.

Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Akukomkamu » Fri Oct 29, 2010 11:36 am

Islam ada dan berdiri dr sebuah KEBOHONGAN dan FITNAH pada Tuhan jadi pantaslah kalo sang umat mentauladani ajarannya!!!




Pisss... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby true faith » Fri Oct 29, 2010 7:00 pm

Irena Handono wrote:Ini kesaksian berasal dari situs swaramuslim yang tak ubahnya tempat sampah, hahahahah


Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam Karena Shalat

Katagori : Journey to Islam
Oleh : Redaksi 11 Jul 2009 - 11:00 am
Image

Seorang mualaf ibarat besi yang baru jadi. Saatnya Allah menempa kita dan menjadikannya sebilah pedang. Kalau tidak ditempa, tidak akan tajam.

Bagi Steven Indra Wibowo, agama adalah sebuah pilihan hidup. Seperti filosofi yang dianut oleh para leluhurnya, setiap pilihan inilah yang nantinya menjadi pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan. ‘’Bagi saya, Islam adalah pegangan hidup,’’ ujar pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1981 ini kepada Republika.

Image

Sebelum memutuskan memeluk Islam, Indra adalah seorang penganut Katolik yang taat. Ayahnya adalah salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel. Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia. Karena itu, tak mengherankan jika sang ayah menginginkan Indra kelak mengikuti jejaknya dengan menjadi seorang bruder (penyebar ajaran Katolik—Red).

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sejak usia dini ia sudah digembleng untuk menjadi seorang bruder. Oleh sang ayah, Indra kecil kemudian dimasukkan ke sekolah khusus para calon bruder Pangudi Luhur di Ambarawa, Jawa Tengah. Hari-harinya ia habiskan di sekolah berasrama itu. Pendidikan kebruderan tersebut ia jalani hingga jenjang SMP. ‘’Setamat dari Pangudi Luhur, saya harus melanjutkan ke sebuah sekolah teologi SMA di bawah Yayasan Pangudi Luhur,’’ ujarnya.

Karena untuk menjadi seorang bruder, minimal harus memiliki ijazah diploma tiga (D3), selepas menamatkan pendidikan teologia di SMA tahun 1999, Indra didaftarkan ke Saint Michael’s College di Worcestershire, Inggris, yaitu sebuah sekolah tinggi khusus Katolik. Di negeri Ratu Elizabeth itu, pria yang kini menjabat sebagai sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini mengambil jurusan Islamologi.

Selama menempuh pendidikan di Saint Michael’s College ini, Indra mempelajari mengenai hadis dalam ajaran Islam. ‘’Intinya, kita mempelajari hadis dan riwayatnya itu untuk mencari celah agar orang Muslim percaya, bahwa apa yang diajarkan dalam agama mereka tidak benar. Memang kita disiapkan untuk menjadi seorang penginjil atau misionaris,’’ paparnya. Bahkan, untuk mengemban tugas sebagai seorang penginjil, ia harus melakoni prosesi disumpah tidak boleh menikah dan harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuhan.

Namun, seiring dengan aktivitasnya sebagai seorang penginjil, justru mulai timbul keraguan dalam dirinya atas apa yang ia pelajari selama ini. Apa yang dipelajarinya, bertolak belakang dengan buku-buku yang ia temui di toko-toko buku. Hingga akhirnya, suatu hari tatkala mendatangi sebuah toko buku ternama di Jakarta, ia menemukan sebuah buku karangan Imam Ghazali. Buku yang mengulas mengenai hadis dan sejarah periwayatannya itu cukup menarik perhatiannya.

Dari semula hanya sekadar iseng membaca gratis sambil berdiri di toko buku tersebut, Indra akhirnya memutuskan untuk membelinya. ‘’Setelah saya baca dan pelajari buku tersebut, ternyata banyak referensi dan penjelasan mengenai hadis yang diriwa -yatkan oleh Bukhari dan Muslim. Akhirnya, saya juga memutuskan untuk membeli buku kumpulan hadis-hadis Bukhari dan Muslim,’’ kata dia.

Berawal dari sinilah, Indra mulai mengetahui bahwa hadishadis yang selama ini dipelajarinya di Saint Michael’s College, ternyata tidak diakui oleh umat Islam sendiri. ‘’Hadis-hadis yang saya pelajari tersebut ternyata maudhu’ (palsu). Dari sana, kemudian saya mulai mencari-cari hadis yang sahih,’’ tukasnya.''

Dari Katedral ke Istiqlal
Keinginan Indra untuk mempelajari ajaran Islam, tak hanya sampai di situ. Di sela-sela tugasnya sebagai seorang penganut Katolik, diam-diam Indra mulai mempelajari gerakan shalat. Kegiatan belajar shalat itu ia lakukan selepas menjalankan ritual ibadah Minggu di gereja Katedral, Jakarta. Tak ada yang mengetahui kegiatan ‘mengintipnya’ itu, kecuali seorang adik laki-lakinya. Namun, sang adik diam saja atas perilakunya itu.

‘’Ketika waktu shalat zuhur datang dan azan berkumandang dari seberang (Masjid Istiqlal—Red), kalung salib saya masukkan ke dalam baju, sepatu saya lepas dan titipkan. Kemudian, saya pinjam sandal tukang sapu kebun di Katedral. Setelah habis shalat, saya balik lagi mengenakan kalung salib dan kembali ke Katedral,’’ paparnya.

Aktivitasnya yang ‘konyol’ di mata sang adik itu, ia lakoni selama dua bulan. Dan, berkat kerja sama sang adik pula, tindakan yang ia lakukan tersebut tidak sampai ketahuan oleh ayahnya. Dari situ, lanjut Indra, ia baru sebatas mengetahui orang Islam itu shalat empat rakaat dan selama shalat diam semua. Tahap berikutnya, ayah satu orang putri ini mulai belajar shalat maghrib di sebuah masjid di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Ketika itu, ia beserta keluarganya tinggal di wilayah tersebut.

‘’Dari situ, saya mulai mengetahui ternyata ada juga shalat yang bacaannya keras. Kemudian, saya mulai mempelajari shalat-shalat apa saja yang bacaannya dikeraskan dan tidak.’’ Setelah belajar shalat zuhur dan maghrib, ia melanjutkan dengan shalat isya, subuh, dan ashar. Kesemua gerakan dan bacaan shalat lima waktu tersebut ia pelajari secara otodidak, yakni dengan cara mengikuti apa yang dilakukan oleh jamaah shalat. Sampai tata cara berwudhu pun, menurut penuturannya, ia pelajari dan hafal dengan menirukan apa yang dilakukan oleh para jamaah shalat.

‘’Saya lihat orang berwudhu, ingat-ingat gerakannya, baru setelah sepi saya mempraktikkannya. Dan, Alhamdulillah dalam waktu seminggu saya sudah bisa hafal gerakan berwu -dhu. Begitu juga, dengan gerakan shalat dan bacaannya. Saya melihat gerakan imam dan mendengar bacaannya sambil berusaha mengingat dan menghafalnya,’’ terang Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga), sebuah lembaga yang mewadahi silahturahim, informasi, konsultasi, dan pembinaan agama Islam.

Untuk memperdalam pengetahuannya mengenai tata cara ibadah shalat, Indra pun mencoba mencari tahu arti dan makna dari setiap gerakan serta bacaan dalam shalat, melalui buku-buku panduan shalat yang harganya relatif murah. Melalui shalat ini, ungkap Indra, ia menemukan suatu ibadah yang lebih bermakna, lebih dari hanya sekadar duduk, kemudian mendengarkan orang ceramah dan kadang sambil tertidur, akhirnya tidak dapat apa-apa dan hampa.

‘’Ibaratnya sebuah bola bowling, tampak di permukaan luar -nya keras dan kokoh, tetapi di dalamnya kosong. Berbeda de ngan ibadah shalat yang ibaratnya sebuah kelereng kecil, wa lau pun kecil, di dalamnya padat. Saya lebih memilih menjadi se buah kelereng kecil daripada bola bowling tersebut,’’ ujar nya mengumpamakan ibadah yang pernah ia lakoni sebelum menjadi Muslim dan sesudahnya.

Tujuh jahitan
Setelah merasa mantap, Indra pun memutuskan untuk masuk Islam dengan dibantu oleh seorang temannya di Serang, Banten. Peristiwa itu terjadi sebelum datangnya bulan Ramadhan di tahun 2000. Keislamannya ini, kata dia, baru diketahui oleh kedua orang tuanya setelah ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Kabar mengenai keislamannya ini diketahui orang tuanya dari para rekan bisnis sang ayah.

Karena mungkin pada waktu itu, papa saya sedang mengerjakan proyek pembangunan resort di wilayah Muara Karang dan Pluit, makanya papa punya banyak kenalan dan teman. Dan, mungkin orang-orang itu sering melihat saya datang ke masjid dan mengenakan peci, makanya dilaporkan ke papa, kenangnya. Ayahnya pun memutuskan untuk mengirim orang untuk memata-matai setiap aktivitas Indra sehari-hari. Setelah ada bukti nyata, ia kemudian dipanggil dan disidang oleh ayahnya. Saya beri penjelasan kepada beliau bahwa Islam itu bagi saya adalah pegangan hidup.

Di hadapan ayahnya, Indra mengatakan bahwa selama menjalani pendidikan calon bruder, dirinya mendapatkan kenyataan bahwa pastur yang selama ini ia hormati ternyata melakukan perbuatan asusila terhadap para suster. Demikian juga, dengan para frater yang menghamili siswinya dan para bruder yang menjadi homo. Ibaratnya saya pegangan ke sebuah pohon yang rantingranting daunnya pada patah, dan saya rasa pohon itu sudah mau tumbang kalau diterpa angin. Sampai akhirnya, saya ketemu dengan sebatang bambu kecil, yang tidak akan patah meski diterpa angin.

Seakan tidak terima dengan penjelasan sang anak, ayahnya pun menampar Indra hingga kepalanya terbentur ke kaca. Beruntung saat kejadian tersebut sang ibu langsung membawa Indra ke Rumah Sakit Atmajaya. Sebagai akibatnya, ia mendapatkan tujuh jahitan di bagian dahinya. Kendati begitu, ibunya tetap tidak bisa menerima keputusan putra pertamanya tersebut.

Tidak hanya mendapatkan tujuh jahitan, oleh ayahnya kemudian Indra diusir setelah dipaksa harus menandatangani surat pernyataan di hadapan notaris, mengenai pelepasan haknya seba gai salah satu pewaris dalam keluarga. Saya tidak boleh menerima semua fasilitas keluarga yang menjadi hak saya,ujarnya. Meski hidup dengan penuh cobaan, ungkap Indra, masih ada Allah SWT yang menyayanginya dan membukakan pintu rezeki untuknya. Salah satunya, proposal pengajuan beasiswa yang ia sampaikan ke Universitas Bina Nusantara (Binus) disetujui. Di Binus juga, ia mempunyai waktu luang dan kesempatan untuk menyampaikan syiar Islam, baik melalui forumforum pengajian maupun internet.

Karena itu, saya melihat mualaf itu ibaratnya sebuah besi yang baru jadi. Jadi, saatnya Allah menempa kita dan menjadikannya sebilah pedang. Jadi, kalau tidak ditempa, tidak akan tajam, katanya. nidia zuraya (RioL)

Biodata
Nama : Indra Wibowo
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1981
Masuk Islam : 2000
Status : Menikah dan mempunyai satu orang putri
Pendidikan Akhir : Sarjana (S1) Komunikasi Universitas Padjadjaran
Aktivitas :
- Sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)
- Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga)



Perhatikan yang warna Biru, bagi yang mengerti silahkan komentari

Bok kalo ngarang cerita itu yang masuk akal dikit kenapa. Dasar Otak muslim ditaruh :toimonster: :rofl: :rofl:



kalau ngarang mbak jangan ngawor ah
moso 3 gereja sekaligus
sekolah di london kok lulusanny pajajaran ](*,)

sebuah sekolah tinggi katolik di london tidak salah tuh
st. Gregorian dimankah engkau :vom:

cape deh ngarang kok lari kemana mana :rolleyes:

:axe: :axe: :axe:
true faith
 
Posts: 293
Joined: Thu Oct 07, 2010 7:37 pm
Location: DPR di bawah pohon rindang lagi menikmati angin spoi spoi

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Anunnaki » Thu Dec 02, 2010 9:56 pm

Maklum lah booooss kalo otaknya cuman segitu..?
Kenapa ya terheran2 dengan karangan bebas picisan itu?
La wong nabi junjungannya ...nabi yang dibangga-banggakan saja buta huruf plus pinter mengarang gaya bebas...

Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya.....
User avatar
Anunnaki
 
Posts: 60
Joined: Sun Jul 18, 2010 3:59 pm
Location: Nibiru

Re: Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby semar » Wed Jan 05, 2011 12:54 pm

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
islam2 pada **** kaloq buat hoax
semar
 
Posts: 5
Joined: Tue Dec 07, 2010 10:27 am

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby doblank » Wed Jan 05, 2011 11:14 pm

Si doi Ajak main kesini aja. Biar kita "telanjangi kejujurannya" :rolling: :rolling: :rolling:
doblank
 
Posts: 675
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby Phoenix » Thu Jan 06, 2011 6:08 am

Ngeboong aja nggak becus...sama tuh kayak temen gue yg muslim..ngeboong nya dodol banget..lángsung ketahuan..hahahaha


I LOVE THE WAY YOU LIE........................
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby pakdhe » Wed Feb 09, 2011 12:24 am

:rolling: :rolling: :rolling: :rolling:
asli, perut saya kaku gara2 ngakak.

kok pinteran ponakan saya yg sd klas 6 ya utk pelajaran mengarang bebas.
:rolling: :rolling: :rolling: :rolling:
pakdhe
 
Posts: 71
Joined: Thu Sep 03, 2009 12:00 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby lewimmanuel » Sun Feb 20, 2011 9:17 pm

Intinya, kita mempelajari hadis dan riwayatnya itu untuk mencari celah agar orang Muslim percaya, bahwa apa yang diajarkan dalam agama mereka tidak benar. Memang kita disiapkan untuk menjadi seorang penginjil atau misionaris,’’ paparnya. Bahkan, untuk mengemban tugas sebagai seorang penginjil, ia harus melakoni prosesi disumpah tidak boleh menikah dan harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuhan.

ini nih yg buat dia jadi islam sebenarnya, bok ya jangan dijadiken hoax" aneh gitu lah
dia maunya kimpi ama 72 bidadari
User avatar
lewimmanuel
 
Posts: 6
Joined: Sun Feb 20, 2011 8:35 pm
Location: HELL

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby kalangkilang » Sun Feb 20, 2011 11:01 pm

Dah kisahnya si steven indra ini,,kocak banget,,
berani juga doi buat situs kocak juga...link: http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-rohaniawan
dan telah dikupas tuntas di : mari-saksikan-kesaksian-para-mualaf-t43078/

keknya sisteven ini menjadi mualaf hanya mencari uang saja, maklum market share untuk cerita dan kisah begini di indonesia sangat besar..he.he..
Last edited by kalangkilang on Mon Feb 21, 2011 1:37 pm, edited 1 time in total.
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby asal usil » Mon Feb 21, 2011 9:20 am

yACH... POKOKE SELAMAT BUAT MAS iNDRA UDAH JADI MUALAF...

XIXIXIXIX KAYA DI THREAD MRTAD... :finga:
asal usil
 
Posts: 1055
Joined: Mon Jan 17, 2011 2:49 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby becak » Thu Feb 24, 2011 12:12 am

Nandain dulu ah thread ini, koq bisa terlewat kan yah. Cocok buat thread lawak2 di tengah malam neh :rolling: :lol:
User avatar
becak
 
Posts: 991
Joined: Wed Apr 02, 2008 8:25 pm
Location: Ka'bah Umum @ [Team Haha Hihi]

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby kalangkilang » Thu Feb 24, 2011 1:47 am

doblank wrote:Si doi Ajak main kesini aja. Biar kita "telanjangi kejujurannya"

setuju, tapi gimana cara ngundangnya,,gimana kalau sampeyen aja yang ngundang dia ke sini..he.he.
becak wrote:Nandain dulu ah thread ini, koq bisa terlewat kan yah. Cocok buat thread lawak2 di tengah malam neh

he.he..dan kumpulan cerita lawakan paling lucu yang di thread mari-saksikan-kesaksian-para-mualaf-t43078/ :rofl:
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby tania » Wed Apr 27, 2011 11:56 am

selamat menjadi mualaf steven penipu =D> =D>
kasian jiawamu nanti ....... :snakeman: :snakeman:

muslim oh muslim.....kasihan sekali dikau.... :supz:
User avatar
tania
 
Posts: 95
Joined: Mon Apr 11, 2011 2:34 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby jilbabbergranat » Wed Apr 27, 2011 10:33 pm

muslim mode on:
woi kita agama jujur atuh....
itu pasti yang nulis antek yahudi biar islam kesannya suka maling kaya negara tetangga
muslim mode off:
jilbabbergranat
 
Posts: 88
Joined: Thu Aug 19, 2010 7:56 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Islam

Postby mamadkafirun » Thu Apr 28, 2011 11:00 pm

Slim.. Slim.. Lah mbok kalo mau ngeboong ya belajar dulu toh yooo..
Moso iyo Katolik gerejanya di Protestan? ](*,)

Udah jelas kan ya kalo si memed itu nabi palsu, ajarannya palsu, pengikutnya juga semua palsu.
Si memed tukang boong, ajarannya boong, pengikutnya juga doyan boong.
Udah gitu mau aja diboongin sesama slimer.. Kasian banget :goodman:

Slimer A : Ssstt jangan kasih tau siapa-siapa ya kalo saya boong, nanti hasilnya kita bagi 2 :-$
Slimer B : Ok baiklah, tapi inget ya jatah saya 50% awas kalo boong saya :axe: kamu!!

Wong udah ada kok nubuatannya di Bible jauh sebelum koran turun (yang katanya sih turun dari langit; geledek kali ah) :rolleyes:
Di Bible bilang berhati-hatilah terhadap nabi-nabi palsu!
Nohhh itu si memed nabi palsu, pantesan aja pengikutnya dusta kesaksian palsu semua.
Slim.. Slim.. Mau sampe kapan boongin diri sendiri terus? #-o
User avatar
mamadkafirun
 
Posts: 1810
Joined: Thu Apr 14, 2011 3:15 pm
Location: in God's heart.

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Is

Postby [email protected] » Fri Dec 30, 2011 6:31 pm

Muslim lain pada komen dong :drinkers:
:finga:
User avatar
[email protected]
 
Posts: 748
Joined: Thu May 05, 2011 1:27 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Is

Postby papierkorb » Fri Dec 30, 2011 9:11 pm

muslim budek.com :green:
User avatar
papierkorb
 
Posts: 552
Joined: Wed Mar 30, 2011 6:24 pm

Re: Dusta Steven Indra Dari Katedral ke Istiqlal Terpikat Is

Postby [email protected] » Fri Feb 10, 2012 1:44 am

sundul ahh \:D/
User avatar
[email protected]
 
Posts: 748
Joined: Thu May 05, 2011 1:27 pm

Previous

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users