.

THE CORRECT FORM OF ISLAM itu yang bagaimana ?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Postby btara_indra » Thu May 31, 2007 9:35 pm

noislam_worldpeace wrote:Sebenarnya ada lagi yang lebih kocak loh bung. Anda pernah sadar dan mencari tahu ndak kenapa penanggalan arab (islam) selalu tidak sama setiap tahunnya? Contohnya: kenapa hari raya kita umat muslim tidak pernah di bulan yang sama? Tahun lalu bulan a, dua tahun lagi umat muslim udah ngerayain idul fitri di bulan d. Harus diakui bung, secara ilmu matematika, islam waktu bikin itung-itungan masih IQ jongkok.
Mungkin mbak Rebecca mau membahas tentang kelemahan penanggalan Arab ini?


u/ noislam_worldpeace:
Sebelum Anda komentar seperti di atas, Anda tahu beda antara penanggalan Hijriah dengan penanggalan Masehi? Tampaknya Anda tidak tahu karena jika Anda tahu Anda tidak akan komentar seperti di atas karena akan menunjukkan bahwa IQ Anda-lah yang sebenarnya jongkok.
Ini saya jelaskan sedikit sesuai kemampuan saya sebagai orang Islam yang punya IQ jongkok :
- Penanggalan Masehi memakai perhitungan bumi mengelilingi matahari (syamsiyah, syam=matahari), jumlah hari dalam satu bulan kalender syamsiyah maksimal 31 hari (bisa 28, 30 atau 31 hari).
- Penanggalan Hijriah memakai perhitungan bulan mengelilingi bumi (qamariyah, qamar=bulan), jumlah hari dalam satu bulan kalender qamariyah maksimal 30 hari (bisa 29 atau 30 hari).
Jelas bedanya kan?

Jika Anda berpendapat perayaan hari2 besar Islam selalu berbeda dengan tahun sebelumnya, itu karena Anda melihatnya berdasarkan tahun/kalender Masehi (Syamsiyah), bukan dengan kalender Hijriah. Ya jelas beda donk. Kalau mau membahas hari besar2 Islam, ya harus pakai tanggalan Hijriah.
Biar jelas, saya kasih contoh (ini cuma contoh sederhana):
1 Syawal = Idul Fitri
10 Zulhijah = Idul Adha
1 Syura = Tahun baru Hijriah
17 Ramadhan = Nuzulul Qur'an
12 Rabi'ul Awal = Maulid Nabi.

Jika misalnya, pada tahun 2006M, Maulid Nabi tiba pada bulan Desember, maka pada tahun 2007M, bisa jadi Maulid Nabi tiba pada bulan Nopember. Ya wajar dan gak aneh,lha wong sistem penanggalannya juga beda. Tapi, yang jelas, baik pada tahun 2006 ataupun tahun 2007 tersebut, Maulid Nabi tetap diperingati pada 12 Rabiul tahun Hijriah. Dimana bedanya? Tidak ada. Malah kalau misalnya pada tahun 2007M, Maulid Nabi dirayakan tetap pada bulan Desember seperti pada tahun 2006M (seperti logika Anda yang ternyata cuma jongkok itu), itu malah lucu dan aneh karena bulan Desember 2007M itu pasti bukan bulan Rabiul Awal. Jelas?

Sekarang, buktikan jika Anda memang benar:
Pada tahun Hiriah xxxx, Maulid Nabi dirayakan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Apakah pada tahun Hijriah xxxx-1 (satu tahun sebelumnya) dan tahun Hijriah xxxx+1 (satu tahun sesudahnya) dirayakan TIDAK pada tanggal 12 Rabiul Awal? Jika Anda tahu bahwa dalam 3 tahun Hijriah tersebut ada perayaan Maulid Nabi yang tidak sama, tunjukkan tahun2 Hijriah berapa itu?

Komentar Anda semakin menjadi bukti betapa bencinya orang2 kafir harbi (kafir yang memusuhi Islam) seperti Anda itu kepada Islam: tidak tahu masalah Islam (dhi. masalah kalender Islam), tapi sudah komentar miring tentang Islam malah ngataian IQ jongkok lagi...eh ternyata malah IQ Anda yang jongkok!
btara_indra
 
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Postby btara_indra » Thu May 31, 2007 9:43 pm

IHS wrote:
LEBIH KASIHAN KAMU YG TIDAK PERCAYA KEPADA YESUS TETAPI PERHITUNGAN BULAN DAN TAHUNNYA DIMULAI DARI TAHUN NOL SAAT YESUS LAHIR.

KALAU KAMU KONSISTEN JANGAN TERIMA GAJI TGL 30 / 31 TIAP AKHIR BULAN DONG. ITU PENANGGALAN MASEHI (DIMULAI DARI KRISTUS LAHIR)


u/ IHS:
tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari lahir Yesus. Perhitungan bulan dan tahun masehi dianggap dari saat Yesus lahir. Padahal tahun Masehi bermula pada 1 Januari, bukan 25 Desember. Jadi, kalau mau ngomong soal KONSISTEN, harusnya tahun baru Masehi bukan pada 1 Januari, tapi 25 Desember.
btara_indra
 
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Postby asbunawas » Sat Jun 02, 2007 10:59 am

btara_indra wrote:u/ noislam_worldpeace:
Sebelum Anda komentar seperti di atas, Anda tahu beda antara penanggalan Hijriah dengan penanggalan Masehi? Tampaknya Anda tidak tahu karena jika Anda tahu Anda tidak akan komentar seperti di atas karena akan menunjukkan bahwa IQ Anda-lah yang sebenarnya jongkok.
Ini saya jelaskan sedikit sesuai kemampuan saya sebagai orang Islam yang punya IQ jongkok :

...deleted....

Ya begitulah bung btara, KAFIR-KAFIR disini paling merasa lebih tahu dari ISLAM sendiri, mereka kadang suka ngegoblok2in ISLAM dengan statement2 mereka yang sebenarnya ***** kita udah tahu lebih *****.

Dan hampir semua KAFIR_KAFIR di FFI sifatnya ya seperti si worldpeace itu.., Nuduh orang lain DONGOK..ehhhhh malah dirinya nonjolin KEDONGOAN yang bener2 bikin kita ngelus2 dada karena merasa kasian. mereka ingin menunjukan bahwa mereka lebih PINTAR dari ORANG ISLAM sendiri, engga tahunya kita semua tahu sendiri dengan Statementa yang semakin memperburuk citra KAFIR yang emang duah buruk hehehe

Pinginnya DIA mungkin IDUL FITRI itu JATUH setiap Tanggal 1 JANUARY terus biar barengan sama TAHUN BARU kekekekeke.
Padahal secara nalar aja udah beda, 1 Syawal sama 1 January.. udah beda jauh...!!!!,

Cing atuh mikir jang jangan suka mempermalukan "CITRA" orang KAFIR yang memang udah pada engga tau malu! heheheh :lol: :lol:
asbunawas
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby asbunawas » Sat Jun 02, 2007 11:18 am

btara_indra wrote:u/ IHS:
tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari lahir Yesus. Perhitungan bulan dan tahun masehi dianggap dari saat Yesus lahir. Padahal tahun Masehi bermula pada 1 Januari, bukan 25 Desember. Jadi, kalau mau ngomong soal KONSISTEN, harusnya tahun baru Masehi bukan pada 1 Januari, tapi 25 Desember.


Jadi yang benar seharusnya YESUS itu lahir pada Tanggal 1 JANUARI dong, bukan 25 Januari....?, Atau seharusnya TAHUN BARUAN itu dirayakan setiap tanggal 25 Desember sebawal Awal tahun Masehi...!

Wah harus ada Konferensi International nih untuk merevisi hal ini nih.. :lol: :lol:
asbunawas
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby IHS » Sat Jun 02, 2007 12:07 pm

baca ini : http://en.wikipedia.org/wiki/Gregorian_calendar

BIAR KALIAN GAK TELMI TERUS
User avatar
IHS
 
Posts: 220
Joined: Thu Apr 19, 2007 4:06 pm

Postby btara_indra » Sat Jun 02, 2007 1:28 pm

IHS wrote:baca ini : http://en.wikipedia.org/wiki/Gregorian_calendar

BIAR KALIAN GAK TELMI TERUS


So, what is the problem?

Bukan urusan saya:Natal mau diperingati tiap tanggal 25 Desember atau 1 Januari. Natal mau diperingati pakai kalender Julian atau kalender Gregorian. Malah itu yang seharusnya jadi urusan orang2 Nasrani, karena gereja Ortodok tidak mengadopsi kalender Gregorian.

Urusan saya adalah: ada kafir harbi sok tau tentang Islam, mengatakan Islam IQ jongkok padahal dia sendiri yang IQ jongkok karena ngomong hari besar2 Islam yang ditetapkan pake kalender Hijriah, eh dihubungkan dengan kalender Masehi? jongkok ga IQ teman Anda itu? telmi ga IQ teman Anda itu?
btara_indra
 
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Postby rainy » Mon Jun 04, 2007 7:50 am

Tentang penanggalan hijriah dan masehi / gregorian silakan di forum lain. Let us back to the topic

MONTIR KEPALA wrote:hadits itu sendiri kan didasarkan pada KEPERCAYAAN yang dibuat Standarisasinya ....

orang yg hanya berpatokan pada Quran bukan berarti tdk mengakui adanya sunnah Nabi ...mereka hanya tdk percaya dgn para periwayat tsb.

muslim pada umumnya mempercayakan standarisasi kesahihan periwayat2 ucapan dan kisah Nabi tsb pada ulama2 tsb.

gitu aja dulu


jadi islam yang benar apakah harus percaya 100% kepada seluruh hadits, atau sebagian saja (0 s/d 99%) atau boleh tidak percaya sama sekali (0%) pada hadits? Atau tergantung pada sikon-nya, kadang - kadang percaya kadang - kadang gak? Gimana nih muslim?
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby MONTIR KEPALA » Mon Jun 04, 2007 3:00 pm

jadi islam yang benar apakah harus percaya 100% kepada seluruh hadits, atau sebagian saja (0 s/d 99%) atau boleh tidak percaya sama sekali (0%) pada hadits? Atau tergantung pada sikon-nya, kadang - kadang percaya kadang - kadang gak? Gimana nih muslim?[/quote]
sudah dibuat derajat2nya say ...dan ada ILMU nya "ULUMUL HADITS"
dan sudah dibuat derajat2 haditsnya.
tapi sikap kritis dan analisa tajam tetep harus ada.

hanya saja bagi penentang hadits saya tdk habis fikir bgm mereka bisa menggali HIKMAH Sang Nabi ??....
saya secara pribadi pasti penasaran dan ingin mendalami ...
jadi mau gak mau harus baca hadits ... hanya saja sikap terbaik pd sebuah hadits adalah :

Tidak bertentangan dgn Ajaran Quran ...kalo ada yg bertentangan mesti curiga dan hati2 takut itu berita bohong
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby rainy » Mon Jun 04, 2007 3:39 pm

MONTIR KEPALA wrote: sudah dibuat derajat2nya say ...dan ada ILMU nya "ULUMUL HADITS"

Inilah yang aku kira merupakan bukti ketidaksucian islam, mengapa? karena adanya campur tangan ilmu manusia yang mengatasnamakan tuhan, al quran atau muhammad.

MONTIR KEPALA wrote: ... hanya saja sikap terbaik pd sebuah hadits adalah :
Tidak bertentangan dgn Ajaran Quran ...kalo ada yg bertentangan mesti curiga dan hati2 takut itu berita bohong

Susahnya, hadits yang dianggap oleh muslim di satu pihak bertentangan dengan al quran, dianggap muslim di pihak lain merupakan hadits yang sahih dan masih berlaku. Ini adalah satu lagi bukti bahwa islam tidak suci karena semua pihak dapat mengintepretasikan ayat - ayat al quran untuk kepentingan politiknya.
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby MONTIR KEPALA » Mon Jun 04, 2007 3:44 pm

ukuran gak suci kok dari beda tafsir ??....
agama apa sih yg SATU TAFSIR KITABnya ???..... ciing coba sebutin ...

saya sudah bilang kalo Allah mau Allah bisa bikin SATU AGAMA/SATU TAFSIR ...tapi Allah hendk menguji Manusia ...

[5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu , Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat , tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

tugas kita lakukan THE BEST WE CAN ...
kalo udeh begitu kembalikan Kebenaran Mutlak MILIK TUHAN..lalu akan di jelaskan segala perselisihan nanti.
pada akhirnya Manusia bersifat RELATIF
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby rainy » Mon Jun 04, 2007 4:11 pm

MONTIR KEPALA wrote:ukuran gak suci kok dari beda tafsir ??....
agama apa sih yg SATU TAFSIR KITABnya ???..... ciing coba sebutin ...

Saya tidak mempermasalahkan jumlah tafsirannya, banyak tafsiran merupakan bukti bahwa hikmah gak cuma buat muhammad saja tetapi buat semua orang.

Yang saya permasalahkan adalah :

rainy wrote:adanya campur tangan ilmu manusia yang mengatasnamakan tuhan, al quran atau muhammad.

contohnya gini mont :
kasus warisan : al quran tidak mengatur secara detail berbagai kombinasi ahli waris, untuk itu manusia membuat ilmu untuk memperjelas aturan warisan tersebut yang malah bertentangan dengan al quran (bukankah ini menunjukkan al quran tidak suci / tidak bebas dari kesalahan ?)
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby MONTIR KEPALA » Mon Jun 04, 2007 4:16 pm

maksud kamu Quran harus ngomong sendiri ... speaker Built in begitu ?.... walah !!!

adanya tafsir itu logis karena Quran gak ngomong nafsirin sendiri....

kalo Quran ngonmong sendiri mah gak akan ada tafsir atuh neng
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby rainy » Mon Jun 04, 2007 4:32 pm

Kalau al quran gak ngomong sendiri maka :
1. siapa yang berwenang untuk berbicara atas nama tuhan dan al quran, apakah MUI, apakah JIL, apakah FPI, apakah TPM, apakah ulama arab saudi, apakah montir kepala, apakah hamas, apakah fattah?
2. apakah semua muslim berwenang berbicara atas nama tuhan dan al quran?
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby MONTIR KEPALA » Mon Jun 04, 2007 5:14 pm

masing-masing diri /jiwa atuh ....
emangnya Tuhan akan menghakimi secara primordialistis ?....

[59:18] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

tidak ada dosa kolektif atau seseorang menanggung dosa orang lain ...

[17:15] Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah , maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby rainy » Tue Jun 05, 2007 12:04 pm

Pertanyaanku:
rainy wrote:Kalau al quran gak ngomong sendiri maka :
1. siapa yang berwenang untuk berbicara atas nama tuhan dan al quran, apakah MUI, apakah JIL, apakah FPI, apakah TPM, apakah ulama arab saudi, apakah montir kepala, apakah hamas, apakah fattah?
2. apakah semua muslim berwenang berbicara atas nama tuhan dan al quran?


jawaban anda:
MONTIR KEPALA wrote:masing-masing diri /jiwa atuh ....
emangnya Tuhan akan menghakimi secara primordialistis ?....


klarifikasi jawaban anda :
apakah maksud anda, semua orang berhak mengatasnamakan tuhan, muhammad dan al quran?
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby MONTIR KEPALA » Tue Jun 05, 2007 12:59 pm

sbg manusia bebas ..lah siapa yg larang ?..
sekarang teroris mengatasnamakan Tuhan ...ya sudah ..siapa yg bisa larang ????.............
yang jelas apakah jiwa kita mengikutinya atau menolaknya ?
dosa teroris itu gak akan dipikul oleh muslim lain yg tdk melakukan dan tdk sependapat.
jadi itulah independensi keimanan dlm Islam.

nah lain halnya bila agama sudah masuk area pemerintahan yg serba resmi dan mengikat. itu juga tergantung tafsir apa yg digunakan pemerintah itu ....

yaaa pokoknya mah sok lah bebas mo menafsirkan apa dan Allah sendiri yg akan menilai

sekarang liat aja aturan maen yg sebenarnya :

    [16:91] Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu . Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.


jadi jangan sembarangan menurut Allah mah !
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby rainy » Tue Jun 05, 2007 2:09 pm

kalau setiap orang bisa mengatasnamakan tuhan dan menafsirkan al quran dan hadits sesuai kehendaknya dan kepentingannya berarti gak ada dong "the correct form of islam"
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby MONTIR KEPALA » Tue Jun 05, 2007 2:22 pm

Islam memang memberikan kelonggaran dlm tafsir namun dalam koridor yg jelas tidak bias ....

seperti celana karet yg memiliki daya mengkerucut dan daya meregang. di luar itu bisa putus karetnya. alias sesat.

correct form of Islam itu Quran dan sunnah Nabi (yg valid)

sekarang mah yg mengklaim atas nama Islam udeh bener 100% belum menurut Quran ...gitu aja
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Abu Lahab » Tue Jun 05, 2007 4:24 pm

MONTIR KEPALA wrote:Islam memang memberikan kelonggaran dlm tafsir namun dalam koridor yg jelas tidak bias ....

seperti celana karet yg memiliki daya mengkerucut dan daya meregang. di luar itu bisa putus karetnya. alias sesat...



Emang islam itu ibarat celana kolor yang udah butut... karetnya yang udah longgar bagaikan udah ngga bisa dipake lagi karena udah ngga sesuai dengan perkembangan jaman

Kalo dipaksakan untuk dipake pasti kedodoran...
Abu Lahab
 
Posts: 120
Joined: Fri Dec 30, 2005 9:08 am

Postby MONTIR KEPALA » Tue Jun 05, 2007 4:38 pm

namanya Celana Karet itu bisa dipake sama si endut dan si kerempeng ...
tapi kalo yg makenya pas kerempeng karetnya jangan di melarkan celanannya
demikian juga kalo yg makenya pas endut jangan di rapatkan celanannya

itu artinya Fleksibel
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users