.

Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 1:17 am

Makanya anda harus dapat memahami/faham dengan benar, Tuhan itu apa, Allah itu apa; jangan dicampur aduk seperti di islam, Tuhan ya Auwloh, Auwloh ya Tuhan.


Masyaallah, Tolong jangan pakai pikiran jasmani/duniawi.
Itu hanya istilah. Knapa anda menyebut Air buka cai? Knapa kamu kok gak protes ama orang inggris, air kok dibilang water?

Jika anda merujuk kepada ayat di Yohanes itu, maka anda hanya berusaha menghindar dari apa yang telah saya jelaskan.
Sebab di sana (di Yohanes) menuliskan tentang Allah yang Roh, yang tidak kelihatan; bukan tentang Tuhan (Kuasa-Nya).[/quote]

Karena anda masih menggunakan akal JASMANI dan anda tidak menggunakan MATA RUHANI. Padahal tiap manusia memiliki mata ruhani.
Bukankah Ruh itu adalah Ruh Allah yang ada dalam diri manusia? Coba pikirkan. Kalau kita tidur, mata kita bisa jalan2 melihat dan mengalami sesuatu. Pakai mata apa itu padahal mata kita tertutup rapat?

Apakah sekarang anda sedang mencari Tuhan yang anda bisa "temui"??


Saya sudah, bukan sedang.

"Kenal" dan "Ketemu" yang anda maksud bukanlah inti dari suatu KE-PASTI-AN.


Definitely Kepastian. Hanya bagi orang2 yang menggunakan akal Ruhaninya.

Aturan atau Hukum itu berlaku dalam pembuktian sah atau tidaknya kepastian itu berdasarkan KESAKSIAN orang-orang yang independent


Maksudnya?


JADI SEKALI LAGI SAYA MINTA SORRY....... SEBAB TUHAN (YESUS) TIDAK SAMA DENGAN SYARE'AT ISLAM!? :oops: :oops: :oops:


Saya bingung kadang2 anda mengatakan Allah kadang2 mengatakan Yesus, sebetulnya yang Haq yang mana? Sang penciptanya atau yang diciptakan-NYA? Dan priority yang harus dianut yang mana? Pencipta atau yang tercipta?

Kalau begitu carilah.... Tuhan yang sesuai dengan selera anda.


Wah, gak nyambung. Bekal agama anda pelajari masih terlalu dangkal. Biarpun saya cantumkan ayat dari perjanjian baru, tetap tidak membuka akal duniawi anda. Wasting time.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 1:53 am

Sebab di sana (di Yohanes) menuliskan tentang Allah yang Roh, yang tidak kelihatan; bukan tentang Tuhan (Kuasa-Nya).


Korintus 2:14;
"Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu KEBODOHAN: dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu dapat dinilai secara rohani"
.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 2:01 am

daddy wrote:
Tuhan tidak sama dengan ciptaan_NYA (alam semesta) dsb. Memang Kalau kita tidak mendapatkan wahyu itu kita tidak tahu apa Iman apa Kitab. Kalau kita masih berpikir secara jasmani, akal kita tidak akan sampai pada alam ke ILLAHIAN/akherat/sorga dsbnya. Sudah saya sampaikan pakailah akal ruhani. Speperti di cantumkan di

YOH 4:24;"Allah itu Ruh dan barang siapa menyembah DIA , harus menyembah-NYA dengan roh dan kebenaran".
Korintus 2:14; "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu KEBODOHAN: dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu dapat dinilai secara rohani"..

Mungkin orang kalau membaca Al Quran akan sulit memahami ayat2 yang penuh dengan perumpamaan, saya gak heran. Tetapi membaca Alkitab perjanjian baru yang segitu gamblangnya, toh kebanyakan umat kristen masih salah persepsi pengertian tentang roh. Apakah anda sudah mengenal ruh anda sendiri? Kalau sudah, anda pasti mengenal Tuhan. Pasti anda akan menjawabnya dengan teory2 dan doktrin2 yang anda dapat dari sumber katanya, bukan berdasarkan bukti yang nyata.
Nah, itu yang disebut kaum Pagan.
Jadi kesaksian Yohanes itu Pagan? Berarti anda sendiri juga termasuk pagan.

Perlu anda ketahui, bahwa Injil ditulis atas dasar PARA SAKSI HIDUP atau Para Pelaku di Alkitab (PB).
Jadi bukan berdasarkan "KATANYA" seperti Hadist ditulis.

Kembali mengenai Tuhan.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa iman adalah mengenal Tuhan dengan benar.
Sebab saya berpengertian bahwa tidak ada seorangpun yang dikatakan beriman kepada Allah jika ia tidak mengenal Tuhan dengan benar.
Sebab bagaimana ia bisa taat kepada Allah yang tidak kelihatan, sementara Kuasa-Nya (Tuhan) tidak dipercayainya? kan gak mungkin!?

Kuasa Allah Yang Paling BESAR yang pernah Dia NYATAKAN kepada manusia bukan mengenai Penciptaan Alam Semesta ini, melainkan KASIH-NYA kepada manusia....
Dalam bentuk apa KASIH-Nya itu dinyatakan?

Dalam bentuk Gambar dan Rupa seorang Anak Manusia (Yesus Kristus).

