Page 4 of 4

PostPosted: Thu Oct 27, 2005 2:47 am
by somad
Dear All,
Dalam merumus kan Islam yg benar ternyata tidak semudah yg kita sangka

Dan ternyata untuk menjadi seorang Muslim/hidup sebagai Muslim tidaklah semudah masuk Islam.Nyaris harus jadi manusia yg sempurna luar dalam.
Dikatakan Islam tidak mempersulit, Agama mudah, Agama yg paling baik dst. namun kenyataannya adalah tidak demikian.

Bagi seorang Muslim ia harus tau cara membaca Alquran dengan lafal dan intonasi yg benar, dan untuk memahaminya dia harus bisa berbahasa ARAB serta melengkapi dengan Hadis dan AsbhabulNuzul, untuk menjadi Muslim yg saleh ia harus mengetahui yg HARAM dan HALAL. Dua kata sederhana yg terdiri atas 5 huruf ternyata untuk memahaminya tidak sesederhana bentuk katanya.
Untuk memahami kedua kata tersebut pun dibutuhkan Intelegensia yg cukup tinggi dan tidak semua Muslim mempunyainya. Ada ribuan hal yg dikategorikan sebagai Halal dan Haram yg dijabarkan para Alim Ulama dari Alquran dan Hadis.

Silahkan anda lihat di:
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/index.html

Siapa bilang ISLAM MUDAH?

Wasalam.

PostPosted: Wed Nov 09, 2005 4:25 pm
by qprim
Apa kabar, mbah Somad ? mudah 2x an masih inget sama saya.......

mbah somad wrote:Dear All,
Dalam merumus kan Islam yg benar ternyata tidak semudah yg kita sangka

Dan ternyata untuk menjadi seorang Muslim/hidup sebagai Muslim tidaklah semudah masuk Islam.Nyaris harus jadi manusia yg sempurna luar dalam.
Dikatakan Islam tidak mempersulit, Agama mudah, Agama yg paling baik dst. namun kenyataannya adalah tidak demikian.


Mbah somad, saya mau nanya sedikit ya......
Apa ada proses merumuskan dan memahami agama (apapun) yang gampang, mudah, dan manjur cespleng ?
Setau saya ajaran agama itu bukan seperti petunjuk manual operasional yang bisa langsung diterapkan gitu aja, melainkan memang perlu proses penalaran dan pemahaman dari masing 2x individu. Jadi saya nggak terlalu heran kalo outputnya beda 2x ke tiap orang.
Kenapa mbah Somad nggak ambil jalan yang sedikit lebih simpel, misalnya dengan memilah dan mengambil pemahaman tentang agama yang mbah anut (Islam) sesuai selera dan interpretasi mbah sendiri aja. Contohnya seperti Ulil dan kawan 2x di jil. Memang resikonya lumayan gede juga sih...... Tapi daripada lieur terus. :roll:

Btw, mohon maap lho kalo komentar saya ini dianggap oot oleh mbah Somad dan juga moderators. Kalo memang tempatnya dianggap kurang cocok, silahkan dipindah.

PostPosted: Wed Nov 09, 2005 5:26 pm
by kamen Rider
Selamat datang QPRIM! Memang di dalam forum kekanak-kanakan seperti ini dibutuhkan orang beragama (beragama bukan? :D ) yang berpikiran dewasa seperti anda.Supaya memberi pencerahan kepada orang beragama dan tidak beragama yang berpikiran kekanak-kanakan (walaupun udah tua :lol: ). :D

QPRIM wrote:Contohnya seperti Ulil dan kawan 2x di jil. Memang resikonya lumayan gede juga sih...... Tapi daripada lieur terus.


Setuju banget! Menurut gw nih,kalau nggak mau diteriakin yang macem-macem,ya nggak usah diumumkan keyakinan beda yang kita jalankan.Cukup kita kita rasakan sendiri nikmatnya beragama (kayak gw) :wink: Atau kalau memang mau teriak juga,ya harus sabar aja diteriakin balik . . . pan orang sabar itu disayang Tuhan (katenye :lol: )

PEACE N LOVE

PostPosted: Wed Nov 09, 2005 9:50 pm
by qprim
kamen rider wrote:Selamat datang QPRIM! Memang di dalam forum kekanak-kanakan seperti ini dibutuhkan orang beragama (beragama bukan? ) yang berpikiran dewasa seperti anda.Supaya memberi pencerahan kepada orang beragama dan tidak beragama yang berpikiran kekanak-kanakan (walaupun udah tua ).


Terima kasih atas sambutannya. Di ktp jelas kolom agama terisi. Tapi kalo menjalankan kayaknya udah lama banget nggak. Saya nggak akan nyebut isi ktp saya disini, takut banyak yang tersinggung. Anggap aja saya sealiran sama john lennon :wink: .

Tujuan saya disini untuk diskusi, bukan ngasih pencerahan ke siapapun. Kayaknya saya belum segitu hebatnya. Apalagi sama mbah somad yang udah banyak makan asam garam. Justru saya punya pertanyaan dan rasa penasaran yang agak mirip dengan mbah somad. Bedanya pertanyaan saya tidak khusus untuk islam aja, tapi juga untuk agama 2x yang lain.

kamen rider wrote:Menurut gw nih,kalau nggak mau diteriakin yang macem-macem,ya nggak usah diumumkan keyakinan beda yang kita jalankan.Cukup kita kita rasakan sendiri nikmatnya beragama (kayak gw) Atau kalau memang mau teriak juga,ya harus sabar aja diteriakin balik . . . pan orang sabar itu disayang Tuhan (katenye )


Saya sih nggak keberatan sama orang yang mengumumkan keyakinan atau pemahaman yang beda. Saya nggak pernah terganggu sama keyakinan dan pikiran orang lain. Buat saya yang bisa mengganggu dan mengusik itu tindakan. Dan saya nggak menganggap mbah somad teriak 2x.

Peace n love. Kalo yang ini saya setuju 100%. 8)