Page 6 of 6

Pres Asos Rohingya: Tak Benar Rohingya Bangun Terorisme

PostPosted: Thu Aug 09, 2012 4:08 pm
by Laurent
Presiden RAF: Tidak Benar Rohingya Bangun Kekuatan Terorisme
Kamis, 09 Agustus 2012


Hidayatullah.com—Tidak benar tuduhan pemerintah Myanmar bahwa Rohingya membangun kekuatan terorisme. Rohingya adalah etnis paling miskin dan paling rendah pendidikannya. Rohingya sudah dimiskinkan secara materi maupun intelektualitas selama 16 tahun terakhir.

Demikian disampaikan Lukman Al Hakim, Presiden Rohingya Association Forum yang berpusat di Jepang. Ia mengemukakan fakta-fakta mengenai tujuan pemerintah Myanmar membersihkan etnis Rohingya, yang utamanya terkait sentimen sektarian Budha menolak heterogenitas dalam beragama di Myanmar.

“Tidak benar semua tuduh pemerintah Myanmar itu, terlebih mereka bilang Rohingya ingin menegakkan negara sendiri dan berpisah dari federasi Myanmar,” jelas lelaki yang sudah 15 tahun keluar dari tanah Rohingya.

Menurut Lukman, pemerintah Myanmar memang memiliki sentimen anti-Islam. Mereka selalu mengingatkan rakyat Myanmar untuk belajar dari Indonesia.

Bagi mereka, Indonesia dulu mayoritas Budha yang berubah jadi mayoritas Islam. Islam bisa menjadi mayoritas di Indonesia karena umat Budha membiarkan Islam tumbuh dengan leluasa. Keberadaan umat Islam di Indonesia membuat banyak umat Budha berpindah keyakinan ke Islam. Inilah alasan utama pemerintah Myanmar membantai Etnis Rohingya.

“Mereka (pemerintah Myanmar) takut kalau Rohingya bertumbuh menjadi kekuatan dakwah dan membuat banyak etnis Burma memeluk agama Islam seperti di Indonesia,” jelas Lukman kepada hidayatullah.com di sela-sela diskusi Forum Indonesia untuk Dunia Islam (FIDI), Rabu (08/08/2012)

Lukman membenarkan, para Biksu Budha memang ikut mengkampanyekan anti-Islam. Para biksu ini selalu mengajarkan untuk tidak menjual makanan kepada etnis Muslim Rohingya. Mereka bahkan mengkampanyekan itu secara terbuka.

“Tujuan dari semua itu untuk membunuh etnis Rohingya pelan-pelan agar mati kelaparan,” tambah Lukman menggambarkan bagaimana diskriminasi itu selama 16 tahun lebih di Rohingya.

Lelaki yang kini tinggal di Jepang ini juga membantah sikap pemerintah Myanmar yang menuduh Rohingya imigran gelap Bangladesh. Kenyataanya, bahasa Rohingya berbeda dengan Bahasa Bangladesh.

“Rohingya adalah etnis tersendiri. Rohingya berbeda dengan etnis Bangali (sebutan bagi orang Bangladesh). Justru etnis Rohingya sudah ada lebih lama dari etnis Burma, yang kini mereka malah diusir,” sebut Lukman.* :---)

Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Syaiful Irwan

http://www.hidayatullah.com/read/24232/ ... risme.html

PostPosted: Thu Aug 09, 2012 4:09 pm
by Laurent
"Kami Adalah Bagian dari 1,5 M Umat Islam"
Kamis, 09 Agustus 2012


Hidayatullah.com--Meski menyandang predikat etnis minoritas paling miskin dan tertindas di dunia, Muslim Rohingya tetap optimis. Setidaknya itu disampaikan oleh Presiden Rohingya Association Forum, Lukman al Hakim.

"Kami memang tidak punya apa-apa, tapi kami punya saudara 1,5 Milyar Muslim yang akan membantu kami," kata Lukman Hakim, salah seorang eksil Rohingya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu, (08/08/2012).

Lukman mengatakan, kasus-kasus pembantaian oleh etnis Budha Rakhine yang didukung oleh pemerintah pusat Myanmar memang sudah terjadi berkali-kali, sejak 1948 dan 1962. Tapi dia yakin, krisis kali ini akan jadi yang terakhir.

Lukman yang beruntung bisa mengenyam pendidikan hingga pasca-sarjana di Thailand ini menjelaskan, keadaan etnis Rohingya jauh lebih buruk dari bangsa Palestina yang dijajah Zionis.

Katanya, jika satu anak Palestina ditangkap seluruh dunia bisa tahu. Palestina punya status kewarganegaraan, Rohingya tidak punya.

"Kita bahkan tidak punya pisau untuk melawan. Dimiskinkan dibodohkan (secara sitematis, red) sejak 60 tahun lalu," kata Lukman yang sejak 15 tahun terakhir tinggal di Jepang ini.

Kondisi ini agak berbeda dengan etnis Kristen Kachin yang juga ditindas pemerintah Myanmas. Etnis Kristen itu bahkan memiliki 20.000 tentara dan terlatih, dan mereka juga mempunyai senjata. [Baca juga: Minoritas Kachin Miliki 20 Ribu Tentara untuk Lawan Myanmar]

"Tapi kita punya 1,5 miliyar saudara yang akan kuat jika kita bersatu," kata Lukman.

Selain Lukman, 2 orang tokoh Rohingya rencananya akan tiba di Indonesia (09/08/2012) (hari ini). Satu orang dari Inggris dan satu orang lagi dari Bangkok-Thailand.

Kehadiran mereka diprakarsai oleh Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA). Selama lebih dari sepekan mereka akan menggalang dukungan dari umat Islam Indonesia.*

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/24234/09/08/2012/

PostPosted: Thu Aug 09, 2012 4:10 pm
by Laurent
Minoritas Kachin Miliki 20 Ribu Tentara untuk Lawan Myanmar
Kamis, 09 Agustus 2012


Hidayatullah.com--Bentuk penindasan pemerintahan Budha Myanmar bukan hanya dialami oleh etnis minoritas Muslim Rohingya. Penindasan serupa juga dirasakan oleh minoritas etnis Kachin yang kebanyakan beragama Kristen.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Rohingya Association Forum, Lukman Al Hakim. Hanya saja, menurut Lukman, etnis Kristen Kachin lebih memiliki kapasitas yang memadai dalam menghadapi kebrutalan pemerintah Myanmar. Mereka lebih solid dan memiliki kesiapan perang yang kuat.

“Mereka memiliki 20.000 tentara dan terlatih, dan mereka juga mempunyai senjata,” jelas Lukman kepada hidayatullah.com. Rabu (08/08/2012) saat ditemui di Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL). Seperti diketahui, Lukman datang ke Indonesia dalam rangka menjelaskan duduk persoalan yang terjadi pada etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

Menurut Lukman, kekuatan etnis Kachin lahir setelah kelompok etnis ini melahirkan organisasi The Kachin Independence Organization (KIO). KIO berdiri pada tanggal 5 Februari 1961. KIO dibentuk untuk memperjuangkan kemerdekkan Kachin dari federasi Myanmar.

Setelah itu KIO juga memiliki sebuah sayap militer bernama Kachin Independence Army (KIA). Sayap militer inilah yang menjadi pelindung utama etnis Kachin di Myanmar.

Menurut Thin Oo Than, salah seorang komandan dari KIA. Tujuan dari hadirnya KIA adalah mendukung perjuangan KIO untuk kemerdekaan Kachin dari Myanmar.

“Kami berjuang untuk kemerdekaan Kachin, dan itu untuk melindungi etnis kami” Jelasnya seperti yang dikutip AFP.com.

Kachin, secara kolektif dan mandiri juga telah membangun infastruktur pendidikan dan kesehatan. Kachin dikenal sangat berpengaruh disepanjang wilayah perbatasan China. Pemerintah Myanmar hingga hari ini tidak mampu melawan ‘pemberontak’ Kachin.

Markas KIO sendiri berada di bukit yang menghadap ke kota perbatasan di Laiza, Myanmar. Populasi penduduk mereka diawal tahun 2000-an mencapai 7500 jiwa. Itulah salah satu alasan mengapa pemerintah China tidak mau Rohingya berkembang seperti Khacin. Masalahnya, jangankan senjata, etnis Muslim di Rohingnya tak memiliki apapun. Kecuali harapan damai dan bantuan dari saudara-saudara Muslim nya.*


[Baca juga: "Kita bahkan tidak punya pisau untuk melawan..."]

http://www.hidayatullah.com/read/24233/ ... anmar.html

Re: Presiden RAF: Tidak Benar Rohingya Bangun Kekuatan Teror

PostPosted: Thu Aug 09, 2012 4:13 pm
by 1234567890
Kita bahkan tidak punya pisau untuk melawan

jadi inget pengakuan para terror ... eh ... "peace activist" di kapal mavi marmara ...
ga punya senjata ... tapi bawa piso dan fentungan

Re: Presiden RAF: Tidak Benar Rohingya Bangun Kekuatan Teror

PostPosted: Thu Aug 09, 2012 10:25 pm
by Kafir Tulen
[quote="Laurent"]Presiden RAF: Tidak Benar Rohingya Bangun Kekuatan Terorisme


Lelaki yang kini tinggal di Jepang ini juga membantah sikap pemerintah Myanmar yang menuduh Rohingya imigran gelap Bangladesh. Kenyataanya, bahasa Rohingya berbeda dengan Bahasa Bangladesh.
kalau bahasa kan bisa berubah dari belajar to mas.....!!! tapi kalau wajah yang keliatan bangladesh bangettt tu bijimane? bikin alasan kok keliatan banget boongnya...

Re: Presiden RAF: Tidak Benar Rohingya Bangun Kekuatan Teror

PostPosted: Thu Aug 09, 2012 10:55 pm
Udah ngaku ajah tujuan ente-ente sebenarnya bukan mau mendapatkan fasilitas pendidikan dan ekonomi kan...? tapi mau bikin negara sendiri kannn? :vom:

emang ada jaminan ente-entek gak berontak kalo di kasih fasilitas.... :butthead:

muslim di mana-mana emang mau menang sendiri, :vom: fakta di Filipine dan Thailand muslim di beri segala macam tuntutan masih aja niat makar :toimonster:

Di TVONe dulu pernah nonton "Zona Merah" yang meliput di Thailand selatan dimana Pemimpin Gerakan Separatis muslim jelas-jelas ngomong Bahwa tuntutan mereka bukan

mengenai Ekonomi, Pembangunan dan Otonomi Khusus seperti banyak media melaporkan...

Sudah seharusnya Filipine dan Thailand menjadi Refleksi Bagi Myanmar agar jangan sekali-kali memenuhi tuntutan para begundal dan pengemis Muslim Rohingnya :-$

Re: Presiden RAF: Tidak Benar Rohingya Bangun Kekuatan Teror

PostPosted: Fri Aug 10, 2012 8:22 am
by duren
Laurent wrote:Lukman (di tengah), "Kita bahkan tidak punya pisau untuk melawan."

Masalahnya : Ente punya BURUNG untuk merkosa

Re: Myanmar: Soal Muslim Rohingya Bukan Masalah Agama

PostPosted: Sat Aug 11, 2012 9:25 am
by Araseh
Many houses and buildings burned down and destroyed by Bengali (Rohingya) Terrorists

https://www.facebook.com/KejadianSesungguhnyaPadaRohingya

Re: JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA!

PostPosted: Sat Aug 11, 2012 3:12 pm
by Laurent
Presiden Myanmar akan Undang Sekjen OKI ke Lokasi Konflik Rohingya


Jakarta, Presiden Thein Sein kini sedang mempertimbangkan mengundang Sekjen OKI berkunjung ke lokasi konflik etnis Rohingya. Ini adalah tindak lanjut atas surat Presiden SBY pada akhir pekan lalu.

Demikian dijelaskan Menlu Marty Natalegawa tentang salah satu pembicaraannya dengan Menlu Myanmar. Dia ditemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

"Kami mendengar Menlu Myanmar menyatakan berdasar masukan Presiden SBY, Presiden Myanmar mempertimbangkan menerima Sekjen OKI untuk berkunjung ke Myanmar," kata Marty.

Lebih lanjut dia menyatakan, di dalam pembicaraannya dengan Menlu Myanmar, juga dinyatakan Presiden Thein Sein akan segera mengirim surat balasan kepada Presiden SBY. Namun itu bukan berarti konflik komunal di Myanmar juga akan berakhir.

"Dalam upaya diplomasi tidak ada kepastian mengenai deadline atau timeline, ini proses. Masalah yang sudah puluhan tahun terjadi di Myanmar, jadi penyelesaian yang menyeluruh memerlukan waktu," jelas Marty Natalegawa.

Lebih lanjut Marty mengatakan bahwa Myanmar menghargai pandangan Indonesia. Selama ini Indonesia juga selalu mendampingi Myanmar dalam menjalani proses demokratisasi dan rekonsiliasi politik pasca pemilihan umum.

"Pada intinya yang kita inginkan adalah agar penduduk ini diberi hak-hak mendasarnya. Mengenai kewarganegaraan itu masalah dalam negeri dari masing-masing negara termasuk Myanmar, tapi ada upaya ke arah itu," paparnya.

(lh/trq)

http://news.detik.com/read/2012/08/07/1 ... k-rohingya

Re: JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA!

PostPosted: Sat Aug 11, 2012 3:13 pm
by Laurent
Presiden Myanmar Sambut Upaya Jusuf Kalla Selesaikan Konflik Rohingya
Jumat, 10/08/2012 20:27 WIB

Jakarta, Pemerintah Myanmar mengapresiasi upaya Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dalam membantu menyelesaikan konflik Rohingya. Presiden Myanmar, U Thein Sein, memberi izin kepada Kalla untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di Provinsi Rakhine.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Presiden Myanmar beserta jajarannya dengan Jusuf Kalla di Istana Kepresidenan Myanmar di Nay Pyi Taw, Jumat (10/8).

Dalam rombongan itu, hadir juga Hamid Awaluddin, Dubes RI untuk Myanmar S Sumarsono, dan Asisten Sekjen OKI Atta Abdul Mannan, serta Presiden Bulan Sabit Merah Qatar Mohamed Ghanim Al-Maadheed.

Pemerintah Myanmar sendiri menyayangkan adanya pemberitaan terjadinya konflik etnis yang berujung pada konflik agama. Menurut mereka, pertikaian terjadi akibat aksi kriminal di dalam masyarakat yang berujung pada konflik komunal.

"Karena itu kita mengingatkan kepada pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan konflik komunal ini sebelum mengarah ke konflik agama," kata Jusuf Kalla usai pertemuan itu seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (10/8/2012).

Menurut Kalla, simpang siur pemberitaan konflik ini terjadi akibat adanya anggapan pemerintah Myanmar yang belum terbuka. Masyarakat internasional kemudian menjadi salah tafsir atas apa yang terjadi di provinsi tersebut.

"Karena itu, Presiden Myanmar meminta kita untuk melihat langsung apa yang terjadi di sana. Rencananya besok (Sabtu, 11/08) kita akan pergi ke Sitwee salah satu kota di Rakhine. Dan kita merupakan salah satu rombongan pertama yang diperbolehkan masuk ke sana," ujarnya.

(mok/mok)

http://news.detik.com/read/2012/08/10/2 ... ya?9911012

Re: JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA!

PostPosted: Sun Aug 19, 2012 3:08 pm
by vicanguryx
"Karena itu kita mengingatkan kepada pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan konflik komunal ini sebelum mengarah ke konflik agama," kata Jusuf Kalla usai pertemuan itu seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (10/8/2012).

Banyak bacot lu... mending lu ingetin ummat lu ndiri, kafir2 juga manusia (walaupun ga diakui ma Islam). Manusia tuh paling kejam, pa lagi kalo diganggu.
Ga percaya. Nih gua kasih contekannya :
Yeremia 17:9 wrote:Hati manusia adalah yang paling licik dari segala sesuatu, dan sangat jahat. Siapa yang benar-benar tahu seberapa buruk itu?

Lebih dari 200 Orang Pengungsi Rohingya Diusir AL Thailand

PostPosted: Sun Feb 03, 2013 5:20 pm
by Pembawa_Pete
Awalnya 200, ntar 10 tahun lagi udah ribuan, nuntut mesjid, nuntut halal, nuntut sharia.
:butthead:


Image
Bangkok, - Angkatan Laut Thailand mengusir lebih dari 200 orang pengungsi Rohingya yang mencoba memasuki wilayah kerajaan dengan menggunakan perahu. Ini merupakan bagian dari operasi baru yang dilancarkan otoritas Thailand terhadap para pengungsi Rohingya dari Myanmar.

Akibat konflik yang melanda, ribuan warga Rohingya telah meninggalkan Myanmar dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar menuju Malaysia.

Seorang pejabat Angkatan Laut Thailand di Bangkok mengatakan, lebih dari 200 orang Rohingya ditemukan pada Selasa, 29 Januari, sekitar 40 kilometer dari daratan Thai.

"Kami membawakan mereka makanan dan minuman sebelum menghalau mereka ke negara ketiga," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya itu seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/1/2013).

Tidak jelas ke negara mana para pengungsi Rohingya akan pergi. Menurut media lokal, para manusia perahu itu ditemukan dekat Pulau Raja Noi di Laut Andaman, Provinsi Phuket, yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata.

Sebelumnya, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Thailand Paradorn Pattanathabutr mengatakan pada AFP, otoritas Thai akan mengusir setiap pengungsi Rohingya yang mencoba berlabuh di pantai-pantai Thailand. Sikap tegas ini diterapkan setelah otoritas Thai menyatakan mereka tengah menyelidiki dugaan bahwa para pejabat militer terlibat dalam penyelundupan Rohingya.

(ita/nrl)



Pejabat militernya muslim ya?

Re: Lebih dari 200 Orang Pengungsi Rohingya Diusir AL Thaila

PostPosted: Sun Feb 03, 2013 8:33 pm
by 1234567890
bagus ... memang harusnya menghadapi lintah darat yang namanya muslim seperti ini ... usir semua
ngapain ditampung kalau nantinya ngacau

Re: JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA!

PostPosted: Mon Feb 18, 2013 5:43 pm
by Laurent
PBB Tuding Tentara Myanmar Siksa Pemberontak





Ahad, 17 Februari 2013


Hidayatullah.com—Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius masih saja dilakukan oleh Myanmar meskipun ada reformasi demokrasi dan kemajuan dalam menangani konfik etnis, demikian menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Utusan PBB mengunjungi kamp pengungsi di wilayah utara negara bagian Kachin, di mana tahun lalu terjadi peningkatan serangan oleh pasukan Myanmar (Burma) lewat udara atas para pemberontak.

“Saya prihatin dengan praktek penahanan tanpa sebab yang jelas dan penyiksaan selama interogasi oleh militer atas para pria Kachin yang dituduh menjadi anggota pasukan kemerdekaan Kachin,” kata Tomas Ojea Quintana, utusan PBB yang baru menuntaskan misi lima harinya, saat jumpa pers di bandara Yangon, lapor Euronews Ahad (17/2/2013).

Utusan PBB itu mengatakan, kekerasan antara warga Muslm dan Buddhis di negara bagian Rakhine (Arakan) mengancam seluruh proses reformasi, kata Quintana.

Menurutnya, saat ini ada 120.000 orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsian, seraya menggambarkan kondisi salah satunya lebih mirip penjara daripada kamp pengungsian.Meskipun kondisi sudah mulai membaik sejak kunjungannya terakhir pada Agustus lalu, perawatan kesehatan masih belum cukup, jelas Quintana.

Muslim dan Buddhis tetap bersitegang, tidak saling mempercayai, marah dan benci, katanya lagi.

Utusan PBB itu menyeru pemerintah Myanmar agar mengubah hukum dan mengakhiri diskriminasi terhadap orang-orang Rohingya.*



Rep: Ama Farah
Red: Dija

http://www.hidayatullah.com/read/27306/ ... ontak.html

JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA!
JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA! Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static

Re: JIHAD MUSLIM ROHINGYA di BIRMA!

PostPosted: Mon Feb 18, 2013 6:13 pm
by 1234567890
gerombolan munafik muslim

udah diusir sama nyang punya rumah .... masih aja ngeyel mau menjadi lintah darat

udah pindah aja ke negara islam arab nyang katanya penuh kedameian, aman tenteram ma'mur dan kaya raya

kan enak tuh ... bisa jadi lintah gendut
masa sih sesama umat ugame damei ga mau menolong sesama umat ugame damei ?

malu dong sama kapir nyang terus menerus nampung lintah muslim