.

Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby suara_hati » Sat Aug 22, 2009 5:59 pm

Tidak semua yang ditulis ahli islam bisa dianggap benar. Ahli islam yang mengisahkan cerita-cerita yang menunjukkan “ketidak sempurnaan” Muhammad bisa jadi telah salah. Muhammad adalah manusia sempurna, teladan buat semua manusia. Orang sesempurna ini tidak mungkin akan melakukan hal-hal keji. Pasti cerita-cerita yang menggambarkan Muhammad sebagai manusia keji dan tidak bermoral itu ngawur, sipapun yang menulis itu, termasuk semua para ahli islam terkemuka sekalipun.

Sungguh tidak masuk akal jika cerita yang menggambarkan betapa kejinya seorang Muhammad bisa dipercaya begitu saja. Kan tidak mungkin orang yang kita yakini sebagai manusia sempurna bisa melakukan hal-hal keji?

Hadiths sahih yang dikumpulkan Bukhari dan Muslim bagi muslim sunni pada umumnya dipercaya kebenarannya. Walaupun demikian, tidak semua hadiths yang dipercaya sebagai sahihpun, dapat diakui kebenarannya. Banyak hadiths “sahih” ternyata setelah dicheck ulang diragukan kesahihannya oleh sebagian muslim lain. Pengumpul hadiths kan manusia juga, yang tentu saja bisa berbuat salah. Demikian juga para ahli islam terkemuka lainnya.

Hadiths Bukhari berikut (yang sudah berkali-kali didiskusikan teman-teman disini) adalah salah satu contohnya. Saya kutipkan sbb:

Hadiths Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 261:
    Dinarasikan oleh Anas bin Malik
    Sekelompok orang yang terdiri dari 8 laki-laki dari suku Ukl datang menemui Nabi dan kemudian mereka merasa iklim di Medina tidak sesuai dengan mereka. Maka, kata mereka, “O Rasul Allah! Beri kami susu.” Rasul berkata, “Saya sarankan kamu bergabung dengan pengembala unta” Maka mereka pergi dan minum kencing unta-unta itu (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Kemudian mereka membunuh pengembala unta itu dan membawa lari unta-untanya, dan mereka menjadi murtad (meninggalkan islam)setelah sebelumnya memeluk islam. Pada waktu Nabi diberi tahu dengan teriakan minta tolong, dia mengirim beberapa orang untuk mengejarnya, dan sebelum matahari naik tinggi, mereka diketemukan, dan Nabi memerintahkan tangan-tangan dan kaki mereka dipotong. Kemudian beliau memerintahkan untuk mencungkil mata mereka dengan paku yang dipanaskan, dan mereka ditinggalkan di Harra (yaitu tanah berbatu di Medina). Mereka minta air, dan tidak seorangpun memberikan mereka air sampai mereka mati (Abu Qilaba berkata, “mereka bersalah melakukan pembunuhan dan pencurian dan melawan Allah dan Rasulnya, dan menyebarkan kejahatan di dunia)

    Narrated Anas bin Malik:
    A group of eight men from the tribe of 'Ukil came to the Prophet and then they found the climate of Medina unsuitable for them. So, they said, "O Allah's Apostle! Provide us with some milk." Allah's Apostle said, "I recommend that you should join the herd of camels." So they went and drank the urine and the milk of the camels (as a medicine) till they became healthy and fat. Then they killed the shepherd and drove away the camels, and they became unbelievers after they were Muslims. When the Prophet was informed by a shouter for help, he sent some men in their pursuit, and before the sun rose high, they were brought, and he had their hands and feet cut off. Then he ordered for nails which were heated and passed over their eyes, and whey were left in the Harra (i.e. rocky land in Medina). They asked for water, and nobody provided them with water till they died (Abu Qilaba, a sub-narrator said, "They committed murder and theft and fought against Allah and His Apostle, and spread evil in the land.")

(Lihat juga Bukhari Vol 2, #577, 5-505, 7-623 dan 8-797).

Cerita yang sama dapat dibaca di hadiths Muslim berikut

Hadiths Muslims, Book 016, Number 4131:
    Anas reported: Eight men of the tribe of 'Ukl came to Allah's Messenger (may peace be upon him) and swore allegiance to him on Islam, but found the climate of that land uncogenial to their health and thus they became sick, and they made complaint of that to Allah's Messenger (may peace be upon him), and he said: Why don't you go to (the fold) of our camels along with our shepherd, and make use of their milk and urine. They said: Yes. They set out and drank their (camels') milk and urine and regained their health. They killed the shepherd and drove away the camels. This (news) reached Allah's Messenger (may peace be upon him) and he sent them on their track and they were caught and brought to him (the Holy Prophet). He commanded about them, and (thus) their hands and feet were cut off and their eyes were gouged and then they were thrown in the sun, until they died.
    This hadith has been narrated on the authority of Ibn al-Sabbah with a slight variation of words.

(juga Hadiths Muslim Book 016, Number 4132, 4130)

Dalam hadiths itu diceritakan bagaimana seorang Muhammad sebagai manusia sempurna, berbuat begitu kejam dalam menghukum para pencuri (8 orang itu), yang murtad, yang membunuh penggembala unta dan mengambil untanya.

Mana mungkin seorang semulia Muhammad menghukum orang dengan penyiksaan keji seperti itu,? Menghukum dengan mencungkil mata, memotong tangan dan kaki, kemudian menjemur mereka di panas matahari? Begitu kejinya sampai tidak diberi air menjelang ajal meskipun mereka telah meminta.

Cerita-cerita seperti itu pasti ngawur. Bukan berarti para ahli islam itu yang ngawur, tapi mereka, para ahli islam sekalipun, telah salah menganggap bahwa cerita-cerita itu benar. Lha wong manusia sempurna kok memerintahkan hal seperti itu, kan tidak masuk akal? Perbuatan seperti itu lebih cocok dilakukan oleh SETAN, PENGIKUT SETAN. Dari logika sederhana ini saja kita bisa tahu bahwa cerita-cerita seperti itu adalah bohong belaka.

Banyak teman muslim yang menyarankan untuk menguji kesahihan suatu hadiths dengan Quran.

Saya tanya:
“Siapa yang harus melakukan pengujian itu?. Apakah para ahli islam yang menyatakan hadiths tsb sahih tidak melakukan pengujian seperti itu? Apakah kalau mereka, para ahli islam itu mengatakan bahwa hadiths itu telah sesuai Quran terus saya harus percaya bahwa hadiths itu sahih? Bukankah para ahli islam lainnya itu juga manusia biasa yang bisa salah menafsirkan?”.

Saya bilang, “Bagi saya, Allah itu maha segalanya, Muhammad itu manusia sempurna, jadi tidak mungkin hal-hal keji seperti itu dilakukan oleh Muhammad, apalagi difirmankan Allah. Tidak klop kan?

Saya tahu bahwa banyak ahli islam yang mengkaitkan Quran 5:33-34 dengan cerita dalam hadiths itu. Memang disini dinyatakan firman Allah mengenai hukuman apa yang perlu diberikan kepada para musuh Allah dan Rasulnya dan bagi orang-orang yang membuat kerusakkan di muka bumi. Ini saya kutipkan ayatnya:

    (5:33) Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, (34)kecuali orang-orang yang tobat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Tanpa merujuk tafsir para ahli islam, saya memahami bahwa hukuman yang diperintahkan Allah dalam ayat itu adalah sbb:
a) Dibunuh
b) Disalib
c) Dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik
d) Dibuang dari negeri tempat kediamannya.

Tidak ada dikatakan disitu bahwa kita, manusia yang boleh melakukan hukuman itu. Hukuman itu adalah hak Allah.

Ayat itu hanya menyatakan hukuman seperti itu adalah hukuman Allah di dunia dan nanti diakhirat mereka akan dapat siksaan yang besar. Jadi hukuman dua kali, di dunia dan di akhirat. Semuanya yang akan melakukan Allah sendiri, bukan kita manusia.

Gila apa Allah memerintahkan kita untuk melakukan tindakan setan seperti itu?. Dan lagi, itu peringatan buat manusia supaya mereka berbuat baik. Itu saja. Jadi jangan ditafsirkan macam-macam, apalagi mengkaitkan cerita itu dengan kisah dalam Hadiths diatas. Coba apa didalam ayat itu disebutkan mengenai mencungkil mata dan menjemur dipanas matahari sampai mati tanpa diberi minum? Jadi, mana mungkin Muhammad berani memerintahkan hukuman yang bahkan jauh melebihi ketetapan Allah, yang hanya boleh dilakukan olah Allah bukan manusia? Sudah jelas hadiths tsb ngawur.

Sama ngawurnya dengan para ahli islam yang mengkaitkan hadiths tsb dengan Q5:33-34.

Ini yang dikatakan Ibn Kathir:

    <Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang >(34 akhir) diturunkan berkaitan dengan idolators/orang kafir. Karena itu Ayat ini menetapkan bahwa, siapapun diantara mereka yang bertobat sebelum kamu menangkap mereka, maka kamu tidak memiliki hak untuk menghukum mereka. Ayat ini tidak menyelamatkan muslim dari hukuman jika dia membunuh, menyebabkan kerusakan dimuka bumi atau mengadakan perang terhadap Allah dan RasulNya dan bergabung dengan orang-orang kafir, sebelum mereka mampu menangkap mereka. Dia masih syah untuk dihukum karena perbuatan kriminal yang dilakukan. “Abu Dawud dan An-Nasai mencatat bahwa Ikrimah berkata bahwa Ibn Abas berkata bahwa Ayat:

    <pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi…) diturunkan berkaitan dengan idolators, siapa saja diantara mereka yang bertobat sebelum ditangkap, mereka masih syah untuk dihukum atas perbuatan kriminal yang dilakukan. Pendapat yang benar adalah bahwa ayat ini mempunyai arti secara umum dan mencakup idolators dan semua yang bersalah melakukan perbuatan kriminal yang disebutkan dalam ayat ini. Al-Bukhari dan Muslim mencatat bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Zayd Al-Jarmi, berkata bahwa Anas bin Malik berkata, “Delapan orang dari suku Ukl datang kepada Rasul Allah dan menyatakan masuk Islam. Iklim di Medina tidak sesuai bagi mereka dan mereka menjadi sakit dan mengeluh kepada Rasul Allah. Maka dia berkata…

    <Pergi dengan penggembala kami untuk dirawat dengan susu dan kencing unta> Maka mereka pergi seperti disarankan dan setelah mereka meminum susu dan kencing unta, mereka menjadi sehat, dan mereka membunuh penggembala itu dan melarikan unta-untanya. Beritanya sampai kepada Nabi dan dia mengirim orang untuk mencari dan mereka tertangkap. Dia kemudian memerintahkan tangan dan kaki mereka (dan itu sudah dilakukan), dan mata mereka dicungkil dengan sepotong besi panas. Selanjutnya mereka dijemu di matahari sampai mereka mati.” Ini adalah kata-kata Muslim. Di narasi lain dalam Hadiths ini, disebutkan bahwa mereka ini berasal dari suku Ukl atau Uraynah. Narasi lainnya melaporkan bahwa orang-orang ini dijemur di area Harra (di Medina) dan waktu mereka minta minum, tidak ada air yang diberikan kepada mereka.
    Allah berkata…

    <mereka harus dibunuh atau disalib dan atau tangan dan kaki mereka dipotong dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri tempat kediamannya>

    <Allah is Of-Forgiving, Most Merciful,) "Were revealed about the idolators. Therefore, the Ayah decrees that, whoever among them repents before you apprehend them, then you have no right to punish them. This Ayah does not save a Muslim from punishment if he kills, causes mischief in the land or wages war against Allah and His Messenger and then joins rank with the disbelievers, before the Muslims are able to catch him. He will still be liable for punishment for the crimes he committed." Abu Dawud and An-Nasa'i recorded that `Ikrimah said that Ibn `Abbas said that the Ayah…

    <The recompense of those who wage war against Allah and His Messenger and do mischief in the land…> "Was revealed concerning the idolators, those among them who repent before being apprehended, they will still be liable for punishment for the crimes they committed." The correct opinion is that this Ayah is general in meaning and includes the idolators and all others who commit the types of crimes the Ayah mentioned. Al-Bukhari and Muslim recorded that Abu Qilabah `Abdullah bin Zayd Al-Jarmi, said that Anas bin Malik said, "Eight people of the `Ukl tribe came to the Messenger of Allah and gave him their pledge to follow Islam. Al-Madinah's climate did not suit them and they became sick and complained to Allah's Messenger. So he said…
    <Go with our shepherd to be treated by the milk and urine of his camels.> So they went as directed, and after they drank from the camels' milk and urine, they became healthy, and they killed the shepherd and drove away all the camels. The news reached the Prophet and he sent (men) in their pursuit and they were captured. He then ordered that their hands and feet be cut off (and it was done), and their eyes were branded with heated pieces of iron. Next, they were put in the sun until they died." This is the wording of Muslim. In another narration for this Hadith, it was mentioned that these people were from the tribes of `Ukl or `Uraynah. Another narration reported that these people were put in the Harrah area (of Al-Madinah), and when they asked for water, no water was given to them. Allah said…
    <they shall be killed or crucified or their hands and their feet be cut off on the opposite sides, or be exiled from the land.>


Tafsir al-Jalalayn menyatakan hal berikut:

    Hal berikut diturunkan sewaktu orang Arniyyun datang ke Medina menderita semacam penyakit dan Nabi memberikan mereka ijin untuk pergi dan memmeinum dari susu dan kencing unta. Saat mereka merasa sehat mereka membunuh penggembala Nabi dan mencuri unta-untanya. Sesungguhnya satu-satunya pembalasan bagi mereka yang melawan Allah dan RasulNya, dengan memerangi kaum muslimin, dan berbuat kerusakan dimuka bumi, dengan menyamun dan merampok, adalah bahwa mereka harus dibunuh, atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, yaitu tangan kanan mereka dengan kaki kiri, atau diusir dari tanah kediamannya (kata “atau” disini menunujukkan penerpan yang berbeda untuk tiap-tiap kasus; jadi, hukuman mati adalah untuk mereka yang hany membunuh; hukuman salib adalah untuk mereka yang membunuh dan mencuri; hukuman potong tangan dan kaki adalah untuk mereka yang mencuri tapi tidak membunuh; sedangkan hukuman diusir adalah untuk mereka ynag memiliki ancaman – hal ini dinyatakan oleh Ibn Abbas dan merupakan pendapat al-Shafii; Yang lebih kuat dari dua opini (al-shaffi) ini adalah bahwa penyaliban harus dilakukan untuk tiga hari setelah kematian pembunuh itu, atau juga dikatakan stidak lama sebelm dia dibunuh. Berkaitan dengan pengusiran adalah mencakup hukuman yang sama, seperti kurungan dan sejenisnya. Hukuman yang dinyatakan ini, adalah untuk penghinaan mereka di dunia; dan di akhirat mereka akan mendapat siksaan yang berat yaitu siksa api neraka.

    The following was revealed WHEN the 'Arniyyūn came to Medina suffering from some illness, and the Prophet (s) gave them permission to go and drink from the camels' urine and milk. Once they felt well they slew the Prophet's shepherd and stole the herd of camels: Truly the only requital of those who fight against God and His Messenger, by fighting against Muslims, and hasten about the earth to do corruption there, by waylaying, is that they shall be slaughtered, or crucified, or have their hands and feet cut off on opposite sides, that is, their right hands and left feet, or be banished from the land (the aw, 'or', is [used] to indicate the [separate] application of [each of] the cases [listed]; thus, death is for those that have only killed; crucifixion is for those that have killed and stolen property; the cutting off [of limbs on opposite sides] is for those that have stolen property but have not killed; while banishment is for those that pose a threat - this was stated by Ibn 'Abbās and is the opinion of al-Shāfi'ī; the more sound of his [al-Shāfi'ī's] two opinions is that crucifixion should be for three days after [the] death [of the killer], or, it is also said, shortly before [he is killed]; with banishment are included similar punishments, such as imprisonment and the like. That, mentioned requital, is a degradation, a humiliation, for them in this world; and in the Hereafter theirs will be a great chastisement, namely, the chastisement of the Fire.


Ini yang dikatakan oleh Al Wahidi:

    (The only reward of those who make war upon Allah and His messenger…) [5:33]. Abu Nasr Ahmad ibn ‘Ubayd Allah al-Makhladi informed us> Abu ‘Amr ibn Nujayd> Muslim> ‘Abd al-Rahman ibn Hammad> Sa‘id ibn Abi ‘Arubah> Qatadah> Anas who related that a group of people from ‘Ukal and ‘Uraynah went to see the Messenger of Allah, Allah, bless him and give him peace. They said: “O Messenger of Allah, we were never people of agriculture, and before we settled around Medina we used to be people who looked after cattle”. The Messenger of Allah, Allah bless him and give him peace, ordered that they be given a flock of camels, a shepherd and commanded them to set off with them, with a dispensation to drink their milk and urine. When they reached the region of al-Harrah, they killed the shepherd of the Messenger of Allah, Allah bless him and give him peace, and took off with the camels. The Messenger of Allah, Allah bless him and give him peace, sent after them and when they were captured and brought to him, he cut off their hands and feet and gouged their eyes. They were left in this state in Medina until they died. Said Qatadah: “It was mentioned to us that this verse was revealed about them (The only reward of those who make war upon Allah and His messenger and strive after corruption in the land…)”. Narrated by Muslim from Muhammad ibn al-Muthanna from ‘Abd al-A‘la from Sa‘id up to the quotation of Qatadah.


