Mental FFI : belanda minta tanah

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.
Post Reply
ksatria86
Posts: 79
Joined: Sun Jul 10, 2011 10:47 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by ksatria86 »

kre-setan wrote:
sebenarnya kedudukan duladi pada analogi di atas bukan Muhammad tapi Islam
Duladi=islam
Duladi mati islam mati??
Lha yg kau anut itu skrng apa?? Arwahnya islam??
Ayo belajar membuat analogi yg benar dl.
Gmn bisa dibuat bahan diskusi kalo analoginya aja ngawur dan ga konsisten.

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

Kre-setan wrote:@ moderator

saya tau muslim tamu di sini, tapi tolong tunjukkan etika anda sedikit sebagai tuan rumah...ayat bible di page 2 masih saya maklumi kalau anda hapus, postingan terakhir saya untuk si duren kenapa di hapus juga ????
Moderator 1 wrote: Maaf terhapus gak sengaja. Tulis lagi aja lagi napa sih.
nah gitu donk...konfirmasi
semakin anda menunjukkan kearoganan anda yang membabi buta cuma semakin menunjukkan ketakutan anda atas terbongkarnya borok borok forum ini...
Moderator 1 wrote: Kalo Forum ini borokan, knafa lo tongkrongin tiap hari? Doyan borok?
buakakakaka :lol: ...ternyata moderatornya sotoy juga,,

ya tentu donk pak mod, tugas saya disini kan membongkar borok jd wajar donk kalau saya disini tiap hari...dokter juga kerjanya ngobatin orang kudisan apa berarti dokter doyan kudis... :lol:

dah deh...lu nggak usah ikutan debat, kerjamu cocok belakang layar aja...
Kre-setan wrote: Itung tuh posting si Crescent Moon/Montir/Feodor/HeadFixer di sini? Udah berapa ratus ribu??? Kok masih utuh semuanya dan gak ada yang dihapus? Apa posting2 lo dengan username lain-lain (dikira kami gak tahu?) yang banyaknya ajegile itu dihapus semua sama para Moderator?
ya baguslah, tapi kan itu semua nggak membuktikan perkara tadi bukan ente yang salah :lol:

User avatar
duren
Posts: 11124
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by duren »

Kre-setan wrote: ayolah jangan alihkan topik ini dulu...kalau ente kebelet banget mbahas Muhammad kita bahas di topik lain saja...Tolong fokus pada pertanyaan :

pantaskah islam dikambing hitamkan dalam urusan poligami/perbudakan ??
Nafa ga pantas

Nihh sebabnya ...kucopas dari post di hal 3
Sebelumnya sudah saya katakan bahwa PERBUDAKAN itu adalah LIMBAH
Anggaplah limbah itu = e'e
Pihak sebelah berusaha memasukkan e'e ke jamban
Sementara Islam mengelola e'e mejadi MAKANAN YANG NIKMAT tuk konsumsi muslim
Elo menggunakan analogi Duladi ngajarin umat membuang limbah

SALAH !!

Yang benar ... Islam ngajarin elo membuat makanan lezat dari bahan YANG BAGI ORANG LAIN SUDAH bolak balik dimasukin ke jamban

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

ayo fokud...fokus...fokus,, jangan kebanyakan berkutat di contoh...kalau contoh seribu contoh bisa di buat

sekarang

PESAN UTAMA darii trit ini adalah ini :
Kre-setan wrote:belum ada member FFI yang memberi pencerahan,

benang merah antara isu isu yang di angkat forum ini dengan islam sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isu isu itu dimana ???
[/i]

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by simplyguest »

Terima kasih atas jawabannya.
simplyguest wrote: Jadi berdasarkan analogi cerita di atas, sebenarnya pada awalnya nabi Muhammad berencana untuk menghilangkan perbudakan dan poligami, tapi keburu mati, jadi pekerjaannya belum tuntas? Berarti belum sempurna dong, kan belum selesai....
Kre-setan wrote: sebenarnya kedudukan duladi pada analogi di atas bukan Muhammad tapi Islam
Jika Duladi adalah analogi dari Islam, lalu apa maksud anda dengan menceritakan bahwa Duladi keburu mati dan meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai?
Dalam cerita tersebut dapat dimaklumi jika Duladi tidak berdaya dalam menyelesaikan tugasnya, karena dipanggil oleh penciptanya. Tapi kalo anda menganalogikan Duladi sebagai Islam, apa berarti Islam juga tidak berdaya dalam menyelesaikan tugasnya karena campur tangan Allah? Berarti Islam belum sempurna dong pekerjaannya....
simplyguest wrote: Kalo dibandingkan dengan analogi cerita tentang Duladi sebelumnya, berarti Duladi(nabi Muhammad) disini justru masih tetap membuang sampah sembarangan dong, sebab masih berpoligami tanpa batasan (unlimited)??
Kre-setan wrote: Muhammad sebagai nabi memang punya hak unlimited dalam islam, tapi itu tidak akan merubah fakta kalau umatnya tetap tidak boleh unlimited, setidaknya ini sudah kemajuan di banding karosetan...karna disini kita bicara islam tentu kita bicara islam secara umum,, bukan membahas perbuatan pribadi secara khusus
Coba anda baca tulisan anda ini :
Kre-setan wrote: dalam ilustrasi di atas aku pun nggak menampik kalau duladi ikut membuang sampah ke sungai juga, tapi dah mulai di sortir sampah mana saja yang boleh di buang ke sungai... kalau dalam islam memang iya Muhammad juga memiliki budak, karna sudah ada aturan untuk tidak memperlakukan budak dengan semena mena maka umat PERLU PROTOTIPE bagaimana teknisnya memperlakukan budak dengan baik dan benar.
Anda sendiri bilang bahwa umat memerlukan PROTOTIPE yang bisa dijadikan contoh.
Tapi faktanya adalah kenapa nabi Muhammad tidak menjadi prototipe yang "mensortir sampah" tapi malah ikut2an mengikuti kebiasaan "membuang sampah sembarangan"?
simplyguest wrote: Dan kalau memang nabi Muhammad awalnya ingin menghilangkan perbudakan dan poligami, berarti ketika masyarakat sekarang cenderung untuk menolak poligami, hal itu malah bagus bukan?
Tapi apa kenyataannya? Jika ada yang protes tentang poligami, malah dibilang tidak mengerti ajaran Islam.
Bukankah seharusnya didukung, karena justru "menuntaskan" pekerjaan yang ditinggal oleh nabi Muhammad?

Kenapa ketika masyarakat saat ini cenderung menolak poligami , agama Islam malah masih melestarikan budaya "membuang sampah sembarangan"? Padahal berdasarkan analoginya, nabi Muhammad kan berniat menghilangkan sama sekali praktek poligami?
Kre-setan wrote: kalau anda bicara "masyarakat masa kini" berarti itu bicara oknum,, kita nggak membuat kesimpulan berdasarkan asumsi asumsi pemeluknya, karna asumsi pemeluk pemeluk bukan sumber ajaran islam, sumber ajaran islam AQ dan hadist
Yang anda maksud "oknum" itu masyarakat yang menolak poligami, atau yang mendukung poligami?

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by simplyguest »

Maaf, postingan saya di atas jadi dobel. Jadi saya edit aja yang ini...

Entah kenapa postingan saya kok suka jadi dobel ya. Padahal saya cuma submit sekali.
Dan delay waktu sampai pemunculannya juga cukup lama.

Maaf untuk semuanya karena saya masih newbie di sini. Dan untuk moderator dimohon bantuan dan pencerahannya. Terima kasih O:)
Last edited by simplyguest on Mon Apr 16, 2012 8:56 am, edited 1 time in total.

User avatar
duren
Posts: 11124
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by duren »

Ayo fokus loe bahlul ...baca ini baik baik :lol:

Elo menggunakan analogi Duladi ngajarin umat membuang limbah

SALAH !!

Yang benar ...
Islam ngajarin elo membuat makanan lezat dari bahan YANG BAGI ORANG LAIN SUDAH bolak balik dimasukin ke jamban

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

Kre-setan wrote: ayolah jangan alihkan topik ini dulu...kalau ente kebelet banget mbahas Muhammad kita bahas di topik lain saja...Tolong fokus pada pertanyaan :

pantaskah islam dikambing hitamkan dalam urusan poligami/perbudakan ??
duren wrote: Nafa ga pantas

Nihh sebabnya ...kucopas dari post di hal 3
Sebelumnya sudah saya katakan bahwa PERBUDAKAN itu adalah LIMBAH
Anggaplah limbah itu = e'e
Pihak sebelah berusaha memasukkan e'e ke jamban
SementaraIslam mengelola e'e mejadi MAKANAN YANG NIKMAT tuk konsumsi muslim

Elo menggunakan analogi Duladi ngajarin umat membuang limbah

SALAH !!

Yang benar ... Islam ngajarin elo membuat makanan lezat dari bahan YANG BAGI ORANG LAIN SUDAH bolak balik dimasukin ke jamban
nah kan,, perbandingan benar salahnya lari ke "pihak sebelah" lagi...

cari perbandingan yang lain, ntar momodnya mewek2 lagi, ntar momodnya mewek mwewk ente ngeles lagi bukan ente yang mancing OOT,, pokoknya klen menang sendiri lah

User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Posts: 4425
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by MaNuSiA_bLeGuG »

Kre-setan wrote: ya udah...kalau begitu analoginya di rubah, si duladinya nggak jadi modar deh ...susah amat sih :lol:

yang jelas modar nggak modarnya duladi disitu tetap nggak mempengaruhi isi pesanya...pertanyaanya tetap sama :

pantaskah dualdi/islam dikambing hitamkan ??
bukan masalah susah ato ga merubah, tapi esensi dari kerangka pola pikir lu yg udah salah sedari awal. ](*,)

kok mati ga mati ga ngaruh ? justru ngaruh... di awal cerita duladi mati sblm sistem dan TPA berhasi dibangun, nah sekarang setelah dia ga jdi mati maka cerita menjadi apa lagi ? tentunya bagian yg lain harus ente revisi juga.

sampe disini aja lu ga ngerti konsekuensi dari perubahan cerita yg lu bikin sendiri tapi udah mo belagak pintar dimari. lebih baik ente minta maaf dan mundur teratur dari sekarng. susun cerita lagi dari awal, perbaiki juga kerangka berpikir lu ampe beres, lalu posting baru lagi :lol:
Kre-setan wrote: nah kan...jadinya mengomentari individu bukan agamanya,

ayolah jangan alihkan topik ini dulu...kalau ente kebelet banget mbahas Muhammad kita bahas di topik lain saja...Tolong fokus pada pertanyaan :

pantaskah islam dikambing hitamkan dalam urusan poligami/perbudakan ??
revisi dulu ceritanya ampe bener bru tanya lagi.

kalo mo dipaksain dengan seting yg sekarang, dimana duladi msh hidup tapi sistem ga berhasil dibuat dan TPA masih blum beres, maka YA...duladi patut dipersalahkan atas keinkompetensian nya dalam memahami masalah dan memecahkannya. artinya ada yg salah pada sistem buatannya sehingga tidak dapat diterima dgn baik oleh masyarakat.

Kre-setan wrote:
dalam Quran poligami memang sah, tapi TIDAK MEWAJIBKAN,,

kalau hukumnya cuma boleh kenapa islam di anggap kambing hitam ??
tapi MEMPERBOLEHKAN. bukankah melakukan yg diperbolehkan = disenangi tuhan islam = kebaikan = pahala ?
apalagi nabi udah mencontohkan ( sunah = dilakukan pahala, tidak dilakukan ga masalah)

btw perbudakan dilupakan tuh... :lol:

User avatar
duren
Posts: 11124
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by duren »

Kre-setan wrote: nah kan,, perbandingan benar salahnya lari ke "pihak sebelah" lagi...

cari perbandingan yang lain, ntar momodnya mewek2 lagi, ntar momodnya mewek mwewk ente ngeles lagi bukan ente yang mancing OOT,, pokoknya klen menang sendiri lah
Nahhh otak mu tu kan terbukti BOROK NYA :shock: :rolling: :rofl:

Emangnya pihak sebelah CUMA KRISTEN

Gunakan matamu tuk nyimak post netter ASH dari halaman 2

1. Kerajaan Akaemenid Persia. Raja Darius melarang perbudakan di seluruh Kerajaan Persia pada tahun 550 SM.
2. Raja Ashoka dari Kerajaan Maurya India melarang jual beli manusia di seluruh daerah kerajaannya. Budak harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi. Hal ini diterapkan sekitar tahun 300an SM.
3. Raja Wang Mang dari Cina melarang jual beli budak pada tahun 4 M.


Tuhh ga ada HUBUNGANNYA DENGAN KRISTEN




Terbukti :

Elo menggunakan analogi Duladi ngajarin umat membuang limbah

SALAH !!

Yang benar ...
Islam ngajarin elo membuat makanan lezat dari bahan YANG BAGI ORANG LAIN SUDAH bolak balik dimasukin ke jamban


Kekekeke ...ayo fokus loe bahlulllllll

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

okeh..okeh, dah ada kemajuan...besok sambung lagi :drinkers:

User avatar
duren
Posts: 11124
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by duren »

Kre-setan wrote:okeh..okeh, dah ada kemajuan...besok sambung lagi :drinkers:
Enak ya e'e nya :rolling:

User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Posts: 4425
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by MaNuSiA_bLeGuG »

Kre-setan wrote:okeh..okeh, dah ada kemajuan...besok sambung lagi :drinkers:
jangan lupa klo kembali lagi ksini besok, kerangka berpikirnya udah di benerin :-"

1234567890
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by 1234567890 »

koq ga ada komentar tentang :

kenapa 700 tahun setelah muhammad mati diracun, muslim masih saja berburu budak ?

harusnya tpanya sudah beres ... kalau bener muhammad berusaha menghapuskan perbudakan

dan yang lebih hebat lagi ..... bahkan 1400 tahun setelah muhammad mati, masih saja ada muslim yang memelihara budak

User avatar
omega phoenix
Posts: 1689
Joined: Sun Aug 21, 2011 6:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by omega phoenix »

1234567890 wrote:koq ga ada komentar tentang :

kenapa 700 tahun setelah muhammad mati diracun, muslim masih saja berburu budak ?

harusnya tpanya sudah beres ... kalau bener muhammad berusaha menghapuskan perbudakan

dan yang lebih hebat lagi ..... bahkan 1400 tahun setelah muhammad mati, masih saja ada muslim yang memelihara budak
SLIMER MODE!!

ITU BERITA PALSU, GA BENAR ITU!!

SLIMER OFF!!

Selamat MURTAD bin KAFIR deh klo begitu :rolling: :rolling: :rolling:

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

simplyguest wrote:
Jika Duladi adalah analogi dari Islam, lalu apa maksud anda dengan menceritakan bahwa Duladi keburu mati dan meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai?
Dalam cerita tersebut dapat dimaklumi jika Duladi tidak berdaya dalam menyelesaikan tugasnya, karena dipanggil oleh penciptanya. Tapi kalo anda menganalogikan Duladi sebagai Islam, apa berarti Islam juga tidak berdaya dalam menyelesaikan tugasnya karena campur tangan Allah? Berarti Islam belum sempurna dong pekerjaannya....
taruhlah islam tidak berdaya merampungkan pekerjaanya...

nah, pertanyaan saya :

apa kerja yang belum rampung itu bisa di jadikan dasar bhw islam lah yang bertanggung jawab atas tercemarnya sungai itu ?? terus apa kontribusi duladi berupa ide ide dan sumbangan pemikiran itu nggak patut di apresiasi ??


simplyguest wrote: Anda sendiri bilang bahwa umat memerlukan PROTOTIPE yang bisa dijadikan contoh.
Tapi faktanya adalah kenapa nabi Muhammad tidak menjadi prototipe yang "mensortir sampah" tapi malah ikut2an mengikuti kebiasaan "membuang sampah sembarangan"?
loh,, dari contoh di atas justru "penyortiran sampah" itu lah bentuk prototipe nya...

Muhammad lah yang mengajari cara memilah milah mana sampah yang sementara boleh di buang ke sungai dan mana yang tidak boleh

simplyguest wrote:
Yang anda maksud "oknum" itu masyarakat yang menolak poligami, atau yang mendukung poligami?
semua pendapat pribadi baik yang mendukung mau pun tidak mendukung sebaiknya nggak usah di bawa kemari sebagai sumber dalil, itu maksud saya. Karna dalam debat islam yang di akui sbg sumber ajaran islam AQ dan hadis, bukan pendapat oknum oknum.

User avatar
duren
Posts: 11124
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm
Contact:

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by duren »

Kre-setan wrote:Muhammad lah yang mengajari cara memilah milah mana sampah yang sementara boleh di buang ke sungai dan mana yang tidak boleh
Apa maksudmu muhammad ngajarin mengais ngais limbah dari lobang anus PEPERANGAN ?
Yang masih enak , dimakan ... gitu ya

Kalau itu yang nte maksud ... maka berlakulah dalil si Cresent
Islam mengharapkan TELUR dari anus ayam

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

MaNuSiA_bLeGuG wrote:
bukan masalah susah ato ga merubah, tapi esensi dari kerangka pola pikir lu yg udah salah sedari awal. ](*,)

kok mati ga mati ga ngaruh ? justru ngaruh... di awal cerita duladi mati sblm sistem dan TPA berhasi dibangun, nah sekarang setelah dia ga jdi mati maka cerita menjadi apa lagi ? tentunya bagian yg lain harus ente revisi juga.

sampe disini aja lu ga ngerti konsekuensi dari perubahan cerita yg lu bikin sendiri tapi udah mo belagak pintar dimari. lebih baik ente minta maaf dan mundur teratur dari sekarng. susun cerita lagi dari awal, perbaiki juga kerangka berpikir lu ampe beres, lalu posting baru lagi :lol:
mau mati atau nggak mati si dul FAKTANYA tetap sudah memberi kontribusi bagi penduduk karosetan, nah sekarang kontribusi itu layak di apresiasi apa enggak ??
Kre-setan wrote: nah kan...jadinya mengomentari individu bukan agamanya,

ayolah jangan alihkan topik ini dulu...kalau ente kebelet banget mbahas Muhammad kita bahas di topik lain saja...Tolong fokus pada pertanyaan :

pantaskah islam dikambing hitamkan dalam urusan poligami/perbudakan ??
MaNuSiA_bLeGuG wrote:
revisi dulu ceritanya ampe bener bru tanya lagi.

kalo mo dipaksain dengan seting yg sekarang, dimana duladi msh hidup tapi sistem ga berhasil dibuat dan TPA masih blum beres, maka YA



...duladi patut dipersalahkan atas keinkompetensian nya dalam memahami masalah dan memecahkannya. artinya ada yg salah pada sistem buatannya sehingga tidak dapat diterima dgn baik oleh masyarakat.
inkompetensi menyelesaikan masalah tidak berarti si pihak yang nggak berkompeten menjadi pihak yang bertanggung jawab atas masalah.

bukan duladi yang mencetuskan gerakan buang sampah ke sungai,, kebiasaaan karosetan buang sampah ke sungai emang udah ada sebelum duladi datang.
Kre-setan wrote:
dalam Quran poligami memang sah, tapi TIDAK MEWAJIBKAN,,

kalau hukumnya cuma boleh kenapa islam di anggap kambing hitam ??
MaNuSiA_bLeGuG wrote:
tapi MEMPERBOLEHKAN. bukankah melakukan yg diperbolehkan = disenangi tuhan islam = kebaikan = pahala ?
apalagi nabi udah mencontohkan ( sunah = dilakukan pahala, tidak dilakukan ga masalah)

btw perbudakan dilupakan tuh... :lol:
hukum "boleh" itu nggak mendapat pahala, yang mendapat pahala itu dari hukum wajib/sunnah.

poligami itu nggak di anjurkan karna di kasi syarat,, logikanya kalau muslim emang di dorong untuk poligami ngafai di persulit dengan syarat ??

terus alasanmu nabi mencontohkan itu udah ratusan kali di bahas di FFI...Enggak semua perbuatan nabi itu sunnah dalam artian berpahala kalau di ikuti.

User avatar
Kre-setan
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by Kre-setan »

Kre-setan wrote: nah kan,, perbandingan benar salahnya lari ke "pihak sebelah" lagi...

cari perbandingan yang lain, ntar momodnya mewek2 lagi, ntar momodnya mewek mwewk ente ngeles lagi bukan ente yang mancing OOT,, pokoknya klen menang sendiri lah
duren wrote: Nahhh otak mu tu kan terbukti BOROK NYA :shock: :rolling: :rofl:

Emangnya pihak sebelah CUMA KRISTEN

Gunakan matamu tuk nyimak post netter ASH dari halaman 2

1. Kerajaan Akaemenid Persia. Raja Darius melarang perbudakan di seluruh Kerajaan Persia pada tahun 550 SM.
2. Raja Ashoka dari Kerajaan Maurya India melarang jual beli manusia di seluruh daerah kerajaannya. Budak harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi. Hal ini diterapkan sekitar tahun 300an SM.
3. Raja Wang Mang dari Cina melarang jual beli budak pada tahun 4 M.


Tuhh ga ada HUBUNGANNYA DENGAN KRISTEN




Terbukti :

Elo menggunakan analogi Duladi ngajarin umat membuang limbah

SALAH !!

Yang benar ...
Islam ngajarin elo membuat makanan lezat dari bahan YANG BAGI ORANG LAIN SUDAH bolak balik dimasukin ke jamban


Kekekeke ...ayo fokus loe bahlulllllll
nah,, ini dia nih...sangat cocok sumber di atas digunakan sbg bahan perbandingan untuk memahami MENTAL BELANDA FFI.

ambil contoh yang ini karna sama persis kedudukanya dengan islam :


2. Raja Ashoka dari Kerajaan Maurya India melarang jual beli manusia di seluruh daerah kerajaannya. Budak harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi. Hal ini diterapkan sekitar tahun 300an SM.

pertanyaanya :

kerajaan Maurya India di atas pantas nggak di kambinghitamkan sbg biang kerok perbudakan ?? bukankah seharusnya kerajaan itu malah harus di apresiasi karna sudah mengeluarkan aturan keharusan memperlakukan budak dengan manusiawi ??

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Mental FFI : belanda minta tanah

Post by simplyguest »

simplyguest wrote:
Jika Duladi adalah analogi dari Islam, lalu apa maksud anda dengan menceritakan bahwa Duladi keburu mati dan meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai?
Dalam cerita tersebut dapat dimaklumi jika Duladi tidak berdaya dalam menyelesaikan tugasnya, karena dipanggil oleh penciptanya. Tapi kalo anda menganalogikan Duladi sebagai Islam, apa berarti Islam juga tidak berdaya dalam menyelesaikan tugasnya karena campur tangan Allah? Berarti Islam belum sempurna dong pekerjaannya....
Kre-setan wrote: taruhlah islam tidak berdaya merampungkan pekerjaanya...

nah, pertanyaan saya :

apa kerja yang belum rampung itu bisa di jadikan dasar bhw islam lah yang bertanggung jawab atas tercemarnya sungai itu ?? terus apa kontribusi duladi berupa ide ide dan sumbangan pemikiran itu nggak patut di apresiasi ??
Tapi kenyataannya apakah menurut anda Islam tidak berdaya dalam menyelesaikan pekerjaannya? Sampai sekarang Islam masih ada dan aktif bukan?
Karena itulah kenapa saya menanyakan dulu apa yang anda maksud Duladi (Islam) dalam analogi di atas diceritakan "mati".
Sebab menurut saya analogi seperti itu tidak tepat, karena kenyataannya Islam masih ada sampai sekarang dan masih bertanggung jawab dalam mengatur umatnya, sama seperti Duladi yang seharusnya masih hidup dan bertanggung jawab dalam mengawasi pekerjaannya.

Jadi jika misalnya kampung2 lain ternyata sudah selesai membuat TPA2nya masing2, sedangkan Duladi masih mempertahankan sistem membuang sampah di kali, bahkan cenderung melestarikan budaya itu, tentu saja Duladi patut dipersalahkan. Sebab menurut analogi di atas, planning awalnya adalah untuk menghilangkan budaya membuang sampah di kali bukan?

Mengenai kontribusi Duladi, tentu saja patut di apresiasi jika memang aturannya lebih baik dari yang ada sebelumnya. Tapi apakah kenyataannya Islam memang menyediakan aturan yang lebih baik?
Contohnya aja masalah poligami. Agama sebelah ratusan tahun sebelum nabi Muhammad muncul sudah dari dulu menetapkan aturan monogami. Tapi Islam malah kembali lagi melestarikan budaya poligami, bahkan pemimpinnya sendiri malah berpoligami tanpa batas.
Jadi analogi di atas juga tidak tepat kalo dibilang Duladi menyediakan aturan yang lebih baik.
simplyguest wrote: Anda sendiri bilang bahwa umat memerlukan PROTOTIPE yang bisa dijadikan contoh.
Tapi faktanya adalah kenapa nabi Muhammad tidak menjadi prototipe yang "mensortir sampah" tapi malah ikut2an mengikuti kebiasaan "membuang sampah sembarangan"?
Kre-setan wrote: loh,, dari contoh di atas justru "penyortiran sampah" itu lah bentuk prototipe nya...

Muhammad lah yang mengajari cara memilah milah mana sampah yang sementara boleh di buang ke sungai dan mana yang tidak boleh
Kurang tepat.
Karena "penyortiran sampah" adalah metode yang ditawarkan oleh Duladi pada penduduk. Agar metode tersebut dapat diterima, perlu ada prototipe bukan? Nah, seharusnya nabi Muhammad lah yang harus menjadi prototipe dalam memberi contoh.
Kalau Muhammad hanya mengajari tapi tidak mempraktekkan, apakah bisa dibilang guru yang baik? Prototipe yang baik?
simplyguest wrote: Yang anda maksud "oknum" itu masyarakat yang menolak poligami, atau yang mendukung poligami?
Kre-setan wrote: semua pendapat pribadi baik yang mendukung mau pun tidak mendukung sebaiknya nggak usah di bawa kemari sebagai sumber dalil, itu maksud saya. Karna dalam debat islam yang di akui sbg sumber ajaran islam AQ dan hadis, bukan pendapat oknum oknum.
Anda belum menjawab siapa yang anda maksud "oknum" disini. Mohon dijawab.

Tentu saja pendapat masing2 pribadi tidak bisa dijadikan acuan.
Tapi kalo melihat lagi analogi di atas, bagaimana penduduk yang Duladi ajar akan mau berubah kalau Duladi tidak segera menyelesaikan TPAnya, bahkan terus melestarikan budaya membuang sampah di kali? Bagaimana mereka mau berubah kalau prototipenya saja tidak mencontohkan hal yang benar? Padahal kampung2 di sebelah sudah berhenti membuang sampah di kali.
Apakah Duladi patut dipersalahkan? Tentu saja. Karena Duladi (Islam) belum mati kan?

Terima kasih. Salam.

NB : Bung Duladi jadi beken nih disebut terus :lol:

Post Reply