Oleh karena itu, Tuhan dalam kepercayaan orang-orang kristen adalah Tuhan Yang NYATA dan Yang HIDUP.
Last edited by bambang on Mon Jan 08, 2007 2:04 am, edited 1 time in total.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 08, 2007 2:02 am

daddy wrote:Mengapa di ajaran islam kita bersaksi dalam syahadat, dan kesaksian dalam agama kristen, Apa yang disaksikan? Jujur, bukankah itu kesaksian palsu?


manakah yang kesaksian palsu ???

a. AKU BERSAKSI tiada tuhan selain auwloh, dan AKU BERSAKSI muhammad rasul auwloh.

APA YANG DISAKSIKANnya ??? auwloh ??? muhammad ???

atau

b. AKU PERCAYA akan ALLAH, BAPA YANG MAHA KUASA, pencipta langit dan bumi, tralala tralala... trilili trilili... trululu trululu... trelele trelele...

APA YANG DIPERCAYAInya ??? ALLAH (baca: ALLAH, bukan auwloh) dengan SEGALA KEMEGAHANNYA !!!


Kalau dari awalnya sudah bersaksi palsu... wajarlah dalam kehidupan sehari-harinya (baik dalam dunia nyata maupun dunia maya) mereka guampang buanget bersaksi dusta atau ber-plintat plintut-ria atau ber-kuthak kathik gathuk.
Last edited by AkuAdalahAing on Mon Jan 08, 2007 2:07 am, edited 1 time in total.
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby BING GO » Mon Jan 08, 2007 2:05 am

lia arti wrote:Kalo gak ada Tuhan, terus yg nyiptain loe semua siapa, ya ?

Alam, gunung, air, api, cahaya, tanah, angin, debu, pasir, lumpur, orang, hewan, tumbuhan, besi, emas, tembaga, berlian, zamrud, perunggu, de el el....

Tuhan berada di atas semua itu. Allah.

Gue bisa nulis disini juga karena Dia.


Mbak Lia ini aku copy pesan si Petrus untuk Non Muslim yang ada di thread ini............................

Untuk non Muslim di Forum ini terlalu Agung bagi Allah SWT dengan segala kebesaran-nya yang menciptakan Universum untuk bekerja ngurusin Manusia. Dia sudah menciptakan Malaikat sebagai petugas dia untuk mengurusi segala sesuatu ciptaan-nya.......logika/akal kalian masing2...digunakan donk siapakah yang ditugaskan untuk mencabut nyawa kalian...adalah Malaikat juga yaitu Mikail.....masa dia sendiri.

Dia cuma bilang Jadi trus Jadi....Ratakan langsung Rata....tenggelam kan langsung tenggelam, kaga ada yang bisa menahan, dia mau jungkir balikan kek seluruh isi dunia ini ...hanya sekejab bagi dia.

Makanya kalian itu sudah dibawa berkhayal kalau Allah SWT. mempunyai bentuk seperti Manusia/Roh Kudus dsb.......kalian itu hanya diminta untuk memujinya , mengagumi ciptaannya dan mengerjakan kebaikan dan menghindarkan segala bentuk kejahatan....that's all.

Saya berikan foto perbandingan Universum ciptaan-Nya lain-nya dibandingkan dengan dunia yang sangat kecil sekali dibandingkan dengan planet lain yang juga kemungkinan di huni juga oleh mahluk yang lain...bagi Allah SWT dunia itu terlalu kecil bagi dia, kalau dia juga yang harus mengurusi, karena setiap Manusia sudah diberikan akal untuk berfikir.


Image

Yang penting agar kalian renungkan sebelum Malaikat Mikail mencabut nyawa kalian........karena sudah terlambat untuk bertobat.
User avatar
BING GO
 
Posts: 164
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 2:18 am

BING GO wrote:
Mbak Lia ini aku copy pesan si Petrus untuk Non Muslim yang ada di thread ini............................

Untuk non Muslim di Forum ini terlalu Agung bagi Allah SWT dengan segala kebesaran-nya yang menciptakan Universum untuk bekerja ngurusin Manusia. Dia sudah menciptakan Malaikat sebagai petugas dia untuk mengurusi segala sesuatu ciptaan-nya.......logika/akal kalian masing2...digunakan donk siapakah yang ditugaskan untuk mencabut nyawa kalian...adalah Malaikat juga yaitu Mikail.....masa dia sendiri.

Dia cuma bilang Jadi trus Jadi....Ratakan langsung Rata....tenggelam kan langsung tenggelam, kaga ada yang bisa menahan, dia mau jungkir balikan kek seluruh isi dunia ini ...hanya sekejab bagi dia.

Makanya kalian itu sudah dibawa berkhayal kalau Allah SWT. mempunyai bentuk seperti Manusia/Roh Kudus dsb.......kalian itu hanya diminta untuk memujinya , mengagumi ciptaannya dan mengerjakan kebaikan dan menghindarkan segala bentuk kejahatan....that's all.

Saya berikan foto perbandingan Universum ciptaan-Nya lain-nya dibandingkan dengan dunia yang sangat kecil sekali dibandingkan dengan planet lain yang juga kemungkinan di huni juga oleh mahluk yang lain...bagi Allah SWT dunia itu terlalu kecil bagi dia, kalau dia juga yang harus mengurusi, karena setiap Manusia sudah diberikan akal untuk berfikir.


Image

Yang penting agar kalian renungkan sebelum Malaikat Mikail mencabut nyawa kalian........karena sudah terlambat untuk bertobat.


Kuasa Allah Yang Paling BESAR yang pernah Dia NYATAKAN kepada manusia bukan mengenai Penciptaan Alam Semesta ini, melainkan KASIH-NYA kepada manusia....
Sebab Alam Semesta ini akan hancur pada akhirnya.

Dalam bentuk apa KASIH-Nya itu dinyatakan?

Dalam bentuk Gambar dan Rupa seorang Anak Manusia (Yesus Kristus).

Oleh karena itu, Tuhan dalam kepercayaan orang-orang kristen adalah Tuhan Yang NYATA dan Yang HIDUP.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 2:51 am

manakah yang kesaksian palsu ???
a. AKU BERSAKSI tiada tuhan selain auwloh, dan AKU BERSAKSI muhammad rasul auwloh.
APA YANG DISAKSIKANnya ??? auwloh ??? muhammad ???


Kalau saya sebutkan ini kalian masih belum menangkap maknanya? Berarti kalian sendiri mengingkari kitab suci kalian.

Yang disaksikan itu Allah bukan nama dan pengertian2nya saja. Tapi NUR.........nya. Mudah2an kalian mengerti arti Nur itu.

Muhammad itupun ............NUR.......nya. Jadi Nur Muhammad itu bukan nabi Muhammad. Karena nabi Muhammad (yang nama aslinya adalah Achmad) mengucapkan kesaksian (syahadat) juga.Tidak mungkin kan seseorang bersaksi atas dirinya sendiri? Tapi kalau bersaksi tentang NUR ALLAH DAN NUR MUHAMMAD (artinya cahaya terpuji), tiap manusia masih ada kemungkinan bisa menyaksikan, bukan? Nah sekarang cocokan dengan isi ayat Yohanes1:7-9.

b. AKU PERCAYA akan ALLAH, BAPA YANG MAHA KUASA, pencipta langit dan bumi, tralala tralala... trilili trilili... trululu trululu... trelele trelele...
APA YANG DIPERCAYAInya ??? ALLAH (baca: ALLAH, bukan auwloh) dengan SEGALA KEMEGAHANNYA !!!


Kalau sudah bersaksi baru bisa mengimani bukan? Kalau percaya itu masih dari katanya.
Kemegahan_NYA bukan ALLAH
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 08, 2007 3:15 am

Saya bertempat tinggal di pameungpeuk dan belum pernah pergi ke pasar tanah abang jakarta.

a. Aku bersaksi, di pasar tanah abang ada banyak pencopet.
(aku bersaksi, di pasar tanah abang ada banyak nur pencopet)

b. Aku percaya, di pasar tanah abang ada banyak pencopet.
(karena aku sering dengerin berita yang bisa dipercaya)

teman temin lebih suka yang (a) atau (b) ???
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 3:24 am

daddy wrote:
bambang wrote:Makanya anda harus dapat memahami/faham dengan benar, Tuhan itu apa, Allah itu apa; jangan dicampur aduk seperti di islam, Tuhan ya Auwloh, Auwloh ya Tuhan.


Masyaallah, Tolong jangan pakai pikiran jasmani/duniawi.
Itu hanya istilah. Knapa anda menyebut Air buka cai? Knapa kamu kok gak protes ama orang inggris, air kok dibilang water?

Pemahaman anda itulah sebenarnya yang masih menggunakan pikiran jasmani/duniawi.
Tuhan dan Allah bukan istilah!!

Mungkin di islam mengartikan kata Tuhan dan Allah itu sama saja pengertiannya, namun dalam kristen Tuhan dan Allah itu mempunyai pengertian sendiri-sendiri.

daddy wrote:
bambang wrote:Jika anda merujuk kepada ayat di Yohanes itu, maka anda hanya berusaha menghindar dari apa yang telah saya jelaskan.
Sebab di sana (di Yohanes) menuliskan tentang Allah yang Roh, yang tidak kelihatan; bukan tentang Tuhan (Kuasa-Nya).


Karena anda masih menggunakan akal JASMANI dan anda tidak menggunakan MATA RUHANI. Padahal tiap manusia memiliki mata ruhani.
Bukankah Ruh itu adalah Ruh Allah yang ada dalam diri manusia? Coba pikirkan. Kalau kita tidur, mata kita bisa jalan2 melihat dan mengalami sesuatu. Pakai mata apa itu padahal mata kita tertutup rapat?

Diri manusia siapa yang memiliki Roh Allah??....dirimukah!?
Manusia hanya memiliki roh manusia saja, bukan Roh Allah.

Jika anda bisa jalan2 melihat sesuatu pada saat memejamkan mata (waktu tidur) bukan karena anda menggunakan mata rohani, tetapi oleh otak/pikiran anda saja yang menerawang dan oleh otak/pikiran anda itu juga hasil penerawangannya wujud dalam bentuk visual dalam alam bawah sadar anda.

daddy wrote:
bambang wrote:Apakah sekarang anda sedang mencari Tuhan yang anda bisa "temui"??

Saya sudah, bukan sedang.

Bisa anda ceritakan Tuhan yang sudah anda temui??
daddy wrote:
bambang wrote:"Kenal" dan "Ketemu" yang anda maksud bukanlah inti dari suatu KE-PASTI-AN.


Definitely Kepastian. Hanya bagi orang2 yang menggunakan akal Ruhaninya.

Apa yang anda maksud dengan akal ruhani??
Bisa anda jelaskan?
daddy wrote:
bambang wrote:Aturan atau Hukum itu berlaku dalam pembuktian sah atau tidaknya kepastian itu berdasarkan KESAKSIAN orang-orang yang independent

Maksudnya?

Ada aturan2 dan hukum yang mengatur tata-cara pembuktian suatu kasus.
Untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah suatu kasus dibutuhkan bukti2.
Bukti2 ini tidak harus melulu dalam bentuk kebendaan, tetapi bisa juga dalam bentuk KESAKSIAN SESEORANG yang independent.

daddy wrote:
bambang wrote:JADI SEKALI LAGI SAYA MINTA SORRY....... SEBAB TUHAN (YESUS) TIDAK SAMA DENGAN SYARE'AT ISLAM!? :oops: :oops: :oops:

Saya bingung kadang2 anda mengatakan Allah kadang2 mengatakan Yesus, sebetulnya yang Haq yang mana? Sang penciptanya atau yang diciptakan-NYA? Dan priority yang harus dianut yang mana? Pencipta atau yang tercipta?

Kebingungan anda sebenarnya berawal dari kekisruhan pemahaman ajaran islam sendiri dalam mengartikan Tuhan dan Allah hanya sebatas istilah penyebutan.
Padahal pengertian antara Tuhan dan Allah menurut Yahudi dan Kristen mempunyai pengertian yang berbeda.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 08, 2007 3:33 am

daddy wrote:tiap manusia masih ada kemungkinan bisa menyaksikan, bukan? Nah sekarang cocokan dengan isi ayat Yohanes1:7-9.

Kalau sudah bersaksi baru bisa mengimani bukan? Kalau percaya itu masih dari katanya.


Jangan dari Yoh1: 7-9 ah, saya mah maunya dari Yoh1:6-9

1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia (aing: Yohanes) datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1:8 Ia (aing: Yohanes) bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Atas kesaksian seseorang atau beberapa orang, kita bisa menjadi percaya, bukannya kita ikut-ikutan latah menjadi saksi.

Seorang hakim dipengadilan bisa percaya akan kesaksian seseorang, maka ia bisa mem-vonis bebas atau mem-vonis salah terhadap terdakwa.
Jadi... seorang hakim tidak perlu ikut bersaksi atas kesaksian sang saksi.

-----------------------------------------------------------------
Kalau dari awalnya sudah salah, gimana lanjutannya ???
-----------------------------------------------------------------
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 3:37 am

daddy wrote:
manakah yang kesaksian palsu ???
a. AKU BERSAKSI tiada tuhan selain auwloh, dan AKU BERSAKSI muhammad rasul auwloh.
APA YANG DISAKSIKANnya ??? auwloh ??? muhammad ???


Kalau saya sebutkan ini kalian masih belum menangkap maknanya? Berarti kalian sendiri mengingkari kitab suci kalian.

Yang disaksikan itu Allah bukan nama dan pengertian2nya saja. Tapi NUR.........nya. Mudah2an kalian mengerti arti Nur itu.

Muhammad itupun ............NUR.......nya. Jadi Nur Muhammad itu bukan nabi Muhammad. Karena nabi Muhammad (yang nama aslinya adalah Achmad) mengucapkan kesaksian (syahadat) juga.Tidak mungkin kan seseorang bersaksi atas dirinya sendiri? Tapi kalau bersaksi tentang NUR ALLAH DAN NUR MUHAMMAD (artinya cahaya terpuji), tiap manusia masih ada kemungkinan bisa menyaksikan, bukan?


Anda rupanya penganut islam kebathinan ya!?

Soalnya pemahaman anda tentang islam sendiri sudah menyimpang jauuhh sekali.
Kalau islam saja masih jauh dari pengenalannya kepada Tuhan...... apalagi aliran islam anda ini mas, jauhnya seberapa ya?

Saya sangat-sangat paham apa yang anda pahami......
Tapi itu hanya fatamorgana kemanusiaan tentang Tuhan....bukan kebenaran Allah.

Hati-hati ah mas daddy..
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby AkuAdalahAing » Mon Jan 08, 2007 4:00 am

daddy wrote:Tidak mungkin kan seseorang bersaksi atas dirinya sendiri?


SETUJU SEKALE dad... pasti orgil namanya... tapi kenyataannya memang ada koq orgil itu, dan hanya SATU-SATUnya di dunia ini.


-------------------------------------------------------------------------------------
yang ngarang buta huruf, yang bersaksi dan meng-imani pasti buta hati nurani
-------------------------------------------------------------------------------------
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby Kane » Mon Jan 08, 2007 11:06 am

daddy wrote:Sudah saya utarakan sebelumnya. Kita harus mulai dari diri sendiri kemudian dilanjutkan di dalam keluarga sendiri. Sampai masyarakat disekelilingnya akan enggan dan kita akan dijadikan panutan oleh orang sekeliling kita. Karen manusia itu lebih menyukai melihat sosok tubuh (figure) yang berbudi luhur dari pada perilaku yang kontroversiel. Liat sendiri di acara berita TV, kelompok Islam yang entah aliran apa itu menghancurkan klub2 diwaktu bulan puasa. Mereka minta dihormati dalam menjalankan ibadah puasa. Disini Hakekat puasanya nampaknya belum dipahami. Di Malaysia yang konon diberlakukan syareat Islam tetap klub2 berjalan normal. Bahkan group band Indonesia banyak yang nyari duit ke negri Jiran di bulan puasa. Nah ini ulah umat Islam di Indonesia ini sendiri yang tidak mencerminkan ke-Islaman sama sekali. Kemungkinan arti Islam, tidak mengerti apalagi hakekatnya.


Setuju, tapi yang kita bahas adalah prilaku dalam forum ini. Dan saya pun kurang melihat perkataan anda adalah benar adanya, saya juga telah melihat beberapa post anda disini. Jika memang anda mempunyai niat baik dengan tidak saling menghujat seperti yang anda katakan pada awal2 post dulu, saya sarankan anda pun meninggalkan forum ini.

daddy wrote:Jangan khawatir soal ini. Seperti yang anda katakan, serahkan ini kepada yang Maha Kuasa. Biarpun jadi seorang muslim saya kecewa dengan ulah kaum muslim di Indonesia ini, tapi toh dan untungnya saya tidak harus meninggalkan Ajarannya yang ternyata satu2nya ajaran yang sangat dalam dan bisa mencapai ilmu ketauhitan. Ajaran agama lain yng sampai ke Tahuitan khususnya di Indonesia sudah punah. Malah ajaran kejawen sebenarnya mengarah kesitu juga. Sayangnya sudah punah juga atau mungkin masih ada tapi sudah langka sekali.
Dan yang sangat disayangkan umat muslim sudah cukup puas dengan tingkatan Syareat saja. Seharusnya harus lebih ditingkatkan paling sedikit ke HAKEKAT dan akan lebih baik lagi sampai ke tingkat MA’RIFAT.


Untuk mencapai ma'rifat anda tidak memerlukan komputer, dan tidak berusaha untuk hidup dekat dengan itu. Karena memang tujuannya hanya untuk beribadah. Sebenarnya bukan muslim puas dengan tingkat syariat, tetapi mungkin dikarenakan belom mengerti.

Kalo boleh saya bertanya sudah sejauh manakah anda?, dan tau dari mana anda bahwa yang anda lakukan sudah cukup?.

daddy wrote:Tidak dengan cara menghujat. Bukakan pikiran mereka dengan inti kebenaran Illahi. Anda harus kuat dalam mengetahui takwil Al Quran sampai tahu hakekatmya agama, mungkin tidak akan sampai dengan hujat menghujat. Pada hakekatnya Agama itu diturunkan oleh Allah pada masa dan tempat yang berbeda, sebenarnya maksud dan tujuannya itu sama. Yang membedakan itu persepsi manusianya masing2. Kalau agama itu dijadikan persepsi, sebenarnya keyakinan mereka masih ngambang biarpun mereka bersikeras akan keyakinannya. Kalau saya mengatakan itu bukan keyakinan tapi kepercayaan yang kuat. Bukan berdasarkan bukti yang nyata.


Saya suka kalimat anda diatas, memang benar, selama ini yang membuat perbedaan adalah persepsi manusia itu sendiri, dan yang pasti hal ini lebih diperkeruh dengan keangkuhan masing2 manusia yang melihat dirinya adalah yang paling benar.

daddy wrote:Saya tidak mengatakan jasmani itu sosok/figure. Yang saya maksud pikiran jasmani tidak sama dengan akal ruhani. Pikiran jasmani hanya memikirkan yang terlihat oleh kasat mata dan dilingkungan dunia semata. Dan tidak akan bisa menerima hakekat agama. Kalau akal ruhani/ nurani, dia memikirkan hakekat hidup. Ini tujuan agama sebenarnya. Kita harus hijrah dari pikiran jasmani kepikiran rohani. Seperti nabi Muhammad saw, hijrah dari masjidil Harram ke masdjidil Aqsa.


Hmmm...menarik...saya cukup terkejut bisa menjumpai orang seperti anda didalam forum seperti ini...karena pada umumnya orang2 seperti anda hanya saya jumpai pada lingkungan yang berjauhan dengan internet :lol:

daddy wrote:Tanda2 keimanan seseorang bias disesuaikan dng ayat Al Fajr89:29-30; “wahai jiwa yang tenang……..
Janji Allah kepada semua Agama hanya yng beriman yang masuk sorga. Padahal tidak ada yang masuk sorga karena tidak terlihat kesabarannya. Dan tidak seorangpun beriman tanpa seidzin-NYA.


Kalo kesabaran yang anda maksud berarti tidak perlu saya sangkal, karena memang pada intinya kesabaran dan diiringi dengan usaha.

daddy wrote:Untuk mengetahui yang mustasyabihat, kita harus mendapatkan takwilnya. Untuk mendapatkan takwilnya kita harus mengenal Allah dulu. Sesuai yang di hadist nabi; “Awaludini ma’rifatullah”. Awalnya beragama kita harus mengenal Allah. Belum mengenal Allah kita ini belum beragama. Bagaimana kita bisa mengenal Allah (bukan mengenal namanya) ketemu saja belum pernah (Yunnus 10:7-9). Menurut umumnya kata2 udztad; ketemu Allah itu kalau sudah mati nanti. Apa gak terlambat? Selagi hidup untuk menemuinya harus mati dulu sebelum mati sebenarnya. Silahkan di tela’ah.


Setuju, kalo mati dulu berarti udah terlalu terlambat.

daddy wrote:Saya jelaskan lagi. Sifat 20 Allah ada di dalam diri kita. Disini anda pasti setuju kalau sudah memahami sifat 20.
Salah satunya adalah sifat Basor= mengetahui. Memang disini ada istilah ta’wil yaitu yang dibukakan pengertian2 yang mustasyabihat. Padahal kurang lebih 40% Isi ayat kebanyakan mustasyabihat/perumpamaan2.
Kalau kita tidak boleh mengetahui arti yang mustasyabihat, untuk siapa Alquran itu kalau yang mengetahui hanya Allah.


Iya, walaupun tidak semua manusia yang bisa memahami makna dari sifat 20 itu sendiri. Terlepas dari itu saya setuju dengan ini...

daddy wrote:Disini ada yang terlewatkan pengertian anda. Dalam hadistpun juga ada. Untuk mengenal Allah, kita harus mengenal diri sendiri. Satu lagi dari sifat 20, yaitu wujud. Coba dicerna apa maksudnya ini.


Apakah maksud anda bahwa Allah ada pada diri kita?

daddy wrote:Saya paling tidak setuju dengan kata merasa. Merasa benar apa benar2 merasa? Apalagi kata mentafsirkan.
Tuhan tidak bisa di reka2. Sekali lagi, harus dengan bukti yang nyata (ingat sifat 20 "wujud"). Tanpa bukti yang nyata menjadikan bahan perselisihan menggenai istilah nama Tuhan.


Oleh karena perbuatan yang me reka2 itulah saya membuat signature itu. Karena pada intinya kita sendiri belom tau pasti ttg Allah, kenapa masing2 berkoar2 kalo diri mereka dan Tuhan mereka yang paling benar, itu maksud saya.

daddy wrote:Bagus sekali ayat ini. Beriman dulu baru tahu akan kebenaran, bukan pembenaran. Di forum ini yang saya liat semua sama2 saling mencari pembenaran dengan memaksa dan menghujat selain agamanya. Sebenarnya yang
harus dikaji pengertian IMAN. Kalau agama Kristen pengertian iman itu setia pada agamanya. Menurut krisna murti (non agama) kalau kita masih terbebani oleh agama, kita terbelenggu dengan kebebasan berpikir manusia. Untuk mencapai Tuhan pikiran harus benar2 terbebaskan dari segala macam pola pemikiran. Agama itu hanya system untuk mencapai pada ketauhitan. Kalau sudah tauhit, agama itu bukan untuk dipermasalahkan lagi. Seperti dalam posting saya di topic lainnya.
Agama itu seperti orang yang ingin tahu bulan itu dimana. Yang tahu bulan itu menggunakan telunjuknya mengarah kebulan. Yang diberitahu melalui telunjuk itu dia melihat ke arah bulan. Setelah tahu, telunjuk itu sudah tidak dipergunakan lagi toh? Anehnya kok telunjuk yang dipermasalahkan. (ini saya kutip sari ajaran ZEN).


Menarik...sangat menarik...

Saya sangat senang berkenalan dengan muslim yang lebih mengutamakan ketauhidan ketimbang mempeributkan masalah2 lain...

Agama adalah system untuk mencapai ketauhidan, yang menjadi masalah apakah system yang digunakan itu udah benar?...

Saya juga lebih percaya ttg apa2 yang kita lakukan adalah Allah Yang Maha Mengetahui. Pernah di forum ini membahas ttg bersentuhan dengan wanita. Saya mengatakan bahwa sedekat apapun bersentuhan dengan bukan muhrim ( didaerah padat, misal : angkot, mall, dsb ) tetapi niat kita tidak untuk bersentuhan dan yakin Allah Maha Mengetahui maka bersentuhan disini bukanlah masalah, bagaimana menurut anda?. Karena...maaf saya jadi dituduh munafik ama seorang non muslim, tapi saya tidak tau bagaimana menyampaikannya, nah melihat cara pikir anda mudah2an saya menemukan jawaban yang menarik...
User avatar
Kane
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 12:22 pm

AkuAdalahAing wrote:
daddy wrote:tiap manusia masih ada kemungkinan bisa menyaksikan, bukan? Nah sekarang cocokan dengan isi ayat Yohanes1:7-9.

Kalau sudah bersaksi baru bisa mengimani bukan? Kalau percaya itu masih dari katanya.


Jangan dari Yoh1: 7-9 ah, saya mah maunya dari Yoh1:6-9

1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia (aing: Yohanes) datang sebagai saksi [b]untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
[/b]

Dia datang memberikan kesaksian. Disini Yohanes berusaha untuk meyakinkan umat manusia akan terang itu.

1:8 Ia (aing: Yohanes) bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.


Yoh, menginginkan umat turut menyaksikan. Disini kalau yahones hanya menceritakan saja, Manusia pasti ada yng/tidak percaya. Karna itu merupakan kata2 bukan pembuktian. Kata2 menghasilkan persepsi. Hasilnya ada yang percaya dan tidak. Yang percaya itu terpengaruh, yang tidak itu itu orang yang menggunakan logikanya. Tanpa bukti dia tidak akan percaya.

1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.


Sebetulnya disini Yohanes ingin mengajak untuk membuktikannya.
Yang menerangi setiap orang. Apa maksud menerangi setiap orang?
Terang itu sendiri.......apa? Ini bukan persepsi. Yohanes mengajak ut bersaksi.


Atas kesaksian seseorang atau beberapa orang, kita bisa menjadi percaya, bukannya kita ikut-ikutan latah menjadi saksi.


Kata percaya itu kurang kuat untuk menjadi bukti. Hanya yang yakin pasti sudah membuktikan. Dan anda masih ditingkatan percaya karena kata2.

Seorang hakim dipengadilan bisa percaya akan kesaksian seseorang, maka ia bisa mem-vonis bebas atau mem-vonis salah terhadap terdakwa.
Jadi... seorang hakim tidak perlu ikut bersaksi atas kesaksian sang saksi.


Benar, Saksi adalah satu2nya orang yang menyaksikan. Jadi kata saksi itu apa? Hakim disini tidak relevan dengan Tuhan. Tuhan juga tidak perlu menyaksikan diri-NYA sendiri.
Dalam perumpamaan yang kamu pakai. lebih cocok kalau Hakim itu sebagai ibarat Tuhan. Hakim tidak harus menggantikan dan mejalankan hukuman yag divoniskan ke si tertuduh, bukan?
Seperti menebus dosa umat
.

-----------------------------------------------------------------
Kalau dari awalnya sudah salah, gimana lanjutannya ???
-----------------------------------------------------------------


anda sendiri yang miss perception. Makanya jangan fanatik oleh satu kitab saja. Kalau baca Pancama weda. Mungkin persepsi anda akan berubah.
Kalau orang mengira Agamanya yang paling benar
berarti dia belum benar dalam mempelajari Agamanya.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 12:39 pm

Perlu anda ketahui, bahwa Injil ditulis atas dasar PARA SAKSI HIDUP atau Para Pelaku di Alkitab (PB).
Jadi bukan berdasarkan "KATANYA" seperti Hadist ditulis.


Yang bersaksi itu pasti hidup. Tuhan memberi hidup manusia, manusia yang dihidupi. Yang meng/di-hidupi dua2 nya hidup bukan? Siapa sebenarnya si hidup ini?
Para saksi hidup inilah yang sebenarnya yang benar2 beragama. Yang berdasarkan katanya itu yang disebut hanya ikut2an saja.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa iman adalah mengenal Tuhan dengan benar.
Sebab saya berpengertian bahwa tidak ada seorangpun yang dikatakan beriman kepada Allah jika ia tidak mengenal Tuhan dengan benar.
Sebab bagaimana ia bisa taat kepada Allah yang tidak kelihatan, sementara Kuasa-Nya (Tuhan) tidak dipercayainya? kan gak mungkin!?

Kuasanya, ini sifat Allah.

Kuasa Allah Yang Paling BESAR yang pernah Dia NYATAKAN kepada manusia bukan menDalam bentuk apa KASIH-Nya itu dinyatakan?genai Penciptaan Alam Semesta ini, melainkan KASIH-NYA kepada manusia....


Kasih-NYA juga sifat. Kata NYA berarti ada yang empunya. Bukan OBYEKnya!

Dalam bentuk Gambar dan Rupa seorang Anak Manusia (Yesus Kristus).

Tuh, kan anak manusia!

Oleh karena itu, Tuhan dalam kepercayaan orang-orang kristen adalah Tuhan Yang NYATA dan Yang HIDUP.
[/quote]

Aduh mbulet aja org ini. Nyata itu harus disaksikan sendiri.
Kepercayaan bukan keyakinan, keyakinan bukanlah keyakinan tanpa bukti yang nyata. Tanpa bukti yang nyata adalah Tahyul!
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Re: Benarkah bahwa kalian itu bertuhan?

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 1:21 pm

Anda rupanya penganut islam kebathinan ya!?


Tidak samasekali, begitu cara menelaah KITAB menggunakan RUHANI. Karena ruhani hanya berbicara masalah Tuhan dan alam-NYA dan yang positif2nya saja, yang dilihat justru persamaan antara agama. Jasmani hanya memikirkan DUNIAWI dan perbedaan2nya atau disisi negatifnya saja, kalau perlu mencari pembenaran dari pada kebenaran.

[b]Soalnya pemahaman anda tentang islam sendiri sudah menyimpang jauuhh sekali.[/b]

Kata siapa? Saya pakai referensi Al Quran dan Kitab agama lain untuk penguat saja.

[b
]Kalau islam saja masih jauh dari pengenalannya kepada Tuhan...... apalagi aliran islam anda ini mas, jauhnya seberapa ya?[/b]


Bagaimana anda bisa menilai dengan mata JASMANI? Mata jasmani hanya se-olah2/semu. Tapi mata ruhani anda yang perlu dibukakan. Berdoalah mohon pada Tuhan supaya dibukakan mata hati/ruhani anda. Biar tahu kebenaran, bukan pembenaran.

Saya sangat-sangat paham apa yang anda pahami......
Tapi itu hanya fatamorgana kemanusiaan tentang Tuhan....bukan kebenaran Allah.


Mata jasmani lah yang melihat fatamorgana. Tapi mata ruhani/hati MELIHAT KEHIDUPAN YANG SEBENARNYA, bukan kehidupan Dunia yang sementara. Didunia buta, diakheratnyapun buta. Ini yang dimaksud dengan Buta mata ruhaninya.

Hati-hati ah mas daddy..
[/quote]

Makasih! Sebenarnya anda sendiri harus berhati-hati, karana waktu ut mencari kebenaran yang sejati sudah mepet. Sedangkan alam sudah tidak ramah lagi. Hanya Yang kenal dan tahu akan Tuhan itu yang selamat
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 2:42 pm

daddy wrote:Aduh mbulet aja org ini. Nyata itu harus disaksikan sendiri.
Kepercayaan bukan keyakinan, keyakinan bukanlah keyakinan tanpa bukti yang nyata. Tanpa bukti yang nyata adalah Tahyul!

Sebenarnya yang mbulet dan mbuat ribet itu pencarian anda mengenal Tuhan.
Dan faham Syieh Sitijenar banyak sekali mempengaruhi anda dalam mengekspresikan Tuhan itu.
Yang menganggap bahwa dirinya/hidupnya merupakan perwujudan dari keberadaan Tuhan itu.

Itu sesat loh...
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 3:15 pm

Dan faham Syieh Sitijenar banyak sekali mempengaruhi anda dalam mengekspresikan Tuhan itu.
Yang menganggap bahwa dirinya/hidupnya merupakan perwujudan dari keberadaan Tuhan itu.


Bukankah dikitab kejadian, Allah mewujudkan diri-Nya seperti kita? Bagaimana dng SURAT YOHANES I: 3:24; Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada didalam kita,Yaitu roh yang telah dikaruniakan kepada kita..
Nampaknya anda belum menguasai Alkitab sepenenuhnya.
Di Al Qur'an ada penjelasan ayat yang serupa. Begitu pula di kitab Baghawat Ghita. Allah meliputi sgala sesuatu. Kalau anda tidak merasa roh Allah ada dalam diri anda, ROH siapa itu? Tidak heran mbulet aja. Pengertian/pemahaman mengenai alkitab anda masih perlu diperdalam. Karen anda sudah ketinggalan dengan umat kristen lainnya yang sudah menemukan Tuhannya.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

Postby bambang » Mon Jan 08, 2007 4:04 pm

daddy wrote:
Dan faham Syieh Sitijenar banyak sekali mempengaruhi anda dalam mengekspresikan Tuhan itu.
Yang menganggap bahwa dirinya/hidupnya merupakan perwujudan dari keberadaan Tuhan itu.


Bukankah dikitab kejadian, Allah mewujudkan diri-Nya seperti kita? Bagaimana dng SURAT YOHANES I: 3:24; Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada didalam kita,Yaitu roh yang telah dikaruniakan kepada kita..
Nampaknya anda belum menguasai Alkitab sepenenuhnya.
Di Al Qur'an ada penjelasan ayat yang serupa. Begitu pula di kitab Baghawat Ghita. Allah meliputi sgala sesuatu. Kalau anda tidak merasa roh Allah ada dalam diri anda, ROH siapa itu? Tidak heran mbulet aja. Pengertian/pemahaman mengenai alkitab anda masih perlu diperdalam. Karen anda sudah ketinggalan dengan umat kristen lainnya yang sudah menemukan Tuhannya.


Mas... ..I Yoh.3:24 itu merupakan persekutuan antara roh manusia dengan Roh Allah. Tidak bisa anda mengartikan atau anda merasa sudah menyatu dengan Roh Allah, Sebab hal itu tidak bisa diperoleh manusia dengan sembarangan tanpa memperhatikan KETETAPAN-NYA.

Dan Ketetapan-Nya yang memungkinkan roh manusia kita dapat bersekutu/bersatu dengan Roh-Nya (Allah) hanya melalui Yesus Kristus; Itulah Ketetapan-Nya, tidak bisa hanya dengan pengertian manusia anda sendiri.

Disinilah yang saya maksudkan dengan MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR = IMAN.

Sedangkan "Iman" yang seperti anda ini masih tergolong dalam masa proses pencarian manusia kepada Penciptanya.
Jadi saran saya renungkan dan dapatkan kebenaran yang sesungguhnya.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby daddy » Mon Jan 08, 2007 4:33 pm

Mas... ..I Yoh.3:24 itu merupakan persekutuan antara roh manusia dengan Roh Allah. Tidak bisa anda mengartikan atau anda merasa sudah menyatu dengan Roh Allah, Sebab hal itu tidak bisa diperoleh manusia dengan sembarangan tanpa memperhatikan KETETAPAN-NYA.

Dan Ketetapan-Nya yang memungkinkan roh manusia kita dapat bersekutu/bersatu dengan Roh-Nya (Allah) hanya melalui Yesus Kristus; Itulah Ketetapan-Nya, tidak bisa hanya dengan pengertian manusia anda sendiri.


WALLAH.....! Birokrasi sekali? Bagaimana yang tidak kenal Yesus? Orang2 Hindu itu apa gak bisa karena gak kenal istilah Yesus.

Disinilah yang saya maksudkan dengan MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR = IMAN.

Sedangkan "Iman" yang seperti anda ini masih tergolong dalam masa proses pencarian manusia kepada Penciptanya.
Jadi saran saya renungkan dan dapatkan kebenaran yang sesungguhnya.
[/quote]

Saya bisa mengatakan itu bukan berarti saya dalam proses pencarian. Saya sudah menemukannya. Orang2 yang se kepercayaan dengan anda sudah banyak yang membuktikan. Mereka sudah tenang karena tujuan hidupnya sudah tercapai. Tinggal mereka menjalankan hidup saja. Proses saya sekarang hanya menikmati hidup saja. Memang kalau belum ketemu bagai mana kita bisa ber iman? Nah sekarang pengertian IMAN itu menurut you apa? Ketetapan apa lagi. Saya kira Tuhan tidak mempersulit/birokrasi terhadap umatnya.
daddy
 
Posts: 147
Joined: Wed Nov 15, 2006 3:53 pm
Location: langit ke7

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users