Page 1 of 6

Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Wed Oct 27, 2010 9:25 pm
by rajawajar
Mungkin agak OOT, tapi saya rasa masih ada relevansinya.

Banyak orang menggembar-gemborkan kalau membungakan uang Di bank umum,
HUKUMNYA RIBA.

Tapi istilah lain untuk praktek yang sama di bank syariah,
BOLEH !!!.


Ilustrasinya begini;

Bank Umum:
Kita mengkredit motor seharga - misal 18 juta, untuk jangka waktu 3 tahun.
Dengan bunga 1% bulan, maka dalam 3 tahun bunganya adalah 36%,
jadi harga motor yang harus kita bayar total adalah,
18.0000.000 + 18.000.000 x 36/100 = 24,48 juta.
Berarti cicilan perbulan adalah,
24.480.000 : 36 x = 680.000 rupiah.
INI HARAM!!!

Bank Syariah:
Kita hendak membeli motor seharga 18 juta rupiah,
dan dengan datang ke bank syariah.
Bank yg baik tsb dengan senang hati membantu kita dengan suatu skema (apalah istilahnya saya tidak peduli) berupa:
Bank membeli motor tsb ke dealer seharga 18 juta,
lalu dengan menerapkan PRINSIP KEUNTUNGAN JUAL BELI,
bank langsung menjual (kembali) motor tsb kepada kita dengan harga yang sudah DINAIKKAN,
sesuai dengan perhitungan bank tsb untuk mencari LABA DARI HARGA BELI.
Ditetapkanlah (dengan perhitungan yg kurang lebih sama dengan bank umum) harga jual motor dari bank yang harus kita beli adalah;
24,48 juta.
Tapi karena kita tidak sanggup membayar secara tunai,
Maka disediakan mekanisme pembayarannya yang dilakukan dengan cara mencicil sebanyak 36 kali selama 3 tahun.
Berarti cicilan perbulan adalah,
24.480.000 : 36 x = 680.000 rupiah.

INI HALAL!!!

Kalau kita lihat,
semua komponen baik nilai / harga awal motor, cara membayar, nilai cicilan, harga total motor dan lamanya waktu mencicil,
antara bank umum dan dan bank syariah,
adalah sama persis.

Yang membedakannya adalah,
prinsip secara verbal - yang jelas sangat mengada-ada.

Bank umum dianggap riba karena membungakan uang kepada peminjam - sehingga nilai akhir pinjaman menjadi bertambah,
sementara bank syariah dianggap halal - walau nilai jual/beli akhir motor juga tetap naik dan bertambah,
hal itu adalah boleh, halal dan syah karena bank dianggap berhak untuk mengambil selisih atau keuntungan dari suatu transaksi jual beli !!!

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Wed Oct 27, 2010 9:37 pm
by mbah.erott
Good post!
Muslim : yang penting NIATNYAAAA bok !! :rolling: :axe: :rolling:

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Wed Oct 27, 2010 9:40 pm
by rajawajar
Berikut ini cara lain dari penggunaan Prinsip Jual Beli,
untuk - sepertinya, menghindari dari anggapan membungakan uang (riba).

1.
Adalah si Bahlul yang butuh duit 100 juta dan datang kepada Fulan.
Fulan bersedia memberikan uang 100 juta dengan syarat,
setelah 1 tahun, si bahlul harus membayar sebesar 120 juta kepada fulan.
Untuk melicinkan transaksi tsb,
si Fulan menjual mobilnya kepada bahlul seharga 120 juta,
dan si bahlul berjanji akan membayar harga mobil sebesar 120 juta tsb secara tunai tahun depan.
Tapi dalam tempo sekejab setelah akad,
Fulan langsung membeli kembali mobil bahlul tadi - dan karena dianggap sudah semakin bertambah bekas, maka harganya turun,
dan fulan kini hanya membayar cash 100 juta untuk mobil yang sama tsb.
Pulanglah bahlul dengan bahagia dan membawa uang tunai 100 juta,
tapi dia masih tetap punya kewajiban untuk membayar pembelian mobil fulan tadi pada tahun depan secara tunai,
yang harus dibayarkan sebesar 120 juta !!!.
Ini syah, karena fulan hanya mencari / mendapat keuntungan dari transaksi jual beli,
dan dia sama sekali tidak meribakan uangnya ......

2.
Adalah si Bahlul yang butuh duit 100 juta dan datang kepada Fulan.
Fulan bersedia memberikan uang 100 juta dengan syarat,
setelah 1 tahun, si bahlul harus membayar sebesar 120 juta kepada fulan.
Untuk melicinkan transaksi tsb,
si bahlul menjual rumahnya kepada fulan seharga 100 juta tunai,
bahlul mendapat uang cash 100 juta.
tapi dalam sekejab,
rumah tadi dijual fulan dan rumah tsb harus dibeli kembali oleh bahlul.
karena nilai properti yang selalu naik,
maka harga jual fulan kepada bahlul kini adalah 120 juta.
bahlul setuju dan berjanji akan membayar pembelian rumahnya tsb seharga 120 juta,
secara tunai keras pada tahun depan.
Ini syah, karena fulan hanya mencari / mendapat keuntungan dari transaksi jual beli,
dan dia sama sekali tidak meribakan uangnya ......

PostPosted: Thu Oct 28, 2010 2:44 pm
by yvptgxj
rajawajar wrote:Bank Umum:
Kita mengkredit motor seharga - misal 18 juta, untuk jangka waktu 3 tahun.

Dengan bunga 1% bulan, maka dalam 3 tahun bunganya adalah 36%


rajawajar wrote:Bank Syariah:

...

Ditetapkanlah (dengan perhitungan yg kurang lebih samadengan bank umum) harga jual motor dari bank yang harus kita beli adalah 24,48 juta.

Tapi karena kita tidak sanggup membayar secara tunai, maka disediakan mekanisme pembayarannya yang dilakukan dengan cara mencicil sebanyak 36 kali selama 3 tahun


Kok bisa lebih mahal dari 18 juta?

Seharusnya harga motol Rp. 18 juta, biaya urusan lain2 total Rp. 2 juta, biaya keringinan cicilan Rp. 200 ribu dari subsidi pemerintah dan dari bank syariah bunganya 0%.

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Thu Oct 28, 2010 3:24 pm
by penjuruangin
Sekarang sy paham apa itu bank syariah. Ooooh gitu yah.
Thanx Bro.

Re:

PostPosted: Thu Oct 28, 2010 8:04 pm
by rajawajar
yvptgxj wrote:...

Ditetapkanlah (dengan perhitungan yg kurang lebih samadengan bank umum) harga jual motor dari bank yang harus kita beli adalah 24,48 juta.

Tapi karena kita tidak sanggup membayar secara tunai, maka disediakan mekanisme pembayarannya yang dilakukan dengan cara mencicil sebanyak 36 kali selama 3 tahun


Kok bisa lebih mahal dari 18 juta?

Seharusnya harga motol Rp. 18 juta, biaya urusan lain2 total Rp. 2 juta, biaya keringinan cicilan Rp. 200 ribu dari subsidi pemerintah dan dari bank syariah bunganya 0%.[/quote]

coba deh dateng ke bank syariah,
yang kebetulan punya paket / program untuk cicilan pembelian motor, mobil, tanah dan/atau rumah.

bandingkan angka2x-nya, cara bayarnya, lama pembayarannya dan total nilai akhirnya,
lalu simpulkan sendiri .....

PostPosted: Thu Oct 28, 2010 8:33 pm
by yvptgxj
@rajawajar

Gue sebenarnya tidak bermaksud membantah penjelasan om. Gue justru cuma pura2 membela kehebatan bank syariah. Skenarionya: pemerintah mensubsidi cicilan pembeli melalui cicilan tdk langsung agar bunga bank syariah 0% dan harga motor tetap 18 juta (kalau perlu produsen motor diwajibkan menurunkan biaya riset hingga 90% agar harga motor lebih murah, menaikkan gaji karyawan 25%/tahun dan menghapuskan hak cipta supaya memacu pertumbuhan ilmuwan2 islam yg berdasarkan quran % hadis sehingga pakar2 ekonomi syariah seperti antonio2 mualaf bisa bertambah).

he...he...he

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Thu Oct 28, 2010 8:55 pm
by rajawajar
oohh ....,
diterima penjelasannya bro.

BTW.
nanti bakal ada judi syariah lo,
yang penting prinsipnya islami.

misal mengganti kata2x mempertaruhkan uang dengan,
menanamkan modal UNTUK usaha PADA,
atau ikut berpartisipasi pada :
SUATU KEMUNGKINAN DAN HASIL YANG BISA MENGUNTUNGKAN NANTINYA ....

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 12:21 am
by yvptgxj
@rajawajar

Gue barusan baca2 tentang kredit motor/mobil lewat google. Dalam perjanjian kredit, ada juga infaq. Apakah infaq itu akan menimbulkan biaya tambahan diluar harga barang?

Re:

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 12:37 am
by rajawajar
yvptgxj wrote:@rajawajar

Gue barusan baca2 tentang kredit motor/mobil lewat google. Dalam perjanjian kredit, ada juga infaq. Apakah infaq itu akan menimbulkan biaya tambahan diluar harga barang?



infak = provisi mungkin ....

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 12:58 am
by Bigman
rajawajar wrote:Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

Moslem2 nyang sok ugama eslaam, dikit2 ugama dikit2 ugama, bakalan kapok-dah pinjem fulus ke Bank Syariah......
Jeruk makan jeruk, moslem licik makan moslem nyang tulul, tiasa wae di ugama eslaam, HALAL WAE.........

ORANG **** MAKANAN ORANG PINTER
Ane pernah denger ntuh seruan, lupa sumbernya, apa ada ntuh haditsnye??? :lol:

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 2:21 am
by yvptgxj
yvptgxj wrote:@rajawajar

Gue barusan baca2 tentang kredit motor/mobil lewat google. Dalam perjanjian kredit, ada juga infaq. Apakah infaq itu akan menimbulkan biaya tambahan diluar harga barang?


rajawajar wrote:infak = provisi mungkin ....


Waduh! Kagak kagak tahu gue apa itu provisi...

*
*
*
Lanjut
*
*
*

Di link ini dikatakan bahwa bank syariah berperan sebagai pedagang perantara motor. Berhubung pedagang perantara butuh kelangsungan hidup, maka harga motor yg dibeli bank syariah akan dijual lebih tinggi ke nasabah bank syariah.

Yang jadi pertanyaan di kepala gue adalah:
1. Mana yang paling mendapat untung besar? Apakah bunga bank konvensional ataukah keuntungan dari menjual motor ke nasabah bank?
2. Darimana motor itu dibeli? Apakah langsung pesan dari pabrik kah? Atau dari dealer resmikah? Atau dari dealer non resmikah?
3. Mengapa tdk mengaku terus terang kalau bank syariah itu merangkap sebagai pedagang/penjual tdk resmi?
4. Bolehkah bank BCA (konvensional) merangkap usaha lain misal Usaha Channel BCA TV, Mall BCA, Bioskop BCA, BCA Fried Chicken, BCA Auto Car?

nb:
Sepertinya gue mencium persaingan tdk sehat disini.

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 4:06 am
by rationalist
Bank umum menggunakan istilah Indonesia atau Inggris. Bank syariah menggantinya dengan istilah Arab. Itu saja perbedaan utamanya. Dan untuk menghindari istilah bunga atau interest dibuatlah mekanisme bohong-bohongan tadi. Saya belum tau apakah dalam jual beli mobil atau rumah itu dikenakan pajak atau tidak. Kalau dikenakan, biaya transaksi semakin tinggi dan menguntungkan bagi pemerintah. Kalau tidak, bank syariah sudah melakukan pelanggaran undang-undang.
Sekiranya bank umum dari dulu mengganti istilah bunga/interest dengan istilah lain, "misalnya sewa uang", mungkin tidak akan lahir bank syariah.
Saya jadi ingat joke teman sekuliah saya orang Aceh. Sebuah mesjid di Aceh setengah jam sebelum sholat Jumat belum mendapatkan imam yang akan berkhotbah. Seorang pengurus ditugasi menghubungi orang-orang yang dianggap pantas berkhotbah. Ternyata semuanya berhalangan.
Dalam perjalanan kembali ke mesjid dan dalam perasaan putus asa, dia bertemu dengan pedagang keliling, orang Arab asli dan berjanggut. Segera dia hampiri pedagang keliling itu dan memintanya menjadi imam siang itu. Pedagang itu menolak dengan alasan bahwa dia awam soal agama. "Tidak apa-apa," kata pengurus mesjid itu. "Yang penting, nanti bapak berbicara total dalam bahasa Arab. Tidak soal mau ngomong apa, asal semuanya dalam bahasa Arab. Mereka tidak akan memahaminya. Keuntunganmu sehari akan saya ganti."
Setelah pakaiannya diganti, jadilah orang Arab itu berkhotbah. Dia bercerita tentang perjalanan hidupnya. Mulai dari masa kanak-kanak di Saudi Arabia hingga tiba di Aceh. Ada yang melongo, ada yang mengangguk-angguk dan ada yang terpana seolah-olah sedang berhadapan dengan Muhammad sendiri.
Pengurus yang diserahi mencari imam itu pun merasa lega!

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 7:01 am
by I__Muslim
@rajawajar

Aku itung2, yg soal nomor 1.

Si bahlul jadinya bayar utangnya sebesar 140juta ya?

100 pinjam, balikin utang 120, bli mobil harganya 120, di jual kembali dg harga 100

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 8:10 am
by Topsy KreeT
I__Muslim wrote:@rajawajar

Aku itung2, yg soal nomor 1.

Si bahlul jadinya bayar utangnya sebesar 140juta ya?

100 pinjam, balikin utang 120, bli mobil harganya 120, di jual kembali dg harga 100

Bukan begitu, tapi begini:
si fulan meminjamkan uang dengan menjual mobilnya kepada bahlul untuk dijual kembali. bahlul diwajibkan membayar mobil itu tahun depan seharga 120jt.
kemudian bahlul menjual mobil seharga 100jt kepada fulan sendiri.
Hasil penjualan itulah pinjaman kepada bahlul

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 9:35 am
by Pan Kobar
rationalist wrote:Bank umum menggunakan istilah Indonesia atau Inggris. Bank syariah menggantinya dengan istilah Arab. Itu saja perbedaan utamanya. Dan untuk menghindari istilah bunga atau interest dibuatlah mekanisme bohong-bohongan tadi. Saya belum tau apakah dalam jual beli mobil atau rumah itu dikenakan pajak atau tidak. Kalau dikenakan, biaya transaksi semakin tinggi dan menguntungkan bagi pemerintah. Kalau tidak, bank syariah sudah melakukan pelanggaran undang-undang.
Sekiranya bank umum dari dulu mengganti istilah bunga/interest dengan istilah lain, "misalnya sewa uang", mungkin tidak akan lahir bank syariah.
Saya jadi ingat joke teman sekuliah saya orang Aceh. Sebuah mesjid di Aceh setengah jam sebelum sholat Jumat belum mendapatkan imam yang akan berkhotbah. Seorang pengurus ditugasi menghubungi orang-orang yang dianggap pantas berkhotbah. Ternyata semuanya berhalangan.
Dalam perjalanan kembali ke mesjid dan dalam perasaan putus asa, dia bertemu dengan pedagang keliling, orang Arab asli dan berjanggut. Segera dia hampiri pedagang keliling itu dan memintanya menjadi imam siang itu. Pedagang itu menolak dengan alasan bahwa dia awam soal agama. "Tidak apa-apa," kata pengurus mesjid itu. "Yang penting, nanti bapak berbicara total dalam bahasa Arab. Tidak soal mau ngomong apa, asal semuanya dalam bahasa Arab. Mereka tidak akan memahaminya. Keuntunganmu sehari akan saya ganti."
Setelah pakaiannya diganti, jadilah orang Arab itu berkhotbah. Dia bercerita tentang perjalanan hidupnya. Mulai dari masa kanak-kanak di Saudi Arabia hingga tiba di Aceh. Ada yang melongo, ada yang mengangguk-angguk dan ada yang terpana seolah-olah sedang berhadapan dengan Muhammad sendiri.
Pengurus yang diserahi mencari imam itu pun merasa lega!


hahahaha................................
Andai arabian itu brcrita ttg petualangannya di gang Dolly mgkin org2 ttp melongo, mengangguk2, trkagum2, terpana..........

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Fri Oct 29, 2010 2:54 pm
by rajawajar
jadi akhirnya masalah siapa yang bicara,
bukan apa yang dibicarakan.....

persis seperti kita2x yang "Kluar" bicara ttg kebenaran,
dianggap salah.

tapi kalau momet arab yang bicara,
walaupun mengajarkan ttg kebencian, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan hal2x buruk lainnya,
tetap dianggap benar ....

itulah salah satu cara pemikiran yang absurd dan/atau kacau .....
:toimonster:

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Sat Oct 30, 2010 8:56 am
by rationalist
@ Pan Kobar,
Anda luar biasa kreatifnya! Kok cuma Dolly? Agar ceritanya lebih panjang dan honornya lebih tinggi, disambung saja dari Timur ke Barat. Dari Dolly (Surabaya) ke Sunan Kuning (Semarang), terus Sari Item (Bandung) hingga berakhir di Kramat Tunggak (Jakarta).

PostPosted: Tue Nov 02, 2010 1:50 am
by yvptgxj
Sundul ah

Re: Bank Syariah, Ciri Cara Berpikir Muslim Yang Absurd

PostPosted: Wed Nov 24, 2010 12:07 am
by TendiTuhfah
hahaha, berarti kl gamau rugi ga usah jual/beli mobil ya? apapun agamanya