.

Lagi, MUI Keluarkan Fatwa Haram

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Lagi, MUI Keluarkan Fatwa Haram

Postby Ibn Ghifarie » Fri Oct 06, 2006 9:08 am

Setelah sukses mengeluarkan 11 fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Kini, perhimpunan para ulama itu mengeluarkan fatwa haram lagi berkenaan dengan maraknya penjualan daging sapi golondongan. Pasalnya sapi yang diberi air minum sebanyak-banyaknya sebelum disembelih guna memberatkan timbangan itu oleh MUI dikategorikan sebagai bangkai.

Sudah tentu, merugikan pembeli. Sebab setelah disembelih kiloan daging sapi itu akan menyusut akibat airnya keluar. (Trans TV 03/10)

Kontan saja, keluarnya maklumat itu menuai pelbagai protes. Mulai dari mencaci, mengahkimi, mengamini, sampai menghujat keberdaan lembaga ulama tersebut. Seakan-akan tempat berkumpulnya pewaris nabi itu hanya berkutat pada pelabelan halal-haram, bisa-tidak bisa, sunah-mubah, bukan pada persoalan pelik yang sedang melanda bangsa kita.

Ambil contoh, kekeringa yang melanda hampir di semua masyarakat, kekuranagn pasokan beras atau makanan, kebanjiran akibat hutan dan alam digunduli, bencan dan gempa di pantai selatan Jawa barat atau tabrakan beruntun akibat pemindahan rel kereta api dan jalan tol di Siduarjo dan Gempol serta menjamurnya para Gepeng (Gelandangan dan Pengemis) jalanan di pelbagai kota.

Sebagian besar masyarakat menyayangkan tindakan para pemuka agama itu, karena tak dikeluarkan sebelum ramadhan tiba. Namun, disaat umat islam berusaha menambah energi akibat terkuras oleh perbuatan shaum. Nyatanya, para kyai malah mengeluarakan anjuran sekaligus pelarangan untuk tidak makan daging tersebut.

Belum lagi, rakyat jelata tak pernah mengetahui standar daging yang mengandung unsur tak baik untuk kesehatan tubuh.

Walhasil, kehadiran kumpulan orang-orang pintar pun tak berbanding lurus dengan ikhtiar mulia para pendiri tempo dulu. Malahan terkesan dapat membingungkan umat islam (kalangan awam). Haruskan mereka melahan lapar dan dahaga akibat dikeluarnya fatwa itu? [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes,Pojok Sekre Kere,03/10;11.15 wib.
User avatar
Ibn Ghifarie
 
Posts: 34
Joined: Wed Sep 27, 2006 5:36 am
Location: Bandung Jawa Barat

Postby dua » Sat Oct 14, 2006 2:06 pm

ngapin sih loe ngurusin muslim, mendingan loe urus aja domba-domba yang pada hilang itu :D :D :D :D
dua
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby Thufgifar » Sat Oct 14, 2006 2:14 pm

Ya tuh, nggak usak ngusik orang lain.

BONYOK ku itu Kristen fanatik, biasanya di depan islam senyam senyum tapi jelek-jelek in dari belakang.

Munafik nggak sihhh, tapi islam semakin menguat!!!!
User avatar
Thufgifar
 
Posts: 362
Joined: Sun Aug 20, 2006 4:04 am

Postby wix » Sat Oct 14, 2006 2:14 pm

Mohon ditambahkan satu fatwa lagi mengenai parcel
wix
 
Posts: 285
Joined: Sat Sep 23, 2006 1:58 pm
Location: Heaven and Earth

Postby anti islam » Sat Oct 14, 2006 2:46 pm

wix wrote:Mohon ditambahkan satu fatwa lagi mengenai parcel


kalo ini ngak mungkin keluar...gimana mo lebaran kalo parcel dibuat haram ???lucu...kehilangan makana gratis..tp itulah muslim..yang atas keenakan yang bawah mampus...
anti islam
 
Posts: 706
Joined: Sat Nov 05, 2005 1:51 am

Postby noa » Sat Oct 14, 2006 3:07 pm

Thufgifar wrote:Ya tuh, nggak usak ngusik orang lain.

BONYOK ku itu Kristen fanatik, biasanya di depan islam senyam senyum tapi jelek-jelek in dari belakang.

Munafik nggak sihhh, tapi islam semakin menguat!!!!


HAhhh Berarti lo dilahirkan dari orang kafir dong? dan bukannya di islam itu kalo orang kafir boleh di bunuh ? KAFIR ! hihih kayaknya momok bnanget sih buat islam ? Bunuh orang tua lo yang kafir boleh duong ??

Munafik ? hmmm lebih banyak mana islam ato kristen yang munafik ???? lebih banyak mana napi kristen ato islam di penjara, coba deh elo sensus sana! jangan sok menghakimi orang kristen munafik, kalian sendiri apa ?
User avatar
noa
 
Posts: 14
Joined: Tue Oct 10, 2006 6:13 pm

Postby DHESTA » Sat Oct 14, 2006 11:00 pm

banyakan islam yg munafik coy, makanya ga maju2 & jadinya diejek-ejekin ma kafirin2..G prihatin dengan umat islam sekarang,..AYO Moslem bangkit donk, buka mata kalian...n buat Noa, nih ada artikel tentang KAFIR,biar lo jelas aja..
Kafir, berasal dari kata dasar yang terdiri dari huruf kaf, fa' dan ra'. Arti dasarnya adalah "tertutup" atau "terhalang". Secara istilah, kafir berarti "terhalang dari petunjuk Allah". Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti pentunjuk Allah SWT karena petunjuk tsb terhalang darinya. Kafir adalah lawan dari iman. Dalam Quran terutama surah an-Nuur, Allah SWT menganalogikan kekafiran dengan kegelapan, dan keimanan dengan terang benderang, serta petunjuk (huda) sebagai cahaya.

Kategorisasi manusia dalam hal mensikapi petunjuk dari Allah SWT memang hanya dua: Bertaqwa dan Kafir (lihat surah Al-Baqarah ayat 2 sd 6). Dan kelompok kafir sendiri ada beberapa macam lagi, misalnya menurut sikap terhadap kitab-kitab yang pernah diturunkan: ada "Ahli Kitab" dan ada "Musyrikin" (lihat surah Al-Bayyinah). Sementara dalam hal kesadaran mereka terhadap kebenaran adapula kategori "fasik", yaitu mereka yang sudah faham mana yang benar dan mana yang salah tapi tetap saja melakukan kerusakan (Al-Baqarah ayat 26 dan 27).

Diantara orang yang mengaku beriman sendiripun ada orang-orang yang ingin menipu Allah dan ingin menipu orang-orang beriman lainnya, yaitu mereka pura-pura iman padahal mereka ingkar ... mereka disebut kaum "munafik" (Al-Baqarah ayat 8 sd 20).

Bagaimana menyikapi orang-orang kafir tsb? Mari ikuti lagi tuntunan Quran:

1. Berusaha menghilangkan "penutup" yang menyebabkan mereka kafir, dengan cara mendakwahi mereka.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..." (QS.16:125)

"Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka..." (QS.42:15)

2. Tetap berbuat baik terhadap mereka, terutama yang memiliki hubungan kekerabatan.

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ..." (QS.31:15)

keterangan: ayat ini berbicara tentang orangtua yang kafir, dan kita tetap diperintah untuk memperlakukan mereka dengan baik.

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS.76:8)

keterangan: adapun "orang yang ditawan" dalam ayat ini juga tiada lain adalah orang-orang kafir.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS.60:8)

3. Tidak memaksa mereka untuk menjadi muslim.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat..." (QS.2:256)

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir..." (QS.18:29)

"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya..." (QS.2:272)

4. Berbuat adil dan tidak mendzalimi mereka, selama mereka tidak memerangi muslimin.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS.60:8)

"...Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa..." (QS.5:8)

"Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan)." (HR. Ahmad dalam "musnad"nya).

5. Memerangi mereka, tatkala mereka memerangi muslimin.

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim." (QS.2:190-193)

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah..." (QS.22:39-40)

6. Tidak menjadikan mereka sebagai kawan, pemimpin atau penolong, kalau mereka memerangi muslimin.

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS.60:9) "Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah..." (QS.3:28)

keterangan: "wali" bentuk jamaknya adalah "auliyaa" yang artinya teman yang akrab, pemimpin, penolong atau pelindung.

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong," (QS.4:89)

7. Menyambut tawaran damai dari mereka setelah terlibat peperangan.

"tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka." (QS.4:90)

"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS.8:61)

Mengenai hubungan dengan non-muslim, Quran telah secara jelas membedakannya, dan membagi kaum kafir itu menjadi dua golongan:
A. Golongan "Muharribin" (yang memerangi)

Yaitu kafirin yang memerangi umat Islam karena agama mereka, yang mengusir muslimin dari kampung-kampung halaman mereka, dan yang membantu pihak-pihak yang mengusir atau mendlzalimi ummat Islam. Termasuk disini juga mereka yang menghalangi muslimin dari melaksanakan kewajiban syari'at.

Terhadap golongan ini, ummat Islam wajib memberlakukan point no.5, 6 dan 7.
B. Golongan "Musalim" (yang berdamai) atau Golongan "Mu'ahidin" (yang membuat perjanjian).

Adalah kaum kafirin yang tidak terlbat pada setiap usaha yang ada di penjelasan point.B, dan sama sekali tidak turut andil dalam konspirasi apapun untuk memusuhi muslimin. (Lihat lagi Surah Al-Mumtanah ayat 8-9).

Terhadap golongan ini, ummat Islam harus melaksaknakan point.1 sd 4.

Golongan ini,juga dibagi dua klasifikasi lagi, yaitu:

1. Mereka yang mempunyai perjanjian damai sementara. maka terhadap mereka diwajibkan untuk menjaga perdamaian itu dan melindungi mereka sampai batas waktu perjanjiannya habis.
2. Mereka yang mempunyai perjanjian tetap selama-lamanya. Merekalah yang disebut sebagai "Ahlu Dzimmah", yaitu orang-orang yang mendapat jaminan Allah SWT, jaminan Rasul SAW, dan jaminan dari komunitas muslimin.

Dalam level negara/pemerintahan, Ahlu Dzimmah memiliki hak sebagaimana hak kaum muslimin (termasuk politik), dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban muslimin (kecuali dalam hal yang menyangkut konsekuensi syari'at masing2). Ahlu Dzimmah wajib dibela dan dilindungi sebagaimana muslimin membela dan melindungi saudaranya sesama muslim.

Amirul Mukminin 'Umar ibnul Khattab pernah menghapus istilah "Jizyah" bagi Ahlu Dzimmah dari nasrani arab Bani Taghlib, ketika mereka keberatan pungutannya disebut demikian. Dan pungutan tsb oleh 'Umar disebut sebagai "zakat" sesuai permohonan mereka agar tidak dibedakan dari kaum muslimin. Khalifah 'Umar menyetujui permohonan ini sambil mengatakan "Mereka itu orang yang dungu, mereka rela muatan artinya, dan menolak namanya." (Fiqhuz Zakat II/708).

Imam Al-Auza'i mendukung dan bersama Ahlu Dzimmah di Libanon yang bersikap menentang seorang gubernur dari kerabat dinasti Abasiyah yang berlaku tidak adil.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah menghadap Kaisar Mongol Timur Leng dan meminta pembebasan tawanan. Ketika Timur Leng menawarkan hanya membebaskan tawanan yang muslim, Ibnu Taimiyah menolak hal itu, kecuali Timur Leng mau membebaskan juga Ahlu Dzimmah yang ditawan bersama kaum muslimin.

