.

Sukarno, Islam Sontoloyo & hadis ttg Muhamad ngebor Maria

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Sukarno, Islam Sontoloyo & hadis ttg Muhamad ngebor Maria

Postby Akris » Wed Jun 01, 2011 6:28 pm

Sukarno dan Islam Sontoloyo

Tahun 1940, Bung Karno sudah dikenal luas sebagai tokoh pergerakan, lokomotif perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagian masyarakat juga mengenal Bung Karno melalui tulisan-tulisannya yang tajam dan kritis di berbagai media massa cetak. Bersama teman-teman seperjuangan, Bung Karno menerbitkan majalah Fikiran Ra’jat di Bandung. Selain menulis rutin, sesekali Bung Karno juga melukis karikatur. Selain itu, Bung Karno juga menulis berbagai artikel di berbagai media massa cetak.

Pernah satu ketika, di tahun 1940, Bung Karno menulis artikel di majalah Panji Islam berjudul “Islam Sontoloyo”. Saya mencoba mencari literatur tentang makna, arti, pengertian harfiah “sontoloyo”. Agak susah mendefinisikan…. Ia seperti sebutan lain semisal “semprul”, “abal-abal”, “gombal”, “preketek”… saya kira masing-masing daerah punya idiom sendiri-sendiri untuk menggambarkan pengertian itu secara lebih pas dan membumi.

Dalam tulisan tersebut, Bung Karno sejatinya menggugat perilaku masyarakat Islam, mulai dari ulama hingga jemaah yang semata hanya mengagungkan fiqh atau fikih. Banyak perbuatan yang keliru bahkan berkonsekuensi dosa menurut ajaran Islam itu sendiri, tetapi dihalalkan dengan sarung fikih.

Yang menarik, Bung Karno mengutip hampir utuh sebuah berita guru mengaji yang mencabuli murid-muridnya, yang dimuat di suratkabar Pemandangan. Dituturkan, ihwal kelakuan si guru ngaji yang menjalankan salah satu ritual pengajian setiap malam jumat. Para murid diajak berdzikir dari maghrib hingga subuh. Sebelumnya, mereka harus meneriakkan kalimat “Saya muridnya Kiyai…. (nama kiyai itu)”. Dengan berseru demikian, katanya, Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka.

Setiap murid perempuan, sekalipun anak-anak, wajib menutup muka. Dalam mengaji, mereka dipisah dari para murid laki-laki. Dimulailah pelajaran dari bab “perempuan itu boleh disedekahi”. Akan tetapi, karena perempuan tidak boleh dilihat laki-laki (kecuali suami), maka itulah mereka diwajibkan menutupi mukanya. Nah, bagaimana sang guru bisa “menyedekahi” murid-murid yang perempuan?

Di sinilah sang guru menjelaskan, perlunya para murid itu “dimahram dahulu”. Artinya, perempuan-perempuan itu mesti dinikah olehnya. Maka, yang jadi kiyainya, ia juga, yang jadi pengantinnya, ia juga. Caranya?

Kalau seorang murid lelaki yang punya istri, pertama, si suami diminta menjatuhkan talak tiga. Seketika juga peremuan itu dinikahkan dengan lelaki lain (kawan muridnya juga), menudian menalaknya lagi, berturut-turut tiga kali dinikahkan dan diceraikan lagi. Keempat kalinya dinikah oleh kiyainya sendiri.

Sedangkan yang gadis, tidak dinikahkan dulu, melainkan langsung dinikahi sang kiyai. Bung Karno menyebut kiyai model ini dengan sebutan “Dajal”. Dengan demikian, tiap-tiap istri yang jadi muridnya, di mata murid yang lain pun, adalah istri daripada si Dajal itu sendiri. Termasuk kisah di Pemandangan itu. Di mana seorang gadis yang sudah dinikahi, dimasukkan ke bilik dan di situlah dirusak kehormatanya. Halal, dianggap sah, karena sudah diperistri!

Bung Karno lantas menulis, jikalau berita di suratkabar Pemandangan itu benar, maka benar-benarlah di sini kita melihat Islam Sontologo! Sesuatu perbuatan dosa dihalalkan menurut hukum fiqh. Tak ubahnya dengan tukang merentenkan uang yang menghalalkan ribanya.

Di pandangan Bung Karno, praktik Islam Sontoloyo itu ibarat orang yang main-main kikebu dengan Tuhan. Dalam bahasa lain, orang yang mau main kucing-kucingan dengan Tuhan. Dalam kalimat lain, seperti orang yang hendak meng-abu-i mata Tuhan. Bung Karno lantas menguraikan, Islam tidak menganggap fiqh sebagai satu-satunya tiang keagamaan. Tiang utama terletak pada ketundukan jiwa kita kepada Allah. (roso daras)

http://rosodaras.wordpress.com/2011/05/ ... sontoloyo/
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby Akris » Wed Jun 01, 2011 6:41 pm

Dalam rangka hari lahir Pancasila, mari kita bersatu padu baik yang kafir maupun yang muslim untuk bersm2 melawann siapapun yang ingin menghancurkan NKRI contoh NII ( [-X [-X [-X )... Jangan jadi SONTOLOYO di negara sendiri..Long life PANCASILA!!! :partyman: :partyman: :partyman: MERDEKA!!!! =D> =D>
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby kalangkilang » Wed Jun 01, 2011 6:46 pm

good topic bro,,,
ijin nandain,,
Akris wrote:Yang menarik, Bung Karno mengutip hampir utuh sebuah berita guru mengaji yang mencabuli murid-muridnya, yang dimuat di suratkabar Pemandangan. Dituturkan, ihwal kelakuan si guru ngaji yang menjalankan salah satu ritual pengajian setiap malam jumat. Para murid diajak berdzikir dari maghrib hingga subuh. Sebelumnya, mereka harus meneriakkan kalimat “Saya muridnya Kiyai…. (nama kiyai itu)”. Dengan berseru demikian, katanya, Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka.

Setiap murid perempuan, sekalipun anak-anak, wajib menutup muka. Dalam mengaji, mereka dipisah dari para murid laki-laki. Dimulailah pelajaran dari bab “perempuan itu boleh disedekahi”. Akan tetapi, karena perempuan tidak boleh dilihat laki-laki (kecuali suami), maka itulah mereka diwajibkan menutupi mukanya. Nah, bagaimana sang guru bisa “menyedekahi” murid-murid yang perempuan?

Di sinilah sang guru menjelaskan, perlunya para murid itu “dimahram dahulu”. Artinya, perempuan-perempuan itu mesti dinikah olehnya. Maka, yang jadi kiyainya, ia juga, yang jadi pengantinnya, ia juga. Caranya?

Kalau seorang murid lelaki yang punya istri, pertama, si suami diminta menjatuhkan talak tiga. Seketika juga peremuan itu dinikahkan dengan lelaki lain (kawan muridnya juga), menudian menalaknya lagi, berturut-turut tiga kali dinikahkan dan diceraikan lagi. Keempat kalinya dinikah oleh kiyainya sendiri.

Sedangkan yang gadis, tidak dinikahkan dulu, melainkan langsung dinikahi sang kiyai. Bung Karno menyebut kiyai model ini dengan sebutan “Dajal”. Dengan demikian, tiap-tiap istri yang jadi muridnya, di mata murid yang lain pun, adalah istri daripada si Dajal itu sendiri. Termasuk kisah di Pemandangan itu. Di mana seorang gadis yang sudah dinikahi, dimasukkan ke bilik dan di situlah dirusak kehormatanya. Halal, dianggap sah, karena sudah diperistri!
:green:

tidak sekarang, dulu juga ternyata ulama suka juga mencabuli santriwati-nya berkedokkan agama,
dan praktek sex bebas berkedok agama,,,
busyet,,,
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby muslim_netral » Wed Jun 01, 2011 6:53 pm

tidak sekarang, dulu juga ternyata ulama suka juga mencabuli santriwati-nya berkedokkan agama,
dan praktek sex bebas berkedok agama,,,
busyet,,,


jangan ngepost penyimpangan dong, kemungkinan penyimpangan di setiap agama selalu ada,
toh tidak hanya non-muslim, umat Islam juga tidak menyukai penyimpangan semacam ini.
User avatar
muslim_netral
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby Akris » Wed Jun 01, 2011 6:59 pm

jangan ngepost penyimpangan dong, kemungkinan penyimpangan di setiap agama selalu ada,
toh tidak hanya non-muslim, umat Islam juga tidak menyukai penyimpangan semacam ini.

sepakat dng Musnet, bahwa muslimers pun ga setuju ma penyimpangan semacam itu..pertanyaan saya pribadi, kok hal kaya gini terus terjadi ya? seperti yang disebutkan oleh kalang kilang...
tidak sekarang, dulu juga ternyata ulama suka juga mencabuli santriwati-nya berkedokkan agama,
dan praktek sex bebas berkedok agama,,,

terus terang saya ga ngerti islam smpe ke "ayat2 setannya" (sorry..fulgar), tapi mungkinkah ini bukan sekedar kedok agama? tpi melainkan dihalalkan oleh islam itu sendiri? atau ini hanya oknum? mohon pencerahan dari bung Netral..thx b4 O:) O:) O:) O:)
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby kalangkilang » Wed Jun 01, 2011 7:00 pm

tidak sekarang, dulu juga ternyata ulama suka juga mencabuli santriwati-nya berkedokkan agama,
dan praktek sex bebas berkedok agama,,,
busyet,,,
muslim_netral wrote:jangan ngepost penyimpangan dong, kemungkinan penyimpangan di setiap agama selalu ada,
toh tidak hanya non-muslim, umat Islam juga tidak menyukai penyimpangan semacam ini.

menurut saudara itu penyimpangan yah??
alasannya??
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby muslim_netral » Wed Jun 01, 2011 7:11 pm

terus terang saya ga ngerti islam smpe ke "ayat2 setannya" (sorry..fulgar), tapi mungkinkah ini bukan sekedar kedok agama? tpi melainkan dihalalkan oleh islam itu sendiri? atau ini hanya oknum? mohon pencerahan dari bung Netral..thx b4


Jangan menyetir kembali ke belakang, dan mencontek gaya Duladi "tapi apakah Anda sudah memeriksa bahwa mereka berbuat demikian itu sesuai ajarannya?", jebakan Duladi seperti itu wekekekek... bosen trit kayak gini, dah seabreg di FFI

menurut saudara itu penyimpangan yah??
alasannya??


Ya, penyimpangan, alasannya? kan tulisan Bung Karno sudah cukup menjelaskan?
User avatar
muslim_netral
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby kalangkilang » Wed Jun 01, 2011 7:17 pm

berhubung topik ini ada kemiripan dengan beberapa kisah-kisah yang sudah direkam di ffi,,yaitu :
1. persembahan-netter-ffi-kepada-bpk-tifatul-sembiring-t44046/#p747229
2. presiden-pks-berzinah-poligami-tanpa-ijin-istri-tua-t43616/
3. ga-habis-pikir-dasar-ajaran-mamad-bin-setan-t15927/

khusus yang terakhir saya kutipkan deh...
[font=verdana]Taufik juga berpoligami. Istri pertama meminta cerai ketika Taufik hendak menikah kali ketiga. Sekarang janda Taufik itu diperistri sahabatnya yang juga anggota Majelis Syura PKS sebagai istri kedua. [/font]

menarik sekali...


menurut saudara itu penyimpangan yah??
alasannya??
muslim_netral wrote:Ya, penyimpangan, alasannya? kan tulisan Bung Karno sudah cukup menjelaskan?

berarti bung karno lebih memahami ajaran islam daripada ulama itu, gitu kah??
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby Akris » Wed Jun 01, 2011 7:19 pm

Jangan menyetir kembali ke belakang, dan mencontek gaya Duladi "tapi apakah Anda sudah memeriksa bahwa mereka berbuat demikian itu sesuai ajarannya?", jebakan Duladi seperti itu wekekekek... bosen trit kayak gini, dah seabreg di FFI

wah, maaf bung Netral klo gaya berdiskusi saya mirip bung Duladi (bukan ak yang ngmg y... 8-[ 8-[ )...tapi jujur, saya memang begini adanya...blm paham "ayat2 setan"(maaf lagi...hehe) Islam.. saya tidak bermaksud menjebak anda, saya benar2 ingin tau lho...bener deg.. kalau memang bung Netral ud pernah menjawab pertanyaan mcm gini dri bung Duladi, maukah Bung MN menyuguhkan jawaban anda atas pertanyaan bung Duladi tersebut...di tunggu lho..thx b4
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby Akris » Wed Jun 01, 2011 7:21 pm

berarti bung karno lebih memahami ajaran islam daripada ulama itu, gitu kah??

nice comment bro kalang....jadi makin penasaran... :-k :-k :-k
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby muslim_netral » Wed Jun 01, 2011 7:30 pm

kalangkilang wrote:berarti bung karno lebih memahami ajaran islam daripada ulama itu, gitu kah??


Banyak yang memahami mengenai ajaran Islam yang benar, yang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, termasuk ulama dan Bung Karno,
melaksanakannya itulah yang tidak mereka lakukan
User avatar
muslim_netral
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby kalangkilang » Wed Jun 01, 2011 7:33 pm

berarti bung karno lebih memahami ajaran islam daripada ulama itu, gitu kah??

Akris wrote:nice comment beo kalang....jadi makin penasaran... :-k :-k :-k


jika kasus diatas, adalah penyimpangan,,padahal jelas-jelas sudah dilakukan sesuai dengan hukum islam, baik pernikahan maupun protapnya....

bagaimana dengan kasus :>>dicuplik dari :
[font=impact]Muhammad saw yang melakukan hubungan intim dengan Mariah Qubtiah, dimana pada saat itu muhammad tidak memiliki ikatan pernikahan dengan Mariah Qubtiah???[/font]
alasan apa yang dipakai untuk membenarkan perbuatan muhammad saw,,
apakah karena dia nabi???
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby Akris » Wed Jun 01, 2011 7:50 pm

Banyak yang memahami mengenai ajaran Islam yang benar, yang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, termasuk ulama dan Bung Karno,
melaksanakannya itulah yang tidak mereka lakukan

aku dicuekin.... #-o #-o #-o #-o #-o #-o
User avatar
Akris
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby muslim_netral » Wed Jun 01, 2011 8:09 pm

kalangkilang wrote:jika kasus diatas, adalah penyimpangan,,padahal jelas-jelas sudah dilakukan sesuai dengan hukum islam, baik pernikahan maupun protapnya....

Hukum Islam yang mana yang nyuruh Guru harus menceraikan istri-istri santrinya kemudian dia menikahi mereka?
bagaimana dengan kasus : sekali-lagi-muhammad-ngebor-mariah-qubtiah-t38173/

Muhammad saw yang melakukan hubungan intim dengan Mariah Qubtiah, dimana pada saat itu muhammad tidak memiliki ikatan pernikahan dengan Mariah Qubtiah??
alasan apa yang dipakai untuk membenarkan perbuatan muhammad saw,,
apakah karena dia nabi???


Mata Anda jeli ngga sih? apa burem kayak Duladi dan Adadeh?
http://img24.imageshack.us/img24/3784/suyuthi586.jpg
Di sana sudah jelas-jelas dituliskan "Imam At-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang LEMAH dari Abu Hurairah bla-bla-bla", kan sudah dijelaskan itu LEMAH, kenapa itu yang dipake???? digarisbawahi lagi ckckck.... terus tulisan-tulisan berikutnya yang jelas-jelas berlabel SHAHIH, kenapa tidak dikutip?

#-o jadi pusing ah...
User avatar
muslim_netral
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby kalangkilang » Wed Jun 01, 2011 8:33 pm

kalangkilang wrote:jika kasus diatas, adalah penyimpangan,,padahal jelas-jelas sudah dilakukan sesuai dengan hukum islam, baik pernikahan maupun protapnya....
muslim_netral wrote:Hukum Islam yang mana yang nyuruh Guru harus menceraikan istri-istri santrinya kemudian dia menikahi mereka?

aduh,,baca lagi deh kalimat saya...saya hanya bilang bahwa peristiwa diatas, sesuai dengan protapnya...
kalau masalah apa ada suruhan atau kagak, embuh,,,,

oleh karena itu saya bandingkan dengan :
kalangkilang wrote:Muhammad saw yang melakukan hubungan intim dengan Mariah Qubtiah, dimana pada saat itu muhammad tidak memiliki ikatan pernikahan dengan Mariah Qubtiah???

dan jawaban anda...
muslim_netral wrote:Di sana sudah jelas-jelas dituliskan "Imam At-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang LEMAH dari Abu Hurairah bla-bla-bla", kan sudah dijelaskan itu LEMAH, kenapa itu yang dipake???? digarisbawahi lagi ckckck.... terus tulisan-tulisan berikutnya yang jelas-jelas berlabel SHAHIH, kenapa tidak dikutip?


saya tidak berbicara masalah turunnya ayat at tahrim ,
tapi berbicara terjadinya suatu peristiwa, yaitu muhammad saw berhubungan intim dengan Mariah Qubtiah, tanpa ikatan pernikahan....

Nah,,jika ulama diatas anda katakan menyimpang, bagaimana dengan muhammad saw yang ngesex tanpa ikatan pernikahan..
apakah itu tidak jauh lebih menyimpang lagi....?

salam
kk
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby muslim_netral » Wed Jun 01, 2011 8:47 pm

kalangkilang wrote:
saya tidak berbicara masalah turunnya ayat at tahrim ,
tapi berbicara terjadinya suatu peristiwa, yaitu muhammad saw berhubungan intim dengan Mariah Qubtiah, tanpa ikatan pernikahan....

Nah,,jika ulama diatas anda katakan menyimpang, bagaimana dengan muhammad saw yang ngesex tanpa ikatan pernikahan..
apakah itu tidak jauh lebih menyimpang lagi....?

salam
kk

Iyah, cerita berhubungan intim itu kan Anda kutip dari link yang tadi yang riwayatnya LEMAH, kenapa yang LEMAH harus dipake? coba sodorkan hadits SHAHIH tentang hubungan intim dengan Mariah tanpa pernikahan, setahu saya Muhammad menikahi Mariah :

Sahih Bukhari Book 73. Good Manners and Form (Al-Adab)
Volumn 008, Book 073, Hadith Number 214.
Narated By Isma'il : I asked Abi Aufa, "Did you see Ibrahim, the son of the Prophet ?" He said, "Yes, but he died in his early childhood. Had there been a Prophet after Muhammad then his son would have lived, but there is no Prophet after him."

jelas status Ibrahim adalah BIN Muhammad..... berarti Maria dinikahi ..sebab kalo tidak maka Ibrahim adalah budak juga statusnya (tdk bernasab)
User avatar
muslim_netral
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby mbah.erott » Wed Jun 01, 2011 9:06 pm

muslim_netral wrote:Iyah, cerita berhubungan intim itu kan Anda kutip dari link yang tadi yang riwayatnya LEMAH, kenapa yang LEMAH harus dipake? coba sodorkan hadits SHAHIH tentang hubungan intim dengan Mariah tanpa pernikahan, setahu saya Muhammad menikahi Mariah :

Sahih Bukhari Book 73. Good Manners and Form (Al-Adab)
Volumn 008, Book 073, Hadith Number 214.
Narated By Isma'il : I asked Abi Aufa, "Did you see Ibrahim, the son of the Prophet ?" He said, "Yes, but he died in his early childhood. Had there been a Prophet after Muhammad then his son would have lived, but there is no Prophet after him."

jelas status Ibrahim adalah BIN Muhammad..... berarti Maria dinikahi ..sebab kalo tidak maka Ibrahim adalah budak juga statusnya (tdk bernasab)

Hei karung beras! Mana duluan, muhammad meniduri mariah qubtiah atau "setahumu" itu di atas?
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby kalangkilang » Wed Jun 01, 2011 9:07 pm

muslim_netral wrote:Sahih Bukhari Book 73. Good Manners and Form (Al-Adab)
Volumn 008, Book 073, Hadith Number 214.
Narated By Isma'il : I asked Abi Aufa, "Did you see Ibrahim, the son of the Prophet ?" He said, "Yes, but he died in his early childhood. Had there been a Prophet after Muhammad then his son would have lived, but there is no Prophet after him."

jelas status Ibrahim adalah BIN Muhammad..... berarti Maria dinikahi ..sebab kalo tidak maka Ibrahim adalah budak juga statusnya (tdk bernasab)

kok makin muter-muter....

konteks cerita yang saya sodorkan adalah :
ketika muhammad melakukan hubungan sex dengan Mariah Qubtiah dirumah hafsa, apakah pada saat itu muhammad saw sudah menikahi Mariah Qubtiah??
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby muslim_netral » Wed Jun 01, 2011 9:15 pm

kalangkilang wrote:konteks cerita yang saya sodorkan adalah :
ketika muhammad melakukan hubungan sex dengan Mariah Qubtiah dirumah hafsa, apakah pada saat itu muhammad saw sudah menikahi Mariah Qubtiah??


Iyah cerita itu kau ambil dari mana? dari Riwayat Lemah ? apa Shahih? Kalau lemah kagak boleh dipake, kalo shahih coba tunjukkan, ini sekaligus buat jawab Mbah Erot penjual karung beras.
User avatar
muslim_netral
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Sukarno dan Islam Sontoloyo

Postby Rashidi » Wed Jun 01, 2011 9:17 pm

Islam yg paling sering beginian:
Sukarno wrote: Sesuatu perbuatan dosa dihalalkan menurut hukum fiqh.
gw kok ngga nemu, perbuatan dosa yg dihalalkan oleh ajaran Buddha ya?
User avatar
Rashidi
 
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Next

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron