.

Kenalan Sama ISLAM

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Wed Jan 17, 2007 5:58 am

to Murid Murtad
Yup, memang ada kewajiban jizyah, tapi itu cukup adil karena ummat Islam sudah memiliki kewajiban zakat yang hukumnya fardhu 'ain (wajib muthlaq). Jika tidak dilaksanakan dan dikathui oleh pemerintah maka dihukum, jika tidak diketahui oleh pemerintah juga di hukum (tapi) langsung oleh Allah melalui malaikat Zabaniyah. Adil kan?!
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Wed Jan 17, 2007 6:08 am

Klo nggak ada pertanyaan lagi kita masuk materi Tauhidullah.
(mudah2an bisa membuktikan bahwa Al-Khaliq (Sang Pencipta) itu ada dan Dia bernama Allah)
Islam mengajarkan bahwa hal yang mendasar dalam memahami Islam itu adalah adanya keyakinan untuk ber’aqidah Islamiyah (berideologi Islam). Permasalahan yang terkait dengan ‘aqidah Islamiyah adalah segala hal yang berkaitan langsung dengan Rukun Islam dan Rukun Iman. Begitu pentingnya untuk memahami ‘aqidah Islam ini karena ‘aqidah merupakan sesuatu yang fundamental. Jika Islam diumpamakan sebagai sebuah bangunan, maka ‘aqidah adalah fondasi dari bangunan tersebut. Jadi, kokoh tidaknya ke-Islaman seseorang ditentukan oleh aqidahnya. Bahkan, dalam Islam segala ibadah yang dilakukan akan tertolak jika ‘aqidahnya tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Dalam ‘aqidah Islamiyah ahlus-sunnah, dikenal tiga tauhid yang harus difahami oleh setiap muslim. Ketiga tauhid tersebut adalah.
1.Tauhid Rubbubiyah
2.Tauhid Asmaa Wa Sifat
3.Tauhid Uluhiyyah

Tauhid ini amat berkaitan dengan tingkatan keimanan seorang Muslim. Untuk mencapai derajat Mu’min sejati, maka kita harus memahami dan meyakini sepenuhnya ketiga Tauhid tersebut. Bahkan, dapat disimimpulkan dari apa yang saya fahami dari ketiga tauhid tersebut, merupakan tingkatan keiamanan seorang muslim. Tingkatan terendah seorang muslim adalah Tauhid Rubbubiyah dan tertinggi adalah uluhiyyah. Namun, saya yakin setiap muslim sudah memiliki keyakinan terhadap Tauhid Rubbubiyah dan Tauhid Asma Wa Sifat karena Tauhid yang pertama pasti dimiliki oleh setiap orang yang beragama dan mengakui adanya Al-Khaliq, sedangkan Tauhid yang kedua pasti dimiliki oleh setiap orang dari golongan Agama Samawi (wahyu) yang hanif (lurus) seperti Millah Ibrahim, Yahudi, Nashara, dan Islam. Adapun Tauhid yang ketiga merupakan keyakinan yang mendalam terhadap beban yang diberikan oleh Al-Khaliq kepada hamba-Nya untuk menguji di antara mereka yang paling baik amalannya (QS. Al-Mulk,67 : 2) dan dikhususkan untuk ummat Islam.

Untuk mengenal Rabb atau Al-Khaliq (sang pencipta), Islam pun – melalui Rasulullah – mengajarkan caranya. Coba untuk kembali membaca buku2 dari Harun Yahya atau coba cek di eramuslim.com atau swaramuslim.net yang juga banyak menjelaskan tentang Mengenal Allah Lewat Akal sama buku2nya Dr. Zakir Naik.

Silahkan untuk kembali membaca dan merenungkan buku2 bacaan tersebut,
klo perlu lihat filmnya Harun Yahya, kan bagus2.
8) 8) 8)
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Wed Jan 17, 2007 6:12 am

Langsung ke pembahasan nomor satu.

1.Tauhid Rubbubiyah
Tauhid Rubbubiyah berkaitan dengan meyakini Allah sebagai Subjek dari seluruh semesta alam.

Allah adalah pelaku muthlaq (dalam kaidah ilmu tauhid disebut Fa’ilul-Muthlaq). Artinya adalah Allah sebagai pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan, yang mematikan, yang menjadi sutradara dari skenario alam ini. Imam Ibnu Taiymiyah berkata bahwa Allah Al-Khaliq merupakan Prima Causa, tidak diciptakan namun keberadaan-Nya lah yang membuat alam semesta ada. Jika tidak ada Al-Khaliq, maka mustahil ada makhluk. “Allah SWT adalah Pencipta segala sesuatu dengan sebab-sebab yang Dia ciptakan, dan Allah SWT menciptakan manusia dan kemampuan yang ada padanya, maka sesungguhnya manusia adalah benar-benar pelaku perbuatannya, dan pernyataan AhlusSunnah tentang penciptaperbuatan manusia dengan kehendak dan kekuasaan Allah, sebagaimana pernyataan mereka tentang penciptaan seluruh kejadian dengan sebab-sebabnya.

Tauhid Rubbubiyah ini dapat kita pelajari dan kita yakini tanpa harus mengeluarkan satu ayat pun dalam kitab suci, bahkan bagi orang yang belum mengakui keberadaan Sang Pencipta maka sebetulnya ia bisa berfikir lebih jernih lagi karena Al-Khaliq itu memang ada. Ibaratkan setiap kita adalah manusia biasa yang belum mengenal apa2, belum mengenal Allah, Al-Khaliq, al-Quran, dsbg. Namun, kita ingin mencari sebuah kebenaran dari hakikat kehidupan ini.

Sekarang cobalah untuk melihat segala sesuatu yang tampak pada diri kita, mata kita, tangan, bibir, telinga, kaki, hidung, lidah, gigi, dan lainnya. Apakah semua itu ada dengan sendirinya? Atau yang lebih besar lagi, alam semesta, gunung2, lautan dan samudera, langit beserta bulan, bintang, dan matahari, apakah ada dengan sendirinya pula; Galaxy2, planet2, dan seluruh jagat raya alam ini, apakah benar2 ada dengan sendirinya. Apakah kita tidak pernah berfikir bahwa ada sebuah kekuatan besar di balik semua ini?

Jika kita belum meyakini adanya sebuah kekutan besar di balik penciptaan alam, maka cobalah untuk merenungkan kembali. Bayangkan kita saat ini sedang berada di tengah lautan dengan ombak dan badai yang sedang memerjang disertai petir yang ganas. Alam gelap gulita. Apakah kita akan memohon pertolongan? Ya !! Ya, kita pasti akan memohon pertolongan. Karena memang ada sebuah kekuatan besar di balik alam semesta yang kita sadari namun kita tidak tahu siapa Dia. Kepada siapa kita memohon pertolongan?

Sepertinya ini yang menjadi masalah. Kita mungkin akan menyebut Tuhan, Al-Khaliq, Allah, dsbg. Namun, pada intinya adalah ternyata Al-Khaliq menciptakan manusia dengn fithrah bahwa manusia itu membutuhkan keberadaan Al-Khaliq. Bukankah seperti itu?!
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby midgard » Wed Jan 17, 2007 6:27 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:To: Midgard
Semua Agama memang mengajarkan hal itu karena pada dasarnya semua agama adalah berasal dari Islam, hanya dalam perjalanannya terdapat penyimpangan2 yang akhirnya menjadi (melahirkan) agama baru.


yeah, keep on dreaming ...
hanya krn iklannya, islam itu artinya sujut / tunduk atau apapun, enggak berarti ini benar2x agama yg mempunyai komponent sujut / tunduk / submit berasal dari islam ...

untuk catatan aja: dng logika ini, semua agama berasal dari buddha ...
anda enggak akan dapat tunduk / submit, kalau anda tidak dapat pencerahan ... kecuali, kalau anda mengakui, islam adalah kepercayaan buta ...

jadi semua agama yg 'islam' berasal dari buddha ...

islam, di haruskan submit ...
Kristen, menekankan choice / pilih ... freewill ... bukan paksaan atau aturan negara ...
tapi, orang Kristen adalah orang yg mendapatkan pencerahan juga :) ...
... ya, itung2x buddha juga gitu !
coba, agama apa yg bukan agama buddha :) :) :)


saya cuma mengatakan ini, krn anda kelihatannya kok tidak ngerti agama lain, kecuali yg anda pelajarin dari pesantren, atau apapun ...

semua agama, berusaha menjawab pertanyaan2x yg anda bilang ...

Contohnya saja agama Yahudi dan Nashrani yang kami ummat Islam meyakini sebagai agama yang hanif (lurus) namun di tengah jalan terjadi penyimpangan yang menyebabkan harus diutusnya beberapa rasul untuk meluruskan kembali.


ngomong2x ttg hanif, ini ada beneran yg namanya agama Hanif ...
banyak tulisan2x quran yg berasal dari agama ini ...

kata2x 'allah', enggak pernah ada di luar arab ...
begitu juga kabah ...
begitu juga, irohman irohim (nama allah: maha penyayang & pengasih), cuma ada di quran dan Yemen (asal nama dewa ini)

banyak yg lain, yg udah saya tuliskan ...
kesimpulannya, agama islam cuma ada waktu muhammad, krn ini cuma contekan dari banyak agama ...
konsep2x agama ini (nama Tuhan) tidak pernah berbaur ... misalnya, Yahudi tidak mengenal allah, kabah, dsb ...
agama2x non-yahudi tidak mengenal YHVH ... nama Tuhan yg benar ...

Buktinya adalah ajaran tentang tauhidullah (mengesakan Allah) yang sama di setiap agama.


anda salah ...
esa yg di kenal oleh Yahudi & Kristen, adalah esa yg lain ...
Trinitas di Kristen
di Yahudi, berkali2x Tuhan memakai kata jamak: Kami
juga, memakai kata Echad, yg artinya, satu yg majemuk ...

buddha tidak mengenal sosok tuhan (mungkin gua salah)
hindu, politheis, tidak mengakui ke-esaan tuhan ...

jadi, enggak semua agama itu tauhid ...
kecuali, anda bilang, agama yg anda maksud adalah agama yg monotheisme ... yg adalah definisi dari pengakuan adanya 1 tuhan ...

Pada dasarnya setiap agama mengajarkan Islam (yang jika diartikan memiliki makna keselamatan, berserah diri, damai).


SALAH ... setiap agama mengajarkan buddha ... pencerahan ...

yg bisa di artikan (ini saya buat2x sendiri) ... pencerahan tujuan hidup, pencerahan keadaan alam, kedamaian ... pencerahan akan jalan keselamatan ...

hanya krn 'nama' agamanya bisa di pelintir jadi yg baik2x & sepertinya merupakan asal, bukan berarti ini bukti ...

Hanya saja Islam datang untuk meluruskan aga yang terdahulu sebagai agama terakhir penyempurna segala risalah yang akan tetap terjaga hingga hari akhir sesuai dengan janji Allah.
Insya Allah nanti kita akan bahas permasalahan Tauhidullah.

meluruskan ... apa buktinya ini benar2x meluruskan ?

menurut alkitab, manusia di ciptakan dari tanah ...
menurut quran, manusia di ciptakan dari air, dari ketidak adaan, dari tanah, dari sperma, ... lupa listnya apa lagi ...

anggak quran bilang, manusia di ciptakan dari air ...
bisa di buktikan, bahwa versi air itu benar ?


benarkah tetap terjaga ?
quran yg asli, udah berkali2x berubah (dlm bahasa aslinya nih)

benarkah udah sempurna ?
ngomong ttg ajaran moralnya ...
di quran, di bilang, muhammad adalah contoh moral yg tertinggi yg perlu di contoh ... (lupa jelasnya spt apa)
dari mana kita tahu moral yg perlu di tiru kalau bukan dari hadist ?
lihat aja hadist yg sahih ... lihat aja apa yg di catat di sana ...


apa buktinya ?
muhammad dan allahnya tidak memberikan bukti ...
enggak ada bedanya antara lia eden & muhammad ... :)
(lihat signature saya)
lalu, kenapa anda percaya pada muhammad, tapi tidak pada lia eden ?

kenapa enggak percaya kepada lia eden aja ?


sorry, malas mendiskusikan kembali yg pernah saya ungkapkan ... :)
Last edited by midgard on Wed Jan 17, 2007 7:12 am, edited 1 time in total.
User avatar
midgard
 
Posts: 1610
Joined: Fri Jun 30, 2006 7:33 am

Postby Rebecca » Wed Jan 17, 2007 7:07 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Tambahan, Islam memang penuh dengan ambivalensi. Tapi, yang saya kagum dari ISlam, adalah Islam senggup menyelaraskan ambivalensi itu dalam satu jalan yang beriringan namun sama sekali tidak bertentangan. Lengkapnya coba baca bukunya Ust. Anis Matta (Dari Gerakan ke Negara, Mencari Pahlawan Indonesia, Menikmati Demokrasi, dan Arsitek Peradaban)



COBA selaraskan ambivalensi dan kontradiksi ini...hi...hi...kamu baca dari buku orang yang nggak jelas, seharusnya kau lebih percaya hadith dan quran kan? hi...hi...


KESELAMATAN yang dibawa MUHAMMAD masih simpang siur. PENGAMPUNAN dosa muhammad yang PENUH dosa saja masih simpang siur. di satu pihak, MUHAMMAD menjanjikan sorga bagi pengikutnya, NAMUN dilain PIHAK dia SENDIRI belum JELAS statusnya, di surga atau neraka. SATU yang JELAS bagi muslims ADALAH AHLI NERAKA (menurut dodor, quran dan hadist).


1. KELOMPOK hadist yang mengatakan dosa2 MUHAMMAD tlh diampuni dan JUGA ttg BUALAN MUHAMMAD untuk menjanjikan SURGA bagi pengikutnya yang stubborn.

a. HADIST SAHIH MUSLIM Book 001, Number 0378 (ALLAH PARDONED MUHAMMAD's PREVIOUS and LATER SINS)
b. HADIST Sahih Al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 236 (ALLAH FORGAVE YOUR EARLY AND LATE SINS)
c. Al Tirmidhi, Hadith 1260. (MUHAMMAD menjanjikan SURGA)
d. SAHIH BUKHARI Volume 1, Book 2, Number 35, SAHIH BUKHARI Volume 4, Book 52, Number 53, SAHIH MUSLIM Book 001, Number 0209, SAHIH MUSLIM Book 020, Number 4658, SAHIH MUSLIM Book 020, Number 4660, SAHIH MUSLIM Book 020, Number 4661, SAHIH MUSLIM Book 020, Number 4662, dan Q 9:111(MUHAMMAD menjanjikan SURGA untuk para MARTYR bisa masuk BROTHEL dengan 72 sluts)



2. KELOMPOK hadist dan ayat KORAN yang menyatakan MUHAMMAD msh BELUM DIAMPUNI dosanya (AULO minta MUHAMMAD nabi cabul untuk minta AMPUN DOSA). DAN tentang nasibnya DISURGA yang BELUM jelas HELL or another HELL (he...he...he..)

a. MUHAMMAD disuruh AULO minta ampun dosa (S 48:2, S 40:55, S 47:19)
b. Muhammad have no idea ttg nasibnya setelah MATI (SAHIH BUKHARII Volumn 002, Book 017, Hadith Number 149)
c. Muhammad masih BELUM TAHU apa yang akan dilakukan AULO meski dia rasululo (Sahih Al-Bukhari, Volume 2, Book 23, Number 334)
d. Q 19 67-68 dan Q 19 71-72



3. KELOMPOK yang menyatakan ada juga SALVATION by WORKS dalam ISLAM
a. Q 5:9 dan Q 42:26
User avatar
Rebecca
 
Posts: 3107
Joined: Mon Nov 20, 2006 6:20 pm
Location: muhammad's Phallus RESEARCH HUB

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 6:34 am

Sory baru masuk lagi. Temen sakit dirawat di RS jadi harus fulltime jagain beliau.

To Rebeca dulu
Kayaknya saya udah berkali2 bilang klo belajar Quran atawa Hadits jangan dari terjemahan. Apalagi terjemahan Indonesia yang ditranslet lagi ke English. Banyak perubahan makna dan coba belajar bahasa Arab dulu (Arab Quraisy ya) mbaru terjemahin Quran dan Hadits ke English langsung. Banyak terjemahan Quran dan Hadits yang memang sengaja digunakan untuk menghancurkan kekuatan Islam. So... Mendingan kursus bahasa Arab dulu. Arab Quraisy itu penuh majas dan perumpamaan2.

Dan Muhammad itu manusia biasa sama seperti kita semua jadi dia tidak memiliki kelebihan apa2 selain mendapt wahyu dari Allah melalui Jibril dan selalu mendapat pengawasan langsung dari Allah.

Terus... Hadits tentang Muhammad disacun cewek Yahudi nggak Shahih alias PALSU. Makannya selain belajar bahasa Arab belahar 'ulumul Quran wa Hadits.

Hadits itu banyak tingkatannya dari yang Shahih sampai yang Dhaif.
Bahkan Hadits yang Shahih secara rawi' belum tentu dianggap Shahih jika matannya bertentangan dengan Hadits yang Sanad atau Rawi' nya lebih kuat atau jika matannya bertentangan dengan Quran. Kedudukan Hadits seperti itu akan bergeser ke bawah bisa jadi Munqathi, Dhaif atau bahkan Maudhu. Jangan sembarangan mulung Hadits ya Mbak... (atau Abang yaa.... Namanya Rebeca Seh)
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 6:47 am

Tambahan buat Rebeca. Ambivalensi dalam Islam itu BUKAN kontradiksi. Misal tentang perasaan Cinta dan Benci. Allah mengharuskan manusia Mencintai dan membenci karena Allah. mencintai ummat mu'min dan pencinta kebenaran serta membenci kafir harbi dan pembuat kerusakan.

Poko'e mendingan baca buku2 itu. Itu buku jelas. Tafsiran Quran dan Hadits, Insya Allah, apalagi penulisnya jago basa Arab Quraisy jadi tafsirannya bagus. Saya cukup mengenal Ust. Anis koq. Saya sering denger ceramahnya dan itui bisa menjadi sebuah pegangan. Tapi tetep klo udah ada yang bertentangan sama matannya Quran WAJIB DITOLAK.

BTW, sampai saat ini saya belum melihat pertentangan antara tulisan Ust. Anis atu yang lainnya dengan Quran. Jadi baca aja. Untuk lebih memperjelas. Soalnya ilmu saya masih amat sangat terbatas.

Pengampunan dalam Islam diraih dengan Ikhtiar, kerha keras dan usaha. Ketika kita ingin mendapatkan uang saja kita harus bekerja keras banting tulang apalagi jika ingin mendapatkan Surga-Nya. Surga itu sesuatu yang melebihi kenikmatan dunia dan seisinya. Apakah harga surga begitu murah???

Murah itu tidak istimewa. Namun, penghargaan yang tinggi membuat Surga begitu istimewa.

Jika Anda berbuat baik, namun teman Anda jahat, jahil dan sering menyakiti orang lain. Namun keduanya meyakini Yesusu sebagai pengampun dosa. Apakah sama2 masuk Surga ???

Jika ya.. ITU BERARTI TIDAK ADIL. ITU BERARTI PRINSIP KOMUNIS.

Karena keadilan adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sebenernya Pengampunan Dosa Kristiani yang Uthopis. Islam menempatkan manusia sesuai dengan apa yang diperbuatnya. Walaupun dia sudah menyatakan keimanan, jika tidak melaksanakan maka harus di"bersihkan" dahulu dosa2nya sebelum memasuki Surga. ITU BARU KEADILAN. Bukan untuk menghujat Kristen tapi hanya sebagai perbandingan saja.
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 6:49 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Sory baru masuk lagi. Temen sakit dirawat di RS jadi harus fulltime jagain beliau.

To Rebeca dulu
Kayaknya saya udah berkali2 bilang klo belajar Quran atawa Hadits jangan dari terjemahan. Apalagi terjemahan Indonesia yang ditranslet lagi ke English. Banyak perubahan makna dan coba belajar bahasa Arab dulu (Arab Quraisy ya) mbaru terjemahin Quran dan Hadits ke English langsung. Banyak terjemahan Quran dan Hadits yang memang sengaja digunakan untuk menghancurkan kekuatan Islam. So... Mendingan kursus bahasa Arab dulu. Arab Quraisy itu penuh majas dan perumpamaan2.

Gimana kalo kamu usul ke MUI agar semua terjemahan qur'an dan hadist dicabut dari peredaran ?

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Hadits itu banyak tingkatannya dari yang Shahih sampai yang Dhaif.
Bahkan Hadits yang Shahih secara rawi' belum tentu dianggap Shahih jika matannya bertentangan dengan Hadits yang Sanad atau Rawi' nya lebih kuat atau jika matannya bertentangan dengan Quran. Kedudukan Hadits seperti itu akan bergeser ke bawah bisa jadi Munqathi, Dhaif atau bahkan Maudhu. Jangan sembarangan mulung Hadits ya Mbak... (atau Abang yaa.... Namanya Rebeca Seh)

- Gimana kalo kamu usul ke MUI / depag RI agar hanya hadist yang ok aja yang ditulis.

atau

- Gimana kalo kamu usul ke DEPAG RI, kasi pengkodean untuk setiap hadist yang ada.
Misal:
a. hadist ok
b. hadist munqathi
c. dhaif
d. dan seterusnya

atau

- Gimana kalo kamu usul ke MUI agar memberi label HARRAM untuk qur'an dan hadist terjemahan ?
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 7:26 am

To Midgard

Midgard wrote
Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:
To: Midgard
Semua Agama memang mengajarkan hal itu karena pada dasarnya semua agama adalah berasal dari Islam, hanya dalam perjalanannya terdapat penyimpangan2 yang akhirnya menjadi (melahirkan) agama baru.



yeah, keep on dreaming ...
hanya krn iklannya, islam itu artinya sujut / tunduk atau apapun, enggak berarti ini benar2x agama yg mempunyai komponent sujut / tunduk / submit berasal dari islam ...

untuk catatan aja: dng logika ini, semua agama berasal dari buddha ...
anda enggak akan dapat tunduk / submit, kalau anda tidak dapat pencerahan ... kecuali, kalau anda mengakui, islam adalah kepercayaan buta ...

jadi semua agama yg 'islam' berasal dari buddha ...

islam, di haruskan submit ...
Kristen, menekankan choice / pilih ... freewill ... bukan paksaan atau aturan negara ...
tapi, orang Kristen adalah orang yg mendapatkan pencerahan juga ...
... ya, itung2x buddha juga gitu !
coba, agama apa yg bukan agama buddha


saya cuma mengatakan ini, krn anda kelihatannya kok tidak ngerti agama lain, kecuali yg anda pelajarin dari pesantren, atau apapun ...

semua agama, berusaha menjawab pertanyaan2x yg anda bilang ...


Jawab: Nggak mungkin agama berasal dari Buddha karena Islam itu sudah ada sejak zaman BAPAK MONOTHEIS IBRAHIM (menurut kesepakatan sejarawan dan Theologis) Saya sekarang kuliah di Ilmu Sejarah jadi tau tentang Sejarah Timur Tengah dan perkembangan Theologisnya. Sebenarnya ajaran Islam sudah ada sejak nabi Adam. Namun ya tentu saja dengan bahasa yang berbeda. Sedangkan penerapan ajarannya baru ada sejak zaman nabi Nuh. Disempurnakan oleh Ibrahim dengan pelaksanaan kewajiban dan syariat2, seperti shalat, puasa, dan haji. Namun tentu juga caranya berbeda dengan yang saat ini.

Saya tidak sedang mengkhayal, Friend...
Tau enggak klo sekarang Buddha itu udah bergeser dengan mempercayai Allah sebagai Tuhannya???!! Saya beberapa bulan yang lalu berkunjung ke Kelenteng di Banten dan mendapatkan intisari ajaran Buddha. Ya.. Buddha mengajarkan kebaikan. Tapi tau nggak mengapa mereka melakukan kebaikan ? Tepat. Karena Buddha yang mengajarkan. Tapi, tau nggak mengapa mereka membuat patung? Membangun Kelenteng? Menyusun doa2 harian? Bahkan sampai merevisi kitab dan aqidah mereka ???? Itu bukti penyimpangan yang tidak pernah diajarkan Gautama. Lalu, seperti apakah ajaran Gautama yang sebenarnya ????!!! Coba tanya sendiri ke temen2 yang Buddha. MEREKA NGGAK TAHU !!!! Karena memang tidak ada sumber yang jelas tentang ajaran Buddha. Dan sialnya kondisi serupa juga dialami oleh HINDU yang hanya mengizinkan pihak Brahma yang membaca kitab suci. Namun apa yang terjadi bagai Brahma yang berpikir cerdas????!!! Mereka masuk ISLAM, MASUK ISLAM !!!!!!
Nggak percaya.... Terserah tapi itulah kebenaran. Karena Muhammad pun tertulis pada kitab RIG VEDIC yang asli. Bahkan beberapa bulan yang lalu, di Mesjid yang biasa saya berjamaah Shalat. Ada seorang Brahma yang masuk Islam karena mengaku ingin kembali ke jalannya Ahad (Ahad itu satu, maksudnya: Esa, yaa Allah yang Esa)
Jadi, semua agama mengajarkan kebaikan tapi apakah kebaikan itumemang benar2 ajaran aslinya??? Klo Islam yaa jelas. Masih ada Quran walaupun temen2 anggap Quran itu palsu dsbg. Tapi kami Shalat karena Quran menyuruhnya, menghadap kiblat, membangun Masjid, Shaum, Haji, berbuat baik kepada orang tua, Shalat Jumat, Menyebarkan Salam, Memerangi para perusak dan lainnya. Itu semua dilakukan semata2 karena kecintaan dan ketaatan kami terhadp Allah dan Rasul-Nya. Sekarang saya mau tanya mengapa Orang Kristen membangun Gereja dan melarang Sunat serta menghalalkan babi ??? Jawabnya karena Saulus yang menyuruhnya, Bukan YESUS. Iya kan???

Quote:

Contohnya saja agama Yahudi dan Nashrani yang kami ummat Islam meyakini sebagai agama yang hanif (lurus) namun di tengah jalan terjadi penyimpangan yang menyebabkan harus diutusnya beberapa rasul untuk meluruskan kembali.



ngomong2x ttg hanif, ini ada beneran yg namanya agama Hanif ...
banyak tulisan2x quran yg berasal dari agama ini ...

kata2x 'allah', enggak pernah ada di luar arab ...
begitu juga kabah ...
begitu juga, irohman irohim (nama allah: maha penyayang & pengasih), cuma ada di quran dan Yemen (asal nama dewa ini)

banyak yg lain, yg udah saya tuliskan ...
kesimpulannya, agama islam cuma ada waktu muhammad, krn ini cuma contekan dari banyak agama ...
konsep2x agama ini (nama Tuhan) tidak pernah berbaur ... misalnya, Yahudi tidak mengenal allah, kabah, dsb ...
agama2x non-yahudi tidak mengenal YHVH ... nama Tuhan yg benar ...


Yup kata "Allah" pada awalnya nggak pernah ada di luar Arab, karena memang bahasa Arab dan ternyata Nashrani menyebutnya Elohim dan Yahudi menyebutnya YHVH. Mengapa??? Karena (udah dijelasin belum ya) Allah itu berasal dari bahasa Arab, kata awalnya Ilaah=Tuhan, sama dengan YHVW ataupun Elohim, hanya saja sebagai penegasan Syahadat (Nashrani dan Yahudi juga mengakui satu Ilaah) kata "Ilaah" menjadi Al-Ilaah yang berarti satu2nya Tuhan atau dalam srtruktur Bahasa Arab Al-Ilaah menjadi Allah. Dan Kata "Allah" ternyata sudah dikenal sejak zaman Ibrahim dengan ajarannya Millah Ibrahim yang hanif (ISLAM). Jadi nggak ada perbedaan yaa... Dan Islam bukan contekan tapi penyempurna dan pelurusan kembali.

Quote:

Buktinya adalah ajaran tentang tauhidullah (mengesakan Allah) yang sama di setiap agama.



anda salah ...
esa yg di kenal oleh Yahudi & Kristen, adalah esa yg lain ...
Trinitas di Kristen
di Yahudi, berkali2x Tuhan memakai kata jamak: Kami
juga, memakai kata Echad, yg artinya, satu yg majemuk ...

buddha tidak mengenal sosok tuhan (mungkin gua salah)
hindu, politheis, tidak mengakui ke-esaan tuhan ...

jadi, enggak semua agama itu tauhid ...
kecuali, anda bilang, agama yg anda maksud adalah agama yg monotheisme ... yg adalah definisi dari pengakuan adanya 1 tuhan ...


Udah saya bilang nggak ada Trinitas dalam ajaran yang hanif (lurus) Nashrani tidak mengenal Trinitas yang mengenal Trinitas itu Kristen. Saya sepakat dan Islam datang untuk menyempurnakan Nashrani dan mengembalikan hukum TORAH bukan KRISTEN, Yahudi sendiri sudah berkali2 membuat kitab palsu untuk menyaingi TORAH salahsatunya adalah TALMUD. Udah baca Talmud belum????? Dan sekarang Yahudi tidak memakai TORAH tapi TALMUD !!!!!!
Jadi ajaran yang dikenal sekarang adalah ajaran yang sudah menyimpang dari ajaran sebelumnya, dari ajaran aslinya. Maka dari itulah ISLAM datang... Untuk meluruskan kembali.... Karena pada dasarnya Agama yang datang dari langit (wahyu Ilaahi) itu MONOTHEISME.

Quote:

Pada dasarnya setiap agama mengajarkan Islam (yang jika diartikan memiliki makna keselamatan, berserah diri, damai).



SALAH ... setiap agama mengajarkan buddha ... pencerahan ...

yg bisa di artikan (ini saya buat2x sendiri) ... pencerahan tujuan hidup, pencerahan keadaan alam, kedamaian ... pencerahan akan jalan keselamatan ...

hanya krn 'nama' agamanya bisa di pelintir jadi yg baik2x & sepertinya merupakan asal, bukan berarti ini bukti ...


Jangan sembarangan bikin arti. Dan yang dimaksud pencerahan adalah menuju kepada KESELAMATAN (ISLAM).

Quote:

Hanya saja Islam datang untuk meluruskan aga yang terdahulu sebagai agama terakhir penyempurna segala risalah yang akan tetap terjaga hingga hari akhir sesuai dengan janji Allah.
Insya Allah nanti kita akan bahas permasalahan Tauhidullah.


meluruskan ... apa buktinya ini benar2x meluruskan ?

menurut alkitab, manusia di ciptakan dari tanah ...
menurut quran, manusia di ciptakan dari air, dari ketidak adaan, dari tanah, dari sperma, ... lupa listnya apa lagi ...

anggak quran bilang, manusia di ciptakan dari air ...
bisa di buktikan, bahwa versi air itu benar ?


benarkah tetap terjaga ?
quran yg asli, udah berkali2x berubah (dlm bahasa aslinya nih)

benarkah udah sempurna ?
ngomong ttg ajaran moralnya ...
di quran, di bilang, muhammad adalah contoh moral yg tertinggi yg perlu di contoh ... (lupa jelasnya spt apa)
dari mana kita tahu moral yg perlu di tiru kalau bukan dari hadist ?
lihat aja hadist yg sahih ... lihat aja apa yg di catat di sana ...


apa buktinya ?
muhammad dan allahnya tidak memberikan bukti ...
enggak ada bedanya antara lia eden & muhammad ...
(lihat signature saya)
lalu, kenapa anda percaya pada muhammad, tapi tidak pada lia eden ?

kenapa enggak percaya kepada lia eden aja ?


sorry, malas mendiskusikan kembali yg pernah saya ungkapkan ...


Coba dalam bahasa arab yaaa... Klo mau tafsirin Quran dan Hadits jangan liat Buku2 Terjemahan... OK !!!
Dan nggak ada penyimpangan. Air yang dimaksud adalah sperma dan memang itulah yang terjadi. Sedangkan yang dari tanah adalah nabi Adam dan Siti Hawa yang lainnya itu adalah berasal dari (saripati) tanah, yang disalurkan melalui sperma yang dikeluarkan bersama AIR MANI. Dan Tanah itu berasal dari ketiadaaan. Bukankah sebelum ada berarti tidak ada. Yaa Quran bener dong ???
Quran berubah ??? NGGAK SALAH ?????!!!!!!!!! Bukti2 itu nggak VALID untuk membuktikan perubahan Al-Quran karena argumen dari Saudara-Saudari MUslim juga kuat.
Akhlaq Rasul? Yaa yang terbaik........ Dan sepertinya tidak akan pernah dimengerti oleh orang yang hatinya tertutup. Yanmg dimaksud hAdits Shahih itu apa ???? Bukhari - Muslim ????!!! BUKAN CHOY... Belajar 'Ulumul Hadits dulu makannya.....
Kenapa saya percaya Muhammad dibandingkan Lia Eden. Karena Jelas Muhammad orang yang terkenal jujur, polos (gelarnya aja Al-Amin) dan banyak nubuat tentang kelahirannya. Sedangkan Lia Eden???? NGGAK DEGHHHHHHHH
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 7:38 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Coba dalam bahasa arab yaaa... Klo mau tafsirin Quran dan Hadits jangan liat Buku2 Terjemahan... OK !!!


- Gimana kalo kamu usul ke MUI / depag RI agar hanya hadist yang ok aja yang ditulis.

atau

- Gimana kalo kamu usul ke DEPAG RI, kasi pengkodean untuk setiap hadist yang ada.
Misal:
a. hadist ok
b. hadist munqathi
c. dhaif
d. dan seterusnya

atau

- Gimana kalo kamu usul ke MUI agar memberi label HARRAM untuk qur'an dan hadist terjemahan ?
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 7:40 am

gimana kalo kita debat disini pake bahasa arab aja ?
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 7:44 am

To Aku Adalah Aing
Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:
Sory baru masuk lagi. Temen sakit dirawat di RS jadi harus fulltime jagain beliau.

To Rebeca dulu
Kayaknya saya udah berkali2 bilang klo belajar Quran atawa Hadits jangan dari terjemahan. Apalagi terjemahan Indonesia yang ditranslet lagi ke English. Banyak perubahan makna dan coba belajar bahasa Arab dulu (Arab Quraisy ya) mbaru terjemahin Quran dan Hadits ke English langsung. Banyak terjemahan Quran dan Hadits yang memang sengaja digunakan untuk menghancurkan kekuatan Islam. So... Mendingan kursus bahasa Arab dulu. Arab Quraisy itu penuh majas dan perumpamaan2.


Gimana kalo kamu usul ke MUI agar semua terjemahan qur'an dan hadist dicabut dari peredaran ?
Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:

Hadits itu banyak tingkatannya dari yang Shahih sampai yang Dhaif.
Bahkan Hadits yang Shahih secara rawi' belum tentu dianggap Shahih jika matannya bertentangan dengan Hadits yang Sanad atau Rawi' nya lebih kuat atau jika matannya bertentangan dengan Quran. Kedudukan Hadits seperti itu akan bergeser ke bawah bisa jadi Munqathi, Dhaif atau bahkan Maudhu. Jangan sembarangan mulung Hadits ya Mbak... (atau Abang yaa.... Namanya Rebeca Seh)


- Gimana kalo kamu usul ke MUI / depag RI agar hanya hadist yang ok aja yang ditulis.

atau

- Gimana kalo kamu usul ke DEPAG RI, kasi pengkodean untuk setiap hadist yang ada.
Misal:
a. hadist ok
b. hadist munqathi
c. dhaif
d. dan seterusnya

atau

- Gimana kalo kamu usul ke MUI agar memberi label HARRAM untuk qur'an dan hadist terjemahan ?


Terjemahan Quran-Hadits nggak perlu dicabut dari peredaran karene sudah cukup baik tapi karena digunakan sebagai tafsiran maka bahasanya jadi bahasa sehari2. Klo mau belajar MAKNA QURAN-HADITS harus belajar dari bahasa ASLINYA jangan dari Indonesia apalagi English. Itu maksudku. Dan saya sepakat untuk setiap Hadits akan JAUH LEBIH BAIK jika dicantumkan tingkatan HAditsnya. Dan itu sudah dilakukan oleh A. Hassan ketika menerjemahkan Kitab Bulugul-Maram karangan Ibnu Hajjar Al-Asqalani serta Kitab Ihyaa'-nya Al-Ghazali. Jadi saya juga sepakat bahwa di dalam Bukhari-Muslim pun harus ada penanda Hadits yang Shahih, Munqathi, Dhaif, Maudhu dan sebagainya jika memang ada. Saya sarankan klo memang ingin mendalami ilmu Quran dan Hadits coba langsung hubungi Ust. Syaiful Islam Mubarak atau Ust. Abu Rabbani di Bandung, insya Allah keduanya pasti membantu. Saya bersedia membantu tapi nggak lewat forum ini. Kirim email aja [email protected].
Klo MUI kasih label haram nggak perlu lah wong nggak ada sesuatu yang perlu diharamkan. Thanx....
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 7:47 am

Saya lanjutin Lessonnya..
Untuk memperkuat keberadaan Al-Khaliq, ada sebuah cerita, di suatu tempat, ada seorang pemuda yang tidak mempercayai adanya Al-Khaliq (pencipta). Dia kemudian datang kepada seorang yang shalih dan menanyakan keberadaan Al-Khaliq. Pemuda itu berkata “Jika memang Al-Khaliq itu ada, tunjukkan padaku diamana Dia!” Lalu orang shalih itu diam sesaat, kemudian orang shalih tadi melemparinya dengan batu. Karena diperlakukan seperti itu, pemuda tadi melaporkannya ke pengadilan hingga kasus tersebut masuk ke persidangan.
Di persidangan, hakim bertanya kepada pemuda, “Apa masalah sebenarnya?” Pemuda itu menjawab “Saya merasa tersakiti karena batu yang dilempari orang itu” katanya.
Lalu, hakim memberi kesempatan kepada orang shalih untuk membela. Dengan tenang orang shalih itu menjawab “Pemuda ini datang menanyakan keberadaan Al-Khaliq, maka saya ingin bertanya kepada pemuda itu, jika engkau merasa sakit, maka tunjukkan di mana dan bagaimana bentuk dari rasa sakitmu itu?”
Pemuda itu kemudian terdiam dan persidangan pun tidak dilanjutkan.
Kisah lainnya adalah tentang seorang Ulama yang ditantang debat oleh seorang yang tidak meyakini keberadaan Al-Khaliq. Panantang debat tersebut seorang Atheis yang mendukung teori Evolusi dan materialisme. Namun, ketika tiba waktu yang ditentukan, Ulama itu tidak kunjung datang sehingga si penantang itu berkata dengan lantang kepada yang hadir pada waktu itu bahwa tidak ada Tuhan, al-Khaliq atau lainnya karena Ia menganggap ulama itu takut untuk berdebat, namun beberapa saat kemudian, Ulama itu datang.
Si penantang menanyakan mengapa ulama terlambat. Lalu ulama itu menjawab “Rumah saya berada di seberang sungai yang luas, ketika saya pergi ke tempat ini, saya tidak menemukan jembatan ataupun perahu yang bisa digunakan untuk menyebrangi sungai itu. Namun, ketika saya sedang menunggu perahu, tiba2 ada sebuah arus sangat besar yang meruntuhkan pepohonan disekitar sungai. Pepohonan itu kemudian tercebur ke sungai dan pepohonan itu tiba2 bersatu dan membentuk sebuah rakit dengan ikatan dari akar2nya. Kejadian itu terjadi dengan sendirinya.”
Si penantang kemudian tertawa terbahak2 mendengar cerita Ulama. Lalu dia berkata “Tidak mungkin rakit itu terbuat dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya. Ulama, engkau pasti sedang mengkhayal. Itu hanya alasanmu saja yang takut berdebat denganku.”
Ulama itu menjawab “Mungkinkah saya mengkhayal tentang kejadian itu? Padahal anda yang lebih sering berkata dan menyebarkan propaganda bahwa bumi dan alam semesta tercipta tanpa adannya Al-Khaliq (pencipta) dan anda sebut itu dengan rasional !!! Jika sebuah rakit saja tidak bisa terbuat dengan sendirinya, maka bagaimana mungkin dengan alam semesta yang amat sangat jauh lebih kompleks dari sekedar sebuah rakit?”
Si penantang kemudian terdiam dan meminta maaf kepada ulama.
Jadi sudah jelaslah kiranya bahwa alam semesta ini tidak mungkin diciptakan tanpa adanya Al-Khaliq. Jikapun teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluq hidup berasal dari benda mati maka siapa yang menciptakan benda mati yang pertama kali ada di dunia ini. Atau jika teori Biologi tentang terciptanaya alam semesta dari zat-zat asam amino (protein) itu yang benar, maka siapa yang menciptakan struktur molekul atau atom sebagai bagian terkecil dari materi sebelum membentuk alam semesta? Begitupun jika teori Big Bang yang betul, maka pasti ada kekuatan yang begitu besar, tidak terbatas ruang dan waktu, tidak memiliki kelemahan, ada sebelum kata “ada” itu ada. Satu Dzat yang Maha Mulia yang tidak ada kekuatan yang lebih besar dari-Nya dan pastinya berbeda dengan makhluq-Nya.
Maka, pertanyaan yang mungkin muncul adalah siapa Al-Khaliq itu?! Maka al-Quran dengan gamblang menjelaskan hal tersebut. Dalam QS. 7: 54, Allah berfirman:
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
QS. 6: 14:
Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik."
QS. 6: 71:
“Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami". Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,”
QS.6:162:
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.”
Masih banyak ayat2 dalam al-Quran yang menjelaskan tentang Tauhid Rubbubiyah-Nya Allah (QS. 10:3, 12: 106, 43: 87, 25:2, 67:2, dll) namun sepertinya itu semua sudah cukup untuk menjelaskannya. Maka orang yang mengingkari keberadaan Al-Khaliq dalam Islam disebut kafir dan keyakinannya disebut atheis atau Materialisme. Sedangkan mereka yang mengakui adanya Al-Khaliq maka disebut sebagai Theisme. Semua orang beragama merupakan penganut theisme. Theisme dibagi dua, monotheis (mengakui satu Rabb) dan politheis (mengakui banyak Rabb). Islam dan agama-agama samawi lainnya meupakan penganut monotheis dengan satu Rabb, satu ilaah, dan satu Al-Khaliq, Allah SWT seperti termuat dalam kitab suci. Penganut politheis sendiri dalam Islam dikenal dengan istilah Syirik Akbar (syirik yang besar).
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 7:50 am

buat Hudzaiyfah al-Fadhliy:
kayaknya semua ayat yang lu pulung terjemahannya kurang tepat, itu kan terjemahan dari depag RI.
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 7:58 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:QS. 6: 14:
Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik."


dengan meng-asumsikan terjemahan QS 6:14 itu bisa dipakai.
siapakah "aku" dalam ayat diatas ? misalnya "aku" itu adalah muhammad, dan misalkan ibrahim itu islam, juga misalkan nuh itu islam, maka ibrahim dan nuh orang keberapa ya yang menyerah diri (kepada Allah) ???
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 8:07 am

To Akuadalahaing.
Soalnya klo Saya kasih per terjemahan yang per kata akan lebih banyak penjelasannya. Dan klo kurang tepat yang mana?? Tunjukkin dong....
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby Hudzaiyfah al-Fadhliy » Mon Jan 22, 2007 8:09 am

To Akuadalahaing.
Soalnya klo Saya kasih per terjemahan yang per kata akan lebih banyak penjelasannya. Dan klo kurang tepat yang mana?? Tunjukkin dong....
Aku di situ adalah orang Islam. Setiap Islam menjadi orang yang eprtama kali menyerahkan diri (setelah kejahiliyahannya) coba baca tafsir fii zhiilal atau ibnu Katsir.
User avatar
Hudzaiyfah al-Fadhliy
 
Posts: 58
Joined: Fri Aug 25, 2006 6:43 am
Location: Jatinangor

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 8:09 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Saya sarankan klo memang ingin mendalami ilmu Quran dan Hadits coba langsung hubungi Ust. Syaiful Islam Mubarak atau Ust. Abu Rabbani di Bandung, insya Allah keduanya pasti membantu. Saya bersedia membantu tapi nggak lewat forum ini. Kirim email aja [email protected].
Klo MUI kasih label haram nggak perlu lah wong nggak ada sesuatu yang perlu diharamkan. Thanx....


gak pernah denger tuh namanya, ya mending sama ust.jallaludin rahmat atuh, dia lebih canggih dari pada kedua ustadz lu, sekolahnya aja di resmiin ama mr.amin rais.
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 22, 2007 8:25 am

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:To Akuadalahaing.
Soalnya klo Saya kasih per terjemahan yang per kata akan lebih banyak penjelasannya. Dan klo kurang tepat yang mana?? Tunjukkin dong....

lho aku kan nyontek tulisan-tulisan kamu yang di atas sono... yang nyebutin kalau mau pulung ayat jangan dari yang terjemahan.

bai de wei, tolong isi pool saya dong di Aku Bangga
koq belum ada yang milih pilihan a, mungkin kamu mau pilih pilihan a ?
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby midgard » Mon Jan 22, 2007 12:12 pm

Hudzaiyfah al-Fadhliy wrote:Jawab: Nggak mungkin agama berasal dari Buddha karena Islam itu sudah ada sejak zaman BAPAK MONOTHEIS IBRAHIM (menurut kesepakatan sejarawan dan Theologis) Saya sekarang kuliah di Ilmu Sejarah jadi tau tentang Sejarah Timur Tengah dan perkembangan Theologisnya. Sebenarnya ajaran Islam sudah ada sejak nabi Adam. Namun ya tentu saja dengan bahasa yang berbeda. Sedangkan penerapan ajarannya baru ada sejak zaman nabi Nuh. Disempurnakan oleh Ibrahim dengan pelaksanaan kewajiban dan syariat2, seperti shalat, puasa, dan haji. Namun tentu juga caranya berbeda dengan yang saat ini.

Saya tidak sedang mengkhayal, Friend...
Tau enggak klo sekarang Buddha itu udah bergeser dengan mempercayai Allah sebagai Tuhannya???!! Saya beberapa bulan yang lalu berkunjung ke Kelenteng di Banten dan mendapatkan intisari ajaran Buddha. Ya.. Buddha mengajarkan kebaikan. Tapi tau nggak mengapa mereka melakukan kebaikan ? Tepat. Karena Buddha yang mengajarkan. Tapi, tau nggak mengapa mereka membuat patung? Membangun Kelenteng? Menyusun doa2 harian? Bahkan sampai merevisi kitab dan aqidah mereka ???? Itu bukti penyimpangan yang tidak pernah diajarkan Gautama. Lalu, seperti apakah ajaran Gautama yang sebenarnya ????!!! Coba tanya sendiri ke temen2 yang Buddha. MEREKA NGGAK TAHU !!!! Karena memang tidak ada sumber yang jelas tentang ajaran Buddha. Dan sialnya kondisi serupa juga dialami oleh HINDU yang hanya mengizinkan pihak Brahma yang membaca kitab suci. Namun apa yang terjadi bagai Brahma yang berpikir cerdas????!!! Mereka masuk ISLAM, MASUK ISLAM !!!!!!
Nggak percaya.... Terserah tapi itulah kebenaran. Karena Muhammad pun tertulis pada kitab RIG VEDIC yang asli. Bahkan beberapa bulan yang lalu, di Mesjid yang biasa saya berjamaah Shalat. Ada seorang Brahma yang masuk Islam karena mengaku ingin kembali ke jalannya Ahad (Ahad itu satu, maksudnya: Esa, yaa Allah yang Esa)
Jadi, semua agama mengajarkan kebaikan tapi apakah kebaikan itumemang benar2 ajaran aslinya??? Klo Islam yaa jelas. Masih ada Quran walaupun temen2 anggap Quran itu palsu dsbg. Tapi kami Shalat karena Quran menyuruhnya, menghadap kiblat, membangun Masjid, Shaum, Haji, berbuat baik kepada orang tua, Shalat Jumat, Menyebarkan Salam, Memerangi para perusak dan lainnya. Itu semua dilakukan semata2 karena kecintaan dan ketaatan kami terhadp Allah dan Rasul-Nya. Sekarang saya mau tanya mengapa Orang Kristen membangun Gereja dan melarang Sunat serta menghalalkan babi ??? Jawabnya karena Saulus yang menyuruhnya, Bukan YESUS. Iya kan???


gampangnya ngomong nama muhammad di tulis di RIG VEDIC yang asli ...
ketahuilah, kenabian lia eden juga di tulis di quran yg asli ... :)
enggak ada nama lia eden ?
ya, berarti itu yg palsu ...
ngomong asli atau palsu sih gampang ... dng pakai teknik ini, semua juga bisa ngomong doang ...

lihat aja perubahan2x yg di lakukan oleh allah/muhammad (di lupakan), pengikutnya (bakar2x versi2x quran, dan membuat jadi satu --- mengaku sulit ngumpulin quran), sampai sekarang ada paling tidak 7 versi ...


well, gua enggak tahu, rig vedic udah di revisi atau belum ... meskipun kalau di akui udah berubah, tapi tanpa bukti adanya nama muhammad di sana, ... :)


Paulus tidak pernah menyuruh membangun gereja ...

melarang sunat ? Paulus aja bersunat, kok malah melarang orang ??? ..., muhammad bersunat ? ... kagak jelas ...

Paulus berkata
Roma 3:1-2 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.

Paulus berkata
Filipi 3:4-5 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

alasan bangga kepada lahiriah ... pertama SUNAT!

makan babi ?
seinget saya, Paulus tidak pernah bilang makan specifically babi boleh apa enggak ...
tapi Yesus berkata
Matius 15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."


kamu kira, spt quran yg ngajarin salat 3x, hadist 5x ... yg di pilih omongan muhammad yg di hadist, bukan omonganya yg di quran ?


ok, kembali lagi ke topik islam !

Yup kata "Allah" pada awalnya nggak pernah ada di luar Arab, karena memang bahasa Arab dan ternyata Nashrani menyebutnya Elohim dan Yahudi menyebutnya YHVH. Mengapa??? Karena (udah dijelasin belum ya) Allah itu berasal dari bahasa Arab, kata awalnya Ilaah=Tuhan, sama dengan YHVW ataupun Elohim, hanya saja sebagai penegasan Syahadat (Nashrani dan Yahudi juga mengakui satu Ilaah) kata "Ilaah" menjadi Al-Ilaah yang berarti satu2nya Tuhan atau dalam srtruktur Bahasa Arab Al-Ilaah menjadi Allah. Dan Kata "Allah" ternyata sudah dikenal sejak zaman Ibrahim dengan ajarannya Millah Ibrahim yang hanif (ISLAM). Jadi nggak ada perbedaan yaa... Dan Islam bukan contekan tapi penyempurna dan pelurusan kembali.


yup, saya setuju ...
Elohim itu adalah sejenis illah, yaitu kata umum untuk Tuhan ...
memang, 'illah' udah di kenal, yaitu Elohim (dlm bahasa masing2x)

tapi YHVH itu adalah nama personal Tuhan/Elohim yg berkuasa ...
sama sekali tidak pernah di sebutkan di quran ...
di Alkitab ? beribu2x ...


jadi, bedakan !


Udah saya bilang nggak ada Trinitas dalam ajaran yang hanif (lurus) Nashrani tidak mengenal Trinitas yang mengenal Trinitas itu Kristen. Saya sepakat dan Islam datang untuk menyempurnakan Nashrani dan mengembalikan hukum TORAH bukan KRISTEN, Yahudi sendiri sudah berkali2 membuat kitab palsu untuk menyaingi TORAH salahsatunya adalah TALMUD. Udah baca Talmud belum????? Dan sekarang Yahudi tidak memakai TORAH tapi TALMUD !!!!!!
Jadi ajaran yang dikenal sekarang adalah ajaran yang sudah menyimpang dari ajaran sebelumnya, dari ajaran aslinya. Maka dari itulah ISLAM datang... Untuk meluruskan kembali.... Karena pada dasarnya Agama yang datang dari langit (wahyu Ilaahi) itu MONOTHEISME.


bisa kasih reference, orang Yahudi pakai Talmud ?

http://www.jewishvirtuallibrary.org/jso ... pstoc.html

jelas, Tanakh yg di pakai ... (Taurat adalah bagian dari Tanakh)

Talmud, adalah tulisan rabi2x ... (hanya krn ada bbrp kisah yg di contoh muhammad, bukan berarti ini merupakan kitab suci Yahudi)

dlm islam yg asli ... yg asli nih ... enggak ada nabi pedofile, enggak ada poligami, enggak ada mencuri, enggak ada taqqia, pembolehan berbohong, menyuruh membunuh orang2x kafir (yg tidak kenal batas waktu), ayat2x yg cuma untuk keuntungan muhammad, dsb ...

tapi saya enggak bisa kasih bukti ... :) ... hanya saja, banyak orang islam yg tidak melakukan ini semua (enggak pedofile, poligami, mencuri, taqqiya, bohong, membunuh kafir, dsb) ... itu bukti2x yg saya punyai saat ini :) :)

sama aja dng gong yg anda tabuhkan ...


lha, maka dari itu, lia eden datang ... meluruskan islam ...
.. eh, kok enggak mau di lurusin, malah nabi cewek ini di penjara :) :) :)

Jangan sembarangan bikin arti. Dan yang dimaksud pencerahan adalah menuju kepada KESELAMATAN (ISLAM).


lihat wikipedia ... buddha itu artinya pencerahan ...
http://en.wikipedia.org/wiki/Buddha
:)

ya, sama dng arti islam (well, mungkin bukan argument anda, tapi saya sering dengar)... bersujut, atau apapun yg anda maksudkan ... terus asal aja ada agama yg salah satu komponentnya bersujut ... lha itu agama islam ... :)

Coba dalam bahasa arab yaaa... Klo mau tafsirin Quran dan Hadits jangan liat Buku2 Terjemahan... OK !!!

Dan nggak ada penyimpangan. Air yang dimaksud adalah sperma dan memang itulah yang terjadi. Sedangkan yang dari tanah adalah nabi Adam dan Siti Hawa yang lainnya itu adalah berasal dari (saripati) tanah, yang disalurkan melalui sperma yang dikeluarkan bersama AIR MANI. Dan Tanah itu berasal dari ketiadaaan. Bukankah sebelum ada berarti tidak ada. Yaa Quran bener dong ???
Quran berubah ??? NGGAK SALAH ?????!!!!!!!!! Bukti2 itu nggak VALID untuk membuktikan perubahan Al-Quran karena argumen dari Saudara-Saudari MUslim juga kuat.
Akhlaq Rasul? Yaa yang terbaik........ Dan sepertinya tidak akan pernah dimengerti oleh orang yang hatinya tertutup. Yanmg dimaksud hAdits Shahih itu apa ???? Bukhari - Muslim ????!!! BUKAN CHOY... Belajar 'Ulumul Hadits dulu makannya.....
Kenapa saya percaya Muhammad dibandingkan Lia Eden. Karena Jelas Muhammad orang yang terkenal jujur, polos (gelarnya aja Al-Amin) dan banyak nubuat tentang kelahirannya. Sedangkan Lia Eden???? NGGAK DEGHHHHHHHH


lupa, banyaknya penjelasan manusia dari apa saja di quran ... :)


ttg versi quran ...
udah sering di bahas
di akui orang islam ...
http://www.submission.org/quran/warsh.html

apanya yg enggak valid ? enggak ada yg membantah kok ...
cuma ada yg bilang, hurufnya harus di pelajari sama orang level 12, sedangkan di indo cuma ada level 6 rata2x ...


kalau pingin yg tidak berubah, tuh, lia eden ... dng teknologi DVD ... pasti di jamin tidak dilupakan oleh allah :)
... atau lupa, tapi sungkan tanya ke allah, ... atau lupa akan karangannya sendiri :)

bahkan pembacaan dlm bahasa indonesia-pun di rekam, jadi, tidak akan ada kesalahan apapun ...


bisanya saya hanya memperhatikan hadist bukhari dan muslim aja ... karena ada tulisannya SAHIH bukhari, SAHIH muslim ...
perkara anda tidak mengakui, orang islam yg lain mengakui ke-sahih-an hadist ini ...

pedofile ? bukhari & mungkin muslim juga mencatat ...

di quran, banyak mencatat ayat2x yg menguntungkan muhammad ... misalnya kawin dng istri anak angkat ...


terbaik ? kata siapa ? kata quran khan ? quran kata siapa ? kata allah ... siapa yg bilang gitu ? jabril ? siapa yg bilang itu jabril yg bilang ? muhammad ...
lia eden juga bisa mbuat tulisan -> jabril bilang allah bilang lia eden paling cakep dah ! :)


kok kalian enggak pada poligami semua ? takut enggak bisa berbuat adil ? makanya, jangan takut ... muhammad juga kagak takut ... tapi berbuat tidak adil juga, lebih sering ke aishya ... :)


al-amin ? :)
http://www.faithfreedom.org/faq/61.htm


banyak nubuat ttg kelahirannya ?
lia eden juga :) berkali2x lipat dari nubuatan muhammad malah ...
tapi, sayangnya, orang2x Yahudi, Arab, India dan bangsa2x lain menghampuskan ini semua dari kitab mereka, krn indo tidak pernah ada nabi ... mereka juga menolak nabi cewek :) :) :)

bahkan nama, tanggal lahir, jenis kelamin, lokasi, jam, orang tua, tinggi badan max, udah di tulis di quran (yg 'asli' lho) ...

yg 'asli' lho ... kalau quran di ambil huruf pertama dr setiap kalimat, kedua, ketiga, dsb, di jadikan file, di kasih file header jpg, bisa keluar photo lia eden lagi sikat gigi ... ini yg 'asli' lho ...
inilah kehebatan quran yg 'asli' :)

gimana, masih kurang yakin bukti2x nubuat ttg kelahiran lia eden ... yg udah di tulis sedemikian detail ... pasti lebih detail dari muhammad ... :) :)

coba aja kalau enggak percaya :) .... enggak bisa ? ... ya, berarti udah enggak 'asli' sih ! :)


gampangnya kalau memakai teknik 'kitab2x lalu udah di korupsi ...'


krn itulah, Yesus pakai kitab2x Yahudi, yg bisa terpelihara sampai sekarang!


apakah allah tidak pernah berpikir untuk merawat kitab2x yg lalu ? supaya orang enggak bisa dng mudah ngaku2x dng tulisan yg enggak pernah ada ?
supaya enggak ribut cari bukti ...


kalau anda punya nubuatan kelahiran muhammad dari kitab yg ada sekarang (yg di akui asli oleh pengikutnya), kasih aja contohnya ...
kristen maupun non-kristen ... asal yg dari jaman muhammad ...


atau, sebenarnya udah di akui oleh muhammad di 15:9 ?
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

di bahasa aslinya, kelihatannya bukan al-quran, tapi firman / pengingat (ini saya dapat dari bahasa inggris) ...
User avatar
midgard
 
Posts: 1610
Joined: Fri Jun 30, 2006 7:33 am

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users