.

Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby vhee » Fri Nov 12, 2010 7:54 am

rationalist wrote:Anda tidak tau saya ngomong apa? Apa anda bisa lulus ujian nasional bahasa Indonesia tingkat SMA karena nyontek? Apakah anda ini sebenarnya warga negara Indonesia atau bukan? Coba cari di KBBI apa ada kata “ane” dan “ente”. Mengaku pintar menggunakan bahasa “hati nurani”, tetapi sudah disentil agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, masih saja terus menggunakan kata “ane”, “ente” dan berbagai singkatan yang belum umum. Melihat kemampuan anda berbahasa Indonesia dalam debat ini, saya jadi tidak heran membaca berita di koran, bahwa dalam dua tahun terakhir penyebab utama kegagalan murid-murid SLA dalam ujian nasional sudah beralih dari matematika ke bahasa Indonesia.

Pernah saya baca di Harian Kompas, hasil penelitian terhadap mahasiswa setahun pertama IPB (kalau tidak salah, tulisan ahli matematika dan statistika Prof Dr Ir Andi Hakim Nasoetion), mengenai korelasi kemampuan berbahasa Indonesia dengan matematika. Korelasinya sangat tinggi, hampir mendekati 1.0. (Semoga anda yang mengaku setiap hari berkutat di bidang statistik, memahami apa arti korelasi dalam statistika). Saya akan minta diampuni oleh arwah semua guru saya bila banyak orang waras yang berpendapat bahwa yang lebih **** berbahasa Indonesia justru lebih pintar berkomunikasi. Sungguh beralasan bila kedua mata ajaran itu sejak Indonesia merdeka, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas selalu ada dalam ujian nasional.

Kembali anda membuat saya tercengang. Anda lebih suka memilih menjadi anggota kumpulan murid kelas dua (kelas non-eksakta) dibanding kumpulan murid kelas satu (eksakta). Dari dahulu hingga sekarang, murid-murid kelas eksakta di mata kebanyakan orang merupakan kumpulan murid yang lebih pandai dari murid-murid kelas non-eksakta. Mohon maaf bila ada yang merasa tersinggung. Saya tidak bermaksud menghina siapa pun, tetapi hanya mengutarakan fakta dari kehidupan sehari-hari.

Di jaman saya masih di SMP, ketika naik kelas dari kelas II ke kelas III, di rapor akan tertulis, “ naik ke kelas IIIA/B” bagi ranking tertinggi hingga menengah dan boleh memilih jurusan eksakta atau tidak. Sedang bagi yang ranking di bawahnya tertulis "naik ke kelas IIIA", yang biasanya malu menunjukkan rapornya. Hanya yang lulus dari kelas IIIB yang boleh memasuki semua jenis SLA, sedang yang lulusan kelas IIIA hanya boleh melanjutkan ke SLA tertentu saja, yang pada waktu itu dianggap sekolah kelas kambing. Hal yang sama juga berlaku bagi lulusan SMA. Lulusan jurusan eksakta diterima di semua jurusan perguruan tinggi, termasuk Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. Sedang lulusan jurusan non-eksakta hanya bisa melanjutkan ke jurusan yang di mata umum kurang bergengsi.

Bagi saya, jalan pikiran anda juga aneh. Kalau anda memilih jurusan eksakta di SMA, tokh tidak ada halangan untuk kemudian melanjutkannya ke jurusan apa pun, termasuk non-eksakta di perguruan tinggi. Hanya orang **** yang mempersempit ruang geraknya atau mengurangi alternativ bagi dirinya.
Coba perhatikan sekeliling anda, yang membuat hidup anda jauh lebih nyaman dari hidup Muhammad, termasuk yang anda kenakan. Apakah ada benda-benda itu yang di-invent oleh otak non-eksakta? Mulai dari listrik, rumah, jembatan, jalan raya, pesawat terbang, lampu, mobil, radio, tv, komputer yang sedang anda pakai hingga ke kutang dan celana dalam anda yang mengandung serat sintetik.

“Sbnrya ane gak mengeti pernyataan dan pertanyaan ente diatas dalam rangka afa dan afa hubungannya dgn msalah ini, tp ane anggap tanggapan ente diatas sbg bukti kelemahan ente dlm berkomunikasi dan satu reaksi untuk lari.” Lho, anda menilai diri jago dalam berkomunikasi, bacalah kembali di mana dan dalam konteks apa saya tulis pertanyaan itu. Apakah anda sedang berlagak pilon atau masih muda tetapi sudah pikun alias pelupa, atau sebenarnya anda termasuk manusia yang berada di ujung kiri dari bell-shape curve kecerdasan manusia?

Atau memang begitu cara anda untuk menutupi rasa malu karena mendapat nilai di bawah nol? Anda tidak perlu berkecil-hati atau merasa malu. Saya yakin mayoritas tamatan SMA tidak akan mendapat nilai 100,0 dalam menjawab pertanyaan yang kelihatannya “sepele” itu. Tetapi, kemungkinan besar memang hanya sedikit yang bernilai minus, karena tidak banyak manusia congkak atau pongah seperti anda. Membusungkan dada setiap hari berkutat di bidang statistik tetapi tidak tau apa garis dalam matematika.

Setiap kata dan kalimat anda saya perhatikan dan cerna dengan saksama. Tetapi saya memang tidak mau merespons kata atau kalimat anda yang “bersayap”, samar-samar atau multi interpreted. Begitu seharusnya sikap yang baik dalam berkomunikasi dan sekaligus menghargai lawan debat. Coba hitung siapa yang lebih sering menghindar menjawab pertanyaan, apakah anda atau saya.

Caviers tidak mampu menggabungkan logika-hati-agama sebagai suatu kesatuan? Apa anda berani (cukup dengan sedikit saja kejujuran dan objektifitas) mengatakan bahwa anda lebih berhati mulia daripada semua orang yang mengaku atheis atau agnostik?

Saya tidak tau apakah anda menyadari bahwa yang disebut “kata hati” atau “from my heart” adalah kiasan semata. Hati (liver) atau jantung (heart) tidak bisa berpikir atau merasa. Semua syaraf berpusat di otak. Di hati atau jantung hanyalah ujung-ujung syaraf. Perasaan sakit, tersinggung, marah, jengkel, rasa, iman, kepercayaan, melihat, dan sebagainya berpusat dan diolah di otak. Jadi, lucu sekali dan tidak pantas disebut terpelajar kalau anda mengira pusat bahasa rasional/logika dan bahasa hati/nurani berada di dua kutub yang bejauhan.

Caviers gila kuantitas tapi buta kualitas terhadap amalan? Kesimpulan apa lagi ini? Jadi, anda mengakui bahwa caviers lebih bersikap ilmiah dari pada anda? Memang ciri dari orang yang berpikir secara ilmiah sedapat mungkin mengkuantifikasikan semua yang dihadapinya, termasuk ahli ilmu-ilmu sosial. Berpikir secara ilmiah dan matematis adalah dasar sikap objektif, dan merupakan salah satu tujuan utama pendidikan. Untuk apa anda sekolah tinggi-tinggi kalau tetap berpikir seperti “abang beca” yang hanya memakai perasaan?

Jumlah (kuantitatif) sumbangan dari luar negeri kepada korban gunung Merapi dan tsunami Mentawai, yang hampir semuanya dari caviers, bagi saya merupakan cerminan dari amalan. Apakah anda menilai itu topeng kepedulian? Apakah orang-orang Arab yang bergelimang petro-dollar, tetapi tidak muncul membantu, cukup berdoa secara tulus dalam bahasa Arab (bahasa yang satu-satunya dikuasai oleh Allah SWT?), akan tetap anda (yang pintar menggabungkan logika-hati-agama) katakan lebih beramal?

Saya yang bingung apa anda sendiri yang tidak tau apa dan lupa yang anda tuliskan, sehingga sering tidak menjawab pertanyaan, tidak punya rasa tanggung-jawab dan tidak memiliki etika dalam debat tertulis tetapi berani membuka thread?

Hak anda (dan itu saya hormati) berpendapat bahwa caviers selalu memakai topeng kepedulian. Melihat topeng yang lucu masih jauh lebih menyenangkan dan tidak menakutkan daripada melihat wajah yang memancarkan kebencian dan nafsu membunuh orang yang tidak dikenal dan hanya tidak seagama dengannya. Banyak budaya yang menggunakan topeng, seperti tari topeng kita. Di AS, sekali setahun ada malam yang sangat ditunggu anak-anak untuk memakai topeng karena akan mendapat banyak candy dan makanan kesukaan mereka lainnya, yakni Hallowen Night.

Salam.



Cafedeh...............keknya nih org makin dilayani makin jauh emengannya. Skrg ente jawab dgn gamblang aza,

bisa menyanggah afa kaga?

Nih trit ane, mau pake bahasa afa suka2 ane. Masa tamu ngatur2 tuan rumah. Inget y bung, kita ini ada dizona debat agama dimana IMAN itu identik dgn sesuatu yg tdk bs dijangkau dgn nalar dan logika afalagi cm berdasarkan KBBI. Ane akan berdebat sesuai dgn bahasa Indonesia yg baik dan benar, kl ane mau. Tp disini, identitas ane sbg muslim dan ane mau menunjukan pd ente bhwa ane bangga menjadi muslim dgn segala atributnya. Kl ente gak cukup mampu mengikuti kemauan ane , gak usah banyak emeng....ente boleh hengkang dr trit ini. Ane ngusir loh... Image

Ke - OOT -an ente justru menunjukan ketidak mampuan ente menjawab sebuah makna yg katanya "between the line" dgn kerasionalan ente. Bkn ane dan ente yg menilai ....tapi pembaca. Inget itu yah Image

Ga usah bnyak emeng lago. ane pucingggg bacanya Image
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby vhee » Fri Nov 12, 2010 8:16 am

Satu lagi,

Safa bilang hati gak bisa berfikir dan mengingat. Ane bermaksud memberi ente referensi buku mengenai penalitian ilmuan caviers ttg otak dan hati. Tp maaf ane lufa judul bukunya. Tp ane janji akan menquote disini. So ane kudu bongkar perpus rumah ane.
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby oglikom » Fri Nov 12, 2010 9:07 am

vhee wrote:Satu lagi,

Safa bilang hati gak bisa berfikir dan mengingat. Ane bermaksud memberi ente referensi buku mengenai penalitian ilmuan caviers ttg otak dan hati. Tp maaf ane lufa judul bukunya. Tp ane janji akan menquote disini. So ane kudu bongkar perpus rumah ane.


Jangankan manusia, sedangkan "Allah swt" saja kagak bisa teu siapa yang "beriman" dan "ragu".

Kapir hanya mengajak "perang logika", syg, bukan benci......... :turban:
oglikom
 
Posts: 3375
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby doblank » Fri Nov 12, 2010 10:20 am

vhee wrote:Nih trit ane, mau pake bahasa afa suka2 ane. Masa tamu ngatur2 tuan rumah




vhee wrote:Ane akan berdebat sesuai dgn bahasa Indonesia yg baik dan benar,

apakah tata kata bahasa indonesia dan pola debat anda sudah baik dan benar? :stun:




ini benar trit anda. tetapi bukan milik anda!
tuan rumah disini adalah moderator(netral)!
masa anda mengatur moderator!
](*,)
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby rationalist » Sat Nov 13, 2010 12:52 pm

@ vhee,
Saya akan menulis kata "perpisahan" meninggalkan thread anda ini, agar anda bisa menarik nafas lega. Tetapi terlebih dahulu saya minta bantuan anda untuk menjawab pertanyaan pendek yang membingungkan saya berikut ini.

"Apakah Allah SWT bisa menciptakan sebuah batu yang sangat berat hingga Allah SWT sendiri tidak sanggup mengangkatnya?"

Muslim yang lain juga saya undang menjawabya. Terima kasih.
rationalist
 

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby vhee » Tue Nov 16, 2010 7:47 am

rationalist wrote:@ vhee,
Saya akan menulis kata "perpisahan" meninggalkan thread anda ini, agar anda bisa menarik nafas lega. Tetapi terlebih dahulu saya minta bantuan anda untuk menjawab pertanyaan pendek yang membingungkan saya berikut ini.

"Apakah Allah SWT bisa menciptakan sebuah batu yang sangat berat hingga Allah SWT sendiri tidak sanggup mengangkatnya?"

Muslim yang lain juga saya undang menjawabya. Terima kasih.


Afa secara gak langsung ente menyatakan gak sanggup menyanggah ane secara gamblang?

Ada perbedaan antara MENGERTI dan FAHAM. Ane ingat, ketika ada ujian negara, bbrpa teman ane belajar dgn SKS (Sistem Kebut Semalam). Mereka menghapalkan bnyak definisi sesuai yg tertera dibuku. Tapi mereka kelabakan ketika pertanyaan dibuat "kreatif" oleh penguji...hingga mereka mati gaya. Sbnrnya kenafa kita hrs terpaku pd definisi yg ditulis oleh kamus atau buku, afakah kita harus serta merta menggunakannya seolah2 kita tdk punya pendapat sendiri?

Maaf saja, sejak dulu mmg ane lbh suka menggunakan definisi ane sendiri untuk menyelesaikan semua soal, bhkan IPA dan Matematika. Mnrut ane, semua ilmuan dan pakar boleh punya pendapat ...tp yg terpenting dlm belajar adalah kita punya pendapat sendiri wlpn mengacu dan bersumber pd pendapat org lain. Dan kl ente mgtakan ane bernilai 0, rasanya perlu kita uji dulu sblm ente meremehkan org lain. Jgn terlalu underestimete....

Tapi sepertinya ente gak cukup faham ketika ane menggunakan analogi dan ilustrasi..dgn mengatakan bhwa afa yg ane katakan between the line.Sebuah trik lari yg sgt cerdik.

Seperti ketika kita membuat adonan pempek misalnya. Kita tau cara pembuatannya dan paham trik2 yg harus dilakukan agar mendapatkan hasil yg baik. Dari kefahaman itu muncul kreatifitas. Meskipun pempek dibuat dgn bermacam2 bentuk, yg penting tdk merubah rasa aslinya.

Ttg pertanyaan ente diatas...itu adalah pertanyaan terbodoh, dari orang buta dan tuli, yg pernah ane dengar

Bikin trit sendiri aza...disini bkn tempatnya.
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby true faith » Tue Nov 16, 2010 2:16 pm

vhee wrote:Nih trit ane, mau pake bahasa afa suka2 ane. Masa tamu ngatur2 tuan rumah.


kalau tamu kagak ngerti trus tuan rumah ngomong sama siapa???

oglikom wrote:Jangankan manusia, sedangkan "Allah swt" saja kagak bisa teu siapa yang "beriman" dan "ragu".


kalau Alloh kagak tau ](*,) [-X ](*,)
itu namanya [size=200]bukan Alloh tapi abal abal[/size]

rationalist wrote:@ vhee,
Saya akan menulis kata "perpisahan" meninggalkan thread anda ini, agar anda bisa menarik nafas lega. Tetapi terlebih dahulu saya minta bantuan anda untuk menjawab pertanyaan pendek yang membingungkan saya berikut ini.

"Apakah Allah SWT bisa menciptakan sebuah batu yang sangat berat hingga Allah SWT sendiri tidak sanggup mengangkatnya?"

Muslim yang lain juga saya undang menjawabya. Terima kasih.



vhee wrote:Ttg pertanyaan ente diatas...itu adalah pertanyaan terbodoh, dari orang buta dan tuli, yg pernah ane dengar



yach kalau tidak bisa jawab saya mah maklum kok mbak
kaggak usah dipaksa :goodman:



peace
:heart:
true faith
 
Posts: 293
Joined: Thu Oct 07, 2010 7:37 pm
Location: DPR di bawah pohon rindang lagi menikmati angin spoi spoi

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby rationalist » Tue Nov 16, 2010 5:50 pm

rationalist wrote:"Apakah Allah SWT bisa menciptakan sebuah batu yang sangat berat hingga Allah SWT sendiri tidak sanggup mengangkatnya?"

vhee wrote:Ttg pertanyaan ente diatas...itu adalah pertanyaan terbodoh, dari orang buta dan tuli, yg pernah ane dengar

Bagus. Anda sudah sedikit lebih pintar dari keledai, tidak terperosok dua kali ke lubang yang sama!
Jengkel, ya, dihadapkan pada pertanyaan yang "nakal" itu, sehingga Anda menggunakan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang yang terpelajar?

Maaf, karena sibuk belum sempat menulis "kata perpisahan".

Salam.
rationalist
 

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby vhee » Tue Nov 16, 2010 6:33 pm

rationalist wrote:Bagus. Anda sudah sedikit lebih pintar dari keledai, tidak terperosok dua kali ke lubang yang sama!
Jengkel, ya, dihadapkan pada pertanyaan yang "nakal" itu, sehingga Anda menggunakan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang yang terpelajar?

Maaf, karena sibuk belum sempat menulis "kata perpisahan".

Salam.


Ngga jengkel..ane gak lg menghina ente...cm lg ngemeng ttg kenyataan. Kl ente tersinggung , y itu suka2 ente. :yawinkle:

Lagian ente ngemeng ga jelas..ente bs ngemeng begitu asbabun nuzulnya dari mana?
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby crese-tan » Wed Nov 17, 2010 6:57 pm

rationalis wrote:Bagus. Anda sudah sedikit lebih pintar dari keledai, tidak terperosok dua kali ke lubang yang sama!
Jengkel, ya, dihadapkan pada pertanyaan yang "nakal" itu, sehingga Anda menggunakan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang yang terpelajar?

Maaf, karena sibuk belum sempat menulis "kata perpisahan".

Salam.

eh ajaib ada ***** bisa nulis juga :finga:

PERINGATAN:
Jangan mencaci orang lain dengan sebutan binatang. M.
crese-tan
 
Posts: 55
Joined: Tue Nov 16, 2010 8:46 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby rationalist » Thu Nov 18, 2010 8:05 am

@ crese-tan,

Response anda, tipikal muslim bebal! (semoga anda tau makna bebal). Anjing berkarakter lebih mulia dari anda, karena anjing tidak pernah menyakiti hati orang. Saya undang anda masuk ke thread yang saya buka, "Muslim Dilarang Menyayangi Anjing?" Karena di sana saya sudah mulai menuduh junjunganmu adalah maling atau pencuri.
rationalist
 

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby vhee » Thu Nov 18, 2010 4:58 pm

rationalist wrote:@ crese-tan,

Response anda, tipikal muslim bebal! (semoga anda tau makna bebal). Anjing berkarakter lebih mulia dari anda, karena anjing tidak pernah menyakiti hati orang. Saya undang anda masuk ke thread yang saya buka, "Muslim Dilarang Menyayangi Anjing?" Karena di sana saya sudah mulai menuduh junjunganmu adalah maling atau pencuri.


Gak dilarang menyayangi dol...cm najis bw penyakit. Ada pelacur yg diampuni krn lbh memilih memberi minum seekor anjing yg kehausan sehingga dia sendiri mati kehausan.Ane rasa, kapir gak akan sesayang itu sm hewan.
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby oglikom » Thu Nov 18, 2010 5:03 pm

Mampir aja, mau mendengar dongeng lainnya ........dari yyg ku.
oglikom
 
Posts: 3375
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby rationalist » Thu Nov 18, 2010 10:04 pm

Sdri Vhee,

Ini merupakan cicilan pertama dari “kata perpisahan” dengan thread ini. Untuk seterusnya saya persilahkan netter lain melanjutkannya. Saya kira memang sudah saatnya berhenti berdebat dengan perempuan berbudipekerti rendah seperti anda, bukan karena anda usir.

Judul thread ini, “Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim: Peduli atau Dengki?” saja sudah mengindikasikan bahwa anda tidak memiliki kemampuan berbahasa yang memadai. Lebih mendasar lagi mencerminkan jalan pikiran yang kacau, terplintir atau twisted. Bagaimana mungkin kebencian bisa memiliki makna ganda peduli dan dengki sekaligus? Seharusnya judulnya adalah, “Sikap Caviers ....” atau “Perhatian Caviers ....” yang dapat berarti ganda peduli maupun dengki. Ini adalah kemungkinan pertama.

Kemungkinan kedua, anda sudah memiliki prasangka atau kesimpulan awal bahwa para kafir membenci Islam dan Muslim. Yang ingin anda capai adalah membuktikan pendapat awal anda itu benar, dan kepuasan selfish anda, memenangkan perdebatan.

Sedang kemungkinan ketiga, adalah gabungan kemungkian pertama dengan kedua bercampur-aduk. Hanya anda yang mengetahui yang mana dari ketiga kemungkinan itu yang benar. Tidak perlu dijawab, karena Islam membolehkan berbohong demi membela Islam dan Muhammad.

Dengan mengamati debat kita, saya lebih cenderung menilai bahwa kemungkinan kedua yang lebih mendekati kebenaran. Biarlah saya tinggikan sedikit derajat anda.

Dalam perjalanan debat, anda tidak berhasil mendapatkan bukti-bukti yang mendukung kesimpulan awal itu dari kami para kafir. Tidak masuk akal anda ketika saya katakan bahwa sembilan dari sepuluh sahabat saya adalah muslim. Anda menjadi frustrasi dan menjadi kalap seperti “babi hutan luka” menyeruduk apa saja. Seorang pemburu babi hutan selalu menembak sasarannya dari atas pohon, karena takut diseruduk oleh babi yang ditembaknya. Anda keluarkan lah kata-kata yang tidak sepatutnya diucapkan oleh orang dewasa, apalagi yang mengaku sarjana. Begitu lah ciri khas muslim yang bebal (tolol dan ngotot mempertahankan ketololannya), kalau sudah tidak mampu berargumentasi berdasarkan nalar sehat. Anda berdalih lebih mumpuni menggunakan bahasa “hati nurani” yang saya katakan juga berpusat di otak.

vhee wrote:Safa bilang hati gak bisa berfikir dan mengingat. Ane bermaksud memberi ente referensi buku mengenai penalitian ilmuan caviers ttg otak dan hati. Tp maaf ane lufa judul bukunya. Tp ane janji akan menquote disini. So ane kudu bongkar perpus rumah ane.


Coba temui orang yang baru siuman setelah menjalani operasi besar jantung atau hati. Selama dioperasi mereka tidak sadar karena dibius total. Otaknya ditidurkan sedang jantung atau hatinya tetap aktif. Tanyakan kepada mereka apakah dapat menerangkan apa yang terjadi selama dioperasi. Sedangkan ketika saya menjalani operasi sinuitis saja, dibius total, saya tidak ingat apa-apa. Tidak perlu anda susah-payah mencari buku anda yang mengatakan bahwa hati atau jantung dapat berpikir, mengingat dan merasa. Buku itu pasti karangan idiot, dan hanya idiot pula yang sudi membacanya.

rationalist wrote:"Apakah Allah SWT bisa menciptakan sebuah batu yang sangat berat hingga Allah SWT sendiri tidak sanggup mengangkatnya?"

vhee wrote:Ttg pertanyaan ente diatas...itu adalah pertanyaan terbodoh, dari orang buta dan tuli, yg pernah ane dengar


Bukankah jawaban itu mencerminkan anda sudah seperti "babi hutan luka" dan sekaligus kerendahan budipekerti anda?

Saya tidak tau apakah ada di keluarga anda yang buta dan tuli yang pernah mengajukan pertanyaan cerdas, kritis, nakal dan liar seperti itu. Si “kepala batu” dorammma lebih berani dari anda menjawabnya, “Bisa saja, tetapi ...” Pertanyaan saya berikutnya, “Apakah anda berani mengajukan pertanyaan dan jawaban yang sama di kantor FPI atau pesantren?” tidak dia jawab.

Pertanyaan seperti itu muncul dalam suatu diskusi kami mahasiswa Kristen lebih dari 40 tahun lalu. Pak pendeta (MTh atau Master of Theology) dan seluruh hadirin serentak tertawa mendengarnya. Tidak ada yang merasa tersinggung apalagi marah. Dengan santai pak pendeta menjawabnya, “Tuhan Bapa kita, memang tidak sanggup menciptakan masalah yang tidak bisa Beliau atasi!” Diskusi dilanjutkan lagi dengan topik-topik menarik lainnya. Tidak jarang diselingi oleh pertanyaan "aneh", misalnya, “Perbuatan apa yang dibenci oleh Tuhan mau pun Iblis?” Suatu kali, ketika yang memimpin doa memulai dengan, "Ya, Allah Bapa kami yang bertahta di kerajaan sorga..." seseorang nyelutuk "Sudah pindah!" Semua tertawa, tidak ada yang marah dan doa terpaksa diulang setelah semua diam.

Saya duga pertanyaan dan kejadian seperti itu tidak ada di pesantren bahkan di diskusi kaum terpelajar Islam sekali pun, karena takut dikeroyok. Anda sendiri tidak berani menjawab pertanyaan saya, walau pun muslim yang lain tidak tau siapa anda. Barangkali lebih tepat bila dikatakan bahwa anda amat takut akan neraka “jadi-jadian” Muhammad, karena menjawab pertanyaan itu identik dengan menghina Allah SWT.

Dalam dunia science tidak ada pertanyaan yang tidak pantas atau salah, jawabannya lah yang memiliki peluang salah. Begitu juga dalam dunia Kristen.

Apakah anda sudah mulai dapat melihat perbedaan sikap pengikut Muhammad dengan pengikut Yesus, dan apa akibatnya? Saya ragukan, sih! Innovasi begitu minim (untuk tidak mengatakan tidak ada) di masyarakat muslim, tetapi begitu subur di masyarakat nasrani. Mengapa? Karena pengikut Yesus bebas berpikir dan bertanya apa saja. Pertanyaan “liar” adalah “benih” dan kebebasan berpikir adalah “tanah subur” bagi innovasi.

Sekian dulu, karena anda mengaku capek dan pusing (biasanya karena dalam masa pertumbuhan malnutrition terutama protein, yang di masyakat nasrani miskin diisi oleh daging babi yang murah) membaca tulisan yang rada panjang. (Bersambung...)
rationalist
 

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby elkie » Fri Nov 19, 2010 11:02 am

Jumat, 19/11/2010 07:01 WIB
Banyak Penyiksaan, Pemerintah Didesak Tarik TKI di Arab
Didi Syafirdi - detikNews





Jakarta - Kekejaman para majikan terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi kembali menelan korban. Kikim Komalasari TKI asal Cianjur, Jawa Barat dibunuh lalu dibuang di tong sampah umum di Kota Abha, Arab Saudi. Pemerintah Indonesia didesak segera mengambil tindakan tegas.

"Pemerintah Indonesia harus tarik buruh migran kita di sana (Arab)," tegas Executive Director Migrant Care, Anis Hidayat kepada detikcom, Jumat (19/11/2010).

Menurut Anis, terus berulangnya kekerasan yang dialami para pahlawan devisa itu tidak terlepas dari kebijakan negara yang lemah dalam memberikan perlindungan kepada para buruh migran. "Perlindungan terhadap TKI lemah," katanya.

Anis mengatakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi perihal tewasnya Kikim ke Kementerian Luar Negeri, Kemenakertrans dan KBRI di Arab. Namun, belum mendapat jawaban. Dia berharap pemerintah dapat segera memberikan informasi.

"Pemerintah harus segera memberikan informasi yang valid soal ini," tandasnya.

Seperti diberitakan, setelah dianiaya, Kikim dibunuh 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha oleh majikannya di Kota Abha.

Informasi awal soal tewasnya Kikim ini disampaikan salah satu relawan Pospertki PDI Perjuangan yang berada di kota Abha. Dalam laporannya kepada pimpinan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan, Kikim dibunuh oleh majikannya dengan cara digorok lehernya. Jenazah Keken ditemukan 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha di sebuah tong sampah umum.
(did/lrn)


bagaimana komen anda ? mana kepedulian anda vhee ?
kami memang benci islam, karena islam menghalalkan semua tindakan arab !!
elkie
 
Posts: 393
Joined: Sun Jul 25, 2010 9:09 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby Akukomkamu » Fri Nov 19, 2010 11:25 am

Rationalist wrote:Pertanyaan seperti itu muncul dalam suatu diskusi kami mahasiswa Kristen lebih dari 40 tahun lalu. Pak pendeta (MTh atau Master of Theology) dan seluruh hadirin serentak tertawa mendengarnya. Tidak ada yang merasa tersinggung apalagi marah. Dengan santai pak pendeta menjawabnya, “Tuhan Bapa kita, memang tidak sanggup menciptakan masalah yang tidak bisa Beliau atasi!” Diskusi dilanjutkan lagi dengan topik-topik menarik lainnya. Tidak jarang diselingi oleh pertanyaan "aneh", misalnya, “Perbuatan apa yang dibenci oleh Tuhan mau pun Iblis?” Suatu kali, ketika yang memimpin doa memulai dengan, "Ya, Allah Bapa kami yang bertahta di kerajaan sorga..." seseorang nyelutuk "Sudah pindah!" Semua tertawa, tidak ada yang marah dan doa terpaksa diulang setelah semua diam.

Fayhem:
Jika keadaan tersebut ada dalam diskusi muslim, so pasti yang nyelutuk akan dibakar idup idup, ato paling tidak disuruh baca ulang syahadatnya :lol:

terbukti oleh koment vhee yang pedas :p

kaku amat muslim


Mahasiwa IAIN Bandung itu kira2 udah ada yg mati ga ya...? Mereka sebetulnya mahasiwa2 muslim yg berani berpikir demi Faithfreedom yg ada dalam diri mereka tp sayang muslimnya masih lebih banyak yg terlalu **** !!!


Piss... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby elkie » Fri Nov 19, 2010 4:29 pm

masih kurang ????
ini saya tambahi lagi, buat renungan ndut.

Jumat, 19/11/2010 14:57 WIB
TKW Dewi Roro Mendut Menjerit Minta Pulang dari Saudi
Indra Subagja - detikNews


Aktivis Buruh Protes Penyiksaan TKI Jakarta - Di balik kemakmuran negeri Petro Dollar, tersimpan sejumlah kisah sedih para pencari devisa kita. Seperti yang terjadi pada Niken Dewi Roro Vheendut, yang nasibnya kini tidak diketahui. Terakhir saat mengontak adiknya, Anik Andriani Yusuf, pada 14 November, TKW asal Jember itu mengaku disiksa majikannya yang bermukim di Kota Hail, Saudi Arabia.

"Terakhir menelepon, Mbak Dewi meminta pulang. Dia disiksa majikannya," kata Anik saat dihubungi detikcom, Jumat (19/11/2010).

Dewi, ibu 2 anak ini pergi ke Saudi, pada 9 Maret 2010 melalui jasa PT Tritama Megah Abadi. Pada 10 Maret, Dewi sempat mengontak keluarga dengan meminjam telepon seluler seseorang ahwa dia sudah sampai di Saudi dan menunggu majikan yang menjemput di Bandara King Abdul Aziz.

"Pada 19 Maret dia menelepon bahwa dia tinggal bersama majikannya Abdul Aziz dan sedang dalam kondisi sakit. 1,5 bulan kemudian dia pindah ke Kota Hail bersama Saleh Turki dengan majikannya namanya Nora," terang Anik.

Di Kota Hail, dia bekerja dengan majikan wanita bernama Nora. "Dia bekerja di rumah 3 lantai, kerja di lantai atas. Dia diberi tempat yang tidak layak dan kerap mendapat siksaan," jelasnya.

Sesekali Dewi menelepon Anik di Probolinggo, meminta dijemput pulang. Dewi meminjam telepon sesama TKW Indonesia, yang kadang majikan mereka bertandang ke rumah Nora.

"Kakak saya bahkan sempat ingin bunuh diri sampai 2 kali. Ini saya dapat informasi dari TKW yang hapenya dipinjam kakak saya, setelah saya telepon beberapa waktu setelah kakak saya tidak mengirim kabar," terangnya.

Pada 14 November, Dewi melakukan kontak lagi. Dewi menangis meminta dijemput karena tidak tahan mendapat perlakuan tak manusiawi. Selain itu dia sering berganti majikan, dari Nora, ke keponakannya Ibrahim, kemudian ke ibunya Ibrahim, Sumaya.

"Saat itu dia menangis, apa mesti menjadi cacat atau jadi mayat agar bisa pulang," tutur Anik gundah.

Sekian bulan Anik juga meminta bantuan BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri tetapi tidak ada tanggapan. Demikian juga pihak perusahaan jasa pengiriman tenaga kerja selalu menolak untuk melakukan tindakan.

"Kami memohon bantuan, kasihan anak kakak saya," jelas Anik. Dewi memiliki 2 anak yang masih duduk di bangku SMP dan sekolah kebidanan, sedang suaminya sudah meninggal. (ndr/nrl)



solidaritas ukuwah dari muslim arabnya manaaaaaaaaaaa.....ndut ?
kemarin ada yang protes ke kedubes saudi arabia, tapi kok bukan dari organisasi-organisasi yang
selama ini sangat getol membawa solidaritas ukuwah islamiyah ?
elkie
 
Posts: 393
Joined: Sun Jul 25, 2010 9:09 pm

Re: Kebencian Caviers Thdp Islam dan Muslim : Peduli atau Dengki

Postby clouye » Fri Nov 19, 2010 4:50 pm

tokoh-yang-menyebarkan-islam-jihad-selamatkanlah-indonesia-t41855/
sekalian menambahkan jawaban "Peduli ata Dengki"
clouye
 
Posts: 299
Joined: Fri Nov 12, 2010 3:49 pm

Postby yvptgxj » Fri Nov 19, 2010 9:51 pm

muslim mode on:
Allahu akbar!

Tetap jaga ukhuwah islamiyah!

Jangan lupa perjuangan kita tuk melawan kebengisan dan kebiadaban israel laknatullah thp rakyat palestina!

Semoga allah swt memberi kesehatan, kehidupan dan pergaulan baik antar sesama muslim di seluruh dunia
muslim mode off:
yvptgxj
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

PreviousNext

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users