.

Kenalan Sama ISLAM

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Thu Jan 25, 2007 10:16 pm

To Midgard:
Kayaknya semuanya udah kejawab di faithfreedomwatch, jadi tinggal browse ke situ aja. Tapi mengenai YHVH, sepengetahuan saya artinya adalah satu-satunya Ilaah alias satu-satunya Elohim yang berarti sama dengan ALLAH yang juga berarti sama. Mohon koreksi klo salah.
Dan yang tentang Rigvedic saya tahu dari seorang BRAHMANA yang masuk Islam di Jatianangor. Beliau masuk Islam karena beberapa hari akan diangkat jadi kepala wilayah Hindu di JawaBarat bermimpi bertemu dengan orang Shaleh yang mengajarkan kebenaran AHAD (artinya satu: ALLAH). Akhirnya beliau masuk Islam dan kembali ke Bandung (beliau orang Bandung) tapi kabar terakhir itu katanya sekarang beliau sedang diburu untuk dibunuh oleh beberapa pimpinan Hindu termasuk ayah angkatnya sendiri yang saat ini menjabat sebagai kepala wilayah (pemangku adat) di Jawa Barat.




To: Aku adalah Aing
Ya itu terserah, saya juga tetep baca2 buku jalaludin rahmat dan majalah syir'ah tapi emang nggak seintens majalah islam yang lain atau ustadz2 yang saya kenal (bahkan priibadinya).
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Thu Jan 25, 2007 10:27 pm

O...yaa tentang ayat yang dikutip dari ninja-racer (to midgard, "janganlah kamu menanyakan"), itu ayat buntung. Artinya belum lengkap karena memang itu sebuah kisah. Coba baca beberapa ayat sebelumnya, pake yang terjemahan juga nggak apa2. Ntar kita bisa sharing tentang ayat tersebut.

BTW, lanjutin yaa Tauhidnya. (Tapi sekarang yang penting kita sudah yakin klo Al-Khaliq itu ada. sudah cukup membantah Atheis dan berarti seharusnya nggak ada yang atheis lagi, minimal bikin agama baru yang mengakui keberadaan Tuhan. Tapi apakah harus bikin agama baru? Ya nggak lah, kan udah ada Islam)

2. Tauhid Asmaa wa Sifat
Sama seperti Tauhid rubbubiyah, Tauhid Asmaa wa Sifat pun sebenarnya dapat kita fahami dan yakini tanpa harus mengeluarkan satu ayat pun dari dalam al-Quran. Namun, untuk lebih meyakinkan bagi mereka yang sudah yakin, maka tetap harus ada dalil-dalil naqli yang dicantumkan.
Sebelumnya, pernahkah terfikir oleh kita yang sudah meyakini adanya Al-Khaliq, seperti apa Dia? Di mana Dia? Bagaimana Sifat-Nya?
Kita pasti sama-sama berpendapat bahwa Al-Khaliq pastilah Maha Sempurna di mana segala kebaikan ada pada-Nya dan Dia pastilah suci dari segala kelemahan ataupun kekurangan. Di dalam al-Quran setidaknya disebutkan 99 nama-nama yang ditujukan kepada Allah yang biasa disebut dengan asmaa al-Husna. Walaupun demikian, bukanlah berarti sifat Allah hanya terbatas pada ke-99 nama itu. Karena di beberapa hadits juga disebutkan banyak nama lainnya yang menurut para ‘ulama salafush-shalih jika dijumlahkan itu berjumlah lebih dari 5000 nama untuk Allah. Subhanallah ...


bersambung dulu yahhh...
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby midgard » Fri Jan 26, 2007 12:16 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:To Midgard:
Kayaknya semuanya udah kejawab di faithfreedomwatch, jadi tinggal browse ke situ aja. Tapi mengenai YHVH, sepengetahuan saya artinya adalah satu-satunya Ilaah alias satu-satunya Elohim yang berarti sama dengan ALLAH yang juga berarti sama.


yg saya tanyakan adalah nama, bukan menyimpulkan dari macam2x ...
ada enggak nama tsb ?


saya bilang, Presiden Indonesia sekarang, tahun 2007, adalah wanita pertama yg menjadi presiden (alias si mega) :)
anda bilang SBY ...
kesimpulannya: si SBY itu wanita ?

hanya krn saya (atau anda) bilang sesuatu, belum mesti itu benar ...

Mohon koreksi klo salah.
Dan yang tentang Rigvedic saya tahu dari seorang BRAHMANA yang masuk Islam di Jatianangor. Beliau masuk Islam karena beberapa hari akan diangkat jadi kepala wilayah Hindu di JawaBarat bermimpi bertemu dengan orang Shaleh yang mengajarkan kebenaran AHAD (artinya satu: ALLAH). Akhirnya beliau masuk Islam dan kembali ke Bandung (beliau orang Bandung) tapi kabar terakhir itu katanya sekarang beliau sedang diburu untuk dibunuh oleh beberapa pimpinan Hindu termasuk ayah angkatnya sendiri yang saat ini menjabat sebagai kepala wilayah (pemangku adat) di Jawa Barat.

ttg hindu, saya enggak begitu tahu ... tapi, ada enggak ajaran untuk membunuh murtadin ?

selalu aja ada pendeta yg pindah islam, kiai pindah kristen, hindu pindah ... kemana gitu ...

enggak bisa membuktikan bahwa agama itu bener ...



ttg ayat di bawah, saya ingin mencantumkan semua, tapi terlalu panjang, signature tidak mengijinkan ...

saya baca mulai dari, dan interpretasi saya ...
(yg sebelumnya, cuma mengkritik agama sebelumnya)
98 siksaan allah itu berat ... jadi, ikuti perintahnya ... allah maha pengampun, kalau kamu dulu enggak ngikuti, sekarang ngikuti, bakal di ampuni ...
99 muhammad cuma nyampaiin ... dia enggak tahu apa yg ada di hatimu ...
100 kalau kamu berbuat 'baik', spt yg di tulis di quran, kamu dapat pahala ...
101 hush jangan tanya dulu ... (kapan njelasinnya ?)
dulu, elu tanya, ok-lah, tapi jangan lagi ...
102 kalau tanya, nanti kamu malah jadi tidak percaya ... (belajar dari yg lalu, krn banyak tanya, mereka malah tidak percaya)
baca lagi 98, di mana siksaan allah untuk yg enggak percaya itu berat ... dan 100 untuk pahala ...
103 pokoknya, kalau ada yg lain dng apa yg di bilang oleh kafir, kafir yg salah ...
mereka aja yg enggak tahu ...
104 di suruh ikut ... kok malah pakai alasan ngikuti ajaran yg dulu ...
105 iya, nanti allah nerangin ...

di sini, ayat2x ini membuat orang untuk mengikuti muhammad dng buta, krn:
- takut siksaan allah ( 98 )
- muhammad hanya dapat dari allah - kalau dia tidak bisa njawab, maklum (99)
- ada pahala berbuat baik ... (100)
- jangan tanya sekarang, kalau tanya ... (101)
- nanti kamu malah tidak percaya (102)
- pokoknya, yg berlawanan dng ini adalah salah ... (103)
tapi, jangan tanya ...

sorry, agak tergesa2x menulis ...

kesimpulan ... jangan tanya ...
silahkan menjelaskan ... thanks


itu bukan dari ninja-racer, tapi kutipan saya untuk ninja-racer ...
User avatar
midgard
 
Posts: 1610
Joined: Fri Jun 30, 2006 7:33 am

Postby Hand15 » Fri Jan 26, 2007 3:29 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:To: Hand15
Tambahan: Islam tidak pernah menyerang tanpa perjanjian dan kesepakatam perang, artinya Islam selalu menawarkan kesepakatan terlebih dahulu sebelum menyatakan berperang.
1. Masuk Islam, jika tidak mau,
2. Tunduk pada syariat Islam dengan membayar jizyah (karena ummat Islam sudah dibebankan zakat), jika tidak mau,
3. Allah mengizinkan berperang.


Sori udah lama nggak nimbrung, baru sempat baca tulisan panjang anda, baru sadar anda ada nulis ini. :? :? :? :? :? :?
Kesimpulan yg bisa diambil:
1. Berarti ini sama saja dengan pemaksaan
2. Aksi aksi terorisme (pemboman bali, kasus WTC di Amerika, bom bunuh diri yg marak di eropa dan kawasan israel-palestina) ini bisa dibenarkan donk menurut Islam, soalnya:
a. Target penyerangan tidak masuk islam (denger denger katanya Osama Bin Laden ada ngajak barat masuk islam kan, ada videonya lagi)
b. Target penyerangan tidak tunduk pada syariah islam
c. Berarti Allah mengizinkan perang (karena kurang dana dan perlengkapan, dipergunakanlah taktik-taktik gerilya)

Jadi, ini kan yang dipercayai ama organisasi Al-Qaeda, Jemaah Islamiyah, dan kelompok teroris lainnya macem Hezbollah.
:roll: :roll: :roll: :roll: :roll: :roll: :roll: :roll:

Thank you, akhirnya gua tau degh kenapa ada kasus seperti ini. Rupanya emang dari sononya udah gitu, w kira itu ajaran yg menyimpang.
:o :o :o :o :o :o :o :o :o

:wink: :wink:
Bisa dijadikan referensi nih... :lol: :lol:
Hand15
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Thu Feb 01, 2007 6:39 am

To: Hand15

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:
To: Hand15
Tambahan: Islam tidak pernah menyerang tanpa perjanjian dan kesepakatam perang, artinya Islam selalu menawarkan kesepakatan terlebih dahulu sebelum menyatakan berperang.
1. Masuk Islam, jika tidak mau,
2. Tunduk pada syariat Islam dengan membayar jizyah (karena ummat Islam sudah dibebankan zakat), jika tidak mau,
3. Allah mengizinkan berperang.



Sori udah lama nggak nimbrung, baru sempat baca tulisan panjang anda, baru sadar anda ada nulis ini.
Kesimpulan yg bisa diambil:
1. Berarti ini sama saja dengan pemaksaan


Kayaknya beda sama paksaan dech...
Jelas dalam al-Quran "Laa ikraha fiddien" (tiada ikraha (paksaan) dalam ber dien). Perlu difahami bersama bahwa yang dimaksud dengan dien itu tidak bisa diartikan AGAMA. Karena Dien itu mencakup ideologi, sistem, manhaj, ibadah, muamalah, atau secara singkat bisa diartikan sistem kehidupan. Jadi Allah tidak memaksaan setiap manusia untuk berideologi apapun, beragama apapun, bersistem apapun, tapi satu hal yang pasti adalah tidak ada dien yang diridhai oleh-Nya selai Islam. Innadiena 'indallahil Islam (tidak ada dien (yang diterima) di sisi Allah (bisa diartikan juga "oleh Allah") selain Islam.
Namun, kondisi "wajib" masuk Islam adalah ketika Islam sudah sempurna dalam syariatnya. Atau ketika nanti sudah berdirinya KHILAFAH ISLAMIYAH. Itupun tidak ada pemaklsaan, artinya bisa memilih untuk tetap pada agamanya, asalkan membayar jizyah. Lalu bagaimana jika tidak mampu membayar jizyah???
Pilihannya 2: Masuk Islam atau tetap dalam agamanya dengan syarat TIDAK MENGGANGGU ATAU MEMERANGI UMMAT ISLAM !!!

2. Aksi aksi terorisme (pemboman bali, kasus WTC di Amerika, bom bunuh diri yg marak di eropa dan kawasan israel-palestina) ini bisa dibenarkan donk menurut Islam, soalnya:
a. Target penyerangan tidak masuk islam (denger denger katanya Osama Bin Laden ada ngajak barat masuk islam kan, ada videonya lagi)
b. Target penyerangan tidak tunduk pada syariah islam
c. Berarti Allah mengizinkan perang (karena kurang dana dan perlengkapan, dipergunakanlah taktik-taktik gerilya)


Saya belum berani mengeluarkan fatwa, tapi Syeikh 'Aidh Al-Qarni dan Syeikh Yusuf al-Qaradhawi berfatwa:
Bom syahid bagi orang2 yang tertindas di Palestina, Irak, Libanon, Afghan atau di mana pun disahkan dalam Islam karena kondisi wilayah yang dalam peperangan dan ummat Islam mengalami penjajahan dan penyiksaan. Upaya pertahanan harus dilakukan dengan cara apapun !!!
Namuin, jika kondisi ini kita lihat terkait dengan pengeboman BAli dan lain sebagainya di wilayah yang dama dan tidak ada peperangan tidak bisa dibenarkan namun tidak juga sepatutnya menyalahkan secara total. Kita bisa bertanya terlebih dahulu. Koq bisa ya mereka berbuat seperti itu??
Jawabannya adalah karena mereka sebagian besar adalah "alumni: perang afghan yang tiap harinya melihat berbagai penyiksaan dan penindasan yang dilakukan kafir-harbi terhadap ummat Islam, kondisi ini memengaruhi kondisi psikologis mereka apalagi dengan tegas pemerintah RI melarang warga Indonesia untuk membantu saudara2nya di negeri sana. Akhirnya setelah mereka kembali, mereka hanya ingin menu8njukkan simpati terhadap saudaranya. Jadilah mereka melakukan aksi2 seperti itu, walaupun bukan tidak mungkin ada pihak ketiga yang menunggangi aksi2 tsb dengan memanfaatkan kondisi psikologis mereka tadi. Namun, tetap CARA yang mereka lakukan TIDAK BISA DIBENARKAN SECARA SYARIAH (tapi mereka bukan dan tidak menjadi kafir !!!) Sedanngkan untuk kasus WTC, itu kan masih kontroversi jadi jangan dulu mengambil kesimpulan atas premis2 yang belum bisa dijadikan sebagai fakta.
Satu hal yang harus kita fahami bersama adalah saat ini belum ada KHILAFAH. Jadi tisdak ada yang berhak untuk mengajak tunduk dalam Sayriah Islam (dalm hal ini pemerintahan) namun jika mengajak untuk memluk Islam itu harus dilakukan karena kami muslimin hanya ingin menebar cahaya di gelapnya dunia. Jika menolak, maka tidak wajib diperangi, bahkan dapat dikatakan Haram untuk memerangi, kecuali non-Islam tersebut memerangi ummat Islam maka itu wajib diperangi.
Allah mengizinkan perang jika memang mereka benar2 memerangi. Adapun proses "ekspansi" da'wah dilakukan ketika Islam telah memiliki KHILAFAH di mana syariat Islam telah diterapkan secara Syaanil mutakamil.

Jadi, ini kan yang dipercayai ama organisasi Al-Qaeda, Jemaah Islamiyah, dan kelompok teroris lainnya macem Hezbollah.


Mungkin aja.. Tapi saya bukan bagian dari salah satu organisasi tersebut dan pemahaman saya tentang da'wah dan jihad adalah kurang lebih seperti yang sudah tertulis di atas.

Thank you, akhirnya gua tau degh kenapa ada kasus seperti ini. Rupanya emang dari sononya udah gitu, w kira itu ajaran yg menyimpang.


Kayaknya nggak juga jika memang tafsirannya bener, nggak serem2 amat dech... Ehmm... Untuk referensi bagaimana pola da'wah yang benar (ternasuk jihad) coba baca kitab Fiqh Da'wah karya Syeikh Musthafa Masyhur, tapi sulit untuk mencari bahasa aslinya, klo terjemahannya banyak, tapi diuterjemahkan dengan bahasa sehari2 Indonesia, insya Allah cukup membantu untuk memahami bagaimana da'wah itu seharusnya. Baca juga buku BUKAN, Tapi perang terhadp Islam.


Bisa dijadikan referensi nih...


Silahkan ...
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Thu Feb 01, 2007 7:20 am

To: midgard

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:
To Midgard:
Kayaknya semuanya udah kejawab di faithfreedomwatch, jadi tinggal browse ke situ aja. Tapi mengenai YHVH, sepengetahuan saya artinya adalah satu-satunya Ilaah alias satu-satunya Elohim yang berarti sama dengan ALLAH yang juga berarti sama.



yg saya tanyakan adalah nama, bukan menyimpulkan dari macam2x ...
ada enggak nama tsb ?


saya bilang, Presiden Indonesia sekarang, tahun 2007, adalah wanita pertama yg menjadi presiden (alias si mega)
anda bilang SBY ...
kesimpulannya: si SBY itu wanita ?

hanya krn saya (atau anda) bilang sesuatu, belum mesti itu benar ...


Yup, nama itu kadang bisa berubah di berbeda tempat. Contohnya adalah Yusuf-Josef, Isa-Yesus, Yahya-Johanes, Maria-Maryam, Ibrahim-Abraham, Hawa-Eva, Hajjar-Hagar, Nuh-Noah, Musa-Moses, YHVH-Allah. Itu yang saya fahami dan saya (maaf)kurang memahami logika yang diberikan tentang SBY dan mega. Satu hal yang pasti walaupun memang setiap perkataan tidak selalu benar adalah setiap kebenaran itu pasti tetap dianggap kebenaran di mana pun berada. Contoh siapa yang bilang klo membunuh adalah perbuatan bijak??? Islam??? TIDAK !!!! Membunuh tanpa sebab adalah KEJAHATAN. Namun, apakah anda pernah berfikir apa yang akan anda lakukan jika ibu/saudai anda/bibi anda diperkosa lalu kemudian dibunuh secara keji??? Apa yang akan anda lakukan kepada pelakunya. Maka Islam menjawabnya: Pelakunya harus dirajam!!! Karena untuk menebus perbuatannya, kecuali keluarga korban memaafkannya, maka pelaku hanya dikenakan jizyah sebagai "obat" bagi keluarga korban.
Siapa juga yang menyatakan Cinta atau Kasih Sayang sebagai kejahatan pasti dianggap GILA. Artinya, kebenaran itu tetap ada walupun namanya mungkin berbeda... Al-Haq-Truth-Kebenaran
Dan siapapun yang bilang presiden tahun 2007 itu perempuan pasti disebut SALAH. Yang bener itu SBY dan SBY itu laki2. Sedangkan presiden perempuan itu sebelum SBY. Sebelum 2007. Yaitu 2001-2005.

Quote:

Mohon koreksi klo salah.
Dan yang tentang Rigvedic saya tahu dari seorang BRAHMANA yang masuk Islam di Jatianangor. Beliau masuk Islam karena beberapa hari akan diangkat jadi kepala wilayah Hindu di JawaBarat bermimpi bertemu dengan orang Shaleh yang mengajarkan kebenaran AHAD (artinya satu: ALLAH). Akhirnya beliau masuk Islam dan kembali ke Bandung (beliau orang Bandung) tapi kabar terakhir itu katanya sekarang beliau sedang diburu untuk dibunuh oleh beberapa pimpinan Hindu termasuk ayah angkatnya sendiri yang saat ini menjabat sebagai kepala wilayah (pemangku adat) di Jawa Barat.


ttg hindu, saya enggak begitu tahu ... tapi, ada enggak ajaran untuk membunuh murtadin ?

selalu aja ada pendeta yg pindah islam, kiai pindah kristen, hindu pindah ... kemana gitu ...

enggak bisa membuktikan bahwa agama itu bener ...


Yang bisa membuktikan sebuah agama adalah benar dengan membandingkan ISI AJARANNYA dengan akal yang sehat. Silahkan bandingkan sendiri, syariah siapa yang paling lengkap. Inget, Islam itu bukan (sekedar)agama tapi ia merupakan Dien yang sempurna. Adakah ajaran lain yang mengajarkan cara masuk toilet (Islam mengaturnya lewat Quran dan diperjelas dengan Sunnah). Sumber Sistem Kehidupan yang begitu mulia: Famayya'mal-mitsqaala dzarrah syarrayyarah, wamayya'mal-mitsqaala dzarrah syarrayyarah. (Kebaikan dan keburukan sebesar dzarrah pun dipertanggung jawabkan) itulah Islam. Spertinya nggak ada satu ideologi pun di dunia ini yang begitu kompleks. Apakah ada?? Klo ada tunjukkan, saya akan membandingkan dengan Islam dan memang jika terbukti lebih sempurna.. Mengapa Tidak???~~~


ttg ayat di bawah, saya ingin mencantumkan semua, tapi terlalu panjang, signature tidak mengijinkan ...

saya baca mulai dari, dan interpretasi saya ...
(yg sebelumnya, cuma mengkritik agama sebelumnya)
98 siksaan allah itu berat ... jadi, ikuti perintahnya ... allah maha pengampun, kalau kamu dulu enggak ngikuti, sekarang ngikuti, bakal di ampuni ...
99 muhammad cuma nyampaiin ... dia enggak tahu apa yg ada di hatimu ...
100 kalau kamu berbuat 'baik', spt yg di tulis di quran, kamu dapat pahala ...
101 hush jangan tanya dulu ... (kapan njelasinnya ?)
dulu, elu tanya, ok-lah, tapi jangan lagi ...
102 kalau tanya, nanti kamu malah jadi tidak percaya ... (belajar dari yg lalu, krn banyak tanya, mereka malah tidak percaya)
baca lagi 98, di mana siksaan allah untuk yg enggak percaya itu berat ... dan 100 untuk pahala ...
103 pokoknya, kalau ada yg lain dng apa yg di bilang oleh kafir, kafir yg salah ...
mereka aja yg enggak tahu ...
104 di suruh ikut ... kok malah pakai alasan ngikuti ajaran yg dulu ...
105 iya, nanti allah nerangin ...


Maaf saya kurang faham yang di atas itu surat atau ayat?? Surat berapa ayat berapa?? Supaya lebih jelas. Ntar saya baca langsung dari bahasa Arabnya. Soalnya dengan terjemahan seperti itu saya benar2 kurang faham. Tapi, klo liat terjemahan, liat juga asbabun-Nuzul Ayat itu (sejarah turunnya ayat). Atau liat ayat2 yang berhubungan di surat yang lainnya, liat juga beberapa ayat sebelum atau sesudahnya yang masih berhubungan. Hubungan setiap kisah di dalam al-Quran biasanya ditandai dengan huruf 'ain yang ditulis di atas ayatnya. Namun sebagian mushaf tisdak mencantumkannya.

Namun yang saya fahami dari "tidak boleh bertanya" adalah pertanyaan2 seperti yang diucapkan oleh bani Israel kepada Musa diwaktu Allah memerintahkan untuk menyembelih sapi betina. Atau pertanyaan2 yang tidfak mendapatkan manfaat ketika kita mengetahuinya serta kita tidak rugi jika kita tidak tahu. Misalnya adalah memeprtanyakan secara detail wajah Allah. Ummat Islam hanya akan menjawab "berbeda dengan makhluq-Nya" serta "lebih indah dari apa yang terbayang dalam benak kita semua".

Muhammad memang tidak tahu isis hati manusia, diakan manusia biasa. Sama seperti kita. Yang tau hanya Allah SWT.
Siksaan Allah memang berat bagi yang mengingkarinya (setelah datang ilmu kepadannya). Jika belum ada risalah Islam yang datang kepadanya disebut sebagai 'ummi (orang yang belum tahu), masalah di akhiratnya Wallahu a'lam. Allah yang menentukan.

Ummat Islam memang berbuat baik untuk mendapatkan syurga dan ridha-Nya. Inilah keikhlashan dalam Islam, yaitu memurnikan segala niat untuk seluruh aktivitas yang dilakukan hanya berharap syurga dan ridha-Nya, menghilangkan keinginan untuk mendapatkan eksistensi duniawi. Itulah makna Ikhlash dalam Islam.

Islam itu (seperti yang saya jelaskan) memang kelanjutan dan penyempurna ajaran terdahulu.
Iya, nanti Allah jelaskan semuanya di akhirat kelak, namun hanya bagi orang2 yang yakin.


di sini, ayat2x ini membuat orang untuk mengikuti muhammad dng buta, krn:
- takut siksaan allah ( 98 )
- muhammad hanya dapat dari allah - kalau dia tidak bisa njawab, maklum (99)
- ada pahala berbuat baik ... (100)
- jangan tanya sekarang, kalau tanya ... (101)
- nanti kamu malah tidak percaya (102)
- pokoknya, yg berlawanan dng ini adalah salah ... (103)
tapi, jangan tanya ...

sorry, agak tergesa2x menulis ...

kesimpulan ... jangan tanya ...
silahkan menjelaskan ... thanks


Kalo mengerjakan berdasarkan pengetahuan terhadap Quran dan Sunnah dalam Islam tidak bisa disebut taklid buta, karena dua syarat diterimanya Ibadah adalah 1. Ikhlash 2. Ittiba' bukan Ibtida (mengikuti Rasul bukan mengada2kan)

Yup yang nggak boleh bertanya adalah pertanyaan2 yang membuat kita ragu atas ekssitensi kebenaran Islam, tapi jika untuk meyakinkan tidak apa2. Satu hal adalah "jangan bertanya" tentang hal2 yang kita belum mengetahui seutuhnya. Ketika belajar Islam memang ada hal2 seperti itu karena untuk menjaga keyakinan, karena belum saatnya. Dalam Islam ada istilah bertahap dalam belajar.
Saya pun kerap kali bertanya pada ustadz2. Namun dijawab dengan singkat lalu bilang "nanti ada saatnya" dan seiring dengan berjalannya waktu hal itu terjawab dengan sendirinya.

Karena pengetahuan ajaran Islam itu berbanding lurus dengan kewajiban. Jika kita sudah tahu, maka kita wajib melaksanakan. Artinya semakin banyak tahu maka beban pun semakin bertambah. Jadi, untuk antisipasi dari banyaknya beban adalah menunda jawaban.

Dan memang yang berlawanan dengan Islam adalah salah. Itu adalah konsekwensi dalam ber-Islam. Namun bertentangan dari sisi 'aqidah dan muslimin hanya tegas dalam 'aqidah. Dalam muamalah tidak sepertib itu. Selama bisa menjaga 'aqidah maka kita muslimin pun wajib untuk berbaur termasuk ilmu pengetahuan dan sebagainya.
"Tapi jangan tanya" --> Surat apa ayat berapa???

Yup, saya sudah menjelaskan, silahkan untuk berdiskusi kembali, saya tunggu....
Last edited by Hudzaiyfah al-Fadhliy on Thu Feb 01, 2007 7:38 am, edited 1 time in total.
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Thu Feb 01, 2007 7:23 am

Saya lanjutin dulu ya...

Untuk memahami tauhid asmaa wa sifat, kita harus senantiasa berpegang teguh pada al-Quran dan as-Sunnah serta pada pendapat para ulama salafush-Shalih. Karena banyak perbedaan pendapat yang menimbulkan firqah baru. Sebagai firqah ahlusSunnah, maka sudah sewajarnya kita berpegang teguh pada pendapat ulama salafush-Shalih seperti Imam Ahmad ibn. Hanbal, Imam Tbnu Taiymiyah, Muhammad ibn. Abdul Wahhab dan lainnya. Sebagian besar ‘ulama ahlusSunnah sepakat untuk menetapkan 13 (beberapa ulama menyebutkan 20, namun tidak bertentangan satu sama liannya) sifat wajib bagi Allah Al-Khaliq Rabb al-‘alamiin dan sifat mustahil dengan jumlah yang sama selain dari nama-nama yang menggambarkan sifat-Nya dalam asmaa al-Husna. Sifat-sifat tersebut adalah wujud (ada), qidam (terdahulu), baqa’ (kekal abadi), mukhalafatu lil hawadits (berbeda dengan makhluq), qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri), wahdaniyat (esa), qudrat (Maha Kuasa), iradah (Berkehendak), ilmu (Maha Tahu), hayat (Maha Hidup dan Menghidupkan), sama’ (Maha Mendengar), bashar (Maha melihat), kalam (Berbicara). Sedangkan sifat-sifat yang mustahil bagi Allah Al-Khaliq adalah lawan-lawan (antonim) dari sifat-sifat wajib-Nya. Begitu rasional dan tidak bertentangan dengan akal. Maka, jika Tuhan memiliki anak yang diturunkan ke dunia untuk menebus dosa manusia dengan kematiannya hanya sebuah dongeng kaum Pagan yang sengaja disusupkan ke dalam ajaran Nashara yang hanif.
Dalil tentang sifat Allah bisa dilihat di QS. Ar-Ra’du: 2-4, Al-Mu’minun: 78-80, Al-Hadid: 3, Al-Qashash: 8, Al-Ikhlash: 1-4, Fathir: 15, An-Nahl: 51-53, Al-Anbiyaa: 21-25, An-Naml: 59-64, Al-Hajj, 5-7, Qaaf: 38, An-Nuur: 43-45, Al-Israa: 16, Yaasin: 82, Al-Insan: 30, Saba’: 1-2, Luqman: 16, Al-Mujaadilah: 7, Yunus: 61, Ali-‘Imraan: 1-4, Al-Mu’min: 64-65, Al-‘Alaq: 9-14, Thaaha: 43-46, An-Nisaa: 164, Al-Baqarah: 75, dan lainnya.
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby midgard » Fri Feb 02, 2007 10:40 am

hampir kelewatan ...

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Yup, nama itu kadang bisa berubah di berbeda tempat. Contohnya adalah Yusuf-Josef, Isa-Yesus, Yahya-Johanes, Maria-Maryam, Ibrahim-Abraham, Hawa-Eva, Hajjar-Hagar, Nuh-Noah, Musa-Moses, YHVH-Allah. Itu yang saya fahami dan saya (maaf)kurang memahami logika yang diberikan tentang SBY dan mega.


hanya krn anda bilang, oknum yg menciptakan dunia namanya ini, menciptakan semuanya, bukan berarti otomatis sama ... krn sifat2x-nya gini & gitu berbeda dng yg orang Kristen katakan ...

bisa saja, saya salah, bisa aja anda salah ...

kembali pada pertanyaan saya ... Elohim, sama dng allah ... udah pernah di bahas ...
tapi, YHVH, ... lain sekali dng allah ...

jadi, jangan pakai alasan, krn allah sama, maka apapun sebutannya, ya ... pasti oknum-nya yg sama ...

Yang bisa membuktikan sebuah agama adalah benar dengan membandingkan ISI AJARANNYA dengan akal yang sehat. Silahkan bandingkan sendiri, syariah siapa yang paling lengkap. Inget, Islam itu bukan (sekedar)agama tapi ia merupakan Dien yang sempurna. Adakah ajaran lain yang mengajarkan cara masuk toilet (Islam mengaturnya lewat Quran dan diperjelas dengan Sunnah). Sumber Sistem Kehidupan yang begitu mulia: Famayya'mal-mitsqaala dzarrah syarrayyarah, wamayya'mal-mitsqaala dzarrah syarrayyarah. (Kebaikan dan keburukan sebesar dzarrah pun dipertanggung jawabkan) itulah Islam. Spertinya nggak ada satu ideologi pun di dunia ini yang begitu kompleks. Apakah ada?? Klo ada tunjukkan, saya akan membandingkan dengan Islam dan memang jika terbukti lebih sempurna.. Mengapa Tidak???~~~


kecuali anda bisa menerima hadist yg sahih secara 100% (ya, di kurangi yg bertentangan dng quran), sebenarnya berapa sih, yg di atur di quran ?
soalnya, kalau hadist aja, anda masih bingung mana yg benar, mana yg salah, mana yg di ikutin coba ? yg anda suka ? yg anda enggak suka ? yg mayoritas suka ?


syairah lia eden yg paling lengkap ...

... atau, syairah saya dah ...
ada enggak aturan, gimana megang mouse komputer ? hayo !
... ajaran gimana nyalain TV (posisi badan) ... apa yg perlu di ucapkan sblm masukkin makanan ke microwave ... selesai main game komputer, harus ngomong apa coba ? apa yg perlu di ucapkan, kalau tidak sengaja menelan odol ?
syairah saya ada nih, aturan gini2x-an :)
gimana dng islam ? "Mengapa Tidak???~~~"
... kok kurang lengkap sekali sih ? ... atau ... kok terlalu umum sih aturannya (kurang kompleks) ? ... atau ... kok kuno banget sih ?


logikanya, agama ciptaan saya yg paling benar dong!
elu ngomong apa aja dah, dlm hitungan menit, saya akan ciptain aturan yg mengatur itu semua ...
moga2x, saya bisa ingat semua ciptaan saya ini, shg tidak ada kontradiksi :)


sorry, perlu saya bilang, LUCU kalau anda mengira, kelengkapan aturan suatu agama bisa di jadikan patokan itu benar atau salah ...
... aturan itu sendiri, tidak bisa di nilai benar apa tidak ...
... masuk toilet ... kalau ngucapin subanah ... atau apapun, apa bisa lebih lancar di toilet ? bisapun, itu cuma psychologi doang ! spt pil plecibo ...

kalau anda tidak mengucapkan, andapun pasti akan merasa ada yg kurang ... krn itu udah kebiasaan ...
coba aja, memasukkan kaki (yg biasa masuk nomer 2) ke celana ... ada yg kurang gitu rasanya ...


yuk, masuk agama yg lebih lengkap (yg menurut anda lebih benar), yaitu agama ciptaan saya :) :) :)

Maaf saya kurang faham yang di atas itu surat atau ayat?? Surat berapa ayat berapa?? Supaya lebih jelas. Ntar saya baca langsung dari bahasa Arabnya. Soalnya dengan terjemahan seperti itu saya benar2 kurang faham. Tapi, klo liat terjemahan, liat juga asbabun-Nuzul Ayat itu (sejarah turunnya ayat). Atau liat ayat2 yang berhubungan di surat yang lainnya, liat juga beberapa ayat sebelum atau sesudahnya yang masih berhubungan. Hubungan setiap kisah di dalam al-Quran biasanya ditandai dengan huruf 'ain yang ditulis di atas ayatnya. Namun sebagian mushaf tisdak mencantumkannya.


sorry, maksud saya, itu interpretasi saya ttg 5:98-105 (ayat2x di sekitar ayat 101-102 yg saya kira relevan)

Namun yang saya fahami dari "tidak boleh bertanya" adalah pertanyaan2 seperti yang diucapkan oleh bani Israel kepada Musa diwaktu Allah memerintahkan untuk menyembelih sapi betina. Atau pertanyaan2 yang tidfak mendapatkan manfaat ketika kita mengetahuinya serta kita tidak rugi jika kita tidak tahu. Misalnya adalah memeprtanyakan secara detail wajah Allah. Ummat Islam hanya akan menjawab "berbeda dengan makhluq-Nya" serta "lebih indah dari apa yang terbayang dalam benak kita semua".


yg saya fahami, muhammad mencatut nama Musa, dan dari sana, dia mengambil kesimpulan, jangan tanya, nanti spt kaumnya Musa, yg gara2x tanya, jadi enggak percaya ...

nakut2x-in dng membuat cerita yg enggak pernah terjadi ...

memang, ada pertanyaan-2x yg kita tidak bisa nangkep, yaitu seputar existansi dari makluk yg tidak ada duanya ...
... tapi, 5:101 itu scr umum ...

saya bisa menerima, kalau quran cuma bilang, ... hush, jangan tanya akan dzat allah ...

Muhammad memang tidak tahu isis hati manusia, diakan manusia biasa. Sama seperti kita. Yang tau hanya Allah SWT.
Siksaan Allah memang berat bagi yang mengingkarinya (setelah datang ilmu kepadannya). Jika belum ada risalah Islam yang datang kepadanya disebut sebagai 'ummi (orang yang belum tahu), masalah di akhiratnya Wallahu a'lam. Allah yang menentukan.

Ummat Islam memang berbuat baik untuk mendapatkan syurga dan ridha-Nya. Inilah keikhlashan dalam Islam, yaitu memurnikan segala niat untuk seluruh aktivitas yang dilakukan hanya berharap syurga dan ridha-Nya, menghilangkan keinginan untuk mendapatkan eksistensi duniawi. Itulah makna Ikhlash dalam Islam.

Islam itu (seperti yang saya jelaskan) memang kelanjutan dan penyempurna ajaran terdahulu.
Iya, nanti Allah jelaskan semuanya di akhirat kelak, namun hanya bagi orang2 yang yakin.


lain dng nabi2x asli ...
di beri tahu oleh Tuhan, isi hati manusia ...
di beri tahu oleh Tuhan, gimana menjawab setiap pertanyaan orang ... bukan menghindar dng jawaban yg ... emmm ...

Kalo mengerjakan berdasarkan pengetahuan terhadap Quran dan Sunnah dalam Islam tidak bisa disebut taklid buta, karena dua syarat diterimanya Ibadah adalah 1. Ikhlash 2. Ittiba' bukan Ibtida (mengikuti Rasul bukan mengada2kan)

Yup yang nggak boleh bertanya adalah pertanyaan2 yang membuat kita ragu atas ekssitensi kebenaran Islam, tapi jika untuk meyakinkan tidak apa2. Satu hal adalah "jangan bertanya" tentang hal2 yang kita belum mengetahui seutuhnya. Ketika belajar Islam memang ada hal2 seperti itu karena untuk menjaga keyakinan, karena belum saatnya. Dalam Islam ada istilah bertahap dalam belajar.
Saya pun kerap kali bertanya pada ustadz2. Namun dijawab dengan singkat lalu bilang "nanti ada saatnya" dan seiring dengan berjalannya waktu hal itu terjawab dengan sendirinya.

Karena pengetahuan ajaran Islam itu berbanding lurus dengan kewajiban. Jika kita sudah tahu, maka kita wajib melaksanakan. Artinya semakin banyak tahu maka beban pun semakin bertambah. Jadi, untuk antisipasi dari banyaknya beban adalah menunda jawaban.


di quran, banyak yg menyatakan / menganjurkan (implicit) iman buta, pada muhammad ... atau dlm hal ini allah, ... yg cuma ngomong sama muhammad ...

yg saya ingat, di luar kepala (sorry, belum sempat cari ayat):
- perang itu baik bagimu, meskipun kamu tidak suka ...
- allah tahu firman yg di turunkan ... mana yg perlu di nasikh ... dsb ...

berapa banyak jawaban orang waktu itu yg belum terjawab oleh muhammad ?

Dan memang yang berlawanan dengan Islam adalah salah. Itu adalah konsekwensi dalam ber-Islam. Namun bertentangan dari sisi 'aqidah dan muslimin hanya tegas dalam 'aqidah. Dalam muamalah tidak sepertib itu. Selama bisa menjaga 'aqidah maka kita muslimin pun wajib untuk berbaur termasuk ilmu pengetahuan dan sebagainya.
"Tapi jangan tanya" --> Surat apa ayat berapa???

Yup, saya sudah menjelaskan, silahkan untuk berdiskusi kembali, saya tunggu....


5:101 ...
... jangan menanyakan ...

emang, saya potong ...
... potongannya, ... nanti akan di jelasin ...
tapi, kapan bakalan di jelasin ... gimana kalau udah keburu mati ? masih banyak utang jawaban, gimana nih ?
... atau, yg gampang2x aja yg di jawab, yg sulit2x, ... ya, nanti lah ... kalau lagi ketemu jawaban yg masuk akal baru njawab ...
User avatar
midgard
 
Posts: 1610
Joined: Fri Jun 30, 2006 7:33 am

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Sat Feb 03, 2007 6:25 am

To: Midgard

hanya krn anda bilang, oknum yg menciptakan dunia namanya ini, menciptakan semuanya, bukan berarti otomatis sama ... krn sifat2x-nya gini & gitu berbeda dng yg orang Kristen katakan ...

bisa saja, saya salah, bisa aja anda salah ...

kembali pada pertanyaan saya ... Elohim, sama dng allah ... udah pernah di bahas ...
tapi, YHVH, ... lain sekali dng allah ...

jadi, jangan pakai alasan, krn allah sama, maka apapun sebutannya, ya ... pasti oknum-nya yg sama ...

Jika anda masih berpandangan seperti ini saya sulit untuk menemukan titik temu di antara kita, namun satu hal yang pasti ketika kita benar2 mencari kebenaran yang sejati. Jangan sampai kita terus2 berputar di dalam lingkaran pencarian sehingga kehidupan ataupun peradaban yang kita bangun adalah peradaban pencarian seperti peradaban BARAT yang beranggapan mencari kebenaran itu lebih penting daripada kebenaran itu sendiri. Mungkin pembahasan mengenai hal ini akan sulit mengerucut, jadi kita yakini saja pendapat kita masing2. Saya yakin bahwa Allah adalah Al-Khaliq (Sang PEncipta) sama seperti orang Yahudi yang meyakini YHVH sebagai pencipta. Kenapa? Karena pada dasarnya Islam memang membenarkan dan menyempurnakan ajaran dalam Taurat dan Injil yang tersusun kembali dalam Al-Quran dan dijelaskan secara lebih detail lewat Sunnah (Hadits2 Shahih).
Jika Anda bilang kesamaan nama ataupun sifat itu tidak menunjukkan persamaan oknum, maka, ada berapa Al-Khaliq di dunia ini???
Karena seperti yang saya sebutkan (dalam isi materi) nama Allah itu adalah penisbatan dari kesempurnaan Iman, dari kata Ilaah, Allah itu berarti satu2nya Ilaah dan kita sudah sepakat akan hal itu. Jika Ummat Islam berkata Allah itu tidak sama dengan Tuhan Bapaknya Kristen itu dikarenakan sifatnya. Islam menolak sifat ketuhanan yang diberikan Kristen (seperti mempunyai anak, kecewa, sedih, menyesal, dsbg) Karena Allah itu Maha Sempurna, tidak memiliki sifat2 buruk yang dimiliki oleh makhlukNya, karena Dia adalah Al-Khaliq bukan Makhluq. Dan persamaan Tuhan ummat Islam itu memang bukan dengan orang Kristen tapi dengan Nashrani yang hanif (contohnya Waraqah bin Naufal).
Begitupun dengan Yahudi. Ketika Yahudi "menamai" tuhannya dengan sebutan YHVH itu juga karena penisbahannya kepada Al-Khaliq yang berarti satu2nya Ilaah. Intinya Ummat Islam itu menyembah Al-Khaliq (Sang Pencipta) yang telah menciptakan ALngit, Bumi dan seisinya yang kami ummat Islam menyebutnya Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Quran "Allahulladzi khalaqassamawati wal ardhi..." (Allah yang menciptakan langit dan bumi atau Allah adalah Al-Khaliq dari Langit dan Bumi).

kecuali anda bisa menerima hadist yg sahih secara 100% (ya, di kurangi yg bertentangan dng quran), sebenarnya berapa sih, yg di atur di quran ?
soalnya, kalau hadist aja, anda masih bingung mana yg benar, mana yg salah, mana yg di ikutin coba ? yg anda suka ? yg anda enggak suka ? yg mayoritas suka ?


syairah lia eden yg paling lengkap ...

... atau, syairah saya dah ...
ada enggak aturan, gimana megang mouse komputer ? hayo !
... ajaran gimana nyalain TV (posisi badan) ... apa yg perlu di ucapkan sblm masukkin makanan ke microwave ... selesai main game komputer, harus ngomong apa coba ? apa yg perlu di ucapkan, kalau tidak sengaja menelan odol ?
syairah saya ada nih, aturan gini2x-an Smile
gimana dng islam ? "Mengapa Tidak???~~~"
... kok kurang lengkap sekali sih ? ... atau ... kok terlalu umum sih aturannya (kurang kompleks) ? ... atau ... kok kuno banget sih ?


logikanya, agama ciptaan saya yg paling benar dong!
elu ngomong apa aja dah, dlm hitungan menit, saya akan ciptain aturan yg mengatur itu semua ...
moga2x, saya bisa ingat semua ciptaan saya ini, shg tidak ada kontradiksi Smile


sorry, perlu saya bilang, LUCU kalau anda mengira, kelengkapan aturan suatu agama bisa di jadikan patokan itu benar atau salah ...
... aturan itu sendiri, tidak bisa di nilai benar apa tidak ...
... masuk toilet ... kalau ngucapin subanah ... atau apapun, apa bisa lebih lancar di toilet ? bisapun, itu cuma psychologi doang ! spt pil plecibo ...

kalau anda tidak mengucapkan, andapun pasti akan merasa ada yg kurang ... krn itu udah kebiasaan ...
coba aja, memasukkan kaki (yg biasa masuk nomer 2) ke celana ... ada yg kurang gitu rasanya ...


yuk, masuk agama yg lebih lengkap (yg menurut anda lebih benar), yaitu agama ciptaan saya Smile Smile Smile


Yang diatur oleh Quran itu semua, dan diperjelas dengan Sunnah, jika tidak ditemukan dalam Quran maka hukum selanjutnya yang digunakan adalah Ijma' (kesepakatan para shahabat ataupun ulama) jika tidak ada maka diperbolehkan untuk berijtihad dengan Qiyas (yaitu menetapkan hukum berdasarkan Quran dan Sunnah dengan mengambil contoh peristiwa yang pernah terjadi dan relevan dengan peristiwa yang akan dijadikan objek untuk ditetapkan hukumnya). Contohnya megang mouse atau duduk di depan komputer. Jangan salah.. Islam itu mengatur. Pertama adalah.. Islam menyuruh ummatnya menjaga kesehatan, ini bisa diqiyaskan dengan ayat Quran yang menyuruh makan dengan makanan yang halal dan thayyib (bergizi) atau dengan menyurh manusia untuk beristirahat ketika lelah atau untuk menyuruh manusia untuk berolahraga, berarti posisi duduk dan cara memegang mouse yang benar adalah yang tidak mengganggu kesehatan, dan kita sudah mengetahui bersama bukan. misalnya duduk tegak tidak membungkuk serta selalu menjaga kebersihan mouse atau keyboard karena dalam Sunnah dinyatakan kebersihan meruapakan bagian dari Iman.
Begitupun untuk menatap monitor komputer, jika mengganggu kesehatan maka hukumnya bisa makruh bahkan HARAM. Mengenai berapa hadits shahih yang dipakai. Saya menjawab semuanya. Yaaaa.... Semua hAdits Shahih bisa dipakai ketika tidak bertentangan dengan "matan" al-Quran (isi pokok dari Quran). Kalau aturan2 bacaan, itu sangat sederhana. Islam mengatur awali segala perbuatan dengan BASMALLAH dan akhiri dengan HAMDALAH. Cukup dengan bacaan seperti itu. Jika terkena musibah INNA LILLAH, melihat sesuatu yang menakjubkan MASYA ALLAH atau SUBHANALLAH, ketika melakukan kesalahan ASTAGHFIRULLAH. Mau nyalain TV berarti basmallah, selesai dari komputer Hamdalah, nggak sengaja nelen odol, innalillah, apalagi???
Masalahnya juga bukan semata2 lengkap tapi tidak bermakna. Tapi juga lengkap dan bermakna. Lengkap dan memang memiliki hikmahnya. Misalkan adalah ketika mau minum. Mengapa harus baca basmalah?? Mengapa nggak boleh bernafas di atas gelas atau bejana?? Itu kan memang sesuai dengan logika kesehatan. Udah baca THE TRUE POWER OF WATER kan???
Atau hal lainnya. Sunnah mengajarkan untuk makan buah sebelum mekan berat (nasi, dsbg) dan itu yang memang sesuai dengan kesehatan. Saya pun pernah mendapatkan info tersebut dari guru SMA saya. Tapi, masih banyak orang yang makan makanan berat dulu baru makan buah. Islam sudah mengaturnya. Atau supaya nggak panjang lebar di sini baca deh Buku "HIDUP SEHAT CARA NABI".

Quote:

Maaf saya kurang faham yang di atas itu surat atau ayat?? Surat berapa ayat berapa?? Supaya lebih jelas. Ntar saya baca langsung dari bahasa Arabnya. Soalnya dengan terjemahan seperti itu saya benar2 kurang faham. Tapi, klo liat terjemahan, liat juga asbabun-Nuzul Ayat itu (sejarah turunnya ayat). Atau liat ayat2 yang berhubungan di surat yang lainnya, liat juga beberapa ayat sebelum atau sesudahnya yang masih berhubungan. Hubungan setiap kisah di dalam al-Quran biasanya ditandai dengan huruf 'ain yang ditulis di atas ayatnya. Namun sebagian mushaf tisdak mencantumkannya.



sorry, maksud saya, itu interpretasi saya ttg 5:98-105 (ayat2x di sekitar ayat 101-102 yg saya kira relevan)

Iya, saya juga sudah baca dan memang hal itu berkaitan dengan 'aqidah, artinya hal2 pokok yang menjadi dasar bagi Islam.

Quote:

Namun yang saya fahami dari "tidak boleh bertanya" adalah pertanyaan2 seperti yang diucapkan oleh bani Israel kepada Musa diwaktu Allah memerintahkan untuk menyembelih sapi betina. Atau pertanyaan2 yang tidfak mendapatkan manfaat ketika kita mengetahuinya serta kita tidak rugi jika kita tidak tahu. Misalnya adalah memeprtanyakan secara detail wajah Allah. Ummat Islam hanya akan menjawab "berbeda dengan makhluq-Nya" serta "lebih indah dari apa yang terbayang dalam benak kita semua".


yg saya fahami, muhammad mencatut nama Musa, dan dari sana, dia mengambil kesimpulan, jangan tanya, nanti spt kaumnya Musa, yg gara2x tanya, jadi enggak percaya ...

nakut2x-in dng membuat cerita yg enggak pernah terjadi ...

memang, ada pertanyaan-2x yg kita tidak bisa nangkep, yaitu seputar existansi dari makluk yg tidak ada duanya ...
... tapi, 5:101 itu scr umum ...

saya bisa menerima, kalau quran cuma bilang, ... hush, jangan tanya akan dzat allah ...

Coba baca lagi dengan lebih lengkap , kalau nggak salah ada kalimat "'An asy-yaa a intubda lakum tasu'kum" artinya "...yang jika diterangkan kepadamu maka akan menyusahkan kamu". Jelas kan? Itu memang merujuk kepada kisah Bani Israel tentang Sapi Betina, bukan mencatut nama Musa, tapi memang mengambil pelajaran dari kisah tersebut.
Jika Anda memahaminya karena untuk nakut2in dsbg, itu kan persepsi Anda pribadi.

lain dng nabi2x asli ...
di beri tahu oleh Tuhan, isi hati manusia ...
di beri tahu oleh Tuhan, gimana menjawab setiap pertanyaan orang ... bukan menghindar dng jawaban yg ... emmm ...

Tidak segala sesuatu itu harus diketahui oleh seorang Rasul, siapa "nabi2 yang asli" yang Anda maksud???
Semua nabi pun tidak mengetahui hari Akhir, bahkan Jesus yang dianggap Anak Tuhan sekalipun oleh Kristen, begitupun halnya dengan hati. Ini juga yang menjadi keistimewaan dalam Islam. Urusan hati itu urusan Hamba dengan Rabb-Nya. Manusia yang lain tidak berhak mengetahui karena memang tidak akan mendapatkan keuntungan apa2. Toh, keimanan seseorang, atau hati seseorang itu kan tanggung jawab pribadi kepada Allah. Adapun Rasul dan manusia hanya diperintahkan untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Sekali lagi Nabi bukan menghindar tapi mencari kebaikan.
di quran, banyak yg menyatakan / menganjurkan (implicit) iman buta, pada muhammad ... atau dlm hal ini allah, ... yg cuma ngomong sama muhammad ...

yg saya ingat, di luar kepala (sorry, belum sempat cari ayat):
- perang itu baik bagimu, meskipun kamu tidak suka ...
- allah tahu firman yg di turunkan ... mana yg perlu di nasikh ... dsb ...

berapa banyak jawaban orang waktu itu yg belum terjawab oleh muhammad ?

Iman buta yang mana?? Ayat di atas, itu bukan Iman buta, tapi Al-Imanu Amiq (iman yang kokoh) karena itu saya membahas 'Aqidah ketika pertama kali nulis di post ini.
Perang itu baik bagimu walaupun engkau tidak menyukainya. --> Ayatnya lagi2 sepotong. Tapi maksudnya adalah jangan terbawa hawa nafsu dunia untuk takut perang padahal ummat Islam sedang diperangi. Ummat Islam itu harus seperti lebah, senantiasa bermanfaat bagi orang lain, dan ketika diusik, maka akan terus memburu.
Pertanyaan yang belum dijawab Rasul apa aja???

5:101 ...
... jangan menanyakan ...

emang, saya potong ...
... potongannya, ... nanti akan di jelasin ...
tapi, kapan bakalan di jelasin ... gimana kalau udah keburu mati ? masih banyak utang jawaban, gimana nih ?
... atau, yg gampang2x aja yg di jawab, yg sulit2x, ... ya, nanti lah ... kalau lagi ketemu jawaban yg masuk akal baru njawab ...

Dalam pemahaman saya terhadap Islam adalah orang yang belum tahu tidak akan dipertanyakan di akhirat. Titik. Jafi nggak usah khawatir dalam belajar Islam, kan harus bertahap. Mana mungkin bayi dikasih makan Jengkol atau Ikan teri???? Yang namanya bayi ya harus minum ASI sampai tiba saatnya makan bubur, pisang, nasi, baru yang lebih keras dari itu, namun bayi tetap disebut manusia kan???
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Sat Feb 03, 2007 6:32 am

Back to the Lessons...

Yang banyak dipermasalahkan adalah sikap kita terhadap sifat-sifat Allah yang disebutkan dalam al-Quran. Misalnya adalah tafsiran tentang Allah memiliki tangan atau wajah serta Allah ber-istiwaa ataupun berbicara. Maka ‘ulama ahlusSunnah berpendapat mengambil jalan tafwidh, yaitu menyerahkan segala tafsirnya kepada Allah SWT. Artinya menerima dengan apa adanya dan tidak menafsirkan dengan mengambil jalan takhriif, ta’til, takiif, ataupun tasybuh. Jadi, kita dilarang untuk mempertanyakan cara ataupun bentuk dari sifat-sifat Allah. Kita meyakini Allah memiliki tangan namun kita juga yakin bahwa tangan-Nya berbeda dengan makhluk-Nya, begitupun dengan wajah, berbicara, mendengar, ber-istiwaa, dan lainnya.
Hal lainnya adalah tentang keberadaan Allah. Ada beragam paham aliran filsalafat ketuhanan yang secara begitu saja seringkali dianggap bagian dari ‘aqidah Islam. Padahal asalnya adalah logika filsafat yang tidak pernah lahir dari rahim sumber asli ajaran Islam.
Maka, jawaban yang paling orisinal bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah, dan sebaiknya jawaban tersebut tidak keluar dari apa yang secara zahir terdapat pada keduanya. Sebab keterangan dari keduanya itulah yang sebenarnya bisa diterima dan diakui dalam ‘aqidah Islam, jauh dari konsep pemikiran akal manusia. Sebab jawaban kita hanya semata-mata dari keterangan Allah Subhanahu Wata`ala sendiri yang secara formal telah memperkenalkan diri-Nya kepada kita. Jawaban ini adalah jawaban yang bersifat rabbani, jauh dari noda filsafat yang tidak jelas asal muasalnya.
Dalam al-Quran disebutkan bahwa Allah bersemayam di atas ‘arsy dan di langit.
Allah di atas ‘arsy.
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS. Al-Araf : 54)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Yunus : 3)
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan , menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra’d : 2)
Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy .(QS. Thaha : 5)
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy , Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (QS. Al-Furqan : 59)
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy . Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. As-Sajdah : 4)
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Hadid : 4)
Selain itu di dalam Al-Quran Al-Kariem juga ada keterangan bahwa Allah SWT itu ada di langit.
“Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada DI LANGIT bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah meraa aman terhadap Allah yang DI LANGIT bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku”. ( QS Al-Mulk : 16-17).
Selain itu ada hadits dari Rasulullah SAW yang juga menjelaskan tentang dimanakah Allah SWT itu .

Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kasihanilah yang bumi maka kamu akan dikasihani oleh Yang DI LANGIT”. (HR. Tirmiziy).
Namun tentang bagaimana keberadaan Allah SWT di langit dan di asry, kita tidak punya keterangan pasti. Maka kita imani keberadaannya sedangkan teknisnya seperti apa, itu bukanlah sesuatu yang patut dipertanyakan karena pengetahuan tentang itu tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa. Dan bertanya tentang seperti apa teknisnya adalah bid’ah. Ini adalah jawaban paling aman dan inilah yang diajarkan Imam Ahmad ibn. Hanbal kepada kita. Jadi, jawaban-jawaban seperti “Allah ada di mana-mana, Allah ada di hati setiap mu’min”, dan lainnya bukanlah jawaban yang tepat untuk menjawab keberadaan Allah.
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby midgard » Sat Feb 03, 2007 8:22 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Jika anda masih berpandangan seperti ini saya sulit untuk menemukan titik temu di antara kita, namun satu hal yang pasti ketika kita benar2 mencari kebenaran yang sejati. Jangan sampai kita terus2 berputar di dalam lingkaran pencarian sehingga kehidupan ataupun peradaban yang kita bangun adalah peradaban pencarian seperti peradaban BARAT yang beranggapan mencari kebenaran itu lebih penting daripada kebenaran itu sendiri. Mungkin pembahasan mengenai hal ini akan sulit mengerucut, jadi kita yakini saja pendapat kita masing2. Saya yakin bahwa Allah adalah Al-Khaliq (Sang PEncipta) sama seperti orang Yahudi yang meyakini YHVH sebagai pencipta. Kenapa? Karena pada dasarnya Islam memang membenarkan dan menyempurnakan ajaran dalam Taurat dan Injil yang tersusun kembali dalam Al-Quran dan dijelaskan secara lebih detail lewat Sunnah (Hadits2 Shahih).


ya, kalau menyempurnakan, di sempurnakan lagi, juga harus rela dong ...
lia eden, udah susah2x menyempurnakan islam ... eh, di penjara lagi ...
quran yg dlm bahasa aslinya terlalu banyak versi ... quran yg susunan penurunannya tidak pasti (enggak bingung, mana yg di manuskh/nasikh, kalau urutan aja masih bingung) ...
moga2x juga meluruskan, Maria, kok bisa keliru jadi saudaranya Harun (jauh banget) di quran ... Mariam kali ...
meluruskan, apa yg di tanyakan allah, ttg Trinintas ke isa itu, kok di kira, Maria (yg ibunya isa nih) di jadikan Tuhan sama orang Kristen :)

jadi, jangan melawan kalau islam di sempurnakan, khan allah udah di bilang, elu enggak tahu, kenapa allah me-manusk/nasikh-khan ayat ... allah maha kuasa atas segala sesuatu khan ? (menurut 2:106)
gimana elu tahu, lia eden tidak di pakai untuk me-nasikh-kan banyak ajaran islam ?

ajaran Yesus yg penuh kasih, agama Buddha yg nan damai ... di sempurnakan dng agama 'damai' ? surga di bawah kilatan pedang ?

Jika Anda bilang kesamaan nama ataupun sifat itu tidak menunjukkan persamaan oknum, maka, ada berapa Al-Khaliq di dunia ini???
Karena seperti yang saya sebutkan (dalam isi materi) nama Allah itu adalah penisbatan dari kesempurnaan Iman, dari kata Ilaah, Allah itu berarti satu2nya Ilaah dan kita sudah sepakat akan hal itu. Jika Ummat Islam berkata Allah itu tidak sama dengan Tuhan Bapaknya Kristen itu dikarenakan sifatnya. Islam menolak sifat ketuhanan yang diberikan Kristen (seperti mempunyai anak, kecewa, sedih, menyesal, dsbg) Karena Allah itu Maha Sempurna, tidak memiliki sifat2 buruk yang dimiliki oleh makhlukNya, karena Dia adalah Al-Khaliq bukan Makhluq.


benar ... Tuhan tidak memiliki sifat buruk ...

anda kira, Tuhan yg mengasihi manusia, yg sedih akan kejahatan yg ada di dunia -> apakah itu buruk ?


... tapi, menurut islam, sifat2x buruk allah:
allah sumber kejahatan dan kebaikan ...
dng bangga, allah bilang dirinya tukang tipu yg paling hebat (3:54) ...
allah yg membuat manusia lupa akan firmannya ... tapi, anehnya, dia sendiri juga lupa, krn memberikan firman yg lain, yg sepadan atau lebih baik ... , gitu alasannya ... (2:106) - omong2x, pernah enggak allah mengingatkan, ayat yg muhammad lupa (bukan mengganti lho ...)
allah yg enggak bisa memelihara kitab2x sebelumnya ... (jangan kuatir, di Alkitab banyak jaminan Tuhan, akan pemeliharannya ... tetap aja, allah mengira, alkitab tidak terpelihara -- atau, paling tidak orang islam mengira demikian ...)
masih banyak lagi ...

kembali lagi ke pokok pembicaraan ...
sifat2x-nya terlalu beda ... namanya beda .. jadi, allah tidak mengenal YHVH, nama Tuhan yg asli ... jadi, meskipun logikanya, mestinya sama, tapi krn sifat2x yg beda sekali, dpt di simpulkan, orangnya tidak sama ...
ada paling tidak satu dari kita yg salah ...

oh, iya, sejak jaman muhammad, mukjizat tiba2x berhenti, meskipun dari dulu banyak sekali mukjizat ...

Dan persamaan Tuhan ummat Islam itu memang bukan dengan orang Kristen tapi dengan Nashrani yang hanif (contohnya Waraqah bin Naufal).
Begitupun dengan Yahudi. Ketika Yahudi "menamai" tuhannya dengan sebutan YHVH itu juga karena penisbahannya kepada Al-Khaliq yang berarti satu2nya Ilaah. Intinya Ummat Islam itu menyembah Al-Khaliq (Sang Pencipta) yang telah menciptakan ALngit, Bumi dan seisinya yang kami ummat Islam menyebutnya Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Quran "Allahulladzi khalaqassamawati wal ardhi..." (Allah yang menciptakan langit dan bumi atau Allah adalah Al-Khaliq dari Langit dan Bumi).


lucu ...
Tuhan sendiri yg bilang, namanya YHVH ... ribuan kali di Alkitab ...
sebelum agama orang2x Arab (yg salah satunya dewa bulan), tidak pernah ada tulisan, allah ...

Yang diatur oleh Quran itu semua, dan diperjelas dengan Sunnah, jika tidak ditemukan dalam Quran maka hukum selanjutnya yang digunakan adalah Ijma' (kesepakatan para shahabat ataupun ulama) jika tidak ada maka diperbolehkan untuk berijtihad dengan Qiyas (yaitu menetapkan hukum berdasarkan Quran dan Sunnah dengan mengambil contoh peristiwa yang pernah terjadi dan relevan dengan peristiwa yang akan dijadikan objek untuk ditetapkan hukumnya). Contohnya megang mouse atau duduk di depan komputer. Jangan salah.. Islam itu mengatur. Pertama adalah.. Islam menyuruh ummatnya menjaga kesehatan, ini bisa diqiyaskan dengan ayat Quran yang menyuruh makan dengan makanan yang halal dan thayyib (bergizi) atau dengan menyurh manusia untuk beristirahat ketika lelah atau untuk menyuruh manusia untuk berolahraga, berarti posisi duduk dan cara memegang mouse yang benar adalah yang tidak mengganggu kesehatan, dan kita sudah mengetahui bersama bukan. misalnya duduk tegak tidak membungkuk serta selalu menjaga kebersihan mouse atau keyboard karena dalam Sunnah dinyatakan kebersihan meruapakan bagian dari Iman.
Begitupun untuk menatap monitor komputer, jika mengganggu kesehatan maka hukumnya bisa makruh bahkan HARAM. Mengenai berapa hadits shahih yang dipakai. Saya menjawab semuanya. Yaaaa.... Semua hAdits Shahih bisa dipakai ketika tidak bertentangan dengan "matan" al-Quran (isi pokok dari Quran). Kalau aturan2 bacaan, itu sangat sederhana. Islam mengatur awali segala perbuatan dengan BASMALLAH dan akhiri dengan HAMDALAH. Cukup dengan bacaan seperti itu. Jika terkena musibah INNA LILLAH, melihat sesuatu yang menakjubkan MASYA ALLAH atau SUBHANALLAH, ketika melakukan kesalahan ASTAGHFIRULLAH. Mau nyalain TV berarti basmallah, selesai dari komputer Hamdalah, nggak sengaja nelen odol, innalillah, apalagi???
Masalahnya juga bukan semata2 lengkap tapi tidak bermakna. Tapi juga lengkap dan bermakna. Lengkap dan memang memiliki hikmahnya. Misalkan adalah ketika mau minum. Mengapa harus baca basmalah?? Mengapa nggak boleh bernafas di atas gelas atau bejana?? Itu kan memang sesuai dengan logika kesehatan. Udah baca THE TRUE POWER OF WATER kan???
Atau hal lainnya. Sunnah mengajarkan untuk makan buah sebelum mekan berat (nasi, dsbg) dan itu yang memang sesuai dengan kesehatan. Saya pun pernah mendapatkan info tersebut dari guru SMA saya. Tapi, masih banyak orang yang makan makanan berat dulu baru makan buah. Islam sudah mengaturnya. Atau supaya nggak panjang lebar di sini baca deh Buku "HIDUP SEHAT CARA NABI".


Ijma, bukanlah peraturan agama yg asli ...
... kalau mau dng modal lengkap syairatnya, para pendeta juga bisa rembukan, mana yg enaknya jadi syairat ... gampang kok ...
atau, tulisan dokter, adalah agama yg paling benar, krn banyak peraturan yg sangat masuk akal sekali ...


ttg komputer mouse ... udah saya jawab ... kok generic sekali ? kalau pakai tangan kiri & kanan, semuanya sama sehatnya, pilih yg mana hayo ?
anda memberi contoh, gimana masuk toilet (saya kira, anda merujuk ke: kaki mana yg harus melangkah dulu waktu masuk toilet) ... meskipun kaki mana aja, sama sehatnya kok ...
kok, ttg komputer mouse tidak ada aturan sih ?

pertanyaan saya, ttg setelah main game, bukan setelah pakai computer ...
kalau segala pekerjaan di mulai dng bismillah ... setiap kali menghajar musuh dlm game, perlu ngomong bismillah & HAMDALAH ?

menelan odol, apakah itu di anggap sbg kekeliruan ? odol kagak bahaya di makan kok ... asal jangan sama nasi aja :)
btw, innalillah, apa artinya ?


kenapa islam kok kurang lengkap sekali, di banding agama ciptaan saya ?

dng test agama model anda, anda perlu mengakui, bahwa agama ciptaan saya lebih benar dong ... krn syairah saya paling lengkap ...


Kristen juga mengatur semuanya kok, dng amat detail sekali banget ...
ambil aja prinsip ini ...
lakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan ...
kalau waktu itu aku jawab gini, pasti di kritik, kok generic sekali ... iya enggak ? :)


... bermakna ...
apa makna melangkah ke toilet dng kaki tertentu (atau, gimana masuk toilet) ... apa maknanya ? apa hikmahnya ?

minum kencing unta untuk obat ... mencelupkan sayap lalat yg lain, lalu meminumnya, ... setelah buang air besar, membersihkan dng batu ganjil, ...
apa maknanya ? apa hikmahnya ?

dlm agama ciptaan saya, memegang mouse dng tangan kiri bermakna, supaya jangan mirip gaya iblis, yg surfing internet pakai tangan kanan :) :) ...

Coba baca lagi dengan lebih lengkap , kalau nggak salah ada kalimat "'An asy-yaa a intubda lakum tasu'kum" artinya "...yang jika diterangkan kepadamu maka akan menyusahkan kamu". Jelas kan? Itu memang merujuk kepada kisah Bani Israel tentang Sapi Betina, bukan mencatut nama Musa, tapi memang mengambil pelajaran dari kisah tersebut.
Jika Anda memahaminya karena untuk nakut2in dsbg, itu kan persepsi Anda pribadi.


apa beda menakut2x-i dan mengambil pelajaran ...
mari kita ambil pelajaran dari muhammad ...

ingat, ketika muhammad selesai bilang, terus ada orang yg mengkritik dia, lalu orang itu jadi kera ?

lha, jangan kritik tulisan saya, nanti kamu juga jadi kera ...

jangan kuatir, cerita itu tidak ada di quran maupun hadist ...
ini nakuti2x-in, apa mengambil pelajaran ?

... cerita sapi2x itu, enggak pernah ada di tulisan kitab2x yg lalu ...

Tidak segala sesuatu itu harus diketahui oleh seorang Rasul, siapa "nabi2 yang asli" yang Anda maksud???
Semua nabi pun tidak mengetahui hari Akhir, bahkan Jesus yang dianggap Anak Tuhan sekalipun oleh Kristen, begitupun halnya dengan hati. Ini juga yang menjadi keistimewaan dalam Islam. Urusan hati itu urusan Hamba dengan Rabb-Nya. Manusia yang lain tidak berhak mengetahui karena memang tidak akan mendapatkan keuntungan apa2. Toh, keimanan seseorang, atau hati seseorang itu kan tanggung jawab pribadi kepada Allah. Adapun Rasul dan manusia hanya diperintahkan untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Sekali lagi Nabi bukan menghindar tapi mencari kebaikan.


nabi2x asli, adalah nabi2x yg ada bedanya dng orang lain ...
spt lia eden ... nabi asli tidak ?

orang biasa tidak ada mukjizat ... muhammad juga tidak punya ...
orang tidak tahu jawaban ttg banyak hal ... muhammad juga ...
lalu, gimana orang bisa tahu, kalau ini nabi beneran, apa cuma orang ngaku2x nabi ?


mencari kebaikan ...
siapa yg di untungkan ? kelihatannya, yg di untungkan adalah umat ...
tapi, sebenarnya, muhammad yg paling di untungkan ... tidak usah mencari jawaban2x atas pertanyaan orang ...

Iman buta yang mana?? Ayat di atas, itu bukan Iman buta, tapi Al-Imanu Amiq (iman yang kokoh) karena itu saya membahas 'Aqidah ketika pertama kali nulis di post ini.


iman kokoh, krn tidak melihat ...
coba, anda enggak usah melihat berita, enggak usah menanyakan segala sesuatu ... andapun akan kokoh, berdiri di dasar iman yg salah ...

iman mana yg lebih kokoh ?
waktu anda tidak tahu quran, dlm bahasa aslinya banyak versi, atau setelah tahu ?
waktu anda tahu, kalau di hadist ada kisah pedofile muhammad, atau sebelum ?

setelah anda tahu sedikit kebenaran, anda udah pasti tetap beriman ...
tapi, kadarnya pasti beda ...
tentu, iman yg kokoh ... tapi, pernyataan saya: iman yg buta ...

Perang itu baik bagimu walaupun engkau tidak menyukainya. --> Ayatnya lagi2 sepotong. Tapi maksudnya adalah jangan terbawa hawa nafsu dunia untuk takut perang padahal ummat Islam sedang diperangi. Ummat Islam itu harus seperti lebah, senantiasa bermanfaat bagi orang lain, dan ketika diusik, maka akan terus memburu.
Pertanyaan yang belum dijawab Rasul apa aja???


anda menerima semua hadist sahih yg kagak bertentangan dng quran enggak ?

kenapa sih, quran banyak ayat2x 'terpotong' ?
'setelah bulan (lupa bulan apa) berlalu, bunuhlah semua kafir' ...
enggak ada omongan ... kalau kamu di perangi ...

sangat amat banyak sekali, ayat2x terpotong seperti gini ... kenapa ?


untuk pertanyaan yg belom di jawab ... anda percaya hadist ? atau cuma hadist sahih ?
nanti, kalau sempat, saya carikan ...

tentu, di quran, adalah yg udah di edit oleh muhammad ... mungkin tidak memuat ini semua ...

Dalam pemahaman saya terhadap Islam adalah orang yang belum tahu tidak akan dipertanyakan di akhirat. Titik. Jafi nggak usah khawatir dalam belajar Islam, kan harus bertahap. Mana mungkin bayi dikasih makan Jengkol atau Ikan teri???? Yang namanya bayi ya harus minum ASI sampai tiba saatnya makan bubur, pisang, nasi, baru yang lebih keras dari itu, namun bayi tetap disebut manusia kan???


semua agama juga gini mas!
tapi enggak ada yg bilang, jangan tanya ...
User avatar
midgard
 
Posts: 1610
Joined: Fri Jun 30, 2006 7:33 am

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Sun Mar 04, 2007 6:36 am

Daripada terus2an diskusi di sini tempat mungkin sebaiknya baca kembali literartur tentang literatur2 Islam mengenai Sifat2 Rasul, Allah, Nabi Terakhir, Quran, Ijma, Tentang "perubahan" hukum atau "penggantian" ayat. Soalnya lagi2 semua ini ngulang diskusi yang jauh berbulan2 yang lalu. Tadinya saya ingin mencoba memberikan pandangan baru tentang konsep "Al-Khaliq" dalam Islam. Tujuannya untuk membantah Atheist yang punya "ilaah" tapi tidak pernah mengakui keberadaan "Al-KHaliq". Tapi yang terjadi di sini adalah tidak seperti iu. Kita sudah memahami kebenaran dari keberadaan Al-Khaliq. Saya akan melanjutkan hanya apabila Anda memang benar2 ingin mengenal Islam. Cobalah untuk kemudian membuka hati Anda, jika tidak ada niatan untuk mengenal Islam lebih jauh, dan Anda sudah menutup hati dari Islam maka Allah akan membiarkan Anda dalam kekafiran. Soalnya, saya yakin anda banyak tahu tentang Islam, tapi saya juga heran mengapa pengetahuan itu tidak dibiarkan untuk mengalir ke dalam lubuk hatimu yang terdalam.

Lia Eden tidak mungkin punya kekuasaan untuk menyempurnakan Islam, Islam itusudah sempurna (Al-Maaidah).
Islam itu sempurna, sesempurna Quran dan muhammad. Allah bukan tidak menjaga kitab sebelumnya, namun "masa berlaku" kitab tersebut memang sudah habis ketika datangnya ajaran Islam (Nabi sebelumnya datang untuk wilayah tertentu, sedangkan nabi Muhammad datang untuk seluruh Ummat).
Mungkin banyak syair yang lebih indah (katanya) dari Quran, tapi apakan keindahan bahasanya juga diiringi keindahan maknanya ???!!
Tentang odol, itu klo memang nggak sengaja (kan amal bergantung niat, begitupun doa) semua bergantung niat. Klo niatnya makan odol, ya basmallah.
Jika aturan Anda lebih lengkap. Coba jawab:
"Bagaimana aturan Anda tentang, makanan, minuman, pakaian, rumah, pergaulan, pendidikan, pembinaan, pertahanan, perang, politik, pemerintahan, undang2, hukum, perekonomian, jual-beli, sewa, riba, tidur, pengobatan, kedokteran, mandi, beribadah kepada-Nya, sikap terhadap orang tua, tamu, keluarga, saudara, 'yang memusuhi' anda, tetangga, nonton TV, main game, musik, rumah ibadah, nge-net, diskusi, alam ghaib, jin, syurga-neraka, kejahatan, kriminal, perdata, keadilan sosial, pekerjaan, dan sebetulnya masih banyak lagi yang pastinya Anda tidak akan pernah punya cukup waktu untuk mengonsep semua itu bahkan sepanjang usia Anda....
Aturan dalam Islam itu tidak selalu kita temui hikmahnya saat ini, walupun pasti ada hikmahnya, bukankah dua sayap lalay memang memiliki zat yang berbeda (racun dan penawarnya) itu baru ditemukan abad 20 dan disempurnakan beberapa tahun yang lalu. Intinya adalah ketaatan terhadap Allah dan Rasulnya. Karena kita adalah hamba. Kita taat karena kita faham apa yang mendasari kefahaman kita, yanga dalam Islam disebut dengan Aqidah.

YHVH itu sebutan Yahudi. "Allah" dikenal sejak zaman Adam... terutama sejak zaman Nabi Ibrahim yang memang berbahasa Arab.

Sebelumnya mohon maaf baru bisa "come-back" dan mungkin sya tidak akan memiliki banyak waktu lagi untuk nge-net, jadi klo jawabannya agak2 telat, mohon maklum.
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby midgard » Sun Mar 04, 2007 8:00 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Lia Eden tidak mungkin punya kekuasaan untuk menyempurnakan Islam, Islam itusudah sempurna (Al-Maaidah).


kenapa ?
krn enggak punya mukjizat ? :) :) :)
krn moralnya lebih tinggi dari yg mestinya jadi contoh bagi semua manusia ?
elu tahu sendiri, di quran, bilang,
2:106. Ayat mana saja[81] yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

kalau allah mau me-nasikhkan ayat2x quran lagi (termasuk ayat yg bilang islam udah sempurna), siapa elu untuk menghalangi allah ?
siapa yg bisa di percayai ... elu, pentafsir jaman sekarang, atau nabi (lia eden) ?

bukankah apa yg di lakukan (di omongkan) oleh lia eden lebih baik ? (paling tidak sekarang, kagak ada pernah bunuh2x-an)

Islam itu sempurna, sesempurna Quran dan muhammad.


gua setuju ... 'sesempurna muhammad' ... apakah muhammad sempurna ? :) :) :)

Allah bukan tidak menjaga kitab sebelumnya, namun "masa berlaku" kitab tersebut memang sudah habis ketika datangnya ajaran Islam (Nabi sebelumnya datang untuk wilayah tertentu, sedangkan nabi Muhammad datang untuk seluruh Ummat).


jadi, kitab sebelumnya di jaga kagak nih ?

Mungkin banyak syair yang lebih indah (katanya) dari Quran, tapi apakan keindahan bahasanya juga diiringi keindahan maknanya ???!!


udah sering di bahas, dan saya kemukakan juga ...
bukan allah saja yg mampu membikin ayat2x 'yg indah'
jin juga bisa kok, sampai di masukkin ke quran ... lihat al-jinn ...
setan juga bisa kok ... sampai2x dulu di masukkan ke quran (jadi ayat setan), ... sampai2x, muhammad yg sempurna, kagak tahu itu dari setan ...
masa sih, nyuruh2x mbunuhin kafir, di bilang indah maknanya ?

Tentang odol, itu klo memang nggak sengaja (kan amal bergantung niat, begitupun doa) semua bergantung niat. Klo niatnya makan odol, ya basmallah.


saya tanya, ada enggak, scr specific aturan ttg odol ini, oleh muhammad ...

Jika aturan Anda lebih lengkap. Coba jawab:
"Bagaimana aturan Anda tentang, makanan, minuman, pakaian, rumah, pergaulan, pendidikan, pembinaan, pertahanan, perang, politik, pemerintahan, undang2, hukum, perekonomian, jual-beli, sewa, riba, tidur, pengobatan, kedokteran, mandi, beribadah kepada-Nya, sikap terhadap orang tua, tamu, keluarga, saudara, 'yang memusuhi' anda, tetangga, nonton TV, main game, musik, rumah ibadah, nge-net, diskusi, alam ghaib, jin, syurga-neraka, kejahatan, kriminal, perdata, keadilan sosial, pekerjaan, dan sebetulnya masih banyak lagi yang pastinya Anda tidak akan pernah punya cukup waktu untuk mengonsep semua itu bahkan sepanjang usia Anda....


kalau ttg odol aja, muhammad enggak ngatur scr detail, ngapain saya ngatur secara detail semuanya ...

paling tidak, saya mengatur lebih lengkap, apalagi ttg kejahatan maya (misalnya mbobol uang di alam maya; download musik illegal) yg secara pasti muhammad tidak mengakur dng lebih detail, krn jaman itu, kagak ada alam maya ...

juga, aturan saya juga akan lebih up-to-date ...
masih pakai batu ganjil untuk membersihkan, setelah buang air ?
gua update dng pakai air & sabun ... terus cuci tangan ... lebih bersih ...

Aturan dalam Islam itu tidak selalu kita temui hikmahnya saat ini, walupun pasti ada hikmahnya, bukankah dua sayap lalay memang memiliki zat yang berbeda (racun dan penawarnya) itu baru ditemukan abad 20 dan disempurnakan beberapa tahun yang lalu.


ada yg pernah praktek ?
ini mah, hoax doang, udah sering di bahas ...

Intinya adalah ketaatan terhadap Allah dan Rasulnya. Karena kita adalah hamba. Kita taat karena kita faham apa yang mendasari kefahaman kita, yanga dalam Islam disebut dengan Aqidah.


kata kuncinya adalah ... ... dan rasulnya ...
semua ini di lakukan muhammad, agar orang mau taat kepadanya ... dan melakukan semua apa yg dia bilang ... krn, siapa lagi yg bisa ngerti allah, kecuali dia ?

mau perang, orang enggak mau perang ?
turunin ayat ini ...
2:216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

mau kawin dng istri anak angkat ?
turunin ayat ... gua lupa yg mana ...

giliran di tanyakin yg sulit, butuh bbrp hari untuk 'dapat jawaban dari allah'
lihat di thread kok allah telmi banget


jadi nabi kok untung banyak sekali di dunia ... memangnya spt buka usaha gitu ?

juga, krn itu, di turunin ayat
5:101. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

YHVH itu sebutan Yahudi. "Allah" dikenal sejak zaman Adam... terutama sejak zaman Nabi Ibrahim yang memang berbahasa Arab.


tentu ada bukti2x archeologi yg support allah dikenal sejak jaman adam ?

demikian parahkan manusia, shg hanya orang arab aja yg inget sama nama allah (meskipun hampir semua ibadahnya bertentangan dng islam), orang yahudi, dng segala ceritanya yg di ceritakan kembali oleh muhammad (meskipun salah satunya salah), tapi lupa (enggak pernah ngucapin) pada nama allah ?

Sebelumnya mohon maaf baru bisa "come-back" dan mungkin sya tidak akan memiliki banyak waktu lagi untuk nge-net, jadi klo jawabannya agak2 telat, mohon maklum.
User avatar
midgard
 
Posts: 1610
Joined: Fri Jun 30, 2006 7:33 am

Postby suka damai » Sun Mar 04, 2007 9:40 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:To: Midgard
Semua Agama memang mengajarkan hal itu karena pada dasarnya semua agama adalah berasal dari Islam, hanya dalam perjalanannya terdapat penyimpangan2 yang akhirnya menjadi (melahirkan) agama baru. Contohnya saja agama Yahudi dan Nashrani yang kami ummat Islam meyakini sebagai agama yang hanif (lurus) namun di tengah jalan terjadi penyimpangan yang menyebabkan harus diutusnya beberapa rasul untuk meluruskan kembali.
Buktinya adalah ajaran tentang tauhidullah (mengesakan Allah) yang sama di setiap agama. Pada dasarnya setiap agama mengajarkan Islam (yang jika diartikan memiliki makna keselamatan, berserah diri, damai).
Hanya saja Islam datang untuk meluruskan aga yang terdahulu sebagai agama terakhir penyempurna segala risalah yang akan tetap terjaga hingga hari akhir sesuai dengan janji Allah.
Insya Allah nanti kita akan bahas permasalahan Tauhidullah.



Hallo mas....

anda mengatakan, semua agama berasal dari islam.
Saya ada pertanyaan :
1.Bagaimana mungkin... pada saat agama Jahudi dan Kristen sudah wujud, ternyata Islam belum ada,apakah itu berarti Jahudi dan kami Nasrani ini telah mengikuti sesuatu yang belum wujud pada ketika itu ???
( Nasrani mulai kira thn 30 an dan islam thn 600an.
2.Bagaimana pandangan anda...kalau Islam selalu mengklaim bahwa.....Musa.....Abraham....dll ...beragama Islam....
Abraham menbangun Kaabah, pada hal penyelidikan mengatakan Abraham tdk pernah terbukti mengunjungi Arab ( Mekah ).
3.Teman saya yang moslem saya tanyakan, apakah betul nabi isa akan datang sebagai hakim waktu kiamat kelak dan adah kah itu tertulis di Quran. Jawaban dia : " Betul....tapi nabi Isa sudah memeluk Islam.Biar saya jangan bingung ,tolong di jawab pertanyaan saya ini. Maaf kalau ada kesalahan.
Pada hal Islam ada sesudah nabi Mohammed thn 600an.
4. Kenapa Islam selalu membedakan kami Nasrani dengan Kristen, seperti saya ini saya merasa ,saya seorang Nasrani dan bersaman juga saya seorang Kristen. Atau kalau anda Islam ...apakah anda bukan moslem.



terimah kasih.


salamm..
suka damai
 
Posts: 43
Joined: Mon Jan 29, 2007 9:40 am
Location: SINGAPORE

Postby Trully_78 » Sun Mar 04, 2007 9:50 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:
To Rebeca dulu
Kayaknya saya udah berkali2 bilang klo belajar Quran atawa Hadits jangan dari terjemahan. Apalagi terjemahan Indonesia yang ditranslet lagi ke English. Banyak perubahan makna dan coba belajar bahasa Arab dulu (Arab Quraisy ya) mbaru terjemahin Quran dan Hadits ke English langsung. Banyak terjemahan Quran dan Hadits yang memang sengaja digunakan untuk menghancurkan kekuatan Islam. So... Mendingan kursus bahasa Arab dulu. Arab Quraisy itu penuh majas dan perumpamaan2.



Gak usah percaya sama si Hufaz d....
Dia kan orang Indonesia yang gak bisa dijamin halal terjemahannya.
Mending percaya aja sama orang2 Arab yang ngerti bahasa mereka.

Hufaz, kamu meragukan penerjemah Indonesia yang nyata2 diakui sebagai penerjemah??
Mereka dipercaya sama negara (Depag) untuk menerjemahkan, artinya mereka itu **** ya??
Kalo gitu Depagnya lebih **** lagi karna nyari penerjemah yang bisa menyesatkan muslim2 Indo yg sdh ****.
Sok pinter banget kau....

Kalo kamu lebih pinter dari mereka, kenapa gak menyodorkan diri sama Depag supaya dijadikan penerjemah yang bisa menghasilkan terjemahan yang bisa dijamin Halal dan Afdol??

Baru lulus pesantren aja udah sombong dan sok pinter....

Kau pikir Tuhan itu gak ngerti bahasa lain selain Arab ya?? Sampai kau puja2 banget tuh bahasa.
Orang2 Arab aja banyak begundal, tukang perkosa TKI, makan duit trilyunan dari org2 yg naik haji tapi PELIT kalo suruh bantu sesama MUSLIM.

Makan tuh... Qur'an bahasa arabmu!!!
User avatar
Trully_78
 
Posts: 411
Joined: Thu Oct 19, 2006 9:59 pm
Location: Black Forest

Postby bonjovi » Mon Mar 05, 2007 3:50 pm

shalom
susah juga kalo mau ngerti kitab suci mesti belajar bahasa Arab dulu. Entar belum baca semuanya udah keburu ajal.
Terjemahin aja ke masing2 bahasa kan beres. Semua orang bisa mempelajari.
Coba kalo Alkitab ditulis bahasa Ibrani wah gua ngga akan bisa baca.
Tapi berhubung ditulis bahasa Indonesia ,nah gua udah baca 3 kali habis dari awal sampe akhir. Sekarang udah yang ke empat kali . Dan memang Yesus Kristus itu adalah TUHAN . Dia yang akan mengadili umat manusia di muka bumi.
Dan manusia jangan sok suci donk. Masa manusia bisa menyucikan diri sendiri? Itulah rahasia penyaliban Yesus Kristus .......TUHAN sendiri yang datang ke dunia menebus manusia kok manusia tidak berterima kasih tapi malah ditolak .
bonjovi
 
Posts: 29
Joined: Sat Mar 03, 2007 9:56 am

Postby dua » Sat Mar 17, 2007 6:45 pm

bonjovi wrote:shalom
susah juga kalo mau ngerti kitab suci mesti belajar bahasa Arab dulu. Entar belum baca semuanya udah keburu ajal.
Terjemahin aja ke masing2 bahasa kan beres. Semua orang bisa mempelajari.
Coba kalo Alkitab ditulis bahasa Ibrani wah gua ngga akan bisa baca.
Tapi berhubung ditulis bahasa Indonesia ,nah gua udah baca 3 kali habis dari awal sampe akhir. Sekarang udah yang ke empat kali . Dan memang Yesus Kristus itu adalah TUHAN . Dia yang akan mengadili umat manusia di muka bumi.
Dan manusia jangan sok suci donk. Masa manusia bisa menyucikan diri sendiri? Itulah rahasia penyaliban Yesus Kristus .......TUHAN sendiri yang datang ke dunia menebus manusia kok manusia tidak berterima kasih tapi malah ditolak .


itulah alasan kenapa Muhammad diutus kebumi yaitu untuk meluruskan ajaran ketauhidan (keesaan tuhan), yang telah diselewengakn oleh Paulus. Mana ada tuhan harus mati hanya untuk menebus keslahan umatnya sendiri..punya otak mbok ya mikir...gicu

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga" berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
( سورة النساء , An-Nisa, Chapter #4, Verse #171)
dua
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Previous

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users