Page 1 of 1

Cina Penjarakan 20 Teroris Islam Uighurs

PostPosted: Fri Aug 03, 2012 6:02 am
by walet

Cina Penjarakan 20 Teroris Uighurs


Besar Kecil Normal
Kamis, 02 Agustus 2012 | 16:43 WIB

Image
Kaum pria etnis Uighurs.

TEMPO.CO, Beijing - Pengadilan di Xinjiang, Cina, menjatuhkan hukuman hingga 15 tahun penjara terhadap 20 orang Uighur yang didakwa sebagai teroris dan pelaku separatisme. Demikian laporan media pemerintah, Kamis, 2 Agustus 2012. Hukuman ini dijatuhkan ketika kawasan Uighur yang mayoritas berpenduduk muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Seperti dilaporkan oleh harian Partai Komunis, People''s Daily, melalui http://www.people.com.cn, pengadilan di Kota Urumqi, Kashgar, dan Aksu mendakwa para pelaku ini terbukti menyimpan bahan peledak, memperkenalkan ideologi ekstremis agama, serta merencanakan "perang suci". Koran ini tak menyebutkan identitas etnis para terhukum. Namun, dari nama-namanya, tampak semuanya berasal dari Uighurs, etnis muslim di Cina, yang sehari-hari berbicara dalam dialek Turki.

"Mereka dihukum karena melakukan tindak kriminal dengan cara merencanakan aksi teroris dan mendirikan organisasi teror," lapor People''s Daily. "Mereka membeli, memproduksi, menggandakan transmitter, menggelorakan separatisme, ekstremisme agama, dan teror di kawasan. Beberapa anggota teroris ini telah membuat bahan peledak."

Cina mengutuk aksi kekerasan di Xinjiang--daerah strategis yang terletak di perbatasan Afganistan, Pakistan, India, dan Asia Tengah--yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis Islam. Mereka dituduh oleh pemerintah komunis Cina ingin mendirikan sebuah negara merdeka bernama "Turkistan Timur". Beberapa pejabat Cina bahkan menuduh kelompok separatis ini dilatih di Pakistan.

Sebaliknya, sejumlah kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa Cina melebih-lebihkan aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang di kawasan tersebut. Dilxas Raxit, juru bicara World Uyghur Congress di luar negeri, mengatakan pemerintah telah mempolitisasi kasus dan menggunakan isu terorisme untuk alasan menekan kaum Uighurs yang tidak setuju dengan sistem pemerintahan. "Menuduh kaum Uighurs melakukan terorisme bertentangan dengan hak asasi manusia," katanya.

Beijing belum memberikan tanda-tanda mengurangi kontrol terhadap Xinjiang, salah satu dari enam kawasan di daratan Cina yang menyimpan kekayaan minyak, gas, dan cadangan batu bara luar biasa besar.

Pada 2009, Ibu Kota Urumqi dilanda kekerasan antara etnis mayoritas Cina Han dan minoritas Uighurs. Akibat kekerasan ini, sekitar 200 orang Uighur tewas.

REUTERS | CHOIRUL