.

Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Aksi2 terorisme, pemboman, demonstrasi kekerasan, intimidasi dan serangan2 kelompok2 Islam atas nama Islam. TIDAK termasuk honor killing, atau pembunuhan secara individu

Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby isyap » Fri Oct 01, 2010 11:48 pm

Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia


Warga Negara Republik Indonesia yang terhormat,

Pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak Q! Film Festival karena “kehidupan homoseksualitas .. tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan budaya bangsa,” menunjukkan bahwa MUI tidak mengenal bangsanya sendiri.

MUI tidak mengenal Indonesia yang sesungguhnya.

Indonesia yg dikenal MUI adalah Indonesia yang tidak ada. Indonesia bukanlah konsep. Indonesia adalah saya, anda, dan kita semua yg hidup di dalamnya. Kenyataannya kita berbeda-beda. Ragam suku, agama, ras, golongan dan kebudayaan. Inilah Indonesia yang kita banggakan. Indonesia yang kerap kita sebut sebagai bangsa yang kaya.

Pernyataan MUI seakan mempersempit Indonesia. MUI tidak bisa memaksakan Indonesia milik mereka untuk diterima oleh publik karena hal ini tidak konstitusional. Indonesia adalah republik konstitusional. Bentuk negara ini dimaksudkan untuk melindungi minoritas dari pemaksaan nilai kehidupan mayoritas. Inilah fungsi dokumen UUD 1945 sebagai kontrak sosial. Konstitusi Negara Republik Indonesia memastikan bahwa Indonesia bukanlah milik satu kelompok. Oleh sebab itu saya minta MUI berhati-hati dalam mengatasnamakan Bangsa Indonesia. Karena Indonesia bukan hanya anda, kelompok anda, dan mereka yang sepaham dengan anda.

Jika anda masih tidak bisa hidup dengan keberagaman Indonesia maka anda sesungguhnya tidak pantas menyebut diri anda sebagai Pemuda-Pemudi Pancasila. Kebhinnekaan adalah semboyan bangsa. Mengakui Pancasila berarti mengerti konsekuensinya. Konsekuensi dari Pancasila adalah kesetaraan di dalam keberagaman.

Beberapa dari anda akan mengutip Pasal satu: Ketuhanan Yang Maha Esa. Anda akan berargumen bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Dengan ini Heteroseksualitas adalah nilai bangsa. Hati-hati dalam mengambil kesimpulan:

KeTuhanan yang dimaksud adalah kepercayaan akan SATU Tuhan. Isi pasal satu mengakui monoteisme.
Anda akan berargumen bahwa Tuhan yang ESA itu menciptakan heteroseksualitas sebagai kodrat manusia. Salah. Kalau Satu Tuhan berarti satu nilai maka absurd jika kita mengakui adanya perbedaan Agama yang nilai kepercayaannya tidak selalu sama.
Agama adalah sistem kepercayaan. Heteroseksualitas merupakan nilai yang sifatnya derivatif dari sistem kepercayaan tersebut. Anda tidak bisa asal tempel pengertian derivatif yang tidak dimaksudkan Pasal satu.
Bunyi pasal satu bukan Seksualitas yang Maha Esa. Pasal satu bukan dimaksudkan untuk mengatur seksualitas.
Kecenderungan untuk membesarkan Pasal satu dalam membahas Pancasila menunjukkan rendahnya komitmen anda terhadap pemahaman falsafah negara. Di dalam Pancasila ada lima Pasal. Itulah kenapa namanya Panca. Marilah kita mengingat kembali pasal-pasal lainnya:

