Page 1 of 2

annuit coeptis membela islam

PostPosted: Sun Sep 30, 2012 6:54 am
by sodrun
annuit coeptis » Sat Sep 29, 2012 12:43 am :
kalau pengen tau al qur'an ama gw aja dulu bro, baru yang laen....

Ada yang mau merespon tantangan ini .... ?
:-k

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Sun Sep 30, 2012 9:14 am
by mbah.erott
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Diantara (isi)nya ada
ayat-ayat yang muhkamaat itulah UMMUL- KITAABI (pokok-pokok isi Al Quran) dan
yang lain ayat-ayat mutasyaabihaat. Adapun orang orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta`wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta`wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (daripadanya) kecuali orang-orang yang berakal”. (Ali Imron : 7)

Saya mau tau tentang ayat mutasyaabihaat, kenapa allah swt menurunkan ayat-ayat mutasyaabihaat?

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Sun Sep 30, 2012 1:33 pm
by walet
Tolong Selesaikan Hukum Waris Ini:

Laki2 punya uang 1 juta mati dan meninggalkan
- 1 Istri
- Anak2 perempuan
- 1 Ayah
- 1 Ibu

Berapa masing2 yg ditinggalkan mendapat uang.
Mohon dari Quran saja penyelesaiannya karena menurutmu Quran sumber segala ilmu.

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Sun Sep 30, 2012 3:35 pm
by omega phoenix
yang lain tunggu dulu ya, yang sabar mua. Biar ne 2 soal dijawab dulu :green:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 02, 2012 10:12 am
by gateway
he..he..he
ada mainan baru nih...nandain ah.

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 02, 2012 10:17 am
by Mohmed Bin Atang
annuit ceoptisnya nggak datang-datang
di trid lain malah bikin kotor

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 02, 2012 10:23 pm
by tukang ojek
Man ini si anutis....gak nongol-nongol....
Mana udah beli tiket..lakon nya gak keluar-keluar...

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Fri Oct 05, 2012 11:45 am
by mbah.erott
Bro @sodrun harus tanggung jawab, datangkan si @coeptis ke sini! :green:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Fri Oct 05, 2012 9:25 pm
by momed_xxx3
Mana nh @anutisc0lis pdahal ane udah mesen lapak nh bwt menyaksikan pmbelaannya

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Sun Oct 07, 2012 5:58 am
by sodrun
mbah.erott wrote:Bro @sodrun harus tanggung jawab, datangkan si @coeptis ke sini! :green:

Sabar bro....
Mungkin beliau sedang sakit,.. atau barangkali malah sedang mondok di RS,..
Seperti seorang tersangka korupsi ketika akan disidang.. pasti itu alasannya !
He he he he.....
:green:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Mon Oct 08, 2012 5:47 pm
by sodrun
Wah.... bisa rusak nih panggung hiburannya !
Penonton sudah berjubel artisnya gak nongol-nongol !
@ momod :
Di-keranjang-sampah-kan aja mod... !
:-&

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Wed Oct 10, 2012 1:59 am
by Mohmed Bin Atang
sodrun wrote:Wah.... bisa rusak nih panggung hiburannya !
Penonton sudah berjubel artisnya gak nongol-nongol !
@ momod :
Di-keranjang-sampah-kan aja mod... !
:-&


Sabar aja dulu..
Kalo artisnya udah muncul, langsung "jewer" kesini

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 30, 2012 3:20 am
by annuit coeptis
mbah.erott wrote:Image


sori bro, udah lama gak mampir, sebenar nya udah datang cuma belum siap aja. ini sejauh-jauh pengetahuan gw saat ini. :turban:

penafsiran annuit coeptis qs. 3-7:
“dia lah yang menurunkan kepada kamu al kitab di antara nya dalil hukum (hukum positif) itu lah pokok-pokok al kitab dan yang lain yang disangka dalil hukum untuk itu.
maka ada pun orang-orang yang dalam pikiran nya condong kepada mengingkari, maka mereka mengikuti yang disangka dalil hukum untuk membuat ujian/cobaan dengan penafsiran yang mereka lakukan.
dan tidak ada yang memastikan korelasi yang disangka dalil hukum itu melainkan allah.
dan orang-orang yang mendalam ilmu nya berkata: "kami beriman kepada dalil hukum (hukum positif) dan yang lain yang disangka dalil hukum, semua nya itu dari sisi tuhan kami."
dan tidak dapat mengambil hikmah melainkan orang-orang yang mempergunakan akal berfikir untuk hal-hal hukum tersebut”.


jadi di dalam al qur’an ada peraturan hukum yang ditaati, sehingga kepatuhan tersebut akan melahirkan keteraturan kehidupan sesuai konsep rahmatan lil alamin. maka nya muhkamat itu lah jadi pokok al qur’an. :supz: :heart:
ada lagi al qur’an pada posisi sebagai kisah masa lampau yang diceritakan agar dijadikan suri teladan oleh orang-orang kemudian yang tentu nya level penegakkan nya dibawah muhkamat. :rock:

nah kata mutasyabihat itu adalah penyebutan terhadap hal yang dianggap “sesuatu yang juga dianggap aturan hukum pada hal tidak”, serupa tapi tidak sama, seperti kisah pada qs. 2-25, buah-buahan yang didapat di surga juga buah-buahan seperti yang kita makan di dunia ini, tetapi apa buah-buahan dunia kah yang kita makan di surga? tentu tidak, ia hanya mirip tetapi rasa dan bentuk kematangan nya jelas berbeda. =D> =D>

begitu lah antara mutasyabihat dengan muhkamat. aspal, asli tapi palsu.
asli itu ayat al quran yang dijadikan dalil berhujah orang-orang yang cenderung kepada kesesatan, palsu dalam pengaplikasian sebagai/untuk dasar hukum nya. sehingga hukum yang seharus nya tegak oleh ayat muhkamat, jadi bertingkat-tingkat level penyelesaian nya atau bisa tidak jadi ditegakkan dikarenakan dalil mutasyabihat yang dihujahkan mereka. pada hal tiada bantahan lagi jika muhkamat. [-X

ambil contoh, inpres no. 1 th. 1991 (kompilasi hukum islam) hasil musyawarah para ulama yang memutuskan ada nya nikah hamil. nah ayat-ayat al qur’an yang mereka hujahkan dalam membuat hukum ini itu lah yang dimaksud mutasyabihat. :goodman:
karena hamil sebelum nikah adalah zina, zina masuk kategori muhkamat pada qs. 24-2. lalu bagian ini tidak dilalui, dengan hujah al qur’an ayat entah berapa. ayat entah berapa itu yang mutasyabihat. mirip tentang hukum tetapi bukan ayat hukum (muhkamat), salah penafsiran. bukan untuk itu digunakan, bukan korelasi nya. ](*,)

seharus nya lalui dulu qs. 24-2 lalu masuk ke qs. 24-3., bukan diizinkan menikah lalu menghilangkan hukum pertama. aturan ulama mengabaikan aturan tuhan. gila.. :stun:

jadi yang mana saja bisa disebut/jadi mutasyabihat jika dihujahkan untuk membantah sesuatu yang muhkamat…. \:D/ \:D/
bukan korelasi nya maka disebut mutasyabihat. :rock: :axe: :axe: seperti nya, pada hal bukan... serupa tapi tak sama :turban: :turban:

Tentang lain nya nyusul kalau udah no comment… :partyman: :goodman: :supz: :heart:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 30, 2012 8:19 am
by mbah.erott
annuit coeptis wrote:penafsiran annuit coeptis qs. 3-7:
“dia lah yang menurunkan kepada kamu al kitab di antara nya dalil hukum (hukum positif) itu lah pokok-pokok al kitab dan yang lain yang disangka dalil hukum untuk itu.
maka ada pun orang-orang yang dalam pikiran nya condong kepada mengingkari, maka mereka mengikuti yang disangka dalil hukum untuk membuat ujian/cobaan dengan penafsiran yang mereka lakukan.
dan tidak ada yang memastikan korelasi yang disangka dalil hukum itu melainkan allah.
dan orang-orang yang mendalam ilmu nya berkata: "kami beriman kepada dalil hukum (hukum positif) dan yang lain yang disangka dalil hukum, semua nya itu dari sisi tuhan kami."
dan tidak dapat mengambil hikmah melainkan orang-orang yang mempergunakan akal berfikir untuk hal-hal hukum tersebut”.

Dari tulisan @AC, saya simpulkan berarti allah swt menurunkan ayat mutasyabihaat karena dia memang berniat untuk menyesatkan lebih jauh orang yang cenderung ingkar.
bukan begitu, @AC ?

Kalau tidak setuju, tolong jawab saja dengan singkat, KENAPA ALLAH SWT MENURUNKAN AYAT MUTASYABIHAAT?

:turban:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 30, 2012 3:36 pm
by annuit coeptis
mbah.erott wrote: :rolleyes:


hmm, kalo begitu penjelasan gw gak asik tuk dibaca ya, hik hik hik hik sedih gw..
gak bisa jadi guru ne...

tapi begini, kita musti samain persepsi tentang mutasyabihat. mutasyabihat itu bukan ayat, kalau muhkamat itu ayat.

mutasyabihat itu penyebutan terhadap tindakan. tindakan apa? tindakan seseorang ketika membuat atau memutuskan hukum mempergunakan hujah yang bukan hujah nya demi ayat muhkamat tidak diaplikasikan/tidak tegas terhadap dia atau pun kepentingan pikiran nya. membuat seolah-olah benar/mirip dasar hukum yang mereka ambil itu.
mencari-cari ayat lain untuk disejajarkan dengan ayat muhkamat atau melunakkan ayat muhkamat, pada hal sudah jelas ini di hukum ini, itu di hukum itu....
nah ayat yang dijadikan hujah itu (mutasyabihat), ya al qur'an juga, ya kalam allah juga, cuma bukan korelasi untuk ayat muhkamat.
seharus nya ayat yang disandarkan mereka (mutasyabihat) bukan untuk ayat muhkamat tetapi ayat-ayat al qur'an lain....

seperti nikah hamil, mutasyabihat terhadap ayat muhkamat entah mempergunakan ayat berapa sehingga hukum zina ditiadakan, langsung direstui untuk dinikahi...
seperti mencuri, mutasyabihat terhadap ayat muhkamat yang menyatakan potong tangan entah mempergunakan ayat al qur'an yang mana sehingga cukup potong jari dulu, cukup potong pergelangan tangan dulu, atau musti seberat 98 gram emas baru dipotong tangan... padahal jelas, mencuri potong tangan nya, defenisi mencuri dan hak milik yang musti didudukkan oleh para ulil albab...
begitu juga hukum riba, jual beli tidak sama dengan riba, lalu ada bank syari'ah (badan finansial) yang bergerak dengan gerbang "akad perjanjian" maka berubah lah hukum riba menjadi jual beli... itu mempergunakan ayat al qur'an yang mana untuk melunakkan hujah qs. 2-275? nah itu tindakan dari mutasyabihat... ayat yang dipakai untuk kesana (qs. 2-275) bukan korelasi nya...

menjadikan ayat-ayat tersebut untuk diadukan dengan ayat muhkamat itu yang tindakan mutasyabihat,
kalau pun seperti ada hubungan nya, ya paling tidak seperti buah-buahan surga itu qs. 2-25...
semua nya jelas, semua nya ada pembatas walau pun terlihat sama, seperti air di lautan pun ada hijram mahjura (dinding pembatas)...

ilmu sortir yang rumit bukan?

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 30, 2012 4:34 pm
by sodrun
@ annuit coeptis :
Yang ditanyakan oleh mbah erott itu adalah pengertian "ayat muhkamat" dan "ayat mutasyabihat" seperti dibahas dalam situs ini :
http://islamtradisionalis.wordpress.com ... asyabihat/
Ayat-ayat Muhkamat : ayat yang dari sisi kebahasaan memiliki satu makna saja dan tidak memungkinkan untuk ditakwil ke makna lain. Atau ayat yang diketahui dengan jelas makna dan maksudnya.

Ayat-ayat Mutasyabihat : ayat yang belum jelas maknanya. Atau yang memiliki banyak kemungkinan makna dan pemahaman sehingga perlu direnungkan agar diperoleh pemaknaan yang tepat yang sesuai dengan ayat-ayat muhkamat.


Di sini juga dibahas :
http://syariahonline.com/v2/aqidah/1047 ... kamat.html
Google aja pake : "perbedaan ayat muhkamat dan mutasyabihat"... banyak yang membahas itu.. jadi tidak salah kalau mbah erott menanyakan itu.
:goodman:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Tue Oct 30, 2012 6:50 pm
by mbah.erott
@sodrun benar, itulah yang saya tanyakan
annuit coeptis wrote:tapi begini, kita musti samain persepsi tentang mutasyabihat. mutasyabihat itu bukan ayat, kalau muhkamat itu ayat.

mutasyabihat itu penyebutan terhadap tindakan. tindakan apa? tindakan seseorang ketika membuat atau memutuskan hukum mempergunakan hujah yang bukan hujah nya demi ayat muhkamat tidak diaplikasikan/tidak tegas terhadap dia atau pun kepentingan pikiran nya. membuat seolah-olah benar/mirip dasar hukum yang mereka ambil itu.
mencari-cari ayat lain untuk disejajarkan dengan ayat muhkamat atau melunakkan ayat muhkamat, pada hal sudah jelas ini di hukum ini, itu di hukum itu....
nah ayat yang dijadikan hujah itu (mutasyabihat), ya al qur'an juga, ya kalam allah juga, cuma bukan korelasi untuk ayat muhkamat.
seharus nya ayat yang disandarkan mereka (mutasyabihat) bukan untuk ayat muhkamat tetapi ayat-ayat al qur'an lain....

@AC, maaf, yang saya baca di ayat itu Allah menurunkan ayat mutasyabihaat bukan menurunkan tindakan. Sudah jelas itu, mohon baca lagi ayatnya dengan cermat.
"... dan yang lain ayat-ayat mutasyaabihaat . Adapun orang orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat ..."
Sudah jelas bukan?
Nah, kenapa Allah menurunkan ayat mutasyabihaat ?

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Wed Sep 18, 2013 3:04 am
by annuit coeptis
bro domba yang sesat... :goodman:

saya perjelas ya, tentang muhkamat dan mutasyabihat (qs. 3:7) http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/3

tentang ayat muhkamat (qs. 3:7) dan tentang surat muhkamat (qs. 47:20) serta tentang mutasyabihat (qs. 2:25, qs. 3:7, qs. 6:141, qs. 39:23)...

nah domba yang sesat, muhkamat itu adalah sesuatu yang jelas perintahnya baik berbentuk surat maupun ayat, contoh: mencuri potong tangannya, berzina cambuk 100 hari, membunuh bunuh balik tapi kalau dimaafkan aman deh lo, dll....
mutasyabihat itu serupa tapi tak sama gitu lo bro, contoh: makan daging anjing haram berdasarkan qs. 5:88, qs. 23:51, qs. 33:36. sedangkan hak menghalalkan dan mengharamkan sesuatu adalah hak tuhan (qs. 6:151). jadi qs. 5:88, qs. 23:51, qs. 33:36 bukanlah dalil pokok untuk pernyataan hukum keharaman daging anjing bro, ayat itu seperti dasar hukum tapi tidak, tetapi bukan berarti ayat itu gak berguna. ia berguna pada tempat yang lain bukan untuk pengharaman daging anjing....
tapi tetap aja gw gak pengen coba makan daging anjing, abis ilfil, seperti liat kalkun juga gak pengen makannya....

ngertos bos? :turban:

annuit coeptis membela islam
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Wed Sep 18, 2013 10:24 am
by gabrielnotjibril
mamad saw jg punya hak menghalalkan :partyman: :finga: :snakeman:

Re: annuit coeptis membela islam

PostPosted: Wed Sep 18, 2013 10:45 am
by annuit coeptis
gabrielnotjibril wrote:mamad saw jg punya hak menghalalkan


jangan keluar dari muhkamat dan mutasyabihat dulu y... [-X

dah clear?

nah muhammad tentang hak menghalalkan dari muhammad coba kasi surat dan ayatnya, tapi sebelum itu saya sodorin, "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (qs. 66:1)", hmm ternyata muhammad gak boleh merubah ajaran tuhan ya. :turban:
trus, "Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk isteri-isteri anak-anak angkat mereka (qs. 33:37)", hmm terlihat bahwa budaya/adat istiadat berada dibawah ajaran, lagi-lagi muhammad hanyalah seorang rasul yang menyampaikan, no modifikasi pa lagi ngajak orang ramai (seperti mengundang raja/kaisar) tuk bermusyawarah merubah ajaran... :goodman: