.

Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby kalangkilang » Sun Mar 13, 2011 4:34 am

Postingan ditautkan dari Salah Satu Warung Kopi Langgananku

Momod,,Kalau postingan ini dah ada, ga papa dimasukkan ke tempat sampah, atau dimerged.
TS @ Warkop tsb wrote:
Ya roti R***l yang sudah terkenal enak, sudah dari kecil ane mengkonsumsi ini, Tapi sadarkah agan agan kalo roti ini tidak mempunyai sertifikat Halal.

Nah baru kemarin ane pastikan kalo roti ini tidak ada sertifikat halalnya, konon roti ini belum bisa mendapat label halal karena dari berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan roti, baik dalam roti adonan roti maupun roti kering/biskuit dan krackers, ada beberapa bahan yang perlu dicermati asal-usulnya. Pertama adalah sumber lemak atau shortening yang digunakan. Bahan tersebut berasal dari lemak atau minyak, baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Lemak yang berasal dari hewan tentu saja mengundang kecurigaan, apakah dari hewan yang halal ataukah haram. Untuk industri roti di tanah air kemungkinan besar memang menggunakan shortening dari minyak sawit. Namun demikian, untuk roti-roti tertentu kadang-kadang juga menggunakan shortening hewani, karena bahan tersebut dapat menghasilkan roti dengan rasa yang lebih gurih dan lembut.
Image
Lemak yang berasal dari hewan bisa berupa lemak sapi (tallow), lemak babi (lard) atau lemak susu (cream). Untuk lemak babi sudah cukup jelas statusnya. Sedangkan lemak sapi, meskipun hewannya halal, tetapi jika tidak disembelih menurut aturan Islam maka lemak sapi tersebut juga akan menjadi haram.

Bahan pengembang atau pelembut yang berupa turunan lemak atau asam amino juga perlu dikaji lebih lanjut, apakah bersumber dari bahan halal ataukah haram. Sebab pada kenyataannya bahan-bahan tersebut sampai saat ini masih diimpor dari negara lain. Kebanyakan dari negara-negara non muslim.

Bahan yang juga perlu dicermati dari segi kehalalan adalah kandungan yang ditambahkan ke dalam roti. Bahan-bahan tersebut perlu diteliti, apakah halal ataukah tidak. Keju adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk campuran roti. Meskipun berasal dari susu, namun proses pemisahan keju dan cairan susu (whey) menggunakan renet. Renet adalah sejenis enzim yang memecah protein, sehingga kejunya akan menggumpal dan terpisah dari cairannya. Rennet ini bisa berasal dari fermentasi (microbial rennet), lambung anak sapi atupun lambung babi.


Aduh kasian para muslim ini,,makan roti aja ributnya minta ampun, kalau tidak ada label halalnya,,ga usah dimakan,,repot amat sih..Kenapa harus memaksakan diri memakan makanan yang tidak halal? Toh ujung-ujung-nya duit , harus pake label halal dari MUI (Mata Uang Indonesia)
Trus apa kalau dah ada sertifikat halal, trus dah halal selamanya...alamak, makan tuh sertifikat halal.... :rolling:

sedikit lucu:
pengakuan jujur wrote:Namun demikian, untuk roti-roti tertentu kadang-kadang juga menggunakan shortening hewani, karena bahan tersebut dapat menghasilkan roti dengan rasa yang lebih gurih dan lembut.
Nah, yang membuat roti itu gurih dan lembut adalah produk-produk yang tidak halal itu, kalau dah halal, ga gurih dan lembut lagi... :rolling:
Last edited by kalangkilang on Sun Mar 13, 2011 5:02 am, edited 1 time in total.
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby bobby mark » Sun Mar 13, 2011 4:48 am

He he he udah biasa ya islam kena perangkap sendiri membuat Larangan tampa sengaja beria-ria atas ketotolan muhammad itu berarti islam yang mengkonsumsi r***l tersebuat sudah bukan islam sempurna lagi sudah tercemar seumur hidup kesucian dari Haram dan bencinya umat islam kepada hewan BABI, saya yakin makanan-makanan lainnya yang tidak sempat di beri label "HALAL" menjadi konsumsi faforit islam, misalnya vaksin para peserta naik haji ternyata mengandung minyak babi, ha ha apakah ini berarti islam memakan Perkataan dari peraturan sendiri, sudah lah muslimin-muslihat percuma kalian menjalankan fatwa larangan untuk tidak memakan BABI toh kalian sendiri tertipu dengan ulah kerakusan kalian, dan saya mau tanya kuasa "Allou swt' kemana katanya Dia maha petunjuk? masa mau menjebak islam?..........................................puas-puas dah ngakak atas kebodohan dari islam ini...... =D>
User avatar
bobby mark
 
Posts: 65
Joined: Tue Dec 21, 2010 2:38 am
Location: SECRET

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby kalangkilang » Sun Mar 13, 2011 5:06 am

@bobby mark..
yah,,itulah bro, kadang saya pikir,,teman-temen ini hanya memperhatikan penampilan luar saja. Apa kalau dah diberi label halal, akan halal selamanya (selama masa sertifikat)??, apa ada jaminan dia akan terus menggunakan unsur-unsur yang halal dalam pembuatan produknya?..aduh..aduh.. :stun:
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby bobby mark » Sun Mar 13, 2011 5:17 am

kalangkilang wrote:@bobby mark..
yah,,itulah bro, kadang saya pikir,,teman-temen ini hanya memperhatikan penampilan luar saja. Apa kalau dah diberi label halal, akan halal selamanya (selama masa sertifikat)??, apa ada jaminan dia akan terus menggunakan unsur-unsur yang halal dalam pembuatan produknya?..aduh..aduh.. :stun:


yoyoi brow memang kenyataannya roti yang mengandung lemak babi itu memang enak...ha ha ha :drinkers: di palsuin aja label halal islam juga tidak tahu apakah itu halal atau tidak secara islam ini pintar dibegoin apa yang enak pasti langsung di tempel label "HALAL 100%" he he
User avatar
bobby mark
 
Posts: 65
Joined: Tue Dec 21, 2010 2:38 am
Location: SECRET

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby kalangkilang » Sun Mar 13, 2011 5:33 am

bobby mark wrote:yoyoi brow memang kenyataannya roti yang mengandung lemak babi itu memang enak...ha ha ha di palsuin aja label halal islam juga tidak tahu apakah itu halal atau tidak secara islam ini pintar dibegoin apa yang enak pasti langsung di tempel label "HALAL 100%" he he

Harus diakui memang, turunan dari babi ini, entah minyak-nya atau dagingnya membuat makanan lebih "berasa".
Tapi kadang kepikiran juga sih,,rata-rata kan penjual mi goreng, nasi goreng, tukang sate, tukang bakso dipinggir jalan atau yang keliling itu kan ga ada label halalnya, padahal itu berhubungan dengan masyarakat secara langsung dan dalam skala luas..kenapa itu ga diprotes yah???
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby siti_arifah » Fri Apr 08, 2011 2:22 am

kalangkilang wrote:Harus diakui memang, turunan dari babi ini, entah minyak-nya atau dagingnya membuat makanan lebih "berasa".
Tapi kadang kepikiran juga sih,,rata-rata kan penjual mi goreng, nasi goreng, tukang sate, tukang bakso dipinggir jalan atau yang keliling itu kan ga ada label halalnya, padahal itu berhubungan dengan masyarakat secara langsung dan dalam skala luas..kenapa itu ga diprotes yah???


soalnya nyang jualan slimer2 juga..... mana mungkin di protes......
dan mungkin si slimer2 penjual itu sekalian bertaqiya kali kalo jualannya halal......
User avatar
siti_arifah
 
Posts: 35
Joined: Tue Mar 22, 2011 4:18 am
Location: dimana ada pedang, disitu ada Moh si pedopil :D

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby young celebes » Tue May 31, 2011 8:42 am

Yang terpenting bagi para muslimin/ah dalam hal ini adalah label HALAL-nya saja dari MUI,setelah label tsb terpampang pada produk,udah langsung sikat dah.....meskipun ga ada jaminan pengawasan seterusnya oleh MUI.yang PENTING!LABEL HALAL-nya...............eeeeeedan!!!!!
User avatar
young celebes
 
Posts: 388
Joined: Wed Sep 01, 2010 8:30 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby omega phoenix » Sat Aug 27, 2011 9:38 pm

young celebes wrote:Yang terpenting bagi para muslimin/ah dalam hal ini adalah label HALAL-nya saja dari MUI,setelah label tsb terpampang pada produk,udah langsung sikat dah.....meskipun ga ada jaminan pengawasan seterusnya oleh MUI.yang PENTING!LABEL HALAL-nya...............eeeeeedan!!!!!


MUI mode on! Yang penting duit masuk trus gan ke kantong ane, ga peduli tu yang laen mau makan ape. Mau mengandung babi kek apa kek yang penting duit masuk trus, pasti tu gue halalin. :rofl:

MUI mode off! sip sip ene uang 50 juta, labelin Halal ya Nugget gue ene, selebihnya klo gue keluar produk baru ente dapat lagi jatahnye. :rolling:
User avatar
omega phoenix
 
Posts: 1689
Joined: Sun Aug 21, 2011 6:39 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby biksu sonje » Sun Aug 28, 2011 1:14 pm

gampang,,,, ntar keluaran dari bokong mucclim nye aja nyang dilabelin MUI

idup ini kagak usah dibikin susah deh, yah MUI?

nah silahkan deh MUI labelin ntuh nyang keluar dari bokong mucclim.

aye ucapin selamat bekerja label melabel buat MUI
biksu sonje
 
Posts: 465
Images: 0
Joined: Thu Sep 09, 2010 5:18 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby akuadalahkafir » Mon Aug 29, 2011 12:12 am

Saya jadi ingat waktu chat sama teman yang muslim, dia bilang baru selesai bikin tape ketan, karena keluarganya doyan banget..

Terus aku tanya, apa ga bertentangan dengan MUI? karena ada tertulis di web berikut: halalmui
halalmui wrote:Penggunaan arak dalam masakan memang sangat sedikit. Paling-paling hanya ditaburkan beberapa tetes saja. Tetapi kalau statusnya sudah menjadi khamer, maka berlaku kaidah “yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya juga haram”. Oleh karena itu sesedikit apapun penggunaan arak dalam masakan, maka hukumnya akan tetap haram

Jawabannya begini: "Kalo ngikutin MUI, bisa-bisa ga makan apa-apa" :green:
User avatar
akuadalahkafir
 
Posts: 424
Images: 2
Joined: Wed Jun 08, 2011 8:57 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby Topsy KreeT » Mon Aug 29, 2011 1:46 am

Yang haram lebih enak, bergizi lagi!! buktinya allah menjanjika yang haram-haram di syurga. :-"
User avatar
Topsy KreeT
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby Voodo » Mon Aug 29, 2011 2:09 am

Yang penting ada labelisasi halalnya dari MUI,soal kandungan isinya mah masa bodo ](*,)

Ribet amat ya jadi muslim sampai mau makan sesuatu aja tunggu label dari MUI.
Sudah begitu labelisasi halal MUI belum tentu menjamin jadi 100% halal :finga:
User avatar
Voodo
 
Posts: 208
Joined: Sun Jul 31, 2011 3:23 am
Location: Bumi Damai

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby Topsy KreeT » Tue Aug 30, 2011 12:58 pm

Roti isi lalat + teh kencing unta pasti sedap!! :tonqe:
User avatar
Topsy KreeT
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby abbadul » Tue Aug 30, 2011 1:08 pm

Haram ... haram ... haram

Apakah MUI bisa mengetahui bahwa modal yg dipakai di kedai-kedai sebagian muslim adalah hasil dari uang korupsi/nyolong/merampok ?

O iya ...
Apakah makanan yg diproduksi dari uang haram bisa dikatakan halal ?
Mohon pencerahan !
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby kalangkilang » Tue Aug 30, 2011 1:24 pm

terim's teman²
sudah menyundul topik saya..... :partyman:

abbadul wrote:Haram ... haram ... haram

Apakah MUI bisa mengetahui bahwa modal yg dipakai di kedai-kedai sebagian muslim adalah hasil dari uang korupsi/nyolong/merampok ?

O iya ...
Apakah makanan yg diproduksi dari uang haram bisa dikatakan halal ?
Mohon pencerahan !


keknya hampir mirip dengan pertanyaan di topik ini : Harta Haram berubah jadi Halal

kisah di tautan wrote:Syekh Shalih Alu Syaikh, Menteri Agama KSA saat ini, mengatakan, “Di antara permasalahan yang disinggung oleh para ulama ketika membahas hadits keenam dalam kitab Arbain An-Nawawiyyah (yaitu hadits yang berisi perintah untuk menjauhi sesuatu yang belum jelas kehalalannya, pent.) adalah permasalahan memakan harta orang yang pendapatannya bercampur antara sumber yang halal dengan sumber yang haram. Misalnya: Tetangga yang kita ketahui memiliki sumber pendapatan yang haram, berupa menerima uang suap, memakan riba, atau semisalnya, namun di sisi lain dia memiliki sumber pendapatan yang halal. Apa hukum harta orang semisal ini?
---------------------------(*pendapat pembanding,,saya potong aja*)------------------------------------

Inti kasus ini adalah: apakah contoh masalah yang diperselisihkan para ulama termasuk dalam hadits keenam Arbain Nawawiyyah ataukah tidak? Sebagian ulama mengatakan bahwa kasus di atas termasuk dalam hadits keenam Arbain Nawawiyyah, sebagai bentuk kehati-hatian, bukan karena orang yang memakan harta orang yang sumber pendapatannya bercampur itu berarti telah memakan harta yang haram. Meski demikian, sejumlah ulama peneliti menguatkan pendapat Ibnu Mas’ud.

Dari sisi dalil, pendapat Ibnu Mas’ud adalah pilihan yang tepat. Di antara ulama yang menguatkan pendapat Ibnu Mas’ud adalah Ibnu Abdil Bar Al-Maliki, dalam kitabnya 'At-Tamhid'.” (Syarah Arbain Nawawiyyah karya Syekh Shalih Alu Syekh, hlm. 153--155, terbitan Dar Al-‘Ashimah, Riyadh, cetakan pertama, 1431 H)

عن ذر بن عبد الله عن ابن مسعود قال : جاء إليه رجل فقال : إن لي جارا يأكل الربا ، وإنه لا يزال يدعوني ، فقال : مهنأه لك ، وإثمه عليه

Dari Dzar bin Abdullah, dia berkata, “Ada seseorang yang menemui Ibnu Mas’ud lalu orang tersebut mengatakan, 'Sesungguhnya, aku memiliki tetangga yang membungakan utang, namun dia sering mengundangku untuk makan di rumahnya.' Ibnu Mas’ud mengatakan, 'Untukmu enaknya (makanannya) sedangkan dosa adalah tanggungannya.'” (Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, no. 14675)

عن سلمان الفارسي قال: إذا كان لك صديق عامل، أو جار عامل أو ذو قرابة عامل، فأهدى لك هدية، أو دعاك إلى طعام، فاقبله، فإن مهنأه لك، وإثمه عليه.

Dari Salman Al-Farisi, beliau mengatakan, “Jika Anda memiliki kawan, tetangga, atau kerabat yang profesinya haram, lalu dia memberi hadiah kepada Anda atau mengajak Anda makan di rumahnya, terimalah! Sesungguhnya, rasa enaknya adalah hak Anda, sedangkan dosanya adalah tanggung jawabnya.” (Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, no. 14677)

Ringkasnya, harta haram itu ada dua macam:

Pertama: Haram karena bendanya. Misalnya: Babi dan khamar; mengonsumsinya adalah haram atas orang yang mendapatkannya maupun atas orang lain yang diberi hadiah oleh orang yang mendapatkannya.

Kedua: Haram karena cara mendapatkannya. Misalnya: Uang suap, gaji pegawai bank, dan penghasilan pelacur; harta tersebut hanyalah haram bagi orang yang mendapatkannya dengan cara haram. Akan tetapi, jika orang yang mendapatkannya dengan cara haram tersebut menghadiahkan uang yang dia dapatkan kepada orang lain, atau dia gunakan uang tersebut untuk membeli makanan lalu makanan tadi dia sajikan kepada orang lain yang bertamu ke rumahnya, maka harta tadi berubah menjadi halal untuk orang lain tadi, karena adanya perbedaan cara mendapatkannya antara orang yang memberi dengan orang yang diberi. Inilah pendapat ulama yang paling kuat dalam masalah ini, sebagaimana pendapat ini adalah pendapat dua shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Ibnu Mas’ud dan Salman Al-Farisi.


sekali-lagi jadi ustad dulu akh..berdasarkan tautan di atas:
Q : Apakah makanan yg diproduksi dari uang haram bisa dikatakan halal ?
A : tergantung sis...: :yawinkle:
  1. Kalau posisi anda adalah seorang konsumen, maka makanan tersebut adalah halal, dosanya ditanggung oleh si produsen...
  2. Kalau Posisi anda adalah seorang produsen, dan anda mendapatkan modal dari hibah, maka makanan yang anda produksi adalah halal.
  3. Kalau Posisi anda adalah produsen, dan mendapatkan modal tersebut lewat pinjaman shariah law, maka makanan tersebut adalah halal.
  4. Kalau posisi anda adalah produsen, dan uang tersebut emang betul-betul dari uang haram, maka diperlukan penyucian uang (ex: lewat zakat, infaq atau shadaqah) tersebut hingga menjadi halal, sehingga makanan yang diproduksi akan menjadi halal.

Jadi jawaban untuk pertanyaan dari sis Abbadul adalah YES......makanan tersebut adalah HALAL, karena tidak mengandung babi dan turunannya..
Wallahualam bi shawab

salam..
Ustd. Kalangkilang
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby akuadalahkafir » Tue Aug 30, 2011 2:16 pm

kalangkilang wrote:
  1. Kalau posisi anda adalah produsen, dan uang tersebut emang betul-betul dari uang haram, maka diperlukan penyucian uang (ex: lewat zakat, infaq atau shadaqah) tersebut hingga menjadi halal, sehingga makanan yang diproduksi akan menjadi halal.

salam..
Ustd. Kalangkilang

:stun:

Ga heran kalo gitu negara-negara mayoritas muslim ga maju-maju.. Wong hal yang merusak malah dianjurkan..
Sumber: Suara Karya
Suara Karya wrote:Praktik pencucian uang atau money laundering akan menghambat kemajuan perekonomian suatu bangsa, termasuk Indonesia, karena mempunyai efek dan daya rusak besar.

Pande Radja Silalahi wrote:Ekonom Pande Radja Silalahi menilai, money laundering akan merusak perekonomian suatu bangsa. Sebab, di sana bercampur antara uang halal dan uang haram. "Ancaman money laundering sangat dahsyat dan daya rusaknya juga besar dalam memengaruhi maju-mundurnya perekonomian suatu negara," kata Pande.

Ngomong2x.. Lebaran tahun ini berapa milyar rupiah yang di cuci dalam zakat ya? :green:
User avatar
akuadalahkafir
 
Posts: 424
Images: 2
Joined: Wed Jun 08, 2011 8:57 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal

Postby abbadul » Tue Aug 30, 2011 6:05 pm

Thank's, Ustd. Kalangkilang
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Hal

Postby Chunk » Tue Jun 25, 2013 10:35 pm

Kalah Gugatan, McDonald's Hentikan Penjualan Menu Halal di AS

http://internasional.kompas.com/read/20 ... alal.di.AS
Selasa, 25 Juni 2013 | 19:17 WIB

DETROIT, KOMPAS.com — Selama ini di Amerika Serikat hanya ada dua restoran cepat saji McDonald's yang menyajikan makanan halal. Keduanya berada di kota Dearborn, Michigan, yang memiliki jumlah penduduk Muslim yang cukup banyak.

Namun, setelah gugatan hukum yang menuding McDonald's sebenarnya tak menjual makanan halal seperti dipromosikannya, McDonald's akhirnya mencabut tanda halal di menu Chicken McNuggets dan sandwich McChicken.

Gugatan hukum ini mengakhiri sebuah upaya unik yang membuat kedua restoran McDonald's ini populer di kalangan warga Muslim setempat.

"Kedua menu itu (menu halal) tidak ada lagi sebagai bagian dari upaya kami fokus terhadap menu nasional kami," kata seorang juru bicara McDonald's akhir pekan lalu.

Di salah satu restoran McDonald's itu, label halal yang ditempelkan di informasi menu drive through sudah tidak ada lagi.

Pencabutan label halal setelah 12 tahun ini memicu beragam reaksi. Sebagian pelanggan merasa kecewa, sedangkan yang lain mendukung langkah McDonald's karena restoran ini ternyata kesulitan menyajikan makanan halal.

Pencabutan label halal itu dilakukan terkait gugatan hukum yang didaftarkan pada 2011 lalu. Penggugat menuduh McDonald's menjual daging ayam tidak halal meski dalam promosinya dikatakan daging itu halal.

Halal menurut ajaran Islam adalah semua makanan itu harus disiapkan sesuai aturan yang ditetapkan agama Islam, misalnya membacakan doa saat penyembelihan hewan.

Dalam beberapa kasus, para pekerja restoran McDonald's keliru memberikan makanan non-halal kepada pelanggan yang meminta makanan halal.

Pada April lalu, pengadilan memutuskan McDonald's harus membayar ganti rugi sebesar 700.000 dollar AS atau sekitar Rp 7 miliar.

Uang itu kemudian dialokasikan untuk Huda Clinic, sebuah pusat kesehatan Muslim di Detroit, sebesar Rp 2,5 miliar. Lalu, Rp 1,5 miliar untuk Museum Arab Amerika di Dearborn dan Rp 250 juta untuk Ahmed Ahmed, warga Dearborn yang mengajukan gugatan. Sisanya masuk ke kantong pengacara.

McDonald's, yang memiliki lebih dari 14.000 restoran di seluruh Amerika Serikat, mulai menjual menu halal pada September 2000 di Michigan Avenue, Greenfield.

Meski McDonald's berhenti menjual menu halal di AS, tetapi restoran cepat saji ini terus menjual menu halal di negara-negara yang penduduknya mayoritas memeluk agama Islam seperti Arab Saudi.

Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Halal
Mirror
Faithfreedom forum static
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Hal

Postby 1234567890 » Wed Jun 26, 2013 5:03 am

sama kaya investasi tipu tipu emasnya mui ... dikasi label halal ga taunya nipu
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Astaga Bertahun-Tahun Makan, Ternyata Belum Berlabel Hal

Postby biksu sonje » Tue Oct 15, 2013 6:38 pm

young celebes wrote:Yang terpenting bagi para muslimin/ah dalam hal ini adalah label HALAL-nya saja dari MUI,setelah label tsb terpampang pada produk,udah langsung sikat dah.....meskipun ga ada jaminan pengawasan seterusnya oleh MUI.yang PENTING!LABEL HALAL-nya...............eeeeeedan!!!!!

omega phoenix wrote:MUI mode on! Yang penting duit masuk trus gan ke kantong ane, ga peduli tu yang laen mau makan ape. Mau mengandung babi kek apa kek yang penting duit masuk trus, pasti tu gue halalin. :rofl:

MUI mode off! sip sip ene uang 50 juta, labelin Halal ya Nugget gue ene, selebihnya klo gue keluar produk baru ente dapat lagi jatahnye. :rolling:

kalo kagak pake cap label holol mui, perusahaan makanan bisa turunkan harga produk makanannye dong yah?
lah kalo bisa lebih murah kenape musti dibuat mahal sih yah ama mui
biksu sonje
 
Posts: 465
Images: 0
Joined: Thu Sep 09, 2010 5:18 pm


Return to KOLOM BABI, hewan dll tata cara makan dan pantangan Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users