Melihat aturan Islam terhadap kaum kafir, dan bukti-bukti sejarah pelaksanaan hal ini, maka toleransi mana lagi yang lebih tinggi kecuali toleransi yang diajarkan oleh Quran dan Sunnah??
DHESTA
 
Posts: 72
Joined: Sun Sep 03, 2006 5:22 pm
Location: BANDUNG

Postby DHESTA » Sat Oct 14, 2006 11:09 pm

n btw koq kalian non moslem, knapa suka tersinggung dipanggil kafir? bukankah kami yg moslem juga dijuluki kalian "Domba-domba yang Sesat", mana yg lebih menghina...
DHESTA
 
Posts: 72
Joined: Sun Sep 03, 2006 5:22 pm
Location: BANDUNG

Postby namasamaran » Sun Oct 15, 2006 12:17 am

bukan tersinggung coy,,,,, cuma geli aja....
Sesungguhnya kalianlah yg kafir, krn kalian adalah pemuja berhala Arab dan menghambakan diri pada si playboy padang pasir yg bernama si mamad!

jadi geli, banyak maling teriak maling disini....
hihiiiihiiii
namasamaran
 

Postby kapok_jadi_mualaf_ihhhhhh » Sun Oct 15, 2006 12:57 am

Image
User avatar
kapok_jadi_mualaf_ihhhhhh
 
Posts: 430
Joined: Sun Oct 08, 2006 11:04 pm

Postby bambang » Sun Oct 15, 2006 1:30 am

DHESTA wrote:n btw koq kalian non moslem, knapa suka tersinggung dipanggil kafir? bukankah kami yg moslem juga dijuluki kalian "Domba-domba yang Sesat", mana yg lebih menghina...
.

Tersinggung ???...........tidaklah yauuu.....!!?

Julukan atau perumpamaan "Domba yang hilang atau sesat" itu bukan ditujukan untuk muslim...............ke"bagus"an !!

Perumpamaan itu ditujukan untuk orang-orang yang percaya kepada Yesus, namun keimanannya tidak kelihatan atau pudar; Kalau untuk kaum muslimin cocoknya KAMBING kali ye !?

Gimana netter ?? Setuju gak !!?
:) :)
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby namasamaran » Sun Oct 15, 2006 1:45 am

SWUUUEEETTTUUUJJJUUUUUUUUU....!!!!
namasamaran
 

Re: Lagi, MUI Keluarkan Fatwa Haram

Postby ali5196 » Sun Oct 15, 2006 2:18 am

Ibn Ghifarie wrote:Seakan-akan tempat berkumpulnya pewaris nabi itu hanya berkutat pada pelabelan halal-haram, bisa-tidak bisa, sunah-mubah, bukan pada persoalan pelik yang sedang melanda bangsa kita.
Betul ! Contoh lagi bahwa Islam memang membuat masyarakat mandeg dan sesat.

Sama deh kayak di Iran, bukannya ngurusin hal2 yg lebih penting... ehhh yg dipusingin panjang baju perempuan, warna lipstick perempuan (jangan terlalu merah padam, nanti lelaki jadi nafsu dibulan puasa, khan repot), panjang kuku perempuan ... lelaki nggak boleh masturbasi ... sex dgn binatang boleh asal binatangnya langsung dibunuh ... welweeehhhh weleehh ... itulah Islam; SESAT.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Binyok » Sun Oct 15, 2006 1:33 pm

hah??
sex dgn binatang??
masa ada sih ali??
User avatar
Binyok
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby NoeMoetz » Fri Dec 08, 2006 11:39 am

DHESTA wrote:n btw koq kalian non moslem, knapa suka tersinggung dipanggil kafir? bukankah kami yg moslem juga dijuluki kalian "Domba-domba yang Sesat", mana yg lebih menghina...


Kalo aku ga salah, kafir -> tidak berTuhan.
Man.... kita punya Tuhan. Sudah pernah mampir ke Bumi koq untuk say hello dengan umat-Nya. Waktu itu namaNya Yesus.
Bagaimana dengan tempatnya kalian? Udah keenakan di sana, jadi sombong, ga mau say hello sama kita2! :lol: :lol:

Domba Sesat -> Masih berTuhan tapi salah jalan. Kalau kita kembalikan ke Jalan yang benar gpp khan? :lol: :lol: :lol:

Yang lebih menghina, jalas Kafir donk!!!
NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby sapujagad » Fri Dec 08, 2006 11:49 am

saya masih menunggu MUI mengeluarkan fatwa haram untuk SMS berhadiah (khan judi)
fatwa haram buat uang hasil KORUPSI, haram buat MENGGUNAKAN MOBIL DINAS BAGI KEPENTINGAN PRIBADI, dan haram MEMANFAATKAN FASILITAS KANTOR UNTUK KEPERLUAN PRIBADI,

dengan demikian bangsa Indonesia makin beradab.
User avatar
sapujagad
 
Posts: 513
Joined: Fri Oct 06, 2006 11:08 pm
Location: indonesia

Postby sapujagad » Fri Dec 08, 2006 11:54 am

Julukan atau perumpamaan "Domba yang hilang atau sesat" itu bukan ditujukan untuk muslim...............ke"bagus"an !!

Perumpamaan itu ditujukan untuk orang-orang yang percaya kepada Yesus, namun keimanannya tidak kelihatan atau pudar; Kalau untuk kaum muslimin cocoknya KAMBING kali ye !?

Gimana netter ?? Setuju gak !!?


setuju, tapi mungkin perlu dipertimbangkan juga julukan "serigala berbulu domba"
bukankah nampaknya baik, tapi lama-kelamaan kelihatan kalau menyengsarakan, (bayangkan, harus berjilbab, potong tangan kalau mencuri, poligami, bergaul dengan jin, bunuh kafir, dll...dll...
User avatar
sapujagad
 
Posts: 513
Joined: Fri Oct 06, 2006 11:08 pm
Location: indonesia

Postby Borland » Thu Jan 18, 2007 4:04 pm

negara2 Kafir kebanyakan lebih maju ketimbang Negara Muslim karena Mungkin tuhannya Org Kafir ada 3....sedangkan Muslim tuhannnya cuma 1 di mekkah...
User avatar
Borland
 
Posts: 1533
Joined: Wed Nov 08, 2006 3:46 pm

Postby reggie » Thu Jan 18, 2007 5:35 pm

Borland wrote:negara2 Kafir kebanyakan lebih maju ketimbang Negara Muslim karena Mungkin tuhannya Org Kafir ada 3....sedangkan Muslim tuhannnya cuma 1 di mekkah...


ya, tidak semua negara kafir yang bertuhan tiga itu maju...

dan sebenarnya hanya satu negara kafir yang bertuhan tiga...
User avatar
reggie
Banned
 
Posts: 2187
Joined: Wed Dec 28, 2005 8:48 pm

Postby up1234go » Thu Jan 18, 2007 6:01 pm

reggie wrote:
Borland wrote:negara2 Kafir kebanyakan lebih maju ketimbang Negara Muslim karena Mungkin tuhannya Org Kafir ada 3....sedangkan Muslim tuhannnya cuma 1 di mekkah...


ya, tidak semua negara kafir yang bertuhan tiga itu maju...

dan sebenarnya hanya satu negara kafir yang bertuhan tiga...


Dan hanya negara kafir yang sanggup memberi kebebasan beribadah tanpa diancam dengan bom oleh agama lain (tidak seperti negara yang berstatus Islam).
up1234go
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm


Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users