.

Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby ali5196 » Wed Jul 23, 2008 2:09 pm

POST ini harus dibandingkan dgn :

Muslim yg mengatakan DARAH MURTADIN = HALAL

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=26929

-------------------

Muslim yg menyangka bahwa Islam TIDAK memaksa anda utk beragama Islam.

Calon pertama sejak Juli 2008 : Muslim bernama jj:

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... sc&start=0

MSAW vs muslim JJ (tidak ada paksaan dlm beragama)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=26926
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Jul 23, 2008 8:50 pm

Si JJ rupanya belon berkenalan dgn muslim tulen di FFI : Pembawa Pedang!

3 in 1 Versi Quran
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 719#369719

Pembawa Pedang wrote:Ternyata Quran juga mengimani 3 in 1.

Ini tercakup pada QS 9 : 29

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.



3 in 1 tidak mungkin dipisahkan satu dgn yg lainnya tak beda jauh dgn yesus.

1. Harus Masuk Islam

2. Bayar Jizyah

3. Diperangi. Dibunuh dan diusir.


Mari sama2 kita imani 3 in 1.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Sep 11, 2008 5:02 pm

Lagi2 PEMBAWA PEDANG melemahkan teori Muslim2 lain bahwa Islam mengajarkan BAGIKU AGAMAKU, BAGIMU AGAMAMU ...

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 352#396352

Muslim surendeng menulis :
Seorang yang benar-benar muslim itu Cinta damai,Tidak suka usil, dan mengomentari ajaran agama orang laain. Seperti yang telah di wahyukan Allah di dalam al Qur'an "BAGIMU AGAMA MU DAN BAGIKU AGAMAKU!" Jika seorang muslim itu haus darah/p berarti itu muslim gadungan.



Sementara Pembawa Pedang menulis:
Itulah kehebatan Islam...Umatnya diikat dgn 2 keadaan :

1 Jika tetap dlm Islam dan taat maka akan dikasi reward yg luar biasa nikmat!

2. Jika ingkar dan murtad..akan disiksa dgn siksaan yg luar biasa pedihnya..

Dg demikian umat Islam akan menjadi :

1. Taat pada aturan Islam..berjuang didalam Islam...dgn mengharapkan reward besar..sebaliknya akan menjauhkan diri dari kekafiran karena takut dgn ancaman yg super pedih...

2. Umat Islam paling takut murtad..walau diiming iming dgn supermie....( karena terlalu murah seh...) kwek..kwek..kwek.....


KWOK KWOK KWOoooooookkk ... :lol: :lol:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby kutaradja » Sun Sep 14, 2008 9:05 am

Pada dasarnya agama islam disebarkan bukan dengan cara kekerasan, tak ada pemaksaan dalam menyebarkan agama islam. islam disebarkan dengan cara yang damai.

seperti yang dikatakan oleh seorang penulis berkeagamaan yahudi Uri Avnery.

"" Perlakuan Islam terhadap agama-agama lain haruslah ditimbang melalui sebuah tes yang sederhana: bagaimanakah penguasa-penguasa Muslim berperilaku selama lebih daripada seribu tahun ketika mereka memiliki kuasa untuk “menyebarkan keyakinan dengan jalan pedang”.

Jelasnya, mereka tidak melakukan hal itu (menyebarkan Islam dengan kekuatan—penerj.).

Selama beberapa abad, Muslim menguasai Yunani. Apakah orang-orang Yunani menjadi Muslim? Apakah seseorang ketika itu berusaha mengislamkan mereka? Sebaliknya, bukankah banyak orang Yunani Kristen, pada saat itu, menjabat posisi-posisi tinggi di pemerintahan Utsmani. Bangsa Bulgaria, Serbia, Rumania, Hungaria, dan bangsa Eropa lainnya hidup di bawah pemerintahan Utsmani pada satu dan lain waktu dengan tetap memeluk iman Kristen mereka. Tak ada seorang pun yang memaksa mereka untuk menjadi Muslim dan mereka semua tetaplah para penganut Kristen yang taat.

Memang benar bangsa Albania memeluk Islam dan demikian juga bangsa Bosnia. Namun, tak seorang pun menyatakan bahwa mereka melakukan ini di bawah tekanan. Mereka mengadopsi Islam agar disukai pemerintahan saat itu dan kemudian memperoleh keuntungannya. ""

[url]zope.gush-shalom.org/home/en/channels/avnery/115909481[/url]
[url]religiusta.multiply.com/journal/item/217[/url]
User avatar
kutaradja
 
Posts: 10
Joined: Sun Sep 07, 2008 1:25 pm
Location: between heaven n hell

Postby ali5196 » Sun Sep 14, 2008 12:53 pm

Biarlah Kutaradja berdebat dgn sesama Muslim yg mengaku bahwa Islam disebarkan dgn kekerasan :

dari dusty yoeld :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... sc&start=0

Non-Muslim tanya :
Apakah anda setuju untuk memancung kafir sampai ke ujung jarinya?
Apakah anda setuju untuk mengepung kafir dan memaksa kafir sampai mereka memeluk Islam

Kata dusty:
Aku setuju dan meyakini kebenaran langkah yang diambil para pendahuluku.

Tentara Islam datang dengan 3 tawaran : Islam, Tunduk atau Perang.


:lol: :lol: :lol: :lol: yg kayak ginian nih disebut agama DAMAI ! :lol: :lol: :lol:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Sep 22, 2008 12:39 am

dari surendeng (Muslim):

Murtad itu Biasa
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 168#400168
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re:

Postby MegadethX » Sat Jan 03, 2009 7:57 pm

kutaradja wrote:Pada dasarnya agama islam disebarkan bukan dengan cara kekerasan, tak ada pemaksaan dalam menyebarkan agama islam. islam disebarkan dengan cara yang damai.

seperti yang dikatakan oleh seorang penulis berkeagamaan yahudi Uri Avnery.

"" Perlakuan Islam terhadap agama-agama lain haruslah ditimbang melalui sebuah tes yang sederhana: bagaimanakah penguasa-penguasa Muslim berperilaku selama lebih daripada seribu tahun ketika mereka memiliki kuasa untuk “menyebarkan keyakinan dengan jalan pedang”.

Jelasnya, mereka tidak melakukan hal itu (menyebarkan Islam dengan kekuatan—penerj.).

Selama beberapa abad, Muslim menguasai Yunani. Apakah orang-orang Yunani menjadi Muslim? Apakah seseorang ketika itu berusaha mengislamkan mereka? Sebaliknya, bukankah banyak orang Yunani Kristen, pada saat itu, menjabat posisi-posisi tinggi di pemerintahan Utsmani. Bangsa Bulgaria, Serbia, Rumania, Hungaria, dan bangsa Eropa lainnya hidup di bawah pemerintahan Utsmani pada satu dan lain waktu dengan tetap memeluk iman Kristen mereka. Tak ada seorang pun yang memaksa mereka untuk menjadi Muslim dan mereka semua tetaplah para penganut Kristen yang taat.

Memang benar bangsa Albania memeluk Islam dan demikian juga bangsa Bosnia. Namun, tak seorang pun menyatakan bahwa mereka melakukan ini di bawah tekanan. Mereka mengadopsi Islam agar disukai pemerintahan saat itu dan kemudian memperoleh keuntungannya. ""

[url]zope.gush-shalom.org/home/en/channels/avnery/115909481[/url]
[url]religiusta.multiply.com/journal/item/217[/url]


bagaimana penyebaran islam oleh muhammad sendiri???
MegadethX
 
Posts: 210
Joined: Sat Jan 03, 2009 4:48 pm

Re:

Postby JANGAN GITU AH » Thu Jan 08, 2009 10:44 pm

kutaradja wrote:Pada dasarnya agama islam disebarkan bukan dengan cara kekerasan, tak ada pemaksaan dalam menyebarkan agama islam. islam disebarkan dengan cara yang damai.

seperti yang dikatakan oleh seorang penulis berkeagamaan yahudi Uri Avnery.

"" Perlakuan Islam terhadap agama-agama lain haruslah ditimbang melalui sebuah tes yang sederhana: bagaimanakah penguasa-penguasa Muslim berperilaku selama lebih daripada seribu tahun ketika mereka memiliki kuasa untuk “menyebarkan keyakinan dengan jalan pedang”.

Jelasnya, mereka tidak melakukan hal itu (menyebarkan Islam dengan kekuatan—penerj.).

Selama beberapa abad, Muslim menguasai Yunani. Apakah orang-orang Yunani menjadi Muslim? Apakah seseorang ketika itu berusaha mengislamkan mereka? Sebaliknya, bukankah banyak orang Yunani Kristen, pada saat itu, menjabat posisi-posisi tinggi di pemerintahan Utsmani. Bangsa Bulgaria, Serbia, Rumania, Hungaria, dan bangsa Eropa lainnya hidup di bawah pemerintahan Utsmani pada satu dan lain waktu dengan tetap memeluk iman Kristen mereka. Tak ada seorang pun yang memaksa mereka untuk menjadi Muslim dan mereka semua tetaplah para penganut Kristen yang taat.

Memang benar bangsa Albania memeluk Islam dan demikian juga bangsa Bosnia. Namun, tak seorang pun menyatakan bahwa mereka melakukan ini di bawah tekanan. Mereka mengadopsi Islam agar disukai pemerintahan saat itu dan kemudian memperoleh keuntungannya. ""

[url]zope.gush-shalom.org/home/en/channels/avnery/115909481[/url]
[url]religiusta.multiply.com/journal/item/217[/url]


Ah...anda cuma membela diri doang...ente udah pernah tanya gak ama Slobodan Milosevijk mengapa Serbia menghantam Bosnia. Ente emang gak tau sejarah kelam Bosnia sebelum dihajar ama Turkey ya. Bosnia muslim itu mayorita keturunan Turkey dan Albania yang haus darah..Ketika Ottoman meluaskan kekuasaannya ke Eropa Timur, berapa banyak korban pembantaian yang mereka perbuat. Ini yang menjadi trauma bagi Serbia.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Re:

Postby Netralikum » Thu Jan 08, 2009 11:41 pm

NejadBinLaden wrote:
JANGAN GITU AH wrote:
kutaradja wrote:Pada dasarnya agama islam disebarkan bukan dengan cara kekerasan, tak ada pemaksaan dalam menyebarkan agama islam. islam disebarkan dengan cara yang damai.

seperti yang dikatakan oleh seorang penulis berkeagamaan yahudi Uri Avnery.

"" Perlakuan Islam terhadap agama-agama lain haruslah ditimbang melalui sebuah tes yang sederhana: bagaimanakah penguasa-penguasa Muslim berperilaku selama lebih daripada seribu tahun ketika mereka memiliki kuasa untuk “menyebarkan keyakinan dengan jalan pedang”.

Jelasnya, mereka tidak melakukan hal itu (menyebarkan Islam dengan kekuatan—penerj.).

Selama beberapa abad, Muslim menguasai Yunani. Apakah orang-orang Yunani menjadi Muslim? Apakah seseorang ketika itu berusaha mengislamkan mereka? Sebaliknya, bukankah banyak orang Yunani Kristen, pada saat itu, menjabat posisi-posisi tinggi di pemerintahan Utsmani. Bangsa Bulgaria, Serbia, Rumania, Hungaria, dan bangsa Eropa lainnya hidup di bawah pemerintahan Utsmani pada satu dan lain waktu dengan tetap memeluk iman Kristen mereka. Tak ada seorang pun yang memaksa mereka untuk menjadi Muslim dan mereka semua tetaplah para penganut Kristen yang taat.

Memang benar bangsa Albania memeluk Islam dan demikian juga bangsa Bosnia. Namun, tak seorang pun menyatakan bahwa mereka melakukan ini di bawah tekanan. Mereka mengadopsi Islam agar disukai pemerintahan saat itu dan kemudian memperoleh keuntungannya. ""

[url]zope.gush-shalom.org/home/en/channels/avnery/115909481[/url]
[url]religiusta.multiply.com/journal/item/217[/url]


Ah...anda cuma membela diri doang...ente udah pernah tanya gak ama Slobodan Milosevijk mengapa Serbia menghantam Bosnia. Ente emang gak tau sejarah kelam Bosnia sebelum dihajar ama Turkey ya. Bosnia muslim itu mayorita keturunan Turkey dan Albania yang haus darah..Ketika Ottoman meluaskan kekuasaannya ke Eropa Timur, berapa banyak korban pembantaian yang mereka perbuat. Ini yang menjadi trauma bagi Serbia.


Kapir FFi pembela Slobodan, Israel... kalah hati nuraninya sama WTS Kapir Kresten Kremil...


Jangan gitu deh, Kapir juga manusia, punya mata punya hidung
User avatar
Netralikum
 
Posts: 1025
Joined: Mon Sep 15, 2008 2:09 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby MegadethX » Sat Jan 10, 2009 7:49 pm

@ nejad... anda sudah menjAdi muridnya si gonjes rupanya.....
atau andakah si gonjes itu??
:green:
MegadethX
 
Posts: 210
Joined: Sat Jan 03, 2009 4:48 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby ali5196 » Sat Jan 17, 2009 12:09 am

viewtopic.php?f=61&t=30558&p=441052#p441052

siedan wrote:saya nasehati: kamu tidak bisa memaksakan agamamu kepada orang lain.
:rolling:

Perhatikan jawaban Adadeh yg LENGKUAP dibawah ini !

Mau nyangkal perintah Muhammad yah:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”


kamu tidak bisa memaksakan agamamu kepada orang lain

tapi di sura yang sama terbaca: PERANGI KAFIR SAMPAI TIADA FITNAH/SYRIK LAGI (Q 2:193). Gimana tuuuh?
Tafsir Ibn Kathir tentang ayat Q 2:193.
The Order to fight until there is no more Fitnah
Perintah untuk memerangi sampai tiada Fitnah lagi

Allah then commanded fighting the disbelievers when He said:
terjemahan:
Allah lalu memerintahkan Muslim memerangi kafir ketika dia berkata:
[حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ]
(...until there is no more Fitnah)
meaning, Shirk. This is the opinion of Ibn `Abbas, Abu Al-`Aliyah, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Ar-Rabi`, Muqatil bin Hayyan, As-Suddi and Zayd bin Aslam.
terjemahan:
(…sampai tiada Fitnah lagi)
fitnah di sini berarti Syrik. Ini adalah pendapat Ibn `Abbas, Abu Al-`Aliyah, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Ar-Rabi`, Muqatil bin Hayyan, As-Suddi dan Zayd bin Aslam.

Allah's statement:
Allah berkata:

[وَيَكُونَ الدِّينُ للَّهِ]
(...and the religion (all and every kind of worship) is for Allah (Alone).)
means, `So that the religion of Allah becomes dominant above all other religions.' It is reported in the Two Sahihs that Abu Musa Al-Ash`ari said: "The Prophet was asked, `O Allah's Messenger! A man fights out of bravery, and another fights to show off, which of them fights in the cause of Allah' The Prophet said:
terjemahan:
(...dan agama (semua dan segala jenis pemujaan) hanya untuk Allah (Saja).)
dan ini berarti, `Agar agama Allah menjadi dominan di atas segala agama2 lain.’ Dalam dua hadis sahih Abu Musa Al-Ash`ari berkata: “Sang Nabi mendapat pertanyaan. ‘Wahai Rasul Allah! Seorang pria berperang dengan berani, dan pria lain berperang karena ingin pamer keberanian, yang mana dari antara mereka yang berperang di jalan Allah?’ Sang Nabi menjawab:

«مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيا فَهُوَ فِي سَبِيلِ الله»
(He who fights so that Allah's Word is superior, then he fights in Allah's cause.)
In addition, it is reported in the Two Sahihs:
terjemahan:
(Dia yang berperang agar Firman Allah jadi unggul, lalu dia yang berperang demi Allah.)
Tambahan keterangan terdapat dalam dua hadis sahih:

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلهَ إلَّا اللهُ، فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُم وَأَمْوَالَهُمْ إلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله»
(I have been ordered (by Allah) to fight the people until they proclaim, `None has the right to be worshipped but Allah'. Whoever said it, then he will save his life and property from me, except for cases of the law, and their account will be with Allah.)
terjemahan:
(Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka menyatakan, `Tiada yang layak disembah kecuali Allah.’ Siapapun yang berkata begitu, maka nyawa dan hartanya selamat dariku, kecuali untuk kasus2 hukum Islam, dan pertanggungjawaban mereka adalah kepada Allah.)

Allah's statement:
Allah berkata:

[فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَنَ إِلاَّ عَلَى الظَّـلِمِينَ]
(But if they cease, let there be no transgression except against the wrongdoers.)
indicates that, `If they stop their Shirk and fighting the believers, then cease warfare against them. Whoever fights them afterwards will be committing an injustice. Verily aggression can only be started against the unjust.' This is the meaning of Mujahid's statement that only combatants should be fought. Or, the meaning of the Ayah indicates that, `If they abandon their injustice, which is Shirk in this case, then do not start aggression against them afterwards.' The aggression here means retaliating and fighting them, just as Allah said:
terjemahan:
(Tapi jika mereka berhenti, maka jangan perangi lagi mereka kecuali terhadap para pengacau.)
hal ini menyatakan, `Jika mereka berhenti melakukan Syrik dan tidak melawan Muslim lagi, maka berhentilah memerangi mereka. Barangsiapa yang terus memerangi mereka berarti melakukan ketidakadilan. Sebenarnya penyerangan hanya boleh dilakukan terhadap yang tidak mentaati hukum.’ Inilah maksud pernyataan Mujahid bahwa hanya yang memerangi saja yang harus dilawan. Atau arti ayat ini menyiratkan bahwa, ‘Jika mereka berhenti melawan hukum, dalam hal ini Syrik, maka jangan serang mereka lagi.’ Penyerangan di sini berarti membalas dan memerangi mereka, seperti yang dikatakan Allah:

[فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُواْ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ]
(Then whoever transgresses against you, you transgress likewise against him.) (2:194)
terjemahan:
(Maka siapapun yang memerangi kamu, maka perangilah balik dia.) (2:194)

Similarly, Allah said:
Hal yang serupa yang dikatakan Allah:

[وَجَزَآءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا]
(The recompense for an evil is an evil like thereof.) (42:40), and:
terjemahan:
(Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.) (42:40), dan:

[وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُواْ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ]
(And if you punish them, then punish them with the like of that with which you were afflicted.) (16:126)
`Ikrimah and Qatadah stated, "The unjust person is he who refuses to proclaim, `There is no God worthy of worship except Allah'.''
terjemahan:
(Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.) (16:126)
`Ikrimah dan Qatadah berkata,”Orang yang melawan hukum adalah orang yang menolak untuk menyatakan,’Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Allah’.”

Under Allah's statement:
Pernyataan Allah:

[وَقَـتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ]
(And fight them until there is no more Fitnah)
Al-Bukhari recorded that Nafi` said that two men came to Ibn `Umar during the conflict of Ibn Az-Zubayr and said to him, "The people have fallen into shortcomings and you are the son of `Umar and the Prophet's Companion. Hence, what prevents you from going out'' He said, "What prevents me is that Allah has for bidden shedding the blood of my (Muslim) brother.'' They said, "Did not Allah say:
terjemahan:
(Dan perangi mereka sampai tiada Fitnah lagi)
Al-Bukhari mencatat bahwa Nafi` berkata bahwa dua orang pira mendatangi Ibn `Umar saat terjadi perseteruan dengan Ibn Az-Zubayr dan berkata padanya, “Orang2 sudah berdosa dan kau adalah anak `Umar dan sahabat Nabi. Meskipun begitu, apa yang menghalangimu untuk berperang?” Dia berkata, “Yang menghalangiku adalah Allah yang melarangku untuk membunuh saudara2ku yang Muslim.”
Mereka berkata, “Bukankah Allah berkata:


[وَقَـتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ]
(And fight them until there is no more Fitnah (disbelief and worshipping of others along with Allah))''
He said, "We did fight until there was no more Fitnah and the religion became for Allah Alone. You want to fight until there is Fitnah and the religion becomes for other than Allah!''
terjemahan:
(Dan perangi mereka sampai tiada lagi Fitnah (tidak beriman dan menyembah illah lain bersama Allah))''
Dia berkata, "Kami telah memerangi mereka sampai tiada lagi Fitnah dan agama hanya bagi Allah saja. Kau harus berperang sampai tiada Fitnah lagi dan agama hanya bagi Allah saja!”

`Uthman bin Salih added that a man came to Ibn `Umar and asked him, "O Abu `Abdur-Rahman! What made you perform Hajj one year and `Umrah another year and abandon Jihad in the cause of Allah, although you know how much He has encouraged performing it'' He said, "O my nephew! Islam is built on five (pillars): believing in Allah and His Messenger, the five daily prayers, fasting Ramadan, paying the Zakah and performing Hajj (pilgrimage) to the House.'' They said, "O Abu `Abdur-Rahman! Did you not hear what Allah said in His Book:
terjemahan:
`Uthman bin Salih menambahkan bahwa seorang pria mengunjungi Ibn `Umar dan bertanya padanya, "Wahai Abu `Abdur-Rahman! Apa yang membuatmu melakukan ibadah Haji di satu tahun dan ‘Umrah di tahun lainnya dan tidak melakukan Jihad di jalan Allah, meskipun kau tahu betapa tegas Allah memerintahkanmu melakukan itu.” Dia berkata,”Wahai keponakanku! Islam dibangun di atas lima pilar: percaya pada Allah dan RasulNya, sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, membayar Zakat, dan melakukan ibadah haji di Rumah Suci.” Mereka berkata, “Wahai Abu `Abdur-Rahman! Tidakkah kau dengar apa yang dikatakan Allah di bukuNya:

[وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُواْ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَهُمَا فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَـتِلُواْ الَّتِى تَبْغِى حَتَّى تَفِىءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ]
(And if two parties (or groups) among the believers fall to fighting, then make peace between them both. But if one of them outrages against the other, then fight you (all) against the one that which outrages till it complies with the command of Allah.) (49:9) and:
terjemahan:
(Dan jika dua golongan Muslim berperang, maka damaikanlah keduanya. Tapi jika satu kelompok itu menganiaya kelompok lainnya, maka kalian semua harus memeranginya sampai mereka tunduk pada perintah Allah.) (49:9) dan

[وَقَـتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ]
(And fight them until there is no more Fitnah (disbelief))
He said, "That we did during the time of Allah's Messenger when Islam was still weak and (the Muslim) man used to face trials in his religion, such as killing or torture. When Islam became stronger (and apparent), there was no more Fitnah.'' He asked, "What do you say about `Ali and `Uthman'' He said, "As for `Uthman, Allah has forgiven him. However, you hated the fact that Allah had forgiven him! As for `Ali, he is the cousin of Allah's Messenger and his son-in-law.'' He then pointed with his hand, saying, "This is where his house is located (meaning, `so close to the Prophet's house just as `Ali was so close to the Prophet himself').''
terjemahan:
(Dan perangi mereka sampai tiada lagi Fitnah (kekafiran))
Dia berkata, "Hal itulah yang kita lakukan di jaman Rasul Allah ketika Islam masih lemah dan Muslim mengalami banyak kesulitan karena agamanya, seperti pembunuhan dan penyiksaan. Ketika Muslim telah jadi kuat dan nyata, maka tiada Fitnah lagi.” Dia berkata, “Apakah pendapatmu tentang ‘Ali dan ‘Uthman” Dia berkata, “tentang ‘Uthman, Allah telah mengampuni dia. Akan tetapi, kau benci bahwa Allah telah mengampuninya! Tentang ‘Ali, dia adalah saudara sepupu Rasul Allah dan menantunya.” Dia lalu menunjuk pada tangannya dan berkata, “Di sinilah letak rumahnya (berarti, ‘begitu dekat dengan rumah Nabi sama seperti ‘Ali dekat dengan Nabi sendiri’).”[/quote]
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Jan 21, 2009 5:39 am

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 75#p442175

XxWhiteLinexX wrote: ... Maka semua manusia wajib beriman kepada Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam. Meskipun demikian, sesungguhnya Islam merupakan rahmat dan hikmahNya, Ia membolehkan orang-orang non muslim tetap berada pada agama mereka, dengan syarat mereka harus tunduk kepada hukum Islam, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman.
Last edited by ali5196 on Tue Jan 27, 2009 2:51 am, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby siedan » Fri Jan 23, 2009 5:05 pm

Bagaimana dengan yang ini

SAYA dilahirkan dari keluarga Nasrani yang fanatik, 23 April 1977 di Palembang, Sumatra Selatan. Tetapi sebagai anak sulung, saya telah dipersiapkan menjadi pewaris ajaran agama nenek moyang kami, yaitu Budha. Oleh karenanya, sejak dini saya dididik dan ditempa dengan ajaran-ajaran Sidharta Budha Gautama

Sebaliknya, lingkungan masyarakat tempat tinggal kami didominasi penduduk pribumi yang notabene kaum muslim. Mereka cukup konsisten dengan agamanya. Itu dapat saya saksikan dengan aktivitas kegiatan-kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di masjid dekat rumah kami. Masjid menjadi pusat kegiatan mereka. Dari anak-anak, remaja, kaum ibu, dan kaum bapak, menggunakan masjid itu sebagai tempat pembinaan. Pokoknya, tiada hari tanpa kegiatan. Ini amat berbeda dengan yang saya saksikan di wihara (rumah ibadah umat Budha). Wihara tampak amat lengang dan sepi dari aktivitas kemasyarakatan. Entah dari mana asal mulanya, saya jadi sering membanding-bandingkan antara Budha dan Islam.

Saya lihat kaum muslimin tampak begitu gembira setiap kali berada di masjid. Dan yang paling berkesan buat saya, setiap kali mendengar mereka membaca Al-Qur'an, hati saya seperti terang dan damai. Bahkan, dari bilik hati saya seperti ada bisikan, "Mengapa kamu tidak mengikuti ajaran mereka. Pandanglah Islam secara keseluruhan dan objektif."

Semakin saya bandingkan, saya semakin memahami kesempurnaan dan kebesaran Islam. Sementara itu, orang tua saya tidak tahu pergolakan yang terjadi di dalam hati saya ini, karena saya terlihat oleh mereka masih aktif pergi ke wihara. Padahal, pada saat itu saya sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap ajaran Sang Budha. Contohnya, Tripitaka sebagai kitab suci umat Budha, menurut nalar saya, tidak mampu menjawab persoalan-persoalan yang menjadi ganjalan saya secara tuntas, seperti persoalan yang menyangkut konsepsi ketuhanan dan kehidupan sesudah mati.

Berbeda dengan Al-Qur'an yang pernah saya baca terjemahannya dari pinjaman teman saya. Kitab suci kaum muslimin itu, menurut saya, mampu menjawab semua persoalan kehidupan dan kemanusiaan secara tuntas. Bahasanya mudah dipahami dan dapat diterima akal. Meskipun hati saya diliputi kebimbangan terhadap ajaran Budha, tetapi saya tetap aktif ke wihara. Tekad saya, sebelum melepaskan keyakinan lama, saya hares terus menggali dan mencari keutamaan agama Islam.

Dari konsepsi ketuhanannya, agama Islam dengan konsep tauhidnya mampu menjelaskan kemahaesaan Tuhan dengan bahasa yang sederhana, namun lugas dan tuntas. Terjemahan Al-Qur'an surat al-Ikhlas ayat 1-5 benar-benar membuka mata hati dan nalar saya. Sementara, menurut agama Budha, Sidharta Gautama sebagai pembawa ajaran Budha juga dianggap sebagai penjelmaan Tuhan. Ini kan rancu, manusia dianggap Tuhan, begitu pikir saya.

Satu lagi, umat Budha percaya terhadap peristiwa reinkarnasi. Misalnya, jika seorang manusia selama hidupnya berbuat jahat maka ketika ia mati rohnya menitis ke dalam jasad hewan. lni menurut saya, sesuatu yang amat mustahil dan tidak masuk akal.Tapi apabila saya masuk Islam, saya akan mendapat siksaan.

Proses pencarian itulah yang menyebabkan saya mengerti keutamaan Islam. Kesimpulan saya, Islam memang agama yang paling sempurna dibandingkan agama-agarna lainnya di muka bumi. Setelah itu saya menetapkan diri dan bertekad menjadi pemeluk Islam yang sejati, walaupun harus mendapat tantangan dari orang tua dan keluarga. Entah bagaimana, timbul keberanian saya untuk mengungkapkan kegelisahan dan keinginan memeluk Islam kepada orang tua saya.

Demi mendengar keinginan saya itu, papa saya marah besar. Mulailah penderitaan ini saya jalani. Siksaan demi siksaan fisik harus saya terima. Papa mengancam akan mengusir saya, bahkan membunuh saya, apabila saya berani masuk Islam. Saya tak bergeming dangan ancaman itu. Tekad saya sudah bulat, walaupun harus mati, saya rela asal matt dalam kepastian selaku seorang muslim.

Alhamdulillah, akhirnya niat yang suci itu terkabul juga. Singkat cerita, pada bulan Desember 1992, secara resmi saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat di depan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maryana, Plaju, dengan saksi Dra. Yunimularsi dan Dra. Sri Astuti. Kedua orang akhwat itu adalah aktivis remaja masjid dekat rumah saya.

Plong, rasanya. Saya seperti orang yang baru dilahirkan. Begitu perasaan saya saat itu. Hari itu juga saya langsung pulang dan memberitahukan keislaman saya kepada orang tua tanpa ada keraguan dan perasaan takut sedikit pun.

Mengetahui hal itu, papa semakin murka dan kembali menyiksa saya. Sedangkan, mama diam tanpa bisa berbuat banyak. Siksaan fisik terus saya jalani, tapi saya tetap tabah. Saya tak ingin menceritakan bagaimana bentuk penyiksaan yang saya terima itu. Tetapi cukuplah, semua itu saya anggap sebagai ujian iman.

Akhirnya, papa mengalah atas keteguhan hati saya. Rupanya, papa sudah putus asa melihat kesungguhan dan ketabahan hati saya. Padahal, waktu itu usia saya baru 15 tahun. Setelah memeluk agama Islam saya makin giat mendalami Islam dan banyak bertanya kepada para kiai. Sewaktu saya masih sekolah di SMEA Negeri 11 kelas 2 jurusan Akuntansi banyak teman-teman dan guru-guru terutama guru agama banyak memberikan bantuan dan dukungan kepada saya.

Hanya satu yang masih mengganjal, orang tua dan adik-adik saya belum lagi tergugah untuk masuk Islam. Oleh karenanya, dalam setiap shalat senantiasa saya mohonkan doa, semoga Allah SWT membuka pinto hati orang tua dan saudara-saudara saya agar mereka mengikuti jejak saya memeluk agama Islam. Amiin Allahumma Amin. (Taufik lisman/Albaz - dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website
siedan
 
Posts: 191
Joined: Thu Jan 15, 2009 11:17 am

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby Mangga Manis » Fri Jan 23, 2009 5:08 pm

siedan wrote:Bagaimana dengan yang ini

SAYA dilahirkan dari keluarga Nasrani yang fanatik, 23 April 1977 di Palembang, Sumatra Selatan. Tetapi sebagai anak sulung, saya telah dipersiapkan menjadi pewaris ajaran agama nenek moyang kami, yaitu Budha. Oleh karenanya, sejak dini saya dididik dan ditempa dengan ajaran-ajaran Sidharta Budha Gautama


:-k kesaksian ni yee....
Mangga Manis
 
Posts: 696
Joined: Mon Sep 29, 2008 3:41 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby Yehuda » Fri Jan 23, 2009 9:04 pm

@atas
Ketauan kesaksian'na ngambil dari situs sebelah...
Kehabisan bahan ya?


:finga:
User avatar
Yehuda
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Postby ali5196 » Tue Jan 27, 2009 2:50 am

viewtopic.php?f=79&t=3482&p=444182#p444182

srihadijoyo wrote: Jadi setelah Bapak dan Ibu kemudian menoleh dan berganti ke AGAMA lain, menurut kami ya sah-sah saja tidak ada yang salah. Bagi kami itu BUKAN murtad, itu pilihan bebas. Manusia itu mahluk merdeka. Kemudian setelah ganti keyakinan andaikan anda akan saling berbunuh-bunuhan, itu urusan saudara-saudara sekalian sendiri. Jangan ajak-ajak kami.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby Mangga Manis » Tue Jan 27, 2009 8:52 pm

Yehuda wrote:@atas
Ketauan kesaksian'na ngambil dari situs sebelah...
Kehabisan bahan ya?


:finga:


Yoi tapi itu bener-bener kesaksian yg sangat lucu. Masak lahir dari keluarga Kristen fanatik tapi dididik dan ditempa dengan ajaran-ajaran Siddharta Gautama. ](*,) Hahahaha.... gak ada matinya Muslim ngibul tentang kesaksian mualafnya. Udah banyak yg kayak gini nih.

Lanjut bro.
Mangga Manis
 
Posts: 696
Joined: Mon Sep 29, 2008 3:41 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby DHS » Tue Jan 27, 2009 10:51 pm

siedan wrote:Bagaimana dengan yang ini

SAYA dilahirkan dari keluarga Nasrani yang fanatik, 23 April 1977 di Palembang, Sumatra Selatan. Tetapi sebagai anak sulung, saya telah dipersiapkan menjadi pewaris ajaran agama nenek moyang kami, yaitu Budha. Oleh karenanya, sejak dini saya dididik dan ditempa dengan ajaran-ajaran Sidharta Budha Gautama bla..bla..bla....(Taufik lisman/Albaz - dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website


>lahir dari keluarga Nasrani yang fanatik
>dipersiapkan menjadi pewaris agama Budha
>bernama Taufik lisman/Albaz >>> bau Arabnya kok nyengat bangeth ya!!!!
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby dostink » Wed Jan 28, 2009 12:44 am

islam agama paling konyol.. sibuk jihad ke palestina..
saudara di manokwari kesusahan kaga diurusin..
anti islam.. +666aja+
dostink
 
Posts: 12
Joined: Tue Jan 27, 2009 10:45 pm

Re: Muslim yg menyangka Tidak ada Paksaan dlm Beragama Islam

Postby fit_na_han » Sat Feb 07, 2009 9:19 pm

Si eden malu-maluin aja, bukannya langsung di edit biar gak ketauan boolnya, malah di antengin aja. kekekek
fit_na_han
 
Posts: 7
Joined: Sun Apr 20, 2008 10:37 am

Next

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



Who is online

Users browsing this forum: No registered users