sumber utama undang-undang.”

Interviewer: “Apakah anda menyerukan amendemen terhadap artikel kedua ini?”

Sayyid Al-Qimni: “Ya.”

Interviewer: “Atas dasar apa?”

Sayyid Al-Qimni: “Artikel ini hanya melindungi SATU kelompok warga negara dalam naungan sayap negara. Ini berarti bahwa para penganut Kristen. Bahai, dan bahkan Syiah—karena artikel tersebut hanya eksklusif untuk Islam Sunni – tidak berada dalam perlindungan negara.

“Kedua, agama berkaitan dengan nalar dan nurani seseorang. Negara adalah suatu entitas yang tidak dapat dideskripsikan sebagai ‘Muslim’ atau ‘Kristen.’

“Ketiga, seperti yang berulangkali saya tekankan, Islam tidak mengandung konsep ‘kenegaraan’ sebagaimana yang kita pahami.

“Keempat, statemen syariah sebagai sumber utama undang-undang secara konstan dieksploitasi kapan saja diperlukan, untuk menentang kebebasan, menentang siapa saja yang punya keyakinan berbeda. Ini bukan artikel ‘dekoratif’ semata, seperti klaim mereka. Ini diterapkan di masa lalu terhadap Nash Hamid Abu Zayd, dan banyak lainnya. Ini diterapkan terhadap umat Kristen Mesir, dalam hal status pribadi. Dalam konflik antar seorang Ibu Kristen dan ayah mualaf, hak asuh sang ibu terhadap anak-anaknya direnggut, bahkan bila mereka masih bayi, dan hak asuh diberikan pada ayah, karena ia menganut agama yang dianggap 'lebih baik.' Artikel ini merobek-robek masyarakat.”

Interviewer: “Anda tidak percaya bahwa satu agama lebih baik dan sempurna?”

Sayyid Al-Qimni: “Semua agama berasal dari Tuhan. Dalam pandangan saya, tidak ada agama yang lebih baik daripada yang lain.”[…]

Interviewer: “Anda bermaksud mengatakan bahwa tidak ada yang namanya sebuah negara dalam Islam?”

Sayyid Al-Qimni: “Tidak disebutkan tentang suatu negara dalam arti politik dalam Quran atau Sunnah.”

Interviewer: “Dr. Sayyid Al-Qimni, apakah anda mengatakan bahwa gagasan sebuah negara adalah suatu gagasan modern?”

Sayyid Al-Qimni: “Ya, benar.”

Interviewer: “Sebab itu tidak dapat diubah menjadi gagasan agama?”

Sayyid Al-Qimni: “Mustahil melakukannya.”

Interviewer: “Tidak adakah contoh sebuah negara agama di kalangan non-Muslim, sepanjang lintasan sejarah?”

Sayyid Al-Qimni: “Ada contoh-contoh dan semuanya buruk serta menindas. Kita punya kekalifahan dan itu adalah masa-masa terburuk baik bagi Muslim maupun non-Muslim.”

Interviewer: “Kalif mana yang anda maksud?”

Sayyid Al-Qimni: “Kekalifahan yang berlangsung dari dinasti Umayah hingga jatuhnya Dinasti Ottoman.”

Interviewer: “Bagaimana dengan para Kalif Rashidun?”

Sayyid Al-Qimni: “Yang sama berlaku pada para Kalif Rashidun—dan saya harus memperlihatkan bahwa itu bukanlah negara dalam pengertian yang kita pahami, dan agama seharusnya tidak dicampuradukkan dengan politik…. Kekalifahan penuh dengan perang saudara. Apakah pertempuran para Sahabat Nabi dalam masa Kalif Rashidun berkobar karena urusan duniawi atau masalah agama? Kita perlu memahami ini.

“Ambil contoh persengketaan terkait Kalif Usman. Perang antara ‘Aisya dan Imam Ali [656 M], perang antara Imam Ali and Bani Umayah [657 M], pelemparan Ka’bah dengan katapel [692 M], sangsi pemogokan di Madinah, dan penghamilan 1000 perawan, putri-putri Sahabat Nabi….”

Interviewer: “Apa sumber anda terkait penghamilan 1000 perawan?”

