Page 1 of 1

Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DInikahi

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 12:05 am
by keeamad
Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Istilah Untuk Budak Yg Belum DInikahi?

Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah,
sehingga halal hukumnya untuk digauli .....

Sekarang Silakan muslim menunjukkan istilah dan ayat2x dari quran,
UNTUK BUDAK2X (wanita) YANG BELUM DINIKAHI ....(sehingga haram untuk dikimpoi) ....

Gampang kan ... ???
:turban:
Mirror: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DInikahi
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 12:36 am
by OpoBener
Emang ada gitu, budak horom dalam Islam, bro ?
Yang ada halal semua, semua bagian tubuh wanita itu aurat bahkan upilnya dan semua wanita selain muslimah itu HALAL hukumnya

Wuenakkkkkk pol kan, berbuat bejad dalam nama Tuhan, that's Islam

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 11:26 am
by kuisa
Dalil yang digunakan untuk mereka yang berpendapat ttg milkulyamin/tangan kanan, istilah untuk budak yang dinikahi:

Diriwayatkan oleh Anas : “Rasulullah tinggal selama tiga malam antara khaibar dan madina dan telah menikahi shafiya. Aku mengundang kaum muslimin untuk menghadiri pesta pernikahan dan disana tidak ada daging dan roti didalam pesta tersebut, akan tetapi rasulullah memerintahkan Bilal untuk menggelar tatakan kulit yang diatasnya terdapat biji, mentega dan susu masam kental mengeringkan ditaruh. Kaum muslimin bertanya diantara diri mereka, “apakah Shafiyya akan menjadi salah satu ummul mukminin (istri Rasulullah) ataukah hanya menjadi budaknya saja”, beberapa dari mereka berkata, “Jika Rasulullah menutupinya dengan burdah ( maksudnya menutupi wajah beliau seperti istri-istri nabi yang lain ) dia akan menjadi ibu dari kaum muslimin, dan jika tidak maka dia akan menjadi budak beliau (malakat aimanuhu=tangan kanan).” Ketika beliau meninggalkan tempat tersebut, Rasulullah menempatkan shafiyya dibelakang dirinya (dan menutupnya dengan burdah) (Bukhari 59:524)

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 3:18 pm
by keeamad
Sungguh ruuuuar biasa terjemahan mengarang bebas ala kibul muslim ...

Mari kita lihat haids asli bukharinya :
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدٌ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسًا ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ أَقَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ خَيْبَرَ وَالْمَدِينَةِ ثَلاَثَ لَيَالٍ يُبْنَى عَلَيْهِ بِصَفِيَّةَ، فَدَعَوْتُ الْمُسْلِمِينَ إِلَى وَلِيمَتِهِ، وَمَا كَانَ فِيهَا مِنْ خُبْزٍ وَلاَ لَحْمٍ، وَمَا كَانَ فِيهَا إِلاَّ أَنْ أَمَرَ بِلاَلاً بِالأَنْطَاعِ فَبُسِطَتْ، فَأَلْقَى عَلَيْهَا التَّمْرَ وَالأَقِطَ وَالسَّمْنَ، فَقَالَ الْمُسْلِمُونَ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ، أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُهُ قَالُوا إِنْ حَجَبَهَا فَهْىَ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ، وَإِنْ لَمْ يَحْجُبْهَا فَهْىَ مِمَّا مَلَكَتْ يَمِينُهُ‏.‏ فَلَمَّا ارْتَحَلَ وَطَّأَ لَهَا خَلْفَهُ، وَمَدَّ الْحِجَابَ‏.‏
http://sunnah.com/bukhari/64/253

Jika diterjemahkan secara Harfiah - terutama bagian MENGAWINI SAFIYAH :
أَقَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ خَيْبَرَ وَالْمَدِينَةِ ثَلاَثَ لَيَالٍ يُبْنَى عَلَيْهِ بِصَفِيَّةَ، فَدَعَوْتُ الْمُسْلِمِينَ إِلَى وَلِيمَتِهِ، وَمَا كَانَ فِيهَا مِنْ خُبْزٍ وَلاَ لَحْمٍ، وَمَا

Maka terjemahannya CUMA :
Resided Prophet, peace be upon him between the Khyber and the city three nights built upon Bsfih, Vdaot Muslims and Imith, and what was the bread and meat, and

Bandingkan dengan karangan BEBAS UNTUK MENUTUPI - NUTUPI KELAKUAN BEJAD nabi Cabul muhammad saw :
stayed for three rights between Khaibar and Medina and was married to Safiya.
I invited the Muslim to h s marriage banquet
and there wa neither meat nor bread in that banquet but the Prophet ordered Bilal to spread the leather mats on which dates, dried yogurt and butter were put.

=============

Acara itu ADALAH CUMA JAMUAN MAKAN, dan ada Safiyah di sana,
TAPI BUKAN ACARA KAWIN .....

Tata Cara Kawinnya nabi muhammad cukup dengan niat saja,
sebab DIA BISA MENGAWINI PEREMPUAN DENGAN SEENAK JIDATNYA (terutama kpd para budak),
karena dia adalah :
1. Pengantin itu sendiri
2. Penghulu itu sendiri
3. Mahar DIRINYA SENDIRI
4. MENJADI SAKSI PERKAWINANNYA SENDIRI .....

Tidak aneh - dengan modus kawin seperti itu, BANYAK muslim yg datang yg bertanya-tanya ...
Apakah Safiyah akan DIJADIKAN ISTRI,
atau TETAP SEBAGAI BUDAK hasil Tawanan Perang (Malakat Aymanukum .... )

Arti Malakat Aymanakum dari quran sendiri jelas disebutkan adalah:
BUDAK (WANITA) YG DIDAPAT DARI HASIL JARAHAN PERANG .... !!!!

Note:
Ada bebepa tipe budak lainnya, seperti budak belian, budak karena turunan, budak karena diberi dll .....

Tapi MAKSUD dari Terjemahan mengarang bebas hadist di atas - khususnya bagi para fenboy/girl BUDAK HARUS DIKAWIN SEBELUM DINIKAHI,
adalah JUSTRU UNTUK MENGABURKAN/MENYAMARKAN ESENSI SESUNGGUHNYA dimana :
CUKUP JADI BUDAK (Tawanan Perang) SAJA - Aymanukum,
SUDAH HALAL UNTUK DIGAULI, TANPA PERLU DINIKAHI DAN/Atau DIJADIKAN ISTRI ....


Note:
Ayat quran lain hanya menerangkan bahwa BUDAK HALAL UNTUK DIJADIKAN ISTRI,
Mirror 1: Resided Prophet, peace be upon him between the Khyber and the city three nights
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 4:03 pm
by kuisa
@atas

Kamu belum layak koar2 seolah2 mengerti terjemahan perhuruf. Ini dari situs hadits yang kamu bawa dan tidak kamu baca.

The Prophet (ﷺ) stayed for three rights between Khaibar and Medina and was married to Safiya. I invited the Muslim to h s marriage banquet and there wa neither meat nor bread in that banquet but the Prophet ordered Bilal to spread the leather mats on which dates, dried yogurt and butter were put. The Muslims said amongst themselves, "Will she (i.e. Safiya) be one of the mothers of the believers, (i.e. one of the wives of the Prophet (ﷺ) ) or just (a lady captive) of what his right-hand possesses" Some of them said, "If the Prophet (ﷺ) makes her observe the veil, then she will be one of the mothers of the believers (i.e. one of the Prophet's wives), and if he does not make her observe the veil, then she will be his lady slave." So when he departed, he made a place for her behind him (on his and made her observe the veil.

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 5:17 pm
by keeamad
muslim yg mengaku moderat, Amat Sangat Malu dengan kisah cabul nabi muhammad saw,
makanya belakangan dikarang cerita TERJEMAHAN bahwa :
Bermalan 3 hari di khaybar itu adalah PESTA PERNIKAHAN DENGAN Safiyah ...

Padahal faktanya,
CUMA UNDANGAN MAKAN MALAM SAHAJA ...

Tidak ada tertulis dalam haids Bukari tsb kalimat yg mengatakan ;
PERKAWINAN DENGAN SAFIYA ....


Oleh sebab itu, TIDAK ANEH JIKA PARA muslimun menjadi BERTANYA-TANYA ....
APAKAH SAFIYAH DINIKAHI JADI ISTRI,
ATAU TETAP CUMA JADI AYNAKUM (BUdak yang diperoleh dari jarahan perang) ....


Tapi esensi Sex dengan Budak tetap tidak berkurang walau adanya terjemahan haids yg dkarang-karang tsb ....
BAHWA Cukup Jadi BUDAK Saja, ITU Sudah HALAL Untuk DIGAULI,
TANPA PERLU DINIKAHI ... !!!


Note :
Lalu bagaimana nabi bisa menikahi seorang budak tanpa ada muslim yg tahu dengan pasti ... ???
ADALAH KELEBIHAN nabi yg diberikan oleh allah swt bahwa nabi bisa mengawini budak seenak udelnya karena :
1. muhammad yg jadi pengantinnya sendiri
2. muhammad yg jadi penghulunya sendiri
3. muhammad yg jadi saksinya sendiri
4. budak tsb tidak perlu perwalian
5. mahar nabi cukup kuont0lnya sahaja
Mirror 1: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DInikahi
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 6:18 pm
by kuisa
keeamad wrote:Padahal faktanya,
CUMA UNDANGAN MAKAN MALAM SAHAJA ...

Ya sudah terserah kamulah

](*,) ex muslim abal2 sok2an menerjemah harfiah

فَدَعَوْتُ الْمُسْلِمِينَ إِلَى وَلِيمَتِهِ = Fa (maka) da'autu (aku mengundang) muslimin (muslim) ila (kepada) walimah (resepsi pernikahan).

Menuduh pula Hadits Bukhori dikarang belakangan. Boleh saja mengatakan sebuah hadits palsu dengan alasan yang bisa diterima. Dan alasan itu adalah ilmu, ada dalil lain yang kuat, mutawatir dan shoheh dan bukan karena mulut menganga berbusa.

Btw, cara termudah untuk menolak semua plintiran hadits di ffi ini adalah dengan mengatakan itu adalah hadits palsu karena matan hadits tidak sesuai dengan AlQuran. Tapi itu tidak saya lakukan karena terkadang ada rukhsah (keringanan) untuk sebuah hukum, atau kondisi khusus (belum turun ayat, masa khusus perang, aturan khusus jaman perbudakan)

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Thu Feb 05, 2015 9:29 pm
by keeamad
Hadist itu mungkin tentang pernikahan muhammad saw ....
-----------------------------------

Untuk lebih mengenal istilah WALIMA,
berikut kutipan dari wiki dan situs islam sendiri :
http://en.wikipedia.org/wiki/Walima
While it is an Arabic term, it is not necessarily a term reserved for Muslims per se,
as the word simply describes the event that is to be celebrated.


http://www.central-mosque.com/fiqh/walima.htm
The Arabs used it for a meal or feast where people were invited and gathered.
Later, the term became exclusive for the wedding banquet.


Later itu belakangan, kalo anda belum tahu ....
=========
Berdasarkan FAKTA2X di atas, maka :
JADI PERSEPSI Walima Adalah UNDANGAN MAKAN MALAM PADA JAMAN nabi,
DIANGGAP BENAR ADANYA ....


Note:
Sehubungan dengan itu (Walima adalah Undangan Nikah atau Sekedar makan malam),
jmakan akan TERAJUT BENANG MERAH DENGAN PERISTIWA SELANJUTNYA PADA MALAM ITU .....
The Muslims said amongst themselves,
"Will she (i.e. Safiya) be one of the mothers of the believers,
(i.e. one of the wives of the Prophet (ﷺ) )
or just (a lady captive) of what his right-hand possesses"
Jadi Berdasarkan Kronologisnya, maka terjemahan yang TEPAT dari Fakta2x yang menyebabkan Muslim berspekulasi adalah :

Kalo Siapapun dia pada malam itu Lalu DIKENAKAN KERUDUNG Oleh nabi.
=== > Maka acara makan malam itu ADALAH RESEPSI PERNIKAHAN (Siapapun itu kemudian berstatus jadi istri)

Kalo Siapapun dia pada malam itu Ternyata TIDAK DIKENAKAN KERUDUNG Oleh nabi.
=== > Maka acara makan malam itu ADALAH Walima dalam Term Makan Malam BIASA yg Juga Memang Dikenal seperti itu adanya pada masa awal Hijrah ....
Jadi dari peristiwa ke 2 .siapapun itu,
TIDAK MENJADI ISTRI, CUMA MALAKAT AYMANUKUM (Budak ... )

Moral :
Hal itu TETAP TIDAK MENGHILANGKAN ESENSI PESAN quran bahwa :
BUDAK HALAL DIGAULI, TANPA PERLU DINIKAHI ....
TETAPI BUDAK JUUGA HALAL UNTUK DIJADIKAN ISTRI

:partyman:
Mirror 1: mungkin
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Fri Feb 06, 2015 11:31 am
by keeamad
Terbukti benar TERM WALIMA PADA JAMAN NABI,
hanyalah undangan MAKAN MALAH ....

Tidak ada tertulis disitu - dalam haids dan undangannya.
SIAPA PASANGAN MEMPELAINYA

:drinkers:
Mirror 1: Tidak ada tertulis disitu - dalam haids dan undangannya.
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Sat Feb 07, 2015 9:18 am
by keeamad
Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan,
sebab disahkan berhubungan badan hanya melalui dua cara.
Yaitu: nikah shahih dan perbudakan.


Sedangkan wanita mut’ah, bukanlah istri dan bukan pula budak.
(ukhtashar Itsna Asy’ariah, Mahmud Syukri al Alusi, hlm. 228).
https://www.islampos.com/ini-hukum-kawi ... am-112377/
:turban:
Mirror 1: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DInikahi
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Mon Feb 09, 2015 10:18 pm
by keeamad
http://rumaysho.com/keluarga/bersetubuh-yang-halal-1788

para ulama - tidak berselisih pendapat tentang
bolehnya menyetubuhi hamba sahaya yang telah sah dimiliki,
sekali pun tanpa melalui akad nikah.
Ibnu Qudamah berkata,
“Hamba sahaya memberikan manfaat dalam kepemilikan,
termasuk di dalamnya adalah bolehnya disetubuhi (oleh tuannya).”

Pandangan muslim yg mengatakan:
BUDAK HARUS DINIKAHI DULU BARU BOLEH DIKIMPOI ADALAH PANDANGAN YG SESAT DAN MENYESATKAN ...
:turban:
Mirror 1: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DInikahi
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DIni

PostPosted: Mon Feb 09, 2015 11:16 pm
by keeamad
Kutipan jawaban dari seorang ustadz modern pd 2013 lalu ....

TANYA USTADZ


Berhubungan Dengan Hamba Sahaya
Selasa, 19 November 2013 , 19:32:41
Penanya : Ikhwan
Daerah Asal : bogor
Follow:

Assalamualaykum,,tolong ustadz jelaskan tentang boleh menyetubuhi budak tanpa dinikahi,,,sy kurang faham,,syukron

Jawab :


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Orang yang memiliki budak wanita dengan cara yang sah
dibolehkan baginya untuk berhubungan intim dengan budak tersebut
tanpa harus didahului oleh pernikahan,

mengingat ar-Riq (perbudakan) statusnya lebih kuat dari pada pernikahan, dan maksud dari pada perbudakan serta pernikahan tidaklah sama sehingga keduanya tidak bisa dikompromikan. Lih adz-Dzakhiroh oleh al-Qarafi 4/341-342

......... cara memperoleh budak yang dibenarkan dalam Syariat adalah:
Memperoleh budak dari peperangan dengan orang kafir,
http://www.salamdakwah.com/baca-pertany ... budak.html

GAK ANEH KALO ISIS HOBI NGAJAK PERANG - kafrin atau muslimun,
TAPI BE60NYA, BANYAK WANITA MUALAP YG Mau aja DIJADIKAN BUDAK SEX ......

=========================

Pilihan untuk menjadi muslim memang sudah dinubuatkan :
--- Dasarnya Fandir (kebanyakan dari para umatnya)
--- Suka Nifu (kebanyakan dari para ulamanya, habibnya dan ustad2xnya .... )

:supz:
Mirror 1: Ayamanukum = Budak Yg Sudah DInikah, Budak Yg Belum DInikahi
Follow Twitter: @ZwaraKafir