.

ISLAM = PRIMITIVISME ATAU PERADABAN?

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

ISLAM = PRIMITIVISME ATAU PERADABAN?

Postby Al_Kafirun » Tue Jan 07, 2014 8:31 pm

Pengantar
Ini adalah artikel kedua saya yang saya tulis untuk saudara-saudara di FFI. Pada artikel ii saya ingin membagikan pemahaman saya mengenai apa itu Islam. Jika kemarin saya membahas bahwa Quran itu bukan wahyu Allah, atau paling tidak bukan kitab yang turun dari langit. Maka hari ini saya ingin membongkar primitivisme di dalam Alquran dan Islam itu sendiri.
Orang-orang fanatik agama yang awam kalau ditanyakan, agama atau manusia yang ada dahulu, tentunya menjawab agama yang ada dahulu. Namun bila ditanyakan pertanyaan ini pada orang-orang moderat dan atau para teolog maka akan dijawab manusia yang ada dahulu. Saya termasuk golongan orang yang akan menjawab manusia yang ada dahulu.
Bertolak dari itu saya [dan sebagian besar orang] menganggap bahwa agama adalah hasil pemikiran manusia. Agama merupakan sistem penyembahan kepada Allah. Oleh karena agama itu lahir dari pemikiran manusia mengenai penyembahan yang sistematis kepada Allah maka itu berarti agama manapun tidaklah lepas dari pengaruh kebudayaan di mana agama itu lahir.
Tidak usah jauh-jauh ke luar, coba kita lihat agama suku di Indonesia. Kaharingan di Kalimantan, Kejawen di Jawa, Marapu di Sumba, Jingitiu di Sabu, dan masih banyak lagi. Semuanya sistem penyembahan di tiap-tiap agama dipengaruhi oleh tradisi yang berlaku di tiap suku itu. Pengaruh itu bisa dalam bahasa ritual, tata cara penyembahan, dan lain sebagainya. Orang Marapu misalnya suka bersyair dalam bahasa ritual, oleh karena adanya budaya luluku (bersyair) di dalam sistem komunikasi Sumba.
Sekarang kita coba masuk ke agama-agama besar di dunia. Agama Yahudi tentunya dipengaruhi budaya Yahudi. Kristen walaupun lahir di lingkungan orang Yahudi namun dalam zaman yang amat dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani dan Romawi. Hindu dan Budha yang lahir di India. Konghuchu di China dan Islam di Arab. Kita bisa melihat ciri khas dari tiap agama ini cukup dipengaruhi oleh kebudayaan tempat dia lahir. Kalau saya melihat ada 2 agama yang mampu berasimilasi dengan kebudayaan setempat sehingga kedua agama di tiap negara coraknya beda-beda. Agama itu adalah Kristen (entah katolik maupun protestan) dan Budha. Kristen Koptik di Mesir cenderung beribadah dalam keteduhan beda dengan Kristen di Gereja Afrika Lama yang ibadahnya penuh puji-pujian. Budhisme di Yunani dewa-dewanya disesuaikan dengan dewa-dewi Yunani. Yang di China di sesuaikan dengan Dewa-dewi di China. Kemudahan Budha menyesuaikan dengan budaya-budaya di dunia oleh karena Budha lebih cenderung kepada sistem filsafat yang tidak mengajarkan tentang keTuhanan secara khusus. Ajaran Budha lebih pada bagaimana berbuat baik untuk mencapai Nirwana dari pada bagaimana menyembah Tuhan agar bisa mencapai Nirwana.
Arab Prainvansi dan Pascainvansi
Nah bagimana dengan Islam? Saya masih ragu untuk menyebutkan bahwa Islam lahir dari suatu peradaban atau kebudayaan. Tetapi mungkin saya bisa katakan bahwa Islam lahir di jazirah Arab yang notabene orang-orangnya pada masa itu (atau mungkin sampai sekarang) liar.
Saya enggan menggunakan istilah “Arab Praislam” untuk menggambarkan keadaan Arab sebelum Islam seperti yang lazimnya dipakai oleh sejarawan Islam dan ahli-ahli Islamologi pada umunya, oleh karena menurut saya tidak ada perubahan mencolok di Arab sebelum atau sesudah adanya Islam, selain dengan adanya suatu agama baru yang namanya Islam.
Kalau boleh saya gambarkan kondisi Arab dalam dua periode yakni “Arab Prainvansi” dan “Arab Pascainvansi”. Mengapa saya lebih senang menggunakan istilah ini? Karena bagi saya perubahan mendasar di Arab terjadi setelah invansi Islam ke basis-basis Kristen. Pada saat invansi inilah orang-orang Arab mulai curi-curi ilmu di wilayah taklukannya. Baik itu ilmu filsafat, ilmu hitung dan lain sebagainya. Kalau belakang ini ada klaim dari orang Arab bahwa sistem angka 0-9 itu ditemukan oleh orang Arab, ini hanya klaim yang bisa dipercaya orang **** saja. Angka 0-9 itu ditemukan oleh bangsa Asyur yang berkuasa di wilayah Mesopotamia yang kini adalah wilayah Irak dan Iran. Pada saat invansi ke basis-basis Kristen Syiria dan Agama Zoroaster yang notabene berada diwilayah Mesopotamia inilah ilmu ini dicuri dan diklaim. Demikian juga salinan-salinan ajaran Aristoteles yang dijarah dari tangan orang-orang Kristen Syiria, kemudian diklaim sebagai milik mereka. Kan tidak tahu diri namanya. Selain itu pada masa invasi ini juga, para khalifah memanfaat para tawanan perang untuk mengajarkan orang-orang Arab baca, tulis, dan berhitung. Puncaknya ketika Harun Al-Rasyid dari dinasti Abbasya. Harun Al-Rasyid malah terkenal dengan kedekatannya dengan orang Kristen. Malah menurut catatan sejarah, banyak orang-orang Kristen yang menjadi “orang dekat” para kalifah dinasti Abbasiyah termasuk Harun Al-Rasyid. Berkat orang-orang Kristen inilah terjadi peningkatan kebudayaan di tanah Arab. Bahkan pada masa Harun Al-Rasyidlah lahir kisah-kisah Arabian Night yang mendunia itu. Saya berkesimpulan bahwa Harun dan para kalifah Abbasyah bukanlah orang Islam yang taat oleh karena mereka sudah melanggar ajaran Quran yang melarang menggangkat Kafirun menjadi pemimpin atau penolong diantara kaum mukmin. Seandainya Harun adalah seorang Islam yang baik maka pastilah ia tidak akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mencerdaskan orang Arab.
Seandainya orang Kristen tidak pernah ikut campur dalam pembangunan dan revolusi di Arab atau orang Yahudi dalam dunia perdaganangan dan perekonomian di Arab maka tidak ada beda yang mencolok antara Arab sebelum dan sesudah Islam, selain dari pada tatanan religiusnya saja. Memangnya orang-orang jahiliyah dan majnun itu mau belajar sama siapa lagi kalau bukan sama orang Yahudi, Kristen, zoroaster dll. Mau belajar sama Quran? Sekarang mari kita lihat negara-negara yang back to Quran. Perang sini perang sana. Sunni dan Syiah saja saling membantai satu sama lainnya. Belum lagi +- 170an aliran radikal dalam Islam yang saling membenci satu sama lainnya. Bahkan tak segan-segan untuk saling membunuh. Tidak ada negara Islam yang HIDUP TENANG di dunia ini. Anda bisa hitung berapa banyak orang di negeri Islam yang cari suaka ke Eropa, Australia, Amerika? (Indonesia yang katanya Negara dengan populasi Islam terbesar di dunia saja tidak jadi destinasi para pencari suaka itu, walaupun kita cenderung aman dan kondusif, tapi isu terorisme sudah melekat dengan Indonesia) Saya heran, justru mereka mencari suaka ke negara-negara non Islamic.
Saya heran apa sih yang diajarkan Quran kepada orang-orang Islam marilah kita melihat kutipan ayat-ayat dari TERJEMAHAN Quran ini:
Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui Al-Baqara - Ayat 244
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya) An-Nisaa - Ayat 84
Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja. Al-Maaida - Ayat 24
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Al-Baqara ayat 193
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa At-Tawba - Ayat 123
Kutipan-kutipan itu baru sebagian, kalau kemarin saya cari saya dapati sekitar 20an ayat yang memerintahkan peperanga, pembunuhan, terkhususnya dalam penyelesaian masalah. Jadi kalau kita baca kutipan-kutipan ayat di atas, misalnya An-Nisa ayat 84 mengajarkan suatu jenis penyelesaian masalah yang kita kenal dengan nama KEKERASAN. Nah inilah yang dipegang teguh muslim yang baik. Perangilah, berperanglah, bunuhlah, adalah kata kunci penyelesaian perkara orang Islam dengan kaum yang menjadi musuhnya.
Jadi perubahan di Arab tidak datang karena Islam atau Qurannya. Ya walaupun perlu kita akui pula bahwa karena invansi yang dikobarkan oleh Islamlah yang membawa perkembangan ke tanah Arab. Namun agen perubahan bukanlah Islam dan Qurannya. Sehingga naif juga kalau kita menggambarkan kondisi Arab Jahiliyah dengan istilah Praislam. Bagi saya baik sebelum islam atau ketika islam ada, Arab tetap Jahiliyah. Kenyataanya perubahan mendasar terjadi oleh karena invasi-invasi militer ke basis-basis kekristenan, yahudi dan zoroaster.

Adakah peninggalan berharga oleh Arab dan Islamnya?
Setiap peradaban pasti meninggalkan karya-karya yang luar biasa dan menjadi kebanggaan bagi generasi-generasi mendatang. Mesir misalnya yang meninggalkan mahakarya seperti Piramida, India dengan kitab-kitab puisi dan pengajarannya serti kisah-kisah epik yahng begitu mendunia, China dengan the great wallnya yang amazing itu, Indonesia dengan Candi Prambanan dan Borobudurnya yang ditinggalkan oleh dinasti Sanjaya (Hindu) dan Syalendra (Budha), serta berbagai negara di dunia yang diakui seluruh dunia.
Sekarang marilah kita mencoba dengan sepenuh hati menelusuri jejak-jejak hasil karya Islam. Saya mulai dengan arsitektur rumah ibadahnya. Masjid sangat terkenal dengan kubahnya. Kurang lengkap rasanya Masjid tanpa kubah. Namun coba kita flash back, sejak kapan Masjid menggunakan Kubah? Masjidil haram di Mekkah bahkan tidak menggunakan kubah sama sekali. Padahal ini kan masjid pertama di dunia kan? Sejak kapan umat islam mengenal kubah? Ternyata invasi ke Rusia, Konstantinopel, Damaskus dan basis-basis kekristenanlah yang memperkenalkan kubah pada mereka. Pada masa itu, gereja-gerejalah yang menggunakan kubah-kubah. Oba kita lihat arsitektur gereja-gereja di Rusia, atau gereja-gereja klasik di Eropa lainnya. Atau mari kita lihat gereja hagia sophia yang kini sudah jadi masjid di Istanbul. Kubah-kubah itu diadopsi dari budaya arsitektur gereja timur pada umumnya. Artinya arsitektur masjid yang sekarang umum dipakai tidak orisinil karya Arab. Ya, menurut saya sangat tidak tahu malu bila ada orang Islam klaim kubah sebagai karya arsitek-arsitek Islam, malah Masjid Istiqlal Jakarta yang konon katanya terbesar di Asia Tenggara pun adalah buah karya arsitek Kristen yang bernama Frederik Silaban. Tapi beliau gak keGRan tuh.
How about the art? Oke, kaligrafi tulisan arab merupakan salah satu seni yang orisinal Arab. But flash back lagi, orang Islam jangan keGRan ya. Seni kaligrafi sudah dikenal oleh bangsa Middle East dan bahkan Eropa sebelum Islam ada. Musik, ya musik rebana, ini sih umum di Middle East. Uhhmm, mungkin seni membaca Quran, apa tuh istilahnya? Aku lupa. Orang Yahudi udah kenal yang namanya teknik membaca kayak gitu (sesekali coba download Encyclopaedia Judaica versi Elektronik ada di situ rekaman Rabbi Yahudi baca Kitab Beresyit (Kejadian/Genesis) lebih indah orang baca Quran), malah di Kristen (khususnya Katholik) juga ada yang kayak gitu (kalau gak salah istilahnya dalam Kristen itu doxologi, ngedengrinnya juga indah banget dan kita akan merasa hikmat dan teduh sekali)
Kayaknya ngebahas banyak-banyak juga gak bakal nemuin, malah kalau kita yang kurang kerjaan mau nonton khazanah di Trans TV/7 (lupa hhehehe), kalau episode yang menunjukan hasil peradaban Islam kalau ditelusuri lagi, gak ada yang benar atau paling tidak gak orisinil.
Orang-orang Islam paling bisanya membanggakan aristektur masjid-masjidnya. Saya Cuma mau bilang, orang islam tidak pantas bangga terhadap masjid-masjidnya sampai kubah-kubahnya disingkirkan. Selama kubah-kubah itu masih bertengger di atas Masjid artinya orang-orang Kristenlah yang pantas bangga. Jangan bangga dengan masjid terindah di dunia yang ada di Istanbul dan Damaskus, itu dulunya gereja. Kedua gereja naas itu hanya 2 contoh dari sekian banyak gereja naas yang dijadikan masjid terus dibangga-banggakan oleh orang Islam, tidak tau malu namanya.

Penutup
Bagi saya Islam itu bukanlah hasil PERADABAN. Tapi hasil dari PRIMITIVISME ARAB. Agama yang lahir di dunia BAR-BAR dan hobi perang dan tidak cinta damai. Buktinya saja, tidak ada buah karya Islam yang bisa dibanggakan selain masjid-masjid dan Qurannya. Kalaupun ada bersyukurlah karena ada orang Islam yang tidak baik yang masih mau menerima pengajaran dari kafirun, murtadin, dan orang-orang musyrikin.
Dibagian penutup ini saya ingin bilang dan tegaskan bahwa Arab Praislam dan sesudahnya adalah sama saja tanpa adanya penyerapan ilmu dari orang-orang musyrik, kafirun dan murtadin.
ISLAM DARI DULU DAN SAMPAI SEKARANG TETAP MELESTARIKAN SUATU PRIMITIVISME DUNIA ARAB. ORANG BAIK ADALAH ORANG ISLAM YANG TIDAK BAIK. ORANG ISLAM YANG BAIK ADALAH ORANG JAHAT.
Kalau kita lihat ada negara-negara mayoritas Islam yang makmur dan aman itu karena negara itu SEKULER. Mereka tidak menjadikan Syariat dan Sunnah Islam sebagai landasan yuridis negaranya. Kita lihat Turki dan Uni Emirat Arab, mereka sudah sekuler dan menghapuskan label keislaman mereka dari sistem kenegaraan. Seandainya mereka masih bertolak dari ajaran-ajaran Islam, mereka akan saling membunuh sampai sekarang dan mereka tidak akan makmur dan aman seperti sekarang ini.
Sebagai kata penutup saya tegaskan bahwa ISLAM adalah PRIMITIVISME.


CATATAN: Maaf bila pada artikel-artikel sebelumnya saya terlamabat membalas atau terkesan tidak mebalas. Itu sebenarnya saya sudah membalas namun karena belum dapat persetujuan dari moderator jadi belum muncul.

ISLAM = PRIMITIVISME ATAU PERADABAN?


FFI Alternative
Faithfreedompedia
Al_Kafirun
 
Posts: 5
Joined: Mon Jan 06, 2014 9:23 am

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users