.

Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby yongis » Fri May 13, 2011 9:15 pm

Alhamdulillah saya semakin mantap memilih jalan ini
-saya telah dibenci oleh sesama muslim, dianggap melakukan bid'ah
-oleh non muslim saya telah di olok-olok sebagai "kafirnya islam" atau "islam kafir dan sesat"

saya cuma mengabarkan kepada para sesepuh bahwa saya 100% sudah tidak terpengaruh oleh tulisan ffi lagi, saya cinta kepada 4JJi dan Nabi Muhammad Rasulullah dan bertawassul melalui para mursyid untuk mencapai hadirat-nya


untuk sehari2 saya mengutamakan guru2 spiritual saya atau mursyid2 saya, setelah itu para habaib-habib , dan terakhir malah para cendekiawan muslim, bahkan mereka sekedar tambahan untuk pemahaman teori syariah saja...

http://sufimuda.wordpress.com/2011/05/0 ... ya-celaan/

ngin saya menulis tentang kehidupan beberapa tokoh sufi yang kaya raya sebagai kelanjutan dari Dunia Sufi Yang Misteri (Bagian 2), namun malam ini, malam jum’at yang penuh rahmat hati saya tergerak untuk menulis tentang hal lain, tentang sebuah Maqam yang harus dilewati oleh para penempuh jalan kebenaran, maqam yang tidak meng-enakkan yaitu Maqam Celaan. Jarang sekali ada pembahasan tentang maqam celaan walaupun hampir semua kita yang menekuni tarekat, berguru, pernah mengalami hal seperti itu. Saya menemukan ulasan lengkap tentang maqam celaan dalam sebuah kitab Tasawuf Klasik yang berjudul Kasyful Mahjub karya Al-Hujwiri.

Untuk lebih mudah memahami saya akan mengajukan pertanyaan kepada anda, “Pernahkah anda dihina orang? Dicela atau dilecehkan orang?” Jawabannya tentu saja ada. Pengalaman orang yang berguru, menekuni tarekat lebih khusus lagi, tiba-tiba saja tanpa sebab setelah berguru orang yang selama ini menjadi teman kemudian menjauhi anda, bahkan orang tua yang anda hormati jadi ikut membenci anda. Ketika orang tua anda mengetahui anda telah berguru kepada Wali Allah apakah mereka langsung setuju? Jawabannya hampir semua orang tua tidak setuju dengan sebab atau tanpa sebab kecuali orang tua anda benar-benar paham tentang tasawuf/tarekat.

Ditambah lagi orang-orang sekitar anda sangat tidak senang dengan Tarekat, maka semakin bertambah-tambah hinaan dan cacian yang anda terima. Ada yang bisa melewati itu semua dengan tabah dan bisa mengambil hikmah dari kejadian yang menimpanya namun tidak mereka berputus asa menganggap menekuni tarekat membuat hidup jadi susah kemudian mengambil keputusan untuk tidak lagi berguru.

Pernahkah anda merenung kenapa anda dikucilkan dan dianggap aneh dan tidak hanya anda sayapun mengalami hal yang sama. Memang harus di akui ada faktor lain yang ikut menyuburkan kebencian dan ketidaksenangan orang terhadap Tarekat seperti tingkah laku pengamal tarekat sendiri yang terkesan eksklusif, tidak mau bergaul dengan lingkungan, tidak menjaga syariat dan lain-lain. Terlepas dari itu semua, saya juga melihat orang-orang yang bertingkah laku baik dan orang juga tidak tahu kalau dia pengamal tarekat namun anehnya orang tetap saja tidak senang. Setelah saya merenung dalam dalam akhirnya saya menemukan jawabannya dan saya uraikan secara singkat dalam empat point berikut ini :

Pertama, Kalau anda sebagai pengamal tarekat sebagai inti dari ajaran Islam dianggap aneh dan asing di zaman ini itu hal yang wajar karena telah terlebih dahulu Nabi mengingatkan dalam hadistnya :
“Permulaan Islam ini asing, dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing”. (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Kalau ada golongan lain yang merasa lebih “Islam” dari anda itupun wajar karena biasanya yang merasa itu berarti tidak memilikinya 

Kedua, anda menemukan mutiara yang dicari oleh seluruh dunia yaitu bertemu dengan Kekasih Allah. Kakasih Allah ibarat pengantin yang disembunyikan oleh Allah dan hanya diperkenalkan kepada orang-orang yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Anda harus mensyukuri nikmat dan karunia yang luar biasa ini. Banyak cara Allah untuk menyembunyikan kekasih-Nya, salah satunya manusia terhijab oleh kekurangan yang nampak pada diri seorang wali sebagaimana juga musuh musuh Islam melihat kekurangan yang Nampak pada diri Nabi. Kalau ada orang mengatakan Guru anda sesat, itu juga wajar karena dia melihat Guru anda dibalik hijab yang dibuat oleh Allah.

Anda begitu yakin Nabi Muhammad adalah seorang mulia dan dimuliakan Allah, apakah musuh-musuh Islam dari dulu beranggapan yang sama? Apakah Abu Lahab dan Abu Jahal menilai Nabi seperti anda menilai? Apakah orang yang menggambar karikatur Nabi dengan penuh kebencian melhat Nabi dengan kemulyaan? Tentu saja TIDAK, mereka melihat nabi dibalik hijab.

Rasulullah SAW, yang menjadi teladan dan pemimpin orang-orang yang mengikut jalan kebenaran, dan yang mengunguli derajat pecinta pecinta Tuhan, Kemulyaan Beliau diakui dan kebenaran Beliau menerima wahyu dari Allah tidak diragukan sedikitpun. Namun dalam pandangan orang yang tidak senang, Belau dituduh dengan berbagai macam tuduhan, “Orang yang suka mengada-ada”, “penyair” bahkan Beliau dituduh Gila dan pendusta.

Orang-orang beriman yang mengalami celaan dilukiskan dalam firman Allah :
“Mereka tidak takut celaan seseorang, itulah rahmat Tuhan yang Dia anugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki, Tuhan Maha Pemurah lagi Maha bijaksana” (QS 5:59).

Ketiga, Coba anda bayangkan disebuah desa ada seorang gadis paling cantik dan anda termasuk penduduk desa tersebut. Gadis itu diperebutkan oleh banyak laki-laki dan anda termasuk salah seorang yang berusaha mengambil hati. Bisa anda bayangkan bagaimana susahnya anda merebut hati si gadis diantara puluhan pesaing. Kemudian bayangkan juga anda berada disebuah kota dan dikota tersebut ada seorang gadis paling cantik, primadona kota dan seluruh pemuda di kota tersebut berlomba-lomba merebut hati sang gadis.

Bisa anda bayangkan pengorbanan harta, pikiran dan tenaga untuk bisa mendapatkan gadis pujaan anda, bisa jadi anda ditolak dan mengalami sakit hati. Sekarang bayangkan yang ingin anda rebut cinta adalah dari Sang Maha Cinta yang diperebutkan oleh Manusia seluruh alam ini, ada 5 milyar saingan anda untuk memperoleh perhatian dan cinta Dia Yang Maha Esa. Sekarang coba anda bayangkan pengorbanan apa yang harus anda berikan agar bisa mendapatkan cinta dari Sang Maha Cinta tersebut?. Apakah harta anda cukup untuk bisa mendekati Dia? Apakah pikiran anda cukup untuk dikorbankan kepada-Nya dan apakah perasaan anda siap untuk kecewa dan sakit hati untuk mencapai Cinta-Nya? Saya tidak melanjutkan uraian ini dan saya yakin ada menemukan jawabannya. Yang diminta dari anda oleh Sang Kekasih adalah sedikit kesabaran dalam menggapai cinta tersebut, pantaskah anda berkeluh kesah?

Ke empat, Orang yang masuk tarekat pada hakikatnya adalah memulai hidup baru dalam Taubat kepada-Nya, melangkahkan kaki setahap demi setahap menuju kehadirat Allah. Anda, saya dan semua kita di dalam hati ini bersemayam Jin, setan yang sejak lahir (buka surat An Naas) telah menemani kita siang dan malam selama 24 jam sampai kita mengucapkan kata perpisahan dengan mereka ketika kita menyatakan diri menjadi murid seorang kekasih Allah. Setan dan dalam diri anda itu kemudian keluar dari tubuh anda, keluar dengan nada kesal dan kecewa. Lalu rasa kecewa tersebut kemudian dia masuk ke tubuh sahabat anda, tetangga anda atau bisa jadi orang tua anda sendiri, lewat mereka para jin/setan tersebut dengan bebas mencaci maki anda sebagai orang yang telah meninggakan mereka. Lalu kenapa anda jadi marah kalau dicaci oleh tetangga yang pada hakikatnya adalah telah di masuki oleh “diri anda”, sekutu yang sejak lahir menemami anda. Kalau ada yang mencaci anda karena anda mengamalkan tarekat, dalam hati ucapkan, “wahai kawan lama, maaf, aku tak bisa bersamamu lagi, sekarang aku sudah jadi murid Wali” he he.

Memegang kebenaran itu ibarat memegang bara api, kalau digenggam tangan akan terbakar kalau dilepas maka bara itu akan terlepas dan hilang. Guru memberikan rahasia kepada saya, “Pegang kuat-kuat bara itu dan nanti bara itu akan padam ditanganmu dan kamu harus punya prinsip tangan yang terbakar atau bara api yang padam dan jangan pernah kau melapaskan bara tersebut”. Ditempat lain Guru juga memberikan gambaran bahwa seorang penempuh jalan kebenaran persis seperti orang yang berada diantara buaya dan dinding terjal. Di depan ada dinding terjal sementara dibelakang ada buaya. Kalau mundur akan mati dimakan buaya sementara kalau maju harus melewati dinding yang terjal dan sangat sulit. Guru memberikan rahasia, “Kalau Aku akan terus maju walau harus merangkak”.

Seorang teman seperguruan bertanya kepada saya, “Menurut anda apakah Guru kita termasuk orang yang benar?”. Saya jawab, “Pertanyaan itu ketika tahun pertama berguru saya masih bisa menjawabnya, tapi sekarang setelah belasan tahun saya berguru pertanyaan tersebut tidak bisa lagi terjawab”. Dengan penasaran dia bertanya lagi, “kenapa bisa begitu?”. Saya jawab, “Bertahun-tahun saya mencari Wali Allah, begitu banyak saya menjumpai Guru yang mengaku Wali Allah dan dan hampir saja saya putus asa karena tidak menemukan orang yang benar-benar Wali Allah dan saya pikir tidak mungkin orang seperti saya bisa berjumpa dengan seorang Wali Allah. Setelah berguru awalnya timbul keraguan dalam hati, dan saya membuka Al Qur’an dan Hadist untuk mencari kebenaran dari apa yang disampaikan Guru. Bukan hanya itu saya juga mempelahari ucapan-ucapan ulama, kitab-kita tentang Tauhid dan tasawuf untuk Menelusuri kebenaran yang di ajarkan oleh Guru. Setelah setahun saya mengambil kesimpulan bahwa Guru kita benar-benar seorang Wali Allah, Ulama Pewaris Nabi dan Beliau benar Khalifah Rasulullah yang menegakkan Agama ini yang kebenarannya tidak diragukan lagi.” Kemudian saya melanjutkan, “Kalau anda saudaraku hari ini bertanya tentang kebenaran Guru kita, saya tidak bisa menjawabnya karena bagi saya saat ini berguru bukan karena benar dan salah tapi karena kecintaan saya kepada Beliau sebagai seoranng pengemban amanah Allah. Andai seluruh dunia ini mengatakan Guru kita salah atau sesat dan siapapun jadi murid Beliau dikatakan masuk Neraka, saya tidak peduli dan saya akan tetap menjadi murid Beliau”. Kemudian saya melanjutkan, “Saudaraku, Kebenaran mutlak itu hanya ada pada Allah dan Guru kita telah mengantarkan saya kepada Allah, Sang Kebenaran Mutlak, jadi untuk apa saya harus mendengarkan kebenaran versi manusia yang sangat besar kemungkinan salahnya?”

Siapapun anda wahai saudaraku, apakah kita satu Guru atau berbeda Guru, saya memberikan nasehat kepada anda, siapapun Guru anda, hormati Beliau sayangi Beliau dan teruslah melanjutkan Berguru karena sesungguhnya bersama Kekasih Allah itu adalah sebesar-besarnya rahmat dan karunia dan sesungguhnya Guru Mursyid itu adalah pintu yang langsung menuju kehadirat Allah SWT.

Walaupun pandangan orang negatif terhadap anda, digolongkan anda kapada pengikut aliran sesat, dituduh sebagai pembuat bid’ah bahkan orang mengatakan anda kafir jangan membuat pribadi anda berubah menjadi pribadi pendendam, pribadi yang putus asa dan kemudian malah bertingkah laku aneh sesuka hati. “ah saya sudah terlanjur dianggap sesat, mendingan buat yang aneh-aneh sekalian”. Kemulyaan dan ketinggian derajat seseorang tidak tergantung dari penilaian orang, manusia itu bersifat baharu dan penilaiannya pun akan berubah termasuk penilaiaan terhadap anda. Jadilah pribadi yang mulia karena anda mengemban amanah yang mulia, dalam diri anda telah tertanam Nur Allah dan kemanapun anda melangkah Allah dan seluruh alam ini akan ridho kepada anda. Jadilah pribadi yang ketika orang melihat dan menilai anda maka orang akan mengatakan, “orang ini benar dan Gurunya juga benar”.

Bersyukurlah karena masih ada orang yang menghina anda, karena yang paling berbahaya justru ketika anda dipuji karena pujian sering kali membuat orang lalai dan lupa dan kemudian tanpa sadar menjadi sombong dan angkuh sementara dua sikap itu yang paling tidak disenangi oleh Tuhan dan sikap itu membuat anda jauh dari Tuhan. Hinaan manusia akan membuat cinta anda kepada Tuhan semakin menggelora dan hati anda selalu terjaga untuk selalu mengingat dan membesarkan nama-Nya. Ketika semua orang mencaci dan menghina orang maka anda hanya memikirkan satu saja, semain fokus pada satu tujuan yaitu Allah SWT. Yakinlah bahwa Orang-orang yang menghina anda itu sengaja diciptakan oleh Tuhan sebagai lawan tanding agar anda bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menggapai cintai-Nya. Suatu saat nanti anda akan menangis dan selalu bersyukur karena anda dihina orang dan hal itu hanya bisa terjadi ketika anda benar-benar bisa memaknai Nikmatnya Celaan. Salam
User avatar
yongis
 
Posts: 377
Joined: Wed Apr 21, 2010 4:31 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby mbah.erott » Fri May 13, 2011 9:29 pm

=D> =D> =D>
Boleh tanya ?
Kalau allah swt yg menghina kita, bagaimana kita harus bersikap? :supz:
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby ptcdr » Fri May 13, 2011 9:45 pm

yongis wrote:Sekarang bayangkan yang ingin anda rebut adalah cinta dari Sang Maha Cinta yang diperebutkan oleh Manusia seluruh alam ini, ada 5 milyar saingan anda untuk memperoleh perhatian dan cinta Dia Yang Maha Esa.

itu yg digarisbawahi...dapat informasinya darimana? Dari ustad atau dari hasil perenungan sendiri? Memangnya kaum atheis juga memperebutkan cinta dari Sang Maha Cinta?.... :-k
ptcdr
 
Posts: 335
Joined: Fri Mar 12, 2010 1:27 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby duren » Fri May 13, 2011 9:48 pm

Sufi adalah KAPIR NYA Islam .... Congrat deh untuk Yongis atas kemurtad tannya
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby iamthewarlord » Sat May 14, 2011 12:45 am

congrat Yongis...
Kita sama2 kafir skr..
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby Momad Narsis » Sat May 14, 2011 1:45 am

wah sekarang apa yg dikatakan yongis jauh berbeda seperti apa yg diperintahkan al'quran.."bunuh kafir,pancung dan penggal ujung jari mereka"
semua yg diungkapkan yongis nyata bertitik tolak dari perenungan batin sang guru sufi dan bukan ajaran islam secara mutlak..!
namun asal saudara yongis tau saja bahwa apa yg sis nyongis lakukan memang sudah jauh melenceng dr ajaran muhammad..!
sis nyongis harus sadar bahwa dia sudah murtad secara ajaran dari islam,sebab islam adalah hukum absolut.
User avatar
Momad Narsis
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby yongis » Mon May 16, 2011 10:21 am

@ mbah erot = tetap tunduk padanya
@ptcdr = seluruh alam berarti tidak terikat ruang dan waktu...,milyaran bahkan trilyunan sejak zaman nabi adam...,atheis tentu tidak termasuk
@duren&iamthewarlord = terima kasih sama sama
@momad narsis...justru inilah ajaran yang paling benar dan hilang gara2 perbuatan kaum tertentu yang tidak senang dengan ajaran murni Rasulullah, rasulullah tersambung kepada allah melalui malaikat jibril, jibril adalah sebagai pembimbing rasulullah.,setelah rasulullah wafat ( tapi spiritualnya tetap eksis ) para guru sufi kami sekarang tersambung sanad nya kepada rasulullah melalui mata rantai emas, jadi hubunganya "online" ke langit ,tidak ada perenungan disini, syaikh ku hanyalah mengantarkan informasi yang terdapat pada jantung qalbu rasulullah melalui wali2 dalam mata rantai emas , semuanya itu untuk membimbing para murid2 nya,

*hmm para cendekiawan aja gak bisa terima informasi ini, apalagi kawanan IFF/FFI* :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
User avatar
yongis
 
Posts: 377
Joined: Wed Apr 21, 2010 4:31 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby duren » Mon May 16, 2011 10:30 am

yongis wrote: para guru sufi kami sekarang tersambung sanad nya kepada rasulullah melalui mata rantai emas,

Mas Jowo yo ? :green:
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby yongis » Mon May 16, 2011 11:11 am

bukan...orang tua saya asli medan...saya lahir besar di jakarta

http://naqshbandi.org/chain/names.htm

http://www.haqqanirabbani.asia/activities-id.html
User avatar
yongis
 
Posts: 377
Joined: Wed Apr 21, 2010 4:31 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby mbah.erott » Mon May 16, 2011 12:28 pm

yongis wrote:@ mbah erot = tetap tunduk padanya

Kenapa allah swt menghina manusia?

yongis wrote:@momad narsis...justru inilah ajaran yang paling benar dan hilang gara2 perbuatan kaum tertentu yang tidak senang dengan ajaran murni Rasulullah, rasulullah tersambung kepada allah melalui malaikat jibril, jibril adalah sebagai pembimbing rasulullah.,setelah rasulullah wafat ( tapi spiritualnya tetap eksis ) para guru sufi kami sekarang tersambung sanad nya kepada rasulullah melalui mata rantai emas, jadi hubunganya "online" ke langit ,tidak ada perenungan disini, syaikh ku hanyalah mengantarkan informasi yang terdapat pada jantung qalbu rasulullah melalui wali2 dalam mata rantai emas , semuanya itu untuk membimbing para murid2 nya,

Yang saya garis bawahi, siapa saksinya dan apa buktinya?

Sesat kuadrat nih :lol:
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby angky » Mon May 16, 2011 12:44 pm

@Yongis

Selamat meninggalkan mainstream aka kapir. Apa yang tidak sreg dalam islam mainstream, boleh tahu??
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby yongis » Mon May 16, 2011 3:03 pm

@ mbah erot kan pertanyaanya "kalau" jadi kalo di tanya lagi ya saya bingung.....
terus yg bawah bukan sesat kuadrat lagi, kata temen sesama muslim ( non-tarikat ) adalah "taklit buta" hahahahaha :rofl:

tapi pokoknya saya ikut guru sufi prinsipnya Ambil bai'ah dan samina wato'na tidak ada pertanyaan...laksanakan saja..Alhamdulillah....

@ angky..salah satunya perbedaan ini : ( mainstream ) bagi mereka darah kafir halal alias kalo jihad itu bunuh2 in kafir

kalo di sufi jihad = mengalahkan ego sendiri...dan ini prosesnya melelahkan serta lama harus dibimbing oleh seorang guru spiritual....,prisip sekolah ego ini saya suka banged.....makanya alhamdulillah saya senang bisa masuk sufi
User avatar
yongis
 
Posts: 377
Joined: Wed Apr 21, 2010 4:31 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby angky » Mon May 16, 2011 4:50 pm

yongis wrote:@ angky..salah satunya perbedaan ini : ( mainstream ) bagi mereka darah kafir halal alias kalo jihad itu bunuh2 in kafir

kalo di sufi jihad = mengalahkan ego sendiri...dan ini prosesnya melelahkan serta lama harus dibimbing oleh seorang guru spiritual....,prisip sekolah ego ini saya suka banged.....makanya alhamdulillah saya senang bisa masuk sufi


Selamat anda sudah KAFIR Malu malu Kucing, jika demikian, apa tanggapan bro terhadap ayat ayat Madaniah terutam ayat pedang. Apakah guru anda menolak ayat ayat ini sama sekali???
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby joelintang » Mon May 16, 2011 5:07 pm

Ikutan bahas Sufinya Kk Youngis....Bolehkan kk...?

yongis wrote:........Memegang kebenaran itu ibarat memegang bara api, kalau digenggam tangan akan terbakar kalau dilepas maka bara itu akan terlepas dan hilang. Guru memberikan rahasia kepada saya

kl Sy berfikir dan rasakan ...
Kebenaran itu seharusnya ga di Ibarat kan Bara Api dan membakar..?
Kebenaran itu ibarat air segar , ia menyejukkan dan ia memberi kehidupan …bukan sebaliknya..
ada tertulis ……"Ia membibing aku ke air yg tenang,Ia menyegarkan jiwaku”.

Kl ada ada rasa panas dan membakar..Bukankah itu sifat Syaiton ? :snakeman: ..yg berada di dalam diri kita , Yang tidak mau klo KEBENARAN itu menjadi bagian Utama dlm hidup kita..dan mereka (syaiton group) mulai …Membakar diri kita spy kita melepaskan Kebenaran yg tlah kita terima

yongis wrote: “Pegang kuat-kuat bara itu dan nanti bara itu akan padam ditanganmu

Nah klo proses ini ...mulai menunjukan klo bara api si Syaiton itu mulai dipadamkan dg air kebenaran yg tlah kita terima.


yongis wrote:Alhamdulillah saya semakin mantap memilih jalan ini
-saya telah dibenci oleh sesama muslim, dianggap melakukan bid'ah
-oleh non muslim saya telah di olok-olok sebagai "kafirnya islam" atau "islam kafir dan sesat"


-Btw ikut Besimpati dg Kondisi kk yg sdh dianggap Murtad dan di tolak olh sesama muslim
(salut pd Kk yg tlah berani 1 step beranjak dari lembah Kematian,ini tdk mudah hanya manusia yg hati nuraninya mulai hidup saja)
-Sy Non muslim Kapir bin kolopir tidak mengatakan itu, utk pribadi kk yg sdh memilih jalan Sufisme


Salam DSB
User avatar
joelintang
 
Posts: 341
Joined: Tue Nov 30, 2010 2:05 am

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby Wong lawas » Mon May 16, 2011 7:25 pm

Salam kenal sist yongis..anda hebat krn berani berseberangan sm arus utama,seandainya sma muslim spti sampeyan tampaknya bumi ini lbh sejuk dan tenang. Tapi sy ragu,jika sjk semula islam jenis ini yg ada,sy sangsi apa mgkn islam msh ada dimuka bumi..? Krn islam tdk mgkn eksis tanpa pedang syariah, tanpa politik islaminya? Jd sy anggap sufisme adlh satu bentuk reformasi islam yg gagal krn tdk membawa perubhan apa2 di dunia islam,Btw anda layak jd warga negri ini yg cinta damai.
Wong lawas
 
Posts: 281
Joined: Wed Jan 12, 2011 12:50 am
Location: Alas roban

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby mbah.erott » Mon May 16, 2011 8:10 pm

[quote="yongis"]@ mbah erot kan pertanyaanya "kalau" jadi kalo di tanya lagi ya saya bingung.....[quote]
Begini lho yongis, saya lihat kondisi yongis mirip dengan kondisi candra mukti. Disebut kafir oleh berbagai golongan islam.
Yongis tahu kan, bahwa setiap golongan islam itu mengklaim paling benar di mata allah swt. yongis juga pasti meyakini bahwa aliran sekarang yg yongis peluk adalah yg paling benar di hadapan allah swt. Dan sayangnya, muhammad sendiri mengatakan akan ada sedikitnya 72 aliran/golongan dalam islam, dan hanya satu yang benar di hadapan allah swt. Yang lainnya, pasti kafir kan?
Tahukah yongis bahwa allah swt sering menghina kafir? Apakah yongis tetap akan tetap tunduk jika dihina "kafir" oleh alah swt? Tunduk yang bagaimana? Apakah kembali meninggalkan sufi?

[quote="yongis"]terus yg bawah bukan sesat kuadrat lagi, kata temen sesama muslim ( non-tarikat ) adalah "taklit buta" hahahahaha :rofl:

tapi pokoknya saya ikut guru sufi prinsipnya Ambil bai'ah dan samina wato'na tidak ada pertanyaan...laksanakan saja..Alhamdulillah....[quote]
Yah... Turut bersimpati deh..
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby oces » Mon May 16, 2011 8:45 pm

Sdr. Yongis, Sufisme itu kan konsep yang dipinjam dari Budha tapi menggunakan bahasa Islam. Tapi bagaimana pun tetap tidak akan bisa menyelaraskan kontradiksi berkaitan dengan kenyataan bahwa Muhammad adalah seorang Politikus.

Seorang Politikus berpegang pada konsep SOCIAL CONTROL sedangkan seorang Sufi berpegang kepada SELF CONTROL.
Seorang politikus melakukan upaya rekayasa sosial dengan membuat berbagai macam peraturan (syariah) dan menegakkannya dengan berbagai cara termasuk dengan cara represif (jalan kekerasan)agar orang lain (masyarakat) berprilaku sesuai peraturan . Sedangkan seorang Sufis menjauhkan diri dari tindak kekerasan, dan melakukan usaha persuasif agar manusia mengendalikan dirinya (self control) menuju ketenangan bathin dan mengutamakan hakikat daripada syariat.

Fakta sejarah menunjukan bahma nabi Muhammad lebih sering terlibat dalam perang daripada dakwah, artinya Muhammad lebih tepat disebut sebagai seorang Politikus daripada seorang tokoh spiritual. Memang dalam Quran ada banyak ayat yang bernuansa spiritual seperti perintah untuk sholat, puasa,zakat, zikir dll. Tapi jangan lupa bahwa semua itu adalah PERINTAH yang jelas-jelas bersifat politis. Muslim yang tidak menjalankan perintah tersebut akan dihukum! penghukuman tersebut membuktikan bahwa amalan-amalalan tersebut adalah politik, bukan spiritual sebab dalam konsep spiritual tidak istilah hukum menghukum yang bersifat memaksa, spiritualitas fokus kepada pengendalian diri, keikhlasan menuju ketenangan bathin
oces
 
Posts: 33
Joined: Sat Mar 14, 2009 2:42 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby Momad Narsis » Tue May 17, 2011 2:04 am

@Yongis
Saya tidak membantah bahwa anda menilai spritualitas sufisme membawa anda pada ketenangan bathin (inilah yg sy katakan perenungan bathin dr guru anda) namun dgn adanya sufisme tdklah semata2 menghilangkan wajah islam yg muhammad ajarkan :
1.perangi kafir (darah dan hartanya halal)
2.jgn mengambil kafir sebagai wali
3.pajak/jizah bagi non muslim
4.jihad permanen memerangi kafir
5.hukum syariah
6.sejarah perang jihad muhammad (pembunuhan kaum jahudi & nasrani)
jauhkan dari sufisme..
Salam Damai
User avatar
Momad Narsis
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby yongis » Thu May 19, 2011 2:14 pm

angky wrote:
Selamat anda sudah KAFIR Malu malu Kucing, jika demikian, apa tanggapan bro terhadap ayat ayat Madaniah terutam ayat pedang. Apakah guru anda menolak ayat ayat ini sama sekali???


tidak menolak, tapi cara menyikapinya, setelah masa perang selesai maha jihad adalah penaklukan ego kita sendiri

Wong lawas wrote:Salam kenal sist yongis..anda hebat krn berani berseberangan sm arus utama,seandainya sma muslim spti sampeyan tampaknya bumi ini lbh sejuk dan tenang. Tapi sy ragu,jika sjk semula islam jenis ini yg ada,sy sangsi apa mgkn islam msh ada dimuka bumi..? Krn islam tdk mgkn eksis tanpa pedang syariah, tanpa politik islaminya? Jd sy anggap sufisme adlh satu bentuk reformasi islam yg gagal krn tdk membawa perubhan apa2 di dunia islam,Btw anda layak jd warga negri ini yg cinta damai.


sufi tasawuf adalah islam yg termurni,ajaran yang sekarang itu sebenarnya ajaran islam yg telah di potong separuh oleh kaum tertentu, salah satunya kaum wahabi, selain memotong ada juga yg menciptakan tarikat2 sufi palsu sehingga seolah2 sufi lah yang sesat

mbah.erott wrote:Begini lho yongis, saya lihat kondisi yongis mirip dengan kondisi candra mukti. Disebut kafir oleh berbagai golongan islam.
Yongis tahu kan, bahwa setiap golongan islam itu mengklaim paling benar di mata allah swt. yongis juga pasti meyakini bahwa aliran sekarang yg yongis peluk adalah yg paling benar di hadapan allah swt. Dan sayangnya, muhammad sendiri mengatakan akan ada sedikitnya 72 aliran/golongan dalam islam, dan hanya satu yang benar di hadapan allah swt. Yang lainnya, pasti kafir kan?
Tahukah yongis bahwa allah swt sering menghina kafir? Apakah yongis tetap akan tetap tunduk jika dihina "kafir" oleh alah swt? Tunduk yang bagaimana? Apakah kembali meninggalkan sufi?

.


sebagai murid sufi apapun yang akan dilakukan oleh 4JJi kepada diriku aku akan menerimanya...

oces wrote:
Fakta sejarah menunjukan bahma nabi Muhammad lebih sering terlibat dalam perang daripada dakwah, artinya Muhammad lebih tepat disebut sebagai seorang Politikus daripada seorang tokoh spiritual. Memang dalam Quran ada banyak ayat yang bernuansa spiritual seperti perintah untuk sholat, puasa,zakat, zikir dll. Tapi jangan lupa bahwa semua itu adalah PERINTAH yang jelas-jelas bersifat politis. Muslim yang tidak menjalankan perintah tersebut akan dihukum! penghukuman tersebut membuktikan bahwa amalan-amalalan tersebut adalah politik, bukan spiritual sebab dalam konsep spiritual tidak istilah hukum menghukum yang bersifat memaksa, spiritualitas fokus kepada pengendalian diri, keikhlasan menuju ketenangan bathin


sejarah bisa diputarbalikan faktanya dengan mudah...
User avatar
yongis
 
Posts: 377
Joined: Wed Apr 21, 2010 4:31 pm

Re: Yongis Murid Sufi ( insya Allah )

Postby Dialectica Denkweise » Thu May 19, 2011 2:21 pm

sejarah bisa diputarbalikan faktanya dengan mudah...


saudara Yongis...

kalo boleh tau...
bagaimana anda dapat mengetahui sejarah Muhammad sebenarnya?
Dialectica Denkweise
 
Posts: 13
Joined: Thu Jan 27, 2011 7:38 am

Next

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users