Page 2 of 2

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

PostPosted: Tue May 11, 2010 11:56 am
by pausang
bluelotus wrote:Hello All, and hello, CS ...

nice to talk to you again ...

perbudakan / slavery adalah hal paling bernoda dalam sejarah islam ...

hanya ini comment anda ?? tanpa source ?? kenapa kali ini anda jauh ada di bawah level anda biasanya ??




Lha itu yang ane posting emang apa kalo bukan referensi blue???? Tentunya pemahaman syaikh terhadap Al Quran dan hadits lebih baik daripada pemahaman ente yang ngaku2 mantam Islam tapi baca Al Quran dan Hadits aja ga becus, ga ada bedanya sama orang kafir yang suka potong ayat seenaknya...
Tentunya kami lebih percaya kepada pemahaman syaikh daripada pernyataan ente yang asal cuap aja...Ngakunya dah khatam kitab kuning tapi baca dalil masih tekstual...

PostPosted: Tue May 11, 2010 1:12 pm
by yvptgxj
pausang wrote:kami lebih percaya kepada pemahaman syaikh


Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam wrote:Orang-orang Eropa pun ketika menemukan benua Amerika, mereka memberikan sikap yang paling buruk terhadap penduduk asli.

Begitulah perbudakan dengan sebab dan pengaruh-pengaruhnya yang sudah menyebar luas di luar Islam. Kami hanya bisa menyajikan sedikit gambaran dari keburukan dan kebiadaban sikap mereka terhadap para budak


@pausang

Penulis artikel diatas namanya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

Om Pausang... ijinkan saya untuk mengenal hamba allah yang satu ini.

Saya ingin tahu tentang pengalaman2 beliau dalam memperoleh informasi seputar penjajahan & perbudakan yg dilakukan oleh pihak barat...baik sebelum dan sesudah keberadaan The Dey Aljazair (Sidi Haji Abdul Rahman Adja)

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

PostPosted: Mon May 24, 2010 1:18 pm
by abdulraharja
pausang wrote:Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

Sebenarnya perbudakan dahulu telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, tidak hanya pada zaman Islam. Bangsa Romawi, Persia, Babilonia dan Yunani seluruhnya mengenal perbudakan. Dan para tokoh Yunani, seperti Plato dan Aristoteles juga mengakuinya. Bahkan mereka memiliki banyak sebab untuk memperbudak seseorang , seperti adanya perang, tawanan, penculikan atau karena menjadi pencuri. Tidak hanya itu, merekapun menjual anak-anak yang menjadi tanggungan mereka untuk dijadikan budak, bahkan sebagian mereka menganggap para petani sebagai budak belian.

Mereka memandang hina terhadap para budak, karena itu para budak dipekerjakan untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan kotor dan berat. Dan karena itu pula Aristoteles menganggap para budak hidupnya tidak kekal di akhirat, baik mereka di surga atau di neraka, jadi para budak tidak bedanya dengan hewan. Fir’aun pun memperbudak Bani Israil dengan perlakuan yang paling keji, sehingga dengan tega ia membunuh anak laki-laki Bani Israil dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.

Orang-orang Eropa pun ketika menemukan benua Amerika, mereka memberikan sikap yang paling buruk terhadap penduduk asli.

Begitulah perbudakan dengan sebab dan pengaruh-pengaruhnya yang sudah menyebar luas di luar Islam. Kami hanya bisa menyajikan sedikit gambaran dari keburukan dan kebiadaban sikap mereka terahadap para budak.

