.

BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Postby H.Nadri Saaduddin » Sun Jun 11, 2006 7:14 pm

BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Oleh H.Nadri Saaduddin

Diantara sekian banyak do'a yang akan didengar Allah dan dikabulkan-Nya satu diantaranya adalah do'a orang-orang yang dizalimi atau "teraniaya". Itulah sebabnya Al-Qur'an dan juga Rasulullah SAW sangat menekankan sekali kepada umatnya agar jangan berlaku aniaya terhadap apa-apa yang telah diciptakan Tuhan (terutama sesama umat manusia), sebab tiada dinding yang bisa menghalangi kelangsungan do'a-do'a orang teraniaya bila ia mengadukan penganiayaan yang dideritanya kepada Allah Taala.

Kalau kita berbincang-bincang mengenai penganiayaan , salah satu diantara penyebabnya adalah fitnah. Mengenai bagaimana jahat dan kejinya fitnah, Al-Qur'an telah memberikan peringatannya secara jelas dan tegas ......"walfitnatu asyaddu minal qatli....dan fitnah itu lebih jahat dari pembunuhan,...(QS. 2:192). Adapun salah satu diantara penyebab timbulnya fitnah adalah "buruk sangka", sebagaimana diisyararatkan dalam ayat Al-Qur'an berikut ini. "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari syak wasangka , sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu mengunjing (membicarakan aib) sebagian yang lain...."...(QS. 49:12)

Salah satu peristiwa besar di awal abad ini yang termasuk kedalam kategori fitnah adalah "gelar atau julukan kehormatan" yang dianugerahkan Mainstream umat Islam terhadap saudara mereka seagama dari satu kelompok yang menyebut diri mereka Jemaat Ahmadiyah. "Gelar kehormatan" tersebut diantaranya adalah "Kafir", "Non Muslim" , "Murtad", "Kaki Tangan Inggeris", "Antek-antek Zionisme", "Pengubah-ngubah Teks Al-Qur'an" dan sebagainya. Begitu santernya "hembusan mulut jahil" yang dikompori oleh para ulama-ulama Mainstream itu mengumandangkan "gelar kehormatan" (fitnah) tersebut, sehingga orang awam yang sebelumnya tidak pernah mendengar , atau mungkin tidak pernah mempunyai sangka buruk terhadap golongan Islam dari Jemaat Ahmadiyah , begitu setelah mendengar hembusan fitnah yang begitu dahsyat tiupannya, maka dengan tiba-tiba saja mereka ikut jadi latah serta membeo mengatakan apa yang telah didengarnya (fitnah) itu terhadap Jemaat Ahmadiyah.

Mereka tidak menyadari, bahwa dengan berbuat seperti itu (yakni ikut-ikutan menyebarkan fitnah) tanpa merasa perlu untuk menyelidiki kebenarannya , maka dengan sendirinya mengakibatkan diri mereka pun telah terhanyut arus yang salah menurut batasan yang telah ditetapkan Al-Qur'an diatas. Mereka juga telah ikut melanggar pesan serta wasiat Allah Ta'ala dan Rasulullah SAW sebagaimana diisyaratkan ayat Al-Qur'an berikut ini.

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang-orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya , sehingga kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu. "......(QS. 49:6).

Tidak menentang perang....

Semua orang yang berpikiran adil tentu telah mengetahui bahwa pihak Jemaat Ahmadiyah sama sekali tidak pernah mengajukan "tantangan perang" kepada saudaranya dari umat Islam lainnya, sehingga mereka merasa perlu menyerang balik. Demikian juga tak pernah ada "acungan kepalan tangan" untuk mengajak mereka berkelahi . Kemungkinan yang mereka anggap merupakan suatu tantangan dari pihak Jemaat Ahmadiyah adalah iktikad Jemaat Ahmadiyah yang menyebutkan bahwa akan ada lagi kenabian sesudah Muhammad SAW, dan rupa-rupanya hal itu dirasakan oleh mereka bukan sebagai tamparan pada pipi belaka, namun suatu jotosan dahsyat yang menerobos menghantam ulu hati mereka.Hal ini terbukti dengan sikap kalap dan pitam yang diperlihatkan mereka terhadap saudara mereka sendiri dari Jemaat Ahmadiyah tersebut.

Dan sejarahpun memberikan kesaksian kepada kita sekarang ini , , betapa kalapnya Ulama-Ulama Islam itu menghadapi Jemaat Ahmadiyah sebagaimana juga kalapnya Ulama-ulama kaum Yahudi dahulu ketika mendengarkan pendakwaan Isa al Masih sebagai Rasul yang dijanjikan bagi mereka. Dan kekalapan orang-orang Yahudi itu mencapai puncaknya ketika fitnah yang sebelumnya dilancarkan terhadap Nabi Isa a.s. itu berakhir dengan penangkapan serta penyaliban beliau.

Nah, kejadian yang menimpa Isa a.s. itu persis serupa hal keadaannya dengan keadaan yang kita jumpai pada zaman ini, yakni dikala manusia terutama orang-orang Islam sedang sepakat beriktikad "tidak akan ada lagi nabi". Rupa-rupanya menunjuk kepada persamaan itulah, mengapa Allah SWT menamakan Nabi yang akan datang diakhir zaman itu dengan sebutan Al-Masih Mau'ud ( Al-Masih yang dijanjikan).

"Alergi" manusia kepada masalah kenabian, rupa-rupanya bukanlah monopoli umat-umat terdahulu saja (yang mengenai itu kita dapat mengetahuinya dari Al-Qur'an tentang kisah kaum Nabi Nuh a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Shaleh a.s. dsb), karena pada kenyataannya pada zaman inipun "kealergian" terhadap masalah kenabian tersebut masih melekat utuh pada kebanyakan manusia. Begitu dahsyatnya "kealergian" tersebut, sehingga "daging saudaranya" pun tidak mereka lewatkan untuk segera "disantap" dengan lahap. Padahal mengenai itu Al-Qur'an diatas selanjutnya mengatakan. "Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudara yang telah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."....(QS. 49:12).

Namun mereka sedikitpun tidak menghiraukan teriakan dan pengakuan dari saudaranya yang mengatakan: "Kami adalah orang Islam! Kami orang Islam! Kami orang Islam! Bahkan mendengar teriakan itu , menjadikan mereka semakin brutal ibarat harimau yang lapar yang mencium anyirnya baunya darah manusia dengan mengatakan: "Darah orang-orang Ahmadi halal untuk ditumpahkan"..... Masya Allah.

Kalau kita memperhatikan keadaan mereka maka dapatlah kita memberikan kesimpulan bahwa merekalah sesungguhnya yang telah banyak melakukan pelanggaran tetapi mereka tidak menyadarinya. Salah satu pelanggaran yang mereka lakukan terhadap ajaran Al-Qur'an adalah mengenai hukum perdamaian sebagaimana diisyaratkan Al-Qur'an berikut ini.

"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya, jika salah satu diantara kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu (oleh semuanya) sampai golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada Allah) maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adil".....(QS. 49: 9).

Kalau menurut mereka pihak Jemaat Ahmadiyah dianggap "mengadakan pembangkangan" dengan mempercayai adanya lagi nabi sesudah Muhammad SAW, maka kapan "musyawarah" itu pernah ditawarkan kepada Jemaat Ahmadiyah? Yang terjadi malah sebaliknya, yakni dari pihak Jemaat Ahmadiyah, baik secara langsung ataupun melalui lembaga yang sah telah diajukan tawaran untuk mengadaakn musyawarah mengenai masalah tersebut.

Kejadian seperti itu kalau diukur menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT di dalam Surah Al-Hujurah ayat 9 diatas boleh dikatakan "aneh tetapi memang nyata" , bukan sipenengah yang menyodorkan untuk bermusyawarah, tetapi sebaliknya yang dianggpa "pembangkang"lah yang mengundang untuk berembuk.

Mengomentari QS. 49: 9 yang kami kutip sebelumnya ini, sebenarnya tidaklah dapat dipisahkan dengan keadaan manusia pada umumnya sekarang ini. PBB yang sampai detik ini nampaknya masih belum saja berhasil menciptakan perdamaian didunia ini adalah dikarenakan mereka telah melalaikan "konsep perdamaian" yang telah diketengahkan oleh Al-Qur'an tersebut.

Kita lihatlah negara-negara yang duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB itu sama sekali tidak bertindak sebagai penengah dalam menyelesaikan masalah pertikaian antara satu negara dengan negara lainnya, melainkan mereka lebih banyak sebagai sponsor yang mengkompori terjadi peperangan dan pertikaian antar negara.

Demikian pula yang terjadi pada pemilik "lumbung konsep yang agung" dari Al-Qur'an ini, mereka pun telah melalaikan konsep tersebut. Lihatlah, buktinya sesama negara Islam di Timur Tengah pun saling berbentrok sesama mereka. Bila ada pertentangan antara satu negara Islam dengan negara Islam lainnya, maka negara Islam yang lain bukannya dalam keadaan kompak untuk memboikot negara Islam yang membandel itu , tetapi mereka malah saling memihak kepada pihak yang bertikai.

Jadi bila kita lihat dan direnungkan, sungguh menggelikan sikap umat Islam diakhir zaman ini. Mereka berjuang dengan semboyan "untuk memenangkan Islam" ! Tetapi kenyataannya dalam satu dan antara lainnya saling bakuhantam. Mereka berjuang untuk mengIslamkan umat manusia, tetapi dalam kenyataannya yang sudah Islam pun (yakni Jemaat Ahmadiyah) mereka kafirkan dan keluarkan dari Islam sementara orang-orang yang betul-betul murtad dari agamannya mereka biarkan begitu saja.

Rupa-rupanya umat Islam diakhir zaman ini sudah "doyan dan ketagihan darah dan daging saudaranya sendiri". Atau penglihatan mereka yang terbalik , sehingga mereka melihat saudaranya sendiri sebagai musuh dan memandang musuhnya sebagai saudara sendiri...Padahal secara jelas Al-Qur'an dengan tegas telah mewasiatkan kepada umat Islam. "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan rahmat".....(QS. 49: 10).

Memang kerukunan hidup hanya bisa terwujud dengan adanya musyawarah dan perdamaian diantara sesama umat manusia. Dengan kerukunan dan bukannya dengan perang serta tindakan pembinasaan lainnya "surga dunia" akan terwujud dialam ini. mengenai hal itu Allah Taala berfirman sebagai berikut:

"Dan oleh karena Rahmat dari Allah-lah maka engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka , dan jika sekiranya engkau kasar, niscaya mereka akan cerai-berai dari keliling engkau. Maka maafkanlah mereka dan mintalah ampunan dari Allah bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan pemerintahan; dan apabila engkau telah menetapkan suatu maksud, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.".....(QS. 3:159).

Hanya dengan pena....

Dengan warna itulah Jemaat Ahmadiyah memperjuangkan misinya keseluruh penjuru dunia. Satu-satunya senjata yang dipergunakannya untuk mencapai tujuan luhurnya itu (yakni memenangkan Islam atas semua agama) , bukanlah pedang, bukan pula bedil atau meriam. Juga bukan teror ataupun fitnah melainkan "ketajaman pena". Dengan berkat ketajaman serta kelincahan mata pena yang dilumuri dengan tinta makrifat-makrifat Al-Qur'an, serta digerakkan oleh "tangan suci" Pendiri Jemaat Ahmadiyah (Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s) , berserta para Khalifahnya, maka mata air Islam yang selama ini terhenti dari membersitkan kesejukan air rohaninya lantaran tiada "pancuran" (hati) yang bersih untuk mengalirkannya, telah berhasil menyirami kegersangan hati yang selama ini diderita oleh orang-orang Barat.

Memang sekarang kita lihat orang-orang Eropa dan Amerika telah mulai berpaling kepada ajaran Islam (Al-Qur'an) yang dipersembahkan oleh Jemaat Ahmadiyah. Maka, sebagaimana sering kita dengar bahwa Matahari (Islam) akan terbit dari barat, insya Allah akan segera terwujud dengan nyata. Islam (Al-Qur'an) dengan tegas mengatakan "Laa ikraha fiddien"...Tidak ada paksaan dalam agama"....(QS. 2:256).

Tidak ada manfaat dan keuntungan buat perdamaian dan kesucian akhlak yang bisa diperoleh dari orang-orang yang hanya sebatas bibirnya saja mengaku Islam. Oleh karena itu untuk membawa manusia kepada Islam, tidaklah cukup dengan membuat mulut mereka mengatakan "kami Islam" , sementara hati dan tingkah lakunya melantur jauh dari ajaran Al-Qur'an . Tetapi yang lebih penting dari itu adalah menaklukkan hati mereka, sehingga mereka terpesona oleh keindahan serta ketinggian ma'rifat-ma'rifat Al-Qur'an.

Dan mengenai orang-orang yang hanya mengaku Islam sebatas bibir mereka , Allah Taala telah berfirman sbb:

"Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah, tentang agamamu (keyakinanmu) pada hal Allah mengetahui segala sesuatu. Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu (Muhammad) dengan keIslaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan memimpin kamu kepada keimanan, jika kamu orang-orang yang benar. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib dilangit dan dibumi dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan"......(QS 49: 16-19).

Kembali kepada pokok uraian semula, jika pada kenyataannya pada saat ini dunia dilanda azab dan malapetaka, maka janganlah berburuk sangka menuduh si teraniaya (Jemaat Ahmadiyah) telah mendo'akan yang buruk buat umat manusia, sekali-kali tidak. Turunnya azab dari Allah adalah merupakan sunatullah, yakni dimana RasulNya di tolak oleh manusia, maka azab pun akan melanda mereka. Hal ini bisa kita lihat dalam beberapa ayat-ayat Al-Qur'an , misalnya: "Apakah belum datang kepadamu berita orang-orang kafir dahulu? Dan mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatan mereka dan mereka telah memperoleh azab yang pedih. yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul diantara mereka dengan membawa keterangan-keterangan , tetapi mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka) dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 64: 5-6).

Pada zaman ini si "teraniaya" yakni Jemaat Ahmadiyah mendapat "penganiayaan" seperti isyarat diatas hanyalah karena mereka telah beriman kepada Rasul Allah yang datang di akhir zaman ini. Maka sesuai dengan isyarat ayat itu pula azab dan bala bencana yang menimpa manusia pada saat ini pun adalah akibat manusia mendustakan kebenaran yang datang dari Allah SWT (Nabi).

Semoga hati mereka segera dapat melihat kembali agar bisa menikmati terang benderangnya cahaya Mentari Rohani yang terbit setelah malam gelap yang pekat. Dan akhirnya sebagai penutup tulisan ini ada baiknya dikutip kembali ayat-ayat Al-Qur'an Surah Al-Hujurat diatas tadi, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi mereka yang berfitrat suci: " Wahai orang-orang yang beriman apabila datang kepadamu orang-orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan (yang sebenarnya) sehingga kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu. Wahai orang-orang yang beriman , janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkannya), dan jangan pula wanita wanita-wanita (memperolok-olokkan) wanita lain, karena boleh jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang memperolok-olokannya) , dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk . Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah (mereka) beriman, dan barangsiapa yang tidak bertaubat , maka mereka itulah orang-orang yang zalim.".....(QS . 49: 7-12).

Sampai jumpa lagi....

.
H.Nadri Saaduddin
 
Posts: 160
Joined: Sun Jun 11, 2006 4:30 am
Location: Payakumbuh

Re: BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Postby abe » Sun Jun 11, 2006 7:35 pm

H.Nadri Saaduddin wrote:BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Oleh H.Nadri Saaduddin


Sampai jumpa lagi....

.


Assalammualaikum Haji,

Alhamdullilah, for your englightment and explanation.

If all moslems can think wisely, like you do, the world will become peaceful.

I am not a moslem or christian , but I really respect to you with all my heart.


Wassalam,
abe
 
Posts: 69
Joined: Sat May 27, 2006 10:00 pm

Postby ali5196 » Sun Jun 11, 2006 9:22 pm

Wak haji, daripada anda membual ttg 'indahnya islam', tolong lurusin yg ini dulu :

MELURUSKAN MAKNA JIHAD
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2922

JUGA, anda percuma datang kesini jualan 'Islam moderat' kalau anda tidak bisa jawab yg dibawah ini:

-apa beda ayat2 Mekah dan ayat2 Medinah dlm Quran ?

-mana ayat2 yg sudah diabrogasi/dibatalkan ?

-mana muslim tulen : Bin Laden atau Gus Dur ?

-tahukah anda bahwa Quran mengandung 147 ayat jihad yg menuntut pemberangusan kafir (murtad, musyrikun, kafir)

-tahukah anda bahwa Muhamad seorang pedofil, pembunuh masal, perampok dan penjarah ?

-tahukah anda artinya TAQQIYA ?

Kalau anda tidak tahu semuanya itu, nongkrong dulu disini, baca artikel2 yg sudah diterjemahkan utk anda disini dan baru anda berkomentar.

kalau anda mau membual ttg Islam, silahkan ke IslamOnline MyQuran dsb. Disitu orang memang mau dikibulin. Disini kita lain lagi, tuh !

salam :wink:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Postby polsus » Mon Jun 12, 2006 4:23 pm

H.Nadri Saaduddin wrote:BENARKAH KABAR-KABAR ITU ?

Oleh H.Nadri Saaduddin


Dengan warna itulah Jemaat Ahmadiyah memperjuangkan misinya keseluruh penjuru dunia. Satu-satunya senjata yang dipergunakannya untuk mencapai tujuan luhurnya itu (yakni memenangkan Islam atas semua agama) , bukanlah pedang, bukan pula bedil atau meriam. Juga bukan teror ataupun fitnah melainkan "ketajaman pena". Dengan berkat ketajaman serta kelincahan mata pena yang dilumuri dengan tinta makrifat-makrifat Al-Qur'an, serta digerakkan oleh "tangan suci" Pendiri Jemaat Ahmadiyah (Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s) , berserta para Khalifahnya, maka mata air Islam yang selama ini terhenti dari membersitkan kesejukan air rohaninya lantaran tiada "pancuran" (hati) yang bersih untuk mengalirkannya, telah berhasil menyirami kegersangan hati yang selama ini diderita oleh orang-orang Barat.

Memang sekarang kita lihat orang-orang Eropa dan Amerika telah mulai berpaling kepada ajaran Islam (Al-Qur'an) yang dipersembahkan oleh Jemaat Ahmadiyah. Maka, sebagaimana sering kita dengar bahwa Matahari (Islam) akan terbit dari barat, insya Allah akan segera terwujud dengan nyata. Islam (Al-Qur'an) dengan tegas mengatakan "Laa ikraha fiddien"...Tidak ada paksaan dalam agama"....(QS. 2:256).



.




heh...heh..ni ade lagi si nadri, jualan achmadiyah. bullshit semua yang lo omongin. kalu soal kebejadan islam, lo sama semua tau ngga. mo suni ke, mo syiah ke, mo achmadiyah ke sama semua lo iblis nye. cuma kebetulan aje lo di sini minoritas jadi dimakan dagingnye ame sesama islam. kalo soal damai mah, lo jangan ngimpi deh. contoh nye syiah ame suni, kaga bakalan damai deh. percaya gue. wong pendirinye syiah husin cucu mohamad aje dibunuhnye ame ulame2 islam suni. jadi dendemnye otomatis sampe sekarang dong. tau kaga si lo cerita kaya gini. jangan2 lo juga kaga tau aliran lo achmadiyah ade 2 sub aliran yaitu quadian dan lahore. lo tau ga pecahnye gare2 kenape ? nih gue bilangin ye, gare2 si mirza gulam achmad konyol, selalu gagal dalam ngeramalin jatuh temponye hari kiamat. jadi berarti kan die udeh gagal dong jadi nabi, apalagi jadi imam mahdi. ato dengen perkataan lain, die itu cuman tukang cepoa doang. kok nyang kaya gini lo masih ikutin sih. pake dong tu otak, jangan lo taruh dipantan aje. udeh dulu. *****
polsus
 
Posts: 190
Joined: Mon Jun 05, 2006 3:51 pm

Postby H.Nadri Saaduddin » Mon Jun 12, 2006 5:26 pm

He...he... sampean ngomongnye kok kak kayak begini kalau ente kesusahan buat ngepahami tulisan ane kan ente bisa tanyain dari pade elu ngomong kayak orang kebakakaran jenggot... Udah ya, lu tanggapin aje tulisan ane yang laen.
Shalom...
H.Nadri Saaduddin
 
Posts: 160
Joined: Sun Jun 11, 2006 4:30 am
Location: Payakumbuh


Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron