.

Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Kalits'39 » Wed Nov 17, 2010 11:01 pm

Hueran duech...para MUSLIM disini orientasinya sex mulu...pa dari pengaruh libido nabinnya sering tersalurkan, coz keburu diracun, akhirnya terus menyelimuti pikiran ustadnye, jd deh ngeres semua....wallahualam...
Kalits'39
 
Posts: 355
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:38 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Dudekh » Thu Nov 18, 2010 7:42 am

rose wrote:bener,dan ini sdh dijelaskan lewat dorammma,mandi junub itu wajib bagi yg keluar mani/maji,apapun penyebabnya,meski tdk bersenggama sekalipun kl keluar mani/maji wajib mandi junub, kok masih nggak nangkep juga. u/ hemat air nabi dg aisya menggunakan air bersama,ya sah2 aja lah wong suami istri. bayangan kafir mesum melulu seolah2 lihat mata kepala sendiri. yg menggugurkan hadist sahih ya quran,kalau memang ada,kalau ada hadist yg bertentangan dengan quran. paham pir?! jgn mengulang2 pertanyaan!

hadist mana sih yg digugurkan quran?
apakah quran melarang menggauli/menyetubuhi/menyenggamai isteri sendiri?
aisya itu isteri muhammad, jadi kalau disetubuhi juga wajar2 aja kan?
kau saja yg ngotot menyangkal kalau aisyah digauli muhammad atau disetubuhi atau disenggamai.
atau kau mau mengatakan bahwa aisyah tidak pernah digauli/disetubuhi/disenggamai muhammad?
yang menjadi permasalahan adalah aisyah terlalu muda disetubuhi muhammad sehingga mengakibatkan kerusakan pada rahim.

iniesta wrote:Hueran duech...para NON MUSLIM disini orientasinya sex mulu...pa dari pengaruh libido tuhannya yg ga tersalurkan, coz keburu dipaku, akhirnya terus menyelimuti pikiran umatnye, jd deh ngeres semua....wallahualam...


inies, kamu baca gak judul topik ini apa?
apakah kalau bicara tentang kehamilan tidak berhubungan dengan hal2 sexual?
cobalah nalar itu dimaksimalkan penggunaannya agar tulisannya tidak hanya asal bunyi.
apakah dalam semua topik nonmuslim bicara masalah sex melulu? kan disesuaikan dgn judul topik.
jadi... jangan kamu langsung tersinggung kalau saya katakan kemampuanmu masih kurang untuk meyakinkan nonmuslim akan kebenaran islam.
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Dudekh » Fri Nov 19, 2010 9:13 am

rose wrote:meski sudah suami istripun ada aturannya dlm Islam,al. perlakukanlah istrimu dgn sebaik2nya dan dilarang mempusakai wanita secara paksa.


ok tante, disini saya sepakat dulu dgn yg diatas.
muhammad memperlakukan isterinya (aisyah) dgn baik2 dan tidak mempusakainya secara paksa.
yg dilakukan muhammad adalah menyetubuhinya terlalu dini.
so, apa yg bertentangan dgn quran?
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Fri Nov 19, 2010 10:57 am

@bung Dudekh
Whatever coment anda lah...mo underestimate terserah. Tp kencendurangan anda memang selalu menyerang pribadi jika merasa terpojok. Ane menangkap kesan dari beberapa postingan anda disini bahwa anda cenderung memaksakan vonis bahwa penyebab ketidakhamilan Aisyah adalah karena faktor kerusakan rahim, padahal sangat dimungkinkan juga faktor laen sbg penyebabnya. Disisi laen anda sendiri tidak mampu membuktikan dgn lbh kongkrit hipotesa anda dgn hanya mengacu pada pendapat ilmiah yg tdk secara langsung menjelaskan topik. Sedang sumber satu2nya yg bisa diterima yakni hadist tdk mendukung penyebab pasti vonis anda diatas.
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Murtadiningrat » Fri Nov 19, 2010 11:21 am

iniesta wrote:@bung Dudekh
Whatever coment anda lah...mo underestimate terserah. Tp kencendurangan anda memang selalu menyerang pribadi jika merasa terpojok. Ane menangkap kesan dari beberapa postingan anda disini bahwa anda cenderung memaksakan vonis bahwa penyebab ketidakhamilan Aisyah adalah karena faktor kerusakan rahim, padahal sangat dimungkinkan juga faktor laen sbg penyebabnya. Disisi laen anda sendiri tidak mampu membuktikan dgn lbh kongkrit hipotesa anda dgn hanya mengacu pada pendapat ilmiah yg tdk secara langsung menjelaskan topik. Sedang sumber satu2nya yg bisa diterima yakni hadist tdk mendukung penyebab pasti vonis anda diatas.


