.

Mari saksikan kesaksian para mualaf

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby omega phoenix » Sat Mar 03, 2012 9:30 pm

Asli parah dah :rolling: :rolling:
User avatar
omega phoenix
 
Posts: 1689
Joined: Sun Aug 21, 2011 6:39 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby 1234567890 » Sun Mar 04, 2012 5:45 pm

bluelotusfriend wrote:
om keeamad ... jangan disuruh keluar dari muslim tu tukang AC

suruh aja KAWIN LAGI, suruh aja GEBUKIN ISTRINYA kalo ndak nurut ... kan itu semua dilegalkan di quran ...
bilang sama si istri kalo dia itu kecerdasannya kurang, cuma setengah dari pria ...

kalo mau kawin lagi, GAK USAH MINTA IJIN ISTRI ... ada ayatnya kok

kalau kurang, talak saja, pulangkan dia ke rumah orangtuanya cukup balikin mahar thok

enak lho jadi muslim :rofl: :rofl: :rofl:

biar jadi shock terapi buat si istri agar tau busuknya Islam



ide bagus ... sesuai dengan ajaran si nabi cabul dari arab

back to the topic ....
seperti biasa ... kaum sampah pecundang selalu merasa rendah diri ... jadi harus mengarang bualan bualan yang heboh supaya mereka bisa merasa sedikit bangga dengan "prestasi" khayalan mereka

tapi apa daya ... nafsu ngebual besar, tapi otak kurang ... ilmu juga kurang ... baca tulis pun ga mampu seperti nabi onta kebanggaan mereka
jadilah cerita badut mualaf
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Mohmed Bin Atang » Sat Jun 09, 2012 10:44 pm

nggak usah jauh2 kisah mualafnya netter FFI yang satu ini pun nggak kalah "mengharukan"


Image

kompas


track-record-mualaf-kompas-t26950/
mengapa-netter-kompas-muallaf-t48706/
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby [email protected] » Fri Aug 03, 2012 7:51 pm

sundul lagi \:D/
User avatar
[email protected]
 
Posts: 748
Joined: Thu May 05, 2011 1:27 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby enemyofpr0phet » Sat Aug 04, 2012 12:04 am

Ijin tandain bro
enemyofpr0phet
 
Posts: 75
Joined: Tue Jul 24, 2012 1:28 am

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby jambrong » Wed Aug 15, 2012 3:56 am

ane ijin print... :heart:
jambrong
 
Posts: 332
Joined: Mon Jul 09, 2012 4:23 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby [email protected] » Thu Sep 13, 2012 5:48 pm

sundul ahh biar si Abu Riziek bisa liat :finga:
User avatar
[email protected]
 
Posts: 748
Joined: Thu May 05, 2011 1:27 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby jambrong » Fri Sep 14, 2012 2:17 am

ini adalah bacaan favorit ane..kalau lagi jenuh ane baca2 kesaksian para mualaf`.... :rofl:

TOP :finga:
jambrong
 
Posts: 332
Joined: Mon Jul 09, 2012 4:23 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Mohmed Bin Atang » Wed Sep 19, 2012 9:13 am

jambrong wrote:ini adalah bacaan favorit ane..kalau lagi jenuh ane baca2 kesaksian para mualaf`.... :rofl:

TOP :finga:


kalo gw lagi jenuh, gw juga baca trid ini sama blog mualaf alhamdulilah (ngakak :lol: )
btw avatarmu yg islami itu dimana bro..??
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby jambrong » Sat Sep 22, 2012 6:38 pm

MBA
ane kalau lagi ol liat avatar ane sendiri pingin muntah sendiri.. :green:

saran
di tambahin lagi dong kesaksian para mualaf nya... :finga:
jambrong
 
Posts: 332
Joined: Mon Jul 09, 2012 4:23 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Foxhound » Sun Sep 30, 2012 10:08 pm

Ya ini saya tambahin dah, berhubung susah mencari kesaksian2 mualaf kalau nggak masuk ke situs muslim... akhirnya sampe gua bela2in nih... belanja dari situs sebelah

http://laskarislam.indonesianforum.net/ ... islam#5777

Sarjana Seminari Masuk Islam

Untuk sebagian besar umat Islam, terutama mereka yang tinggal di kampung, 20 sifat wajib
Allah
merupakan lafal yang sering diucapkan. Apalagi, buat mereka yang
belajar di madrasah-madrasah maupun di majelis taklim. Bahkan kadang, 20 sifat
wajib Allah ini dibaca dengan irama menarik, untuk mempermudah diingat dan
dihafal.

Lain lagi, buat Mowo Purwito Rahardjo. Bagi pria kelahiran
Situbondo 28 Oktober 1965 ini, 20 sifat wajib bagi Allah tersebut telah
membimbingnya menjadi seorang Muslim. ''Saya belajar teologi sudah lama tetapi
yang saya pakai untuk perbandingan karena saya ingin melihat Islam justru
pelajaran anak kelas 6 SD yang berbicara tentang 20 sifat wajib Allah kemudian
ada asma al husna. Saya coba pelajari. Setelah saya dalami sifat wajib
Allah, di situ saya membaca sifat-sifat Allah dari wujud, qidam, baqa,
dan ada sebuah pernyataan yang sangat mengganggu pikiran saya bahwa Allah itu
bersifat mukhalafatu lil hawadisi (berbeda dengan makhluknya),'' ungkap
Mowo ketika mengisahkan pengalamannya menjadi seorang Muslim di Jakarta Rabu
(14/2) malam.

Suami dari Amik S Fatmawati SH ini pun tercengang membaca
sifat wajib Allah tersebut. ''Saya tercengang, agak bingung juga dengan
pernyataan ini membuat saya gelisah. Teryata zat Allah ini zat yang tidak sama
setiap makhluk, zat yang tidak berfisik, zat yang tidak berjasad, yang sangat
dibedakan dengan siapapun,
" ujarnya.

Bagi Mowo, ini sangat masuk
akal juga karena Allah tidak berjasad dan berada di ruang yang tidak dibatasi
oleh dimensi ruang dan waktu mustahil Allah itu masuk ke dalam konsep ruang dan
waktu. "Mustahil, Allah itu melakukan degradasi nature dari Sang Pencipta
menyerupai ciptaannya.
''

Kekaguman tentang sifat-sifat wajib
bagi Allah, terus menyentak sanubari ayah tiga putra ini. ''Saya juga
menjumpai sifat Allah yang lain yaitu Allah qiyamuhu binafsihi (berdiri
sendiri). Allah itu independen, berdiri sendiri, tidak bergantung kepada kita.
Jadi untuk menyelamatkan manusia dengan kalamnya kun fayakun dengan kehendaknya
maka jadilah.
"

Allah itu kekuasaannya tidak dibatasi oleh siapapun.
Pemikiran ini membawa Mowo pada perenungan mengenai konsep Allah dan "proses
tiga dalam satu
" (trinitas). Dalam agamanya yang lama, konsep tentang Tuhan
terjawab dalam polemik yang cukup panjang.

Menilik ke belakang, tak
mudah bagi Mowo untuk menjadi seorang Muslim. Semua bermula sejak tahun 2004,
saat ia masih menjadi dosen sosiologi agama, fenomenologi agama, dan etika
Kristen. Suatu hari, rekannya yang mengajar Islamologi (keislaman), meninggal
dunia.

Mencari dosen dalam waktu singkat tidak mudah. Apalagi untuk
Islamologi, kendati mengajarkan keislaman, sang dosen harus beragama Kristen.
"Akhirnya diputuskan secara darurat, sayalah yang menggantikan beliau
mengajar tentang keislaman.
''

Ia bersyukur almarhum rekannya itu
meningalkan modul dan diktat yang lengkap. Ajaran Islam-Kristen dikomparasi
secara doktrinal. "Kita tahu bahwa ada beberapa titik-titik krusial yang menjadi
polemik antara Islam dan Kristen khususnya kalau kita belajar tentang
teos (Tuhan) dan logos (manusia) serta cosmos (alam
semesta). Belum lagi kalau bicara kitab suci dan angelos (malaikat),"
tambahnya.

