THE CORRECT FORM OF ISLAM itu yang bagaimana ?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.
Post Reply
User avatar
MONTIR KEPALA
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Post by MONTIR KEPALA »

rainy wrote:Trims, karena kita bicara teori bukan bicara praktek maka point pertama "perang yang adil" ditutup dengan kesimpulan "the correct form of islam : islam mengajarkan perang yang adil, dilarang minta bantuan kafir, sesama mukmin dilarang saling menyerang, membunuh kafir damai adalah salah"
ok kita tutup yang ini
Lalu saya buka point ke lima yaitu : "the correct form of islam tentang : Keadilan"
- perempuan tidak boleh jadi pemimpin ? apakah ini yang dimaksud keadilan ?
Pemimpin apa ? .... kalo dalam kepemimpinan keluarga Allah sudah mematok harga mati bahwa laki2 lah yang jadi pemimpin.
bgm kalo perempuan jadi pemimpin yayasan ? ... gak ada larangan
bgm kalo perempuan pemimpin CV ?... khadijah juga pemimpin CV
dan seterusnya dan seterusnya ...
- kafir tidak boleh jadi pemimpin ? apakah ini yang dimaksud keadilan ?
loh ?....orang2 yg hidup di negeri mayoritas non muslim kan pemimpinya kafir ?.... emang boleh yah muslim jadi presiden di negeri kafir ??..belum ada tuh !
- perempuan dapat warisan 1/2 dari laki - laki ? apakah ini yang dimaksud keadilan?
wajar !! .....
1. Laki2 dibebani tanggungjawab thd keluarga
2. laki2 harus mempersiapkan MAHAR untuk membangun keluarga baru
- muhammad ber istri 9 (mohon koreksi kalau salah) tetapi umatnya hanya boleh 4 ? apakah ini yang dimaksud keadilan?
apakah adil itu harus sama walau beda tugas dan tanggungjawab ??
Nabi dan ummat itu beda tugas dan tanggungjawabnya.
ibarat presiden dan menteri ...masa otoritasnya harus sama ??..
- kafir harus bayar jizyah biar selamat, apakah ini yang dimaksud keadilan?
Muslim juga bayar Zakat berbagai jenis .... adilkan ? malah gedean muslim dech jumlahnya...
JIzyah atau Zakat adalah lulmrah untuk membangun komunitas yg lebih baik ..... itukan istilah barat mah TAX .... emang di barat haram yah TAX ?? atau apakah negeri kafir tdk memungut pajak warganya yg muslim ??.... he he dipungut juga kan ?
- berhaji hanya bagi yang kaya, dimana keadilan bagi si miskin?
- dll (silakan netter lain sumbang saran)
keadilannya si miskin tdk dibebani sesuatu yg diluar kesanggupannya.
piyee toh ?

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

asbunawas wrote: Sekarang yang nanyanya gantian .
Apakah anda akan bisa memenuhi undangan atau menyampaikan ucapan Selamat atas perayaan acara Maulid Nabi Muhammad SAW berikut dengan mengucapkan Shalawat untuknya?

Pertanyaan ini untuk perbandingan saja. ..Monggo... :wink:
Aku ucapkan selamat kepada teman muslim dan harapan semoga temanku dengan merayakan maulid ini bisa . bla .. bla.. bla... tetapi kalau shalawat untuk muhammad.... rasanya gak tuh...

asbunawas
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground
Contact:

Post by asbunawas »

rainy wrote: Aku ucapkan selamat kepada teman muslim dan harapan semoga temanku dengan merayakan maulid ini bisa . bla .. bla.. bla... tetapi kalau shalawat untuk muhammad.... rasanya gak tuh...
Tuh kan... masa ngucapinnya Gitu, pake Bla-bla-bla segala, berarti engga lengkap juga kan...? :P

Ane juga bisa atuh kalo cuman ngucapin gitu mah, Selamat ya kepada Raini semoga dalam perayaan ini ..bla-bla-bla-bla-bla...., panjang juga kan?.. :) :D

Orang Islam kalo merayakan maulid ada ucapannya loh, termasuk dengan membaca Sholawat itu tadi.

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

Montir kepala, kita fokus dulu di "pemimpin perempuan" sebagai point kelima "the correct form of islam : pemimpin perempuan, ok ?

pro pemimpin perempuan
ini dari syir'ah online : Kepemimpinan Perempuan
Oleh : Ust. Abdul Moqsith Ghazali

Persis di sini saya tidak bisa bersepakat dengan sejumlah tokoh yang bependirian bahwa seorang pemimpin harus berjenis kelamin laki-laki. Sebab, penyangkalan terhadap kepemimpinan perempuan memiliki sejumlah kelemahan. Pertama, ia menyangkal fakta sosio-politik di mana perempuan telah menunjukkan kemampuannya yang setara dengan laki-laki sebagai pemimpin. Di samping contoh-comtoh di atas, semua pelajar Islam mesti mengetahui bahwa Aisyah sendiri, isteri Nabi Muhammad SAW, adalah seorang pemimpin perang. Aisyah lah yang memberikan komando secara langsung ketika peperangan melawan Ali bin Abi Thalib meletus. Dengan menunggang unta--karena itu peperangan ini disebut dengan perang unta (waq’ah al-jamal), Aisyah tanpa ragu maju ke medan pertempuran.

Kedua, ia menyangkal semangat ajaran Islam yang hendak memperlakukan laki dan perempuan secara adil. Melarang perempuan sebagai pemimpin hanya karena ia berjenis kelamin perempuan jelas sebuah ketidakadilan bahkan kezaliman. Dan Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat adil karena keadilan itu lebih dekat pada ketakwaan. (I’dilu huwa aqrabu li al-taqwa). Dan Islam memerintahkan kita untuk menjauhkan diri dari perbuatan zalim.

Ketiga, dalam konteks fikih Indonesia, ia bertentangan dengan UUD 1945 yang tidak membeda-bedakan antara laki dan perempuan dalam soal kepemimpinan. Menurut konstitusi kita, laki dan perempuan yang mempunyai kecakapan dan kemampuan punya hak untuk di(men)calonkan sebagai pemimpin atau presiden. Dengan ketiga alasan ini, sudah cukup untuk menyatakan bahwa orang yang menolak kepemimpinan perempuan bukan hanya menafikan fakta dan melanggar spirit dasar Islam melainkan juga menentang UUD 1945. [ Syir’ah No.54/Juni 2006]


anti pemimpin perempuan

(kompas 7 Juni 2004) Fatwa Haram Perempuan Pemimpin

KAMI dibanjiri pesan layanan singkat (SMS) dan telepon segera setelah kiai khos Nahdlatul Ulama Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram untuk kepemimpinan perempuan, Kamis (3/6). Ada dua landasan teks keagamaan yang biasa digunakan sebagai dalil untuk menolak kepemimpinan perempuan: Al Quran Surat An Nisa: 34, yaitu "Lelaki adalah qawwaam bagi perempuan", dan hadis "Tidak akan sejahtera suatu kaum yang menyerahkan kepemimpinannya kepada seorang perempuan". Dilihat dari status periwayatannya, hadis ini tergolong sahih, bahkan diriwayatkan setidaknya oleh Al Bukhari, At Turmuzi, dan An Nasa’i.

MESKIPUN begitu, tak seluruh ulama bersepakat ayat dan hadis di atas merupakan dalil untuk menghalangi kepemimpinan perempuan, apalagi mengharamkannya. Bahkan, beberapa ulama progresif memberi makna berbeda yang lebih didasarkan pada nilai fundamental Islam. Misalnya, ayat tentang kesetaraan penciptaan lelaki dan perempuan (An-Nisa: 1), perbedaan manusia hanya didasarkan ketakwaannya (Al Hujurat: 31), dan pengakuan atas derajat kemanusiaan keduanya yang harus dihormati tanpa membedakan satu atas lainnya (Al Isra: 70).

Pertanyaannya:
ada yang pro, ada yang kontra, apakah ini bagian dari strategi taqqiya? bagaimana sebenarnya the correct form of islam tentang pemimpin perempuan ?[/quote]

User avatar
MONTIR KEPALA
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Post by MONTIR KEPALA »

to Rainy :

yaaa itu hak berpendapat ....
namun perlu ditambahkan penjelasan bahwa surat annisa tsb bicara masalah kepemimpinan dlm keluarga

dan hadits sahih itu bicara dlm konteks zaman. Wanita saat masih dianggap kelas dua oleh kebanyakan manusia jadi memang jelas bakal hancurnya kalo dipimpin seseorang yg yg dianggap hina oleh masyarakat.

sebab prinsipnya KEMAMPUAN

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

MONTIR KEPALA wrote:to Rainy :

yaaa itu hak berpendapat ....
Saya kira kekuatan fatwa ulama hanya setingkat lebih rendah dari kekuatan hadits, kok direduksi hanya sebagai pendapat
MONTIR KEPALA wrote: namun perlu ditambahkan penjelasan bahwa surat annisa tsb bicara masalah kepemimpinan dlm keluarga
"tidaklah sejahtera suatu kaum...." apakah suatu kaum = keluarga? (taqqiya in action)
MONTIR KEPALA wrote: dan hadits sahih itu bicara dlm konteks zaman. Wanita saat masih dianggap kelas dua oleh kebanyakan manusia jadi memang jelas bakal hancurnya kalo dipimpin seseorang yg yg dianggap hina oleh masyarakat.

sebab prinsipnya KEMAMPUAN
Jadi hadits tersebut 'gak jamannya / gak kontesktual lagi', itu maksudnya? :lol: :lol: :lol:

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Re: INILAH JAWABANNYA!!!

Post by rainy »

ini aku masukkan ke 'senjata pamungkas muslim yang kalah debat" --> nunjukin link yang kagak relevan

User avatar
MONTIR KEPALA
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Post by MONTIR KEPALA »

rainy wrote: Saya kira kekuatan fatwa ulama hanya setingkat lebih rendah dari kekuatan hadits, kok direduksi hanya sebagai pendapat
Islam terbuka thd TAFSIR
"tidaklah sejahtera suatu kaum...." apakah suatu kaum = keluarga? (taqqiya in action)
liat donk alasan nya dlm ayat itu kenapa lelaki jadi pemimpin ...
kan karena menafkahkan rizkinya .... nah itu jelas ayat ttg kepemim-pinan dlm keluarga
Jadi hadits tersebut 'gak jamannya / gak kontesktual lagi', itu maksudnya? :lol: :lol: :lol:
ya iyalah harus cermat ... Salman seorang arsitek perang parit pernah memprotes cara bertahan nabi menghadapi serangan yg dinilai tdk efektif.
Salman bertanya apakah ide itu dari WAHYU atau pendapat nabi ?... dan karena itu hanya pendapat Nabi maka Salman memberi gagasan.
ini sesuai dgn hadits :

Sahih Bukhari, Volumn 001, Book 003, Hadith Number 067.
-----------------------------------------
Narated By 'Abdur Rahman bin Abi Bakra's father : Once the Prophet was riding his camel and a man was holding its rein. The Prophet asked, "What is the day today?" We kept quiet, thinking that he might give that day another name. He said, "Isn't it the day of Nahr (slaughtering of the animals of sacrifice)" We replied, "Yes." He further asked, "Which month is this?" We again kept quiet, thinking that he might give it another name. Then he said, "Isn't it the month of Dhul-Hijja?" We replied, "Yes." He said, "Verily! Your blood, property and honour are sacred to one another (i.e. Muslims) like the sanctity of this day of yours, in this month of yours and in this city of yours. It is incumbent upon those who are present to inform those who are absent because those who are absent might comprehend (what I have said) better than the present audience."

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

MONTIR KEPALA wrote: Islam terbuka thd TAFSIR
Karena al quran dan hadits sangat multi-inpretatif dan banyak kecualinya, makanya saya buka topik ini.
- Kalau setiap segolongan muslim punya tafsir yang berbeda, lalu bagaimana mendefinisikan "Islam yang benar itu "?
- atau banyaknya tafsir mengenai al quran dan hadits menunjukkan bahwa al quran bukan ayat - ayat tuhan melainkan ayat - ayat iblis yang bisa dibawa kemana saja sesuai kepentingan si pembuat tafsir?
Contoh:
Ketika megawati akan menjadi presiden keluar fatwa : haram pemimpin perempuan
Ketika megawati sudah menjadi presiden : para tokoh agama berbondong - bondong berkomentar "al quran membawa pesan kesetaraan gender "
Apakah tidak terbersit dalam pikiran anda untuk mempertanyakan kesucian al quran?

User avatar
MONTIR KEPALA
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Post by MONTIR KEPALA »

Kalo Tuhan Mau Tuhan bisa bikin manusia semuanya BERIMAN .... tapi Tuhan hendak menguji mana yg berfikir mana yg tidak

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

Cuma gitu aja mont, berarti pro pemimpin perempuan dan anti pemimpin perempuan sama - sama benar atau sama - sama salah?

User avatar
MONTIR KEPALA
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Post by MONTIR KEPALA »

yang terpenting setiap berpendpat ada DALIL nya dan tdk bertentangan dgn ayat2 lainnya ...

Perbedaan tdk mesti menjadi bermusuhan bukan ?

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

yang terpenting setiap berpendpat ada DALIL nya dan tdk bertentangan dgn ayat2 lainnya ...

Perbedaan tdk mesti menjadi bermusuhan bukan ?
Apakah al quran yang muti tafsir tersebut merupakan pertanda KETIDAKSUCIAN al quran karena masing - masing pihak dapat menafsirkannya sendiri sesuai dengan kepentingan dan agendanya?

Apakah sudah dapat disimpulkan bahwa "tidak ada the correct form of islam mengenai pemimpin perempuan?"

User avatar
MONTIR KEPALA
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Post by MONTIR KEPALA »

yaa di situ lah ujiannya .... mana yg mau petunjuk mana yg sekedar bermain-main demi kepentingan pribadi ...

btara_indra
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Post by btara_indra »

Gak penting sih cuma katanya islam menghormati nabi isa as, kok ikut ucapin selamat merayakan kelahiran-Nya gak mau, kan gak konsisten

u/ Rainy:
Tolong tunjukkan ayat dalam Bibel yang menyatakan bahwa tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Isa?

btara_indra
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Post by btara_indra »

rainy wrote: Gak penting sih cuma katanya islam menghormati nabi isa as, kok ikut ucapin selamat merayakan kelahiran-Nya gak mau, kan gak konsisten

esensi perayaan natal ? nanti di kira OOT ke kristen, tapi aku jawab sekali aja (gak usah diperdebatkan), esensinya : mensyukuri kasih TUHAN pada diri saya
u/ Rainy:
Tolong tunjukkan ayat dalam Bibel yang menyatakan bahwa tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Isa?

btara_indra
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Post by btara_indra »

rainy wrote: Gak penting sih cuma katanya islam menghormati nabi isa as, kok ikut ucapin selamat merayakan kelahiran-Nya gak mau, kan gak konsisten

esensi perayaan natal ? nanti di kira OOT ke kristen, tapi aku jawab sekali aja (gak usah diperdebatkan), esensinya : mensyukuri kasih TUHAN pada diri saya
u/ Rainy:
Anda minta agar jawaban Anda tentang esensi Natal tidak usah diperdebatkan, tapi Anda memperdebatkan jawaban para netter Muslim tentang ajaran Islam. Kalau Anda konsisten dengan permintaan diri Anda sendiri untuk tidak memperdebatkan jawaban Anda tentang ajaran agama Anda, seharusnya Anda juga tidak memperdebatkan jawaban para netter Muslim tentang ajaran Islam. Fair kan?

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

btara_indra wrote: u/ Rainy:
Anda minta agar jawaban Anda tentang esensi Natal tidak usah diperdebatkan
Maksudnya jangan diperdebatkan disini karena bukan pada tempatnya, silakan di forum lain.
btara_indra wrote:tapi Anda memperdebatkan jawaban para netter Muslim tentang ajaran Islam
Lho, itu kan memang tujuan FFI
btara_indra wrote: Kalau Anda konsisten dengan permintaan diri Anda sendiri untuk tidak memperdebatkan jawaban Anda tentang ajaran agama Anda, seharusnya Anda juga tidak memperdebatkan jawaban para netter Muslim tentang ajaran Islam. Fair kan?
Setuju tentang konsisten dan fair, namun semuanya ada tempatnya, kalau mau memperdebatkan kekristenan, silakan ke ekaristi, gereja.co.nr, sarapan pagi, ajang kita, dll atau mau private message ketempatku juga boleh (ntar aku jawab sebisaku)
btara_indra wrote: u/ Rainy:
Tolong tunjukkan ayat dalam Bibel yang menyatakan bahwa tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Isa?
Tidak ada, pada saat tersebut belum ada kantor catatan sipil, dan tidak ada permasalahan mengenai penentuan hari dan tanggal, buktinya kami memperingatinya sepanjang bulan desember, terkadang sampai januari, contohnya: natalan di kantorku tanggal 6 januari, natalan di gereja tanggal 25, natalan untuk kelompok pemuda tanggal 22 des, natalan untuk ikatan kesukuan tanggal 17 des

User avatar
rainy
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Post by rainy »

MONTIR KEPALA wrote:yaa di situ lah ujiannya .... mana yg mau petunjuk mana yg sekedar bermain-main demi kepentingan pribadi ...
Dalam hal 'pemimpin perempuan' mana yang masuk kategori 'petunjuk' , yang pro atau yang anti? atau tidak ada the correct form of islam untuk masalah ini?

btara_indra
Posts: 47
Joined: Wed Nov 08, 2006 8:07 pm
Location: NEGERI DI AWAN

Post by btara_indra »

btara_indra wrote: u/ Rainy:
Tolong tunjukkan ayat dalam Bibel yang menyatakan bahwa tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Isa?
Tidak ada, pada saat tersebut belum ada kantor catatan sipil, dan tidak ada permasalahan mengenai penentuan hari dan tanggal, buktinya kami memperingatinya sepanjang bulan desember, terkadang sampai januari, contohnya: natalan di kantorku tanggal 6 januari, natalan di gereja tanggal 25, natalan untuk kelompok pemuda tanggal 22 des, natalan untuk ikatan kesukuan tanggal 17 des[/quote]

Jika tidak ada ayat Bibel yang menyatakan bahwa tanggal 25 Desember, lalu apa dasar Anda merayakan hari itu sebagai hari kelahiran Isa?

Post Reply