Sekarang marilah kita perhatikan pandangan Islam terhadap perbudakan.


pertama2 melihat dulu keburukan perbudakan oleh bangsa2 lain.
kemudian melihat perbudakan Islam yang terlihat lebih bermartabat.
karna perbudakan bangsa2 lain buruk, itu menjadikan Perbudakan di Islam bermartabat !??
dan sangat disayangkan, agama yang katanya paling benar tetap tidak menghapus perbudakan.
atau setidaknya sebagai Allah yang maha tau, akan memberikan wahyu kepada sang nabi untuk menghapus perbudakan,
karna harusnya Allah tau pola pikir maysarakat modern saat ini.



pausang wrote:[1]. Islam Mempersempit Sebab-Sebab Perbudakan
Islam menyatakan bahwa seluruh manusia adalah merdeka dan tidak bisa menjadi budak kecuali dengan satu sebab saja, yaitu orang kafir yang menjadi tawanan dalam peperangan. Dan panglima perang memiliki kewajiban memberikan perlakuan yang tepat terhadap para tawanan, bisa dijadikan budak, meminta tebusan atau melepaskan mereka tanpa tebusan. Itu semua dipilih dengan tetap melihat kemaslahatan umum.

see ? kafir !
bagaimana klo seorang muslim yg menjadi tawanan perang ? oo iya klo soal budak muslim ada dibawah.

pausang wrote:Inilah satu-satunya sebab perbudakan di dalam Islam berdasarkan dalil naqli yang shahih yang sesuai dengan dalil aqli yang shahih. Karena sesungguhnya orang yang berdiri menghalangi aqidah dan jalan dakwah, ingin mengikat dan membatasi kemerdekaan serta ingin memerangi maka balasan yang tepat adalah ia harus ditahan dan dijadikan budak supaya memperoleh kesempatan mendengar dan mengetahui dakwah.
Inilah satu-satunya sebab perbudakan dalam Islam, bukan dengan cara perampasan manusia, ataupun menjual orang merdeka dan memperbudak mereka sebagaimana bangsa-bangsa yang lain.

ini maksd tujuan perbudakan dalam islam ? so sweet
bagaimana mereka mendapatkan budak klo gk dari perang, perampasan,atau jual beli ?
budak secara suka rela menyerahkan dirinya untuk diperbudak ?

pausang wrote:[2]. Islam Menyikapi Para Budak Dengan Lemah Lembut Dan Penuh Kasih Sayang.
Karena itu Islam mengancam orang yang memberikan beban berlebihan kepada para budak, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Artinya : Bertaqwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah budak-budak yang kalian miliki”.

ya, sang rasul benar, perhatikanlah budak2 yg kalian miliki,
why ? karna budak = properti.
klo budak gk diperhatiin makan sandang papan, gimana mereka bs efektif bekerja bukan ?
gmana mereka bs berperang dengan benar klo gk diperhatiin sandang pangan papan ?
apalagi klo budak wanita, gimana bs efektif dikamar klo gk diperhatiin sandang pangan papannya.
sekali lg terlihat perbudakan itu indah dan bermartabat..
sekali lg, sangat disayangkan, agama yang katanya paling benar tetap tidak menghapus perbudakan.


pausang wrote:Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Budak memiliki hak makan/lauk dan makanan pokok, dan tidak boleh dibebani pekerjaan yang diluar kemampuannya”
Bahkan Islam mengangkat derajat mereka dari sekedar budak menjadi saudara bagi tuan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Artinya : Mereka (para budak) adalah saudara dan pembantu kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka barangsiapa yang memiliki saudara yang ada dibawah kekuasannya, hendaklah dia memberikan kepada saudaranya makanan seperti yang ia makan, pakaian seperti yang ia pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang berat, hendaklah kamu membantu mereka”

terlihat indah tulisan ini.
tapi bahkan Allah memperbolehkan manusia yang satu berkuasa atas manusia yg lain.


pausang wrote:Islam tidak hanya meninggikan derajat mereka dalam masalah sikap yang harus diberikan, akan tetapi juga di dalam berbicara dengan mereka, sehingga mereka tidak merasa rendah diri, karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan : “Hai hamba laki-lakiku, hai hamba perempuanku”, akan tetapi katakanlah, “Hai pembantu laki-lakiku, hai pembantu perempuanku”

wow. indahnya...
keluarga pacarku ajah manggil pembantunya bukan "pembantu", tp "mba".
lebih tinggi lagi kan derajatnya ?
bahkan dikursusin, dan mau dijadiin sekretaris kakaknya :p
oo iya yah, pola pikir masyarakat modern beda :P


pausang wrote:Bukan hanya itu, Islam bahkan tidak menjadikan nasab atau atau jasad/tubuh sebagai standard kemuliaan seseorang di dunia dan di akhirat, namun kecakapan dan nilai maknawilah standard kemulian manusia.
“Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa” [Al-Hujurat : 13]
Karena itu, berbekal ilmu dan kemampuan yang dimiliki, beberapa bekas budak dapat menyamai kedudukan tuannya, baik dengan menjadi panglima perang, pemimpin umat, hakim atau jabatan-jabatan agung yang lainnya. Ini semua karena kemampuan mereka yang merupakan sumber kemuliaan.
Disamping mengangkat derajat mereka, syari’at juga mengawasi dan memperhatikan pembebasan budak dengan cara mendorong perbuatan tersebut dan menjanjikan keselamatan dari api neraka serta keberuntungan dengan masuk surga bagi seorang yang membebaskan budak. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Artinya : Barangsiapa membebaskan budak yang muslim niscaya Allah akan membebaskan setiap anggota badanya dengan sebab anggota badan budak tersebut, sehingga kemaluan dengan kemaluannya”


owh hanya kepada budak muslim saja

pausang wrote:Cukuplah didalam keutamaan membebaskan budak, hadits shahih diatas dan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Umamah dan sahabat yang lain.
“Artinya : Siapa saja seorang muslim yang membebaskan seorang budak yang muslim, maka perbuatannya itu akan menjadi pembebas dirinya dari api neraka”

again... hanya muslim

pausang wrote:Hadits dan atsar yang mendorong untuk membebaskan budak banyak sekali, dan tidak ada perbuatan baik yang lebih besar daripada membebaskan seorang muslim dari perbudakan. Karena dengan kemerdekaan dirinya sempurnalah derajat kemanusiaan yang ia miliki setelah dahulunya bersetatus seperti hewan.

hanya untuk muslim lagi.
anyway saya membaca kata hewan klo gak salah disana, ada yg baca jg ?


pausang wrote:Kemudian Islam memiliki beberapa sebab kemerdekaan seorang budak, baik merdeka secara terpaksa atau merdeka secara ikhtiari.

Jalan merdeka secara paksa adalah.
[a]. Barangsiapa melukai tubuh budaknya maka ia wajib membebaskan budaknya tersebut. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang mengisahkan adanya seorang tuan yang memotong hidung budaknya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada budak itu: “Artinya : Pergilah engkau karena sekarang engkau orang yang merdeka”, maka budak itu berkata, “Ya Rasulullah saya ini maula (budak) siapa?” Beliau menjawab ; “Maula Allah dan RasulNya

budak cacat = harga turun

pausang wrote:[b-]. Seorang budak dimiliki oleh beberapa orang, lalu salah seorang pemilik membebaskan bagiannya, maka pemilik tadi harus membebaskan bagian sekutunya secara paksa. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Artinya : Barangsiapa membebaskan bagiannya dari seorang budak, maka ia wajib membebaskan seluruhnya”

perjanjian antara para majikan ?


pausang wrote:[c]. Barangsiapa memiliki budak yang ternyata masih kerabat dekatnya maka wajib atas pemiliknya untuk membebaskan secara terpaksa. Berdasarkan hadits.

“Artinya : Barangsiapa memiliki budak yang termasuk kerabatnya bahkan mahramnya maka budak itu merdeka”


haha, gila ajah klo ampe memperbudak kerabat, aya aya wae

pausang wrote:Inilah sebab-sebab secara terpaksa yang menghilangkan hak milik tuan terhadap budaknya. Sebab-sebab terpaksa ini di syari’atkan karena adanya rahasia syar’iyah dan pengaruh khusus sehingga syari’at tidak menjadikannya sebagai sebab pilihan atau sebab yang bisa dirujuk/ di batalkan

Disamping mendorong untuk mebebaskan budak, syari’at juga menjadikan pembebasan budak sebagai kafarah pertama untuk selamat dari dosa-dosa, pembebasan budak sebagai alternatif pertama untuk kafarah bersetubuh di siang bulan Ramadhan, zhihar (seorang suami mengatakan kepada istrinya bahwa punggungnya seperti punggung ibunya, yakni suami tidak mau menggauli istrinya, -red) dan membunuh secara tidak sengaja

yg ini saya kurang paham, membebaskan budak sebagai ganti kafarah bersetubuh di siang bulan Ramadhan, zhihar, dan membunuh secara tidak sengaja ?
Kafarah adalah denda yang wajib dibayar karena melanggar suatu ketentuan syarak (yang mengakibatkan dosa), dengan tujuan untuk menghapuskan/menutupi dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruhnya, baik di dunia maupun di akhirat.
oo untuk kepentingan pribadi...
indulgensi versi islam ?



pausang wrote:ISLAM AGAMA KEMULIAAN KEAGUNGAN DAN KEADILAN
Setelah keterangan diatas, bagaimana mungkin orang-orang Barat atau orang yang ke barat-baratan mencela sikap Islam terhadap masalah perbudakan. Kemudian mereka membuka mulut lebar-lebar serta meneriakan kemerdekaan dan hak asasi manusia, sedangkan merekalah yang memperbudak rakyat dan menghinakan banyak bangsa. Mereka memperbudak bangsa lain di tengah-tengah bangsa itu sendiri, merampas harta benda dan menghalalkan negeri untuk di jajah. Mereka mengangkat kepala untuk meneriakan HAM (hak asasi manusia) sedangkan mereka sendiri menyikapi golongan masyarakat di dalam negeri mereka lebih rendah dari pada cara bergaul dengan budak.

Dimanakah keadilan Islam dibandingkan dengan sikap orang-orang Amerika terhadap orang-orang Negro dengan adanya larangan masuk sekolah, menjabat atau bekerja sebagai pegawai negeri. Seolah-olah mereka menganggap orang-orang Negro sama dengan hewan.

Dan dimanakah “Ihsan” dan rasa santun Islam dibandingkan dengan tindakan orang-orang Barat kepada para tahanan yang kini masih terdapat di dalam penjara yang gelap, padang belantara dan tempat-tempat yang tidak dikenal (di daerah pembuangan).

Dimanakah negeri Islam yang penuh cinta kasih sayang yang memberikan keadilan kepada seluruh penduduknya dari berbagai jenis strata sosial, agama dan ras sebagai bangsa dalam hak dan kewajiban, bila dibandingkan dengan perbuatan kriminal orang-orang Prancis terhadap manusia - manusia merdeka di Aljazair, di tengah-tengah negeri mereka sendiri dan di tengah-tengah bangsa mereka sendiri. Nyatalah sudah bahwa tuduhan yang mereka kumandangkan adalah tuduhan palsu/bathil

Setelah keterangan ini, apakah belum tiba saatnya bagi para reformis dan pecinta perdamaian untuk membuka mata mereka kemudian kembali kepada ajaran Islam dengan penuh perenungan dan kesadaran, sehingga mereka menjadi sadar akan kebahagian manusia dalam ajaran Islam, baik untuk saat ini atau masa yang datang.

ini sama kayak kata2 pembuka tulisan ini.


oo iya masalah ini keknya dah pernah dibahas ama om saritan deh. di thread yg klarifikasi itu.

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

PostPosted: Tue May 25, 2010 10:58 pm
by poligami
Hayo siapa muslimah yg mau jadi budak seks..???
Image

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

PostPosted: Wed Jul 27, 2011 1:43 pm
by iluvboy.blogspot
Slimer adalah salah satu penipu terulung di dunia, mereka menipu dengan lipstik kebaikan..jadi seolah olah apa yg mereka katakan adalah baik..ayat ayat tentang perbudakan sudah ada pada ayat ayat makkiyah.... jadi hati hati jangan sampai tertipu dengan perkataan slimer bahwa penyebab perbudakan hanya dari peperangan saja, karena pada periode ayat ayat makkiyah slimer cs tidak melakukan peperangan :yawinkle:

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

PostPosted: Mon Sep 30, 2013 11:56 pm
by gendruwo