Pasal 2, “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”, bukan “Keheteroseksualitasan yang Adil dan Beradab”. Indonesia dilandaskan atas nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Catat KEMANUSIAAN. Apakah mengutuk itu beradab? Apakah mengancam dengan kekerasan itu beradab? Apakah menghakimi tanpa dialog itu beradab?
Pasal 3, “Persatuan Indonesia”, bukan “Pemecahan Indonesia”.
Pasal 4, “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Keberagaman Indonesia memiliki konsekuensi: perbedaan nilai. Dan pasal ini menjelaskan bahwa kita akan dengan Hikmat, Bijak bermusyawarah untuk mencapai suatu konsensus. Ini nilai peradaban Bangsa kita.
Pasal 5, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” SELURUH RAKYAT INDONESIA. Keadilan tanpa kecuali.
Pasal-pasal tersebut dimaksudkan untuk dimengerti secara menyeluruh — mereka adalah entitas yang tidak terpisahkan. Kalau bisa pisah-pisah untuk apa bikin lima pasal? Seharusnya satu saja cukup. Jika anda memang ingin melindungi Kesaktian Pancasila anda akan melindungi keberlangsungan Q! FIlm Festival tanpa bertanya. Keadilan tanpa kecuali.

Ada yang tulus bertanya atas dasar kasih sayang, jika benar demikian lantas apakah kami berhak “mengajak & membimbing homoseksual secara baik-baik utk kembali ke kodratnya” sesuai dengan kepercayaan kami? Anda berhak mengajak. Tapi kamipun berhak menolak.

Ada yang marah, dan mengusir, “Murtad! Keluar dari Indonesia!” Kepada mereka yang menuduh kami sebagai orang-orang tidak bermoral, saya bertanya:

Apa kontribusimu untuk umat manusia?
Beberapa dari kami adalah relawan yang bekerja keras mencegah penyebaran epidemi. Anda?
Beberapa dari kami adalah pengajar di daerah terpencil. Gaji kami kecil. Tapi kami mau membantu mendidik bangsa. Anda?
Beberapa dari kami adalah pekerja kesehatan yang pada saat terjadinya bencana langsung pergi ke lokasi untuk membantu tersalurkannya bantuan kemanusiaan. Anda?
Beberapa dari kami bekerja suka rela mengobati mereka yang sakit. Anda?
Beberapa dari kami punya NPWP. Kami bayar pajak. Anda?
Banyak kaum “homoseksual” yang menurut anda tidak bermoral justru melakukan kebajikan yang anda elu-elukan sementara anda duduk mengutuk. Kemanusiaan kami anda leburkan ke dalam suatu konsep yang tidak betul. Kami tidak bermoral? Apakah anda melihat diri anda sendiri? Saya minta kita tidak sembarangan saling menuduh dan menilai kehidupan seseorang yang kita tidak kenal. Nilailah diri kita sendiri terlebih dahulu.

Lebih baik anda bergabung dengan kami, bekerja membangun negara daripada anda berteriak memusuhi. Jangan membenci. Belajar mengasihi. Kenalilah kami lebih dekat. Kenali kemanusiaan kami, saudaramu sebangsa setanah air.

Bersatu kita teguh. Bercerai kita runtuh. Marilah bersama kita tingkatkan angka melek huruf, bantu UKM, perlancar pembangunan ekonomi daerah, dukung usaha pemerintah dalam membenahi birokrasi dan memperbaiki sistem tunjangan sosial. Konkritkan Moralitas.

Masih banyak tantangan berbangsa yang perlu kita taklukkan. Kita bisa menaklukannya bersama. Peluklah perbedaan, maknai falsafah hidup bangsa kita dengan baik, dan mari kita kembali mengingat tanggung jawab kita yang sesungguhnya sebagai rakyat Indonesia. Berhentilah mengutuk. Mari kita bekerja sama membangun bangsa kita yang kita cintai. Niscaya kita akan mencapai kesejahteraan.

Salam persahabatan. Salam kebhinnekaan. Selamat hari Kesaktian Pancasila.

Yogyakarta, 1 Oktober 2010.

Yuventius Nicky Nurman


sumber : http://yuventius.wordpress.com/2010/10/ ... indonesia/
User avatar
isyap
 
Posts: 43
Joined: Mon Sep 13, 2010 2:35 am
Location: Banten

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby Akukomkamu » Sat Oct 02, 2010 9:29 am

Gw heran ama negara ini emang DEPAG itu mewadahi apa ya??? kok MUI malah bisa lebih dominan dalam pengaturan masalah agama dan negara ini memangnya islam semua ta...

Cuman pesan saja ama MUI , saling menjagalah ... jangan karena sbg mayoritas lalu tutup sebelah mata ,semua kalo bisa saling menjaga dengan prinsip JUJUR , ADIL , TEGAS , BERWIBAWA dan PINTAR niscaya Indonesia akan cepat melesat kearah kehidupan yg BERMARTABAT.




Peace... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby bigkong » Sat Oct 02, 2010 11:51 am

Kalo di pikir aneh memang, MUI mungkin beranggapan bahwa mereka ini sebagai pengganti alloh wts yang bisa menentukan haram atau halalnya sesuatu hal yang di lakukan manusia. Atau mungkin MUI beranggapan bahwa semua warga negara indonesia itu tidak berotak sehingga bisa menentukan apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh setiap individu dari bangsa ini tanpa melihat perbedaan dan keberagaman di Indonesia...
User avatar
bigkong
 
Posts: 555
Joined: Wed Jun 30, 2010 2:49 am

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby isyap » Sun Oct 03, 2010 2:32 pm

bigkong wrote:Kalo di pikir aneh memang, MUI mungkin beranggapan bahwa mereka ini sebagai pengganti alloh wts yang bisa menentukan haram atau halalnya sesuatu hal yang di lakukan manusia. Atau mungkin MUI beranggapan bahwa semua warga negara indonesia itu tidak berotak sehingga bisa menentukan apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh setiap individu dari bangsa ini tanpa melihat perbedaan dan keberagaman di Indonesia...



Bro , Keknya MUI deh ALLAH mereka ....sebenarnya bukankah ALLAH yang menuliskan di kitab suci mana itu HARAM dan HALAL? ini MUI yang menentukan HARAM dan HALAL... ingat gak facebook dna infotaiment aja di haramkan ... ??? *geleng-geleng*

sebenarnya yg mengutuskan haram dan halal itu kan Allah melalui kitab suci (jika benar kitab suci itu di utuskan ama nabi Muhammad) hehe..
buktinya Alquran aja masih banyak yang menyimpang isinya...
User avatar
isyap
 
Posts: 43
Joined: Mon Sep 13, 2010 2:35 am
Location: Banten

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby Si Amang Miyang » Tue Dec 28, 2010 12:15 am

bila burung garuda d kaos timnas d gnti pake label / logo halal,,baru MUI senang...
User avatar
Si Amang Miyang
 
Posts: 533
Joined: Thu Dec 16, 2010 9:54 am
Location: sebuah toilet yg bernama ka'bah

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby Balian of Ibelin » Thu Jan 06, 2011 4:54 pm

Si Amang Miyang wrote:bila burung garuda d kaos timnas d gnti pake label / logo halal,,baru MUI senang...


hihihihihihihi.......
jangan brader..ntar digugat lagi :butthead:
Balian of Ibelin
 
Posts: 2
Joined: Wed Dec 09, 2009 1:58 pm
Location: at the 6th century, beside mahommed, teaching the grace and bless from BELOVED FATHER

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby KadalBuluk » Wed Jan 12, 2011 12:36 pm

NAMANYA JUGA MUI

SEDIKIT-SEDIKIT HARAM SEDIKIT-SEDIKIT HARAM!!!!!!!!!!!! HARAM KOK CUMA SEDIKIT-SEDIKIT




:rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling:
User avatar
KadalBuluk
 
Posts: 44
Joined: Thu Jan 06, 2011 3:09 pm
Location: Dibawah KOLOR ISLAM

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby asal usil » Fri Jan 21, 2011 2:45 pm

KadalBuluk wrote:SEDIKIT-SEDIKIT HARAM SEDIKIT-SEDIKIT HARAM!!!!!!!!!!!!



Kota di Italia Larang Rok Mini



TEMPO Interaktif, Italia - Castellammare di Stabia, sebuah kota kecil di Italia, akan melarang warganya mengenakan rok mini. Alasannya, untuk meningkatkan standar kesopanan publik.

