.

Sikap Islam terhadap Perbudakan

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby pausang » Thu Apr 29, 2010 7:08 pm

Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

Sebenarnya perbudakan dahulu telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, tidak hanya pada zaman Islam. Bangsa Romawi, Persia, Babilonia dan Yunani seluruhnya mengenal perbudakan. Dan para tokoh Yunani, seperti Plato dan Aristoteles juga mengakuinya. Bahkan mereka memiliki banyak sebab untuk memperbudak seseorang , seperti adanya perang, tawanan, penculikan atau karena menjadi pencuri. Tidak hanya itu, merekapun menjual anak-anak yang menjadi tanggungan mereka untuk dijadikan budak, bahkan sebagian mereka menganggap para petani sebagai budak belian.

Mereka memandang hina terhadap para budak, karena itu para budak dipekerjakan untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan kotor dan berat. Dan karena itu pula Aristoteles menganggap para budak hidupnya tidak kekal di akhirat, baik mereka di surga atau di neraka, jadi para budak tidak bedanya dengan hewan. Fir’aun pun memperbudak Bani Israil dengan perlakuan yang paling keji, sehingga dengan tega ia membunuh anak laki-laki Bani Israil dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.

Orang-orang Eropa pun ketika menemukan benua Amerika, mereka memberikan sikap yang paling buruk terhadap penduduk asli.

Begitulah perbudakan dengan sebab dan pengaruh-pengaruhnya yang sudah menyebar luas di luar Islam. Kami hanya bisa menyajikan sedikit gambaran dari keburukan dan kebiadaban sikap mereka terahadap para budak.

Sekarang marilah kita perhatikan pandangan Islam terhadap perbudakan.

[1]. Islam Mempersempit Sebab-Sebab Perbudakan
Islam menyatakan bahwa seluruh manusia adalah merdeka dan tidak bisa menjadi budak kecuali dengan satu sebab saja, yaitu orang kafir yang menjadi tawanan dalam peperangan. Dan panglima perang memiliki kewajiban memberikan perlakuan yang tepat terhadap para tawanan, bisa dijadikan budak, meminta tebusan atau melepaskan mereka tanpa tebusan. Itu semua dipilih dengan tetap melihat kemaslahatan umum.

Inilah satu-satunya sebab perbudakan di dalam Islam berdasarkan dalil naqli yang shahih yang sesuai dengan dalil aqli yang shahih. Karena sesungguhnya orang yang berdiri menghalangi aqidah dan jalan dakwah, ingin mengikat dan membatasi kemerdekaan serta ingin memerangi maka balasan yang tepat adalah ia harus ditahan dan dijadikan budak supaya memperoleh kesempatan mendengar dan mengetahui dakwah.

Inilah satu-satunya sebab perbudakan dalam Islam, bukan dengan cara perampasan manusia, ataupun menjual orang merdeka dan memperbudak mereka sebagaimana bangsa-bangsa yang lain.

[2]. Islam Menyikapi Para Budak Dengan Lemah Lembut Dan Penuh Kasih Sayang.
Karena itu Islam mengancam orang yang memberikan beban berlebihan kepada para budak, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Artinya : Bertaqwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah budak-budak yang kalian miliki”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Budak memiliki hak makan/lauk dan makanan pokok, dan tidak boleh dibebani pekerjaan yang diluar kemampuannya”

Bahkan Islam mengangkat derajat mereka dari sekedar budak menjadi saudara bagi tuan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Artinya : Mereka (para budak) adalah saudara dan pembantu kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka barangsiapa yang memiliki saudara yang ada dibawah kekuasannya, hendaklah dia memberikan kepada saudaranya makanan seperti yang ia makan, pakaian seperti yang ia pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang berat, hendaklah kamu membantu mereka”

Islam tidak hanya meninggikan derajat mereka dalam masalah sikap yang harus diberikan, akan tetapi juga di dalam berbicara dengan mereka, sehingga mereka tidak merasa rendah diri, karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan : “Hai hamba laki-lakiku, hai hamba perempuanku”, akan tetapi katakanlah, “Hai pembantu laki-lakiku, hai pembantu perempuanku”

Bukan hanya itu, Islam bahkan tidak menjadikan nasab atau atau jasad/tubuh sebagai standard kemuliaan seseorang di dunia dan di akhirat, namun kecakapan dan nilai maknawilah standard kemulian manusia.

“Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa” [Al-Hujurat : 13]

Karena itu, berbekal ilmu dan kemampuan yang dimiliki, beberapa bekas budak dapat menyamai kedudukan tuannya, baik dengan menjadi panglima perang, pemimpin umat, hakim atau jabatan-jabatan agung yang lainnya. Ini semua karena kemampuan mereka yang merupakan sumber kemuliaan.

Disamping mengangkat derajat mereka, syari’at juga mengawasi dan memperhatikan pembebasan budak dengan cara mendorong perbuatan tersebut dan menjanjikan keselamatan dari api neraka serta keberuntungan dengan masuk surga bagi seorang yang membebaskan budak. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Artinya : Barangsiapa membebaskan budak yang muslim niscaya Allah akan membebaskan setiap anggota badanya dengan sebab anggota badan budak tersebut, sehingga kemaluan dengan kemaluannya”

Cukuplah didalam keutamaan membebaskan budak, hadits shahih diatas dan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Umamah dan sahabat yang lain.

“Artinya : Siapa saja seorang muslim yang membebaskan seorang budak yang muslim, maka perbuatannya itu akan menjadi pembebas dirinya dari api neraka”

Hadits dan atsar yang mendorong untuk membebaskan budak banyak sekali, dan tidak ada perbuatan baik yang lebih besar daripada membebaskan seorang muslim dari perbudakan. Karena dengan kemerdekaan dirinya sempurnalah derajat kemanusiaan yang ia miliki setelah dahulunya bersetatus seperti hewan.

Kemudian Islam memiliki beberapa sebab kemerdekaan seorang budak, baik merdeka secara terpaksa atau merdeka secara ikhtiari.

Jalan merdeka secara paksa adalah.
[a]. Barangsiapa melukai tubuh budaknya maka ia wajib membebaskan budaknya tersebut. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang mengisahkan adanya seorang tuan yang memotong hidung budaknya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada budak itu: “Artinya : Pergilah engkau karena sekarang engkau orang yang merdeka”, maka budak itu berkata, “Ya Rasulullah saya ini maula (budak) siapa?” Beliau menjawab ; “Maula Allah dan RasulNya

[b-]. Seorang budak dimiliki oleh beberapa orang, lalu salah seorang pemilik membebaskan bagiannya, maka pemilik tadi harus membebaskan bagian sekutunya secara paksa. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Artinya : Barangsiapa membebaskan bagiannya dari seorang budak, maka ia wajib membebaskan seluruhnya”

[c]. Barangsiapa memiliki budak yang ternyata masih kerabat dekatnya maka wajib atas pemiliknya untuk membebaskan secara terpaksa. Berdasarkan hadits.

“Artinya : Barangsiapa memiliki budak yang termasuk kerabatnya bahkan mahramnya maka budak itu merdeka”

Inilah sebab-sebab secara terpaksa yang menghilangkan hak milik tuan terhadap budaknya. Sebab-sebab terpaksa ini di syari’atkan karena adanya rahasia syar’iyah dan pengaruh khusus sehingga syari’at tidak menjadikannya sebagai sebab pilihan atau sebab yang bisa dirujuk/ di batalkan

Disamping mendorong untuk mebebaskan budak, syari’at juga menjadikan pembebasan budak sebagai kafarah pertama untuk selamat dari dosa-dosa, pembebasan budak sebagai alternatif pertama untuk kafarah bersetubuh di siang bulan Ramadhan, zhihar (seorang suami mengatakan kepada istrinya bahwa punggungnya seperti punggung ibunya, yakni suami tidak mau menggauli istrinya, -red) dan membunuh secara tidak sengaja

ISLAM AGAMA KEMULIAAN KEAGUNGAN DAN KEADILAN
Setelah keterangan diatas, bagaimana mungkin orang-orang Barat atau orang yang ke barat-baratan mencela sikap Islam terhadap masalah perbudakan. Kemudian mereka membuka mulut lebar-lebar serta meneriakan kemerdekaan dan hak asasi manusia, sedangkan merekalah yang memperbudak rakyat dan menghinakan banyak bangsa. Mereka memperbudak bangsa lain di tengah-tengah bangsa itu sendiri, merampas harta benda dan menghalalkan negeri untuk di jajah. Mereka mengangkat kepala untuk meneriakan HAM (hak asasi manusia) sedangkan mereka sendiri menyikapi golongan masyarakat di dalam negeri mereka lebih rendah dari pada cara bergaul dengan budak.

Dimanakah keadilan Islam dibandingkan dengan sikap orang-orang Amerika terhadap orang-orang Negro dengan adanya larangan masuk sekolah, menjabat atau bekerja sebagai pegawai negeri. Seolah-olah mereka menganggap orang-orang Negro sama dengan hewan.

Dan dimanakah “Ihsan” dan rasa santun Islam dibandingkan dengan tindakan orang-orang Barat kepada para tahanan yang kini masih terdapat di dalam penjara yang gelap, padang belantara dan tempat-tempat yang tidak dikenal (di daerah pembuangan).

Dimanakah negeri Islam yang penuh cinta kasih sayang yang memberikan keadilan kepada seluruh penduduknya dari berbagai jenis strata sosial, agama dan ras sebagai bangsa dalam hak dan kewajiban, bila dibandingkan dengan perbuatan kriminal orang-orang Prancis terhadap manusia - manusia merdeka di Aljazair, di tengah-tengah negeri mereka sendiri dan di tengah-tengah bangsa mereka sendiri. Nyatalah sudah bahwa tuduhan yang mereka kumandangkan adalah tuduhan palsu/bathil

Setelah keterangan ini, apakah belum tiba saatnya bagi para reformis dan pecinta perdamaian untuk membuka mata mereka kemudian kembali kepada ajaran Islam dengan penuh perenungan dan kesadaran, sehingga mereka menjadi sadar akan kebahagian manusia dalam ajaran Islam, baik untuk saat ini atau masa yang datang.
pausang
 
Posts: 245
Joined: Thu Jan 21, 2010 6:31 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby CRESCENT-STAR » Fri Apr 30, 2010 4:44 pm

saya sendiri heran, baik pada kafir maupun muslim yg masih terbelenggu pemikirannya ttg perbudakan ini.
mereka sama sekali tdk mampu melihat dgn mata kebijaksaan, bgm situasi perbudakan saat itu dan bagaimana nabi saw hadir sbg pembaharu yang mulia.
mengangkat derajat budak, dan membatasi terjadinya perbudakan dan pembunuhan akibat kalah perang.

sangat naif menurut saya jika berbicara perbudakan tdk melihat situasi dan kondisi di mana sistem dunia saat itu berjalan dan berlaku.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby karaskalo » Fri Apr 30, 2010 5:21 pm

CRESCENT-STAR wrote:mengangkat derajat budak, dan membatasi terjadinya perbudakan dan pembunuhan akibat kalah perang.


berapakah banyak jumlah budak² muhammad ?
jika menurut islam perbudakan itu bertentangan dengan kebenaran mengapa
nabi saw itu tidak menghapuskan saja perbudakan tsb ?

contoh dalam Quran mengangkat derajat budak (boleh zinah sama budak):

QS 23:5-6. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 70:29-30. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

apakah budak yg disetubuhi serta merta derajatnya jadi terangkat ?
karaskalo
 
Posts: 566
Joined: Thu Sep 25, 2008 2:09 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby pausang » Fri Apr 30, 2010 6:05 pm

karaskalo wrote:berapakah banyak jumlah budak² muhammad ?
jika menurut islam perbudakan itu bertentangan dengan kebenaran mengapa
nabi saw itu tidak menghapuskan saja perbudakan tsb ?


Pada zaman itu, perbudakan sudah menjadi sistem yang mengakar kuat dan mendunia....pada waktu itu harga budak sangatlah mahal..sementara pada masa itu banyak yang memiliki budak. Jika dengan serta merta budak dihapus, maka banyak masyarakat waktu itu yang akan jatuh miskin, mengingat betapa mahalnya harga budak...

Terkait dengan pertanyaan tentang adanya perbudakan di depan Rasulullah SAW, lalu dianggap beliau mendiamkannya saja, sehingga seolah memperbudak manusia menjadi boleh, tentu saja penilaian itu kurang tepat.

Tidak benar bahwa Rasulullah SAW mendiamkan perbudakan, juga tidak benar bahwa perbudakan itu dibolehkan oleh agama Islam. Akan tetapi duduk masalahnya perlu dijelaskan terlebih dahulu.

Pertama, perbudakan sudah ada jauh sebelum adanya agama Islam. Jauh sebelum nabi Muhammad SAW dilahirkan di Makkah, manusia di berbagai penjuru peradabannya telah mengenal perbudakan manusia.

Kedua, perbudakan bukan sekedar masalah manusia menindas manusia, namun perbudakan adalah sebuah sistem hukum, sistem ekonomi dan juga sistem sosial yang berlaku. Kalau kita katakan ''sistem'', berarti terkait dengan sebuah mata rantai dan keterkaitan dengan banyak hal.

Maka penyelesaian masalah budak itu bukan dengan teriak-teriak atau kampanye di sana-sini. Penyelesaian masalah perbudakan manusia itu harus dengan sistem juga.

Karena itu ente jarang-jarang menemukan kalimat dari beliau SAW yang secara eksplisit menyebutkan keharusan untuk menghapuskan perbudakan. Walau pun bukan sama sekali tidak ada. Bukankah beliau bersabda: An-nasu sawasiyatun ka asnanil mushthi. Manusia itu sejajar seperti sejajarnya gigi pada sisir?

Bahkan Al-Quran secara tegas menyebutkan bahwa sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa.

Yang Rasulullah SAw lakukan bukan sekedar pernyataan atau kutukan, melainkan tindakan nyata. Tindakan ini bersifat sistematis untuk secara implemantatif mengakhiri perbudakan.

Ketiga, cara yang dilakukan itu adalah menutup semua pintu ke arah perbudakan. Kemudian membuka pintu selebar-lebarnya agar para budak bisa merdeka. Di antaranya dengan cara:

* Islam Melarang Riba
Di antara hikmah diharamkannya praktek riba di masa nabi adalah agar tidak ada orang yang terbelit rentenir lalu karena tidak bisa bayar, akhirnya dirinya atau anaknya dijadikan budak sebagai tebusan.

Praktek riba diharamkan, karena di masa itu riba adalah salah satu pintu masuk yang utama terjerumusnya manusia ke dalam perbudakan. Kalau diurutkan ke asal muasalnya, di Makkah terdapat begitu banyak budak yang dulunya orang merdeka. Namun karena sistem ekonomi yang ribawi, akhirnya begitu banyak orang jatuh ke dalam perbudakan.

Datangnya Islam bukan semata untuk menghapuskan perbudakan, melainkan juga mencabut akar penyebab utamanya, yaitu riba.

* Islam Menghukum Mati Penyamun

Di masa sebelum Islam, kafilah dagang atau siapa pun yang melintas di tengah padang pasir, selalu akan jadi sasaran empuk para quttha''ut thuruq. Mereka adalah para penyamun, perampok, begal, atau bajing loncat yang kerjanya merampok, membunuh dan menjadikan tawanan sebagai budak.

Perampokan dan penculikan adalah pintu kedua jatuhnya manusia kepada perbudakan. Karena itu pintu kedua ini pun juga ditutup rapat-rapat oleh Islam. Islam sangat tidak membenarkan praktek seperti ini, bahkan mengancam hukuman yang sangat berat.

Di dalam Al-Quran, mereka ditetapkan untuk dijatuhi hukuman mati, bahkan dengan cara disalib dan dipotong kaki dan tangan secara bersilangan.

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri. Yang demikian itu suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar (QS. Al-Maidah: 33)

Sejak turunnya ayat ini, kita tidak mengenal lagi adanya perbudakan karena seseorang menjadi korban penyamun di jalan.

* Hukum Islam Menetapkan Bahwa Anak Budak Bukan Budak

Berikutnya, syariat Islam telah menetapkan bahwa bila seorang yang bukan budak menikah dengan budak, maka anak yang lahir dari pernikahan mereka berstatus orang merdeka. Bukan berstatus budak.

Dengan demikian, maka secara sistematis setiap budak tidak akan melahirkan budak, melainkan akan melahirkan orang merdeka. Lalu seiring berjalannya waktu, maka populasi budak akan semakin menipis lalu ''punah'' dengan sendirinya.

Ada begitu banyak larangan dalam syariah Islam. Kalau larangan itu dilanggar, biasanya ditetapkan tebusannya (kaffarah). Yang paling sering di antara bentuk kaffarah atas suatu kesalahan atau dosa besar adalah dengan jalan membebaskan budak.

Misalnya pelanggaran atas dosa membunuh nyawa seorang muslim yang dilakukan secara salah (tidak sengaja), maka di antara pilihan kaffarahnya adalah membebaskan budak. Sebagaimana firman Allah SWT:

Dan tidak layak bagi seorang mu''min membunuh seorang mu''min, kecuali karena tersalah, dan barangsiapa membunuh seorang mu''min karena tersalah ia memerdekakan seorang budak yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (QS. An-Nisa: 92)

Selain itu apabila ada orang melanggar sumpah yang pernah diikrarkannya, juga ada pilihan tebusan dengan cara memerdekakan budak.

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. (QS. Al-Maidah: 98)

Pilihan untuk membebaskan budak juga berlaku buat suami yang menzhihar isterinya, yaitu apabila dia ingin kembali kepada isterinya. Maka sebelum berjima'', wajiblah atasnya untuk memerdekakan budak.

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu berjima''. (QS. Al-Mujadilah: 3)

Pelanggaran atas kesucian bulan Ramadhan pun salah satu bentuk kaffarahnya dengan memerdekakan budak. Yaitu buat pasangan suami isteri yang melakukan hubungan jima'' pada saat sedang berpuasa wajib Ramadhan.

Dan masih banyak lagi sistem yang telah diterapkan langsung oleh beliau SAW, sehingga dunia Islam termasuk yang paling awal steril dari perbudakan. Lihat bagaimana bangsa Eropa, Eropa dan Autralia di abad 20 sekalipun masih mengenal perbudakan, bahkan masih menjalankannya.

contoh dalam Quran mengangkat derajat budak (boleh zinah sama budak):

QS 23:5-6. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 70:29-30. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

apakah budak yg disetubuhi serta merta derajatnya jadi terangkat ?


Dalam Islam, budak hanya istilah saja...budak sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Hak2 nya dipenuhi, sehingga tidak asal saja....bahkan pada waktu itu seorang majikan malah merasa terhina bila berhubungan badan dengan budak wanita...mereka menganggap bahwa budak itu najis, tidak lebih baik daripada hewan. Nah, setelah Islam datang, budak lebih dimanusiakan....lebih dihargai...hak2nya dipenuhi sebagaimana manusia merdeka...

Yang jelas:
1. Islam memang kelihatannya terkesan tidak menghapus perbudakan, tapi justru Islam langsung menghapus sebab-sebab terjadinya perbudakan dari akar-akarnya
2. Islam mempersempit peluang terjadinya perbudakan
3. Islam mempermudah dan memperluas bebasnya seseorang dari perbudakan
pausang
 
Posts: 245
Joined: Thu Jan 21, 2010 6:31 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby karaskalo » Fri Apr 30, 2010 9:12 pm

panjang dan berputar-putar bahkan tidak menjawab secara langsung pertanyaan saya ini
karaskalo wrote:berapakah banyak jumlah budak² muhammad ?
jika menurut islam perbudakan itu bertentangan dengan kebenaran mengapa
nabi saw itu tidak menghapuskan saja perbudakan tsb ?

contoh dalam Quran mengangkat derajat budak (boleh zinah sama budak):

QS 23:5-6. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 70:29-30. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

apakah budak yg disetubuhi serta merta derajatnya jadi terangkat ?

contoh :

berapakah banyak jumlah budak² muhammad ?
jawab:
"Inilah nama2 budak2 lelaki Muhamad: Yakan Abu Sharh, Aflah, 'Ubayd, Dhakwan, Tahman, Mirwan, Hunayn, Sanad, Fadala Yamamin, Anjasha al-Hadi, Mad'am, Karkara, Abu Rafi', Thawban, Ab Kabsha, Salih, Rabah, Yara Nubyan, Fadila, Waqid, Mabur, Abu Waqid, Kasam, Abu 'Ayb, Abu Muwayhiba, Zayd Ibn Haritha, and also a black slave called Mahran, who was re-named (by Muhammad) Safina (`ship'). (Ibn Qayyim al-Jawziyya, "Zad al-Ma'ad", Bagian 1, hal. 114-116

simple kan...dan gak muter² :tonqe:

Yang jelas:

QS 23:5-6. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 70:29-30. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Alquran yg katanya sempurna itu melegalkan menyetubuhi BUDAK (boleh berzinah asal sama budak)!!!

ini hanya salah satu contoh saja bagaimana Sikap Islam terhadap Perbudakan.
karaskalo
 
Posts: 566
Joined: Thu Sep 25, 2008 2:09 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby MasTom » Fri Apr 30, 2010 11:48 pm

CRESCENT-STAR wrote:saya sendiri heran, baik pada kafir maupun muslim yg masih terbelenggu pemikirannya ttg perbudakan ini.
mereka sama sekali tdk mampu melihat dgn mata kebijaksaan, bgm situasi perbudakan saat itu dan bagaimana nabi saw hadir sbg pembaharu yang mulia.
mengangkat derajat budak, dan membatasi terjadinya perbudakan dan pembunuhan akibat kalah perang.

sangat naif menurut saya jika berbicara perbudakan tdk melihat situasi dan kondisi di mana sistem dunia saat itu berjalan dan berlaku.


(1) OMONG KOSONG
lah malah saya yang heran sama sampiyan
bagaimana mata sampiyan ditutupi kacamata bekas ban mobil

(2) sudah jelas muhammad hobinya maksa orang merdeka
menjadi budaknya dan konco-konconya
kok muhammad disebut pembaharu yang mulia
mulia dari hongkong?

(3) mau buktinya?
bani qainuqa, bani nadhir, bani quraidza, bani musthaliq dst-dst
mereka itu kan kaum merdeka dan berdaulat atas tanah kekayaan mereka
diapakan kaum-kaum itu sama muhammad?
DIJADIKAN BUDAK SECARA PAKSA
MasTom
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby poligami » Sat May 01, 2010 12:51 am

Ada kuis tidak berhadiah nih... O:)

1. Disebut apakah perbuatan menyetubuhi secara PAKSA budak wanita yg belum dinikahi..???
A. IBADAH KPD AWLLOH SWT.
B. PEMERKOSAAN.


2. Apakah hukumnya perbuatan menyetubuhi secara PAKSA budak wanita/tawanan perang itu dalam ajaran Islam..??
A. HALAL DALAM ISLAM.
B. HARAM DALAM ISLAM.




Salam Poligami...
User avatar
poligami
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sat May 01, 2010 4:23 am

@ pausang

apa gunanya muhammad menjadi nabi kalo ga berani bilang YANG BENAR ITU BENAR DAN YG SALAH ITU SALAH meskipun itu artinya melawan arus? sudah tau perbudakan itu salah, masih aja diem aja dan malah memelihara budak ? apakah orang seperti ini pantas menjadi nabi ? dan bukankah nabi2 terdahulu itu diturunkan memang untuk melawan arus ? memperingatkan manusia akan kelakuannya yg ga bener ..iini kenapa malah ikut2an?

apa jadinya kalo jaman sekarang ada orang berkata bahwa dirinya anti korupsi, akan tetapi diam saja ketika dia melihat korupsi merajalela dan BAHKAN DIA SENDIRI KORUPSI ? tolong dijawab orang seperti ini anda sebut sebagai apa ? dan kalo orang tersebut berkata kepada anda bahwa dia adalah seorang nabi, apakah anda percaya ? :lol:

Pada zaman itu, perbudakan sudah menjadi sistem yang mengakar kuat dan mendunia....pada waktu itu harga budak sangatlah mahal..sementara pada masa itu banyak yang memiliki budak. Jika dengan serta merta budak dihapus, maka banyak masyarakat waktu itu yang akan jatuh miskin, mengingat betapa mahalnya harga budak...


ini alasan yg dibuat2...

kalo memang bener ini pertimbangannya, lalu bagaimana dengan pemberantasan pemuja berhala ? bisnis pembuatan patung berhala + menyan2nya itu sangat menguntungkan dan banyak orang yg menggantungkan hidupnya dari situ. bahkan menyan menjadi komoditi ekspor dimasa itu, tapi tetep aja tuh diberantas. dan tanpa memikirkan berapa banyak orang yg bakal jatuh miskin ato bangkrut akibat tindakan tersebut. ada tanggapan ?

Yang Rasulullah SAw lakukan bukan sekedar pernyataan atau kutukan, melainkan tindakan nyata. Tindakan ini bersifat sistematis untuk secara implemantatif mengakhiri perbudakan.


bagaimana bisa mengkahiri perbudakan kalo muhammad itu sendiri miara budak. apa bisa mengakhiri budaya korupsi dengan cara korupsi ? logika dari mana ini ?

dan satu lagi, perbudakan itu penyebab utamanya adalah PERANG. dan PERANG adalah perbuatan yg banyak dilakukan oelh kaum muslimin, baik di jaman muhammad maupun sesudahnya. dan bahkan muhammad mendaptakn budak juga dari perang. memang mungkin ada benarnya islam menutup beberapa pintu ,masuk bagi perbudakan seperti yg anda coba sampaikan, akan teteapi pintu utamanya (perang) masih dibiarkan terbuka, jadi apa gunanya ?

bener2 dah..islam memang agama plin plan dan membingungkan. di depan ngaku anti perbudakan, tapi dibelakang tetep aja berjalan. cih....
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Postby yvptgxj » Sat May 01, 2010 10:44 am

@pausang

Penulis diatas namanya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

Ngomong2... Boleh gue tahu kapan dia lahir atau wafat?
yvptgxj
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby mikimos » Sun May 02, 2010 5:26 pm

sikap islam terhadap perbudakan sama sekali bukan sesuatu yang dapat dibanggakan, malah dapat saya katakan merupakan sesuatu yang memalukan.

Image

saya sudah pernah membuat thread yang berkaitan dengan hal ini disini:
MUHAMMAD: TEROBOSAN BAGI TRADISI ADOPSI & BAGI PERBUDAKAN --> klik disini


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby google_aja » Tue May 04, 2010 9:19 am

Hare gene maseh maen budak2an?? Apa kata dunia???

Kita bisa liat sistem perbudakan di dunia ini telah dihapuskan, tp kok msh ada saja y agama setan yg menghalalkan perbudakan dgn alasan hasil perang??

Hei slim dodol, klo lu blg budak tuh sbgai barang, trus apa artix lu ngomong SMUA MANUSIA TUH SAMA DI HADAPAN AUWLOH?? Kagak konsisten kan? Jadi klo budak tuh bkn manusia ya??

Makan tuh koran lo..
google_aja
 
Posts: 52
Joined: Sun Apr 25, 2010 4:04 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby CRESCENT-STAR » Tue May 04, 2010 2:37 pm

hanya Nabi Muhammad yang konsern dalam pembebasan perbudakan, nabi2 lain tdk terlihat karyanya. nabi dan sahabatnya membebaskan 32.000 lebih budak, nabi mana yang pernah melakukan ini ?
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby MasTom » Tue May 04, 2010 3:19 pm

@ CS


BOHOOOONG KOK DIPIARA
MasTom
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby karaskalo » Tue May 04, 2010 3:45 pm

CRESCENT-STAR wrote:hanya Nabi Muhammad yang konsern dalam pembebasan perbudakan, nabi2 lain tdk terlihat karyanya. nabi dan sahabatnya membebaskan 32.000 lebih budak, nabi mana yang pernah melakukan ini ?


self proclaim :-" :-" :-"

pernah dengar tentang tahun Yobel bang.
orang yahudi jaman dulu jauh sebelum kemunculan islam sudah menerapkan hukum yg bersifat sosial-etis tgg memerdekakan Budak,tanah barang gadai,hasil pertanian dalam suatu sistem sosial masyarakatnya (Imamat 25:1-55) semua itu utk mengingatkan bangsa tersebut bahwa pada masa lalu nenek moyang mereka pernah menjadi budak.
karaskalo
 
Posts: 566
Joined: Thu Sep 25, 2008 2:09 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby google_aja » Tue May 04, 2010 5:59 pm

CRESCENT-STAR wrote:hanya Nabi Muhammad yang konsern dalam pembebasan perbudakan, nabi2 lain tdk terlihat karyanya. nabi dan sahabatnya membebaskan 32.000 lebih budak, nabi mana yang pernah melakukan ini ?


Bener, cmn muhammad kambing dr arab yg memperbudak org, nabi laen mana ada memperbudak org..
google_aja
 
Posts: 52
Joined: Sun Apr 25, 2010 4:04 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby bluelotus » Thu May 06, 2010 3:36 pm

Hello All, and hello, CS ...

nice to talk to you again ...

perbudakan / slavery adalah hal paling bernoda dalam sejarah islam ...

CRESCENT-STAR wrote:
hanya Nabi Muhammad yang konsern dalam pembebasan perbudakan, nabi2 lain tdk terlihat karyanya. nabi dan sahabatnya membebaskan 32.000 lebih budak, nabi mana yang pernah melakukan ini ?


hanya ini comment anda ?? tanpa source ?? kenapa kali ini anda jauh ada di bawah level anda biasanya ??

mari, saya bantu

dalam alquran

Qur'an (33:50) - "O Prophet! We have made lawful to thee thy wives to whom thou hast paid their dowers; and those (slaves) whom thy right hand possesses out of the prisoners of war whom Allah has assigned to thee" This is a special command that Muhammad handed down to himself, allowing himself virtually unlimited sex. Others are limited to four wives, but may also have sex with an unlimited number of slaves, as the following verse make clear:

Qur'an (23:5-6) - "..who abstain from sex, except with those joined to them in the marriage bond, or (the captives) whom their right hands possess..." This verse allows the slave-owner to have sex with his slaves. See also Qur'an (70:29-30).

Qur'an (4:24) - "And all married women (are forbidden unto you) save those (captives) whom your right hands possess." Even sex with married slaves is permissible.

Qur'an (8:69) - "But (now) enjoy what ye took in war, lawful and good" A reference to war booty, of which slaves were a part. The Muslim slave master may enjoy his "catch" because (according to verse 71) "Allah gave you mastery over them."

Qur'an (24:32) - "And marry those among you who are single and those who are fit among your male slaves and your female slaves..." Breeding slaves based on fitness.

Qur'an (2:178) - "O ye who believe! Retaliation is prescribed for you in the matter of the murdered; the freeman for the freeman, and the slave for the slave, and the female for the female." The message of this verse, which prescribes the rules of retaliation for murder, is that all humans are not created equal. The human value of a slave is less than that of a free person (and a woman's worth is also distinguished from that of a man's).

Qur'an (16:75) - "Allah sets forth the Parable (of two men: one) a slave under the dominion of another; He has no power of any sort; and (the other) a man on whom We have bestowed goodly favours from Ourselves, and he spends thereof (freely), privately and publicly: are the two equal? (By no means;) praise be to Allah." Yet another confirmation that the slave is is not equal to the master. In this case it is plain that the slave owes his status to Allah's will. (According to 16:71, the owner should be careful about insulting Allah by bestowing Allah's gifts on slaves - those whom the god of Islam has not favored).


dalam hadith



Bukhari (80:753) - "The Prophet said, 'The freed slave belongs to the people who have freed him.'"

Bukhari (52:255) - The slave who accepts Islam and continues serving his Muslim master will receive a double reward in heaven.

Bukhari (41.598) - Slaves are property. They cannot be freed if an owner has outstanding debt, but rather used to pay off the debt.

Bukhari (62:137) - An account of women taken as slaves in battle by Muhammad's men after their husbands and fathers were killed. The woman were raped with Muhammad's approval.

Bukhari (34:432) - Another account of females taken captive and raped with Muhammad's approval. In this case it is evident that the Muslims intend on selling the women after raping them because they are concerned about devaluing their price by impregnating them. Muhammad is asked about coitus interruptus.

Bukhari (47.765) - A woman is rebuked by Muhammad for freeing a slave girl. The prophet tells her that she would have gotten a greater heavenly reward by giving her to a relative (as a slave).

Bukhari (34:351) - Muhammad sells a slave for money. He was thus a slave trader.

Bukhari (72:734) - Some contemporary Muslims in the West, where slavery is believed to be a horrible crime, are reluctant to believe that Muhammad owned slaves. This is just one of many places in the Hadith where a reference is made to a human being owned by Muhammad. In this case, the slave is of African descent.

Muslim 3901 - Muhammad trades away two black slaves for one Muslim slave.

Muslim 4112 - A man freed six slaves on the event of his death, but Muhammad reversed the emancipation and kept four in slavery to himself. He cast lots to determine which two to free.

Bukhari (47:743) - Muhammad's own pulpit - from which he preached Islam - was built with slave labor on his command.

Bukhari (59:637) - "The Prophet sent Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, 'Don't you see this (i.e. Ali)?' When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, 'O Buraida! Do you hate Ali?' I said, 'Yes.' He said, 'Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumlus.'" Muhammad approved of his men having sex with slaves, as this episode involving his son-in-law, Ali, clearly proves. This hadith refutes the modern apologists who pretend that slaves were really "wives," since Muhammad had forbidden Ali from marrying another woman as long as Fatima (his favorite daughter) was living.

Abu Dawud (2150) - "The Apostle of Allah (may peace be upon him) sent a military expedition to Awtas on the occasion of the battle of Hunain. They met their enemy and fought with them. They defeated them and took them captives. Some of the Companions of the Apostle of Allah (may peace be upon him) were reluctant to have intercourse with the female captives in the presence of their husbands who were unbelievers. So Allah, the Exalted, sent down the Qur’anic verse: (Qur'an 4:24) 'And all married women (are forbidden) unto you save those (captives) whom your right hands possess.'" This is the background for verse 4:24 of the Qur'an. Not only does Allah grant permission for women to be captured and raped, but allows it to even be done in front of their husbands.

Ibn Ishaq (734) - A slave girl is given a "violent beating" by Ali in the presence of Muhammad, who does nothing about it.

Ibn Ishaq (693) - "Then the apostle sent Sa-d b. Zayd al-Ansari, brother of Abdu'l-Ashal with some of the captive women of Banu Qurayza to Najd and he sold them for horses and weapons." Muhammad trades away women captured from the Banu Qurayza tribe to non-Muslim slave traders for property. (Their men had been executed after surrendering peacefully without a fight).

Umdat al-Salik (Reliance of the Traveller) (o9.13) - According to Sharia, when a child or woman is taken captive by Muslims, they become slaves by the fact of their capture. A captured woman's previous marriage is immediately annulled.

Sunan Abu Dawud, Book 19, #2991:

Anas said: "A beautiful slave girl fell to Dihyah. The apostle purchased her for seven slaves. He then gave her to Umm Sulaim for decoration her and preparing her for marriage."

kisah yang sama ada di

Muslim 19, 4376:


anda tak malu ??

baca sendiri diatas ... jadi muslim pun tak bebaskan seorang budak ... dia tetap budak ... hanya imbalan di surga lebih besar ...

Nabi anda sendiri jual beli budak ...

saya berpendapat

UNDER ALL CIRCUMSTANCES, SLAVERY IS WRONG
HUMAN BEING ARE EQUAL ... NONE ARE SUPPOSED TO OWN ANOTHER


ahlak saya lebih baik dari nabi anda ...

CUKUP SATU HAL INI SUDAH LEBIH DARI CUKUP UNTUK LIHAT MUHAMMAD BUKAN CONTOH YANG BAIK

CS, cuba anda check ... Jesus punya budak ?? Siddhartha punya budak ?? anda punya budak ?? ini sunnah nabi lho ... :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
bluelotus
 
Posts: 578
Joined: Mon Jan 11, 2010 10:56 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby freax » Thu May 06, 2010 5:10 pm

CRESCENT-STAR wrote:hanya Nabi Muhammad yang konsern dalam pembebasan perbudakan, nabi2 lain tdk terlihat karyanya. nabi dan sahabatnya membebaskan 32.000 lebih budak, nabi mana yang pernah melakukan ini ?

kalau........
nabi Musa melepaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir
termasuk ga bang???


:rock: freax
User avatar
freax
 
Posts: 300
Joined: Tue Apr 13, 2010 9:29 pm

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby MasTom » Fri May 07, 2010 10:53 am

CRESCENT-STAR wrote:hanya Nabi Muhammad yang konsern dalam pembebasan perbudakan, nabi2 lain tdk terlihat karyanya. nabi dan sahabatnya membebaskan 32.000 lebih budak, nabi mana yang pernah melakukan ini ?


(1) lagi-lagi omong kosong :finga: :finga:
bagaimana mungkin babi besar muhammad,
orang yang aktif memproduksi budak melalui perampokan dan perampasan
kok dibilang memerdekan 32000 budak (@ senilai 200 dinar ~ 200 juta rupiah)
yang nilainya setara (minimal) 6 400 000 000 000 rupiah (6,4 trilyun)
memangnya muhammad dan gerombolannya sudah kaya? :finga: :finga:


http://zh-cn.facebook.com/topic.php?uid=321755842842&topic=12177&post=48256
Bayangkan bila harga seorang budak 100 dinar, sebagaimana salah satu riwayat menyebutkan tentang harga Bilal saat dibebaskan. Padahal kita tahu bahwa satu dinar emas itu senilai dengan harga seekor kambing. Kalau seekor kambing seharga sejuta rupiah, berarti seorang budak seharga 100 juta rupiah. Bayangkan kalau satu orang tuan di Makkah memiliki 100 budak, maka nilai assetnya 10 milyar.



http://myquran.com/forum/showthread.php/8002-Islam-pergundikan-ambisi-laki-laki-dan-khilafah...Gimana-pendapat-anda
Karena perang penaklukan berlangsung terus-menerus tanpa henti selama berabad-abad, maka dengan sendirinya jumlah budak juga bertambah. Salah satu bisnis yang muncul dari sana adalah pasar budak. Seorang penjual budak dikenal sebagai "nakh-khas". Pada abad kedua Hijriyah atau kedelapan Masehi, harga budak yang tak terlatih dalam ketrampilan tertentu sekitar 200 dirham.

Budak yang memiliki ketrampilan tertentu, terutama budak perempuan yang terampil dalam olah tarik suara (biasa disebut "al-qainah", plural: al-qiyan), tentu lebih mahal harganya. Seorang budak perempuan yang telah dilatih dalam berbagai bidang kesenian, terutama sastra, oleh Ibrahim ibn al-Mahdi (salah satu "man of belle-lettres" yang penting pada saat dinasti Abbasiyah) laku seharga tiga ribu dinar.
...
Ulil Abshar Abdalla
MasTom
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Sikap Islam terhadap Perbudakan

Postby MasTom » Fri May 07, 2010 11:23 am

freax wrote:kalau........
nabi Musa melepaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir
termasuk ga bang???

:rock: freax


(1) dari jumlah yang dibebaskan
jelas kemuliaan muhammad kalah jauh dibanding musa
lebih banyak yang dibebaskan musa

(2) musa membebaskan bani israil yang menjadi budak orang mesir
tapi yang dilakukan muhammad adalah
justru pertama-tama merampas kemerdekaan orang
dan memperbudak mereka

(3) muhammad membebaskan budak? budak darimana?
memangnya dia punya duit untuk membeli budak?
semua yang dikatakan "budak" itu
adalah orang-orang yang dirampas kemerdekaannya
oleh muhammad sendiri

artinya, muhammad membeaskan budak
adalah OMONG KOSONG
MasTom
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Postby yvptgxj » Sat May 08, 2010 9:55 am

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam wrote:Orang-orang Eropa pun ketika menemukan benua Amerika, mereka memberikan sikap yang paling buruk terhadap penduduk asli.

Begitulah perbudakan dengan sebab dan pengaruh-pengaruhnya yang sudah menyebar luas di luar Islam. Kami hanya bisa menyajikan sedikit gambaran dari keburukan dan kebiadaban sikap mereka terhadap para budak


@pausang

Penulis artikel diatas namanya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

Om Pausang... ijinkan saya untuk mengenal hamba allah yang satu ini.

Saya ingin tahu tentang pengalaman2 beliau dalam memperoleh informasi seputar penjajahan & perbudakan yg dilakukan oleh pihak barat...baik sebelum dan sesudah keberadaan The Dey Aljazair (Sidi Haji Abdul Rahman Adja)
yvptgxj
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users