.

Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 5:32 pm

daddy wrote:
Mas... ..I Yoh.3:24 itu merupakan persekutuan antara roh manusia dengan Roh Allah. Tidak bisa anda mengartikan atau anda merasa sudah menyatu dengan Roh Allah, Sebab hal itu tidak bisa diperoleh manusia dengan sembarangan tanpa memperhatikan KETETAPAN-NYA.

Dan Ketetapan-Nya yang memungkinkan roh manusia kita dapat bersekutu/bersatu dengan Roh-Nya (Allah) hanya melalui Yesus Kristus; Itulah Ketetapan-Nya, tidak bisa hanya dengan pengertian manusia anda sendiri.

Disinilah yang saya maksudkan dengan MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR = IMAN.

Sedangkan "Iman" yang seperti anda ini masih tergolong dalam masa proses pencarian manusia kepada Penciptanya.
Jadi saran saya renungkan dan dapatkan kebenaran yang sesungguhnya.


Saya bisa mengatakan itu bukan berarti saya dalam proses pencarian. Saya sudah menemukan. Orang2 yang se kepercayaan dengan sudah banyak yang menemukan dan membuktikan. Mereka sudah tenang karena tujuan hidupnya sudah tercapai. Tinggal mereka menjalankan hidup saja. Proses saya sekarang hanya menikmati hidup saja. Memang kalau belum ketemu bagai mana kita bisa ber iman? Nah sekarang pengertian IMAN itu menurut you apa? Ketetapan apa lagi. Saya kira Tuhan tidak mempersulit/birokrasi terhadap umatnya.

Yang namanya IMAN adalah mengenal Tuhan dengan Benar.
Disini kita belajar melalui teks Kitab Suci sebagai wacana perenungan kita dalam pencarian pengenalan kepada Tuhan.

Pengenalan ini harus disertai dengan keta'atan kepada ATURAN dan KETETAPAN-Nya, sebab tanpa menta'ati Aturan dan Ketetapan-Nya, maka sia-sialah pengenalan kita (yang melalui teks KS) itu kepada-Nya.

Jadi Mengenal Tuhan dengan Benar, merupakan perwujudan dari KEBENARAN (teks KS) itu sendiri, dan tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi.
Baik susah maupun senang, baik untung maupun rugi bahkan sampai kematianpun tidak bisa memisahkan kita dari KEBENARAN itu.

Itulah yang namanya IMAN SEJATI.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby caberawit » Mon Jan 08, 2007 6:39 pm

bambang wrote:
daddy wrote:
Aduh mbulet aja org ini. Nyata itu harus disaksikan sendiri.

Sebenarnya yang mbulet dan mbuat ribet itu pencarian anda mengenal Tuhan.
Dan faham Syieh Sitijenar banyak sekali mempengaruhi anda dalam mengekspresikan Tuhan itu.
Yang menganggap bahwa dirinya/hidupnya merupakan perwujudan dari keberadaan Tuhan itu.

Itu sesat loh...


Hehehe... pada mbulet-mbulet. Gue jadi pengen komen....

Kalo dilihat dari awal thread, sampe sekarang, yang mbulet menurut gue itu ya mas daddy. Daddy ini berangkat dari pemikiran islam kemudian dicampur-campur dengan kebathinan ala dirinya sendiri, trus berusaha membenarkan islam dan kepercayaannya yang ngga jelas itu, dengan menyalahkan pendapat orang lain yang ngga sesuai dengan seleranya.

Segitu aja komen gue, silahkan dilanjut....
User avatar
caberawit
 
Posts: 280
Joined: Mon Oct 16, 2006 12:59 am

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby Anti_ARAB » Mon Jan 08, 2007 6:53 pm

daddy wrote:Kalau kalian bertuhan, tolong sebutkan dimana keberadaan Tuhan, Allah, God, HyangWidhi apapun istilahnya. Saya Yakin kalian ini hanya mengenal namanya saja. Ada nama pasti ada barangnya. Kalau kalian tahu pasti kalian tidak akan saling menghujat, pasti akan saling mengasihi sperti layaknya sifat Tyuhan itu sendiri. Mengapa di ajaran islam kita bersaksi dalam syahadat, dan kesaksian dalam agama kristen, Apa yang disaksikan? Jujur, bukankah itu kesaksian palsu? Maka bertanyalah pada seseorang yang berilmu tentang ketuhanan. Bukan hanya sekedar percaya dan hanya sekedar menjalankan kewajiban saja. Tapi benar-benar bukti yang nyata. Hanya sapi saja yang penurut tapi tidak tahu sejatinya makna/hakekat beragama.


gwe tidak bertuhan jadi gwe bebas dong mencaci maki onta berjenggot ? :D
Anti_ARAB
 
Posts: 192
Joined: Mon Apr 10, 2006 8:43 pm
Location: LAGI BEOL DI HAJAR SAHWAT

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 8:05 pm

[quote="bambang"][quote="daddy"][quote]Mas... ..I Yoh.3:24 itu [quote]merupakan persekutuan antara roh manusia dengan Roh Allah. Tidak bisa anda mengartikan atau anda merasa sudah menyatu dengan Roh Allah, Sebab hal itu tidak bisa diperoleh manusia dengan sembarangan tanpa memperhatikan KETETAPAN-NYA.[/quote

Ketetapan buatan manusia atau bukan? Apa ada ayat2nya yang mengatakan itu. Tolong tunjukkan ayat2 itu.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 10:30 pm

daddy wrote:
bambang wrote:Mas... ..I Yoh.3:24 itu merupakan persekutuan antara roh manusia dengan Roh Allah. Tidak bisa anda mengartikan atau anda merasa sudah menyatu dengan Roh Allah, Sebab hal itu tidak bisa diperoleh manusia dengan sembarangan tanpa memperhatikan KETETAPAN-NYA.


Ketetapan buatan manusia atau bukan? Apa ada ayat2nya yang mengatakan itu. Tolong tunjukkan ayat2 itu.


Jika anda masih memerlukan penjelasan saya tentang ketetapan-Nya, bagaimana anda bisa mengatakan bahwa anda sudah mengenal-Nya dengan benar!?

Bukankah tepat apa yang saya pernah katakan, bahwa sesungguhnya anda ini masih tergolong dalam masa proses pencarian manusia kepada Penciptanya?

Jadi sekali lagi saya katakan:

IMAN adalah Pengenalan Akan Tuhan Dengan Benar.
Sesuai dengan firman Tuhan berikut ini.

Yeremia 9:23-24
Beginilah firman TUHAN:
"Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby Kane » Tue Jan 09, 2007 8:54 am

Waduh jadi rame neh...

Dari awal juga saya sudah merasa ada yang lain dengan mas daddy ini, pemahamannya sedikit berbeda dan cenderung membenarkan diri sendiri...tapi itu tidaklah masalah, sah2 saja, karena semua nya pribadi masing2 lah yang bertanggung jawab langsung kepada Allah nantinya...

Saya setuju dengan beberapa cara pandangnya mas daddy ini. Tapi untuk masalah Allah ada pada diri kita seharusnya berhati2 dalam pemahamannya, jangan sampai kita meyimpang. Kalo Allah itu sendiri berada pada diri manusia saya tidak tau pasti maksudnya, tetapi saya meyakini potensi2 yang ada pada diri kita itu lah yang meyebabkan kita dekat dengan Allah, kita bisa melihat tapi bukan Maha Melihat, mendengar tapi bukan Maha Mendengar, dsb. Kita sendiri bisa meningkatkan potensi2 tersebut dengan terus banyak melihat, merenung dan memikirkan apa2 yang terjadi di dunia ini serta tentu saja mendekatkan diri kepada Allah. Namun tetap pada akhirnya bukan Allah itu ada pada diri manusia yang hina ini tetapi bisa sangat dekat dengan Nya.

Memang ada beberapa manusia yang sampai pada taraf dimana mereka hanya mendengar semua bentuk mahluk didunia ini semuanya bertasbih kepada Allah, tetapi itu semua Allah yang lebih Mengetahui.

Selebihnya saya hanya menyarankan kepada mas daddy untuk tidak terus menerus membenarkan perkataan anda dan menyalahkan orang lain, karena perbedaan seperti ini lah yang nantinya menyebabkan anda sendiri lari dari signature dan perkataan anda sendiri...begitu...

Maaf kalo sedikit OOT, silahkan lanjutkan...
User avatar
Kane
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 1:04 am

daddy wrote:
bambang wrote:Mas... ..I Yoh.3:24 itu merupakan persekutuan antara roh manusia dengan Roh Allah. Tidak bisa anda mengartikan atau anda merasa sudah menyatu dengan Roh Allah, Sebab hal itu tidak bisa diperoleh manusia dengan sembarangan tanpa memperhatikan KETETAPAN-NYA.


Jika anda masih memerlukan penjelasan saya tentang ketetapan-Nya, bagaimana anda bisa mengatakan bahwa anda sudah mengenal-Nya dengan benar!?


Terpaksa saya ulang lagi pertanyaan saya supaya lebih jelas.
Ketetapan buatan manusia atau bukan? Apa ada ayat2nya yang mengatakan itu. Tolong tunjukkan ayat2 itu.
(Saya minta bukti bahwa ada ketapan yang dibuat oleh Tuhan) tidak perlu penjelasan.

Bukankah tepat apa yang saya pernah katakan, bahwa sesungguhnya anda ini masih tergolong dalam masa proses pencarian manusia kepada Penciptanya?

Ma’af, kalau saya masih mencari saya masih sibuk mencarinya dan tidak akan masuk ke forum ini.

Jadi sekali lagi saya katakan:

IMAN adalah Pengenalan Akan Tuhan Dengan Benar.
Sesuai dengan firman Tuhan berikut ini.


Berarti sudah ketemu dengan Tuhan? Seperti apa Tuhan itu?

Yeremia 9:23-24
Beginilah firman TUHAN:
"Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
[/quote]

bahwa ia memahami dan mengenal Aku
Ini yang saya maksud. Anda dengan mencantumkan ayat ini seharusanya anda bisa menyampaikan apa DZATNYA?
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 1:18 am

"Kane"
]Waduh jadi rame neh...

Dari awal juga saya sudah merasa ada yang lain dengan mas daddy ini, pemahamannya sedikit berbeda dan cenderung membenarkan diri sendiri...tapi itu tidaklah masalah, sah2 saja, karena semua nya pribadi masing2 lah yang bertanggung jawab langsung kepada Allah nantinya...