Tak ingin memberi pengertian yang salah pada mahasiswanya, ia
mendalami Islam, khususnya bagaimana Islam menyoroti Kristen dari sudut
ketuhanan. Sampai akhirnya menemukan "teori" 20 sifat wajib bagi Allah.
September 2006 lalu ia bersyahadat.

Mowo berlatar belakang pendidikan
sosiologi. Kandidat Master of Art Religion ini dikenal sebagai pengajar teologi
di Perguruan Tinggi Nusantara Malang, Jawa Timur dan beberapa STT di Malang.
"Saya belajar di sekolah keteologian sampai mendapat gelar sarjana
teologi,
'' ungkapnya yang mengaku mestinya 14 Februari lalu ia sudah
diwisuda sebagai Master of Art Religion.

Mowo sendiri tidak
mempermasalahkan kenapa gelar tersebut belum disandangnya. Bagi dia, hidayah
Islam yang diterimanya sudah lebih dari segalanya.

Menurut dia,
masing-masing agama punya klaim sendiri-sendiri. "Tapi kenapa saya harus
memilih, ini tentang sebuah pilihan. Untuk memilih ini perlu perjalanan,
perjuangan, perlu sebuah perenungan yang cukup dalam yang saya lakukan dari
waktu ke waktu,
'' tegas pria yang pernah menjabat wakil sekretaris DPC
Partai Damai Sejahtera (PDS) Malang, Jawa Timur ini.

Lelaki ini memang
dikenal aktif berorganisasi. Berbagai posisi penting dalam organisasi Kristen
pernah dijalankannya.

Selain pernah dipercaya sebagai pengurus DPC
Partai Damai Sejahtera, Mowo pun pernah aktif di LSM Kristen bernama The Nation
Care of Indonesia. Ia menjabat sebagai ketua Departemen Pengembangan
Spiritualitas periode 2002-2006. Ia juga menjadi pengurus di Departemen
Pemberdayaan Masyarakat di Gereja Kristen Injil Nusantara yang berkedudukan di
kota Malang. (dam/RioL)


BIODATA



Drs Mowo Purwito R Dip HRD STh
Termpat/Tgl. Lahir : Situbondo,
28-Oktober-1965
Istri: Amik S Fatmawati SH
Anak:
Dida Nafiri (16
tahun)
Dinar Naufal (12 tahun)
Delpbel Oktobrian (8
tahun)
Pendidikan:
- S1 - FISIP Univ Merdeka Malang lulus tahun 1988
-
Diploma Human Resources Development, tahun 1993
- Sarjana Theologia (STh)
Seminari Alkitab Nusantara Malang
- Kandidat Master of Art Religion (MAR),
seharusnya diwisuda bulan Februari 2007 (drop out karena pindah
agama)

Sertifikat
Mendapat sertifikat dari Fuller Housing
Minsitry, California, 2006 untuk terjun pada pelayanan Christianity Development,
di Louisiana, USA, yang seharusnya berangkat bersama keluarga bulan Desember
2006 (dibatalkan karena pindah agama)
Pekerjaan Sekarang:
- Ketua
Departemen Sumber Daya Manusia Forum Arimatea Jakarta
- Kristolog dan
Pemerhati Masalah Sosial Agama

Data Tambahan Alumni Universitas Merdeka-Malang
- Telepon :
0341-6258844
- Telepon Sellular : 0816554634
- Email : [email protected]-
Alamat : Jl. Bandulan Barat 332, Malang - 65147, Jawa Timur - Indonesia

----------------------------------------------------------------------------------------

Ini penerus Irena Handono... lulus dari Seminari Alkitab Nusantara Malang.... yang sayangnya... saya cari nggak ada universitasnya. Seminari Alkitab Asia Tenggara, jelas saya tahu. Ada lagi Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara....

tapi kalau Seminari Alkitab Nusantara Malang.. mungkin maksudnya dia nggak diterima di dua universitas itu terus bikin sendiri namanya gabungan dari dua sekolah itu kali ya?

Jadi ketika search Seminari Alkitab Nusantara Malang, yang saya temukan ini nih:
http://www.arrojaa.com/08/60/25-seminar ... malang.htm



Seminari Alkitab Nusantara Malang
Address: Jl Sumbersari Wagir, Wagir
City: Malang
Postal code: 65158
Phone number: +62.341.566294
Website: asia-karsa.com
Fax: 024 8412315
Seminari Alkitab Nusantara


Nomor telponnya, Malang... faxnya tapi di Semarang.... :rolling:
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Qorma 2 biji » Sun Sep 30, 2012 11:20 pm

:rolling: :rofl:
numpang tandai thread.
User avatar
Qorma 2 biji
 
Posts: 202
Joined: Mon Jul 30, 2012 1:32 am

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby jambrong » Mon Oct 01, 2012 7:16 pm

bung fox thanks ya :heart:
jambrong
 
Posts: 332
Joined: Mon Jul 09, 2012 4:23 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Akris » Sun Oct 14, 2012 3:27 pm

nandain bang
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby keeamad » Mon Oct 15, 2012 5:38 pm

@bung fox.
Yang lucunya, asia-karsa.con adalah sebuah pt di jakarta ....
http://www.asia-karsa.com/
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby JANGAN GITU AH » Mon Oct 15, 2012 6:39 pm

dusta yang mantap....

tetapi ada pepatah salah satu suku yang distereotipekan sebagai orang-orang kasar...begini:

jempek do pat ni gabus

terjemahan:

langkah kaki pendusta adalah pendek
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby 1234567890 » Mon Oct 15, 2012 7:15 pm

keeamad wrote:@bung fox.
Yang lucunya, asia-karsa.con adalah sebuah pt di jakarta ....
http://www.asia-karsa.com/

mungkin yang mualap itu kerja di sana .... jadi cleaning serpis nya
:rolling:
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Ustadz Abdul Aziz, mualaf dari pendeta Hindu

Postby mbah.erott » Mon Oct 15, 2012 8:40 pm

Apakah sama agama dan tradisi? Secara umum dapat dijelaskan, bahwa Agama adalah pengikat jiwa yang menuntun jalan mencapai Tuhan. Sementara tradisi adalah kebiasaan-kebiasaan di dalam melaksanakan ajaran agama. Namun seorang Ustadz Abdul Aziz, yang mengaku mantan Hindu, mengidentikan
tradisi dengan agama Hindu. Padahal Pak Ustadz ini, katanya, sudah menyandang gelar sarjana agama (SAg) Hindu dan sudah belajar Hindu selama 25 tahun, serta menguasai Yoga Samadi. Bukan main. Tetapi, kenapa dia meninggalkan Hindu. Benarkah Mantram Tryambakam kalah dengan suara Takbir?

Kesaksian Menjadi Muslim
Inilah rangkuman kesaksian Ustadz Abdul Aziz yang disampaikan di dalam sebuah pengajian yang bertajuk ‘’Kesaksian Hidayah Mantan Pemeluk Hindu’’ di Surakarta, Jawa Tengah, pada Rabu, 21 Juli 2010, rekamannya beredar di tengah-tengah masyarakat, penulis sampaikan dengan gaya bertutur seperti berikut ini.

Sebelum saya masuk Islam, agama saya adalah Hindu. Pendidikan saya Sarjana Agama Hindu. Saya mempelajari Hindu sudah dua puluh lima tahun. Orang mungkin tidak akan percaya kalau saya bisa sampai masuk Islam. Saya berkasta brahmana. Nama depan saya ‘’Ida Bagus’’ (dia tidak menyebutkan nama Hindunya). Saya menguasai yoga samadi. Saya melakukan praktek yoga samadi di Pura Mandara Giri Lumajang bersama beberapa orang teman saya. Pada suatu hari saya disarankan untuk membaca Mantram Tryambakam. Saya pun terus aktif membaca Mantram Tryambakam, pagi, sore dan malam.

Pada hari ketiga yang melakukan yoga samadi, saya diuji Tuhan, ribuan nyamuk datang dan mengerubuti saya. Saya kemudian bacakan Mantram Tryambakam, nyamuk itu hilang. Pada hari kelima saya melakukan yoga semadi, saya lagi diuji Tuhan, aroma bau busuk menebar dari tubuh saya. Saya kemudian membacakan Tryambakam, bau busuk di tubuh saya pun hilang.

Pada hari ketujuh saya melakukan yoga samadi, tiba-tiba hati saya berdebar-debar. Saya terus membaca Tryambakam, tetapi guncangan hati saya tidak berhenti. Dalam situasi berdebar-debar, tiba-tiba saya mendengar suara takbir ‘’Allahuakbar … Allahuakbar’’. Padahal malam itu bukan malam idul fitri, lantas dari mana suara takbir itu datang. Saya coba lawan dengan Mantram Triyambakam, namun suara takbir itu tidak hilang, malah suaranya semakin jelas dan kuat. Dari situ saya kemudian berpikir bahwa ini adalah hidayah bagi saya. Saya kemudian
masuk Islam pada tahun 1995, dan naik haji pada tahun 1996. Sepulang saya dari haji, kedua orang tua saya dan lima saudara saya semua ikut dengan saya masuk agama islam.

Panca Yajna: Upacara Selamatan?

Tidak ada maksud sedikitpun dari penulis untuk mencampuri urusan privacy seorang Ustazd Abdul Aziz, lebih-lebih mengenai pilihan jalan (agama) penuntun hidupnya. Cuma saja, yang mengundang perhatian saya, karena di dalam ceramahnya yang berdurasi sekitar satu setengah jam (dua CD) tersebut, Pak Ustadz telah menjadikan ajaran ‘’Agama’’ Hindu sebagai bahan banyolan, di antaranya seperti kalimat-kalimat berikut ini:

Pertama.
Panca Yajna adalah lima upacara selamatan di dalam agama Hindu, masing- masing:
1. Dewa yajna yakni selamatan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
2. Rsi yajnya adalah selamatan kepada orang- orang yang dianggap suci.
3. Pitra yajna adalah selamatan kepada roh leluhur.
4. Manusa yajna adalah selamatan kepada manusia.
5. Butha yajna adalah selamatan kepada mahluk bawahan.

Melakukan selamatan ini adalah wajib hukumnya di dalam Agama Hindu. Contoh
selamatan pada hari kematian, acaranya berlangsung pada hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan nyewu (hari ke-1000).
‘’Kalau tidak punya uang untuk melaksanakan selamatan, wajib utang kepada tetangga. (jamaah tertawa). Sebab bila keluarga yang meninggal tidak diselamatin, rohnya akan gentayangan, menjelma menjadi hewan, binatang, bersemayam di keris dan jimat, dll. Makanya pohon-pohon diberi sarung, dan pada setiap hari Sukra Umanis jimat dan keris diberi minum kopi. ‘’Sedangkan yang melaksanakan
selamatan, dapat tiket langsung masuk surga.’’ Di dalam Islam tidak ada selamatan- selamatan, tetapi yang ada adalah sedekoh. Sedekoh punya kelebihan dari selamatan yakni memberikan sedekoh ketika kita punya kelebihan yang biasanya dilakukan pada menjelang bulan puasa. Jadi bukan hasil utang.

Tanggapan Penulis.
Sejak SD saya belajar agama Hindu, sampai sekarang Panca Yajna itu artinya lima korban suci. Bahkan di dalam Kitab Bhagawad Gita, yajna berarti bakti, pengabdian, persembahan dan kurban (sedekah) yang dilakukan dengan tulus iklas (hati suci). Bukan berharap untung yang lebih besar kepada Tuhan dari sedekoh yang kecil kepada manusia.
Jadi Panca Yajnya itu adalah berbakti (sujud) kepada Tuhan (Dewa Yajna), bakti kepada orang suci (Rsi Yajna), berbakti kepada leluhur (pitra yajna), melayani (berderma) kepada sesama (manusa yajna) dan bersedekah kepada bahluk bawahan (butha yajna).
Tidak ada saya jumpai arti Panca Yajna adalah lima upacara selamatan dan wajib ngutang, seperti kitab yang dibaca Ustadz Abdul Aziz. Istilah selamatan tidak ada di dalam Hindu, apalagi selamatan atas kematian. Adapun rangkaian upacara kematian di dalam Hindu seperti nelun, ngaben, ngeroras (memukur) dll. pada intinya merupakan penyucian sang jiwa dari unsur badan fisik, mendoakan agar perjalanan sang jiwa tidak mendapatkan halangan, memperoleh ketenangan dan kedamaian di alam pitra. (Kitab Asvalayana Griha Sutra). Masalah dia (sang jiwa) mendapat tiket ke sorga atau akan masuk neraka, tergantung dari bekal karmanya. Yang jelas sangat tidak ditentukan oleh acara selamatan.
Apalagi kalau dikatakan bahwa roh yang tidak diselamatin akan gentayangan, menjelma jadi hewan atau pohon, itu ada di cerita film kartun. Proses reinkarnasi berlangsung puluhan bahkan mungkin sampai ratusan tahun. Sementara pohon-pohon di berikan busana (sarung: menurut Ustazd Abdul Aziz), adalah sebagai tanda bahwa pohon-pohon tersebut dilestarikan dan tidak boleh ditebang sembarangan. Ini wujud bahwa Hindu cinta lingkungan.

Kedua.
Di dalam agama Hindu, dalam memberangkatkan mayat ada tradisi trobosan yakni berjalan menerobos di bawah keranda mayat, sebagai wujud bhakti kepada orang tua yang meninggal. Dan ketika mayat ditandu ke kuburan, di sepanjang jalan dipayungi. Apakah mayatnya kepanasan? Belum pernah mati kok tahu mayat kepanasan. Di Islam acara-acara semacam itu tidak ada dasar hukumnya baik
di hayat maupun hadist.

Tanggapan Penulis.
Dengan tanpa bermaksud merendahkan kemampuan sosok Ustadz Abdul Aziz di bidang agama, namun perlu saya sampaikan bahwa rangkaian acara satu hari, 3, 7, 40, 100 dan nyewu, menurut hemat saya adalah tradisi di dalam kehidupan beragama dengan berbagai tujuan dan motivasinya. Misalnya ‘’Tradisi Nyewu di Yogyakarta’’ yang pernah dimuat di Media Hindu. Tolong dibedakan antara agama dan tradisi.

Ketiga.
Apakah Tuhan Hindu minta makan?
Lihat ini, Dewa makan bubur hangat. Dewa Brahma masih doyan pisang rebus (Ustadz menunjukkan gambar Brahma disertai sesajen termasuk tumpeng). Tumpeng bagi Hindu dianggap simbol Tri Murti. Barang siapa yang bisa membikin tumpeng, berarti dia sudah masuk Hindu.

Tanggapan Penulis.
Orang **** pun tahu bahwa Tuhan tidak butuh apapun dari manusia, apalagi pisang rebus. Makanan duniawi cuma dibutuhkan oleh badan fisik, tidak untuk badan rohani. Persembahan berupa bebantenan yang dilakukan oleh orang Bali
yang beragama Hindu bukan untuk memberi dewa (Tuhan) makan. Akan tetapi, melakukan persembahan merupakan cara umat Hindu untuk mewujudkan rasa bhakti dan ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan atas segala anugerah-Nya. Persembahan tersebut kemudian dimohonkan untuk diberkati untuk selanjutnya dapat kita nikmati. ‘’Yang baik makan setelah upacara bakti, akan terlepas dari segala dosa, tetapi menyediakan makanan lezat hanya bagi sendiri, mereka ini sesungguhnya makan dosa. ‘’ (BG. III.13)
Bisa membuat tumpeng berarti masuk Hindu? Ini bombastis. Untuk menjadi Hindu ada proses ritualnya, di antaranya upacara sudi widana dan mengucapkan Panca Sradha. Banyak orang muslim, kristen dan Budha yang pandai membuat tumpeng, apakah itu berarti mereka masuk Hindu?

Para Wali Menjiplak Weda?
Menanggapi pertanyaan seorang jamaah mengenai film seri kartun ‘’Little Krsna’’ di TV, Ustadz Abdul Aziz mengatakan, ‘’Hati-hati, awasi anak-anak kita, itu cara-cara orang di luar muslim untuk melakukan cuci otak terhadap anak-anak kita (muslim).’’
Sedangkan setahu saya, cuci otak itu adalah cara teroris untuk merekrut anggota. Teroris itu siapa? Tidak pernah ada di dalam Hindu gerakan cuci otak untuk merekrut orang (agama) lain. Yang ada malah sebaliknya, orang di luar Hindu yang sibuk melakukan gerakan konversi untuk memperoleh tabungan pahala.


Benarkah para wali dulu mengubah (menjiplak) doa-doa Hindu ke dalam bahasa Alquran?’’ Atas pertanyaan seorang jamaah lainnya ini, Ustadz Abdul Aziz tidak kuasa menjawab. ‘’Saya tidak berani menjawab pertanyan ini, karena saya tidak punya referensi sebagai dasar,’’ tangkisnya. Apa makna di balik kata tidak berani tersebut? Apa benar dia tidak punya referensi?
Seorang ustadz yang mengaku telah belajar weda selama 25 tahun, tetapi referensi yang disampaikan kok malah muter-muter soal tradisi melulu; acara selamatan, terobosan, memayungi mayat, pohon pakai sarung, keris dan jimat minum kopi, membuat tumpeng. Padahal harus disadari, yang namanya tradisi tentulah berbeda sesuai dengan desa, kala, patra (tempat, waktu dan keadaan), baik di dalam satu agama apalagi beda agama.
Semua agama punya tradisi, termasuk di kalangan umat Islam. Tetapi sepanjang hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa bhakti, rasa hormat dan doa, kenapa tidak diapresiasi.

Tidak ada dasar hukumnya (bida’ah)? Sekarang zaman komputerisasi, di mana-mana orang pakai laptop, HP, pesawat terbang, sepeda motor, apakah juga bida’ah menurut Islam?
Selama berceramah, tidak ada sepotong filsafatpun yang terlontar dari mulut sang
ustadz. Sementara esensi dari ajaran Hindu ada pada filsafat. Di situ logika dimainkan, bukan sekedar keyakinan semu dengan menelan mentah ayat-ayat.

Mantram Tryambakam adalah syair yang sakral dan memiliki kekuatan (energi) gaib. Kalau sekedar ngusir nyamuk dan menghilangkan bau busuk, ngapain harus
melakukan yoga samadi sampai tujuh hari tujuh malam, cukup dengan autan saja.
Sedangkan di dalam melakukan yoga samadi, pada tahap tertentu, berbagai bentuk godaan bisa saja muncul. Namun hal itu bukanlah petunjuk Tuhan (hidayah), malah bila kita tidak kuat bisa terjerumus.
Penulis: Sisya Grya Taman Narmada, Lombok

Barat. HP. 081917180160

Read more: http://www.sarkub.com/2011/kebohongan-a ... z29FUWhCik
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby swatantre » Fri Oct 19, 2012 2:12 pm

Wah, umat Hindu mulai berani menentang cerita2 dan kisah2 kesaksian palsu dengan bantahan logika dan penjelsan nih... Pengaruh positif dari FFI kah? BRAVO!!!!!!!! :supz:
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users