Sayyid Al-Qimni: “Tak ada satupun sumber Islam yang tidak menyebutkan ini. Apakah hal ini terkait Allah? Dapatkah saya mengatakan ini negara Allah, dimana para umatnya berperang satu sama lain? Apakah mereka berperang untuk Allah? Juga apakah Aisya yang benar ataukah Ali yang benar, dan kita tidak dapat mengatakan hal-hal seperti itu. Kita tidak bisa mengatakan apakah Aisya ataukah Ali yang beriman atau kafir. Ini pertempuran mengenai hal-hal duniawi, bukan agama. Saat kita bawa agama ke dalamnya, kita memulai intrik yang tidak akan pernah berakhir.”

Interviewer: “So, gagasan sebuah negara harus tidak boleh menjalani metamorfose agama.”

Sayyid Al-Qimni: “Tepat. […]

“Umat Kristen Tahu Segalanya Tentang Islam…. Muslim, Di Sisi Lain, Tidak Tahu Apapun Mengenai Kristen”

Sayyid Al-Qimni: “Umat Kristen tahu segalanya mengenai Islam dari TV, khotbah Jumat, panggilan azan, ceramah-ceramah yang mereka dengar dari lima mesjid disekeliling mereka, yang masing-masing mengumandangkan azan dengan suara keras, dengan cara tersendiri, yang berkompetisi untuk menarik ‘pelanggan,’ Mereka semua bersuara keras dan terus berkumandang kuat, untuk menarik ‘pelanggan.’

“Orang-orang ini memperkenalkan Islam pada umat Kristen. Kristen belajar ayat-ayat Quran dan Hadits di sekolah, yang dibingkai dalam pelajaran bahasa Arab. Terlebih, mereka tinggal di masyarakat Muslim, dan mereka paham bagaimana Muslim berpikir.

“Muslim, di sisi lain, tidak tahu apapun mengenai sepupu mereka, umat Kristen, kecuali yang tercantum dalam Quran dan Hadis. Mereka tidak tahu apapun. Sedemikian, sebagaimana anda menggunakan TV untuk dakwah Islam 24 jam sehari….”

Interviewer: “Anda maksud TV resmi, bukan saluran khusus. Ada saluran khusus Kristen.”

Sayyid Al-Qimni: “Ya, TV resmi. Hingga akhir-akhir ini…. Anda bicara mengenai satu setengah tahun lalu. Perubahan besar terjadi baru satu setengah tahun lalu, namun sebelum itu, wacana tersebut hanya untuk Muslim…”

“Dengan Segala Konsekuesi Negatif Gerakan [Arab Spring] Saat Ini, Tidak Selamanya Mereka Negatif”

Interviewer: “So, apakah anda menganggap revolusi tersebut membawa perubahan positif?”

Sayyid Al-Qimni: “Segala sesuatu yang terjadi memang harus terjadi, karena jika tetap seperti apa adanya, kita akan menjadi bangsa mati. Walau sekarang konsekuensi-nya negatif gerakan, mereka tidak akan selamanya negatif. Dan itu terjadi hanya dalam waktu singkat….”

Interviewer: “Anda optimis akan masa depan?”

Sayyid Al-Qimni: “Ya, dalam jangka panjang. Masyarakat akan menguji [kaum Islamis yang berkuasa]. Mereka berkata pada rakyat: ‘Kami akan memerintah kalian sesuai Islam. Ujilah kami. ‘Apa artinya ini? Bukankah kami telah menguji kalian? Mereka berkata: ‘Kalian sudah mencoba sosialisme, kalian sudah mencoba kapitalisme, namun kalian belum mencoba Islam.”

Interviewer: “Lantas mengapa anda tidak mau mencobanya?”

Sayyid Al-Qimni: “kita telah mencobanya selama 1400 tahun. Apakah orang-orang ini sudah kehilangan ingatan atau apa?”

Interviewer: “Maksud anda mulai dari munculnya nubuatan Islam?”

Sayyid Al-Qimni: “Bukankah mereka telah memerintah kita dalam nama Islam selama 1400 tahun, semenjak mereka menaklukkan negara kita? Mereka memerintah kita atas nama Islam. Kita sudah menguji mereka.”
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Adadeh » Thu Mar 29, 2012 11:56 am

Tulisan Said Al-Qimni tentang Islam bisa dibaca di buku berikut:

Kehidupan Rahasia Nabi Muhammad
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Chunk » Thu Mar 29, 2012 2:23 pm

anne wrote:
“Ambil contoh persengketaan terkait Kalif Ustman. Perang antara ‘Asha dan Imam Ali [656 CE], perang antara Imam Ali and the Bani Umayah [657 CE], pelemparan Ka’ba dengan katapel [692 CE], sangsi pemogokan di Madinah, dan impregnasi 1000 perawan, putri-putri Sahabat Nabi….”



ada trit atau referensi tentang ini? 8-[
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Thu Mar 29, 2012 4:26 pm

anne wrote:
“Ambil contoh persengketaan terkait Kalif Ustman. Perang antara ‘Asha dan Imam Ali [656 CE], perang antara Imam Ali and the Bani Umayah [657 CE], pelemparan Ka’ba dengan katapel [692 CE], sangsi pemogokan di Madinah, dan impregnasi 1000 perawan, putri-putri Sahabat Nabi….”


Chunk wrote:ada trit atau referensi tentang ini? 8-[


di google aja bro, susah nyari di arsip FFI banyak bener. coba cari ttg pembunuhan usman, perang jamal,perang shiffin, tar dari situ bakal ketemu deh banyak cerita2 nya
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Adadeh » Fri Mar 30, 2012 8:06 am

anne wrote:“Ambil contoh persengketaan terkait Kalif Ustman. Perang antara ‘Asha dan Imam Ali [656 CE], perang antara Imam Ali and the Bani Umayah [657 CE], pelemparan Ka’ba dengan katapel [692 CE], sangsi pemogokan di Madinah, dan impregnasi 1000 perawan, putri-putri Sahabat Nabi….”

Chunk wrote:ada trit atau referensi tentang ini? 8-[

Keterangan ini ditulis oleh Jalaludin Al-Suyuti di bukunya Tarikh al-Khulafa (Sejarah para Kalifah). Perbuatan pemerkosaan 1000 perawan, putri² para sahabat Nabi itu dilakukan oleh Yazid, putra dari Muawiyah, yang adalah putranya si Abu Sufyan (musuh bebuyutan Mamad SAW, yang akhirnya terpaksa jadi Muslim setelah Mekah ditaklukkan).

Ini kutipan dari Suyuti, Tarikh al-Khulafa:
“And in year 63 hijri, he came to know that the people of Madina had separated from him, so he sent a huge army to them and ordered that they be murdered and that they then head to Makka and kill Ibn Zubair, so there was Hara on the gate tayyaba and how can one realize what Hara was? Hassan said: ‘By Allah! There was none that was saved, that included companions of Prophet, and others, they looted the city, and took the virginity of a thousand women’.
The Holy Prophet (s) had said; “Whosoever frightens the people of Madina, Allah (swt) shall frighten him. The curse of Allah (swt), his angels, and all the people shall be upon such an individual” [narrated muslim].

...
”When the army of Hara left for Makka so as to fight Ibn Zubayr, the commander died, so a new commander was appointed. They then surrounded Makka and proceeded to fight Ibn Zubayr and fired stones from a catapault, the flames of which burnt down the curtains of the Kaaba as well as its ceiling and the horn of the ram which was replaced as a scarifice for Ismail (as) by Allah (swt).”

terjemahan:
Di tahun 63 Hijriah, dia (Yazid) mengetahui bahwa masyarakat Medina memisahkan diri darinya, maka dia mengirim sejumlah tentara besar dan memerintahkan pembunuhan terhadap mereka. Setelah itu tentara bergerak ke Mekah dan membunuh Ibn Zubair, dan tentara Hara tiba di gerbang tayyaba dan siapakah yang mengira bagaimana Hara itu? Hassan berkata, 'Demi Allah! Tiada seorang pun yang selamat, termasuk para sahabat Nabi, dan lain²nya, mereka (tentara Yazid) menjarah kota, dan memperkosa seribu perawan.' (sungguh sangat Islamiah... Muslim perkosa Muslimah)
Sang Nabi telah mengatakan, "Siapapun yang membuat takut masyarakat Medina, Allah SWT akan membuatnya takut. Kutukan Allah SWT, para malaikatnya, dan semua orang akan ditimpakan pada orang itu. [dikisahkan oleh Muslim].
...
"Ketika tentara Hara menuju Mekah untuk memerangi Ibn Zubayr, panglima tentara mati, sehingga panglima baru ditunjuk. Para tentara ini lalu mengepung Mekah dan terus masuk untuk memerangi Ibn Zubayr dan melontarkan batu² berapi dengan ketepel raksasa, yang apinya membakar gorden Ka'bah dan juga atapnya dan tanduk kambing jantan yang dijadikan pengganti korban Ismael oleh Allah SWT."

Yang ini keterangan dari Ibnu Katsir:
"Yazeed committed a big mistake by telling Muslim bin Utbah to continue with the bloodshed in Madina for three days. This was a huge and Fahash mistake and the bloodshed of Sahaba and their sons was further added to it while it has just been previously mentioned that Hussain and his Sahaba had been killed at the hands of Ibn Ziyad. During those three days, such huge crimes were committed that cannot be counted and cannot be mentioned; only Allah knows about them. Yazeed by sending Muslim bin Utbah had sought to strengthen the roots of his government and extend it without any obstacle. But contrary to his wishes, Allah punished him and became an obstacle to his desires and Allah, who (swt) breaks the backbone of the oppressors, likewise broke the backbone of Yazeed and He (swt) apprehended him in the same manner that a powerful all conquering individual apprehends someone ‘Even thus is the grasp of thy Lord when He graspeth the townships while they are doing wrong. Lo! His grasp is painful, very strong’.

terjemahan:
Yazid melakukan kesalahan besoar dengan memerintahkan Muslim bin Utbah untuk terus melakkan pembantaian berdarah di Medina selama tiga hari. Hal ini adalah masalah besoar dan kesalahan Fahash dan pembantaian terhadap para sahabat Nabi dan para putra mereka juga dilakukan, juga Hussain (cucu Mamad SAW) dan sahabatnya juga mati dibunuh oleh tangan Ibn Ziyad. Selama tiga hari itu, perbuatan² kriminal keji dilakukan tak terhingga banyaknya dan tidak bisa diungkapkan; hanya Allah saja yang tahu persis. Yazid mengirim Muslim bin Utbah untuk memperkuat pemerintahannya dan memperluas tanpa rintangan. Tapi bertentangan dengan harapannya, Allah menghukumnya dan jadi penghalang cita²nya, dan Allah mematahkan tulang punggung penentangnya, juga tulang punggung Yazid dan Allah menangkapnya seperti orang kuat menangkap orang lain. 'Lalu tangan Allah menguasai kota² ketika mereka melakukan kejahatan. Lihat! Genggaman tangannya menyakitkan dan sangat kuat.'
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Adadeh » Fri Mar 30, 2012 8:10 am

Mana ada tentara kafir AS yang tega memperkosa 1000 perawan Muslimah. [-X Ternyata yang bersikap paling keji terhadap Muslim adalah MUSLIM SENDIRI. Siapakah yang melakukan pembunuhan terkejam di Medina jika bukan Muslim sendiri? Pembunuh Muslim terbesar adalah MUSLIM SENDIRI.

Jangan lupa baca juga keterangan yang ini:

Siapakah Sebenarnya yang Membunuh Muslim?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Adadeh » Fri Mar 30, 2012 8:14 am

Masih soal perkosa 1000 perawan. Berikut adalah keteragnan dari Aujaz al Masalik oleh Muhammad Zakaria:

"The army that Yazeed had sent to Medina comprised of 60,000 horsemen and 15,000 foot soldiers. For three days they shed blood freely, 1000 women were raped and 700 named Quraysh and Ansar were killed. Ten thousand women and children were made slaves. Muslim bin Uqba forced people to give bayya to Yazeed in such a manner that people were enslaved and Yazeed could sell them as he pleased, none of the Sahaba that were present [with the Prophet (saws)] at Hudaibiya were spared".

terjemahan:
"Jumlah tentara yang dikirim Yazid ke Medina terdiri dari 60.000 pasukan berkuda dan 15.000 pasukan jalan kaki. Selama tiga hari mereka melakukan pembantaian berdarah membabi-buta, 1000 wanita diperkosa dan 700 Muslim Quraysh dan Ansar dibunuh. Sepuluh ribu wanita dan anak² diperbudak. Muslim bin Uqba memaksa orang² untuk memberi bayya pada Yazid sedemikian rupa sehingga orang² diperbudak dan Yazid bisa dengan bebas menjual mereka sesukanya, tiada satu pun Sahabat Nabi di yang ikut perang di Hudaibiya yang selamat."
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Adadeh » Fri Mar 30, 2012 8:38 am

Ibn Hazm di Jawama'e al-Sirah, hal. 357-358 menyimpulkan malapetaka Islamiah ini sebagai berikut:

The oath of allegiance administered to Yazeed occurred following the death of his father; his title was Abu Khalid, Hussain bin Ali and Abdullah bin Zubair refused to pay the allegiance; then Hussain (peace by upon him) left for Kufa, and he was martyred before entering Kufa, this was the third sad incident following the death of Uthman and the fourth one following the martyrdom of Umar and was an interruption in Islam because oppression was openly declared against the Muslims with his martyrdom. Abdullah bin Zubair the went to Makka wherein he sought refuge in the House of Allah and resided there.

Yazeed sent his army towards Madina and Makka that amongst the holy sites of Allah (swt), so in the battle of Hara, those of Muhajir and Ansar that remained therein were killed and this horrendous incident is also amongst the worst tragic incidents of Islam, creating a break in it because esteemed Muslims, the remnants of the Sahaba and the honorable Tabayeen were openly killed in it or apprehended and then martyred. The horses of Yazeed’s army were present in the mosque of the Holy Prophet (s) and in Riadh ul Jannah, between the grave of the Rasulullah (s) and his pulpit, they defecated therein; no prayer was offered during those days. And there remained none, save Saeed ul Masayib, he did not leave the mosque at all and had Amro bin Uthman bin Afan and Marwan bin Hakam not testified to him being insane to Muslim bin Uqba [the leader of the army], he would have likewise been killed. He (Muslim bin Uqba) also compelled people to administer their oaths of allegiance on the condition that they were the slaves of Yazeed bin Mu’awiya, whether he sells them or frees them and when an individual said that we would pledge allegiance on the condition the allegiance was pursuant to the terms of the Quran and Sunnah, an order was made to kill him, the said individual was subsequently captured and killed; this sinner Muslim bin Uqba insulted Islam immensly; there was looting in Madina for three days; the companions of Rasulullah (s) were insulted and maltreated; their houses were robbed. The army then surrounded Makka and stoned the House of Allah (swt) via catapaults and this was done under the supervision of Hussain bin Numair by the Syrian battalions and this was because the sinner ibn Uqba died three days after the battle of Harra and the leader was now Hussain bin Numair. Allah likewise apprehended Yazeed in the same manner, the Owner of power and glory, apprehends others; he died in under three months but over two months (that is between 2 and 3 months) and Yazeed’s forces returned from Makka. Yazeed died on 15 rabi ul awal, 64 hijri, his age was just above 30, his mother was Maisoon bint Bajdal Kalbia, the era of his rule was three years, eight months and a few days.


terjemahan:

Sumpah persekutuan yang diprakarsai oleh Yazid ditetapkan setelah kematian ayahnya; gelarnya adalah Abu Khalid, Hussain bin Ali dan Abdullah bin Zubair menolak membayar persekutuan; lalu Hussain pergi ke Kufa, dan dia mati syahid terbunuh sebelum masuk Kufa, ini merupakan peristiwa tragis menyedihkan ketiga setelah kematian Usman dan keempat setelah Umar mati syahid dan merupakan gangguan pada Islam karena penindasan dilakukan secara terang²an pada Muslim. Abdullah bin Zubair lalu pergi ke Mekah untuk berlindung di Rumah Allah dan tinggal di situ.

Yazid lalu mengirim tentaranya ke Medina dan Mekah yang merupakan tempat² suci Allah. Di perang Hara, para Muslim Muhajirin dan Ansar yang masih tersisa dibunuhi dan hal ini merupakan salah satu kejadian yang paling tragis dalam Islam, yang menyebabkan perpecahan diantara Muslim karena para Muslim terhormat, yakni sisa² para sahabat Nabi dan Tabayiin yang terpandang, dibunuh secara terang²an sehingga mereka mati syahid. Kuda² tentara Yazid masuk mesjid Nabi dan di Riadh ul Jannah, lalu berak/buang air besar di antara makam Rasulullah dan mimbarnya,
(Wadooooggghhh... Allahuakbar!! :rolling: ); tiada sholat yang dilakukan di hari² tersebut. Tiada satu pun yang selamat kecuali Said ul Masayib yang tak mau meninggalkan mesjid. Jika saja Amro bin Uthman bin Afan dan Marwan bin Hakam tidak bersaksi bahwa Said itu gila pada Muslim bin Uqba (panglima tentara), maka sudah pasti Said juga akan dibunuh. Dia (Muslim bin Uqba) menyuruh orang bersumpah untuk bersekutu dengan cara jadi budak bagi Yazid bin Mu'awiya, dan bisa dijual sesuka Yazid atau dimerdekakan. Ketika seseorang berkata bahwa mereka akan bersumpah setia berdasarkan aturan Qur'an dan Sunnah, maka tentara diperintah untuk membunuh orang itu. Orang itu lalu segera ditangkap dan dibunuh. Muslim bin Uqba sudah tentu sangat menghina Islam. Penjarahan terhadap Medina dilakukan selama tiga hari; para sahabat Rasulullah dihina dan dianiaya; kuda² mereka dirampas. Lalu pasukan tentara mengepung Mekah dan melempari Rumah Allah (Ka'bah) pakai ketepel² raksasa dan hal ini dilakukan atas perintah Hussain bin Numair dengan tentara Syrianya. Hussain memimpin tentara karena panglima tentara sebelumnya, yang ibn Uqba si pendosa besar, telah mati tiga hari setelah perang Hara. Sekarang pemimpin tentara adalah Hussain bin Numair. Allah juga membunuh Yazid dengan cara yang sama. Sang Pemilik Kekuasaan (Allah) dan kemuliaan, menangkapnya, sehingga Yazid mati dalam waktu jangka waktu kurang dari tiga bulan, yakni dua bulan lebih dikit (sekitar 2 atau 3 bulanlah). Tentara Yazid lalu kembali dari Mekah. Yazid mati di 15 rabi ul awal, 64 Hijriah, usianya belum mencapai 30 tahun. Ibunya bernama Maisun binti Bajdal Kalbia. Lama pemerintahannya adalah tiga tahun, delapan bulan dan beberapa hari.



Image
Kuda² berak di mesjid Nabi di Medinah, diantara makam dan mimbar Nabi.
Sungguh tempat yang tepat untuk kuda berak.
\:D/
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Chunk » Fri Mar 30, 2012 10:12 am

@ Adadeh

Mantappp!! :supz: :supz: :supz:
Thanks bro infonya.
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby anne » Sun Apr 01, 2012 12:02 am

Chunk wrote:
ada trit atau referensi tentang ini?


Sewaktu menterjemahkan saya juga bertanya-tanya dalam hati mengenai hal ini. Setelah membaca penjelasan om Adadeh baru paham.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Adadeh » Sun Apr 01, 2012 3:00 am

anne, terjemahan yang bagus. Aku hanya ingin menambah sedikit keterangan bersangkutan dengan hal berikut:

anne wrote:Sayyid Al-Qimni: “Ada contoh-contoh, dan semuanya buruk serta menindas. Kita punya kekalifahan, dan itu adalah masa-masa terburuk baik bagi Muslim maupun non-Muslim.”

Interviewer: “Kalif mana yang anda maksud?”

Sayyid Al-Qimni: “Kekalifahan yang berlangsung dari dinasti Umayah hingga jatuhnya Dinasti Ottoman.”

Interviewer: “Bagaimana dengan Kalif yang Benar?

Sayyid Al-Qimni
: “Yang sama berlaku untuk Kalif yang Benar—

Kalif yang Benar di atas maksudnya adalah Empat Kekalifahan Teladan Pertama atau al-Khulafā’u r-Rāshidūn. Empat Kalifah pertama yang dianggap Muslim sebagai kalifah² teladan itu adalah:

Abu Bakr (632-634 M) → sahabat karib dan tangan kanan Muhammad, juga babehnya Aisyah, istri favorit Nabi yang masih ingusan.
Umar ibn al-Khattab, (Umar І) (634-644 M) → sahabat karib dan algojo Muhammad, babehnya si Hafsah, istri Nabi yang memergoki Muhammad ngebor Maria di ranjangnya.
Uthman ibn Affan (644-656 M) → sahabat karib Nabi yang dengan bebasnya membakari Qur'an² berbagai versi yang dulu ditulis di jaman Muhammad masih idup, dan Uthman lalu menulis ulang, mengedit Qur'an, dan menerbitkannya sebagai satu²nya Qur'an yang berlaku bagi semua Muslim.
Ali ibn Abi Talib (656-661 M) → keponakan dan juga menantu Muhammad, suami dari Fatimah (putri Muhammad).

Muslim menganggap para kalifah tersebut sebagai pemimpin yang paling bijaksana, pemimpin jaman emas Islam. Tapi fakta sejarah menunjukkan kekalifahan mereka semua kacau-balau, penuh perpecahan, pemberontakan, ketidakpuasan, saling tipu politik demi kekuasaan + harta, dan berlumuran darah sesama Muslim, terlebih lagi darah kafir. Bukan kekuasaan Islam namanya jika tak ada pertumpahan darah sesama Muslim. Umar ibn al-Khattab dibunuh Muslim, Uthman ibn Affan dibunuh Muslim, Ali juga sama nasib apesnya, dibunuh sesama Muslim. Bahkan anak² si Ali, yakni Hassan dan Hussein (cucu² Muhammad), juga tewas dibacokin Muslim. Habis musnah dah seluruh keluarga Nabi di tangan sesama Muslim. Allahuakbar!! Dari seluruh 4 kalifah teladan, hanya Abu Bakr saja yang mati normal, tapi sebelum mati, dia tak lupa membantai puluhan ribu Muslim yang ogah bayar upeti zakatnya padanya di peperangan Ridda. Dengan demikian, kalifah² teladan Muslim sama jeleknya seperti teladan Nabi Islam.

Muslim Sunni Indonesia pada umumnya tak tahu bahwa yang membantai keluarga Muhammad itu adalah Muslim sendiri, tepatnya tentara Muslim yang dipimpin keturunan Abu Sufyan. =D>
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Chunk » Tue Apr 03, 2012 9:52 am

Adadeh wrote:Kalif yang Benar di atas maksudnya adalah Empat Kekalifahan Teladan Pertama atau al-Khulafā’u r-Rāshidūn. Empat Kalifah pertama yang dianggap Muslim sebagai kalifah² teladan itu adalah:

Abu Bakr (632-634 M) → sahabat karib dan tangan kanan Muhammad, juga babehnya Aisyah, istri favorit Nabi yang masih ingusan.
Umar ibn al-Khattab, (Umar І) (634-644 M) → sahabat karib dan algojo Muhammad, babehnya si Hafsah, istri Nabi yang memergoki Muhammad ngebor Maria di ranjangnya.
Uthman ibn Affan (644-656 M) → sahabat karib Nabi yang dengan bebasnya membakari Qur'an² berbagai versi yang dulu ditulis di jaman Muhammad masih idup, dan Uthman lalu menulis ulang, mengedit Qur'an, dan menerbitkannya sebagai satu²nya Qur'an yang berlaku bagi semua Muslim.
Ali ibn Abi Talib (656-661 M) → keponakan dan juga menantu Muhammad, suami dari Fatimah (putri Muhammad).


Rentang dari satu kalif ke kalif berikutnya relatif pendek ya?
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby ali5196 » Wed Apr 11, 2012 9:57 pm

:finga: :finga: :finga: :finga: :finga: :finga:

Selanjutnya untuk lebih jelasnya Ali vs Abu Bakr vs Umar vs Usman vs Aisya bisa dilihat di:
islams-royal-family-part-1-6-pewaris2-muhamad-t10144/
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby anne » Wed Apr 11, 2012 10:11 pm

Muslim Sunni Indonesia pada umumnya tak tahu bahwa yang membantai keluarga Muhammad itu adalah Muslim sendiri, tepatnya tentara Muslim yang dipimpin keturunan Abu Sufyan.


Terimakasih penjelasannya om Adadeh. Menambah pengetahuan saya.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni: Pemerintahan Islam Gagal

Postby Aku-Suka-Hujan » Wed Apr 11, 2012 10:22 pm

Muslim Sunni Indonesia pada umumnya tak tahu bahwa yang membantai keluarga Muhammad itu adalah Muslim sendiri, tepatnya tentara Muslim yang dipimpin keturunan Abu Sufyan.


Ralat om Adadeh. Mungkin aja mereka tahu, tapi mereka MENYANGKAL-nya......... :rolleyes:
User avatar
Aku-Suka-Hujan
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal

Postby anne » Sat Mar 16, 2013 9:33 am

Penyair Mesir, Abd Al-Rahman Al-Abnoudi: Mesir Jelang Seperti Afghanistan



Dream 2 TV (Egypt) - February 10, 2013 - 02:27

Abd Al-Rahman Al-Abnoudi: Aku pernah sangat menyukai Tunisia. Aku menyaksikan bagaimana pariwisata berkembang pesat disana, dan orang-orang yang akrab dengan kesusastraan Prancis dan Eropa…Mereka membuat mataku terbuka akan keberadaan Saint-John Perse, serta para penyair dan novelis besar lainnya. Aku belajar semua ini dari masyarakat Tunisia.

Sekarang, kau lihat para pria berjubah gombrong di sepanjang jalan ….Seakan mereka baru saja keluar dari gua di Tora Bora. Mereka mengambil alih Tunisia. Mereka seperti Mongol.

Awalnya, mereka yang berkuasa. Kemudian, para ekstrimis di antara mereka merasa tidak puas dengan pemerintahan Partai Ennahda, maka dimulailah pembunuhan. Mereka membunuhnya [Chokri Belaid-- penyair, pengacara, dan aktivis Tunisia, dibunuh 6 Feb. 2013], orang-orang yang sama sepertiku, hanya karena orang tersebut seorang sosialis, seorang pemimpin serikat buruh, dan sebagainya. Ia (Chokri) adalah seorang pria yang benar-benar baik. Mereka tidak akan berdialog dengan dia. Mereka tidak tahu arti dialog.

Pewawancara: Ada fatwa sanksi pembunuhannya ...

Abd Al-Rahman Al-Abnoudi: Disini, kita juga memiliki fatwa semacam itu. Ambil contoh fatwa dari si pria berjenggot lebat ...

Pewawancara: Maksudmu Dr Mahmoud Sya'ban.

Abd Al-Rahman Al-Abnoudi: (Fatwa) macam apa itu?

Pewawancara: Menurut fatwa itu, jika Anda menentang penguasa, Anda dapat dibunuh.

Abd Al-Rahman Al-Abnoudi: Seperti yang kukatakan, ini seperti Tora Bora. Kita berubah menjadi Afghanistan. Segera kau akan melihat pegunungan di sini. Suatu hari, kita akan bangun dan melihat gunung-gunung di sekitar, dan hantu-hantu akan keluar dari dalamnya, untuk menghantui orang Mesir.

Pewawancara: Maksudmu gua-gua Afghanistan akan pindah ke sini?

Abd Al-Rahman Al-Abnoudi: Ya, pegunungannya juga. Para wanita yang diselubungi karung juga akan datang. Kitapun akan mulai menghancurkan situs-situs arkeologi, sama seperti mereka (Salafi Mesir sudah mengancam menghancurkan Pyramid, sama dengan muslim Afghan menghancurkan Bamiyan Buddha). Orang-orang ini berpikir seperti pecandu narkoba.

Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal
Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal

Postby anne » Sat Mar 23, 2013 8:09 am



Bertengkar terus, lebih dari 1400 tahun jalan di tempat. Menurut si imam, Islam model Amerika dan Eropa bukan Islam sebenarnya, gak sesuai syariah.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Penulis Mesir Sayyid Al-Qimni:Pemerintahan Islam Gagal

Postby spaceman » Sat Mar 23, 2013 11:55 pm

:rofl:

Typical muslim, selalu menganggap dirinya pemilik kebenaran :rolling:
User avatar
spaceman
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet


Return to Resource Centre MUSLIM vs MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users