Dalam Hadiths Abu Dawud dinyatakan bahwa Allah menegur Muhammad atas hukuman yang dijatuhkan kepada kedelapan orang dari suku Ukl tsb dan Allah kemudian menurunkan ayat (5:33-34). Kutipannya:

Book 38, Number 4357:
    Dinarasikan olah AbuzZinad:
    Pada waktu Rasul Allah memotong (tangan dan kaki) mereka yang mencuri unta-untanya dan mencungkil mata mereka (dengan besi yang dipanaskan), Allah menegur Muhammad atas tindakan itu, dan Allah menurunkan: Hukuman untuk mereka yang melawan Allah dan RasulNya dan melakukan kerusakan dimuka bumi adalah eksekusi atau penyaliban.”

    Narrated AbuzZinad:
    When the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) cut off (the hands and feet of) those who had stolen his camels and he had their eyes put out by fire (heated nails), Allah reprimanded him on that (action), and Allah, the Exalted, revealed: "The punishment of those who wage war against Allah and His Apostle and strive with might and main for mischief through the land is execution or crucifixion."


Book 38, Number 4356
    Dinarasikan oleh Abdullah Ibn Umar:
    Beberapa orang mengendarai unta-unta Nabi, membawa lari dan kemudian murtad. Mereka membunuh penggembala milik Nabi yang seorang muslim. Dia (Nabi_ mengirim orang untuk mencari mereka dan mereka tertangkap. Dia memotong tangan dan kaki mereka, dan mencukil mata mereka. Ayat berkaitan dengan perang melawan Allah dan RasulNya kemudian diturunkan. Mereka ini orang-orang yang dikatakan oleh Ana Ibn Malik kepada al Hajjaj pada waktu dia bertanya kepadanya.

    Narrated Abdullah ibn Umar:
    Some people raided the camels of the Prophet (peace_be_upon_him), drove them off, and apostatised. They killed the herdsman of the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) who was a believer. He (the Prophet) sent (people) in pursuit of them and they were caught. He had their hands and feet cut off, and their eyes put out. The verse regarding fighting against Allah and His Prophet (peace_be_upon_him) was then revealed. These were the people about whom Anas ibn Malik informed al-Hajjaj when he asked him.


Itu yang dikatakan ahli islam. Tapi, sekali lagi, mereka hanya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Bagi saya pedomannya hanya satu: Allah itu maha segalanya, dan Muhammad adalah manusia sempurna. Jadi, cerita apapun yang tidak sesuai dengan kesempurnaan Muhammad, dan ke “Maha Segala”an Allah, sudah pasti salah. Case closed (Mengutip teman muslim saya “Silancah”).

Ada muslim yang mau menambahkan atau kafir yang mau menyanggah? Silahkan.

Pedoman yang perlu anda ikuti untuk menempuh jalan lurus: Yakin dulu bahwa Allah maha segalanya dan Muhammad adalah manusia sempurna. Setelah yakin, cerita atau fakta apapun yang tidak sesuai dengan keyakinan itu adalah salah.
suara_hati
 
Posts: 200
Joined: Fri Feb 01, 2008 11:13 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby Duladi » Sat Aug 22, 2009 7:11 pm

Sdr Silancah via Suara Hati,

Kok bisa yakin dulu, padahal belum membaca fakta?

Bukankah klaim-klaim tersebut ("Muhammad manusia sempurna") harus didasarkan atas bukti-bukti fakta tertulis?

Bila bukti-bukti fakta menunjukkan sebaliknya, lalu dari mana asalnya, kok bisa muncul klaim "MUHAMMAD MANUSIA SEMPURNA"?
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby suara_hati » Sat Aug 22, 2009 11:13 pm

Duladi wrote:Sdr Silancah via Suara Hati,

Kok bisa yakin dulu, padahal belum membaca fakta?

Bukankah klaim-klaim tersebut ("Muhammad manusia sempurna") harus didasarkan atas bukti-bukti fakta tertulis?

Bila bukti-bukti fakta menunjukkan sebaliknya, lalu dari mana asalnya, kok bisa muncul klaim "MUHAMMAD MANUSIA SEMPURNA"?


Teman Duladi yang saya hormati,

Keliahatannya anda tidak nyimak apa yang saya sampaikan. Saya katakan pedoman untuk menempuh jalan lurus adalah anda harus yakin dulu bahwa Allah maha segalanya dan Muhammad manusia sempurna. Ini pegangannya. Jadi jika ada cerita atau fakta apapun yang tidak sesuai dengan keyakinan itu, ya jangan dipercaya karena sudah pasti salah.

Intinya, kisah atau apapun yang dianggap fakta itu harus menyesuaikan dengan keyakinan kita. Jangan dibalik-balik. Bisa kacau jadinya. Tergelincir ke jalan sesat. Inilah yang dilakukan orang-orang yang tidak yakin, orang-orang yang tidak memiliki iman. Kafir itu namanya.

Anda punya akal dan hati untuk bisa menilai sesuatu itu baik atau jelek. Jika anda yakin bahwa Muhammad manusia sempurna, terus anda menjumpai ada kisah yang menurut akal dan hati anda justru menyatakan sebaliknya, ya anda dengan mudah dapat mengatakan bahwa kisah itu sudah pasti salah. Sudah pasti tidak benar karena tidak sesuai dengan keyakinan anda yang mengatakan bahwa Muhammad manusia sempurna. Sesederhana itu. Jadi, harus yakin dulu dan kemudian gunakan akal dan hati anda untuk menyaring semua informasi yang anda jumpai.

Salam
suara_hati
 
Posts: 200
Joined: Fri Feb 01, 2008 11:13 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby atheis_sejati » Sat Aug 22, 2009 11:25 pm

Prriiiiiitttt...!!!
Pertarungan antara Duladi VS silancah alias suara_hati segera dimulai...
Penonton harap tenang,terima kasih
atheis_sejati
 

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby 4urfreedom » Sun Aug 23, 2009 12:08 am

@suara hati
Allah maha segalanya ? Ya dan amin ( tentunya Allah yg benar )
Muhammad manusia sempurna ? eit, tunggu dulu fakta sejarah membuktikan dia bukan manusia sempurna sama seperti kita bahkan tidak lebih baik dari kita.

Pedoman utk menempuh jalan lurus adlh harus yakin allah maha segalanya dan muhammad manusia sempurna ? eit lagi, logika jgn dibalik2 dong.
Jangan percaya buta setidaknya dalam mempercayai sesuatu selidikilah dahulu bukankah anda diberi akal dan hati seharusnya digunakan supaya tdk tertipu.

Bagaimana bisa anda hidup 1400 tahun sesudah muhammad mati tiba2 alias ujug2 langsung percaya bahwa muhammad manusia sempurna ? Bukankah untuk percaya harus menyelidiki dgn membaca berbagai literatur sejarah yg menceritakan bagaimana muhammad semasa hidup dan barulah kita mengambil kesimpulan atau keputusan benarkah muhammad manusia sempurna.

Kalau anda mengatakan bahwa keyakinan diatas fakta atau fakta harus sesuai dgn keyakinan maka yg terjadi anda membutakan hati nurani sama seperti kalau anda meyakini bahwa matahari mengelilingi bumi padahal kenyataannya bumilah yg mengelilingi matahari. Jadi gunakan akal dan hati anda supaya anda tidak seperti ROBOT. :green:
4urfreedom
 
Posts: 624
Joined: Thu Mar 05, 2009 8:52 am

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby DHS » Sun Aug 23, 2009 12:15 am

Priiiiitttttttt STOP =;

Wadouwww wadouw pada salah sangka semua.

Suara Hati itu menempatkan diri sebagai muslim. Menggunakan sistem "muslim mode on" gitu lho..
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby 4urfreedom » Sun Aug 23, 2009 12:46 am

DHS wrote:Priiiiitttttttt STOP =;

Wadouwww wadouw pada salah sangka semua.

Suara Hati itu menempatkan diri sebagai muslim. Menggunakan sistem "muslim mode on" gitu lho..


Maxoed loe ? undercover mission gitu ? taqiyya muslim style ? :shock:
4urfreedom
 
Posts: 624
Joined: Thu Mar 05, 2009 8:52 am

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sun Aug 23, 2009 12:48 am

PRIIIIIIIIIIIIT!!! suara hati dinyatakan offside...!!!kartu kuning!!! :rofl:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby saksang » Sun Aug 23, 2009 1:10 am

Anda punya akal dan hati untuk bisa menilai sesuatu itu baik atau jelek. Jika anda yakin bahwa Muhammad manusia sempurna, terus anda menjumpai ada kisah yang menurut akal dan hati anda justru menyatakan sebaliknya, ya anda dengan mudah dapat mengatakan bahwa kisah itu sudah pasti salah.

halo bro, Logika anda itu Fallacy!

Ribuan tahun manusia percaya bahwa bumi itu datar.... Sangat yakin dengan sempurna mengatakan kalau bumi itu datar....tapi FAKTA berkata lain : Bumi itu bulat! Kebenaran itu tidak subjektif bro..... Kebenaran itu Objektif dan tidak melanggar LOGIKA, paham???

untuk mengimani muhammad itu manusia sempurna jika tidak diiringi dgn Sifat manusiawi, baik dan penuh teladan darinya, tentu itu bertentangan dgn "HATI NURANI yg sehat" bagaimana anda bisa meyakini muhammad manusia sempurna jikalau dia itu bejat?
saksang
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby Head Fixer » Sun Aug 23, 2009 6:23 am

kalo gue menyikapi sikap nabi pada banu Ukil itu begini ....

nabi telah melakukan hukuman pidana bertingkat pada terpidana. nabi melakukan Qisos dan hudud. kita coba simak apa yg mereka lakukan :
1. mereka mencuri
2. mereka mencukil mata (laporan Anas bin Malik dalam sahih muslim)
3. mereka membunuh
4. murtad (berkhianat)

sekarang kita liat hukuman pada masing2 tindakan pidahan di atas :
1. hukum mencuri = potong tangan
2. hukuman mencungkil mata = Qisos (dicungkil lagi)
3. hukuman membunuh = Qisos (bunuh lagi atau uang darah atau dimaafkan dan keputusan di pihak keluarga korban)
4. hukuman murtad dgn motif pengkhianatan = hukuman mati (kecuali murtad tanpa pengkhianatan)

Nabi telah melakukan hukuman pidana bertingkat. Nah ternyata hukuman spt ini DILARANG oleh Allah swt, maka turunlah ayat yg menjelaskan bahwa tindakan orang2 adalah DELIK memerangi Allah dan Rasul, dan bulan delik pidana umum. dan dijelaskan bahwa jika kasusnya adalah memerangi Allah dan Rasul maka hukumannya tdk bertingkat, dan ada 3 pilihan :
1. dibunuh
2. disalib
3. dipotong satu kaki dan tangan bersilang
4. diusir
Head Fixer
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby Jarum_Kudus » Sun Aug 23, 2009 7:42 am

Head Fixer wrote:kalo gue menyikapi sikap nabi pada banu Ukil itu begini ....
nabi telah melakukan hukuman pidana bertingkat pada terpidana. nabi melakukan Qisos dan hudud. kita coba simak apa yg mereka lakukan :
1. mereka mencuri

Lho, bukannya semua unta2 Muhammad itu merupakan hewan2 curian dari suku kafir Arab Ghatafan dan Sulaym? Dia kan sebelumnya mencuri 500 ekor unta dari suku2 kafir tersebut, sebelum kejadian dengan banu Ukil. Si Mamad kan emang awalnya gak punya duit sama sekali buat makan, apalagi beli begitu banyak onta. Nyolong kafir aja biar gamfank. Enak banget nih si Nabi garong bikin aturan. Kalo dia yang nyuri hewan ternak kafir, ayatnya yang kayak gini nih yang keluar:

Quran, Sura Al Fath, ayat 20:
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu'min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Quran, Sura Al Anfaal, ayat 69:
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maling teriak maling nih, lengkap pula dengan ayat2 dari "tuhan". Jijik sekali tingkah si Mamad.
User avatar
Jarum_Kudus
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby suara_hati » Sun Aug 23, 2009 10:36 am

Atheis_sejati wrote:Prriiiiiitttt...!!!
Pertarungan antara Duladi VS silancah alias suara_hati segera dimulai...
Penonton harap tenang,terima kasih

Atheis_sejati,
Sedikit koreksi. Saya bukan “silancah”. Dia itu teman muslim kita semua disini yang keliatannya cukup sopan dalam berbicara. Dia memiliki pedoman yang hampir sama dengan yang saya sampaikan disini dalam menemukan jalan lurus.

Sejujurnya, topik ini juga terinspirasi dari komentar-komentarnya di (3m-mohammed-saw-monyet-dan-manusia-t34203/page80.html) dalam menyikapi kisah atau apapun yang dikatakan sebagai fakta sejarah islam/Muhammad. Dia bilang bahwa jika kita mendengar atau menjumpai cerita-cerita miring seperti di sahih hadiths bukhari yang saya kutip diawal thread ini, jangan langsung dipercaya kebenarannya. Harus dicheck dulu, terutama apakah itu sesuai Quran. Jadi, kata dia, meskipun hadiths itu dikumpulkan oleh ahli islam terkemuka, kalau tidak sesuai Quran yang harus ditolak. Kan hanya Quran yang dijamin kebenarannya oleh Allah. Yang lain-lain itu hanya buatan manusia, termasuk apa yang dinyatakan sebagai fakta sejarah.

Saya tidak sepenuhnya setuju dengan pandangan silancah. Alasannya siapa yang berhak mengatakan bahwa hadiths itu sesuai Quran atau tidak. Ahli islam? Kan mereka manusia juga, bisa saja salah. Seperti yang sudah saya sampaikan, banyak ahli islam yang menyatakan bahwa hadiths yang saya kutip itu sesuai dengan Quran. Jadi, jika harus mengikuti jalan pikiran silancah, tentunya kita harus menyatakan bahwa kisah itu benar. Dan pada akhirnya, kita juga harus menyetujui bahwa Muhammad itu kejam, bertindak seperti SETAN. Kan ini bertentangan dengan keyakinan bahwa Muhammad adalah manusia sempurna. Disinilah gunanya akal dan hati anda. Jika anda yakin bahwa Muhammad itu manusia sempurna, maka akal dan hati anda sudah pasti akan mengatakan bahwa cerita-cerita seperti itu tidak benar. Yakin dulu, dan kisah atau fakta sejarah yang ada harus selaras dengan keyakinan itu. Persis sama dengan keyakinan kita akan Allah. Sesederhana itu.

4urfreedom wrote:@suara hati
Allah maha segalanya ? Ya dan amin ( tentunya Allah yg benar )

Karena anda yakin, makanya anda bisa dengan mudah menjawab “Ya dan amin”. Apakah anda memerlukan bukti atau fakta sejarah buatan manusia untuk bisa meyakini “Allah maha segalanya”.

4urfreedom wrote:Muhammad manusia sempurna ? eit, tunggu dulu fakta sejarah membuktikan dia bukan manusia sempurna sama seperti kita bahkan tidak lebih baik dari kita.

Liat jawaban saya sebelumnya. Kalau apa yang dinamakan fakta sejarah itu menggambarkan Muhammad sebagai manusia yang tidak lebih baik dari kita ya sudah pasti fakta sejarah itu salah. Itu bertentangan dengan keyakinan bahwa Muhammad adalah manusia sempurna. Masak orang yang harus kita teladani memiliki perilaku yang tidak lebih baik dari kita. Gak masuk akal kan. Kebalik tuh logikanya. Jadi, sudah pasti apa yang dinamakan fakta sejarah itu salah. Akal dan hati anda bisa menyaring informasi apapun sesuai dengan keyakinan kita atau tidak. Jika tidak sesuai yang sudah pasti salah.

4urfreedom wrote:Pedoman utk menempuh jalan lurus adlh harus yakin allah maha segalanya dan muhammad manusia sempurna ? eit lagi, logika jgn dibalik2 dong.
Jangan percaya buta setidaknya dalam mempercayai sesuatu selidikilah dahulu bukankah anda diberi akal dan hati seharusnya digunakan supaya tdk tertipu.

Bagaimana bisa anda hidup 1400 tahun sesudah muhammad mati tiba2 alias ujug2 langsung percaya bahwa muhammad manusia sempurna ? Bukankah untuk percaya harus menyelidiki dgn membaca berbagai literatur sejarah yg menceritakan bagaimana muhammad semasa hidup dan barulah kita mengambil kesimpulan atau keputusan benarkah muhammad manusia sempurna.
Kalau anda mengatakan bahwa keyakinan diatas fakta atau fakta harus sesuai dgn keyakinan maka yg terjadi anda membutakan hati nurani sama seperti kalau anda meyakini bahwa matahari mengelilingi bumi padahal kenyataannya bumilah yg mengelilingi matahari. Jadi gunakan akal dan hati anda supaya anda tidak seperti ROBOT.

Keyakinan kita tidak memerlukan bukti apa-apa. Kalau ada bukti ya tidak perlu yakin lagi, tapi tahu. Banyak manusia yang meyakinin konsep surga dan neraka. Yakin begitu saja. Apa anda perlu bukti?

Kalau anda tidak mau yakin dulu, ya menurut saya, anda sulit untuk menemukan jalan lurus. Anda akan tersesat. Yakin dulu, dan selanjutnya gunakan akal dan hati anda untuk menyaring semua informasi yang berkaitan dengan keyakinan kita itu.

Saya kasih contoh. Pada umumnya orang yakin bahwa Tuhan itu sangat baik. Jika saat ini kita mendengar kisah ada orang bermimpi Tuhan menyuruh untuk mengorbankan anak orang itu sebagai bentuk cinta dan kesetiaannya pada Tuhan, kita akan dengan mudah mengatakan bahwa sudah pasti itu bukan perintah Tuhan. Itu perintah setan. Anda ingat kisah-kisah mafia yang kadang-kadang melakukan test seperti itu, menguji anggotanya dengan menyuruh membunuh anak kandungnya. Namanya juga test, tidak perlu harus benar-benar membunuh. Jadi senjatanya tanpa peluru meskipun orang yang ditest itu tidak tahu dan mengira bahwa perintah itu benar-benar akan mengakibatkan anaknya mati. Jika orang itu mau melakukan, ya lulus test kesetiaan. Jika tidak ya gagal. Bukan hasil akhir kematian anaknya yang diperhitungkan dalam uji kesetiaan itu, tapi kemauannya untuk menuruti perintah gila itu yang dinilai.

Ini sama dengan perintah Tuhan yang meyuruh Ibrahim untuk membunuh anaknya. Ibrahim yakin bahwa Tuhan maha segalanya. Dia yakin sepenuhnya. Dia tidak memiliki prasangka buruk apapun terhadap Tuhannya. Sewaktu dia melaksanakan perintah bunuh itupun, dia sebelumnya tidak tahu bahwa pada akhirnya pembunuhan itu tidak terjadi. Jika dia tidak yakin bahwa Allah maha segalanya, terus dia pakai akal dan hatinya secara salah dengan menyatakan bahwa tidak mungkin Tuhan memberikan perintah seperti itu, bahwa perintah seperti itu hanya akan dilakukan tokoh jahat bernama SETAN, ya dia tidak akan lulus ujian. Sesederhana itu. Yakin dulu, jangan berprasangka buruk.

DHS wrote:Priiiiitttttttt STOP

Wadouwww wadouw pada salah sangka semua.

Suara Hati itu menempatkan diri sebagai muslim. Menggunakan sistem "muslim mode on" gitu lho..

DHS,

Saya golongan “mutan”. Berubah wujud.


MaNuSiA bleGuG wrote:
PRIIIIIIIIIIIIT!!! suara hati dinyatakan offside...!!!kartu kuning!!!

Belum kartu merah kan?

saksang wrote: halo bro, Logika anda itu Fallacy!

Ribuan tahun manusia percaya bahwa bumi itu datar.... Sangat yakin dengan sempurna mengatakan kalau bumi itu datar....tapi FAKTA berkata lain : Bumi itu bulat! Kebenaran itu tidak subjektif bro..... Kebenaran itu Objektif dan tidak melanggar LOGIKA, paham???

Lho ya paham sekali. Kalau anda tahu ya anda tidak perlu yakin lagi. Cukup tahu. Keyakinan itu tidak perlu fakta. Apa yang dinamakan fakta sejarah mengenai Muhammad dan islam itu kan cuma buatan manusia. Bagaimana anda tahu bahwa fakta itu benar-benar “fakta” yang benar? Kita mendengar ada “fakta” sejarah yang menggambarkan perkembangan islam di Indonesia dengan cara damai. Sekarang, kita bisa membaca ada “fakta” sejarah yang menyatakan sebaliknya. Dua-duanya dianggap sebagai “fakta” sejarah. Mana “fakta” yang dianggap benar? Ya tentu yang sesuai dengan keyakinan saya.

Anda tentu tahu “fakta” sejarah mengenai Taj Mahal yang diyakini merupakan salah satu peninggalan penguasa muslim di India. Sebaliknya, banyak orang tidak tahu bahwa juga ada “fakta” sejarah lain yang meragukan “fakta” sejarah itu dan justru menyatakan bahwa Taj Mahal itu bekas bangunan penguasa hindu yang diambil alih muslim (http://www.stephen-knapp.com/was_the_ta ... temple.htm). Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat “fakta” sejarah yang dikenal orang sebelumnya salah kan?


saksang wrote:untuk mengimani muhammad itu manusia sempurna jika tidak diiringi dgn Sifat manusiawi, baik dan penuh teladan darinya, tentu itu bertentangan dgn "HATI NURANI yg sehat" bagaimana anda bisa meyakini muhammad manusia sempurna jikalau dia itu bejat?

Lha kalau Muhammad itu bejat, ya sudah pasti bukan manusia sempurna. Ini bertentangan dengan keyakinan bahwa Muhammad manusia sempurna. Jika anda balik-balik berpikirnya, ya sudah pasti anda akan tersesat. Yakin dulu. Yang lainnya disesuaikan dengan keyakinan itu.

Head Fixer wrote:kalo gue menyikapi sikap nabi pada banu Ukil itu begini ....

nabi telah melakukan hukuman pidana bertingkat pada terpidana. nabi melakukan Qisos dan hudud. kita coba simak apa yg mereka lakukan :
1. mereka mencuri
2. mereka mencukil mata (laporan Anas bin Malik dalam sahih muslim)
3. mereka membunuh
4. murtad (berkhianat)

sekarang kita liat hukuman pada masing2 tindakan pidahan di atas :
1. hukum mencuri = potong tangan
2. hukuman mencungkil mata = Qisos (dicungkil lagi)
3. hukuman membunuh = Qisos (bunuh lagi atau uang darah atau dimaafkan dan keputusan di pihak keluarga korban)
4. hukuman murtad dgn motif pengkhianatan = hukuman mati (kecuali murtad tanpa pengkhianatan)

Nabi telah melakukan hukuman pidana bertingkat. Nah ternyata hukuman spt ini DILARANG oleh Allah swt, maka turunlah ayat yg menjelaskan bahwa tindakan orang2 adalah DELIK memerangi Allah dan Rasul, dan bulan delik pidana umum. dan dijelaskan bahwa jika kasusnya adalah memerangi Allah dan Rasul maka hukumannya tdk bertingkat, dan ada 3 pilihan :
1. dibunuh
2. disalib
3. dipotong satu kaki dan tangan bersilang
4. diusir

HF,

Terimakasih.

Maaf, saya kurang sepaham dengan anda. Muhammad itu manusia sempurna, bagaimana mungkin melakukan kebiadaban yang lebih pantas dilakukan SETAN? Kisah itu ngawur, tidak sesuai dengan keyakinan saya bahwa Muhammad itu manusia sempurna, teladan buat manusia lainnya.

Lha kalo orang panutan kita bisa berbuat seperti itu, bisa melakukan kesalahan seperti itu, saya berani bilang bahwa saya lebih baik dari Muhammad. Saya sebagai manusia biasa bisa saja salah, tapi tidak dengan kebiadaban seperti yang dilakukan Muhammad dalam kisah itu. Apalagi anda bilang bahwa sesudah melakukan itupun, Muhammad baru menyadari bahwa hukuman itu SALAH setelah diberitahu Allah. Lha, dimana akal dan nurani Muhammad sebelum itu. Ah, pasti ngawur itu.

Orang yang kita jadikan panutan, meskipun juga bisa berbuat salah, umumnya memiliki akal dan hati yang jauh lebih tinggi dari kita. Dia memiliki penngendalian diri yang hebat, dengan cepat bisa tahu jika melakukan suatu kesalahan dan mengkoreksinya sendiri. Kesalahan yang dia buatpun sudah pasti bukan kesalahan fatal seperti itu. Satu contoh, hati kecil kita tahu bahwa mencuri itu tidak baik, makanya kita tidak mau melakukan itu. Jika suata saat kita karena suatu keadaan, tergoda untu mencuri, hati kecil kita akan mengatakan “jangan”. Ini kontrol diri. Jika kita tidak mengindahkan peringatan dini dari hati kita itu, ya kita gagal, kita melakukan kesalahan. Nah, bagi orang panutan, kontrol diri ini jauh melebihi manusia biasa. Tidak mungkin dia melakukan kesalahan fatal yang bagi manusia normal saja tidak akan dilakukan.

Ada thread lain dari teman muslim berkaitan dengan teguran Allah terhadap “kesalahan2” yg dilakukan Muhammad. Bagi saya itu ngawur. Kisah itu hanya menggambarkan Muhammad tidak memiliki akal dan hati nurani yang baik sehingga telah melakukan kesalahanpun tidak tahu sampai harus ditegur Allah dulu. “Bermuka masam” terhadap orang buta miskin? Yang kayak gini masak orang panutan saya tidak bisa ngatasin, tidak bisa tahu sendiri bahwa itu salah dan tidak baik. Dimana akal dan nuraninya? Sudah pasti cerita-cerita seperti itu ngawur.

Jarum_Kudus wrote:Lho, bukannya semua unta2 Muhammad itu merupakan hewan2 curian dari suku kafir Arab Ghatafan dan Sulaym? Dia kan sebelumnya mencuri 500 ekor unta dari suku2 kafir tersebut, sebelum kejadian dengan banu Ukil. Si Mamad kan emang awalnya gak punya duit sama sekali buat makan, apalagi beli begitu banyak onta. Nyolong kafir aja biar gamfank. Enak banget nih si Nabi garong bikin aturan. Kalo dia yang nyuri hewan ternak kafir, ayatnya yang kayak gini nih yang keluar:

Quran, Sura Al Fath, ayat 20:
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu'min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Quran, Sura Al Anfaal, ayat 69:
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maling teriak maling nih, lengkap pula dengan ayat2 dari "tuhan". Jijik sekali tingkah si Mamad.


Apa yang anda sampaikan itu tidak sesuai dengan keyakinan saya, jadi sudah pasti banyak bohongnya.
suara_hati
 
Posts: 200
Joined: Fri Feb 01, 2008 11:13 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby Duladi » Sun Aug 23, 2009 12:54 pm

Sdr Silancah via Suara Hati,

Sampeyan memiliki pedoman yang sama seperti Sdr Lindu Aji: Menjadikan Quran sebagai tolok ukur segala-galanya, menganggap Quran itulah yang 100% benar dan bacaan-bacaan lain bila tidak sesuai dengan Quran maka harus disingkirkan.

Sdr Silancah via Suara Hati, apakah sampeyan menganggap Quran itu berisi ajaran yang 100% benar?

Kalau iya, mari kita lupakan hadist dan sumber-sumber lain di luar Alquran. Mari kita cek isi Quran saja, apakah benar sesuai dengan harapan kita bahwa isinya tidak bertentangan dengan hati nurani.

Saya ingin lihat, apakah cara berpikir: "YAKIN dulu, FAKTA belakangan" benar-benar masih bisa diterapkan untuk Quran.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby saksang » Sun Aug 23, 2009 3:01 pm

Lho ya paham sekali. Kalau anda tahu ya anda tidak perlu yakin lagi. Cukup tahu. Keyakinan itu tidak perlu fakta. Apa yang dinamakan fakta sejarah mengenai Muhammad dan islam itu kan cuma buatan manusia. Bagaimana anda tahu bahwa fakta itu benar-benar “fakta” yang benar? Kita mendengar ada “fakta” sejarah yang menggambarkan perkembangan islam di Indonesia dengan cara damai. Sekarang, kita bisa membaca ada “fakta” sejarah yang menyatakan sebaliknya. Dua-duanya dianggap sebagai “fakta” sejarah. Mana “fakta” yang dianggap benar? Ya tentu yang sesuai dengan keyakinan saya.

Anda tentu tahu “fakta” sejarah mengenai Taj Mahal yang diyakini merupakan salah satu peninggalan penguasa muslim di India. Sebaliknya, banyak orang tidak tahu bahwa juga ada “fakta” sejarah lain yang meragukan “fakta” sejarah itu dan justru menyatakan bahwa Taj Mahal itu bekas bangunan penguasa hindu yang diambil alih muslim (http://www.stephen-knapp.com/was_the_ta ... temple.htm). Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat “fakta” sejarah yang dikenal orang sebelumnya salah kan?


Tetap aja anda tidak paham bro, sepertinya saya harus lebih gamblang memberi contoh kepada anda, perhatikan baik baik kata saya, fakta itu adalah kebenaran yang dapat diterima oleh akal sehat manusia :

- Bumi itu bulat
- Bumi mengintari matahari
- London berada di inggris
- ikan paus bernafas dengan paru paru
-
- manusia normal memiliki 2 mata, 1 hidung, 2 telinga, 1 mulut, 2 tangan , 2 kaki , 10 jari tangan, 10 jari kaki


sampai kapanpun fakta fakta diatas tidak akan berubah,tetapi suatu fakta bisa tidak dipercaya karena manusia tidak menggunakan akal dan nurani nya dengan benar dan sehat serta fakta itu berlaku sepanjang masa.jadi ada kolaborasi antara akal dan nurani manusia itu menilai suatu fakta.

contoh contoh yg anda berikan bukanlah fakta sebenarnya, fakta anda bisa direkayasa, bisa disesuaikan dengan keinginan manusia, bisa digunakan buat menipu manusia, bisa juga buat membodohi manusia, serta fakta anda suguhkan akan bisa berubah rubah seiring waktu, jadi kita harus terlebih dahulu menggunakan apa yg ada pada kita untuk menilai suatu fakta, apakah masuk akal? apakah sesuai dengan nurani? apakah ada pertentangan antara akal dan nurani?

Muhammad di mata para muslim sangat sempurna, walaupun secara tegas kitab muslim bilang manusia suci itu cuma isa almasih :) tapi........dimata para kafir muhammad justru jadi bahan tertawaan, manusia bejat, pembunuh, perampok dan pemerkosa....jadi banyak pertentangan manusia yg menilai manusia yg bernama muhammad ini, yg lebih luar biasanya adalah justru kemunafikan muhammad ini di beritakan oleh kitab yg diyakini para muslim adalah suci :), tapi hal sekecil ini, muslim tidak bisa membuka matanya, benar benar ironis!!! malah sibuk meperkarakan kitab suci orang lain..

kalau anda memaklumi manusia manusia yg mempercayai muhammad itu manusia sempurna, karena keyakinan mereka, saya hanya memberikan kategori ke anda, bahwa anda juga tidak bisa memakai akal dan nurani anda secara benar dan evaluasi anda jelas jelas tidak objektif! ok saya paham kalau anda bisa bersifat netral, tapi ketahuilah bro, Kebenaran tidak ada toleransi dengan kepalsuan!!!!

Lha kalau Muhammad itu bejat, ya sudah pasti bukan manusia sempurna. Ini bertentangan dengan keyakinan bahwa Muhammad manusia sempurna. Jika anda balik-balik berpikirnya, ya sudah pasti anda akan tersesat. Yakin dulu. Yang lainnya disesuaikan dengan keyakinan itu.


- Maaf bro, saya masih menggunakan akal dan nurani saya dgn benar, apa yg saya ketahui ttg muhammad yg diberitakan oleh kitab muslim, memperlihatkan dia memiliki moral rendah, bahkan saya jauh lebih bermoral daripada dia, tapi saya tidak berani mengklaim saya seorang Nabi Tuhan, saya tidak pernah :

- membunuh
- mengawini anak di bawah umur
- merampok
- memperkosa
- memerintahkan orang utk membunuh
- menipu
- memakai nama Tuhan (Tuhan Sejati ) utk ambisi saya pribadi
- memicu perang


jadi dari hal diatas, apa dasar anda mengatakan saya sesat? bagaimana mungkin saya mesti meyakini manusia yg bertentangan dengan akal dan nurani saya? ini sebagai contoh: bagaimana anda bisa meyakini orang yg telah memperkosa anak anda dikatakan manusia sempurna?? apakah akal dan nurani anda tidak berteriak???



pendapat diatas itu benar menurut saya dan oran orang yg mau memakai akal dan hati nuraninya, tentunya kontra dengan mereka mereka yg buta nurani, serta tidak bisa menggunakan akalnya dengan benar, jelas tidak bisa disamakan karena :


Kebenaran tidak ada toleransi dengan kepalsuan!!!!
Terang tidak bisa menyatu dengan kegelapan, kegelapan akan sirna bila ada setitik cahaya terang :)
saksang
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby suara_hati » Sun Aug 23, 2009 4:45 pm

Duladi wrote: Sdr Silancah via Suara Hati,

Sampeyan memiliki pedoman yang sama seperti Sdr Lindu Aji: Menjadikan Quran sebagai tolok ukur segala-galanya, menganggap Quran itulah yang 100% benar dan bacaan-bacaan lain bila tidak sesuai dengan Quran maka harus disingkirkan.

Sdr Silancah via Suara Hati, apakah sampeyan menganggap Quran itu berisi ajaran yang 100% benar?

Kalau iya, mari kita lupakan hadist dan sumber-sumber lain di luar Alquran. Mari kita cek isi Quran saja, apakah benar sesuai dengan harapan kita bahwa isinya tidak bertentangan dengan hati nurani.

Saya ingin lihat, apakah cara berpikir: "YAKIN dulu, FAKTA belakangan" benar-benar masih bisa diterapkan untuk Quran.


Teman Duladi,

Saya percaya semua hal yang baik-baik saja yang sesuai dengan keyakinan saya bahwa Allah maha segalanya dan Muhammad manusia sempurna. Saya percaya Quran, percaya hadiths, percaya sumber-sumber islam lainnya selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan saya itu.

Anda bebas mendiskusikan sumber apapun disini. Boleh Quran atau yang lainnya. Mari kita diskusikan.

saksang wrote:Tetap aja anda tidak paham bro, sepertinya saya harus lebih gamblang memberi contoh kepada anda, perhatikan baik baik kata saya, fakta itu adalah kebenaran yang dapat diterima oleh akal sehat manusia :

- Bumi itu bulat
- Bumi mengintari matahari
- London berada di inggris
- ikan paus bernafas dengan paru paru
- manusia normal memiliki 2 mata, 1 hidung, 2 telinga, 1 mulut, 2 tangan , 2 kaki , 10 jari tangan, 10 jari kaki

sampai kapanpun fakta fakta diatas tidak akan berubah,tetapi suatu fakta bisa tidak dipercaya karena manusia tidak menggunakan akal dan nurani nya dengan benar dan sehat serta fakta itu berlaku sepanjang masa.jadi ada kolaborasi antara akal dan nurani manusia itu menilai suatu fakta.

contoh contoh yg anda berikan bukanlah fakta sebenarnya, fakta anda bisa direkayasa, bisa disesuaikan dengan keinginan manusia, bisa digunakan buat menipu manusia, bisa juga buat membodohi manusia, serta fakta anda suguhkan akan bisa berubah rubah seiring waktu, jadi kita harus terlebih dahulu menggunakan apa yg ada pada kita untuk menilai suatu fakta, apakah masuk akal? apakah sesuai dengan nurani? apakah ada pertentangan antara akal dan nurani?



Bro, Saya paham dengan apa yang anda sampaikan.

Dan tepat seperti yang anda katakan “jadi kita harus terlebih dahulu menggunakan apa yg ada pada kita untuk menilai suatu fakta, apakah masuk akal? apakah sesuai dengan nurani? apakah ada pertentangan antara akal dan nurani?”. Saya yakin bahwa Muhammad manusia sempurna. Jadi kalau ada “fakta” yang setelah saya saring dengan akal dan hati saya tidak mencerminkan Muhammad sebagai manusia sempurna, ya sudah pasti itu salah. Ngawur.

saksang wrote:Muhammad di mata para muslim sangat sempurna, walaupun secara tegas kitab muslim bilang manusia suci itu cuma isa almasih :) tapi........dimata para kafir muhammad justru jadi bahan tertawaan, manusia bejat, pembunuh, perampok dan pemerkosa....jadi banyak pertentangan manusia yg menilai manusia yg bernama muhammad ini, yg lebih luar biasanya adalah justru kemunafikan muhammad ini di beritakan oleh kitab yg diyakini para muslim adalah suci :), tapi hal sekecil ini, muslim tidak bisa membuka matanya, benar benar ironis!!! malah sibuk meperkarakan kitab suci orang lain..


Saya punya akal dan hati nurani. Saya bisa membedakan mana yang baik dan jahat. Jika anda atau kafir lain mengatakan banyak fakta dari kitab muslim yang menggambarkan Muhammad berperilaku sebaliknya, ya sudah pasti karena anda atau kafir lain tidak yakin bahwa Muhammad manusia sempurna.

Cara berpikir anda terbalik. Untuk menemukan jalan lurus (“islam”) ini anda dituntut untuk yakin lebih dulu. Anda menolak pedoman ini, makanya anda “sesat”, melenceng dari jalan lurus.

saksang wrote:kalau anda memaklumi manusia manusia yg mempercayai muhammad itu manusia sempurna, karena keyakinan mereka, saya hanya memberikan kategori ke anda, bahwa anda juga tidak bisa memakai akal dan nurani anda secara benar dan evaluasi anda jelas jelas tidak objektif! ok saya paham kalau anda bisa bersifat netral, tapi ketahuilah bro, Kebenaran tidak ada toleransi dengan kepalsuan!!!!


Saya tidak pernah mengatakan bahwa kafir tidak menggunakan akal dan hati nuraninya. Yang saya katakan adalah untuk menemukan jalan lurus, mereka perlu merubah tahapan “berpikir dan menggunakan hatinya” setelah “yakin” lebih dulu. Jangan dibalik.

Anda baca apa yang saya sampaikan mengenai perintah Tuhan dalam kisah Ibrahim. Kalau anda menganalisa ini sebelum yakin, maka akal dan hati anda akan dengan mudah menyimpulkan bahwa perintah itu bukan dari Tuhan tetapi dari Setan. Tidak percaya, coba anda bayangkan itu terjadi pada diri anda? Tidak mungkin anda mau melakukan itu kan? Tapi buat orang yang yakin, perintah seperti ini justru menjadi cerita teladan kesetian manusia terhadap Tuhannya. Kenapa begitu? Ya, karena mereka yakin dulu. Ibrahim mau melakukan itu karena yakin akan Tuhannya. Kalau dia tidak yakin, ya sudah pasti gagal test kesetiaan.

saksang wrote:- Maaf bro, saya masih menggunakan akal dan nurani saya dgn benar, apa yg saya ketahui ttg muhammad yg diberitakan oleh kitab muslim, memperlihatkan dia memiliki moral rendah, bahkan saya jauh lebih bermoral daripada dia, tapi saya tidak berani mengklaim saya seorang Nabi Tuhan, saya tidak pernah :

- membunuh
- mengawini anak di bawah umur
- merampok
- memperkosa
- memerintahkan orang utk membunuh
- menipu
- memakai nama Tuhan (Tuhan Sejati ) utk ambisi saya pribadi
- memicu perang


jadi dari hal diatas, apa dasar anda mengatakan saya sesat? bagaimana mungkin saya mesti meyakini manusia yg bertentangan dengan akal dan nurani saya? ini sebagai contoh: bagaimana anda bisa meyakini orang yg telah memperkosa anak anda dikatakan manusia sempurna?? apakah akal dan nurani anda tidak berteriak???


Lho, apa contoh yang saya berikan diawal thread ini tidak cukup menggambarkan Muhammad yang begitu kejam, yang bertindak seperti Setan? Bahkan, lebih jauh, cerita itupun oleh banyak ahli muslim dinyatakan “sesuai” dengan Quran?.

Saya mengatakan anda sesat karena anda tidak berada di jalan lurus “islam”. Kalau anda ingin menemukan surga Allah, ya anda perlu jalan lurus ini. Jika tidak, ya anda tersesat.

Saya tidak mungkin akan mempercayai pemerkosa sebagai manusia sempurna. Ada-ada saja anda bro. Akal dan hati saya dengan mudah bisa mengatakan bahwa pemerkosa itu jauh dari sempurna.

Kalau anda ingin mengatakan itu dilakukan Muhammad berdasarkan “fakta” kitab-kitab muslim, saya akan bilang bahwa anda memahinya secara keliru. Setidaknya itu menurut keyakinan saya, lha wong saya itu yakin kalau Muhammad manusia sempurna. Masak manusia sempurna melakukan perbuatan yang jauh dari sempurna. Gak klop kan.

saksang wrote:pendapat diatas itu benar menurut saya dan oran orang yg mau memakai akal dan hati nuraninya, tentunya kontra dengan mereka mereka yg buta nurani, serta tidak bisa menggunakan akalnya dengan benar, jelas tidak bisa disamakan karena :


Sekali lagi saya tidak pernah mengatakan bahwa anda atau kafir lain tidak menggunakan akal dan hati nurani. Hanya tahapannya yang tidak sesuai dengan apa yang ditempuh oleh orang-orang yang yakin lebih dulu.

saksang wrote:Kebenaran tidak ada toleransi dengan kepalsuan!!!!
Terang tidak bisa menyatu dengan kegelapan, kegelapan akan sirna bila ada setitik cahaya terang :)


Tepat sekali.

Salam
suara_hati
 
Posts: 200
Joined: Fri Feb 01, 2008 11:13 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby wongBanyumas » Sun Aug 23, 2009 4:47 pm

suara_hati wrote:Saya bilang, “Bagi saya, Allah itu maha segalanya, Muhammad itu manusia sempurna, jadi tidak mungkin hal-hal keji seperti itu dilakukan oleh Muhammad, apalagi difirmankan Allah


Dari tulisan anda saya menyimpulkan bahwa anda telah banyak mengerti tentang kisah2 Muhammad dan Alloh yg sebut saja biadab, namun anda menyangkal kebenarannya. its OK, bagaimanapun saya menghargai pendapat Anda.

okeh, saya tidak akan menanyakan tentang Muhammad dan Alloh anda. yg saya ingin tanyakan adalah keyakian Anda.
Biasanya, keyakinan seperti anda berasal dari Dogma keluarga/lingkungan anda sejak kecil. Tentu saja dogma2 tersebut anda terima tanpa disadari karena berlangsung sejak kecil dan berangsur2 lama sekali, tanpa proses belajar mengajar spt disekolah pula. hehe...

Mari kita cermati baik2. Kita sama2 hidup di alam yang semua kejadian2nya bisa dijelaskan dengan logika, ilmu pengetahuan. Oleh karenanya, lebih aman jika kita memilih percaya pada runtutan fakta daripada dogma2 yg belum jelas kebenarannya. hal ini sama dengan membandingkan mitos dan kebenaran sains. Sbg manusia, jika kita menjumpai sebuah mitos bertentangan dengan sains, maka kita akan meyakin kebenaran sainsnya.

Nah, coba anda pikir. Jika keyakinan Anda tentang kebaikan Alloh dan Mohammad itu hanyalah dogma/mitos bagaimana??
Saya pikir akan sangat berbahaya jika tetap mempercayainya. Karena agama ini mengajarkan Teror kepada kafir yg bisa mengakibatkan aksi2 teror spt di Indonesia sekarang ini. Baiklah, mungkin anda menganggap orangnya yang telah salah menfsirkan. Bahkan dg asumsi spt itu, tetap saja islam adl ajaran yg paling sering disalah tafsirkan untuk melakukan teror.

Jadi alangkah baiknya anda tinggalkan dogma2 Kebaikan Alloh dan Muhamad yg belum tentu kebenarannya, daripada mempercayai dan membiarkannya berkembang, krn islam mempunyai peluang besar sbg dalang kerusuhan.

Terlebih lgi hal2 baik yg diajarkan Alloh maupun Muhammad bukanlah hal2 yg istimewa. hanya hal2 biasa yg bisa kita temukan sendiri maupun pd org baik disekitar kita. Tdk akan ada ruginya meninggalkan islam. justru sgt merugikan ketentraman kehidupan jk tetap mengimaninya, yaitu teror terusmenerus.


Para penulis hadis, mereka hanya berusaha menuliskan apa yang mereka dengar. tdk bisa jg kita seenaknya mengklaim bohong.

Adalah fakta, dlm Quran terdapat ayat2 sbb:

9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu

8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu

9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka

9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka

9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman

9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

8:65, Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir

3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

8:60 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu

Jadi sangat mungkin berdasar ayat2 diatas, Muhammad akan melakukan Hal2 keji
dan sangat mungkin kalo Alloh bukanlah Tuhan yg layak disembah.
wongBanyumas
 
Posts: 250
Joined: Sun Aug 02, 2009 1:19 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby Duladi » Sun Aug 23, 2009 5:18 pm

Sdr Silancah di dalam raga Suara Hati,

Silancah via Suara Hati wrote:Anda baca apa yang saya sampaikan mengenai perintah Tuhan dalam kisah Ibrahim. Kalau anda menganalisa ini sebelum yakin, maka akal dan hati anda akan dengan mudah menyimpulkan bahwa perintah itu bukan dari Tuhan tetapi dari Setan. Tidak percaya, coba anda bayangkan itu terjadi pada diri anda? Tidak mungkin anda mau melakukan itu kan? Tapi buat orang yang yakin, perintah seperti ini justru menjadi cerita teladan kesetian manusia terhadap Tuhannya. Kenapa begitu? Ya, karena mereka yakin dulu. Ibrahim mau melakukan itu karena yakin akan Tuhannya. Kalau dia tidak yakin, ya sudah pasti gagal test kesetiaan.


Tanya,
Ibrahim sebelum mendapat perintah itu, apakah sudah kerap berinteraksi dengan Tuhannya sehingga dia bisa membedakan mana Tuhan dan mana Iblis? Atau, perintah menyembelih anaknya itu adalah interaksi pertamanya dengan sosok "tuhan"?

Kalau itu interaksi pertamanya dengan tuhan, berarti Ibrahim orang **** karena langsung saja percaya dan menuruti apa yang diperintahkan.
Tetapi kalau sebelum itu, dia sudah kerap berinteraksi dengan Tuhannya dan dia tahu Tuhannya sanggup melakukan apa saja untuk kebaikannya, apa yang Ibrahim lakukan semata-mata adalah bentuk kepatuhan kepada Tuhannya yang memang sudah dia kenal cukup baik.

Nah, masalahnya, apakah kita sebagai muslim sudah cukup mengenal kedua sosok ini: Allah SWT dan Muhammad?
Apakah kita sebagai muslim pernah berinteraksi langsung dengan Allah SWT atau berjumpa langsung dengan Muhammad?

Dari mana asalnya klaim "Allah SWT Maha Segalanya dan Muhammad manusia sempurna"?
Dari kitab? Apakah kitab ini jatuh dari langit dan kita sendiri menyaksikannya, atau kitab hasil tulisan tangan manusia yang katanya berasal dari mulut nabi dan nabi mengakuinya sebagai kata-kata dikte dari malaikat?

Saya tidak sependapat dengan Sdr Silancah via Suara Hati yang menganggap Ibrahim melakukan metode "YAKIN DULU, FAKTA BELAKANGAN". Sebab Ibrahim sebelum mendapat perintah itu, dia sudah lebih dulu mengenal siapa Tuhannya. Ibrahim sama seperti non-muslim kebanyakan: "Fakta dulu, yakin belakangan."

Bila fakta-fakta sejarah membuktikan Muhammad manusia terpuji, tidak bejat moral dan perbuatannya dipenuhi dengan kebajikan, walau tidak disebutkan dalam Alquran pun, non-muslim pasti akan mengakui Muhammad sebagai manusia sempurna.

Masalahnya, sumber klaim tersebut asalnya dari Alquran yang menyatakan Muhammad adalah manusia sempurna, tapi baik Alquran maupun hadist keduanya sama-sama memojokkan posisi Muhammad sebagai manusia tidak sempurna. Kenapa bisa ada klaim seperti itu kalau kenyataannya justru menyatakan sebaliknya?

Saya harap Sdr Silancah tidak hanya duduk manis saja menyaksikan cara berpikirnya disindir dan dihayati oleh Sdr Suara Hati. Kalau Sdr Silancah merasa ada yang salah dengan penyampaian Sdr Suara Hati, sebaiknya protes dong agar tidak ada fitnah. Mungkin penjiwaan Sdr Suara Hati sudah tepat mengenai cara berpikir Sdr Silancah, tapi siapa tahu Sdr Silancah telah mengubah pandangannya.

Saat ini saya beranggapan Sdr Silancah telah menggunakan ajian rogo sukmo, di mana sampeyan merasuki raga Sdr Suara Hati.

Silancah via Suara Hati wrote:Saya percaya Quran, percaya hadiths, percaya sumber-sumber islam lainnya selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan saya itu.
Anda bebas mendiskusikan sumber apapun disini. Boleh Quran atau yang lainnya. Mari kita diskusikan.


Tanya dulu,
Dari mana asal-muasalnya KEYAKINAN sampeyan itu?
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby saksang » Sun Aug 23, 2009 6:02 pm

Dari diskusi ini saya bisa menarik kesimpulan dan penilaian dari anda. Kesimpulan ini saya nilai berdasarkan HUkUM EMAS manusia : Perlakukan orang lain seperti engkau ingin diperlakukan

MAKA :


1. Anda percaya bahwa muhammad itu manusia sempurna, anda meyakininya walau akal dan nurani manusia pada umumnya menolak dia disebut manusia sempurna, intinya " tidak peduli kata orang " yg penting aku percaya muhammad manusia sempurna titik. gak peduli apa yg diajarkan islam itu, mau bunuh kafir kek...perkosa kafir kek..masa ****, yg penting muhammad OK , walaupun banyak kotoran dimukanya....!

2."Jalan Lurus " dalam islam benar benar tidak pernah lurus, jika kita berpikir dengan akal dan nurani sebagai mana layaknya manusia yg beradab, bermoral, sosial dan kebaikan

3.Saya harus mensetujui semua tindakan tuhan allah swt dan muhammad, jika saya benar benar mengerti "jalan lurus" ala islam walaupun didalam islam itu penuh darah, kebusukan, kejahatan dan kebodohan


jadi kata dari saya untuk anda :


1.Anda dengan argumen ngawur dan timpang berusaha membuat sebongkah kotoran menjadi makanan favoritmu
2.Melihat cara anda beragumen anda memiliki pola pikir, kesenangan,ambisi sama spt muhammad
3.standar moral dan nurani anda tidak bisa di terima oleh manusia manusia beradab dan berakal sehat karena levelnya tidak jauh dgn muhammad

standar yg anda pakai menggunakan standar manusia abad ke 7 yg jelas jelas bila dinilai saat ini sudah usang dan tidak bermoral dan berprikemanusiaan...dan sangat cocok dimasukan ke Rumah sakit jiwa atau ke penjara


Kebenaran tidak ada toleransi dengan kepalsuan!!!!
Terang tidak bisa menyatu dengan kegelapan, kegelapan akan sirna bila ada setitik cahaya terang :)

memang tepat sekali...tapi bukan untuk muhammad dan anda.....karena anda dan muhammad = KEPALSUAN

ini kesimpulan saya atas diskusi ini

cukup sampai disini
saksang
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby newbie » Sun Aug 23, 2009 6:22 pm

Salam suara_hati, (bole ya saya panggil inisial SH saja untuk mempercepat pengetikan)

di thread yg anda maksud, silancah sudah menjawab bahwa muhammad juga manusia biasa. Dan pertanyaan yg saya ajukan ialah apakah dalam diri muhammad "berpotensial" melakukan dosa? Dia menjawab: YA. Kemudian setelah bertukar argumen, saya dan yang lain menunjukkan logikanya yg berputar-putar.

Terima kasih anda menjawab pertanyaan saya O:) Dan kalau begitu setujukah wahai saudara muslim, saya menyimpulkan jawaban muslim versi lain ialah: Mohammed = Manusia sempurna

Dengan klaim muslim bahwa Mohammed itu manusia sempurna. Tolong muslim beri bukti kepada saya bahwa Mohammed itu manusia sempurna.. Yakinkan saya dengan argumen terbaik bahwa mohammed itu manusia sempurna.


Newbie
newbie
 
Posts: 712
Joined: Thu Mar 19, 2009 9:39 pm
Location: TIM HORE-HORE (COROLEADER) BASECAMP

Re: Ngawurnya Ahli Islam: Quran 5:33-34 dan hadiths terkait

Postby cuman_liat_liat » Sun Aug 23, 2009 6:54 pm

wongBanyumas wrote:
Adalah fakta, dlm Quran terdapat ayat2 sbb:

9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu

8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu

9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka

9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka

9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman

9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

8:65, Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir

3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

8:60 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu


ga ngeti neh, yang ngerti quran tolong jelasin, ato mungkin mas suara hati bersedia, saya bingung sama yang diatas
cuman_liat_liat
 
Posts: 20
Joined: Sun Aug 23, 2009 4:17 pm

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users