"Peraturan ini akan membantu memperbaiki kesopanan dan tata kehidupan masyarakat kota yang lebih baik," kata Wali Kota Luigi Bobbio, seperti dikutip BBC, Senin (25/10). Selain rok mini, pakaian serba pendek lain juga dilarang, termasuk jins low-cut.

Pelanggar akan didenda antara 25 sampai 500 euro atau Rp 313 ribu sampai Rp 6,3 juta. Pejabat dari Partai Kebebasan Masyarakat ini mengatakan ini membidik orang yang "berkelakuan buruk."

Larangan rok mini muncul barengan dengan larangan mandi matahari, bermain bola di tempat umum, dan penistaan agama. Diajukan oleh Wali Kota, serangkaian aturan baru itu dibahas di tingkat Dewan Kota hari ini.

"Kurasa ini kebijakan yang tepat," ujar seorang pendeta setempat, Don Paulo Cecere. "Ini berguna untuk mengurangi pelecehan seksual."

Kota pantai di selatan Italia yang berpenduduk 65 ribu ini merupakan kota teranyar yang menerapkan kekuasaan yang baru diberikan Perdana Menteri Silvio Berlusconi kepada masing-masing Wali Kota untuk memerangi kejahatan.

Kota-kota lain lebih dahulu melarang warganya bermain istana pasir, memberi makan kucing liar, dan menggunakan mesin pemotong rumput di akhir pekan.

BBC | REZA M



GA JAUH BEDA INDONESIA DAN ITALIA CK...CK...CK.... :---)
asal usil
 
Posts: 1055
Joined: Mon Jan 17, 2011 2:49 pm

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby a_man » Sun Jan 23, 2011 11:21 am

asal usil wrote:GA JAUH BEDA INDONESIA DAN ITALIA CK...CK...CK.... :---)

iye, sama2 gublug.
harusnya burungnya yg dikurung pake sangkar besi, biar gak kelayapan.
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby mbah.erott » Sun Jan 23, 2011 11:31 am

Yang di italia itu, kalau dilanggar, berdosa pada Tuhan?

Kekekeh... :drinkers:
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby Phoenix » Sun Jan 23, 2011 12:28 pm

Ada bedanya sih:

Kalau di Indo,larangan dikeluarkan hanya dr "pihak tertentu" yang bikin refot smeua pihak! Dgn pake embel2 stempel: HARAM!

Kalau di Italy: berdasarkan keputusan pemerintah, bukan dr badan pihak agama tertentu. Lebih merupakan kesepakatan bersama! Dgn embel-embelnya: DENDA 500 EURO!
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby Momad Narsis » Wed Jan 26, 2011 12:12 am

@asal usil
law negara kita kaya italia mungkin gak jauh beda ama iran..cuman bedanya nih yg ngatur bukan negara tp lembaga ISLAM..!! yg gak punya wewenang buat membuat konstitusional..!
ada 40.000.000 _+ non-muslim d indonesia mau d kemanain haknya cing!!
User avatar
Momad Narsis
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby kalangkilang » Sun Mar 06, 2011 6:44 pm

isyap wrote:Bro , Keknya MUI deh ALLAH mereka ....sebenarnya bukankah ALLAH yang menuliskan di kitab suci mana itu HARAM dan HALAL? ini MUI yang menentukan HARAM dan HALAL... ingat gak facebook dna infotaiment aja di haramkan ... ???

apakah ALLAH itu tidak maha kuasa sehingga perlu MUI untuk bikin fatwa aneh-aneh? atau
apakah ALLAH itu, sebenarnya ga ada, tapi diada-adakan oleh MUI dengan mencatut nama ALLAH?
yang benar yang mana yah?
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Surat Terbuka: MUI, Pancasila, Indonesia

Postby moch. pedofil » Sun Mar 06, 2011 7:31 pm

MUI sotoy
User avatar
moch. pedofil
 
Posts: 269
Joined: Thu Feb 03, 2011 7:17 pm
Location: iyyyeeeey pengen tau aja,


Return to AKSI2 TERORISME ISLAM dlm Berita Internasional



Who is online

Users browsing this forum: No registered users