Sorry nimbrung , anda berarti sudah setuju kalau aisyah memang berhubungan badan dng muhammad sebagai kewajiban istri thd suami , itu suatu kemajuan yang bagus....
Memang di hadits kita tidak menemukan penyebab aisyah tidak hamil , dan itu mengapa dibuat thread seperti ini , yaitu mencari penyebabnya , dan bro dudekh mengungkapkan hipotesanya secara pribadi , itu sah-sah saja.
Kalau saya boleh beranggapan penyebab aisyah tidak hamil , karena menurunnya kemampuan sperma muhammad dalam bereproduksi karena faktor umur yang mendekati kepala 6 , itu toh wajar2 saja khan ?? buktinya istri2 muhammad yang lain ( Sebelum aisyah ) juga tidak bisa hamil khan ? sedangkan yang bisa hamil Khadijah dan budak hafsa yang bernama Maria
So , disinilah fungsi dari sebuah pengkajian , menebak bukanlah suatu kesalahan.
User avatar
Murtadiningrat
 
Posts: 704
Joined: Mon Jan 05, 2009 8:54 am

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Fri Nov 19, 2010 2:04 pm

@bro murtad
Menebak untuk pengkajian bukan suatu kesalahan? Pendapat anda ini tampaknya perlu diklarifikasi lbh lanjut bro murtad. Menebak untuk membentuk opini menyangkut kredibelitas sebuah keyakinan adalah salah besar! Ane tdk menolak jika dlm sbh ikatan perkawinan timbul ekses persetubuhan. Tp dlm kasus Aisyah ini ane menolak keras tuduhan non muslim bahwa Aisyah disetubuhi nabi dlm usia yg sangat dini, atau Muhammad Saw adlh pedofil. Pertama, hadist yg dirujuk disini tdk menyatakan secara gamblang persetubuhan yg dimaksud. Kedua, hadist yg dimaksud tdk sepenuhnya diterima umat Islam karena diragukan sanadnya. Ketiga, dlm Alquran surah 4:19 jelas diperintahkan bahwa seorang suami wajib memperlakukan istri dgn sebaik2nya dan dilarang mempusakai wanita secara paksa. Nah sudah tentu Nabi ane yg mulia Muhammad Saw, lbh tau bagaimana shrsnya memperlakukan Aisyah yg notabene masih anak2. Dan timbul pertanyaan lg, Jika seorang Muhammad Saw adalah pedofil, mengapa hanya Aisyah seorang saja yg dinikahi? Bukankah dgn pengaruh dan kekuasaan yg dimiliki nabi saat itu bisa memperistri lbh dr seorang Aisyah saja? Bukankah istri2 nabi sesudahnya tdk smuanya muda dan cantik?
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Dudekh » Fri Nov 19, 2010 2:44 pm

iniesta wrote:@bung Dudekh
Whatever coment anda lah...mo underestimate terserah. Tp kencendurangan anda memang selalu menyerang pribadi jika merasa terpojok. Ane menangkap kesan dari beberapa postingan anda disini bahwa anda cenderung memaksakan vonis bahwa penyebab ketidakhamilan Aisyah adalah karena faktor kerusakan rahim, padahal sangat dimungkinkan juga faktor laen sbg penyebabnya. Disisi laen anda sendiri tidak mampu membuktikan dgn lbh kongkrit hipotesa anda dgn hanya mengacu pada pendapat ilmiah yg tdk secara langsung menjelaskan topik. Sedang sumber satu2nya yg bisa diterima yakni hadist tdk mendukung penyebab pasti vonis anda diatas.

hahaha..... inies....inies.....
di sebelah mana sih, kamu melihat saya merasa terpojok?
saya menilai kamu berdasarkan hasil tulisanmu sendiri. jadi sebenarnya kamulah yg memberikan nilai kepada dirimu sendiri. saya hanya menunjukkan saja.
- kamu mau menyematkan gelar the real tukang fitnah kepada saya disini, sementara tidak satupun argumenmu yg dapat diterima disertai referensi yg kredibel.
(apakah saya boleh mengatakan kamu berusaha menyerang pribadi karena merasa terpojok? :rofl: )
- kamu mengatakan nonmuslim selalu bicara tentang sex melulu, sementara kamu tidak perhatikan judul topiknya apa.
pernahkah kamu baca beberapa trit di sub forum cara berpikir muslim yg khusus membahas pola pikir seorang netter muslim disini? setiap nama seorang netter muslim muncul jadi topik disana, semua berdasarkan hasil tulisannya yg dirasa agak aneh atau lucu. masih untung kamu tidak dijadikan judul trit :rofl:

coba baca kembali pendapatmu tentang trit ini di awal
iniesta wrote:Kalo gitu, boleh juga dunk ane ikut berasumsi bahwa karena kemuliaan dan keteladanan Nabi Muhammad Saw, saat itu beliau tidak "menyentuh" Aisyah sama sekali, hingga Aisyah dianggap benar2 matang dewasa lahir bathin menurut Nabi, sampai akhirnya beliau wafat, dan Aisyah msh dlm kondisi virgin, dan tentu saja tdk menyebabkan kehamilan, who knows? Wallahua'lam... Dengan demikian sebenarnya anda dan saya ini hanya bisa mengira2 apa yg sebenarnya terjadi. Hanya Tuhanlah yg maha tau dan maha berkehendak, manusia hanyalah mahluk yg penuh ketidaksempurnaan dan ketidaktahuan, maka alangkah indah dan damainya kehidupan ini jika kita mau berhenti untuk saling menghujat dan menyerang...

sah2 saja kamu berasumsi, tapi apakah ada referensi pendukung dgn hipotesa anda yg saya bold diatas?

memang benar, tidak ada tulisan yg secara jelas mengatakan kenapa aisyah tidak hamil. makanya muncul trit ini seperti yg dikatakan bro murtadiningrat diatas.
makanya kita coba masing2 memberikan hipotesa di sertai dgn referensi pendukung untuk memperkuat hipotesa kita. dan menurut bro murtadiningrat, itu sah2 saja dan saya kira juga sah2 saja. hanya kamu (muslim) yg langsung merasa nonmuslim memfitnah tanpa kamu melihat alurnya kenapa nonmuslim membuat hipotesa seperti itu. kalau kamu bisa memberikan bukti yg lebih kuat tentang hal yg sebaliknya, barulah kamu boleh teriak itu fitnahhh....
yg kamu lakukan malah kontra produktif, menolak hasil penelitian para ahli atau secara tidak langsung kamu mengatakan para ahli itu bohong.
silahkan kamu baca kembali dari awal alur diskusi kita, dan pakai nalar normal dulu apakah yg saya tuliskan itu asal bunyi dan apakah sanggahanmu didukung oleh referensi yg kuat sehingga dapat membuktikan sebaliknya.
jangan sampai gara2 doktrin islam kemampuan berpikirmu kamu abaikan iniesta.
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Fri Nov 19, 2010 5:26 pm

@bung Dudekh
Terimakasih bung Dudekh atas preview anda soal nalar ane. Tolong beri ane pencerahan atas pertanyaan ane pada post yg ane posting buat bro murtadiningrat diatas, terutama pada kalimat2 terakhir postingan ane perihal tuduhan pedofil Nabi Muhammad Saw oleh kaum anda. Postingan itu berlaku juga buat anda. Makasih sebelumnya.
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Sat Nov 20, 2010 9:41 am

Kalits'39 wrote:Hueran duech...para MUSLIM disini orientasinya sex mulu...pa dari pengaruh libido nabinnya sering tersalurkan, coz keburu diracun, akhirnya terus menyelimuti pikiran ustadnye, jd deh ngeres semua....wallahualam...

kreatif dikit nape...??!
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby doblank » Sat Nov 20, 2010 12:15 pm

dorama(dorce gamalama) wrote:minim sekali pengetahuan biologismu piir, mimpi basah pun bisa keluar sperma, orang lihat wanita cantik/pria tegap juga bisa 'basah' karena terangsang. Nah hukumnya bagi yg keluar sperma wajib mandi junub. sperma/maji itu bukan najis, tapi membatalkan dan membuat sholat tidak sah sebelum mandi junub, ini pesan yang ingin disampaikan pada hadist ini. Kata "GAUL" yang dimaksud oleh para penerjemah hadist ini adalah "interaksi". Interaksi itu macam-macam bentuknya, tidak selalu dalam bentuk persenggamaan. Seperti dalam hadist: seorang ibu harus digauli oleh anaknya tiga kali lebih baik dari ayahnya.

Nah, kalau otak mesum kafir, pasti si kafir mengira disuruh menyenggamai ibunya 3 kali sehari lalu menyetubuhi ayahnya 1 kali sehari....ngakak.com
piiiir kapiiir, begitulah otak mesummu itu piiir, akibat kitab sucinya pun novel porno. :roll:



bla..bla.. Berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim serta pendapat para ahli sejarah islam, menunjukkan bahwa usia perkawinan Aisyah dengan Rasulullah saw adalah 6 tahun meskipun kemudian digauli pada usianya 9 tahun. Pernikahan beliau saw dengan Aisyah adalah dalam rangka menjalin kasih sayang dan menguatkan persaudaraan antara beliau saw dengan ayahnya, Abu Bakar ash Shiddiq, yang sudah berlangsung sejak masa sebelum kenabian.

Dan pernikahan Aisyah pada usia yang masih 6 tahun dan mulai digauli pada usia 9 tahun bukanlah hal yang aneh, karena bisa jadi para wanita di satu daerah berbeda batas usia balighnya dibanding dengan para wanita di daerah lainnya. Hal ini ditunjukan dengan terjadinya perbedaan di antara para ulama mengenai batas minimal usia wanita mendapatkan haidh sebagai tanda bahwa ia sudah baligh.

1. Imam Malik, al Laits, Ahmad,. Ishaq dan Abu Tsaur berpendapat bahwa batas usia baligh adalah tumbuhnya bulu-bulu di sekitar kemaluan, sementara kebanyakan para ulama madzhab Maliki berpendapat bahwa batasan usia haidh untuk perempuan dan laki-laki adalah 17 tahun atau 18 tahun.
2. Abu Hanifah berpendapat bahwa usia baligh adalah 19 tahun atau 18 tahun bagi laki-laki dan 17 tahun bagi wanita.
3. Syafi’i, Ahmad, Ibnu Wahab dan jumhur berpendapat bahwa hal itu adalah pada usia sempurna 15 tahun. Bahkan Imam Syafi’i pernah bertemu dengan seorang wanita yang sudah mendapat monopouse pada usia 21 tahun dan dia mendapat haidh pada usia persis 9 tahun dan melahirkan seorang bayi perempuan pada usia persis 10 tahun. Dan hal seperti ini terjadi lagi pada anak perempuannya. (Disarikan dari Fathul Bari juz V hal 310)

Perbedaan para imam madzhab di atas mengenai usia baligh sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kultur di tempat mereka tinggal. Imam Abu Hanifah tinggal di Kufah, Iraq. Imam Malik tinggal di kota Rasulullah saw, Madinah. Imam Syafi’i tinggal berpindah-pindah mulai dari Madinah, Baghdad, Hijaz hingga Mesir dan ditempat terakhir inilah beliau meninggal. Sedangkan Imam Ahmad tinggal di Baghdad.. bla..bla..

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawa ... -tahun.htm
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Kalits'39 » Sat Nov 20, 2010 1:01 pm

Kalits'39 wrote:Hueran duech...para MUSLIM disini orientasinya sex mulu...pa dari pengaruh libido nabinnya sering tersalurkan, coz keburu diracun, akhirnya terus menyelimuti pikiran ustadnye, jd deh ngeres semua....wallahualam...

iniesta wrote:kreatif dikit nape...??!


nape..., ade yang salah ? bukankah memang demikian adanya, mangkanya sebelum memberi komen harusnya ngaca dulu.
sedikit ngomentari komen anda yang ngasal :
tuhan ane, boro2 tak tersalurkan, pikiran sex aja ga ada, emangnya nabi ente, yang ada cuma sex (lihat saja istrinya buaaanyak buaanget, dari yang jande, budak, ampe nyang abg) :lol:
Kalits'39
 
Posts: 355
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:38 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Sat Nov 20, 2010 9:22 pm

Kalits'39 wrote:

nape..., ade yang salah ? bukankah memang demikian adanya, mangkanya sebelum memberi komen harusnya ngaca dulu.
sedikit ngomentari komen anda yang ngasal :
tuhan ane, boro2 tak tersalurkan, pikiran sex aja ga ada, emangnya nabi ente, yang ada cuma sex (lihat saja istrinya buaaanyak buaanget, dari yang jande, budak, ampe nyang abg) :lol:

Rata rata Non Muslim tuh sama nalarnye, selalu mo menangnya sendiri. Gak anda sendiri, gak Dudekh, gak key, gak embun, semuanya same... Giliran tuhannye "ditembak", ee malah mencak mencak sewot kagak karuan. Coba deh kalo nglecehin simbol2 Islam, kayak gak ada dosa aza dikau semua... Mana trus prinsip2 golden rule yg kalian agung2kan ntu Mr.?
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby doblank » Sun Nov 21, 2010 12:26 am

iniesta wrote:Rata rata Non Muslim tuh sama nalarnye, selalu mo menangnya sendiri. Gak anda sendiri, gak Dudekh, gak key, gak embun, semuanya same... Giliran tuhannye "ditembak", ee malah mencak mencak sewot kagak karuan. Coba deh kalo nglecehin simbol2 Islam, kayak gak ada dosa aza dikau semua... Mana trus prinsip2 golden rule yg kalian agung2kan ntu Mr.?

mana sanggahan anda bro inies??
:rolling:
kebiasaan muslim.
Ga bisa menyanggah lalu OOT.

yang ditebali: (bisik2)
Tuh key, baca tuh koment si iniesta. Baca! Paham?!
:rolling:
:rolling:
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Sun Nov 21, 2010 1:50 pm

doblank wrote:mana sanggahan anda bro inies??
:rolling:
kebiasaan muslim.
Ga bisa menyanggah lalu OOT.

yang ditebali: (bisik2)
Tuh key, baca tuh koment si iniesta. Baca! Paham?!
:rolling:
:rolling:

Persoalan perkawinan Nabi yg selalu dipermasalahkan Non muslim sbnrnya sudah tuntas dibahas oleh pakar2 Islam disini, dan sbnre semua sdh clear. Tapi dasar hati dan pikiran kalian sdh terkunci...
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby doblank » Sun Nov 21, 2010 10:11 pm

iniesta wrote:Rata rata Non Muslim tuh sama nalarnye, selalu mo menangnya sendiri. Gak anda sendiri, gak Dudekh, gak key, gak embun, semuanya same... Giliran tuhannye "ditembak", ee malah mencak mencak sewot kagak karuan. Coba deh kalo nglecehin simbol2 Islam, kayak gak ada dosa aza dikau semua... Mana trus prinsip2 golden rule yg kalian agung2kan ntu Mr.?

doblank wrote:mana sanggahan anda bro inies??
:rolling:
kebiasaan muslim.
Ga bisa menyanggah lalu OOT.

yang ditebali: (bisik2)
Tuh key, baca tuh koment si iniesta. Baca! Paham?!
:rolling:
:rolling:

iniesta wrote:Persoalan perkawinan Nabi yg selalu dipermasalahkan Non muslim sbnrnya sudah tuntas dibahas oleh pakar2 Islam disini, dan sbnre semua sdh clear. Tapi dasar hati dan pikiran kalian sdh terkunci...

ditrit ini, anda sebenarnya membaca posting dari awal tidak toh?
Siapa yang bengal kalo aisah tidak digauli/disenggamai?
jika sudah clear seperti apa kesimpulan dari pakar2 islam seperti kata anda itu??
apakah anda sudah setuju dgn hipotesa bro dudekh?
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Dudekh » Mon Nov 22, 2010 8:01 am

iniesta wrote:@bung Dudekh
Terimakasih bung Dudekh atas preview anda soal nalar ane. Tolong beri ane pencerahan atas pertanyaan ane pada post yg ane posting buat bro murtadiningrat diatas, terutama pada kalimat2 terakhir postingan ane perihal tuduhan pedofil Nabi Muhammad Saw oleh kaum anda. Postingan itu berlaku juga buat anda. Makasih sebelumnya.

apakah yg ini maksudmu inies?

iniesta wrote:Dan timbul pertanyaan lg, Jika seorang Muhammad Saw adalah pedofil, mengapa hanya Aisyah seorang saja yg dinikahi? Bukankah dgn pengaruh dan kekuasaan yg dimiliki nabi saat itu bisa memperistri lbh dr seorang Aisyah saja? Bukankah istri2 nabi sesudahnya tdk smuanya muda dan cantik?
]

coba lihat hadist yg saya copas dibawah
Ishaq:311
Nabi melihat Ummu’l ketika dia masih seorang bayi yang merangkak di kakinya dan berkata, “Jika dia tumbuh dewasa, aku akan mengawininya.” Tetapi dia mati sebelum bisa melakukannya.

Ibn Ishaq: Suhayli, 2.79: Dalam riwayat Yunus Ibn Ishaq dilaporkan bahwa nabi melihat bayi (Ummu’l-Fadl, ketika itu ia masih bayi dan bergeliat didepannya) dan mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.’ (ref.10, p. 311)

Muhammad melihat Um Habiba, puteri Abbas, saat ia masih fatim (masih menetek) dan ia mengatakan, "Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya." (Musnad Ahmad, Number 25636)


bahkan bayi perempuan yg masih menetek saja sudah membuat gairah muhammad bangkit. sayangnya muhammad keburu meninggal sebelum niatnya itu terlaksana. kalau seandainya dia masih umur panjang, maka akan ada aisyah part 2 dan tidak menutup kemungkinan akan ada part 3 dst.
tapi sebelumnya saya ingin memastikan dulu, kamu mengerti defenisi dari pedofilia kan?

mengenai usia istri2 muhammad, mudah2an kamu belum termakan doktrin ustad yg mengatakan semua istri2 muhammad adalah janda2 tua yg sudah peot.
- berapakah usia saffiyah waktu di kawini oleh muhammad?
- berapa jugakah usia zainab sewaktu zaid harus menceraikannya oleh karena ketertarikan muhammad?
- berapa juga usia maria koptik.... (eh...maria koptik sah nggak di nikahi muhammad sbg istri, atau cuma disetubuhi gratis aja)
dll
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby iniesta » Mon Nov 22, 2010 10:49 pm

Bagi orang yang mengerti bahasa Arab, dia akan paham bahwa kata "bikr" dlm hadis tidak digunakan untuk bocah ingusan berusia 7 atau 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis ingusan yang masih kanak-kanak adalah "jariyah" . Sebutan bikr diperuntukkan bagi seorang gadis yang belum menikah serta belum punya pengalaman seksual—yang dalam bahasa Inggris diistilahkan "virgin". Oleh karena itu, jelaslah bahwa 'Aisyah yang disebut bikr dalam hadis telah melewati masa kanak-kanak dan mulai menapaki usia dewasa saat menikah dengan Nabi.
Nabi Muhammad merupakan uswah hasanah (teladan yang baik) bagi seluruh umat Islam—di mana perilaku, tindakan, dan peri kehidupannya selalu dijadikan sebagai acuan dan rujukan umat Islam. Namun sekali lagi, dalam konteks "menikahi gadis di bawah umur ini", kaum Muslim seolah dihadapkan pada pilihan yang dilematis. Sebab bagaimanapun, mayoritas Muslim takkan pernah berpikir—apalagi melakukan tindakan—menikahkan anak perempuannya yang baru berusia 7 atau 9 tahun dengan seorang pria dewasa yang lebih pantas menjadi bapak atau bahkan kakeknya. Jika ada orang tua yang setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, meski tidak semua, akan mencibir dan memandang sinis, terlebih kepada pria uzur yang tega menikahi bocah di bawah umur. Sebagian besar hadis yang mengisahkan pernikahan Nabi dengan 'Aisyah diriwayatkan oleh Hisyam bin 'Urwah. Hadis-hadis tersebut, antara lain: "Khadijah wafat 3 tahun sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Rasul SAW sempat menduda kurang lebih 2 tahun sampai kemudian menikahi 'Aisyah yang kala itu berusia 6 tahun. Namun Nabi SAW baru hidup serumah dengan'Aisyah saat gadis cilik itu telah memasuki usia 9 tahun" (HR. Al-Bukhari). Riwayat lain yang menceritakan hal serupa dengan informasi sedikit berbeda adalah: "Nabi SAW meminang 'Aisyah di usia 7 tahun dan menikahinya pada usia 9 tahun. Seringkali Nabi SAW mengajaknya bermain. Tatkala Nabi SAW wafat, usia 'Aisyah saat itu baru 18 tahun" (HR. Al-Bukhari). Sejarahwan Muslim klasik, al-Thabari dalam Târikh al-Umamwa al-Mulûk mengamini riwayat di atas bahwa 'Aisyah (puteri Abu Bakr) dipinang Nabi pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga dengannya pada usia 9 tahun. Pada bagian lain, al-Thabari mengatakan bahwa semua anak Abu Bakr yang berjumlah 4 orang dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya. Jika 'Aisyah dipinang Nabi pada 620 M (saat dirinya masih berusia 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623 M (pada usia 9 tahun), hal itu menunjukkan bahwa 'Aisyah dilahirkan pada tahun 613 M. Yakni, 3 tahun sesudah masa Jahiliyah berakhir (tahun 610 M). Padahal al-Thabari sendiri menyatakan bahwa 'Aisyah dilahirkan pada masa Jahiliyah. Jika 'Aisyah dilahirkan pada masa Jahiliyah, setidaknya 'Aisyah berusia 14 tahun saat dinikahi Nabi. Pendeknya, riwayat al-Thabari perihal usia 'Aisyah ketika menikah dengan Nabi tidak reliable dan tampak kontradiktif. Kontradiksi perihal usia 'Aisyah saat dinikahi Nabi akan semakin kentara jika usia 'Aisyah dihitung dari usia kakaknya, Asma' binti Abi Bakr. Menurut Ibn Hajar al-'Asqallani dalam Tahdzîb al-Tahdzîb , Asma' yang lebih tua 10 tahun dari 'Aisyah meninggal di usia 100 tahun pada 74 Hijrah. Jika Asma' wafat di usia 100 tahun pada 74 H, maka Asma' seharusnya berumur 27 tahun ketika adiknya 'Aisyah menikah pada tahun 1 Hijrah (yang bertepatan dengan tahun 623 M). Kesimpulannya, berdasarkan riwayat di atas itu pula dapat dikalkulasi bahwa 'Aisyah ketika berumah tangga dengan Nabi berusia sekitar 17 tahun. Kontradiksi lain seputar mitos usia kanak-kanak 'Aisyah tatkala dinikahi Nabi dapat dicermati melalui teks riwayat Ahmad bin Hanbal berikut. Sepeninggal isteri pertamanya, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehatinya agar menikah lagi. Lantas Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada dalam pikiran Khaulah. Khaulah kemudian berkata, "Anda dapat menikahi seorang perawan ( bikr ) atau seorang janda ( tsayyib )." Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis perawan ( bikr ) tersebut, Khaulah menyebut nama 'Aisyah (HR. Ahmad).
Sebagai Muslim, merupakan kewajiban untuk merujuk sumber utama dari ajaran Islam, yakni Alqur'an. Apakah Alqr'an mengijinkan atau justru melarang pernikahan dari gadis ingusan di bawah umur? Yang jelas, tidak ada satu ayat pun yang secara eksplisit mengizinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat yang dapat dijadikan inspirasi untuk menjawab persoalan di atas, meski substansi dasarnya adalah tuntunan bagi Muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Meski demikian, petunjuk Alqur'an mengenai perlakuan terhadap anak yatim itu dapat juga diterapkan pada anak kandung sendiri. Ayat tersebut adalah: "Ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas(mampu mengelola harta), maka serahkan kepada mereka harta bendanya" (QS. al-Nisa': 6). Dalam kasus anak yang ditinggal wafat oleh orang tuanya, seorang bapak asuh diperintahkan untuk: (1) mendidik, (2) menguji kedewasaan mereka "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan pengelolaan keuangan sepenuhnya. Di sini, ayat Alqur'an mempersyaratkan perlunya test dan bukti obyektif perihal tingkat kematangan fisik dan kedewasaan intelektual anak asuh sebelum memasuki usia nikah sekaligus mempercayakan pengelolaan harta benda kepadanya. Logikanya, jika bapak asuh tidak diperbolehkan sembarang mengalihkan pengelolaan keuangan kepada anak asuh yang masih kanak-kanak, tentunya bocah ingusan tersebut juga tidak layak, baik secara fisik dan intelektual untuk menikah. Oleh karena itu, sulit dipercaya, Abu Bakr al-Shiddiq, seorang pemuka sahabat, menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 tahun, untuk kemudian menikahkannya pada usia 9 tahun dengan sahabatnya yang telah berusia setengah abad. Demikian pula halnya, sungguh sulit untuk dibayangkan bahwa Nabi SAW menikahi gadis ingusan berusia 7atau 9 tahun. Artinya, pernikahan 'Aisyah pada usia 7 atau 9 tahun itu bisa bertentangan dengan prasyarat kedewasaan fisik dan kematangan intelektual yang ditetapkan Alqur'an. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa cerita pernikahan 'Aisyah gadis belia berusia 7 atau 9 tahun dengan Nabi, itu adalah dongeng yang perlu diuji kesahihannya. Di samping pertimbangan2 di atas, seorang wanita sebelum dinikahkan harus ditanya dan dimintai persetujuan agar pernikahan yang dilakukannya itu menjadi sah. Dengan berpegang pada prinsip ini, persetujuan yang diberikan gadis belum dewasa (berusia 7 atau 9 tahun) tentu tidak dapat dipertanggung- jawabkan, baik secara moral maupun intelektual. Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr meminta persetujuan puterinya yang masih kanak-kanak. Buktinya, menurut hadis riwayat Ibn Hanbal di atas, 'Aisyah masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika mulai berumahtangga dengan Rasul SAW. Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang suci juga tidak akan menikahi gadis ingusan berusia 7 atau 9 tahun, karena hal itu tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan Islam tentang klausa persetujuan dari pihak isteri. Besar kemungkinan pada saat Nabi SAW menikahi 'Aisyah, puteri Abu Bakr al-Shiddiq itu adalah seorang wanita yang telah dewasa secara fisik dan matang secara intelektual. Sebetulnya dalam masyarakat Arab tidak ada tradisi menikahkan anak perempuan yang baru berusia 7 atau 9 tahun. Demikian juga tak pernah terjadi pernikahan Nabi dengan 'Aisyah yang masih berusia kanak-kanak. Masyarakat Arab tak pernah keberatan dengan pernikahan seperti itu, karena kasusnya tak pernah terjadi. Dengan demikian, riwayat pernikahan 'Aisyah pada usia 7 atau 9 tahun oleh Hisyam bin 'Urwah tak bisa dianggap valid dan reliable mengingat sederet kontradiksi dengan riwayat-riwayat lain dalam catatan sejarah klasik Islam. Lebih ekstrim, dapat dikatakan bahwa informasi usia 'Aisyah yang masih kanak-kanak saat dinikahi Nabi hanyalah dongeng semata. Nabi adalah seorang gentleman . Dia takkan menikahi bocah ingusan yang masih kanak-kanak. Umur 'Aisyah telah dicatat secara kontradiktif dalam literatur hadis dan sejarah Islam klasik. Karenanya, klaim sejumlah pihak yang menikahi gadis di bawah umur dengan dalih meneladani sunnah Nabi itu bermasalah, baik dari sisi normatif (agama) maupun sosiologis (masyarakat) . Jikalau riwayat-riwayat seputar pernikahan Nabi dengan 'Aisyah yang masih kanak-kanak itu valid, itu juga tak bisa serta-merta dijadikan sandaran untuk mencontohnya. Tidakkah Nabi itu memiliki previlige (hak istimewa) yang hanya diperuntukkan secara khusus untuknya, tapi tidak untuk umatnya? Contoh yang paling gamblang adalah kebolehan Nabi menikah lebih dari 4 orang isteri.
iniesta
 
Posts: 321
Joined: Wed Oct 13, 2010 6:43 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby poligami » Tue Nov 23, 2010 1:08 am

iniesta wrote:Bagi orang yang mengerti bahasa Arab, dia akan paham bahwa kata "bikr" dlm hadis tidak digunakan untuk bocah ingusan berusia 7 atau 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis ingusan yang masih kanak-kanak adalah "jariyah" . Sebutan bikr diperuntukkan bagi seorang gadis yang belum menikah serta belum punya pengalaman seksual—yang dalam bahasa Inggris diistilahkan "virgin". Oleh karena itu, jelaslah bahwa 'Aisyah yang disebut bikr dalam hadis telah melewati masa kanak-kanak dan mulai menapaki usia dewasa saat menikah dengan Nabi. bla bla blah...

Udah dijawab tuntas di => muslim-yg-membela-hadits-yg-menyatakan-nabi-muhammad-pedofil-t41513/

:turban:
User avatar
poligami
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Dudekh » Tue Nov 23, 2010 8:17 am

Mudah2an kamu menguasai artikel yg kamu copas inies
soalnya tulisan yg kamu copas tsb sudah terlalu sering di copas ke forum ini dan sudah dibahas habis2an
silahkan nyemplung ke link yg diberikan bro poli, jika kamu merasa menguasai tulisan yg kamu copas tsb.

oh ya sedikit mengenai masa jahiliyah, kapan sih tepatnya berakhirnya masa jahiliyah tsb?
sebenarnya sudah ada di trit lain pembahasan mengenai ini, tapi saya ingin tahu pendapat kamu.
- kalau tahun masehi jelas dimulai saat lahirnya Yesus
- kalau tahun hijriyah, jelas dimulai saat muhammad & kru hijrah ke medinah
- kalau berakhirnya masa jahiliyah dimulainya kapan? saat muhammad mengaku jadi nabi?
apakah saat muhammad mulai mengaku2 nabi, perilaku dan kepercayaan masyarakat arab pada saat itu langsung berubah?
ataukah mungkin saat kekuatan muhammad mulai besar sehingga dia bisa memaksakan kepercayaannya kepada masyarakat arab dengan menghancurkan patung2 sesembahan masyarakat arab pada saat itu dan menyisakan HA menjadi tauhid? mudah2an kamu bisa menjelaskan inies.
tapi saya lihat, apa yg kamu pertanyakan sebelumnya dgn tulisan yg kamu copas diatas agak sedikit tidak nyambung inies.

iniesta wrote:Sebetulnya dalam masyarakat Arab tidak ada tradisi menikahkan anak perempuan yang baru berusia 7 atau 9 tahun. Demikian juga tak pernah terjadi pernikahan Nabi dengan 'Aisyah yang masih berusia kanak-kanak. Masyarakat Arab tak pernah keberatan dengan pernikahan seperti itu, karena kasusnya tak pernah terjadi.

silahkan cek link ini inies, untuk melihat bagaimana rekasi masyarakat arab thd pernikahan kanak2 ini :
sunah-rosul-itu-ternyata-masih-berlaku-t41189/

iniesta wrote:Jikalau riwayat-riwayat seputar pernikahan Nabi dengan 'Aisyah yang masih kanak-kanak itu valid, itu juga tak bisa serta-merta dijadikan sandaran untuk mencontohnya. Tidakkah Nabi itu memiliki previlige (hak istimewa) yang hanya diperuntukkan secara khusus untuknya, tapi tidak untuk umatnya? Contoh yang paling gamblang adalah kebolehan Nabi menikah lebih dari 4 orang isteri.

syukurlah kamu sudah sedikit sadar inies bahwa muhammad itu tidak bisa dijadikan teladan.
jadi kalau ada ustad2 atau muslim lain yg berdakwah bahwa muhammad adalah teladan sepanjang masa, langsung skak mat aja :rofl:
mudah2an semakin banyak perilaku muhammad yg kamu sadari keliru dan tidak bisa diteladani.

rosesi4 wrote:mengapa tidak hamil,ya karena itu memang kehendak Allah,u/ menghindari pengkhultusan berlebiha,krn yg nabi itu hanya nabi Muhammad seorang,bukan anak cucu keturunannya,juga bukan bangsa arab.

kayaknya kloningan lagi nih, tapi tidak ada kemajuan :rofl:
kalau kamu khawatir anak cucu muhammad di kultuskan, dia punya keturunan kok dari khadijah.
bagaimana kamu melihat sikap para muslim thd keturunan muhammad ini? dan terhadap bangsa arab?
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: Mengapa Aisyah Tidak Hamil?

Postby Dudekh » Tue Nov 23, 2010 9:50 am

rosesi4 wrote:nabi tak pernah Allah ijinkan punya anak lelaki kandung dewasa, putrinya fatimah pun menyusul nabi wafat tak lama setelah wafatnya nabi. lalu baca hikmah disetiap pernikahan nabi,beda dgn manusia biasa,tanpa pernikahan nabi dg Aisya tak akan ada itu hadist2 Aisya,kebiasaan kafir msh tercantum tuh di alkitab kamu,istri haid dianggap najis,tp disetubuhi di halaman rumah,bayi perempuan dikubur hidup2,apa yg kafir jalani hr ini sesungguhnya ajaran Aisyah,ajaran Islam dr nabi Muhammad,bukan ajaran alkitabmu!

emang yg mempersoalkan muhammad punya anak laki atau perempuan siapa?
emang yg mempersoalkan fatimah langsung wafat setelah muhammad siapa?
emang yg mempersoalkan ada atau tidak hadist aisyah siapa?
apakah kamu baca judul trit dan dan kamu ikuti apa yg didiskusikan dari awal?
nickmu selalu bertransformasi, tetapi cara berpikirmu tidak sedikitpun bertransformasi.
harusnya setelah berkali2 di azab sama mod nalarmu itu bisa agak baikan dikit.
lihat judul tritnya, ikuti alur diskusinya dan berikan tanggapan yg berkaitan dgn diskusi.
hanya sekedar saran jika masih betah, atau agar argumenmu dihargai oleh netter2 lain.
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

PreviousNext

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron