.

BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Sun Nov 07, 2010 7:59 am

loh kafir kuper makin blouon aja. gitu aja kok nggak tahu. btw. ibadah thawaf pertama oleh manusia pertama,nabi Adam,bukan nabi Ibrahim. mmg kabah itu nyambung dg langit atas,kelihatan ada cahaya lurus tembus dr atas kabah,kesaksian para astronot nasa,terlihat dr luar angkasa.
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby abbadul » Sun Nov 07, 2010 10:14 am

doramma wrote:msh bisa mengikuti cara ibadah para malaikat,spt saat msh tinggal di surga,yaitu thawaf keliling kabah yg di langit atas,mknya adam dibolehkan thawaf di kabah yg di bumi. lalu nabi Ibrahim yg meninggikan bangunan kabah itu,dan mempopulerkan ibadah haji. dilanjutkan oleh umat2 sepeninggal nabi Ibrahim namun ada yg menyeleng cara mamuliakan kabahnya kebabalasan,bukan jd sarana memuja Allah,tp malah disembah,sama spt nabi Isa yg justru dikira tuhan,lantas disembah. shg Allah turunkan muhammad u/ meluruskannya

doramma wrote:loh kafir kuper makin blouon aja. gitu aja kok nggak tahu. btw. ibadah thawaf pertama oleh manusia pertama,nabi Adam,bukan nabi Ibrahim. mmg kabah itu nyambung dg langit atas,kelihatan ada cahaya lurus tembus dr atas kabah,kesaksian para astronot nasa,terlihat dr luar angkasa.

Sorga ada diatas kaabah ?????
ada ayatnya ?
kalau ada, maka :
quran lo ngawur !
kalau ga ada, berarti elo komodo ... eee .... OMDO
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby mad_cro_crot » Sun Nov 07, 2010 11:31 am

doramma wrote:loh kafir kuper makin blouon aja. gitu aja kok nggak tahu. btw. ibadah thawaf pertama oleh manusia pertama,nabi Adam,bukan nabi Ibrahim. mmg kabah itu nyambung dg langit atas,kelihatan ada cahaya lurus tembus dr atas kabah,kesaksian para astronot nasa,terlihat dr luar angkasa.
Hahahah NASA dibawa-bawa, :rolling: jauhhh en ga sinkron sama Koran. :drool:
User avatar
mad_cro_crot
 
Posts: 188
Joined: Tue Aug 04, 2009 4:16 am
Location: Gua HIra

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doblank » Sun Nov 07, 2010 2:28 pm

doramma wrote:loh kafir kuper makin blouon aja. gitu aja kok nggak tahu.
kalau begitu tunjukkan bukti ketidakkuperan anda. Dalam artian, sodorkan bukti referensi dari luar islam sebagai pendukung omongan anda dan diakui dunia!!

dorama wrote:btw. ibadah thawaf pertama oleh manusia pertama,nabi Adam,bukan nabi Ibrahim. mmg kabah itu nyambung dg langit atas,kelihatan ada cahaya lurus tembus dr atas kabah,kesaksian para astronot nasa,terlihat dr luar angkasa.

karena anda tidak kuper, tentu anda tahu siapa saja yang bersaksi!

Dan karena anda membawa nama NASA, berarti sumber itu berasal dari sumber resmi NASA! Silahkan disuguhkan disini berita resminya!! Jika berbahasa inggris tolong ditranslate ke bahasa indonesia ya brodor!!
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Sun Nov 07, 2010 7:21 pm

ya search aja sendiri, manja banget...kita2 sih sdh yakin...nah,jgn tergantung pd orang lain u/ mencari kebenaran. disela2 kesibukan,aku cukup berbaik hati,nieh aku kasih,tp bsk2 usaha sendiri yah! http://abughifari.wordpress.com/2008/09 ... para-nabi/
Thawafnya Malaikat Dan Hajinya Para Nabi

September 14, 2008 by abughifari

Ribuan tahun yang silam, sebelum manusia diciptakan, di alam yang tak terjangkau oleh manusia, Allah SWT berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

Malaikat lalu berkata, “Ya Tuhan kami, khalifah selain kami hanya akan berbuat kerusakan di bumi, membuat pertumpahan darah, saling dengki, dan saling membenci; sedangkan kami selalu bertasbih memuji-Mu, menyucikan-Mu, menaati, dan tidak mengingkari-Mu.”

Allah berfirman, “Wahai malaikat, sesungguhnya Aku lebih mengetahui yang tidak kamu ketahui.”

Mendengar firman Allah tersebut, Malaikat langsung bersujud. Mereka mengira Allah murka. Mereka bersujud sambil menangis, memohon ampun dari murka Allah. Kemudian mereka thawaf, mengelilingi Arasy cukup lama.

Allah, Yang Maha Pemurah, melihatnya, lalu menurunkan rahmat. Diciptakan-Nya sebuah tempat yang disebut Baitul Makmur, tepat berada di bawah Arsy. “Wahai para malaikat-Ku, thawaflah kalian di rumah ini dan tinggalkan Arasy.”

Malaikat-malaikat tadi pun berthawaf mengelilingi Baitul Makmur. Dalam satu hari satu malam, kira-kira ada tujuh puluh ribu malaikat yang berthawaf.

Kemudian Allah mengutus malaikat-malaikat ke bumi seraya berfirman kepada mereka, “Bangunlah untuk-Ku sebuah rumah di bumi seperti ini (Baitul Makmur).”

Lalu, Allah memerintahkan malaikat yang ada di bumi dan juga makhluk yang lainnya untuk thawaf di rumah tersebut sebagaimana penghuni langit thawaf di Baitul Makmur.

Demikianlah, Allah menciptakan Baitul Makmur tempat bertobat para penghuni langit, dan Ka’bah di bumi sebagai tempat bertobat para penghuni bumi.

Setelah sekian lama tinggal di bumi dengan senantiasa berharap turunnya rahmat dan ampunan Allah, pada suatu hari Nabi Adam AS mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci, Makkah.

Nabi Adam AS berangkat dari tempat tinggalnya berjalan ke arah barat melalui Syam, hingga sampailah di Bakkah dan melaksanakan thawaf bersama para malaikat yang sudah terlebih dahulu berada di sana. Para malaikat ini sudah sejak lama melaksanakan perintah thawaf mengelilingi Ka’bah sebelum kedatangan Nabi Adam AS sebagai manusia pertama yang menunaikan manasik ibadah haji.

Ketika Adam berthawaf di Baitullah dan sampai ke Multazam, Malaikat Jibril berkata kepadanya, “Wahai Nabi Allah, akuilah di tempat ini segala dosamu kepada Tuhanmu!”

Berhentilah Adam, lalu berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya setiap makhluk yang beramal shalih mendapat ganjaran. Sungguh aku telah beramal, apakah ganjaranku?”

Allah SWT mewahyukan kepadanya, “Aku ampuni engkau atas dosa-dosamu.”

Nabi Adam AS berkata, “Wahai Tuhanku, juga untuk anak-cucu keturunaku?”

Allah SWT mewahyukan kepadanya, “Wahai Adam, siapa saja di antara keturunanmu yang datang ke tempat ini mengakui dosa-dosanya, bertobat sebagaimana engkau bertobat, dan memohon ampun, niscaya Aku ampuni.”

Ketika Nabi Adam bertolak dari Mina, para malaikat menemuinya dan berkata, “Wahai Adam AS, hajimu telah mabrur. Sesungguhnya kami telah menunaikan haji di Baitullah sebelum engkau selama dua ratus tahun.”

Setelah melaksanakan thawaf, beliau mengikuti perintah untuk pergi ke suatu tempat di padang pasir. Di sana Nabi Adam bertemu dengan Siti Hawa, yang berjalan dari suatu tempat bernama Jeddah, tempat beliau menetap setelah diturunkan dari surga. Tempat pertemuan mereka di Padang Arafah ini kemudian dinamakan Jabbal Rahmah, yang berarti “Bukit Rahmat”, sedangkan kata Arafah mempunyai arti “tahu atau kenal”, sehingga seluruhnya berarti “Pertemuan atau perkenalan kembali (di sebuah bukit di padang pasir) setelah sekian lama berpisah” sebagai rahmat Allah SWT terhadap Adam dan Hawa.

Selesai mengerjakan ibadah haji, Nabi Adam AS bertobat meminta ampun kepada Allah SWT, dan tobatnya diterima, sehingga dia telah bersih dari dosa dan kesalahan atas perbuatan yang pernah dilakukannya karena terbujuk oleh bisikan iblis pada masa yang lalu.

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (surah Al-Baqarah ayat 37).

Konon, Nabi Adam AS mengunjungi Baitullah sebanyak seribu kali dengan berjalan kaki, tujuh ratus haji dan tiga ratus umrah.Beliau menunaikan haji dengan penuh semangat. Nabi Adam selalu berdiam di Al-Hathim, yaitu tempat di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Beliau telah berthawaf selama seratus tahun sebelum berjumpa dengan istrinya, Hawa. Jibril berkata kepadanya, “Mudah-mudahkan Allah memberikan umur panjang kepadamu dan mengangkat derajatmu.”

Dalam konteks haji, ada istilah haji mabrur. Haji mabrur tidak bercampur dengan satu perbuatan maksiat pun. Mabrur adalah peningkatan, perluasan dalam kebaikan. Ada pula yang berpendapat, haji mabrur adalah haji yang diterima.

Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menunaikan haji bersama putranya. Nabi Ismail AS. Berangkatlah mereka berdua dengan menunggang unta. Tidak ada yang menyertai kecuali Jibril.

Ketika mereka sampai di Tanah Haram, Jibril berkata kepada Ibrahim, “Wahai Ibrahim, turunlah dan mandilah sebelum kalian memasuki Tanah Haram.”

Mereka pun turun dan mandi. Kemudian, Jibril memperlihatkan kepada mereka bagaimana cara mempersiapkan ihram. Mereka melakukan apa yang dicontohkan. Jibril lalu memerintahkan mereka untuk bertalbiyah dengan mengucapkan kalimat talbiyah sebagaimana yang diucapkan oleh para rasul sebelumnya.

Kemudian Jibril membawa mereka ke Bukit Shafa. Mereka turun, sementara Jibril berdiri di antara mereka berdua, seraya menghadap Baitullah. Jibril bertakbir, mereka pun bertakbir. Jibirl bertahlil, mereka pun bertahlil, Jibril bertahmid, lalu memuji Allah, dan mereka berdua pun melakukan apa yang dilakukan Jibril.

Setelah selesai, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk kembali ke negeri Syam, dan menempatkan Nabi Ismail di Tanah Haram sendirian. Tiada ada orang lain kecuali ibunya, Siti Hajar.

Setelah Ibrahim kembali, Allah memerintahkannya untuk menyeru manusia agar berhaji dan memerintahkannya membangun Ka’bah. Bangsa Arab pun berangkat menunaikan haji, dan waktu itu bangunan Ka’bah masih berupa bongkahan-bongkahan batu di atas fondasi.

Ketika manusia mulai berdatangan, Nabi Ismail mengumpulkan batu dan menaruhnya di tengah-tengah Ka’bah. Ketika Allah SWT mengizinkannya membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim datang dan berkata, “Wahai anakku, Allah memerintahkan kita untuk membangun Ka’bah.”

Mereka lalu membongkar batu-batu itu. Ternyata ada satu batu yang berwarna merah. Allah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim untuk meletakkan bangunan Ka’bah di atas batu itu. Allah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim, “Letakkan bangunan Ka’bah di atas batu itu!”

Allah kemudian menurunkan empat malaikat untuk membantu Nabi Ibrahim mengumpulkan batu-batu itu, sementara Nabi Ibrahim dan putranya menata batu-batu tersebut hingga selesai.

Para nabi yang lain juga melaksanakan haji. Nabi Nuh, misalnya, melakukan ibadah haji saat berada di perahunya. Beliau diperintahkan untuk thawaf di Baitullah ketika bumi ditenggelamkan, kemudian mendatangi Mina dalam hari-hari perjalanannya, lalu kembali dan berthawaf di Baitullah.

Begitu pula Nabi Musa, beliau berniat ihram dari padang pasir Mesir dan menemui 70 nabi di atas bukit bebatuan Rauha. Suatu tempat di antara dua Tanah Haram, berjarak 30 atau 40 mil dari kota Madinah. Mereka mengenakan mantel yang terbuat dari katun. Nabi Musa bertalbiyah, “Aku sambut panggilan-Mu. Aku hamba-Mu, dan anak dua orang hamba-Mu, menyambut panggilan-Mu.”

Sementara Nabi Sulaiman melaksanakan haji bersama jin, manusia, burung-burung, serta angin, dan beliau menutupi Baitullah dengan bahan pakaian dari Mesir.

Nabi Yunus melewati bukit bebatuan Rauha seraya berucap, “Aku sambut panggilan-Mu, wahai Dzat Pelepas kegundahan yang besar. Aku sambut panggilan-Mu.”

Nabi Isa bin Maryam pun melewati bukit bebatuan Rauha seraya mengucapkan hal yang sama, “Aku sambut panggilan-Mu, aku hamba-Mu, menyambut panggilan-Mu.”

Nabi Muhammad juga melewati bukit bebatuan Rauha seraya berkata, “Aku sambut panggilan-Mu, wahai Dzat Penguasa tempat-tempat tinggi, aku sambut panggilan-Mu.”

Dalam beberapa riwayat disebutkan, semua nabi melaksanakan ibadah haji di Baitullah, kecuali Nabi Hud AS dan Nabi Shalih AS, karena mereka disibukkan dengan urusan kaumnya dan tidak sempat melaksanakan haji.

Sejak hijrah ke Madinah, Nabi SAW hanya menunaikan haji satu kali. Tetapi selama di Mekkah, beliau sering menunaikan haji bersama kaumnya. Bahkan ada sebuah riwayat yang mengatakan, Nabi Muhammad melaksanakan haji sebanyak dua puluh kali dan tiga kali umrah.

Rasulullah berangkat haji pada empat hari terakhir bulan Dzulqaidah hingga ketika sampai di sebuah pohon beliau shalat. Setelah itu beliau meneruskan perjalanan sampai di Baida’. Dari sana Rasulullah berniat ihram dan mengucapkan talbiyah serta membawa seratus ekor unta Para sahabat pun berniat ihram. Saat itu mereka belum mengetahui bahwa itu adalah haji tamattu’.

Ketika sampai di Makkah, beliau melakukan thawaf di Baitullah dan orang-orang pun ikut berthawaf bersamanya. Kemudian, beliau shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim serta mengusap dan mencium Hajar Aswad.

Nabi lalu berjalan menuju Shafa, dan memulai sa’i dari sana. Beliau berbolak-balik antara Shafa dan Marwah tujuh kali.

Ketika selesai sa’i di Marwah, beliau memerintahkan jamaah untuk bertahallul. Maka seluruh jamaah pun mencukur rambut.

“Seandainya sudah tahu sebelumnya, tentu telah aku lakukan sebagaimana yang aku perintahkan kepada kalian. Seseorang yang mempunyai hewan qurban belum dapat bertahallul, karena Allah berfirman, ‘Janganlah kalian mencukur rambut kalian sebelum qurban sampai ke tempat penyembelihannya’.” Sabda Rasulullah.

Seorang sahabat, Saraqah bin Malik, bertanya, “Wahai Rasulullah, kami merasa seakan-akan kami baru diciptakan hari ini. Apakah yang engkau perintahkan kepada kami ini berlaku untuk tahun ini saja atau untuk setiap tahun?”

Rasulullah menjawab, “Untuk selamanya…”


http://ustadzcinta.wordpress.com/2010/0 ... ada-allah/
by Dewi for group islamunderattack

Thawaf dalam makna asalnya berarti mengelilingi sesuatu. Dalam pengertian syariat, thawaf adalah salah satu bentuk ibadah dengan cara mengelilingi ka’bah tujuh kali. Dalam rangkaian ibadah haji, kedudukan thawaf sangat penting sekali. Dan selama berhaji sangat dianjurkan untuk memperbanyak thawaf sunnah (tathawu) karena keutamaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap hari Allah menurunkan 120 rahmat kepada orang yang berhaji ke rumah Allah yang suci: 60 untuk yang berthawaf, 40 untuk yang shalat, dan 20 untuk yang menyaksikannya (hadits hasan riwayat Baihaqi).

Apakah makna dibalik thawaf? Di dalam Alquran dan hadits tidak dijelaskan makna berkeliling di sekitar ka’bah itu. Tetapi ayat-ayat Allah di alam semesta ini bisa membantu menjelaskan maknanya. Kalau kita perhatikan alam semesta secara mendalam, thawaf juga dilakukan oleh semua makhluk-Nya. Hal inilah yang akan diulas dalam tulisan ini bagaimana alam pun berthawaf sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya.
Ketaatan Makhluk

Pada awal penciptaan alam semesta, Allah mengambil “janji” langit dan bumi dalam bahasa-Nya yang diabadikan di dalam Alquran surat Fush-shilat:9-12.

Katakanlah, “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada (Allah) yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Allah itulah) Rabb semesta alam. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh, memberkahinya, dan menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni-)nya dalam empat masa. (Itulah jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menyempurnakan langit, (ketika) itu masih berupa kabut. Dia berkata kepada langit dan bumi, “Datanglah kalian dengan taat atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan taat”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Untuk memahami “janji” langit dan bumi tersebut, perlu juga difahami proses evolusi alam semesta secara keseluruhan. Secara ringkas, kronologi evolusi alam semesta dengan dipandu isyarat di dalam Al-Qur-an (Q.S. 41:9-12 dan Q.S. 79:27-32) terdiri enam tahapan proses sejak penciptaan alam sampai hadirnya manusia. Masa pertama dimulai dengan ledakan besar (big bang) (Q.S. 21:30, langit dan bumi asalnya bersatu) sekitar 12-20 milyar tahun lalu. Langit (ruang alam semesta) kemudian mengembang (Q.S. 51:47). Materi yang mula-mula terbentuk adalah hidrogen yang menjadi bahan dasar bintang-bintang generasi pertama.

Masa yang ke dua adalah pembentukan bintang-bintang dengan bahan dasar dukhan (debu-debu dan gas antarbintang, Q. S. 41:11). Masa ke tiga dan ke empat dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya termasuk bumi. Proses pembentukan matahari sekitar 4,6 milyar tahun lalu dan mulai dipancarkannya cahaya dan angin matahari itulah masa ke tiga penciptaan alam semesta. Proto-bumi (‘bayi’ bumi) yang telah terbentuk terus berotasi yang menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi. Masa pemadatan kulit bumi agar layak bagi hunian makhluk hidup adalah masa ke empat.

Hadirnya air dan atmosfer di bumi sebagai prasyarat kehidupan merupakan masa ke lima proses penciptaan alam. Atmosfer yang ada kini sebagian dihasilkan oleh proses-proses di bumi sendiri, sebagian lainnya berasal dari pecahan komet atau asteroid yang menumbuk bumi. Komet yang komposisi terbesarnya adalah es air (20% massanya) diduga kuat merupakan sumber air bagi bumi karena rasio Deutorium/Hidrogen (D/H) di komet hampir sama dengan rasio D/H pada air di bumi, sekitar 0.0002.

Lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh- tumbuhan merupakan masa ke enam dalam proses penciptaan alam. Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 milyar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ke enam itu pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempeng tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.

Semua proses alami itu yang seolah-olah berjalan dengan sendirinya, sebenarnya berjalan menurut ketentuan Allah. Tanpa tawar menawar, alam patuh mengikuti proses itu. Itu “janji” alam ketika Allah menciptakannya.

Benda-benda langit ditentukan urusannya masing-masing. Bulan mengelilingi bumi. Bumi dan planet-planet lainnya serta komet dan asteorid (planet kecil) mengelilingi matahari. Matahari dan bintang-bintang mengelilingi pusat galaksi. Semua tunduk pada aturan-Nya.

Demikian juga segala proses alami di bumi berjalan sesuai aturan-Nya. Bumi berotasi yang menghasilkan fenomena malam dan siang. Angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Air mengalir mencari daerah yang lebih rendah. Semuanya taat mengikuti ketentuan Allah sesuai janji pada saat penciptaannya.
Alam berthawaf

Thawafnya alam semesta adalah bentuk ketaatan yang paling nyata. Hal ini akan tampak jelas mulai dari proses pembentukan bintang dan planet-planet sampai pada skala galaksi.

Penelitian astronomi menunjukkan banyak bintang bermassa kecil (hampir massa matahari) masih dalam proses pembentukan. Bagian intinya membentuk embrio bintang yang dikelilingi piringan debu dan gas. Hasil pengamatan itu didukung model teoritik berdasarkan perhitungan fisika.

Menurut telaah teoritik, pembentukan bintang bermula dari kontraksi (pemadatan) debu dan gas (dukhan) secara lambat akibat gaya gravitasinya sendiri sambil berotasi. Gas dan debu berthawaf mengelilingi inti pemadatan yang akhirnya nanti akan menjadi bakal bintang.

Akibat rotasi itu, debu dan gas itu tidak semuanya memadat ke intinya, tetapi sebagian membentuk piringan di sekitar intinya yang juga terus berotasi. Embrio bintang dan piringan masih diselubungi oleh debu yang amat tebal sehingga tidak terlihat dari luar. Hanya pancaran sinar inframerah yang dapat diamati.

Dalam proses selanjutnya, embrio bintang berkembang menjadi bintang muda yang didalam intinya mulai terjadi reaksi nuklir. Bintang muda itu kemudian memancarkan partikel-partikel halusnya yang disebut angin bintang. Ini dimulai dari arah kutubnya selanjutnya ke arah ekuatornya. Dengan itu pula proses pemadatan berhenti dan selubung debunya mulai tersibak. Yang tersisa adalah piringan gas dan debu di sekitar bintang muda tersebut.

Sisa piringan gas dan debu itu disebut nebula proto-planet, karena di piringan itulah kemudian terbentuk planet-planet. Bintang (termasuk matahari) dan piringan debunya selanjutnya memasuki masa pembentukan planet-planetnya.

Salah satu teori menyebutkan bahwa nebula proto-planet mula-mula berdiameter sekitar 20 SA (SA = Satuan Astronomi, jarak bumi-matahari) ketika pemadatan berhenti, belum seluas tata surya kita sekarang (berdiameter lebih dari 50.000 SA). Kemudian nebula proto- planet melebar yang disertai dengan proses pendinginan.

Proses pendinginan nebula proto-planet menyebabkan terjadinya penggumpalan gas dan debu. Senyawa yang mula-mula berkondensasi adalah besi dan silikat. Di bagian luar tata nebula proto-planet yang temperaturnya lebih rendah, es air juga ikut berkondensasi. Teori yang kini dianggap kuat menyatakan bahwa planet-planet berasal dari penggumpalan itu yang disebut planetesimal.

Bumi dan planet-planet dekat matahari lainnya (Merkurius, Venus, dan Mars) hanya terbentuk dari materi padat yang terkondensasi, terutama dari senyawa besi dan silikat. Sedangkan Jupiter dan planet-planet raksasa lainnya terbentuk dari planetesimal besar, antara lain akibat turut terkondensasinya es air, sehingga mampu menangkap gas, terutama Hidrogen dan Helium. Planetesimal kecil yang tidak membentuk planet atau pecah akibat tumbukan sesamanya tersisa sebagai komet, asteroid, dan meteoroid.

Thawafnya dukhan pada penciptaan matahari dan anggotanya masih tampak pada rotasi matahari yang berperiode 27 hari dan peredaran planet-planet mengitari matahari.

Matahari dan dan bintang-bintang pun tidak diam di tempat. Semua anggota galaksi bima sakti, yang jumlahnya ratusan milyar bintang juga berthawaf mengitari pusat galaksi. Matahari dan anggota tata suryanya berthawaf mengitari pusat galaksi sekali dalam 200 juta tahun dengan kecepatan sekitar 200-300 km per detik.

Bagaimana cara thawaf makhluk-makhluk lainnya di atas bumi? Tumbuhan dan binatang juga berthawaf mengitari poros bumi sekali dalam 24 jam. Hanya karena gerakannya dalam skala besar, kita tidak menyadarinya. Malah kita merasakannya seolah-olah benda-benda langit yang mengelilingi kita, yang tampak dalam proses terbit dan terbenamnya matahari, bulan, dan bintang-bintang.
Thawafnya Manusia

Secara jasmani, manusia merupakan bagian dari alam yang pada awal penciptaannya, telah berjanji akan taat kepada-Nya. Maka manusia pun turut dalam proses alam. Termasuk berthawaf bersama tumbuhan dan binatang mengitari poros bumi, walau kadang-kadang tidak menyadarinya.

Secara ruhani, pada awal penciptaan di alam rahim, diri manusia pun telah berjanji untuk taat mengakui Allah sebagai Rabb, Tuhan pencipta dan pemeliharanya.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Q.S. 7:172).

Pada hari perhitungan kelak, yang mesti dipertanggungjawabkan manusia bukanlah dimensi jasmaninya, tetapi dimensi ruhaninya. Karena jasmani manusia sebenarnya telah taat kepada ketentuan Allah. Ketika terpeleset, jasmani manusia akan jatuh tertarik gravitasi bumi. Ketika terkena wabah penyakit, jasmani manusia bisa rusak. Ketika mati, jasmani manusia pun akan hancur dalam proses pembusukan. Itulah contoh ketaatan jasmani manusia.

Secara ruhani manusia berpotensi untuk ingkar janji, karena adanya nafsu. Ketaatan berdasarkan pengakuan Allah sebagai penciptanya yang pernah dijanjikannya sering terlupakan.

Haji sebagai puncak ibadah mengingatkan akan janji awal manusia untuk taat, sebagai mana alam semesta memenuhi janjinya untuk taat kepada-Nya. Dalam ibadah haji, thawaf bisa mengingatkan jiwa manusia untuk taat kepada Allah sebagaimana alam pun taat pada penciptanya.

Tujuh kali mengelilingi ka’bah bisa bermakna proses yang terus menerus tiada henti sebagaimana thawafnya alam semesta. Di dalam Alqur’an ungkapan ‘tujuh’ atau ‘tujuh puluh’ sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al-Baqarah:261 Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Perumpamaan yang diberikan Allah seperti menanam sebutir benih menghasilkan tujuh tangkai berisi masing-masing seratus butir.

Demikian juga perumpamaan tak terbatasnya Kalimat Allah yang tak mungkin dapat dituliskan walaupun semua pohon jadi pena dan lautan jadi tintanya dan di tambah tujuh lautan lagi (Q.S. Luqman:27). Ungkapan tujuh langit pun bisa bermakna seluruh benda langit yang tak terhitung jumlahnya.

Bagi diri manusia, pelaksanaan thawaf tujuh kali merupakan simbol ketaatan dirinya seperti taatnya benda-benda langit berthawaf tiada henti. Tetapi, bila dilihat sebagai kelompok, manusia yang berthawaf silih berganti tiada henti akan tampak seperti miniatur anggota tata surya yang sedang mengitari matahari. Atau seperti bintang-bintang yang sedang mengitari pusat galaksi.

T.Djamaluddin
(Staf Peneliti Bidang Matahari dan Lingkungan Antariksa, LAPAN, Bandung)

Antara Yerusalem dan Makkah
Rabu, 11 Agustus 2010 - 13:47 wib
-

berita

Mengapa Nabi lebih suka salat menghadap ke Makkah daripada ke Yerusalem? Secara historis Makkah sebetulnya lebih tua daripada Yerusalem. Yerusalem baru didirikan atau baru dijadikan kota suci agama Tuhan setelah jatuh ke Nabi Daud. Itu terjadi kurang lebih 3.000 tahun yang lalu. Tetapi Makkah dengan Ka'bahnya, paling tidak dalam Alquran disebutkan bahwa Ka'bah itu sebagai rumah suci pertama yang didirikan untuk umat manusia:

Sesungguhnya rumah suci yang pertama yang didirikan untuk umat manusia adalah yang dilembah Bakkah itu sebagai rumah yang diberkahi Allah dan sebagai petunjuk bagi seluruh Alam (Q.,3:96).

Legenda menyatakan bahwa yang mendirikan Ka'bah itu adalah Nabi Adam a.s. Jadi waktu Nabi Adam diusir dari surga dengan segala kesedihannya, ada satu yang paling disedihkan oleh Adam, yaitu dia tidak lagi secara spiritual bisa mengikuti ibadahnya para Malaikat, berkeliling mengnitari Singgasana Allah (`Arasy). Kemudian, konon, menurut legenda yang ditulis dalam beberapa kitab, Adam dihibur oleh Allah dengan dibolehkannya Adam membuat Ka'bah sebagai tiruan dari 'Arasy Allah. Dan Adam diperintahkan mengelilingi Ka`bah itu (thawaf). Jadi, thawaf (tawaf) adalah semacam cara ibadah menirukan Malaikat mengelilingi `Arasy Tuhan. Dan ternyata, seluruh jagat raya ini melakukan tawaf. Misalnya, bulan tawaf mengelilingi matahari. Dan matahari dan seluruh familinya yang terdiri dari planet-planet juga tawaf mengelilingi pusat dari galaksi, yang oleh para astronom internasional disebut Milky-way, atau dalam bahasa Indonesia disebut Galaksi Bimasakti.

Galaksi Bimasakti adalah salah satu anggota dari banyak galaksi yang ada miliaran galaksi. Dan besarnya- saking besarnya- tidak bisa lagi diukur dengan kilometer, melainkan dengan satuan perjalanan cahaya. Galaksi kita saja, yaitu gugusan bintang Bimasakti- yang kalau malam terang sekali, kelihatan seperti kabut membujur utara-selatan, karena kita melihatnya seperti cakram- meskipun bukan yang terbesar, namun sangat besar menurut ukuran kita. Besarnya itu hanya bisa dihitung dengan perjalanan tahun cahaya. Garis tengah galaksi Bimasakti- yang dianggap oleh para astronom tidak terlalu besar- adalah 400 tahun (perjalanan) cahaya. Jadi, cahaya itu memerlukan waktu 400 tahun untuk dapat menempuh jarak dari tepi ke tepi. Nah, coba kita bayangkan, cahaya matahari itu untuk sampai ke bumi hanya memerlukan waktu 8 menit. Galaksi yang menurut ukuran kita sangat besar itu, sebagaimana benda angkasa yang lain, adalah juga melakukan tawaf, mengelilingi pusat galaksi.

Mungkin banyak dari kita yang sudah hafal ayat kursi. Ternyata ayat kursi itu merupakan ayat yang sangat dalam untuk memahami kemahabesaran Allah Swt. Mengapa? Karena dalam ayat kursi itu digambarkan bahwa kursi Allah, atau singgasana Allah itu meliputi seluruh langit dan bumi. Jadi, ayat kursi itu merupakan suatu ilustrasi tentang kemahabesaran Allah yang sangat luar biasa. Kemahabesaran itu semakin terbukti dengan meningkatnya pengetahuan manusia tentang antariksa.

Dengan demikian, thawaf sebetulnya warisan dari Nabi Adam a.s., yang menirukan gerakan seluruh alam ini. Tawaf yang dilakukan seluruh alam ini merupakan pertanda bahwa semua makhluk itu harus tunduk kepada Sang Khalik. Karenanya, bila melakukan tawaf, seakan-akan kita menyatakan diri bahwa kita bagian dari seluruh jagat raya yang muslim, yang islam, yang tunduk dan patuh kepada Tuhan.

Kita kembali ke Ka`bah. Jadi pada mulanya Ka`bah itu dibangun oleh Nabi Adam a.s. Tapi karena Ka`bah didirikan dengan bahan-bahan yang sangat sederhana, maka keberadaannya tidak bisa bertahan lama, kemudian hilang tertumbun pasir. Sebagaimana bisa kita lihat sendiri, dalam perjalanan dari Jeddah ke Madinah, sering terlihat badai pasir yang menimbuni jalan raya. Padahal, jalan raya sekarang ini sudah menggunakan teknologi yang sangat canggih, dan dibuat agak lebih tinggi. Bisa kita bayangkan betapa mudahnya bangunan dulu (yang masih menggunakan bahan dan teknologi sederhana) hilang tertimbun pasir. Dan ini terbukti, pernah terjadi dulu, Arabia mengenal minyak, dan dibuat pertama kali jalan raya, maka jalan raya itu banyak yang hilang tertimbun oleh pasir.

Nah, singkat cerita, yang membangun kembali Ka`bah adalah Nabi Ibrahim dan putranya, Isma`il. Alquran menyebutkan: Ingatlah ketika Ibrahim mengangkat kembali fondasi dan rumah suci itu bersama putranya, Isma`il (Q., 2:127).

Kalau Ka`bah dihitung dari dibangunnya kembali oleh Nabi Ibrahim saja, maka peristiwa itu terjadi 4.000 tahun yang lalu. Itu berarti 1.000 tahun lebih tua dari Yerusalem. Karena itu, Alquran juga menyebut Ka`bah sebagai Rumah Suci yang sangat tua (Al-Bayt Al-Atiq). Kata “atiq” ini mungkin bisa diasosiasikan dengan bahasa Inggris, antique.

Rumah Suci (Ka`bah) itulah yang akan kita kunjungi (dalam `umrah). Dan mengapa Nabi memohon kepada Allah untuk pindah kiblat ke Ka`bah, adalah karena pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas. Tentu saja orang Yahudi dan orang Kristen tidak mengakui adanya asosiasi antara Ibrahim dengan Ka`bah. Bagi mereka, itu hanya reka-reka dari orang Arab saja. Begitu juga mereka (orang-orang Yahudi dan Kristen) mengakui bahwa yang dikorbankan itu adalah Ishaq. Tapi keyakinan itu sama sekali tidak didukung oleh fakta dan kebiasaan sejarah yang berlaku.

Dalam catatan orang-orang Yunani Kuno, kota Makkah itu dikenal sebagai Macoraba, yang artinya tempat mengorbankan atau tempat menjalankan korban. Dan Isma`il serta ibundanya, Hajar, tinggal di Makkah. Jadi, sebenarnya ada asosiasi antara tempat mengorbankan (Makkah) dengan Isma`il. Artinya kepercayaan bahwa Isma`il itu dikorbankan oleh Ibrahim dan tempatnya di Makkah, sudah merupakan bagian dari cerita turun-temurun di kalangan orang Arab yang mangaku dan merasa sebagai keturunan Isma`il. Dan cerita turun-temurun itu dipertahankan, antara lain, dengan ibadah korban hari raya Idul Adha. Sementara di Yerusalem, sama sekali tidak ada bekas dan jejak dari pengorbanan itu. Tidak ada dongeng dan praktik sedikit pun yang berkaitan dengan upacara, pengorbanan. Dengan demikian, jauh lebih kuat dukungan kepada pendapat bahwa Isma`il yang dikorbankan oleh Ibrahim, bukan Ishaq. Dan tempatnya tidak di Yerusalem, tapi di Makkah.

Karena itu, di Makkah kita bisa menyaksikan maqam Nabi Ibrahim. Orang Indonesia banyak yang salah paham tentang arti maqam. Mereka mengira maqam itu sama artinya dengan makam dalam bahasa Indonesia, yang artinya kuburan. Maqam di sini artinya tempat berdiri, atau tempat menetap. Ada juga yang mengatakan bahwa maqam Ibrahim itulah bedengnya (tempat berteduh) Nabi Ibrahim ketika membangun Ka`bah. Kemudian di Makkah itu ada Hijrnya Isma`il. Katanya, hijr (batu) itulah tempat Isma`il dulu membantu ayahnya mendirikan Ka`bah.

Sumber: Ensiklopedia Nurcholis Madjid

http://ramadan.okezone.com/read/2010/08 ... dan-makkah


http://Ramadhan.okezone.com/read/2010/0 ... dan-Makkah
Last edited by doramma on Tue Nov 09, 2010 4:35 pm, edited 1 time in total.
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doblank » Mon Nov 08, 2010 11:27 am

doramma wrote:ya search aja sendiri, manja banget...kita2 sih sdh yakin...nah,jgn tergantung pd orang lain u/ mencari kebenaran. disela2 kesibukan,aku cukup berbaik hati,nieh aku kasih,tp bsk2 usaha sendiri yah! http://abughifari.wordpress.com/2008/09 ... para-nabi/ http://Ustadcinta.wordpress.com/2010/07 ... ada-Allah/ http://Ramadhan.okezone.com/read/2010/0 ... dan-Makkah

brodor,
anda ini bagaimana toh??? link2 yang anda berikan tidak ada yang bisa dibuka! #-o

sanggahan saya hanya satu untuk keyakinan anda dan muslim/ah lainnya.



"Any one who, after accepting faith in Allah, utters Unbelief, except under compulsion, his heart remaining firm in Faith, but such as open their breast to Unbelief, on them is Wrath from Allah, and theirs will be a dreadful Penalty" Sura 16:106

[106] Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.




"[Shakir 3:28] Let not the believers take the unbelievers for friends (awliyaa) rather than believers; and whoever does this, he shall have nothing of (the guardianship of) Allah, but you should guard (tat-taqooh) yourselves against them, guarding carefully (tuqatan); and Allah makes you cautious of (retribution from) Himself; and to Allah is the eventual coming[8]."

[28] Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).


Muslim tidak terikat kepada unsur kesetiaan, saling-hormat atau saling-percaya dengan kafirun/non-muslim, karena itu bagi mereka sah-sah saja mengibuli para kafirun.
NOTE: Dua kata "tat-taqooh" dan "tuqatan," sebagaimana yang disebutkan dalam Arabic Qur’an, DUA-DUANYA berasal dari akar yang sama "al-Taqiyya."
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Mon Nov 08, 2010 11:35 am

itu sama hukumnya dg daruratnya makan babi,krn u/ suatu hal yg mengancam jiwa! http://WWW.YISC-alazhar.or.id/content/a ... -kepatuhan http://ruangberita.com/misteri-angka-di-kabah-mekah/ kl tdk bs buka,copy paste lalu buka scr langsung.

Image

Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
http://ruangberita.com/misteri-angka-di-kabah-mekah/
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Image
Berdasarkan sejarah dibangunnya Ka’bah, Sepintas lalu bahwa ayat di atas mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama membangun Ka’bah dipermukaan bumi ini, seperti dipahami oleh sebagian kaum muslimin. Padahal bila dicermati, sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Mekkah sudah ada bangunan Ka’bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata “Yarfa’u” meninggikan berarti meninggikan bangunan yang sudah ada.

Pertama Generasi Malaikat, dua ribu tahun sebelum Nabi Adam diciptakan Malaikat sudah membangun Ka’bah di bumi ini atas perintah Allah SWT. Di dalam Alquran dijelaskan bahwa ketika Allah SWT hendak menciptakan Nabi Adam as, Allah SWT berfirman kepada malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi, lalu para malaikat bertanya: Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi ini, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. (QS. al-Baqarah : 30). Ketika itu Allah menjawab: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.(QS. al-Baqarah: 30).

Riwayat menceritakan bahwa Ka’bah pada masa itu terletak di atas buih yang keras, yaitu benda pertama yang muncul di bumi ini, Maha Benarlah Allah Swt. yang telah berfirman: Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun di muka bumi ini adalah di Makkah. (QS. Ali Imran: 96).

Menurut penglihatan dari kamera satelite NASA, mereka melihat ada satu cahaya yang bersinar dari bumi dan sinarnya begitu kemilau ketika dilihat dari satelite tersebut. Setelah diperbesar, ternyata cahaya kemilau itu berasal dari Masjidil Haram atau Ka’bah.
Image
Image
Bila kita membaca kembali tentang Misteri 7 Lapisan Langit danperjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, ternyata dimensi kita saling berkaitan dengan dimensi lainnya.. artinya ditempat yang sama kita pijak sekarang juga letaknya sama dengan dimensi lainnya hanya saja dimensinya yang berbeda. Itu berarti pintu menuju Sidratul Muntaha terletak di Masjidil Aqsa Palestina karena sebenarnya Rasulullah tidak berpindah kemanapun melainkan tetap berada di Masjidil Aqsa hanya saja beliau pindah dimensi. Dan kemudian beliau menuju Sidratul Muntaha – artinya Sidratul Muntaha di dimensi tertinggi yang sebenarnya adalah di Masjidil Haram atau Ka’bah di dimensi kita

Batu Hajar Aswat

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail berupaya keras untuk menyelesaikan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata kpd Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).” Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga skrg Hajar Aswat itu dicium oleh orang2 yang pergi ke Baitullah.

Sementara itu menurut penelitian mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah mesium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak mesium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Sehingga dapat dikatakan bahwa Batu Hajar Aswat itu bukan berasal dari dunia kita, melainkan dari dimensi lain atau akhirat yang diturunkan ke dunia.. Wallahu’alam.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yg mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)

Maha benar Allah dengan segala firmannya…
Image

sumber :http://orbit-unik.blogspot.com/2010/09/video-misteri-angka-di-kabah-makkah.html
[youtube]<object style="height: 390px; width: 640px"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/KaU9f-8iV-M?version=3"><param name="allowFullScreen" value="true"><param name="allowScriptAccess" value="always"><embed src="http://www.youtube.com/v/KaU9f-8iV-M?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"></object>[/youtube]

Thawaf, Isyarat Kepatuhan
December 7, 2008

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud. (Al-Hajj/22:26)

Allah SWT mengusir Nabi Adam as dari surga ke bumi. Adam as sangat sedih karena dirinya tidak bisa lagi thawaf bersama para malaikat mengelilingi singgasana Allah SWT, ‘Arsy. Kerinduan Adam as terobati dengan dibangunnya Ka'bah sebagai Baitullah. Bangunan itulah miniatur ‘Arsy di bumi.

Bersama anaknya, Nabi Ismail as, Nabi Ibrahim as lalu meninggikan dasar-dasar (fondasi) Ka’bah. Ibrahim as bersama anaknya pun thawaf mengelilingi Ka’bah sesuai perintah Allah SWT. Thawaf merupakan warisan Adam as, Ibrahim as, Ismail as hingga Nabi Muhammad Saw. Ibadah ini lalu diwariskan kepada Umat Islam hingga sekarang.

Sesungguhnya ritual Haji yang dilakukan jama’ah haji melalui Thawaf dan berlari kecil (sya’i) mengelilingi Ka’bah tidak hanya mengikuti cara ibadah malaikat dan nabi. Namun thawaf pada hakikatnya adalah peniruan prilaku alam semesta.

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud
apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?

Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
(QS. Al-Hajj/22:18)

Ternyata Al-Qur’an telah menginformasikan, seluruh benda langit di jagad raya juga melakukan "thawaf" yang sama. Bulan dan bumi ber-thawaf mengelilingi matahari. Matahari beserta seluruh familinya juga berthawaf mengelilingi pusat galaksi, dan seterusnya.

Lebih mengagumkan lagi, benda terkecil electron pun berputar mengelilingi proton. Padahal, konsep Atom saja baru ditemukan ilmuan barat 7 abad setelah Al-Qur’an diturunkan. Ahli kimia di abad 14 Hijriah pun baru bisa menjelaskan, atom seperti hydrogen terdiri Rawasia dari satu batang magnet yang berputar (Proton) dan menjadi inti sumbunya. Benda itu lalu dilingkupi oleh Mar’a, (Electron dan Positron). Mar’a pun terbukti mengorbit (berthawaf) mengelilingi Proton. Tidak hanya itu, malam pun berputar (berthawaf) dengan siang tanpa saling mendahului. Itulah bukti, bahwa alam semesta tunduk patuh menyembah kepada Allah SWT.

Pun hidup kita. Ia hanyalah miniatur thawaf. Lihatlah bagaimana setiap hari kita hidup bersama waktu yang terus berputar/berotasi (berthawaf), 24 jam/hari. Ini semua membuktikan bahwa manusia juga harus senantiasa tunduk pasrah (ber-islam) melalui sujud dan ruku melalui sholat 5 waktu setiap hari mengikuti perputaran waktu.

Karena itulah sangat aneh jika ada manusia yang tidak mau berpasrah total kepada-Nya. Padahal atom terkecil dalam jasadnya pun pada hakikatnya tunduk patuh kepada-Nya.

Pantaslah jika seorang muslim senantiasa menjaga ketauhidan ibadah. Laa ilaaha-illallaah.
Pun, aturan Allah-lah yang seharusnya terwujud dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat sebagai bukti keshalehan sosial.

Thawaf. Itulah cara Tuhan berbicara dengan makhluk-Nya. Aturan yang ada sejak ketiadaan hingga zaman yang kita tidak akan pernah tahu batasnya. Ketika jutaan manusia berthawaf mengellingi Ka’bah, itulah cerminan hukum Tuhan yang terus bergerak melintasi waktu. Karena itu, tunduk dan patuhlah hanya kepada-Nya. Karena thawaf adalah kepasrahan total.

Semoga jalan lurus selalu terpijak oleh kedua belah kaki kita. Melangkah pasti menuju ridho-Nya. Berjalan seiring dengan Nabi, Rasul, Tabi’in, Aulia, Ulama, Syuhada dan orang-orang Sholeh). Terhindar dari jalan yang termurkai (QS. Al-Fatihah/1: 6-7). Amien.
http://www.yisc-alazhar.or.id/content/a ... -kepatuhan
Last edited by doramma on Tue Nov 09, 2010 5:37 pm, edited 1 time in total.
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doblank » Mon Nov 08, 2010 4:19 pm

doramma wrote:loh kafir kuper makin blouon aja. gitu aja kok nggak tahu.
doblank wrote:kalau begitu tunjukkan bukti ketidakkuperan anda. Dalam artian, sodorkan bukti referensi dari luar islam sebagai pendukung omongan anda dan diakui dunia!!


dorama wrote:btw. ibadah thawaf pertama oleh manusia pertama,nabi Adam,bukan nabi Ibrahim. mmg kabah itu nyambung dg langit atas,kelihatan ada cahaya lurus tembus dr atas kabah,kesaksian para astronot nasa,terlihat dr luar angkasa.

doblank wrote:karena anda tidak kuper, tentu anda tahu siapa saja yang bersaksi!

Dan karena anda membawa nama NASA, berarti sumber itu berasal dari sumber resmi NASA! Silahkan disuguhkan disini berita resminya!! Jika berbahasa inggris tolong ditranslate ke bahasa indonesia ya brodor!!


doramma wrote:itu sama hukumnya dg daruratnya makan babi,krn u/ suatu hal yg mengancam jiwa! http://WWW.YISC-alazhar.or.id/content/a ... -kepatuhan http://ruangberita.com/misteri-angka-di-kabah-mekah/ kl tdk bs buka,copy paste lalu buka scr langsung.
](*,) apa hubungannya dengan makan babi????
mana kesaksian astronot dan berita resmi dari NASAnya brodor???? yang kuper ini siapa sih ya???
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Mon Nov 08, 2010 4:39 pm

kafir mmg suka mengingkari kenyataan,hukum daruratnya makan babi itu terkait ttg ayat 16:106 yg kamu posting di atas itu! wah gak level nieh ngenet dg kafirun lemot nan pikun..
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby tacnol » Mon Nov 08, 2010 5:30 pm

kirain bener bakal kasi link dari nasa sendiri.eh malah dari alazar.or.bla-bla-bla
las vegas juga kabarnya terang benderang dari luar angkasa sana.berarti las-vegas tempat suci ya.berarti langsung ke sorga ya.
User avatar
tacnol
 
Posts: 66
Joined: Sat Jun 12, 2010 3:55 pm
Location: rose alley

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doblank » Mon Nov 08, 2010 6:28 pm

doramma wrote:kafir mmg suka mengingkari kenyataan,hukum daruratnya makan babi itu terkait ttg ayat 16:106 yg kamu posting di atas itu!
saya berikan ayat itu karena anda melakukan taqiyah! oohh ternyata makan babi dlm keadaan darurat itu salah satu tindakan taqiyah? (silahkan ketritnya "makan babi tidak haram dalam islam")

dorama wrote:wah gak level nieh ngenet dg kafirun lemot nan pikun..
ya saya maklumi anda brodor.. Level anda adalah anak2 TK muslim yang gampang dibodohi dan dibohongi!!
Dan lagi-lagi anda mengalihkan topik brodor! karena anda sudah tidak bisa lagi menutupi kebohongan mulut besar anda!!!

saya tawarkan kepada anda untuk kembali ketopik.
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Mon Nov 08, 2010 8:01 pm

susah ngomong sama kafir begoo. nieh ya,berbohong mengaku kafir dibolehkan dlm keadaan darurat,sama hukumnya dg makan babi saat nyawa terancam. paham?! dodol dipiara!
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby I__Muslim » Mon Nov 08, 2010 9:30 pm

doramma wrote:berbohong mengaku kafir dibolehkan dlm keadaan darurat,sama hukumnya dg makan babi saat nyawa terancam.



:goodman:


Tante dorama, mana bukti dari kamu yg kuminta ttg ajaran suku Aztec yg berasal dari Islam
I__Muslim
 
Posts: 981
Joined: Tue Jul 13, 2010 4:18 pm
Location: Antara ada dan tiada....

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Mon Nov 08, 2010 9:41 pm

apakah ajaran suku Aztec yg kamu maksud itu...nieh,pertama diperjelas dulu...spy jelas apa yg kamu maksud itu...apakah itu suatu agama? nah,diperjelas dulu...
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby I__Muslim » Mon Nov 08, 2010 9:56 pm

doramma wrote:apakah ajaran suku Aztec yg kamu maksud itu...nieh,pertama diperjelas dulu...spy jelas apa yg kamu maksud itu...apakah itu suatu agama? nah,diperjelas dulu...


:goodman:

Kayaknya pertama kali denger ya ttg suku Aztec. Ok gw kasih linknya. Bentar ya.

:goodman:

Maaf ya sayang. Pake hp, jadi ga tau ada linknya apa ngga

en.m.wikipedia.org/wiki/Aztec?wasRedirected=true

id.m.wikipedia.org/wiki/Aztek?wasRedirected=true

Silahkan dibaca. Dlm inggris dan indo itu.
I__Muslim
 
Posts: 981
Joined: Tue Jul 13, 2010 4:18 pm
Location: Antara ada dan tiada....

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby chrystal eye » Mon Nov 08, 2010 10:09 pm

dorama wrote;
susah ngomong sama kafir begoo. nieh ya,berbohong mengaku kafir dibolehkan dlm keadaan darurat,sama hukumnya dg makan babi saat nyawa terancam. paham?! dodol dipiara!


wah menarik nih dor....
jadi karena sama hukum nya...
dorama boleh juga dong mengaku babi ya kalau dalam keadaan darurat?

terimakasih ya dor atas sharing ilmu nya.....
chrystal eye
 
Posts: 512
Joined: Sat Feb 06, 2010 10:39 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doblank » Mon Nov 08, 2010 11:11 pm

doramma wrote:susah ngomong sama kafir begoo. nieh ya,berbohong mengaku kafir dibolehkan dlm keadaan darurat,sama hukumnya dg makan babi saat nyawa terancam. paham?! dodol dipiara!

:rolling: kebiasaan muslim, lari dari pertanyaan! silahkan anda mengumpat sepuasnya brodor. Saya memakluminya kok.. Ajaran islam ya begitu, tidak jauh2 dari kata2 kasar dan umpatan!!

Brodor, jika anda tidak mempunyai bukti resmi dari NASA, akui sajalah!! Agar diskusi kita bisa lanjutkan.

Kita disini berdiskusi. Sama sama belajar. Jadi tidak ada menang kalah!!
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby doramma » Tue Nov 09, 2010 1:35 am

kalau kamu mau cari kebenaran jgn tergantung orang lain,cari tuh ke nasa astronomnya,tanya sendiri...supaya puas...tujuan kamu kan cari kebenaran,nah jangan malas!
doramma
 
Posts: 554
Joined: Tue Nov 02, 2010 11:17 am

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby Dudekh » Tue Nov 09, 2010 10:10 am

doramma wrote:kalau kamu mau cari kebenaran jgn tergantung orang lain,cari tuh ke nasa astronomnya,tanya sendiri...supaya puas...tujuan kamu kan cari kebenaran,nah jangan malas!


hehehe....... kebiasaan doramma
membuat satu pernyataan tapi tidak pernah ada dasarnya
sama dengan kalau saya mengatakan :

seorang mullah dari arab mengatakan "saya sebenarnya sudah mengetahui bahwa muhammad itu telah menipu seluruh umat islam. dia sebenarnya bukan seorang nabi, tapi hanya seorang yg ingin dipuja2 banyak orang. tapi saya akan tetap melanjutkan tipuan muhammad ini, terutama kepada muslim2 non arab. karena dari hasil tipuan ini negara saya menjadi semakin makmur karena setiap tahun banyak muslim yg tertipu sehingga menyetorkan uangnya ke negara saya dgn alasan berkunjung ke rumah awloh."

kalau ada muslim yg gak percaya, silahkan cari tahu ke arab sana dan tanya siapa nama mullahnya.
benar2 cara diskusi yg edan dan nyeleneh :rofl: :rofl:
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: BENARKAH AGAMA LAIN (non islam)ADALAH SEMPALAN DARI agama is

Postby chrystal eye » Tue Nov 09, 2010 10:23 am

tak apa2 bang dudekh..... lumayan kok untuk hiburan....
sampai muslim2 lainnya pun malu untuk nimbrung...

ayo dor.... maju terusss.... keep posting ya....

*mudah2an habis ini gak loncat ke urusan meja lagi*
chrystal eye
 
Posts: 512
Joined: Sat Feb 06, 2010 10:39 am

PreviousNext

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users