Ma’af saya disini tidak mencari pembenaran. Saya memancing cara berpikir dalam beragama dengan pola pemikiran yang lebih logis. Seandainya umat Islam sendiri sibuk mengkaji makna dari kitab Al Qur’an, mungkin tidak akan sempat melirik apa yang dipelajari agama lain. Ini belum saatnya saya bukakan Ayat dari kitab2 lainnya. Karena agama itu akal, kita yang berpendidikan tinggi harus menggunakan akal bijak kita. Katakan dengan jujur kalau salah bilang salah, dan benar harus bilang benar.
Saya setuju dengan beberapa cara pandangnya mas daddy ini. Tapi untuk masalah Allah ada pada diri kita seharusnya berhati2 dalam pemahamannya, jangan sampai kita meyimpang. Kalo Allah itu sendiri berada pada diri manusia saya tidak tau pasti maksudnya, tetapi saya meyakini potensi2 yang ada pada diri kita itu lah yang meyebabkan kita dekat dengan Allah, kita bisa melihat tapi bukan Maha Melihat, mendengar tapi bukan Maha Mendengar, dsb. Kita sendiri bisa meningkatkan potensi2 tersebut dengan terus banyak melihat, merenung dan memikirkan apa2 yang terjadi di dunia ini serta tentu saja mendekatkan diri kepada Allah. Namun tetap pada akhirnya bukan Allah itu ada pada diri manusia yang hina ini tetapi bisa sangat dekat dengan Nya.


Saya sudah jawab pertanyaan bung Kane sebelumnya. Karena ada kegiatan baru sekarang saya baru bisa balas. Allah meliputi segala sesuatu. Saya yang bertanya, kita ini hidup dari mana asal ruh itu.
Baca QS15:28-29
Jelaslah MAHA adalah milik ALLAH, tapi kita tahupun karena ALLAH.

Memang ada beberapa manusia yang sampai pada taraf dimana mereka hanya mendengar semua bentuk mahluk didunia ini semuanya bertasbih kepada Allah, tetapi itu semua Allah yang lebih Mengetahui.


Maksudnya?

Selebihnya saya hanya menyarankan kepada mas daddy untuk tidak terus menerus membenarkan perkataan anda dan menyalahkan orang lain, karena perbedaan seperti ini lah yang nantinya menyebabkan anda sendiri lari dari signature dan perkataan anda sendiri...begitu...


Ma’af sekali lagi, Jangan percaya perkataan saya kalau anda belum membuktikan sendiri. Saya hanya menyarankan Al Quran itu harus dinyatakan dan dibuktikan, bukan hanya untuk dibaca saja. Setiap buku petunjuk itu untu dipelajari dan dipraktekkan.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 1:25 am

Kane"
Setuju, tapi yang kita bahas adalah prilaku dalam forum ini. Dan saya pun kurang melihat perkataan anda adalah benar adanya, saya juga telah melihat beberapa post anda disini. Jika memang anda mempunyai niat baik dengan tidak saling menghujat seperti yang anda katakan pada awal2 post dulu, saya sarankan anda pun meninggalkan forum ini.


"daddy"
Saya Tidak menhujat dengan kata2 yng keras, bukan? Saya menekankan semuanya yang ada dalam forum ini menggunakan logikanya. Kebanyakan manusia masih terbiasa percaya dengan apa katanya.
Dalam debat saya memang saya counter akan kata2 mereka yang menghujat umat Islam itu ngawur kalau percaya dengan Mohammad yang bejat dan jahat. Aneh kan? Kita sendiri belum pernah tahu kenal Mohammad kok mereka tahu2nya akan sifatnya. Pakai katanya lagi kan? Makanya saya counter dengan mengatakan lebih ngawur lagi kalau percaya Tuhan yang kawin dengan pelacur. Inikan semuanya berdasarkan kata seseorang yang melakukan research yang belum tentu bisa dipertanggung jawabkan akan kebenarannya. Untungnya belum ada buku atau film yang membuat cerita tentang nabi Muhammad disisi negatifnya.
Disini saya menekankan Kita percaya atau meyakini agama apa berdasarkan pilihannya sendiri atau terdoktrin sejak kecil dan factor turun temurun? Kemudian mempelajari agama berdasarkan pengaruh pendeta/ustad/kyai berdasarkan pendapatnya masing2?
Saya disini mengajak umat beragama ut mempelajari agama masing2 menurut hati nuraninya, dan untuk dibuktikan kebenarannya. Bukan KATANYA lagi.

Kane"
Untuk mencapai ma'rifat anda tidak memerlukan komputer, dan tidak berusaha untuk hidup dekat dengan itu. Karena memang tujuannya hanya untuk beribadah. Sebenarnya bukan muslim puas dengan tingkat syariat, tetapi mungkin dikarenakan belom mengerti.
Kalo boleh saya bertanya sudah sejauh manakah anda?, dan tau dari mana anda bahwa yang anda lakukan sudah cukup?.


“daddy”
Bung kane, mungkin sudah pernah baca atau dengar dari hadist nabi, bahwa awalnya beragama adalah mengenal Allah. Awludini ma’rifatullah.
Berarti begitu kita mulai beragama kita sudah mengenal Allah. Ma’rifatullah artinya mengenal Allah.
Pengertian berikutnya, kalau kita belum mengenal Allah kita belum beragama. Sama saja pengertiannya: bahwa orang yang mencapai ma’rifat (beragama) harus menjauhi computer. Pasti anda tidak akan trima dikatakan belum beragama. Buktinya berdasrkan persepsi anda, anda sendiri masih kutak-katik computer.
Anda dapat pengertian ma’rifat pasti dari katanya juga. Kalau tanyanya ke ulama yang belum ma’rifat pasti dia akan mengatakan jangan nanti kamu gila, dan sebagainya unt menghindari pertanyaan yang mereka sendiri belum tahu.

“Kane"
Saya suka kalimat anda diatas, memang benar, selama ini yang membuat perbedaan adalah persepsi manusia itu sendiri, dan yang pasti hal ini lebih diperkeruh dengan keangkuhan masing2 manusia yang melihat dirinya adalah yang paling benar
.

“daddy”
Saya telah mengatakan di posting2 terdahulu:”Bila seseorang mengatakan agamanya paling benar biasanya dia belum benar mendalami agamanya”.

Kane"
Hmmm...menarik...saya cukup terkejut bisa menjumpai orang seperti anda didalam forum seperti ini...karena pada umumnya orang2 seperti anda hanya saya jumpai pada lingkungan yang berjauhan dengan internet :lol:


“daddy”
Jangan menggunakan persepsi. Justru pemikiran ruhani itu yang harus dibawa kedunia, jangan menggunakan pemikiran2 dunia ke akherat, tidak akan pernah sampai.

Code: Select all
Kane"
Kalo kesabaran yang anda maksud berarti tidak perlu saya sangkal, karena memang pada intinya kesabaran dan diiringi dengan usaha.


daddy"
Bung Kane, jarang orang yang bisa sabar karena usaha. Orang yang seperti itu biasanya karena terpaksa sabar, kalau tidak dia tidak dapat duit. Bagaimana manusia bisa sabar, untuk mengekang emosinya belum tentu sanggup. Kesabaran itu hanya karena Karunia Allah.

Kane"
Setuju, kalo mati dulu berarti udah terlalu terlambat.


"daddy"
Maksudnya mati sebelum mati yang sebenarnya, atau mati yang sesungguhnya?

Kane
Apakah maksud anda bahwa Allah ada pada diri kita?


daddy"
Kalau Allah meliputi segala sesuatu, masa’ kita dilewati? Atau tidak termasuk dari sesuatu itu?
QS32;8-9. ……………..KU-tiupkan ruh-KU.


Kane
Menarik...sangat menarik...

Saya sangat senang berkenalan dengan muslim yang lebih mengutamakan ketauhidan ketimbang mempeributkan masalah2 lain...

Agama adalah system untuk mencapai ketauhidan, yang menjadi masalah apakah system yang digunakan itu udah benar?...


daddy
Terimakasih. System itu benar atau tidak kita bisa mersakan hasil yang kita peroleh dari pengabdian kita terhadap-NYA. janji Allah pasti tiba. Tinggal dicocokan di Qur’an apa yang dijanjikan oleh Allah selagi kita hidup. Kita tidak bisa menilai sesorang apakah system mereka bener atau tidaknya. Yang penting kita sendiri sudah bener apa tidak systemnya. Agama itu urusan individu dengan Tuhannya, bukan kelompok. Padahal tidak ada satupun Kitab yang palsu atau dipalsukan. Melirik kitab agama lain akan kepalsuannya berarti dia belum bisa membaca makna dari kitabnya sendiri. Nanti akan saya buktikan bahwa umat yang ribut melecehkan agama lain pasti salah mengartikan makna. Nanti kita buktikan persamaan ayat kitab2 suci dari semua agama.

Kane
Saya juga lebih percaya ttg apa2 yang kita lakukan adalah Allah Yang Maha Mengetahui. Pernah di forum ini membahas ttg bersentuhan dengan wanita. Saya mengatakan bahwa sedekat apapun bersentuhan dengan bukan muhrim ( didaerah padat, misal : angkot, mall, dsb ) tetapi niat kita tidak untuk bersentuhan dan yakin Allah Maha Mengetahui maka bersentuhan disini bukanlah masalah, bagaimana menurut anda?. Karena...maaf saya jadi dituduh munafik ama seorang non muslim, tapi saya tidak tau bagaimana menyampaikannya, nah melihat cara pikir anda mudah2an saya menemukan jawaban yang menarik...

Daddy
Ini pengalaman saya di supermarket, mudah2an bisa jadi sebuah jawaban. Saya dalam posisi berhenti dan berdiri sambil bertolak-pinggang melihat harga sebuah produk dirak2an supermarket. Alangkah terkejutnya siku saya ditabrak seorang wanita agak gemuk dengan payudaranya. Padahal posisinya sambil berjalan saya berhenti. Dengan sendirinya saya menoleh kedia dan dia melihat saya dengan marah sambil melontarkan kata “kurang ajar” katanya. Siapa yang salah? Dan apa hubungannya dengan agama? Semuanya tergantung dari pola berpikir kita. Jangan dicampur adukkan yang HAQ dan yang BATIL.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 1:41 am

Hehehe... pada mbulet-mbulet. Gue jadi pengen komen....

Kalo dilihat dari awal thread, sampe sekarang, yang mbulet menurut gue itu ya mas daddy. Daddy ini berangkat dari pemikiran islam kemudian dicampur-campur dengan kebathinan ala dirinya sendiri, trus berusaha membenarkan islam dan kepercayaannya yang ngga jelas itu, dengan menyalahkan pendapat orang lain yang ngga sesuai dengan seleranya.

Segitu aja komen gue, silahkan dilanjut....
[/quote]

Ma'af ya. Saya tidak pernah ikut2an kebatinan klenik dll. Saya disini mengajak umat beragama untuk mengkaji kitab agamanya masing2 dengan kebenaran dan persamaannya. Mungkinkah Tuhan itu menurunkan agama yang salah? apa tujuannya? Supaya mereka berbeda pendapat kemudian konflik berakhir dengan perang. Banyak yang mati maka populasi di jagad raya jadi berkurang. Apakah itu tujuan Tuhan untuk mengontrol enviroment supaya tidak over populated?
kalau kaum komunis memang menghendaki adu domba antar agama, karena mereka pada dasarnya anti agama. Jangan2 forum ini diprakarsai yang pernah membuat forum di Yaho messenger di publik user. Dan itu jelas yang buat oknum komunist. Sekarang sudah di ban.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Thu Jan 11, 2007 1:59 am

daddy wrote:
Terpaksa saya ulang lagi pertanyaan saya supaya lebih jelas.
Ketetapan buatan manusia atau bukan? Apa ada ayat2nya yang mengatakan itu. Tolong tunjukkan ayat2 itu.
(Saya minta bukti bahwa ada ketapan yang dibuat oleh Tuhan) tidak perlu penjelasan.

Kis.2:36
"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
daddy wrote:Ma’af, kalau saya masih mencari saya masih sibuk mencarinya dan tidak akan masuk ke forum ini.

Jadi artinya anda sudah menemukan Tuhan dong.....
Boleh juga tuch anda ceritakan pertemuan anda dengan Tuhan.
Silahkan diceritakan....
daddy wrote:Berarti sudah ketemu dengan Tuhan? Seperti apa Tuhan itu?

Anda kan yang mengatakan Tuhan itu Nyata berwujud (baca: bersifat kebendaan), jadi seharusnya anda yang memberitahu saya wujud dari Tuhan itu...bukan saya.
Tuhan yang saya kenal itu berwujud (baca: berpribadi/berkarakter) Kuasa Allah.
Kuasa Allah inilah yang nampak di dalam nama-Nya, Yesus Kristus.
daddy wrote:
Yeremia 9:23-24
Beginilah firman TUHAN:
"Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."


bahwa ia memahami dan mengenal Aku
Ini yang saya maksud. Anda dengan mencantumkan ayat ini seharusanya anda bisa menyampaikan apa DZATNYA?

Kata memahami dan mengenal Aku (Tuhan), tidak harus diterjemahkan dalam bentuk perwujudan (baca: bersifat kebendaan), tetapi dalam pengertian Yang berpribadi atau Yang berkarakter.
Jadi untuk dapat memahami dan mengenal-Nya tidak dibenarkan dengan bertemu muka dan melihat dengan mata, melainkan dengan Hikmat Allah.
Adapun Allah itu Roh, bukan Dzat.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 2:06 am

Dan Ketetapan-Nya yang memungkinkan roh manusia kita dapat bersekutu/bersatu dengan Roh-Nya (Allah) hanya melalui Yesus Kristus; Itulah Ketetapan-Nya, tidak bisa hanya dengan pengertian manusia anda sendiri.

Saya setuju kalau ketetapan itu yang dimaksud proses. Kok saya tidak mengatakan manunggal atau persekutuan di posting sebelumnya. Saya mengenal adalah diawali pertemuan. Bagaimana kita bisa mengenal kalau kita ti bertemu dulu. Setelah bertemu akan berlanjut dengan pendekatan yang kemudian baru disebut mulai mengenal sifat2 yamg terbias kdalam sanubari. Layaknya seorang menemukan pasangangannya kemudian ada proses pendekatan hingga masing2 mengenal karakter masing2, diakhiri dengan perkawinan itu yang disebut penyatuan atau manunggal kawula lan gusti. Ini prosesnya Syeh siti Jenar. Mystic skali bukan? Bukan kebatinan. Ati2 sesat lho!
hanya melalui Yesus Kristus yang ini yang saya sebut birokrasi. Maaf saya tidak percaya yang ini.

Jadi Mengenal Tuhan dengan Benar, merupakan perwujudan dari KEBENARAN (teks KS) itu sendiri, dan tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi.
Baik susah maupun senang, baik untung maupun rugi bahkan sampai kematianpun tidak bisa memisahkan kita dari KEBENARAN itu.


tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi. Inipun di Al Quran yang disebut mematikan diri.

Itulah yang namanya IMAN SEJATI.
[/quote]
Belum yakin kenebenaran seutuhnya yang anda maksudkan.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 2:33 am

Kata memahami dan mengenal Aku (Tuhan), tidak harus diterjemahkan dalam bentuk perwujudan (baca: bersifat kebendaan), tetapi dalam pengertian Yang berpribadi atau Yang berkarakter.
Jadi untuk dapat memahami dan mengenal-Nya tidak dibenarkan dengan bertemu muka dan melihat dengan mata, melainkan dengan Hikmat Allah.
Adapun Allah itu Roh, bukan Dzat.


Saya kok heran, ya? Umat Islam banyak sekali tidak mengetahui bahwa Tuhan itu ada DZATnya/wujudnya, padahal di ajarannya wujudnya itu wajib. Tapi kebanyakan orang kristen tahu Tuhan itu bentuknya seperti apa. Disetiap kitab agama ada disebutkan. Anda itu Kristen apa ya? Kakak ipar saya kristen protestan dia tahu, sodara sepupu saya Katholik dia bisa menyebutnya.

Adapun Allah itu Roh

Secara hukumnya, ada nama ada dzatnya. Ruhpun ada matanya. Berarti anda tidak menggunakan mata ruhaninya. Kalau Jasmani jelas tidak mungkin sanggup untuk melihat-NYA. Kalau cara berpikir anda masih jasmani yang penuh teory pasti akan menyangkalnya.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Thu Jan 11, 2007 2:47 am

daddy wrote:Saya setuju kalau ketetapan itu yang dimaksud proses. Kok saya tidak mengatakan manunggal atau persekutuan di posting sebelumnya. Saya mengenal adalah diawali pertemuan. Bagaimana kita bisa mengenal kalau kita ti bertemu dulu. Setelah bertemu akan berlanjut dengan pendekatan yang kemudian baru disebut mulai mengenal sifat2 yamg terbias kdalam sanubari. Layaknya seorang menemukan pasangangannya kemudian ada proses pendekatan hingga masing2 mengenal karakter masing2, diakhiri dengan perkawinan itu yang disebut penyatuan atau manunggal kawula lan gusti. Ini prosesnya Syeh siti Jenar. Mystic skali bukan? Bukan kebatinan. Ati2 sesat lho!
hanya melalui Yesus Kristus yang ini yang saya sebut birokrasi. Maaf saya tidak percaya yang ini.

Mas daddy...dalam konteks pencarian Tuhan, jika anda hanya memperhatikan suatu proses dengan urut-urutan seperti itu (diawali dengan pertemuan), maka bisa jadi yang anda temui bukan lagi Tuhan.

Sebab Tuhan itu Mulia, Kudus dan tidak sepadan dengan manusia yang berdosa untuk bertemu; Adalah lebih bijaksana, jika pertemuan antara Tuhan dengan manusia berdosa (seperti saya misalnya) hanya melalui pendengaran dan dengar-dengaran tentang Dia.
Dari pendengaran dan dengar-dengaran ini timbullah pengertian yang kemudian dengan samar-samar kita dapat membayangkan Pribadi Tuhan itu terus-menerus sampai kita mulai dapat mengenali kepribadian Tuhan itu dengan segala karakter-Nya.

Memang semua itu memerlukan waktu yang lama sekali (sampai akhir hayat) baru manusia dapat mengenalnya dengan sempurna.
daddy wrote:
Jadi Mengenal Tuhan dengan Benar, merupakan perwujudan dari KEBENARAN (teks KS) itu sendiri, dan tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi.
Baik susah maupun senang, baik untung maupun rugi bahkan sampai kematianpun tidak bisa memisahkan kita dari KEBENARAN itu.


tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi. Inipun di Al Quran yang disebut mematikan diri.

Berbeda sekali mas....
Penekanan dalam iman kristen adalah pengorbanan, sedangan penekanan di islam ya benar-benar mati, kalau perlu membawa orang lain mati juga dari kematiannya.
daddy wrote:
Itulah yang namanya IMAN SEJATI.

Belum yakin kenebenaran seutuhnya yang anda maksudkan.

Memang tidak mudah untuk mengerti dan memahami hanya dengan sebatas tulisan, sebab banyak sekali pemahaman yang tidak dapat saya ungkapan dengan kata-kata...., tapi mungkin dengan seiring berjalannya waktu saya dapat mengungkapkannya.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby kapok_jadi_mualaf_ihhhhhh » Thu Jan 11, 2007 2:47 am

Tolong jelaskan yg ini..... sudah cape nunggu netter muslim YG MAU MENJELASKAN dibawah ini.. bisa di jelaskan???

imam bukhari dan imam muslim juga meriwayatkan hadits dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi. Kemudian kaum muslimin membunuh mereka sampai orang Yahudi bersembunyi di belakang batu atau pohon. Maka batu -atau- pohon itu berkata : Wahai muslim, wahai hamba allah, ini di belakangku ada Yahudi, kemarilah lalu bunuhlah. Kecuali pohon Gharqad (sebuah pohon berduri yang dikenal dikalangan bangsa Yahudi), sesungguhnya Gharqad itu adalah salah satu pohon bangsa Yahudi
User avatar
kapok_jadi_mualaf_ihhhhhh
 
Posts: 430
Joined: Sun Oct 08, 2006 11:04 pm

Postby bambang » Thu Jan 11, 2007 3:08 am

daddy wrote:
Kata memahami dan mengenal Aku (Tuhan), tidak harus diterjemahkan dalam bentuk perwujudan (baca: bersifat kebendaan), tetapi dalam pengertian Yang berpribadi atau Yang berkarakter.
Jadi untuk dapat memahami dan mengenal-Nya tidak dibenarkan dengan bertemu muka dan melihat dengan mata, melainkan dengan Hikmat Allah.
Adapun Allah itu Roh, bukan Dzat.


Saya kok heran, ya? Umat Islam banyak sekali tidak mengetahui bahwa Tuhan itu ada DZATnya/wujudnya, padahal di ajarannya wujudnya itu wajib. Tapi kebanyakan orang kristen tahu Tuhan itu bentuknya seperti apa. Disetiap kitab agama ada disebutkan. Anda itu Kristen apa ya? Kakak ipar saya kristen protestan dia tahu, sodara sepupu saya Katholik dia bisa menyebutnya.

Wujudnya wajid itu maksudnya wajib ada, walaupun tidak pernah terlihat.
Saya kristen campuran mas.....katholik ya, protestan ok, aliran hayuu pokoknya ke Yesus Kristus.
daddy wrote:
Adapun Allah itu Roh

Secara hukumnya, ada nama ada dzatnya. Ruhpun ada matanya. Berarti anda tidak menggunakan mata ruhaninya. Kalau Jasmani jelas tidak mungkin sanggup untuk melihat-NYA. Kalau cara berpikir anda masih jasmani yang penuh teory pasti akan menyangkalnya.

Ya pada prinsipnya Allah itu seperti kita...ups apa terbalik ya? seharusnya kita seperti Allah. Sebab Allah membuat manusia sesuai dengan gambaran dan rupa dari-Nya...(baca:Idea-Nya).

Ya..saya setuju dengan kata-kata anda, bahwa kita tidak boleh berfikir seturut dengan pikiran jasmaniah kita; kalau yang saya istilahkan dalam membaca kebenaran firman Allah, kita harus menggunakan logika iman.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 3:23 am

Mas daddy...dalam konteks pencarian Tuhan, jika anda hanya memperhatikan suatu proses dengan urut-urutan seperti itu (diawali dengan pertemuan), maka bisa jadi yang anda temui bukan lagi Tuhan.

Sebab Tuhan itu Mulia, Kudus dan tidak sepadan dengan manusia yang berdosa untuk bertemu; Adalah lebih bijaksana, jika pertemuan antara Tuhan dengan manusia berdosa (seperti saya misalnya) hanya melalui pendengaran dan dengar-dengaran tentang Dia.
Dari pendengaran dan dengar-dengaran ini timbullah pengertian yang kemudian dengan samar-samar kita dapat membayangkan Pribadi Tuhan itu terus-menerus sampai kita mulai dapat mengenali kepribadian Tuhan itu dengan segala karakter-Nya.


Nah ini. Pemahaman Tuhan dan semesta alam ini berkaitan. Proses alami di jagad ini semuanya perumpamaan yang arahnya pemahaman pengertian Tuhan semesta alam ini. Kalau mengenal alam ini pasti akan mengenal kekuasaan tuhan ini. Mas Bambang bisa mengatakan kesuciannya pasti bisa merasakan sebagaimana kesuciannya. Pikiran jasmani tidak akan menamgkap hal2 yang bersifat suci. Itu sudah hukumnya. Jasmani itu kotor dan hanya bisa menangkap hal2 yang bersifat duniawi dan kasat mata saja. Makanya tadi saya ragukan keimanan anda, kalau belum sampai pada fase kesadaran ruhani. Sudah baca Roma perihal Ruh belum?

Memang semua itu memerlukan waktu yang lama sekali (sampai akhir hayat) baru manusia dapat mengenalnya dengan sempurna.

Tergantung dari keyakinan kita. Kalau dianggap lama ya lama. Saya yakin sekali sejak saya remaja, bahwa Tuhan tidak akan mempersulit manusianya. Manusianya yang mempersulit dirinya sendiri. Dan keyakinan saya benar.

tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi. Inipun di Al Quran yang disebut mematikan diri.
[/quote]
Berbeda sekali mas....
Penekanan dalam iman kristen adalah pengorbanan, sedangan penekanan di islam ya benar-benar mati, kalau perlu membawa orang lain mati juga dari kematiannya.

Pengorbanan sebetulnya yang dikorbankan apa? Umat Islam pada hari raya haji itu apa yang dikorbankan walau itu hanya perumpamaan. Sama yang dilakukan nabi Ibrahim bukan? Kitab suci penuh dengan perumpamaan. Jangan ditelan mentah2, perlu dicerna secara hati2 sekali.
kalau perlu membawa orang lain mati juga dari kematiannya.Ini sudah menunjukan pikiran jasmani yang meunutun kearah perbuatan Fitnah dan keji. Kalu sudah beriman seharusnya sudah tidak punya pikiran2 negatif. Makanya saya ragukan keimanan sejati anda.

Memang tidak mudah untuk mengerti dan memahami hanya dengan sebatas tulisan, sebab banyak sekali pemahaman yang tidak dapat saya ungkapan dengan kata-kata...., tapi mungkin dengan seiring berjalannya waktu saya dapat mengungkapkannya


Benar sekali. Kebenaran bisa diungkapkan dengan kata2, tetapi kata2 bukan kebenaran.
Keyakinan bukan apa katanya, harus dengan bukti yang nyata.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Thu Jan 11, 2007 3:40 am

Ya pada prinsipnya Allah itu seperti kita...ups apa terbalik ya? seharusnya kita seperti Allah. Sebab Allah membuat manusia sesuai dengan gambaran dan rupa dari-Nya...(baca:Idea-Nya).

Nah kan! prinsip dan persepsinya masih jasmaniah. kalau dilihat dari mata jasad itulah gambarannya. tTapi secara ruhaniah, Itu melambangkan kita ini jelmaan Tuhan dan juga Iblis. Tergantung karakter mana yang kita perankan.

Ya..saya setuju dengan kata-kata anda, bahwa kita tidak boleh berfikir seturut dengan pikiran jasmaniah kita; kalau yang saya istilahkan dalam membaca kebenaran firman Allah, kita harus menggunakan logika iman.[/
quote]
Mudah2an persepsi anda benar.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Thu Jan 11, 2007 11:42 pm

daddy wrote:
Nah ini. Pemahaman Tuhan dan semesta alam ini berkaitan. Proses alami di jagad ini semuanya perumpamaan yang arahnya pemahaman pengertian Tuhan semesta alam ini. Kalau mengenal alam ini pasti akan mengenal kekuasaan tuhan ini. Mas Bambang bisa mengatakan kesuciannya pasti bisa merasakan sebagaimana kesuciannya. Pikiran jasmani tidak akan menamgkap hal2 yang bersifat suci. Itu sudah hukumnya. Jasmani itu kotor dan hanya bisa menangkap hal2 yang bersifat duniawi dan kasat mata saja. Makanya tadi saya ragukan keimanan anda, kalau belum sampai pada fase kesadaran ruhani. Sudah baca Roma perihal Ruh belum?

Tuhan tidak bisa kita (manusia) temukan lewat ciptaan-Nya (Alam Semesta).
Pencarian Tuhan dengan cara ini sudah dilakukan oleh nenek-moyang kita atas dorongan hati nurani; namun semua itu hanya kesia-siaan.
Allah Yang Maha Kasih tidak membiarkan mahkluk-Nya berusaha sendiri dalam ketidak-tahuannya mencari Diri-Nya.
Untuk itulah Allah Yang Maha Kaih mengutus para nabi dari antara mereka sendiri untuk menuntun mereka kepada pengenalannya.
Puncak dari segala pekerjaan Allah Yang Maha Kasih ini adalah memberikan jalan kepada manusia agar mereka dapat datang kelak pada waktunya.
Dan jalan Yang ditunjukan-Nya kepada manusia itu adalah melalui Yesus Kristus Tuhan, Allah (juruslamat) manusia.

daddy wrote:
Berbeda sekali mas....
Penekanan dalam iman kristen adalah pengorbanan, sedangan penekanan di islam ya benar-benar mati, kalau perlu membawa orang lain mati juga dari kematiannya.

Pengorbanan sebetulnya yang dikorbankan apa? Umat Islam pada hari raya haji itu apa yang dikorbankan walau itu hanya perumpamaan. Sama yang dilakukan nabi Ibrahim bukan? Kitab suci penuh dengan perumpamaan. Jangan ditelan mentah2, perlu dicerna secara hati2 sekali.

Pengorbanan dalam kehidupan kristiani tidak seperti ritual hari raya haji, tetapi mengamalkan kebenaran (firman Tuhan) seperti memberkati orang yang mengutuknya, mengampuni orang yang menyakitinya, memohon belas-kasih Allah untuk orang yang menindasnya, yang pada dasarnya membalas kejahatan dengan kebaikan dan kebenaran.
Itu pengorbanan dan sekaligus yang saya maksudkan dengan tidak menyangkut keberadaan diri kita lagi
daddy wrote:kalau perlu membawa orang lain mati juga dari kematiannya.Ini sudah menunjukan pikiran jasmani yang meunutun kearah perbuatan Fitnah dan keji. Kalu sudah beriman seharusnya sudah tidak punya pikiran2 negatif. Makanya saya ragukan keimanan sejati anda.

Saya berkata begitu bukanlah fitnah dan keji, tetapi dari bukti-bukti yang dilakukan oleh orang2 yang ada pada tingkatan tinggi dari ajaran islam.
Jika anda mengatakan bahwa saya telah melakukan fitnah dan keji oleh karena tulisan saya itu, bagaimana dengan tulisan di al-quran yang menyatakan hal-hal yang bertentangan dengan iman kristen?
Bukankah islam dan al-quran sudah lebih dulu memftnah saya dengan fitnahan dan kekejiannya!?

Begitu juga dengan pikiran negatif....
Bukankah al-quran telah lebih dulu mengajarkan para penganutnya untuk berfikiran negatif terhadap iman kepercayaan orang lain, khususnya terhadap iman Yahudi dan iman Nasrani!?

Kalau saya lihat, justru dalam diri andalah ada melambangkan Iblis, seperti keyakinan anda dalam mewujudkan keberadaan Tuhan.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby bambang » Thu Jan 11, 2007 11:49 pm

daddy wrote:
Benar sekali. Kebenaran bisa diungkapkan dengan kata2, tetapi kata2 bukan kebenaran.
Keyakinan bukan apa katanya, harus dengan bukti yang nyata.

Ya benar jika itu kata-kata manusia....
Tetapi jika Kata-kata itu adalah FIRMAN Tuhan, maka KATA-KATA itu adalah KEBENARAN.

Jika anda tidak percaya kalau FIRMAN Tuhan adalah KEBENARAN artinya anda bukanlah orang yang beriman.....begitu saja.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users