.

ISLAM dan FUNDEMENTALISME

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

ISLAM dan FUNDEMENTALISME

Postby Thufgifar » Tue Apr 10, 2007 10:30 pm

ISLAM dan FUNDAMENTALISME

oleh : Abu Farhat - Tim Nasyid IRA -

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami Ini orang Nasrani". yang demikian itu disebabkan Karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) Karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri”. ( Surat Al Maidah:82)

Selintas dalam pikiran kita setelah kita membaca judul tulisan ini maka akan terbayang oleh kita begitu dekatnya keterkaitan islam saat ini dengan fundamentalisme, mengapa labelisasi ini begitu melekat diberikan kepada islam utamanya para umat islam yang secara lurus berusaha untuk menjalankan syariat agama yang mereka yakini kebenaranya?

Diawal tulisan singkat saya ini, saya coba untuk menjelaskan sedikit apa itu fundamentalisme dan mengapa itu diberikan kepada para umat islam. Fundamentalisme yang berasal dari bahasa latin fundamentum , fundamen , dasar, atau sendi, adalah istilah Kristen yang diterapkan kedalam islam. Dalam penggunaan aslinya, istilah itu berarti seseorang yang meyakini hal-hal fundamental dalam agama, yaitu Injil dan berbagai kitab suci. Dengan pengertian seperti ini, maka setiap Muslim adalah seorang fundamentalis karena beriman kepada Al Qur'an dan Nabi Muhammad saw.

Fundamentalisme adalah gerakan (pemikiran) dalam agama Kristen Protestan di Amerika Serikat yang menekankan kebenaran Bible dan penentang temuan-temuan sains modern yang bertentangan dengan ajaran yang tertuang dalam kitab suci umat Kristen itu. Encyclopedia Americana menyebutkan bahwa fundamentalisme adalah suatu gerakan Protestan Konservatif-militan yang mengemuka di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Ia menekankan kebenaran ajaran Bible dan menolak temuan sains modern. Mencoba (dan gagal) untuk mendominasi atau menguasai beberapa sekte agama Kristen.

Doktrin-doktrin kaum fundamentalis yang penting di antaranya: Aspirasi dan kebenaran mutlak Bible, Trinitas, ketuhanan dan kelahiran suci Kristus (Yesus), kejadian pasti atas kehendak Tuhan, dosa manusia, penebus dosa oleh Kristus bagi dosa-dosa manusia, kebangkitan dan kenaikan Kristus, dan lain-lain.

Pada abad ke-19, sekte Protestan tersebar menekankan kemurnian Bible dan untuk pertama kalinya menentang studi kritis tentang Bible, Walaupun demikian, terpengaruh oleh penemuan-penemuan ilmu sejarah dan ilmu alam, unsur-unsur liberal di gereja-gereja Evangelical menerima dengan interpretasi liberal genesis ,namun Kaum Konservatif menentang kecenderungan ini dan menyerukan ”konferensi Profetik ”, terhadap liberalisme Bible dan ditekankan mendirikan sekolah-sekolah Bible, dan menggelar konferensi Bible tahunan.

Menurut Encyclopaedia Britannica , gerakan fundamentalisme ini tumbuh di Amerika Serikat ketika kepercayaan akan nasib AS memudar di antara para pemimpin Protestan, yang ditandai oleh keresahan buruh, ketidakpuasan social dan menaiknya jumlah imigran dari negeri Katolik. Tahun 1919, berdiri World's Christian Fundamentals Association .

Fundamentalisme Kristen ini sering dilawankan dengan ortodoks agama Kristen, yakni aliran (pemikiran) yang mengutamakan setiap yang baru dari hal lama. Fundamentalime merupakan oposan dari gerejawan ortodoks terhadap sains modern, manakala sains modern (dianggap) bertentangan dengan cerita atau ajaran Bible. Dengan demikian, gerakan fundamentalisme merupakan ”gerakan yang menyerukan kembali dan berpegang teguh pada Bible serta menolak setiap hal baru yang bertentangan dengan ajaran Bible”.

Seperti dikemukakan oleh John L.Esposito dalam bukunya yang berjudul ”Ancaman Islam”, mengemukakan bahwa ”bagi banyak orang Kristen, 'fundamentalis' adalah hinaan yang digunakan agak sembarangan untuk orang-orang yang menganjurkan proses Injil yang literalis dan dengan demikian dianggap statis, kemunduran, dan ekstrimis,” sehingga fundamentalisme mempunyai citra buruk karena kejumudannya (kaku, rigid) dan penentangannya terhadap sains modern dan modernisasi.

Sains dianggap sebagai penyebab terjadinya krisis dalam ajaran Bible, padahal sains modern yang berkembang di dunia Barat (Kristen) justru telah membawa masyarakat Barat pada kemajuan dan keunggulan. Fundamentalisme tidak mampu membendung arus perkembangan sains dan teknologi modern yang dianggap ”menyeleweng” dari Bible. Orang barat menjadi majju justru karena mereka meninggalkan ajaran Bible, seperti ucapan terkenal tokoh pembaharu Islam, Jamaluddin al-Afghani dan Syekh Muhammad Abduh,”Orang Barat maju karena meninggalkan kitab sucinya (Bible)”.

Encyclopedia Americana mencatat bahwa fundamentalisme survive dalam tahun 1930-an di sekte-sekte Kristen yang lebih kecil dan gereja-geraja independen. Pada 1941, perkumpulan kaum fundamentalis yang lebih agresif, American Council of Christian Churches , terbentuk. Setahun kemudian, lahir sebuah perkumpulan yang besar, sebuah badan yang lebih moderat, yakni The National Association of Evangelicals , diorganisasikan. Pada perkembangannya kaum “fundamentalis” Kristen ini kemudian mengubah namanya menjadi Evangelicals (“kharismatik”) yang ditandai dengan berdirinya organisasi kaum fundamentalis yang lebih “moderat”. Yang terakhir ini-biasanya disebut “evangelical konservatif” atau “neofundamentalis”-mengalami kebangkitannya yang terbesar pada tahun 1950-an, dan konon Mr.Bush and Mr. Blair juga bagian dari organisasi ini.

MENGAPA ISLAM YANG DISEBUT FUNDAMENTALIS

Sekitar abad XIII-XIV, di dunia Islam muncul gerakan salafiyah , yaitu gerakan (pemikiran) yang mengajak umat Islam untuk kembali pada tradisi Salaf (generasi pertama Islam atau para sahabat Nabi saw.) dan berpegang teguh pada Al-Qur'an. Gerakan ini dipelopori atau tepatnya diilhami oleh Ibnu Taimiyah.

Gerakan Salafiyah yang dikenal juga sebagai ”gerakan pembaharuan pemahaman Islam (reformisme Islam)” dan ”gerakan pemurnian Islam” itu dipandang orang-orang Barat sebagai ”gerakan yang sama” dengan yang terjadi dalam sejarah Kristen. Dari situlah pers Barat kemudian memunculkan istilah ”fundamentalime Islam” ( ushuliyah al-Islamiyah ). Ibnu Taimiyah adalah inspirator utama gerakan pembaharuan Islam, kemudian dijuluki Barat sebagai ”Bapak fundamentalime dalam Islam pada zaman modern”.

Stigma (labelisasi) fundamentalisme Islam tersebut merupakan ”pemerkosaan besar-besaran” terhadap sejarah karena ”gerakan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah atau Islam yang asli” itu mempunyai visi, cita-cita dan orientasi yang sama sekali berbeda dengan fundamentalisme Kristen. Salah satu perbedaan itu adalah, fundamentalisme Kristen muncul karena ketidak puasan terhadap agama Kristen (yang semakin lemah dan tidak tahan menghadapi arus penemuan dan pengembangan sains modern), sedangkan ”gerakan yang sama” dalam Islam muncul justru karena ketidakpuasan terhadap keadaan masyarakat dunia-khususnya umat Islam-yang kian menyimpang dari ajaran Islam.

Selain itu ”gerakan yang sama” di dunia Islam tidak anti sains modern, tapi justru mendorong umat Islam agar menguasainya. Perkembangan sains modern bahkan seiring-sejalan dengan ajaran Al-Qur'an, seperti yang telah dibuktikan olah hasil penelitian ilmuwan Perancis Dr.Maurice Bucaille, yang pernah dituangkan dalam bukunya yang terkenal: Bible, Qur'an dan Sains Modern .

Wartawan kondang Mesir Muhammad Heikal mendefinisikan fundamentalisme Islam sebagai ”gerakan yang bertujuan kembali pada ide-ide dan praktik-praktik dasar yang menjadikan ciri Islam pada masa permulaan sejarahnya” . Sehingga fundamentalisme Islam disini dapat kita simpulkan sebagai gerakan yang menyerukan umat Islam agar kembali kepada Al-Qur'an dan As Sunnah, mempertahankan kemurnian Islam dan membersihkannya dari paham-paham ”asing” yang mengotorinya, untuk mengamalkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan, menhapuskan taklid buta dalam beragama, ketahayulan, khurafat, kejumudan berpikir dan menggalakkan ijtihad, serta menentang setiap pemikiran dan budaya ”asing”-utamanya dari Barat-yang bertentangan dengan Islam. Tokoh pembaharu Islam yang paling populer antara lain Ibnu Taimiyah, Abdul Wahab, Jamaludddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Imam Syahid Hasan Al-Banna, dan masih banyak lagi.

Dalam perkembangannya hingga saat ini sebutan fundamentalisme Islam lebih mengarah kepada gerakan-gerakan Islam yang bergerak dalam bidang politik, yang upayanya menekan pemberlakuan syariat Islam dalam sistem pemerintahan negara. Ini disebabkan karena perkembangan ilmu politik modern yang ada saat ini menuntut adanya partai politik untuk dapat mewarnai kebijakan serta peraturan suatu wilayah atau negara. Syariat Islam menentang pemerintahan sekuler ala Barat dan rezim pro-Barat, dan tentu saja menentang hegemoni Barat dalam kancah politik dan ekonomi internasional.

Sebutan Islam fundamentalis semakin marak dengan semakin bermunculannya berbagai gerakan Islam (Harakah Islamiyah) di dunia Islam yang utamanya bergerak dibidang sosial-politik. Gerakan-gerakan Islam yang dicap ”fundamentalis” utamanya antara lain Ikhwanul Muslimin, Jama'ah Islamiyah di Pakistan, serta organisasi atau gerakan Islam yang dinilai sejalan dan sepaham dengan mereka seperti Front Islamique du Salut (FIS, Aljazair), Front Islam Nasional (NIF, Sudan), HAMAS , Gerakan Jihad Islam (Palestina), Milisi Hizbullah (Lebanon), dan lain-lain.

Gerakan-gerakan Islam tersebut merupakan ”oposisi terdepan” terhadap hegemoni Barat setelah Barat ”mengalahkan” Blok Timur (Komunis) dalam Perang Dingin. Gerakan-gerakan Islam yang dicap fundamentalis sebenarnya merupakan reaksi umat Islam yang sadar akan ketertindasan dan keterbelakangannya, juga hasil interaksi dari sejarah Islam yang panjang dengan hegemoni Barat selama ratusan tahun. Mereka hendak kembali pada ajaran Islam yang asli dan mengamalkannya secara kaffah.

Gerakan Islam merupakan reaksi atas kezaliman Barat yang sepanjang sejarah terus memusuhi dan menindas umat Islam. Ia pun merupakan manifestasi kesadaran akan kepalsuan dan kepincangan paham-paham Barat seperti sekularisme, materialisme dan liberalisme. Islam menjadi ”ideologi alternatif” yang menjanjikan kesejahteraan hidup lahir-batin.

Diakhir tulisan saya ini ada hal menarik yang justru ditulis oleh seorang penulis orientalis yaitu John L.Esposito menanggapi ungkapan fundamentalisme Islam, dimana beliau menyatakan bahwa sebutan fundamentalisme Islam terlalu terbebani olah praduga Kristen dan stereotip Barat, yang juga menyiratkan ancaman monolitik yang tidak pernah ada. Beliau lebih setuju bila ungkapan itu dirubah dengan ”Kebangkitan Islam” atau ”Aktivisme Islam”.

Segala kebenaran hanya milik Allah swt, Allahu 'alam bi showab.

Sumber:

1. Jhon L. Esposito, Ancaman Islam
2. Lothrop Stoddard, Dunia Baru Islam
3. Asep Syaiful.M, Demonologi Islam







Interested In Islam?
Info guidance and support network around the world for new muslims.

muslimsin.com
User avatar
Thufgifar
 
Posts: 362
Joined: Sun Aug 20, 2006 4:04 am

Return to Pembelaan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron