.

Menjawab website islam tentang aisya

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby BiasaSaja » Thu May 23, 2013 7:46 pm

[quote="jurusel1"][/quote]


Berikut beberapa hadits shahih yang menyebutkan mengenai usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat beliau dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
1. Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan :
حَدَّثَنِي فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ
Telah menceritakan kepadaku Farwah bin Abil-Maghra, telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Mushir dari Hisyam dari ayahnya dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata :
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahiku sedangkan usiaku saat itu adalah 6 tahun.”
(Shahih al-Bukhari 5/55 no.3894)

Dalam hadits ini disebutkan dengan jelas usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat beliau dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam., yaitu 6 tahun.

2. Imam Al-Bukhari rahimahullah juga meriwayatkan :
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ تَزَوَّجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِشَةَ وَهِيَ بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ وَبَنَى بِهَا وَهِيَ بِنْتُ تِسْعٍ
Telah menceritakan kepada kami Qabishah bin ‘Uqbah, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin ‘Urwah dari ‘Urwah :
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha pada saat ia berumur 6 tahun, dan hidup bersama dengannya pada saat ia berumur 9 tahun.”
(Shahih al-Bukhari 7/21 no.5158)

Sebagaimana dapat kita lihat, kedua hadits di atas diriwayatkan melalui satu jalur yang sama, yaitu Hisyam bin ‘Urwah.
Akan tetapi, telah diriwayatkan pula hadits ini dari beberapa jalur sanad lainnya selain Hisyam bin ‘Urwah, diantaranya :

1. Imam Muslim rahimahullah, beliau meriwayatkan :
وحدثنا يحيى بن يحيى وإسحاق بن إبراهيم وأبو بكر بن أبي شيبة وأبو كريب ( قال يحيى وإسحاق أخبرنا وقال الآخران حدثنا أبو معاوية ) عن الأعمش عن إبراهيم عن الأسود عن عائشة قالت تزوجها رسول الله صلى الله عليه و سلم وهي بنت ست وبنى بها وهي بنت تسع ومات عنها وهي بنت ثمان عشرة
“Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Ishaq bin Ibrahim dan Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib. (Berkata Yahya dan Ishaq : “Telah mengabarkan kepada kami” dan dua perawi lainnya mengatakan : “Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah) dari Al-A’masy dari Ibrahim dari al-Aswad dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia mengatakan bahwa :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya ketika dia berusia 6 tahun dan berumah tangga dengannya ketika berusia 9 tahun dan beliau wafat saat dia berusia 18 tahun.”
(Shahih Muslim 2/1038)

2. Imam An-Nasa’i rahimahullah meriwayatkan :
أخبرنا أحمد بن سعد بن الحكم بن أبي مريم قال حدثنا عمي قال حدثنا يحيى بن أيوب قال أخبرني عمارة بن غزية عن محمد بن إبراهيم عن أبي سلمة بن عبد الرحمن عن عائشة قالت تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم وهي بنت ست سنين وبنى بها وهي بنت تسع
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sa’d bin Al-Hakam bin Abi Maryam, ia berkata : “Telah menceritakan kepada kami pamanku (yakni Sa’id bin Al-Hakam), ia berkata : “Telah menceritakan kepadaku ‘Umarah bin Ghazwah dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata :
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahiku saat aku berusia 6 tahun dan berumah tangga denganku ketika usiaku 9 tahun.”
(Sunan Ash-Shughra 6/131 no.3379. Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini : “Shahih.”)

3. Imam Abu Ya’la rahimahullah mengatakan :
حدثنا عبد الله بن عامر بن زرارة الحضرمي حدثنا يحيى بن زكريا بن أبي زائدة عن محمد بن عمرو عن يحيى بن عبد الرحمن بن حاطب عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم تزوجها وهي بنت ست سنين وبنى بها وهي بنت تسع سنين
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Amru bin Zurarah al-Hadhrami, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakariya bin Abi Zaidah dari Muhammad bin ‘Amru dari Yahya bin ‘Abdirrahman bin Hatib dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya ketika dia berusia 6 tahun dan berumah tangga dengannya ketika ia berusia 9 tahun.”
(Musnad Abi Ya’la 8/132 no.4673)

4. Ibnu Abi Ashim rahimahullah meriwayatkan :
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ ، نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ ، نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنِ الْقَاسِمِ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : ” تَزَوَّجَ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا ابْنَةُ سِتِّ سِنِينَ ، وَبَنَى عَلَيَّ وَأَنَا ابْنَةُ تِسْعِ سِنِينَ ، وَبَنَى عَلَيَّ فِي شَوَّالٍ “
Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Ali, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Al-Hasan, telah mengabarkan kepada kami Sufyan Ats-Tsauri dari Sa’d bin Ibrahim dari Al-Qasim dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha ia berkata :
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahiku sedangkan usiaku saat itu 6 tahun, dan berkumpul denganku saat aku berusia 9 tahun.”
(Al-Ahad wal-Matsani no.2697)

Dapat kita lihat bahwa semua jalur sanad dari ke-4 hadits di atas bukanlah melalui periwayatan Hisyam bin ‘Urwah.

Kemudian, telah diriwayatkan pula hadits ini dari jalur lainnya yang terdapat sedikit perbedaan di dalamnya, diantaranya adalah dari Imam Muslim rahimahullah, beliau meriwayatkan :
وحدثنا عبد بن حميد أخبرنا عبدالرزاق أخبرنا معمر عن الزهري عن عروة عن عائشة أن النبي صلى الله عليه و سلم تزوجها وهي بنت سبع سنين وزفت إليه وهي بنت تسع سنين ولعبها معها ومات عنها وهي بنت ثمان عشرة
“Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid, telah mengabarkan kepada kami ‘Abdurrazaq, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az-Zuhri dari Urwah dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya, ketika dia berusia 7 tahun, dan dia diantar ke kamar beliau ketika berusia 9 tahun, dan ketika itu dia sedang membawa bonekanya, dan Nabi wafat ketika dia berusia 18 tahun.”
(Shahih Muslim 2/1038 no.1422)

Berbeda dengan hadits2 sebelumnya, maka dalam hadits ini, disebutkan bahwa usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat beliau dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah 7 tahun, dan bukan 6 tahun.
Namun penyebutan usia 9 tahun saat beliau mulai berumah tangga dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan berusia 18 tahun saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat menyepakati hadits2 lainnya yang telah disebutkan sebelumnya.

Pertanyaannya :
“Apakah perbedaan penyebutan antara 6 dan 7 tahun itu merupakan sesuatu yang bertentangan?”
Jawabnya :
“Tidak.”

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :
فالجمع بينهما أنه كان لها ست وكسر ففي رواية اقتصرت على السنين ، وفي رواية عدت السنة التي دخلت فيها
“Penjamakan diantara kedua hal ini adalah bahwasannya ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu berusia 6 tahun lebih sedikit, maka di dalam satu riwayat penyebutannya digenapkan atas tahunnya saja (yaitu 6).
Sedangkan dalam riwayat lainnya yang menyebutkan 7 tahun, maka itu adalah dihitung kepada tahun berikutnya yang ia telah masuk kepadanya (yaitu 7).”
(Al-Minhaj 9/295)

Sehingga dengan ini jelaslah bahwa memang tidak ada pertentangan diantara riwayat2 yang ada diantara yang menyebutkan 6 tahun dan 7 tahun.
Nah, hadits2 di atas telah jelas menunjukan kepada kita seperti apa peristiwa pernikahan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan istri tercinta beliau Ummul Mu’minin ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallaahu ‘anha, pada usia berapa ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, pada usia berapa mulai berumahtangga dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan pada usia berapa saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat.

Sehingga, dengan tsabitnya hadits2 yang berbicara tentang masalah ini, maka seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa masalah ini bukanlah merupakan satu hal yang diperdebatkan di kalangan para ulama terdahulu.
Bahkan bisa dibilang para ulama shalih terdahulu, baik dari kalangan ulama2 Hadits, ulama2 Fiqih, dan ulama2 Sirah sepakat dan satu kata dalam masalah ini.

Berikut perkataan beberapa ulama mutaqadimin (dan juga muta-akhirin) yang menujukan bahwa beliau semua rahimahumullah bisa dikatakan sepakat dan satu kata dalam masalah ini. Diantaranya :
1. Ibnu Ishaq rahimahullah
Beliau mengatakan :
ثم تزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد سودة بنت زمعة عائشة بعد موت خديجة بثلاث سنين، وعائشة يومئذ ابنة ست سنين، وبني بها رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي ابنة تسع سنين، ومات رسول الله صلى الله عليه وسلم وعائشة ابنة ثماني عشرة سنة.
“Kemudian, setelah Saudah binti Zam’ah radhiyallaahu ‘anha, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam lalu menikahi ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, 3 tahun ba’da wafatnya Khadijah radhiyallaahu ‘anha.
Dan ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu berumur 6 tahun, lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mulai hidup serumah dengannya pada saat ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha berusia 9 tahun.
Kemudian, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat sedangkan saat itu ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha berusia 18 tahun.”
(Sirah Ibnu Ishaq 1/239)

2. Ibnu Hisyam rahimahullah
Beliau mengatakan :
عائشة : وتزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم عائشةَ بنت أبي بكر الصديق بمكة،
وهي بنتُ سبع سنين ، وبنى بها بالمدينة، وهى بنت تسع سنين أو عشر، ولم يتزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم بكراً غيرها، زوجه إياها أبوها أبو بكر، وأصدقها رسولُ الله صلى الله عليه وسلم أربعمائة درهم .. .
“Aisyah radhiyallaahu ‘anha, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menikahi ‘Aisyah putri dari Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallaahu ‘anhu di Mekah, sedangkan umur ‘Aisyah saat itu adalah 7 tahun. Kemudian berumah tangga bersamanya di Madinah sedangkan saat itu usia ‘Aisyah adalah 9 tahun atau 10 tahun.”
(Sirah ibnu Hisyam 4/291-292)

3. Ibnu Hibban rahimahullah
Beliau mengatakan :
ثم تزوج رسول الله صلى الله عليه و سلم عند وفاة خديجة عائشة بنت أبي بكر قبل الهجرة بثلاثة سنين في شهر شوال و هي بنت ست
“Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah binti Abi Bakar radhiyallaahu ‘anha ba’da wafatnya Khadijah radhiyallaahu ‘anha, pada bulan Syawal 3 tahun sebelum hijrah. Usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu adalah 6 tahun….”
(As-Sirah An-Nabawiyah hal.31)

4. Al-Hafizh ibnu Mandah rahimahullah
Beliau mengatakan :
كان النبي صلى الله عليه وسلم تزوجاها بمكة ما لم يتزوج بكرا غيرها وهي بنت ست سنين و دخل بها بالمدينة وهي بنت تسع سنين بعد سبعة أشهرمن مقدمه المدينة و قبض وهي بنت ثمان سنين
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di Mekkah, dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis perawan kecuali ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha sedangkan usianya saat itu adalah 6 tahun.
Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mulai serumah dengan Aisyah radhiyallaahu ‘anha di Madinah saat usia ‘Aisyah 9 tahun,…
Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat sedangkan Aisyah radhiyallaahu ‘anha adalah 18 tahun. ”
(Ma’rifat Ash-Shahabah 1/939)

5. Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah
Beliau mengatakan :
عائشة بنت أبي بكر الصديق زوج النبي صلى الله عليه وسلم تقدم ذكر أبيها في بابه وأمها أم رومان بنت عامر بن عويمر بن عبد شمس بن عتاب بن أذينة بن سبيع بن دهمان بن الحارث بن غنم بن مالك بن كنانة تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم بمكة قبل الهجرة بسنتين هذا قول أبي عبيدة وقال غيره بثلاث سنين وهي بنت ست سنين وقيل بنت سبع وابتني بها بالمدينة وهي ابنة تسع لا أعلمهم اختلفوا في ذلك
‘Aisyah binti Abi Bakar ash-Shadiq, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam…
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di Mekkah 2 tahun sebelum Hijrah menurut Abu Ubaidah, sedangkan yang lainnya mengatakan 3 tahun sebelum Hijrah, dan usia ‘Aisyah saat itu adalah 6 tahun, atau dikatakan 7 tahun.
Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berumah tangga dengannya di Madinah pada saat usianya 9 tahun..”
(Al-Isti’ab fi Ma’rifatil-Ashab 4/1881)

6. Ibnul Atsir rahimahullah
Beliau mengatakan :
عائشة بنت أبي بكر الصديق الصديقة بنت الصديق أم المؤمنين زوج النبي وأشهر نسائه وأمها أم رومان ابنة عامر بن عويمر بن عبد شمس بن عتاب بن أذينة ابن سبيع بن دهمان بن الحارث بن غنم بن مالك ابن كنانة الكنانية تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم قبل الهجرة بسنتين وهي بكر قاله أبو عبيدة وقيل بثلاث سنين وقال الزبير تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد خديجة بثلاث سنين وتوفيت خديجة قبل الهجرة بثلاث سنين وقيل بأربع سنين وقيل بخمس سنين وكان عمرها لما تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم ست سنين وقيل سبع سنين وبنى بها وهي بنت تسع سنين بالمدينة
‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shidiq ash-Shadiqah binti Ash-Shidiq Ummul Mu’minin, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam…
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya 2 tahun sebelum hijrah, dan ia adalah seorang perawan…
Dan dikatakan 3 tahun sebelum hijrah….
Adapun umurnya pada saat dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu adalah 6 tahun.
Dikatakan juga 7 tahun, dan kemudian mulai hidup serumah bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di Madinah pada saat usianya 9 tahun.”
(Usdul-Ghabah fi Ma’rifatish- Shahabah 7/205)

7. Ibnu ‘Asakir rahimahullah
Beliau mengatakan :
الثالثة عائشة بنت أبي بكر الصديق عبدالله ويقال عتيق بن أبي قحافة ( عثمان بن
) عامر بن عمرو بن كعب وأمها أم رومان بنت عامر بن عويمر
هاجرت مع النبي صلى الله عليه وسلم وتزوجها بعد الهجرة وقيل بل في شوال سنة عشر من النبوة قبل مهاجره الى المدينة بسنة ونصف أو نحوها وكانت بكرا ولم ينكح بكرا غيرها ولم تلد له ولا غيرها من الحرائر سوى خديجة بنت خويلد
ونكحها وهي ابنة ست وقيل سبع سنين وبنى بها وهي ابنة تسع سنين وتوفي عنها وهي ابنه ثمان عشرة
“’Aisyah binti Abi Bakar ashShidiq radhiyallaahu ‘anha…
Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya sedangkan ia berusia 6 tahun, atau dikatakan 7 tahun, dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berumah tangga dengannya saat ia berusia 9 tahun, serta Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat pada saat ia berusia 18 tahun.
(Al-Arba’in fi Manaqib Umahat al-Mu’minin 1/41)

8. Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah
وقوله : ” تزوجها وهى ابنة ست سنين ، وبنى بها وهى ابنة تسع ” ما لا خلاف فيه
بين الناس ، وقد ثبت في الصحاح وغيرها .
وكان بناؤه بها عليه السلام في السنة الثانية من الهجرة إلى المدينة .
“Perkataannya : “Nabi shallalaahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha sedangkan ia berusia 6 tahun, dan berumah tangga dengannya sedangkan ia berusia 9 tahun” adalah suatu hal yang tidak diperselisihkan diantara manusia, dan sungguh telah tsabit khabar tentang ini di dalam kitab2 Shahih dan selainnya.”
(As-Sirah An-Nabawiyah 2/141)

9. Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah
Beliau mengatakan :
عائشة أم المؤمنين ( ع )
بنت الإمام الصديق الأكبر ، خليفة رسول الله صلى الله عليه وسلم أبي بكر عبد الله بن أبي قحافة عثمان بن عامر بن عمرو بن كعب بن سعد بن تيم بن مرة ، بن كعب بن لؤي ؛ القرشية التيمية ، المكية ، النبوية ، أم المؤمنين ، زوجة النبي صلى الله عليه وسلم ، أفقه نساء الأمة على الإطلاق .
وأمها هي أم رومان بنت عامر بن عويمر ، بن عبد شمس ، بن عتاب بن أذينة الكنانية .
هاجر بعائشة أبواها ، وتزوجها نبي الله قبل مهاجره بعد وفاة الصديقة خديجة بنت خويلد ، وذلك قبل الهجرة ببضعة عشر شهرا ، وقيل : بعامين . ودخل بها في شوال سنة اثنتين ، منصرفه – عليه الصلاة والسلام – من غزوة بدر ، وهي ابنة تسع .
“‘Aisyah Ummul Mu’minin radhiyallaahu ‘anha.
Putri imam Ash-Shidiq al-Akbar, Khalifah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam Abu Bakar ‘Abdullah bin Abu Quhafah……….. (radhiyallaahu ‘anhu).
Dan Nabi shallaaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya setelah wafatnya ash-Shadiqah Khadijah binti Khuwailid radhiyallaahu ‘anha, sekira beberapa belas bulan sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Dikatakan pula dua tahun sebelum hijrah.
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serumah dengannya pada bulan Syawal tahun ke-2, seusai perang Badar, sedangkan usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu 9 tahun.”
(Siyar A’lam an-Nubala 2/135)

10. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah
Beliau mengatakan :
عائشة بنت أبي بكر الصديق تقدم نسبها في ترجمة والدها عبد الله بن عثمان رضي الله عنهم وأمها أم رومان بنت عامر بن عويمر الكنانية ولدت بعد المبعث بأربع سنين أو خمس فقد ثبت في الصحيح أن النبي صلى الله عليه وسلم تزوجها وهي بنت ست وقيل سبع ويجمع بأنها كانت أكملت السادسة ودخلت في السابعة ودخل بها وهي بنت تسع
‘Aisyah binti Abi Bakar ash-Shidiq…………..
Dilahirkan 4 atau 5 tahun ba’da pengutusan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan telah tsabit dalam Ash-Shahih bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi was allam menikahinya sedangkan ia berumur 6 tahun, atau dikatakan juga 7 tahun………
dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serumah dengannya sedangkan ia berusia 9 tahun.”
(Al-Ishabah fi Tamyiz Ash-Shahabah 8/16 biografi no.11457)
Dan banyak lagi yang lainnya yang tidak mungkin disebutkan di sini semuanya.
Yang jelas seperti yang dikatakan oleh Al-Hafizh ibnu Katsir rahimahullah bahwa perkara ini merupakan suatu hal yang tidak diperselisihkan diantara manusia, khususnya para ulama, dan sungguh telah tsabit khabar tentang ini di dalam kitab2 Shahih dan selainnya dan sungguh, tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang2 yang jahil.

:stun:
User avatar
BiasaSaja
 
Posts: 363
Joined: Thu Nov 15, 2012 6:58 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby yesuit » Mon May 27, 2013 8:47 am

Captain Pancasila wrote:wanita boleh berumahtangga hanya ketika dia sudah dewasa secara mental, yang ditandai dengan kesempurnaan akal :

QS. 4:5. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

QS. 4:6. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).


sedangkan jika hanya untuk menikah saja, maka syarat kedewasaan fisik yang ditandai dengan adanya ketertarikan terhadap lawan jenis, sudah cukup :

QS. 4:19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

QS. 4:21. Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.


NB : mempusakai = memahari => menikahi

:turban:


Benar. Dasar hukum Islam itu adalah Al Quran, bukan hadis, apalagi sirat yang sama sekali tidak diverifikasi kebenarannya.
Selain Al Quran ada juga sunah nabi, sunah nabi itu bisa diketahui dari hadis yang telah diverifikasi kesahihannya, secara SANAD maupun MATANnya.
Kitab Bukhari hanya sahih secara sanadnya, belum diverifikasi kesahihan secara matannya.
Apapun hadis itu, kalau bertentangan dengan satu saja ayat Quran maka gugurlah hadis tersebut.

QS 4. An Nisaa'
6. Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
[269]. Yakni: mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usaha mereka, kelakuan dan lain-lain sampai diketahui bahwa anak itu dapat dipercayai.
yesuit
 
Posts: 16
Joined: Thu May 23, 2013 12:46 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby simplyguest » Mon May 27, 2013 9:51 am

yesuit wrote:Apapun hadis itu, kalau bertentangan dengan satu saja ayat Quran maka gugurlah hadis tersebut.


Kalo gitu saya mau tanya, siapa yang berhak menentukan suatu hadis itu bertentangan atau tidak dengan ayat quran?
Apakah masing2 orang berhak menentukan sendiri?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby BiasaSaja » Tue May 28, 2013 1:14 pm

Si Yesuit termasuk ORANG JAHIL :green: Bukan Muslim lagi. Selamat menjadi kafir ya yesuit :rolling:
User avatar
BiasaSaja
 
Posts: 363
Joined: Thu Nov 15, 2012 6:58 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby FHLI » Tue Jul 15, 2014 10:38 am

Sundul buat @muslimasli
FHLI
 
Posts: 92
Joined: Tue Jul 24, 2012 7:15 pm


Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby gema » Wed Jul 16, 2014 3:12 am

FHLI wrote:Sundul buat @muslimasli


Ane bukan nyundul lagi bro...
Ane dah beri assist sama si MA, bukanya dijemfut tuh bola, malah di out in sama dia. #-o
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby FHLI » Wed Jul 16, 2014 7:23 am

gema wrote:Ane bukan nyundul lagi bro...
Ane dah beri assist sama si MA, bukanya dijemfut tuh bola, malah di out in sama dia. #-o


:green: :rolling:
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
FHLI
 
Posts: 92
Joined: Tue Jul 24, 2012 7:15 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby @muslimasli » Wed Jul 16, 2014 9:52 am

hallo... hallo... hallo.... :supz:

@muslimasli sudah memenuhi undangan kalian.... :finga:

apa yang harus saya kerjakan ??? [-(
User avatar
@muslimasli
 
Posts: 1031
Joined: Fri Jun 27, 2014 12:47 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby @muslimasli » Wed Jul 16, 2014 10:48 am

"Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyam ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun."

USIA AISYAH Ketika Menikah dengan Rasullah SAW

:heart:
User avatar
@muslimasli
 
Posts: 1031
Joined: Fri Jun 27, 2014 12:47 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby CrimsonJack » Wed Jul 16, 2014 12:45 pm

Mau dibela segimanapun yang selamat cuma Muhammad.
Quran tetap terbukti tidak berlaku sepanjang masa

http://www.nytimes.com/2012/04/01/magaz ... d=all&_r=0

Intinya standar quran akan kedewasaan dan kelayakan seorang wanita untuk dinikahi semakin muda.
Dulu mungkin umur 12-14 tahun, sekarang 8-10 tahun asal sudah mens sudah layak dinikahi.
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby kuisa » Wed Jul 16, 2014 1:07 pm

CrimsonJack wrote:Mau dibela segimanapun yang selamat cuma Muhammad.

Alhamdulillah, Pak Jack sudah sadar bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidak salah.

Quran tetap terbukti tidak berlaku sepanjang masa

http://www.nytimes.com/2012/04/01/magaz ... d=all&_r=0

Intinya standar quran akan kedewasaan dan kelayakan seorang wanita untuk dinikahi semakin muda.
Dulu mungkin umur 12-14 tahun, sekarang 8-10 tahun asal sudah mens sudah layak dinikahi.

AlQuran sebut angka/umur Pak Jack?
kuisa
 
Posts: 706
Joined: Mon May 05, 2014 12:33 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby gema » Wed Jul 16, 2014 1:40 pm

Freenn..!! Sambil nunggu tanggafan bang Jack... biar ngak suntuuk, gimana kalau kita selingan baca komik dulu..

Adadeh wrote:Komik ini berasal dari buku komik Riwayat Hidup Nabi Muhammad jilid 1

Image
Image
Image

PEDOFILIA: SEXUAL ATTRACTION TO CHILDREN → KETERTARIKAN SEXUAL MENYIMPANG PADA ANAK2
Hanya pria pedofil saja yang terangsang secara sexual jika melihat anak perempuan yang masih kecil. Pria dewasa normal tidak akan tertarik secara sexual terhadap perempuan kecil. Q 65:4 membicarakan nikah-cerai-bersetubuh dengan anak perempuan kecil yang belum haid. Jika pernikahan pedofilia seperti ini dilarang dalam Islam, mengapa Muhammad tidak mengatakan pelarangan itu?

Tafsir Q 65:4 dari At-Thabari:
q-65-4-pedofilia-dalam-islam-t38142/#p593220
Image

Tafsir Q 65:4 dari al-Jalalayni:
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMa ... nguageId=2
Image

terjemahan:
Dan (bagi) para wanitamu yang tidak lagi mengalami menstruasi, jika kau merasa ragu, maka masa iddanya adalah tiga bulan, dan (juga) bagi mereka yang belum menstruasi, karena usia muda mereka, maka masa idda mereka adalah tiga bulan - kedua aturan ini tidak berlaku bagi wanita² yang ditinggal mati suami² mereka; masa idda bagi wanita² yang menjanda adalah empat bulan dan sepuluh hari (Q 2:234). Dan bagi wanita yang hamil, masa idda mereka jika dicerai atau jika suaminya mati, adalah setelah dia melahirkan bayinya. Siapa yang takut akan Allah, Allah akan memudahkan masalah² baginya, di alam fana, dan juga di alam baka.

Mirror 1: bagi mereka yang belum menstruasi, karena usia muda mereka, maka masa idda mere
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby CrimsonJack » Wed Jul 16, 2014 1:49 pm

kuisa wrote:Alhamdulillah, Pak Jack sudah sadar bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidak salah.

Alhamduladi banget, muslim lebih mentingin sosok nabinya daripada isi qurannya, seperti muslim yang lebih mentingin fisik quran daripada isinya.
Posisi nabi udah di atas ayat yang katanya dari allah yang serba maha itu.
Mungkin memang diajarinnya gitu. Urusan fisik(manusia Muhammad dan kitab quran) nomor wahid, isinya nomer buntut.

kuisa wrote:AlQuran sebut angka/umur Pak Jack?

Justru karena ga sebut :D
Jadi menurut Quran anak-anak jaman sekarang yg 9 tahunan sudah boleh dinikahi dan digauli. Betul pak kuisa?
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Bantahan logis tentang umur Aisyah ketika menikah dengan Ras

Postby kuisa » Thu Jul 17, 2014 2:41 pm

Titip dulu untuk dibaca2...
http://ardachandra.wordpress.com/2012/06/06/bantahan-logis-tentang-perkawinan-nabi-muhammad-saw-dengan-aisyah/



Peristiwa ini selalu menjadi topik yang ‘hangat’ dalam perdebatan lintas agama, bahkan termasuk juga di kalangan internal umat Islam sendiri. Bedanya mungkin kalau dalam konteks debat lintas agama, tujuannya tidak lain untuk menyampaikan penghinaan dan hujatan kepada pribadi Rasulullah. Sekalipun hal ini sudah dijawab berulang-ulang oleh umat Islam, namun tetap saja dipermasalahkan oleh pihak non-Muslim. Jawaban yang paling sering kita temukan adalah dengan mengkaji dan menganalisa sanad dari hadits yang menginformasikan bahwa ketika menikah, Aisyah berusia 6 tahun dan hidup serumah (diartikan telah melakukan hubungan suami istri) pada umur 9 tahun. Secara keseluruhan terdapat beberapa hadits yang mencatat jelas soal umur Aisyah ini, termasuk dalam shahih Bukhari dan Muslim, artinya kedua ahli hadits ini ketika mengumpulkan hadits, menemukan cerita yang sama dari beberapa orang, lalu ketika ditelusuri jalur periwayatannya, mereka berkesimpulan bahwa orang-orang yang terlibat dalam ‘menurunkan’ kisah tersebut layak dipercaya. Makanya Bukhari dan Muslim mencatat hadits ini dengan kategori shahih. Masalahnya, sekalipun ketika imam Bukhari dan imam Muslim memperoleh banyak sumber yang menceritakan umur Aisyah tersebut, jalur periwayatannya ternyata mengerucut kepada 1 orang, yaitu : Hisyam, yang lahir tahun 61H (jadi tidak bertemu dengan Aisyah yang wafat tahun 57H). Hisyam sendiri mendapatkan cerita tersebut dari bapaknya : Urwah bin Zubair, salah seorang sahabat yang hidup di jaman Nabi Muhammad SAW, dia memperoleh kisah tersebut sebagaimana yang diceritakan Aisyah kepadanya. Jadi sekalipun imam Bukhari dan Muslim menemukan banyaknya orang yang menceritakan hadits ini, sumbernya adalah 1 orang, melalui Hisyam, sebagai satu-satunya orang yang memperoleh informasi dari bapaknya Urwah. Redaksi hadits tersebut menunjukkan Aisyah bercerita kepada Urwah ‘face to face’, tidak ada orang lain, lalu beberapa tahun kemudian Urwah juga menceritakan ‘face to face’ kepada anaknya, Hisyam, setelah itu barulah Hisyam menyampaikan informasi kepada banyak orang.



Disini saja sudah muncul pertanyaan logis. Peristiwa perkawinan Rasulullah dengan Aisyah merupakan kejadian yang terbuka dan diketahui oleh masyarakat, sebagaimana layaknya semua pernikahan yang ada pada waktu itu. Artinya semua orang tentu mengetahui berapa umur Aisyah ketika menikah, namun tidak satupun orang-orang di Madinah menginformasikan soal Aisyah yang menikah dengan Nabi pada usia belia tersebut. Pertanyaan logis berikutnya, Hisyam selama 71 tahun tercatat tinggal lama di Madinah dan mempunyai banyak murid, termasuk ulama terkenal yang banyak menceritakan hadits, imam Malik dan imam Hanafi. Imam Malik misalnya menulis kitab ‘al-Muwaththa’ yang berisi kumpulan hadits yang beliau terima dan sudah diteliti keshahihannya, cerita tentang umur Aisyah tersebut tidak ada disana. Ketika ditelurusi semua perawinya, ternyata semuanya merupakan orang-orang yang tinggal di Irak, artinya Hisyam baru menceritakan kisah ini setelah berusia 71 tahun dan sudah pindah ke Irak, tempat Hisyam menghabiskan hari tuanya. Imam Malik sendiri berkomentar :“Hisyam layak dipercaya dalam semua perkara, kecuali setelah dia tinggal di Iraq“. Bagi anda yang tetap ngotot untuk membenarkan hadits tentang umur Aisyah ini tentu saja boleh mengatakan :”Bisa saja Hisyam ketika di Madinah tidak menceritakan kisah ini dengan berbagai alasan, lalu baru disampaikannya ketika sudah pindah ke Irak..”. Sekalipun pernyataan tersebut sudah lemah, namun kita terima saja dulu sebagai salah satu kemungkinan.

Persoalan logis berikutnya muncul ketika kita mensingkronkan antara hadist ini dengan hadist-hadits lain terkait dengan umur Aisyah, juga tercatat dalam kitab yang sama, Bukhari dan Muslim. Pada kesempatan lain dikisahkan tentang umur Aisyah ketika turunnya surat al-Qamar (maksudnya pada peristiwa mukjizat Rasulullah membelah bulan), ketika terjadinya perang Badar dan Uhud, perbandingan umur Aisyah dengan putri-putri nabi, Fatimah dan Asma’, dll, maka disini juga terjadi ketidak-sesuaian. Ibarat saya menginformasikan :”Saya lahir pada bulan September 1964”, lalu memberikan informasi lain :”Ketika pemberontakan G30S PKI terjadi, saya lagi belajar di kelas 4 SD”. Pemberontakan tersebut terjadi tahun 1965, apakah mungkin anak umur 1 tahun duduk di kelas 4 SD..??. Maka kedua informasi tersebut tentu menjadi lemah, paling tidak salah-satunya tidak akurat. Namun mungkin anda masih ngotot dan bilang :”Bisa saja informasi yang lain tersebut yang salah karena tidak menyebut umur Asyah dengan jelas, tidak seperti hadits yang terang-terangan mencatat usia 6 dan 9 tahun..”. Untuk kali ini, kita terima lagi pernyataan tersebut sebagai salah satu kemungkinannya.

Peristiwa pernikahan antara nabi Muhammad SAW dengan Aisyah terjadi pada masa awal hijrah, ketika umat Islam yang masih berjumlah sedikit dan lemah, mengungsi dari Makkah ke Madinah, bahkan tercatat akad nikahnya dilakukan di Makkah sebelum mengungsi, dan baru berkumpul dengan Rasulullah ketika sudah tinggal di Madinah. Pertanyaan logisnya adalah :”Apakah dalam masyarakat Arab waktu itu lumrah menikahkan anak perempuan mereka dalam usia 6 atau 9 tahun..?”. Tidak ada catatan kalau hal tersebut menjadi adat-istiadat mereka, dipastikan kalau itu yang terjadi maka ini menjadi suatu peristiwa yang luar-biasa yang akan banyak diperbincangkan orang. Para musuh-musuh Islam di Makkah pasti akan menjadikan pernikahan ini sebagai ’sasaran tembak’ untuk menyerang Islam yang masih lemah. Tindakan Rasulullah bisa dinilai sebagai sesuatu yang kontra-produktif terhadap syi’ar Islam, pada keadaan beliau bisa memilih wanita lain yang berumur layak untuk dinikahi dan tidak akan menimbulkan masalah. Sebagai perbandingan, ketika Aa Gym melakukan poligami beberapa tahun lalu, popularitasnya langsung menurun, jamaah pengajian langsung sepi, padahal beliau menjalankan sesuatu yang dibolehkan dalam syari’at, namun karena dalam masyarakat tertanam nilai-nilai yang menganggap poligami merupakan tindakan yang tidak tepat dan didasari nafsu, maka para ibu-ibu pengikut acara pengajiannya pada kabur, apalagi kalau seandainya Aa Gym melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma-norma agama. Tidak tercatat adanya serangan dari musuh-musuh Islam di Makkah terhadap pernikahan ini, juga tidak tercatat adanya ’eksodus’ para pengikut Rasulullah untuk kembali murtad, termasuk juga pada orang-orang di Madinah yang merupakan masyarakat yang baru menerima Islam.

Anda mungkin bisa saja tetap ngotot dengan mengatakan :”Nabi Muhammad SAW telah menyihir para pengikutnya dengan mengatakan pernikahan tersebut merupakan perintah Tuhan, lalu membuat mereka takut untuk membantah. Tujuannya jelas karena ingin menyalurkan hasratnya yang pedofilia”. Pertanyaan logisnya adalah :”Kalau memang beliau memiliki kecenderungan pedofilia, lalu mengapa pada awalnya Rasulullah malah menikahi Siti Khadijah yang berumur lebih tua..??”. Anda mungkin berkelit :”Kecenderungan tersebut muncul setelah beliau menjadi nabi, ketika Khadijah sudah meninggal dunia..”. Kembali lagi muncul pertanyaan logis :”Setelah Khadijah wafat, Rasulullah melakukan poligami dengan 10 orang istri. Faktanya yang tercatat berumur 6 tahun hanyalah Aisyah, kalau memang mau mengikuti kecenderungan tersebut maka pastinya bukan hanya Aisyah yang dinikahi ketika berusia dibawah umur. Rasulullah bisa menikahi Aisyah, lalu apa sulitnya beliau menikahi wanita muda lain dengan alasan yang sama..??”. Alasan pedofilia menjadi tidak akurat dalam menghadapi fakta pernikahan Rasulullah tersebut.

Lalu ada keberatan lain :”Tidak layak seorang tua berumur 60 tahun menikahi gadis belia belasan tahun. Orang tua yang sudah uzur dan loyo seharusnya memikirkan yang lain..”. Anehnya soal nikah beda usia ini terjadi sampai sekarang dan tidak pernah jadi masalah. Anda tahu Rod Stewart, si penyanyi idola..?? dia menikah untuk ketiga kalinya tahun 2007 dalam usia 62 tahun dengan seorang model yang lahir tahun 1971. Mick jagger masih loncat-loncatan di panggung musik pada usianya yang menjelang 70 tahun. Tidak usah jauh-jauh, Ahmad Albar si rocker gaek, masih pakai kaos buntung dan masih wara-wiri berteriak :”Rock di udara..!!!”. Bahkan dalam khazanah Kristen (sekalipun berapa usia persisnya masih diperdebatkan) Bunda Maria berusia belasan tahun ketika menikah dengan Jusuf si tukang kayu yang sudah tua, diantara mereka terbentang jarak usia yang panjang. Sekali lagi, aneh kalau mempermasalahkan soal beda usia antara nabi Muhammad dengan Aisyah.

Soal berapa sebenarnya usia wanita yang layak untuk menikah juga menjadi pertanyaan. Secara biologis, wanita dikatakan layak untuk menikah ketika sudah mengalami menstruasi karena fisiknya sudah bisa melakukan pembuahan. Dunia kesehatan mengatakan wanita mengalami haid/menstruasi pertama kali secara normal pada usia 8 tahun. Secara sosial terjadi perbedaan tergantung waktu/jaman dan tempat. Jaman kakek-nenek kita dulu, wanita tamat SD sudah layak menikah, bahkan ketika umur 20 tahun masih belum juga punya suami, maka dikatakan orang-orang suda tidak lazim. Jaman sekarang usia yang pantas menikah menjelang 30 tahun. Pada abad-19 di Amerika, masyarakat menerima pernikahan wanita pada umur 10 tahun, pada tahun 1930 terdapat 12 negara bagian di AS yang membolehkan wanita berumur 12 tahun untuk menikah atas ijin orang-tua. Secara psikologis juga tidak bisa ditetapkan standardnya, wanita bisa saja secara matang menghadapi pernikahan dalam umur belasan, dilain pihak ada yang sudah tua bangka tetap saja tidak mampu menghadai perkawinan secara dewasa.

Dalam dunia Islam, pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ini sebenarnya sesuatu hal yang ’tidak penting’, ini hanya soal pribadi beliau yang memiliki istri diantara banyaknya istri-istri yang lain. Pernikahan seperti ini bukan merupakan suatu syari’at yang harus diikuti, makanya umat Islam tidak menyatakan menikahi wanita dalam usia muda dan memiliki perbedaan umur yang jauh sebagai suatu keutamaan. Silahkan saja anda lirik kaum Muslim di sekeliling anda, apakah mereka mempraktekkan pernikahan model seperti ini sebagai suatu keutamaan. Paling si Syekh Puji saja yang bakalan mengatakan ini sebagai ’sunnah rasul’. Kalau kemudian umat Islam memperoleh hikmah dibalik pernikahan ini, memang demikianlah faktanya. Aisyah adalah wanita yang cerdas dan karena punya perbedaan usia yang jauh dengan Rasululah, beliau hidup lama setelah kepergian nabi Muhammad SAW. Dari beliaulah umat Islam banyak menerima hadist-hadits tentang kehidupan rumah-tangga, soal hubungan suami-istri, soal wanita dalam menghadapi masa haid/menstruasi, termasuk juga soal adab Rasulullah untuk membersihkan diri, mandi wajib, shalat tahajud..

Kengototan pihak non-Muslim untuk terus mempermasalahkan pernikahan ini tidak lain hanya didasari niat mau menghina dan menghujat, dan itu ditujukan bukan kepada ajaran Islam tapi semata-mata diarahkan kepada pribadi Rasulullah, orang yang sama sekali tidak berhubungan dengan mereka, tidak pernah bertemu, hidup digurun pasir Arab ribuan tahun lalu. Sikap ini menunjukkan ketika selalu mempersoalkan perkawinan Rasulullah dengan Aisyah ini, mereka sama sekali tidak mempunyai niat untuk menyampaikan kebenaran atau meluruskan yang salah.
kuisa
 
Posts: 706
Joined: Mon May 05, 2014 12:33 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby keeamad » Thu Jul 17, 2014 2:53 pm

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَ يَحْيَى وَإِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ بِنْتُ سِتٍّ وَبَنَى بِهَا وَهِيَ بِنْتُ تِسْعٍ وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ

(Imam Muslim berkata:) Berkata kepada kami Yahya bin Yahya, Ishaq bin Ibrahim, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Abu Kuraib, berkata Yahya dan Ishaq: telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan dua yang lain (Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib) berkata: berkata kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Al Aswad, dari ‘Aisyah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahinya dan dia berusia enam tahun dan mulai berumah tangga dengannya pada usia 9 tahun, dan Beliau wafat saat ‘Aisyah berusia 18 tahun. (HR. Muslim No. 1422, 72)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/03/25/299 ... z37cPXNwpE

http://www.dakwatuna.com/2013/03/25/299 ... z37cPDkN5h

XXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Kebersamaan Aisyah dengan Nabi berlangsung sekitar 9 tahun lamanya, pada saat Nabi wafat usia Aisyah adalah 18 tahun.
http://sosok.kompasiana.com/2012/09/21/ ... 95326.html

XXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Coba kalo nte bisa hitungan aljabar sederhana,
LAMA ASIAH MENIKAH 9 TAHUN,
USIA AISAH SAAT Nabi momad mokad 18 TAHUN ......
BERAPA USIA ASIAH SAAT MENIKAH ...... ???


=================

Lagi2x muslim cuma - UNTUK, menggenapi :
2. Fenifu
1. Balul .....
Mirror 1: Kebersamaan Aisyah dengan Nabi berlangsung sekitar 9 tahun lamanya, pada saat Na
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby CrimsonJack » Thu Jul 17, 2014 6:03 pm

Yang dilakukan kafir pada artikel copas kuisa sebenarnya sudah benar.
Mereka melakukan pengujian terhadap sebuah karakter yang diklaim sebagai nabi dengan akhlak termulia dan membawa ajaran yang paling sempurna.
Oleh karena itu kelakuan Muhammad haruslah lebih baik dari nabi lain yang akhlaknya tidak paling mulia.
Karena jika klaim termulia akhlaknya saja tidak terpenuhi, ajaran yang dibawa oleh karakter Muhammad ini harus dipertanyakan juga kebenarannya.

Seperti halnya yang dilakukan muslim terhadap Lia Eden.
Uji kelayakan.
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby gema » Fri Jul 18, 2014 12:17 am

keeamad wrote:(Imam Muslim berkata:) Berkata kepada kami Yahya bin Yahya, Ishaq bin Ibrahim, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Abu Kuraib, berkata Yahya dan Ishaq: telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan dua yang lain (Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib) berkata: berkata kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Al Aswad, dari ‘Aisyah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahinya dan dia berusia enam tahun dan mulai berumah tangga dengannya pada usia 9 tahun, dan Beliau wafat saat ‘Aisyah berusia 18 tahun. (HR. Muslim No. 1422, 72)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/03/25/299 ... z37cPXNwpE

http://www.dakwatuna.com/2013/03/25/299 ... z37cPDkN5h


Kuisa, ada tak nama si Hisyam disitu.?

Redaksi hadits tersebut menunjukkan Aisyah bercerita kepada Urwah ‘face to face’, tidak ada orang lain, lalu beberapa tahun kemudian Urwah juga menceritakan ‘face to face’ kepada anaknya, Hisyam, setelah itu barulah Hisyam menyampaikan informasi kepada banyak orang.


Redaksi dari Hongkong tuh nyang tulis. Tidak ada orang lain tafi ada banyak orang tahu si mamad ngembat ABK (Anak Bau Kencur) dan bukan dari si Urwah bokap nya si Hisyam saja. Elo lihat hadits muslim nyang dibawa bro keamad.

Disini saja sudah muncul pertanyaan logis. Peristiwa perkawinan Rasulullah dengan Aisyah merupakan kejadian yang terbuka dan diketahui oleh masyarakat, sebagaimana layaknya semua pernikahan yang ada pada waktu itu. Artinya semua orang tentu mengetahui berapa umur Aisyah ketika menikah, namun tidak satupun orang-orang di Madinah menginformasikan soal Aisyah yang menikah dengan Nabi pada usia belia tersebut.


Preeeett..!!!! :butthead:
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby scheherazade » Fri Jul 18, 2014 1:40 pm

Fakta bahwa banyak muslim sibuk mencari pembenaran / perbandingan pernikahan Muhammad dengan Aisyah (entah dengan cara bilang usianya waktu menikah sudah enambelas lah, atau bilang pernikahan semacam itu merupakan hal biasa di jaman itu lah, atau nyamain Muhammad sama Ahmad Albar / Rod Stewart / Mick Jagger lah) saja sudah menunjukkan ada yang salah pada pernikahan ini.

Kalau memang tidak ada yang salah, ngapain cari pembenaran? Kok nabi disamain ama Ahmad Albar atau Rod Stewart? Namanya nabi ya one and only, kok manusia biasa (kafir pula) dipakai untuk membenarkan tingkah nabimu yang katanya manusia sempurna tanpa dosa.
Mirror 1: Menjawab website islam tentang aisya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
scheherazade
 
Posts: 508
Joined: Sat Feb 02, 2013 1:19 am

Re: Menjawab website islam tentang aisya

Postby kuisa » Fri Jul 18, 2014 2:47 pm

scheherazade wrote:Fakta bahwa banyak muslim sibuk mencari pembenaran / perbandingan pernikahan Muhammad dengan Aisyah (entah dengan cara bilang usianya waktu menikah sudah enambelas lah, atau bilang pernikahan semacam itu merupakan hal biasa di jaman itu lah, atau nyamain Muhammad sama Ahmad Albar / Rod Stewart / Mick Jagger lah) saja sudah menunjukkan ada yang salah pada pernikahan ini.

Kalau memang tidak ada yang salah, ngapain cari pembenaran? Kok nabi disamain ama Ahmad Albar atau Rod Stewart? Namanya nabi ya one and only, kok manusia biasa (kafir pula) dipakai untuk membenarkan tingkah nabimu yang katanya manusia sempurna tanpa dosa.

makanya dibaca jangan setengah2... :)

selama 1500tahun tidak ada yg mempersalahkan pernikahan nabi dan Aisah.. artinya apa? Itu cuma pernikahan biasa, tidak ada yg istimewa, yg nikahin bapaknya, penganten wanita cinta Nabi, diumumkan, tidak sembunyi2, tidak ada yg protes pula selama proses nikah dan dalam rumahtangga sakinah mawaddah warahmah...

1500tahun kemudian tau2 ada segerombolan oranggila protes :green:
simpulkan sendiri deh
lha giliran dijawab malah bilang pembenaran... apanya yg mau dibenerin, emang ada yg salah???
kuisa
 
Posts: 706
Joined: Mon May 05, 2014 12:33 pm

PreviousNext

Return to Resource Centre SEX & MUHAMMAD



Who is online

Users browsing this forum: No registered users