.

Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Pembawa Pedang » Tue Jul 28, 2009 1:12 pm

Find wrote:kafir penipu ? wakakakakakaka......

makin lucu...

Apanya yg lucu... ..jika steve benar nyamar jadi muaalaf berarti dia kafir penipu... \:D/

love wrote:caranya menipu kalau nyerang musuh bilang dari kiri... padahal mau nyerang dari kanan.... hahahaha dipikir musuh tuch nggak punya taktik juga?? tidak memperhitungkan kenapa kok musuh bilang mau nyerang dari kiri???

Lha..saya bilang apa?...Artinya menipu dlm perang boleh khan..masaalah lawan mau percaya atau tidak ITU URUSAN LAIN..Paham ngga loh..

PP
Pembawa Pedang
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby I Want You » Tue Jul 28, 2009 1:39 pm

Pembawa Pedang wrote:Apanya yg lucu... ..jika steve benar nyamar jadi muaalaf berarti dia kafir penipu... \:D/


PP


Buruk Muka Cermin Di Belah !! :butthead: Muslim yang muallaf , kelihatan taqqiyanya di bilang kafir penipu ? :stun:

mendulang air terpercik muka sendiri !! muslim kok ngk tau malu yah ? :stun:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Muhammad Pagi » Tue Jul 28, 2009 2:25 pm

PP wrote:Sangat mungkin dia menipu Muslim.....
Jika steve menipu masuk Islam artinya dia sebagai kafir penipu......Itu bawaan dari "pihak kalian" tentunya.......tapi jika dia berkata benar..ngga ada lagi yang perlu dipermasaalahkan...

PP


Hahahaha, anda rupanya lebih banyak menutup logika dan mata hati anda pe. Kaum kafir sudah tau bahwa "karangan bebas" dari mualaf satu ini adalah bohong belaka. Anehnya, islam dalam hal ini muslim sangat mengagungkan dan menganggap kesaksian mualaf palsu ini adalah benar dan merupakan hal yang dibanggakan (termasuk anda pe).

Sifat menipu/bohong adalah sifat dasar penjahat (dari oknum iblis bg yg mempercayainya), dan mualaf ini ternyata lebih nyaman melancarkan sifat jahatnya BERSAMA dengan ISLAM serta islam juga MERESTUINYA dgn mengutip dan mencantumkan kesaksian bohongnya. Jadi memang pada dasarnya islam memang cocok bagi kaum yang memiliki sifat MENIPU dan BERBOHONG.
User avatar
Muhammad Pagi
 
Posts: 1210
Joined: Thu Nov 22, 2007 1:38 pm
Location: In front of U

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby mohnyet » Tue Jul 28, 2009 2:53 pm

PP,

Jangan luh tuh intel yahudi yah... koq makin lama makin ngejelekin ISLAM.
Maksud lu kalau steven itu nipu- berarti kafir penipu?? lah dia tuh muslim bos... makanya berani taqiya.

Coba masukin muslim penipu kesini, trus belagak jadi Kafir.
udah pasti dichallenge dulu pake syahadat:
"AULLOH ITU BARBAR dan MUHAMMAD itu setan tuyul"" wkwkwk

kalao ngga lolos, ngga bisa jadi kafir. blon lagi tantangan babi panggang. wkwkwk
mohnyet
 
Posts: 130
Joined: Wed Apr 15, 2009 10:52 am

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Pembawa Pedang » Tue Jul 28, 2009 4:47 pm

nyet wrote:Coba masukin muslim penipu kesini, trus belagak jadi Kafir.

ngga bakalan ada muslim belagak kafir karena muslim tak mau main main dlm urusan agama...apalagi urusan begituan ngga pernah diajar oleh Islam..Pura2 menjadi kafir bisa berakibat jadi kafir benaran..makanya Muslim tak bakalan melakukan itu...
Saya bangga di FFI dikenal sebagai muslim fanatik....

Beda dengan kalian..berani pura2 jadi muslim..Asal tujuan kalian tercapai...nyamar dianggap baik bagi kalian...

Kembali ke steve..jelas dia pura2 muallaf..aslinya kafir....kesimpulannya kafir itu penipu... :butthead:

PP
Pembawa Pedang
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby up1234go » Tue Jul 28, 2009 6:41 pm

Pembawa Pedang wrote:Sangat mungkin dia menipu Muslim.....
Jika steve menipu masuk Islam artinya dia sebagai kafir penipu......Itu bawaan dari "pihak kalian" tentunya.......tapi jika dia berkata benar..ngga ada lagi yang perlu dipermasaalahkan...

PP


Lagi nuangin versi pemikiranmu, ya?

Gua juga punya: Dia muslim lagi nyaru jadi muallaf!

----

Sumber:
1. Narasumber : Steven Indra Wibowo (Widjaja) (Disampaikan pada KOL Jum'at, 10 Juli 2009) atau di...
2. Sepak Terjang Mualaf Palsu Steven Indra

steven sang mualaf palsu wrote:Ada juga beberapa (saya menemukan sendiri) yang sampe berani (maaf) menawarkan free night show, pelayanan sex bebas (maaf), luar biasa memang kalau dipikirkan. Sebab inilah inti ajaran kristen yang berkembang di Indonesia yaitu ajaran dari Paulus, mengembangkan metode dengan cara apapun juga agar dapat membawa "domba tersesat" kembali.


up1234go wrote:What! benarkah ini!


steven sang mualaf palsu wrote:Ini jaman saya masih sekolah Theolog sudah ada dan sekarang menggunakan metode edukasi.


up1234go wrote:Cerita dia ini termasuk 100% hadits dhoif atau sebagian saja atau tidak?

Sebagai seorang theolog seharusnya dia tahu kontroversi ayat2 secara luar kepala (seperti ustadz jefry /abu gosok wasir). Kalau memang inti ajaran kristen seperti DIATAS, seharusnya para teolog islam menerbitkan buku2 untuk di edarkan? Bukankah kebenaran cerita lebih utama? Bukankah kebebasan mengemukakan pendapat itu penting, apalagi UU Anti Intimidasi milik United States of Indonesia maupun dari United States of America jelas menjaminnya.

Satu hal yang membuat saya heran, Kenapa hanya sesama muslim? Apakah hanya untuk memperkuat keyakinan sesama muslim saja?


steven sang mualaf palsu wrote:Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun di tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). Jika begitu maka Aisyah berusia 17-18 thn pada saat hijrah dan dinikahi 2 tahun berikutnya. Dan sekarang memang sudah jarang diajarkan disekolah.


up1234go wrote:Apakah ini berarti si steven setuju dengan pelarangan "lelaki tua bangka" menikahi "anak-anak dibawah umur"?

Kalau si steven menyetujui ini... berarti dia harus bisa meyakinkan si haji porno yakni datuk Rhoma Irama.

Sangat memalukan sekali jika si haji porno kalah soal "kebenaran" dengan si steven (mualaf palsu).

Ayo steven... gue mau tahu cerita versi elu selanjutnya! FFI menunggu kabar dari anda!

Gue sih berharap cerita si steven bisa menggugah si haji porno dan pemikiran ustadz/kyai/habib/hajjah di seluruh indonesia agar jangan melegalkan pernikahan "tua bangka" dengan "anak2 dibawah umur".

Kalau perlu dipercepat UU anti pernikahan "tua bandot" dengan "anak2 dibawah umur."


Tapi yang jelas dia ini muslim mengaku mualaf sambil menanamkan doktrin tertentu kesesama muslim.
Last edited by up1234go on Sat Sep 19, 2009 7:25 pm, edited 2 times in total.
up1234go
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby kunkun » Wed Jul 29, 2009 6:41 pm

seru juga ya, padahal awalnya gw ke faith freedom cuma iseng, eh ketagihan juga \:D/ banyak komen lucu lucu hehehe
kunkun
 
Posts: 19
Joined: Mon Jul 27, 2009 4:05 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby HILLMAN » Tue Aug 04, 2009 8:50 am

Mrmink9 wrote:Hehe pada ngiri ya. Lagi2 yg masuk islam adlh pentolan2 kristen, bahkan blon ada setahunan ini ada pendeta+keluarganya di daerah pamulang tangerang juga masuk islam
Tapi ngomong2 kalau manusia disuruh nyembah manusia memang susah kecuali kalo pakai bagi2 beras sma indomie :p sama pake penjajahan+pembantaian(vietnam, filipin, indonesia, bosnia, irak, afghanistan)
SEJARAH MENCATAT...
"Christianity is the most ridiculous, the most absurd and bloody religion that has ever infected the world."
AYAT ALKITAB YG MENJADI DASAR PEMBANTAIAN2 YG PERNAH TERJADI DI SELURUH DUNIA OLEH KRISTEN:
"Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."" (1 Samuel 15:3).

*pasti nanti dihapus karena kristen takut keliatan jadul n bobroknya*


Alhamdulillah pada ajaran kristen dihapus sesuai keyakinan anda yang mengatakan "pasti", sehingga tidak menjadi seperti ajaran ISLAM yang berusaha di-abadi-kan oleh pengikutnya dengan karya terorisme.
User avatar
HILLMAN
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby silly » Tue Aug 04, 2009 10:40 am

steven sang mualaf palsu wrote:Ada juga beberapa (saya menemukan sendiri) yang sampe berani (maaf) menawarkan free night show, pelayanan sex bebas (maaf), luar biasa memang kalau dipikirkan. Sebab inilah inti ajaran kristen yang berkembang di Indonesia yaitu ajaran dari Paulus, mengembangkan metode dengan cara apapun juga agar dapat membawa "domba tersesat" kembali.


:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
gokil cuy!!masa bruder kaga tau klo paulus itu PERJAKA TING2 sampe matinya..klo dia ngajarin sex sihh sama aja jeruk makan semangka..atw org buta menuntun org buta.. mengutip steven : "luar biasa memang kalau dipikirkan"..
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
silly
 
Posts: 86
Joined: Wed Jul 29, 2009 4:59 pm

Re: Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby silly » Thu Aug 06, 2009 3:02 pm

1.
diketahui :
Irena Handono wrote:Sebelum memutuskan memeluk Islam, Indra adalah seorang penganut Katolik yang taat. Ayahnya adalah salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel.


ditanya :
penganut katolik apa yg mengangap GKI itu gereja katolik??

diawab :
penganut katolik palsu!!

2.
diketahui :
Irena Handono wrote:Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia.


ditanya :
gereja katolik apa yg jemaat-taat-nya bukan aktif gereja katolik, malah d GKI dan GBI??

dijawab :
gereja katolik palsu!!

3.
diketahui :
Irena Handono wrote:Karena itu, tak mengherankan jika sang ayah menginginkan Indra kelak mengikuti jejaknya dengan menjadi seorang bruder (penyebar ajaran Katolik—Red).


ditanya :
bruder apa yg gatau definisi bruder??

dijawab :
bruder palsu!!

..ini bocoran 3 soal pertama "mengenali mualaf palsu"..bwt para muslim yg doyan menipu, saya kasi tau nih bruder itu adalah biarawan gereja katolik, bukan penyebar agama katolik, klo biarawati disebutnya suster (logika aja -> brother, sister)..dan d gereja katolik atw gerja2 lain ga ada tuh yg namanya "penyebar agama", biar kalian tau nih..makanya murtad deh buru2 biar kaga guobluok kyk gini, kasian bangsa kita trus2an ditipu auloh..trus, lain kli klo bikin berita paslu jgn salah lg yaa..

:lol: :lol: :lol:
silly
 
Posts: 86
Joined: Wed Jul 29, 2009 4:59 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Simon Templar » Thu Aug 06, 2009 11:29 pm

Irena Handono wrote:Aku sempet bingung cari postingan ini diobrolan santai ehh rupanya dipindah ke sini sorry mod, dah repot mindahin,

Buat yang mau lebih kenal dengan si penipu Steven Indra ini, di dapat dari muallaf.com, Alamat Facebook si Penipu Steven Indra Muallaf Idola Kaum Barbar Muslim


Alamat facebooknya kosong tidak ada fotonya, ndak seperti yang ditampilkan oleh ts
http://www.facebook.com/stevenindra
jangan-jangan bener, doi mualaf gadungan :lol:
User avatar
Simon Templar
 
Posts: 187
Joined: Fri Jul 31, 2009 7:56 am

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby HILLMAN » Fri Aug 07, 2009 4:30 pm

Tertangkap basah kisah fitnah dan jual obat palsunya, langsung gulung lapak..... buron. :lol:
User avatar
HILLMAN
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Kafiru euy » Sat Aug 08, 2009 4:41 pm

Salut atas kinerja tim FFI dlm menangkap kebohongan publik ini =D> . Sudah saatnya kebenaran harus ditegakkan, kasihan ye kaum muslim sampe ngarang cerita biar oplah na laku & sekaligus menaikkan pamor bahwa agama na lebih superior dr "yg lainnya".

Taktik lama nih ye \:D/
Kafiru euy
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby silly » Sat Aug 08, 2009 7:16 pm

4.
diketahui :
Irena Handono wrote:Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sejak usia dini ia sudah digembleng untuk menjadi seorang bruder. Oleh sang ayah, Indra kecil kemudian dimasukkan ke sekolah khusus para calon bruder Pangudi Luhur di Ambarawa, Jawa Tengah. Hari-harinya ia habiskan di sekolah berasrama itu. Pendidikan kebruderan tersebut ia jalani hingga jenjang SMP. ‘’Setamat dari Pangudi Luhur, saya harus melanjutkan ke sebuah [b]sekolah teologi SMA di bawah Yayasan Pangudi Luhur,’’ ujarnya.


ditanya :
ayah katolik, aktif d gbi dan gki, menyuruh anak masuk sekolah khusus bruder, bruder punya anak, yayasan pangudi luhur punya sekolah teologi..apa yg terjadi??

dijawab :
palsu!!

5.
diketahui :
Irena Handono wrote:Karena untuk menjadi seorang bruder, minimal harus memiliki ijazah diploma tiga (D3), selepas menamatkan pendidikan teologia di SMA tahun 1999, Indra didaftarkan ke Saint Michael’s College di Worcestershire, Inggris, yaitu sebuah sekolah tinggi khusus Katolik. Di negeri Ratu Elizabeth itu, pria yang kini menjabat sebagai sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini mengambil jurusan Islamologi.

Selama menempuh pendidikan di Saint Michael’s College ini, Indra mempelajari mengenai hadis dalam ajaran Islam. ‘’Intinya, kita mempelajari hadis dan riwayatnya itu untuk mencari celah agar orang Muslim percaya, bahwa apa yang diajarkan dalam agama mereka tidak benar. Memang kita disiapkan untuk menjadi seorang penginjil atau misionaris,’’ paparnya. Bahkan, untuk mengemban tugas sebagai seorang penginjil, ia harus melakoni prosesi disumpah tidak boleh menikah dan harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuhan.


ditanya :
bruder apa yang..??

dijawab :
palsu!!

6.
diketahui :
Irena Handono wrote:Namun, seiring dengan aktivitasnya sebagai seorang penginjil, justru mulai timbul keraguan dalam dirinya atas apa yang ia pelajari selama ini. Apa yang dipelajarinya, bertolak belakang dengan buku-buku yang ia temui di toko-toko buku. Hingga akhirnya, suatu hari tatkala mendatangi sebuah toko buku ternama di Jakarta, ia menemukan sebuah buku karangan Imam Ghazali. Buku yang mengulas mengenai hadis dan sejarah periwayatannya itu cukup menarik perhatiannya.

Dari semula hanya sekadar iseng membaca gratis sambil berdiri di toko buku tersebut, Indra akhirnya memutuskan untuk membelinya. ‘’Setelah saya baca dan pelajari buku tersebut, ternyata banyak referensi dan penjelasan mengenai hadis yang diriwa -yatkan oleh Bukhari dan Muslim. Akhirnya, saya juga memutuskan untuk membeli buku kumpulan hadis-hadis Bukhari dan Muslim,’’ kata dia.

Berawal dari sinilah, Indra mulai mengetahui bahwa hadishadis yang selama ini dipelajarinya di Saint Michael’s College, ternyata tidak diakui oleh umat Islam sendiri. ‘’Hadis-hadis yang saya pelajari tersebut ternyata maudhu’ (palsu). Dari sana, kemudian saya mulai mencari-cari hadis yang sahih,’’ tukasnya.''

Dari Katedral ke Istiqlal
Keinginan Indra untuk mempelajari ajaran Islam, tak hanya sampai di situ. Di sela-sela tugasnya sebagai seorang penganut Katolik, diam-diam Indra mulai mempelajari gerakan shalat. Kegiatan belajar shalat itu ia lakukan selepas menjalankan ritual ibadah Minggu di gereja Katedral, Jakarta. Tak ada yang mengetahui kegiatan ‘mengintipnya’ itu, kecuali seorang adik laki-lakinya. Namun, sang adik diam saja atas perilakunya itu.

‘’Ketika waktu shalat zuhur datang dan azan berkumandang dari seberang (Masjid Istiqlal—Red), kalung salib saya masukkan ke dalam baju, sepatu saya lepas dan titipkan. Kemudian, saya pinjam sandal tukang sapu kebun di Katedral. Setelah habis shalat, saya balik lagi mengenakan kalung salib dan kembali ke Katedral,’’ paparnya.

Aktivitasnya yang ‘konyol’ di mata sang adik itu, ia lakoni selama dua bulan. Dan, berkat kerja sama sang adik pula, tindakan yang ia lakukan tersebut tidak sampai ketahuan oleh ayahnya. Dari situ, lanjut Indra, ia baru sebatas mengetahui orang Islam itu shalat empat rakaat dan selama shalat diam semua. Tahap berikutnya, ayah satu orang putri ini mulai belajar shalat maghrib di sebuah masjid di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Ketika itu, ia beserta keluarganya tinggal di wilayah tersebut.

‘’Dari situ, saya mulai mengetahui ternyata ada juga shalat yang bacaannya keras. Kemudian, saya mulai mempelajari shalat-shalat apa saja yang bacaannya dikeraskan dan tidak.’’ Setelah belajar shalat zuhur dan maghrib, ia melanjutkan dengan shalat isya, subuh, dan ashar. Kesemua gerakan dan bacaan shalat lima waktu tersebut ia pelajari secara otodidak, yakni dengan cara mengikuti apa yang dilakukan oleh jamaah shalat. Sampai tata cara berwudhu pun, menurut penuturannya, ia pelajari dan hafal dengan menirukan apa yang dilakukan oleh para jamaah shalat.

‘’Saya lihat orang berwudhu, ingat-ingat gerakannya, baru setelah sepi saya mempraktikkannya. Dan, Alhamdulillah dalam waktu seminggu saya sudah bisa hafal gerakan berwu -dhu. Begitu juga, dengan gerakan shalat dan bacaannya. Saya melihat gerakan imam dan mendengar bacaannya sambil berusaha mengingat dan menghafalnya,’’ terang Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga), sebuah lembaga yang mewadahi silahturahim, informasi, konsultasi, dan pembinaan agama Islam.

Untuk memperdalam pengetahuannya mengenai tata cara ibadah shalat, Indra pun mencoba mencari tahu arti dan makna dari setiap gerakan serta bacaan dalam shalat, melalui buku-buku panduan shalat yang harganya relatif murah. Melalui shalat ini, ungkap Indra, ia menemukan suatu ibadah yang lebih bermakna, lebih dari hanya sekadar duduk, kemudian mendengarkan orang ceramah dan kadang sambil tertidur, akhirnya tidak dapat apa-apa dan hampa.

‘’Ibaratnya sebuah bola bowling, tampak di permukaan luar -nya keras dan kokoh, tetapi di dalamnya kosong. Berbeda de ngan ibadah shalat yang ibaratnya sebuah kelereng kecil, wa lau pun kecil, di dalamnya padat. Saya lebih memilih menjadi se buah kelereng kecil daripada bola bowling tersebut,’’ ujar nya mengumpamakan ibadah yang pernah ia lakoni sebelum menjadi Muslim dan sesudahnya.

Tujuh jahitan
Setelah merasa mantap, Indra pun memutuskan untuk masuk Islam dengan dibantu oleh seorang temannya di Serang, Banten. Peristiwa itu terjadi sebelum datangnya bulan Ramadhan di tahun 2000. Keislamannya ini, kata dia, baru diketahui oleh kedua orang tuanya setelah ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Kabar mengenai keislamannya ini diketahui orang tuanya dari para rekan bisnis sang ayah.

Karena mungkin pada waktu itu, papa saya sedang mengerjakan proyek pembangunan resort di wilayah Muara Karang dan Pluit, makanya papa punya banyak kenalan dan teman. Dan, mungkin orang-orang itu sering melihat saya datang ke masjid dan mengenakan peci, makanya dilaporkan ke papa, kenangnya. Ayahnya pun memutuskan untuk mengirim orang untuk memata-matai setiap aktivitas Indra sehari-hari. Setelah ada bukti nyata, ia kemudian dipanggil dan disidang oleh ayahnya. Saya beri penjelasan kepada beliau bahwa Islam itu bagi saya adalah pegangan hidup.

Di hadapan ayahnya, Indra mengatakan bahwa selama menjalani pendidikan calon bruder, dirinya mendapatkan kenyataan bahwa pastur yang selama ini ia hormati ternyata melakukan perbuatan asusila terhadap para suster. Demikian juga, dengan para frater yang menghamili siswinya dan para bruder yang menjadi homo. Ibaratnya saya pegangan ke sebuah pohon yang rantingranting daunnya pada patah, dan saya rasa pohon itu sudah mau tumbang kalau diterpa angin. Sampai akhirnya, saya ketemu dengan sebatang bambu kecil, yang tidak akan patah meski diterpa angin.

Seakan tidak terima dengan penjelasan sang anak, ayahnya pun menampar Indra hingga kepalanya terbentur ke kaca. Beruntung saat kejadian tersebut sang ibu langsung membawa Indra ke Rumah Sakit Atmajaya. Sebagai akibatnya, ia mendapatkan tujuh jahitan di bagian dahinya. Kendati begitu, ibunya tetap tidak bisa menerima keputusan putra pertamanya tersebut.

Tidak hanya mendapatkan tujuh jahitan, oleh ayahnya kemudian Indra diusir setelah dipaksa harus menandatangani surat pernyataan di hadapan notaris, mengenai pelepasan haknya seba gai salah satu pewaris dalam keluarga. Saya tidak boleh menerima semua fasilitas keluarga yang menjadi hak saya,ujarnya. Meski hidup dengan penuh cobaan, ungkap Indra, masih ada Allah SWT yang menyayanginya dan membukakan pintu rezeki untuknya. Salah satunya, proposal pengajuan beasiswa yang ia sampaikan ke Universitas Bina Nusantara (Binus) disetujui. Di Binus juga, ia mempunyai waktu luang dan kesempatan untuk menyampaikan syiar Islam, baik melalui forumforum pengajian maupun internet.

Karena itu, saya melihat mualaf itu ibaratnya sebuah besi yang baru jadi. Jadi, saatnya Allah menempa kita dan menjadikannya sebilah pedang. Jadi, kalau tidak ditempa, tidak akan tajam, katanya. nidia zuraya (RioL)

Biodata
Nama : Indra Wibowo
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1981
Masuk Islam : 2000
Status : Menikah dan mempunyai satu orang putri
Pendidikan Akhir : Sarjana (S1) Komunikasi Universitas Padjadjaran
Aktivitas :
- Sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)
- Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga)


ditanya :
....??

dijawab :
berita palsu!!

yaa karena yg membuat soal sudah muak dengan kebohongan islami..jd ia minta diri dari thread ini..semoga ada (berita) mualaf palsu lg, supaya muslim d sini lebih terbuka pikirannya..
silly
 
Posts: 86
Joined: Wed Jul 29, 2009 4:59 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Pek Tay » Tue Aug 11, 2009 3:50 am

Di hadapan ayahnya, Indra mengatakan bahwa selama menjalani pendidikan calon bruder, dirinya mendapatkan kenyataan bahwa pastur yang selama ini ia hormati ternyata melakukan perbuatan asusila terhadap para suster. Demikian juga, dengan para frater yang menghamili siswinya dan para bruder yang menjadi homo.


disini makin keliatan ngibulnya....
kenapa gak sekalian ditulis pastur, bruder, frater, dan suster menganut pedophilia?
eh gak boleh ya? ntar saingan dong ama si mokmed....
Pek Tay
 
Posts: 26
Joined: Sun Jan 04, 2009 4:44 am

Postby up1234go » Tue Aug 11, 2009 4:23 am

Simon Templar wrote:Alamat facebooknya kosong tidak ada fotonya, ndak seperti yang ditampilkan oleh ts
http://www.facebook.com/stevenindra
jangan-jangan bener, doi mualaf gadungan :lol:


Bro! mati satu tumbuh seribu! Untung saja kebebasan di internet masih berjalan saat ini. Tersebarnya berita "mualafnya si steven" tidak akan terbentung lagi karena allah swt sudah merestuinya.

SUAMI MURTAD wrote:@ seluruh aktivis / netter non-muslim di FFI :

Ini fitnah dan karangan muslim yang digembar-gemborkan ke seantero dunia. Mereka sudah menyebarkan "cerita palsu" ini ke berbagai situs dan blog-situs dengan cara Copy-Paste sama persis (including: kesalahan-kekeliruannya).

Alamat situs Islam
http://swaramuslim.net/islam/comments.p ... 78_0_4_0_C
http://www.hadielislam.com/indo/mereka- ... halat.html
http://www.republika.co.id/berita/60441
http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/mu ... ena-shalat
http://kotasantri.com/bilik/mualaf/2009 ... ena-shalat
http://milis-iqra.blogspot.com/2009/07/ ... islam.html
http://forum-swaramuslim.net/komentar/index-forum.php
http://swaramuslim.com/islam/weblog.php
http://epaper.republika.co.id/print/60441
http://azzamudin.wordpress.com/2009/07/ ... -umat-nya/
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=100919582
http://badrislam.blogspot.com/2009_07_06_archive.html
http://www.deyaboo.net/web-result/5/.:p ... lam:..html
http://berlian09.blogspot.com/2009_07_01_archive.html
http://bemuslim.blogspot.com/2009/04/ko ... putar.html
http://muslim-mualaf.blogspot.com/2009/ ... ancis.html
http://masnuhu.blogspot.com/
up1234go
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Le~Ciel » Fri Aug 14, 2009 10:05 am

Pembawa Pedang wrote:Kembali ke steve..jelas dia pura2 muallaf..aslinya kafir....kesimpulannya kafir itu penipu... :butthead:


trus muslim percaya ama penipu macam steven indra klo dy mualaf lagi, lucu bgt
Le~Ciel
 
Posts: 35
Joined: Fri Aug 14, 2009 9:33 am

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby tekroriz » Wed Aug 19, 2009 9:56 pm

ikutan ah....
hai hamba mahmud, tidak hai kepada yang bukan....
GKI = GEREJA KATOLIK INDONESIA ?????
GBI = GEREJA BRUDER INDONESIA ?????
maap kpd anggota jemaat kedua gereja diatas, bkn maksud menghina. cm mungkin itu yg dikira kepanjangan & ada dipikiran para hamba si mahmud phedophilia itu.
asli ngakak gw....
tekroriz
 
Posts: 96
Joined: Mon Aug 17, 2009 10:47 am

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Pederasty » Sun Aug 23, 2009 2:47 am

Kalo pun benar ortu Steve ini, yang konon pengurus gereja ini marah atas kemualafan putranya, wajar dong, kalo ortu waras nggak mau anaknya jadi ****, sholat melulu, ngoceh mantra arab tanpa tau arti, jadi teroris tukang ngebom.

Belum lagi berat jodoh kalo mau cari pasangan dari sesama suku.
Iseng2 tanya deh sama salah satu cewek sesuku Steve tapi yang kafir, ada kepikir nggak buat masuk islam, jawaban umum #1 adalah:
"NGGAK MAU AH! NTAR DIPOLIGAMI!!"
Itu pun dari cewek kafir yang nggak terlalu peduli islam. Bagaimana jawaban dari cewek kafir yang udah ngerti? Mudahkah para 'Steve2 lain" dapet jodoh sesuku?

Aku ambil contoh "jodoh sesuku" karena kecenderungan umum kita untuk lebih bisa menerima & diterima oleh pasangan dari orang sesuku karena alasan sosial kultur aja. Meskipun dalam beberapa pasangan beda suku, masalah ini teratasi dengan baik.

Berdasar hal2 lucu dari kesaksian Steve yang udah dibahas (baca:diketawain) ama bro sis di atas, kayaknya para ortu Steve ini udah muslim duluan. Analisa aja, nggak perlu cari link, ngapain?!! Sorry kalo salah.

Ortu muslim biarpun yang sesuku Steven, pasti mendoktrin anak2nya sama seperti muslim pada umumnya.
Steve ini nggak pernah tau bagaimana rasanya jadi kafir, yang nggak pernah dilarang bahkan dididik untuk mempertanyakan segala sesuatu.

Dengan kebiasaan kritis dari kecil ini seorang kafir yang dalam kecerobohannya nyemplung ke islam, kebanyakan pikirannya akan bergolak. Akibatnya (1)kabur, (2)diam-diam kabur, ato(3) udah terlanjur jadi tetap islam aja karena bla3x...dst.
Postingan2 para mualaf murtad di IFF membuktikannya.

Balik ke Steve, kalo MISAL benar dia adalah kafir ceroboh yang mualaf, buat dia point (1) & (2) nggak terjadi tuh. Yang paling mungkin adalah point (3) udah terlanjur nyemplung, kalo keluar bisa mati, ya udah, tetep islam aja.

Tapi kalo Steve ini muslim dari kecil dari ortu muslim, semuanya klop.
Steve, yang sesuai naturnya sebagai muslim, menipu sesama muslim, memfinah, make up story tapi malas mengecek sumber Gereja, merasa aman nggak bakal ketauan bohong karena tau betul kebodohan kaumnya yang pasti akan menelan mentah2 ceritanya.
Dia tau betul dan memanfaatkan kebodohan kaumnya yang gampang percaya hoax!
Pederasty
 
Posts: 403
Joined: Sat Jul 18, 2009 2:27 am
Location: Indonesia Bagian Kafir

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby cuman_liat_liat » Sun Aug 23, 2009 8:07 pm

Pembawa Pedang wrote:Contoh konkritnya Ketika amerika - si bangsa laknat itu - ingin membantai rakyat Iraq dicukup nipu masyarakat internasional dgn ucapan Iraq punya senjata pemusnah masaal...Ketika ingin membantai rakyat Afghan cukup ngomong mau nangkap Usamah Bin Ladin sang Mujahiddin itu...

PP

1.bukannya jihad indonesia ditolak ya oleh afgan? karena mereka tau jihad indo ingin menolong al qaeda sedang rakyat afgan ditindas al qaeda. padalan rakyat afgan seneng2 tuh amrik datang karena mau dibebasin dari diktator
2.jihad indonesia ditolak sekali lagi oleh mesir saat ingin menolong palestina. tak tung tak tung
3.karena jihad ke negara orang tak berhasil maka berjihad di negara sendiri (kasihan orang2 australia disama dng amrik)

tentang kesaksiannya tadi comment saya : bohong juga pakai otak lho...
cuman_liat_liat
 
Posts: 20
Joined: Sun Aug 23, 2009 4:17 pm

PreviousNext

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users